Minggu, 13 Oktober 2013

Drama Korea Empire Of Gold Episode 5 Part 1

Empire Of Gold Episode 5 Part 1

Diepisode sebelumnya, adalah hari dimana Min Jae akan menikah dengan Yoo Jin. Hari yang seharusnya menjadi hari yang bahagia malah terlihat begitu tak membahagiakan, ditambah lagi dengan berita kematian Yoon, istrinya. Tae Joo juga mendatangi tempat pernikahan Min Jae untuk menyetujui  kerjasama yang sebelumnya di usulkan Min Jae.

~~~



Tae Joo memasuki ruangan Min Jae berada.

Tae Joo : Janjimu tentang dua pertiga dari saham rekonstruksi... hak konstruksi dan hak pengembangan bersama... Aku akan menerimanya.

Dari pengeras suara memberitahukan kalau upacara pernikahan akan dimulai. Seolah Min Jae tak perduli dengan pernikahannya, dia terus menunduk.

Min Jae menegakkan kepalanya, menatap Tae Joo. Tae Joo sepertinya heran kenapa Min Jae menangis.




Dong Jin masuk keruangan Min Jae dengan terburu-buru. Dong Jin menemui Min Jae lalu menyuruh Sek.Kang untuk membatalkan pernikahan karena putri menantunya meninggal. Tae Joo yang masih disitu menyadari apa yang sedang terjadi dengan Min Jae. Tae Joo melihat Min Jae sedikit iba.

Sek.Kang akan keluar membatalkan pernikahan. Min Jae malah menyuruh Sek.Kang untuk mencari alasan dan menunda pernikahan selama lima menit.



Min Jae berkata mulai sekarang Yoo Jin adalah putri menantunya.

Dong Jin benar-benar tak habis pikir dengan sikap anaknya lalu menampar Min Jae, “Aku, Choi Dong Jin, selama hidup 60 tahun, menatap setiap orang secara langsung, tak peduli siapapun itu. Tapi hari ini... Aku bahkan tak bisa menatap mata pengemudi. ‘Dia menjual putri menantunya untuk mendapatkan uang untuk bisnisnya!’ Aku bisa mendengar ejekan mereka bahkan dalam tidurku. Menikah dengan bunga palanquin di hari kematian istrimu... bukanlah sesuatu yang harus seorang pria lakukan.”



Min Jae tetap akan melakukan pernikahan. Dong Jin berkata aku malu kau adalah anakku.

Min Jae merasa seharusnya ayahnya tak mengatakan itu. Ketika 4 tahun yang lalu ketua(Dong Sung) mengirim ayah ke China agar Dong Sung bisa melakukan rapat eksekutif, Min Jae sudah mengatakan kalau itu penipuan. Tapi ayahnya tak percaya. “Aku mengatakan padamu untuk tidak mengungkap ekspor palsu, karena kita akan terluka. Tapi kau tetap mengungkapkannya... Jika kau hanya mendengarkanku, Ayah... Yoon... masih akan menjadi istriku. Dan juga putri menantumu.”


Min Jae mengembalikan sarung tangan Dong Jin. Dong Jin masih merenungi kata-kata anaknya, “Apakah kau malu karena aku ayahmu?”

Tae Joo masih disana mendengar pertanyaan Dong Jin. Tae Joo teringat kata-katanya dulu yang telah melukai perasaan ayahnya.

Flashback



“Bahkan.....bahkan sekarang kau adalah beban”

Ayah Tae Joo menunduk sedih.
Flasback End




Dong Jin akan tetap pergi mengurus pemakaman Yoon, karena tak ada lagi kerabat yang akan melepas kepergiannya. Min Jae melarang hal itu, akan buruk jika Yoo Jin tahu.

Tae Joo mengajukan diri, “Dimana rumah sakitnya? Aku telah mengatakan hal ini sebelumnya. Aku akan menerima janji bahwa kau akan memberiku dua pertiga dari saham rekonstruksi... hak konstruksi, dan hak pembangunan bersama. Kita harus saling membantu ketika kita sibuk... sebagai mitra bisnis.”

Min Jae tidak menjawab hanya menatap Tae Joo tajam.


Janji pernikahan sedang diikrarkan, “Apakah kau, Tuan Choi Min Jae menerima Nona Jung Yoo Jin sebagai pengantinmu dan berjanji bahwa kau akan mencintai dan menghargainya dan bersamanya sampai kematian memisahkan?”

“Ya, aku berjanji”

Yoo Jin tersenyum bahagia.




Dirumah duka Yoon, Seo Yoon datang kesana meletakkan bunga. Seo Yoon terlihat sedih bahkan hampir menangis. Rumah duka Yoon benar-benar tak ada yang datang, disana hanya ada Tae Joo dan Seo Yoon.


Tae Joo dan Seo Yoon duduk ditaman. Seo Yoon menyerahkan amplop untuk pemakan Yoon. Tae Joo menolak karena Tuan Choi Min Jae menolak semua bantuan dari Sung Jin karena mereka bukan keluarganya lagi.

Seo Yoon : Min Jae yang meninggalkan Yoon karena ia butuh uang... Jang Tae Joo, yang mengurus pemakaman seseorang yang tidak pernah dia lihat, untuk rekonstruksi... aku tidak berpikir bahwa aku harus mendapatkan saran dari kalian berdua.
FLASHBACK



Seo Yoon mengingatkan Tae Joo saat Tae Joo babak belur, bagaimana dulu Tae Joo melemparkan uangnya pada Min Jae.

Seo Yoon : Aku ingat. Apakah itu empat tahun lalu? Kau mengembalikan harga dari kehidupan ayahmu setelah tertunda dua bulan...
FLASHBACK END



Saat itu Tae Joo masih dipihak Seo Yoon tapi sekarang Tae Joo berada disamping Min Jae. Tae Joo tersenyum, apa yang harus aku lakukan? Orang yang paling aku benci memiliki semua uang didunia.

Seo Yoon mengatakan kalau dia merasa tak nyaman setelah menerima telefon ancaman Tae Joo. “Terima kasih karena membiarkanku tahu orang macam apa kau. Sungguh. “





Seo Yoon berdiri, “Tiga kandidat untuk kepala asosiasi mengundurkan diri hari ini.”
Menurut Tae Joo pemilihan kepala asosiasi adalah pertarungan antara Park Jae Han dan Jo Pil Doo.
Seo Yoon : Kami akan mengajukan semua sumber daya yang Sung Jin Group miliki untuk kandidat Park Jae Han.  Tuan Jang Tae Joo, kau akan sangat terluka.
Tae Joo tersenyum meremehkan Seo Yoon lalu meniup wajahnya, Angin yang sangat kuat akan berhembus. “berhati-hatilah”


Tae Joo berlalu meninggalkan Seo Yoon. Seo Yoon berbalik menatap punggung Tae Joo dengan kesal.
~~~


Yoo Jin memerintahkan pada bawahannya untuk mengirim Direktur Kim membeli karya Elendiouf, bawahannya memberitahu kalau Elendiouf tak terkenal dikorea.

Yoo Jin : Dia akan memenangkan hadiah utama di Kontes Artis Pop New York.


Yoo Jin menelfon seseorang, dia senyum-senyum malu. Yoo Jin memberitahu kalau dia telah menyingkirkan sofa dari ruang tamu karena setelah pulang madu suamiku tidur disofa. Yoo Jin tak kecewa pada suaminya tapi dia marah pada sofa.

Yoo Jin : Pulanglah lebih awal. Aku merindukanmu, Min Jae. Mari kita ubah cara kita memanggil satu sama lain. Aku merindukanmu, sayang.
~~~


Diseberang telefon Min Jae hanya diam, dengan mata yang memerah. Dia menjawabnya, “aku juga merindukanmu”

Pandangan Min Jae terus saja menatap foto dipenyimpanan abu, itu Yoon. Dan kata-kata rindu tadi diucapkan sepertinya bukan untuk Yoo Jin tapi Yoon.



Min Jae terus menatap foto Yoon kemudian matanya teralih dengan papan nama Yoon. Sampai sebuah suara menyadarkannya, dia berbalik. Disana sudah ada Tae Joo.

Tae Joo membuka amplop yang dibawanya, Rencana pemilihan Kepaka Asosiasi di 23 wilayah rekonstruksi.  Min Jae berkata, Tuan Jang Tae Joo... CEO Jang... Presiden Jang...

Tae Joo menyuruh Min Jae memanggilnya Presiden Jang saja.

Tae Joo : Jika kita mengorek identitas Jo Pil Doo, kita bisa memenangkan pemilu ini. Para remaja yang melarikan diri saat diwawancarai ketika ia menjadi pembimbing... sekarang bekerja untuk Jo Pil Doo. Kita bisa mengubah itu dengan mengatakan bahwa mereka membelokkan kehidupan mereka...



Min Jae terus diam tanpa kata-kata kemudian bertanya, “Tablet (ini sih kayaknya papan nama Yoon tadi deh,, kalau di indo ya kayak nisan gitu) untuk istriku... Apakah kau yang membuatnya?”

Tae Joo menyuruh Min Jae untuk mengubahnya jika tak menyukainya. Tae Joo juga ingin setelah pemilihan kepala asosiasi berakhir untuk melunasi tagihan mereka melalui Jo Pil Doo. Min Jae mengajak Tae Joo untuk makan siang bersama.

“Aku tidak makan dengan orang sepertimu. Berikan perintahmu ke Jo Pil Doo untuk mengikuti perintahku tanpa mempertanyakan segala sesuatu yang berhubungan dengan pemilihan asosiasi. “ Ucap Tae Joo.

“Apakah kau menyesal... memutuskan untuk bermitra denganku di rekonstruksi?”

“Mungkin akan seperti itu selama sisa hidupku. Aku akan menyesalinya, jadi lebih baik aku menghasilkan banyak uang.” Jawab Tae Joo.




Tae Joo menyerahkan amplop yang dibawanya lalu menyuruh Min Jae menikmati makan siangnya.

Tae Joo berlalu pergi, setelah beberapa langkah dia meniup tangannya (Tae Joo niupnya kayak orang habis megang debu terus dia pengin debunya pada pergi...gimana yah nggambarinnya)
~~~



Seperti makan malam biasanya Won Jae selalu berisik di meja makan. Won Jae mengusulkan pada ayahnya untuk menggunakan kartu untuk sung jin, “Ayah, Tae Sung dan Yoo Ahn mendapat penghasilan dari bisnis kartu...”

Seo Yoon memotong bahwa bisnis kartu dilarang saat rapat eksekutif (bisnis kartu maksudnya apa yah, entah itu seperti kartu kupon ataukah kartu member atau kartu judi .kayak gitu mungkin).

Tapi menurut Won Jae bisnis kartu ibarat sapi perah. Empat kelompok sudah meluncurkan bisnis kartu bahkan bank dan penukaran uang asing juga akan meluncurkannya.

Seo Yoon memberitahu kalau pasar sudah jenuh.

Won Jae seakan sangat sebal karena apa-apa yang dikatakannya selalu salah, “Wow, terima kasih kepada Seo Yoon-ku, Aku belajar banyak.”

Jung Hee menyuruh mereka jangan ribut di-meja makan karena ayah sedang makan.


Dong Sung buka mulut akhirnya, melihat kelakuan Won Jae yang ingin menang sendiri.

Dong Sung : "Bayar negara melalui pembangunan industri." Itulah motto Sung Jin Group. Kita mulai dengan semen setelah perang. Selama 40 tahun, itulah konstruksi, kimia, industri berat... Kita tumbuh dengan berfokus pada kunci industri dari negara ini.

Won Jae menyuruh ayahnya mendengarkan usulnya. Dong Sung mengatakan kalau itu semua terlepas dari uang. Won Jae tetap bersikeras, ayahnya untuk mempertimbangkan usulnya.




Seo Yoon melirik kearah ayahnya, Seo Yoon terkejut melihat tangan ayahnya yang terus bergetar. Dong Sung juga melirik kearah Seo Yoon, dia mencoba menghentikan getaran tangannya. Min Jae mencoba memohon ayahnya untuk mempertimbangkan usulan bisnis kartu.

Seo Yoon akan berdiri tapi Jung Hee sudah terlebih dahulu mengajak Dong Sung untuk jalan-jalan ketaman belakang. Seo Yoon terkejut, menyadari Jung Hee sudah mengetahui kondisi ayahnya. Jung Hee melirik kearah Seo Yoon, dia mengedipkan matanya menenangkan Seo Yoon.



Sung Jae mengajak Seo Yoon membantu menilai tesisnya. Won Jae memang sedang sebal minta ampun sama Seo Yoon menyuruh Sung Jae  jangan meminta bantuan. Won Jae tak habis pikir apa yang bisa gadis dengan rok berusia 29 tahun lakukan, apa tau tentang beton dan rumput. “Jika seseorang merebut mangkuk nasi yang kau curi dariku... kau akan berada dalam kesulitan.”

Seo Yoon pada Eun Jung : Eun Jung... Won Jae akan melakukan perjalanan bisnis ke Eropa bulan depan. Dia akan memeriksa jaringan penjualan di Perancis dan Italia dan mencari tahu kondisi investasi di Ceko dan Polandia. Ini akan memakan waktu sekitar dua bulan. Apakah kau ingin pergi dengan...



Tanpa terduga, Eun Jung menolak tawaran Seo Yoon.

Won Jae jelas senang : Adikku, dasi mana yang harus aku pakai? kau harus memilih warna bajuku juga. Wakil Ketua Sung Jin Group melakukan perjalanan bisnis yang bahkan dia tidak tahu untuk apa. aku sangat bersemangat, sial...
~~~



Seo Yoon dan Jung Hee sedang minum teh bersama, Jung Hee menceritakan kalau tadi pagi dia mendengar suara lemparan. “saat aku terbangun aku melihat dia(Dong Sung) memakai setelan jas. Dia ‘bertanya siapa aku?’ Dia berkata tampaknya ia berada di rumah yang salah, dia harus pulang ke rumahnya.”

Jung Hee mengusulkan agar Jung Yoon dan Dong Hui pulang dan mengatakan penyakit Dong Sung pada semua. Berharap penyakitnya akan berkurang. Seo Yoon tak setuju.


Seo Yoon berdiri, frustasi : Jung Yoon ingin pusat perbelanjaan. Dong Hui mengharapkan cabang perusahaan mobil ketika ia pensiun dari kejaksaan. Won Jae... Ibu tahu bagaimana dia. Menurutnya semua dengan nama ayah di atasnya adalah miliknya. Jika Eun Jung tahu tentang penyakit ayah... dia mungkin akan minta cerai. Jung Yoon, Dong Hui, Won Jae... mereka akan bertarung satu sama lain... mencoba meraih sebanyak yang mereka bisa. Eun Jung akan memihak siapapun yang memberikan lebih banyak tunjangan padanya.


Jung Hee menganggap kalau mereka semua tak seperti itu.
Seo Yoo menyela : Shin Il Group, Jo Young Group, Dae Min Group... begitulah mereka runtuh. Perkelahian antar saudara dan tuntutan hukum antar saudara.
Seo Yoon menatap ayahnya yang sedang tertidur pulas diranjang. Seo Yoon tak bisa menunjukkan perpecahan yang terjadi pada ayahnya.



Seo Yoon menggenggam tangan Jung Hee meminta Jung Hee untuk membantu menyembunyikan penyakit ayah. Jung Hee tak yakin bisa karena cepat atau lambat mereka akan tau.
Seo Yoon : Aku akan menjadikan Konstruksi Sung Jin perusahaan induk. Dengan saham Konstruksi Sung Jin darimu, aku dan Ayah... kepemilikan Sung Jin Group akan aman.



Jung Hee menunduk, saat itulah Jung Hee menampakkan wajah jahatnya meskipun Seo Yoon tak tau. Jung Hee mengingatkan tentang proyek rekonstruksi Won Jae menang maka posisi Seo Yoon sebagai presiden akan sulit.
Seo Yoon tersenyum karena dia tidak akan kalah oleh siapapun. Seo Yoon meminta maaf karena dia tak memberitahukan tentang penyakit ayah pada Jung Hee. Jung Hee tak mempermasalahkan. Jung Hee mengatakan kalau nantinya paska sarjana akan mengirim Sung Jae ke luar negeri.





Jung Hee membuat satu permintaan agar mereka sama pura-pura tak mengetahui apa yang terjadi dengan Dong Sung.
Jung Hee berjalan menuju ranjang Dong Sung, “Jadi dia bisa berteriak padaku tentang betapa pahitnya obat tersebut. “
Jung Hee duduk diranjang, tangan Dong Sung bergerak menggenggam tangan Jung Hee. Dong Sung mengucapkan terima kasih. Jung Hee menggenggam tangan Dong Sung dan menangis disampingnya. Dong Sung membuka matanya. (entah tadi dia benar-benar sadar atau tidak).
~~~



Jung Hee menemui Sung Jae.
Jung Hee : Ada sebuah perguruan tinggi di Seoul, mungkin tiga atau empat sekolah tinggi di luar Seoul. Perguruan Tinggi Sung Jin akan menjadi milikmu. Saham konstruksi di dalamnya. Ketika Sung Jae-ku menjadi direktur , aku akan menambahkan sahamku di yayasan beasiswa untuk itu.
 Sung Jae menunduk sedih, dia tak sependapat dengan keinginan ibunya. Sung Jae berfikir untuk melanjutkan ke AS nantinya.
Jung Hee : Sung Jae, Konstruksi Sung Jin adalah perusahaan ayahmu. kau tahu apa yang terjadi pada Konstruksi Chung Ma.
~~~


Dikamarnya, Dong Sung sedang menceritakan pula pada Seo Yoon tentang konstruksi Chung Ma.
Dong Sung : Apartemen Chung Ma runtuh di tengah-tengah konstruksi. Banyak orang terluka. Ada masalah dengan semennya. Aku kehilangan orang tuaku di tengah peperangan. Aku bekerja di Semen Sung Jin dengan tangan kosong selama sepuluh tahun. Aku tidak yakin apakah aku bisa mulai dari awal dengan tangan kosong lagi. Dong Jin berada di NIS saat itu.


Jung Hee melanjutkan cerita Dong Sung diruangan Sung Jae. (drama-drama... ehgh.. bisa yah 4 orang lagi mbhas topik sama diruangan yang beda.ckck...bikin bingung recap aja)
Jung Hee : Ia diseret ke Namsan, kemudian dibebaskan setelah sepuluh hari. Dia (ayah Sung Jae) disalahkan karena konstruksi yang buruk sebagai Presiden Konstruksi Chung Ma. Aku membuka pintu, dia melihat wajahku, dia menyentuh wajahku kemudian dia pingsan dan dia meninggal seperti itu.


Masih diruangan yang beda.
Dong Sung : aku mengunjunginya seminggu setelah pemakaman. Apakah dengan uang atau apa pun, aku hanya ingin membantu. Dia (Jung Hee) menangis, di sebuah ruangan tanpa pemanas. Di ruang yang beku... bahkan tanpa menyalakan lampu,  di sudut.


Jung Hee : Aku mendatanginya terlebih dahulu. Aku menyerahkan diri pada baj*ngan(Dong Sung) yang membunuh ayahmu. Aku tahu bahwa kau sedang tumbuh di dalam diriku. Aku tahu bahwa ayahmu, Bae Young Han, meninggalkanmu untukku.


Dong Sung mengaku kalau dia telah berbuat dosa, tapi karena itulah dia mendapatkan hadiah, Sung Jae dan Jung Hee.
Dong Sung meminta Seo Yoon menjaga Jung Hee. Seo Yoon langsung meng-iya-kan permintaan ayahnya.



Dengan permintaan yang berbeda, Jung Hee mengingatkan kalau tangan yang telah memeluk Sung Jae adalah tangan yang membunuh ayahnya.
Sung Jae seperti terbawa cerita dan dendam ibu, iya eomma.
~~~

Sek.Park melaporkan kalau pemilu diadakan minggu yang akan datang.
Seo Yoon memandangi selebaran kampanye Jo Pil Doo dan Park Jae Han, Apakah kau mengatakan bahwa dia adalah profesor?
Sek.Park menjawab kalau Jae Han pensiun tahun kemarin. Dia orang yang baik, Kita akan dengan mudah memenangkan pemilihan”
Seo Yoon : Berapa kali kau melihat orang seperti itu memenangkan pemilu? Jo Pil Doo adalah orang yang disewa untuk pembongkaran bangunan. uat semua orang di tempat pemilihan mengungkapkan fakta itu. Jika perlu, biarkan media juga tahu. Cepat.
~~~



Tae Joo membuat akan membersihkan citra Pil Doo, pertarungan gangster dan profesor.
Tae Joo memberikan berkas pada Pil Doo namun Pil Doo menampik berkas itu. Tae Joo tersenyum mengingat saat Pil Doo mengambil uang Tae Joo saat dia menerimanya dari Min Jae (ituloh saat si Hee Joo disekap, saat Min Jae mau beli tanah rekonstruksi). “aku percaya itu akan selesai hari itu.”
Pil Doo : Ini belum berakhir sampai aku mengatakan ini berakhir. Jadikan aku kepala asosiasi. Jika aku kalah dalam pemilihan, Aku akan menjadi orang yang memaku peti mati Jang Tae Joo.



Pil Doo menyuruh Tae Joo melanjutkan apa rencananya.
Tae Joo menyuruh Pil Doo mengubah gaya bicaranya. Jelas saja Pil Doo kesal, kebiasaan kan susah yah dirubah. Dengan sigap Seol Hee langsung berteriak, “Smile!” nada bicara Seol Hee lucu.
Seol Hee menatap Pil Doo dari ujung rambut sampai ujung kaki Pil Doo. “Bagaimana mungkin kau terlihat persis seperti gangster?”
Tae Joo menyuruh Seol Hee mengubah semua yang ada pada Pil Doo.


Seol Hee menunjuk tubuh Pil Doo, Seol Hee mengeluh kalau dia harus mengurus pria orang lain padahal prianya sendiri tidak. “aku begitu banyak pekerjaan”
Pil Doo berteriak, Yaakk!!
Seol Hee langsung memotong, Smile!! Gxgx
Pil Doo langsung spechless deh.
~~~


Pil Doo tersenyum dengan lebarnya menyalami setiap orang yang lalu lalang. Dia sedang berkampanye ditengah gerimis.
~~~

Tae Joo diruangannya sedang berdiskusi dengan Seol Hee.
Tae Joo : Bukan seorang gangster dalam penghancuran selama sepuluh tahun terakhir, tapi mempromosikan dirinya sebagai seorang ahli. yang mengurus masalah di rekonstruksi dan pembangunan kembali. aku yakin akan ada kasus dimana orang menolak untuk pindah yang menyebabkan penundaan rekonstruksi. Ini bukan sesuatu yang bisa diurus oleh seseorang yang hanya mengajar anak-anak.
~~~


Seo Yoon menyuruh Sek.Park memberikan bantuan untuk biaya pergerakan dari 3.000 rumah tangga tanpa bunga. Sek.Park mengingatkan kalau beban keuangan mereka akan semakin meningkat. Seo Yoon bertanya jadi apa yang harus mereka lakukan? Jika kita kalah dalam pemilihan asosiasi, apa yang kau pikir akan terjadi, Direktur Park?
Sek. Park masih khawatir dengan kerugian yang akan didapatkan perusahaan.
Seo Yoon : Janji bahwa kita akan meningkatkan rasio ruang lantai dari 300 persen menjadi 400 persen. Jika kita mengubah sisanya untuk penjualan biasa, apartemen 12-pyung akan menjadi 32-pyung. dan mereka bahkan akan mendapat keuntungan puluhan juta. Ini akan mengubah anggota asosiasi.
~~~



Tae Joo semangat karena dia mendapatkan suatu celah untuk menjatuhkan Jae Han, Pengembangan kantor wilayah perkotaan akan diumumkan kepada media hari ini.
Pil Doo dengan ekspresi serius berfikir. Seol Hee yang ada didekatnya mengingatkan untuk ‘Smile!’, Seol Hee menempelkan jarinya kewajah. Pil Doo melirik Seol Hee. Gxgx.
Tae Joo : Tanyakan padanya seperti ini, 'Kepada Kandidat Park Jae Han...'
~~~



Di tempat konferensi pers,
Pil Doo bertanya pada Jae Han : Kepada Kandidat Park Jae Han, ada pengumuman dari wilayah hari ini. Tidak akan pernah ada peningkatan rasio ruang lantai. Mengenai pinjaman untuk biaya saham dan pergerakan beban tanpa bunga, bagaimana kau akan mendanai mereka?
Jae Han menjawab dengan terbata...ya ..itu....
~~~



Kembali kekantor Tae Joo,
Tae Joo menganggap kalau masalah image Pil Doo dimasyarakat telah selesai, “Jo Pil Doo, ahli rekonstruksi yang dapat dipercaya. Park Jae Han, profesor perguruan tinggi yang tidak kompeten dan tidak bisa dipercaya.”
Seol Hee mengatakan kalau sepertinya Pil Doo bisa minum-minum. Pil Doo menyenderkan tubuhnya lalu tertawa puas.
Tae Joo yakin mereka akan memenangkan pemilu.
~~~



Seo Yoon kelabakan karena keadaan sekarang berbalik, image baik Pil Doo telah menjadi baik dan image Jae Han turun.
Seo Yoon : Atur janji dengan Sekretaris Urusan Sipil. Jika kita dapat menghasut Blue House, kita bisa mengambil alih isu tentang rasio ruang lantai.
Sek.Park : Ini soal mengubah kebijakan real estate. Sejak pemerintah sipil datang, pasokan telah dikendalikan. Blue House tidak akan membantu masalah ruang lantai.
Seo Yoon bertanya apa yang akan ayah lakukan jika keadaan seperti ini?



Sek.Park berkata kalau Dong Sung akan membayar orang. Seperti Sek.Kang yang disuruhnya menjadi orang terdekat konstruks Chung Ma. Sek.Park yakin kalau pasti ada orang seperti itu di dekat Tae Joo.
Seo Yoon menyuruh mencarinya.
Sek.Park : kau harus bertemu dengan mereka sendiri. Direktur Utama, kau tidak bisa berjalan dijalan berlumpur tanpa membuat kakimu kotor.


Seo Yoon berfikir, dia mengingat kata-kata Min Jae dan Won Jae.
Min Jae : Aku dipanggil ke sidang Republik Kelima, Aku bahkan diselidiki untuk kasus penyuapan serikat eksekutif dan penghindaran pajak! Aku yang menumbuhkan Konstruksi Sung Jin!
Won Jae : Apakah seorang gadis 29 tahun yang memakai rok tahu segala sesuatu tentang beton atau rumput?
Seo Yoon mengatakan dengan mantap, aku akan mencarinya sendiri, siapapun itu.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar