Minggu, 13 Oktober 2013

Drama Korea Empire Of Gold Episode 6 Part 2





Dong Jin dan Dong Sung duduk bersama di ruang kerja Dong Sung. Dong Jin juga membawakan Dong Sung ubi rebus yang ubinya itu dari ladang Hampyeong.

Dong Sung mengatakan kalau dia akan memberikan ladang Hampyeong pada Dong Jin dan memberikan perminyakan  pada Min Jae.
Dong Jin mengupaskan Dong Sung ubi, “Aku mengkhawatirkan sesuatu yang tidak-tidak, Dong Sung. Min Jae berkata ingatanmu sudah melemah. Pada awalnya, aku pikir itu layak. Tapi kemudian, aku bertanya-tanya, ‘Apa yang akan terjadi pada saudaraku?’. ‘Bagaimana kalau dia tidak mengenaliku? ' Lalu aku merasa harus bergegas. Aku memasak ubi dengan terburu-buru, jadi aku tidak yakin bagaimana rasanya... “




Dong Jin menyodorkan ubi yang sudah dikupas pada Dong Sung. Dong Sung menerimanya lalu menaru ubi itu di baki. Dong Sung menyuruh Dong Jin mengatakan pada Min Jae untuk meninggalkan bisnis kartu Sung Jin.
Dong Jin terlihat kecewa : “Sung dari Choi Dong Sung dan Jin dari Choi Dong Jin, Kita bahkan menamakannya Semen Sung Jin. Kita bahkan membuat papan nama dengan selembar pelat timah yang kucuri dari militer. Kita membeli rumah, tanah dan perusahaan dengan uang yang kita diperoleh dari penjualan semen. Aku tidak bisa menuliskan namaku karena aku berada di militer sehingga kita menempatkan mereka semua di bawah namamu. Kau berjanji padaku kau akan memisahkannya menjadi dua. Bahkan bata..”



Dong Sung mengatakan kalau dia akan membaginya asal Min Jae tak menyebut dana politik Won Jae dalam sidang Republik Kelima. Dong Jin mengaku kalau dialah yang menyuruh Min Jae untuk mengatakannya. “aku masuk penjara 3 kali untukmu, tapi aku tak bisa membiarkan anakku masuk penjara untuk Won Jae”
Dong Sung menunduk mengingat pengorbana Dong Jin untuknya. Dong Jin mengajak Dong Sung untuk melakukan pembagiannya sekarang.



“Kau dan aku bisa pergi ke ladang Hampyeong. Tentu, aku akan menjagamu. Orang-orang biasa memanggilmu jenius. Aku tidak akan membiarkan orang lain melihat otakmu memburuk dan aku akan menjagamu sampai kau menghembuskan napas terakhir. “ ucap Dong Jin dengan tulus. Sebenernya Dong Jin ini orangnya baik yah.. ingat pas Yoon ninggal, dia belain. Dan sekarang.
Kalo misal Dong Jin sama Dong Sung masih muda pasti udah jadi Bromance.


Dong Sung menunduk, menyuruh Dong Jin jangan menemui Bae Hong Chul dan Kim Gap Soo lagi. karena mereka semua adalah orang yang membesarkan anaknya dengan menggunakan Dong Sung. “Hanya karena mereka bermain golf denganmu beberapa kali, mereka tidak akan berada dipihakmu.”
Dong Jin memanggil Dong Sung lirih. Dong Sung tak menggubris, melanjutkan kata-katanya.
Dong Sung : “aku akan membayar dengan harga yang cocok untuk saham yang dimiliki Min Jae, jadi katakan padanya untuk menyerahkannya. Ambil ladang dan perminyakan ketika aku memberikannya kepadamu. Jangan serakah lagi.”


Dong Jin beneran sedih, dia mencoba menahan air matanya. “Kita memulainya agar punya cukup ubi untuk dimakan. Ketika kita melarikan diri selama perang, aku mengambil dua ubi di sungai. Ibu, Ayah, seluruh anggota keluarga sedang menunggu di sawah. tapi kita lapar jadi kita berdua, makan ubi sambil bersembunyi di balik pohon pinus. Sudah beberapa hari sejak kita makan. jadi aku benar-benar tidak mendengar apa-apa. Suara pesawat... suara bom meledak... suara teriakan dari ibu dan ayah... Ketika aku selesai makan ubi, air mataku akhirnya keluar. Itulah mengapa Dong Sung. Kita ingin makan ubi untuk mengisi hati kita. Itu sebabnya kita memulai pabrik semen. Jangan lakukan ini lagi, Dong Sung.”


Dong Sung juga ikut sedih, maafkan aku. Mari kita pergi.
Dong Jin terlihat senang, tapi kemudian Dong Sung segera mengambil kotak ubinya dengan tergesa-gesa. “Mari kita pergi menemui Ibu. Ayah menunggu.”
Dong Sung berlari seperti anak kecil, keluar dari ruangannya. Dong Jin tentu saja kaget segera mengejar Dong Sung.



Dong Sung membagikan ubi-ubinya pada anggota keluarga yang ditemuinya. Mereka hanya bisa memandang Dong Sung dengan kaget.
Seo Yoon menghadang Dong Sung, dia menggeleng agar ayahnya berhenti melakukan itu.
Dong Sung seperti tersadar tapi kemudian dia berbalik.




Dong Sung menangis berlutut didepan Won Jae. “Ayah, Kita hanya memiliki dua ubi, Dong Jin mengatakan kita harus membaginya dengan keluarga. tapi aku begitu lapar... jadi aku mengatakan padanya bahwa hanya kita berdua yang bisa memakannya. Jika aku memanggilmu, tidak ada satupun dari keluarga kita yang akan mati. Maafkan aku, Ayah!”
Won Jae diam saja, semua anggota keluarga menatap Dong Sung dengan penuh keterkejutan.



Dong Jin benar-benar tak tega melihat kakaknya menjadi seperti itu. Dia menarik Dong Sung agar berdiri, tapi Dong Sung mendorongnya. Dong Jin jatuh terduduk, dia benar-benar terpukul melihat kondisi adiknya.
Seo Yoon segera menenangkan ayahnya dengan memeluknya dari belakang.




Dong Hui meremas kertas kontraknya. Seo Yoon melihat reaksi Dong Hui. Seo Yoon mengajak Dong Sung kekamar.
Seo Yoon memapah ayahnya pergi dengan tatapan dari semua orang.
~~~



Min Jae dan Won Jae sedang bertemu. Sek.Kang menjelaskan, “Rekapitalisasi akan terjadi pada akhir bulan ini. Saham dari afiliasi utama telah berpindah ke Konstruksi Sung Jin.”
Won Jae khawati apa yang harus mereka lakukan karena jika Seo Yoon memiliki konstruksi sama artinya memiliki grup.
Min Jae menyuruh Won Jae jangan takut, kalau kita memiliki saham Jung Yoon dan Dong Hui maka akan ada potret dirimu tepat di sebelah Ketua di lobi.



Won Jae takut kalau orang tau dia berdiri melawan ayahnya akan membuat keuntungan untuk Seo Yoon.
Min Jae : “Harapan Ketua, apa itu? Yi Sung Gye membenci Yi Bang Won. Dia membunuh saudara-saudaranya dan menendang Ayahnya keluar lalu berselisih dengan putri. Tapi Yi Bang Won mengatur dasar bagi Dinasti Joseon yang berlangsung selama 500 tahun. Harapan Ketua adalah Won Jae, itu adalah untuk meletakkan dasar bagi Sung Jin Group selama 500 tahun . Jika Seo Yoon memiliki Group, Keluarga Choi akan hilang dari Sung Jin Group. Suami Seo Yoon akan menjadi pemilik Group.”



Min Jae mendekati Won Jae, “Kau ingat? Dulu, ketika pikiran Ketua masih jernih, apa yang dia katakan padamu. Itu adalah harapan Ketua.”
Kata-kata Min Jae benar-benar seperti sebuah cambuk semangat untuk Won Jae. Dia mengangguk seolah dia sudah menetapkan pilihannya. Min Jae mengatakan kalau dia akan menemui Dong Hui dan menyuruh Won Jae untuk istirahat karena terlihat begitu lelah.
~~~




Won Jae keluar ruangan, dia berpapasan dengan Seo Yoon. Won Jae berusaha menghindar, tapi Seo Yoon memberitahu kalau Dong Sung melakukan tes hari ini. Apa kau tak ingin tahu?
Seo Yoon : “Ini akan berkembang menjadi glioblastoma. Ini berkembang dengan cepat. Tingkat energinya juga menurun. Jadi Won Jae, jangan kita buat keributan di rumah. Tolong. Menu di kantin eksekutif cukup bagus hari ini. Potongan daging salmon yang kau sukai. “


Seo Yoon pergi meninggalkan Won Jae. Won Jae memegang kepalanya, frustasi.
Menurut aku, Won Jae ini sebenernya anak yang merasa dirinya kurang diperhatikan. Dia sekarng terjepit diantara dua pilihan, menuruti keinginan ayahnya ataukah dia mendapat bagian dari perusahaan.
~~~



Sek.Park memastikan kalau Keamanan Shin Il untuk melaksanakan jalannya rekapitalisasi. Seo Yoon menyuruh Sek.Park membuat rapat rahasia dengan CEO. Sek.Park meng-iya-kan, Sek.Park ingin mengatakan sesuatu tapi dia terlihat ragu.
Sek.Park : “Aku harus membicarakannya dengan putriku. tapi akan lebih baik jika memberikan Pusat Perbelanjaan kepada Jung Yoon. Saham yang Jung Yoon dan Dong Hui miliki harus berada dipihakmu, Direktur Utama. Aku menghargai pertimbangan Ketua.”
Seo Yoon tersenyum : “Aku juga menghargai pertimbanganmu, Direktur Park. Saham yang Ibu, Sung Jae dan aku miliki sudah lebih dari cukup. “
Sek.Park khawatir kalau Min Jae ikut dalam rekapitalisasi, namun dengan yakin Seo Yoon mengatakan kalau Min Jae tak akan bisa.
~~~



Sek.Kang memberitahu kalau Min Jae ikut dalam rekapitalisasi maka sahamnya akan naik menjadi 14 persen.
Min Jae sepertinya mempunyai rencana rekapitalisasi, dia akan membuat Dong Sung terdepak dan membuat Won Jae untuk beberapa saat menggantikan ayahnya. Dan mungkin semuanya akan berjalan selama sebulan.
Sek.Kang memberitahu kalau harga saham yang harus dibayar Min Jae adalah 100 miliar sedangkan saham ada di bank Daehan sebagai jaminan jadi akan sulit mendapatkan pinjaman.
Min Jae yakin dengan rencananya dan tak menggubris perkataan Sek.Kang. Min Jae malah menyuruh Sek.Kang membuat reservasi yang indah karena istrinya menyukai itu.
~~~



Seo Yoon menyuruh Sek.Park mencari nomor telfon istri Min Jae. Seo Yoon mencoba memblokir pinjaman Min Jae. Sek.Park jelas bingung, bagaimana caranya?
Seo Yoon : “Kecemburuan. Dan subjeknya sudah meninggal, sehingga dia bahkan tidak bisa bersaing.”
Sek.Kang mengatakan kalau pasti Seo Yoon yang menang dalam rekapitalisasi. Seo Yoon merasa kalau Min Jae selalu selangkah lebih maju dari mereka.
Sek.Park : “Tapi di mana ia bisa mendapatkan 100 miliar dengan tiba-tiba?”
Seo Yoon : “Blokir itu... penjualan Hotel Sung Jin.”
~~~



Seol Hee berbicara di telefon dengan kesal sedangkan Tae Joo terlihat begitu frustasi.
Seol Hee memberitahu kalau dari 2000 penjualan biasa baru 400 ratus yang ditangani, jadi baru 20 persen. Tae Joo menyuruh Seol Hee menanyakan pada dinas pendidikan mengenai pembangunan sekolah tinggi khusus.
Seol Hee menaruh koran ke-meja, disitu tertulis ‘Sekolah Tinggi Khusus berubah menjadi Cacat’. “Sudah muncul di koran. Game over!”
~~~


Scene berpindah ke Seo Yoon yang ada diruangannya bersama Sek.Park.
Seo Yoon : “Ubah penggunaan Sekolah Tinggi khusus. Kita harus mempertimbangkan yang lemah dalam masyarakat. Periksa apakah lokasi stasiun kereta bawah tanah juga dapat diubah. Penjualan akan turun jika kita tidak memindahkan stasiun.”
~~~



Seol Hee pada Tae Joo : “Lokasi stasiun kereta bawah tanah juga berubah. kau harus pergi lewat gerbang belakang apartemen dan melalui dua penyeberangan.”
Choon Ho bertanya apa yang harus mereka lakukan.
Seol Hee : “Apa maksudmu? Kedua, ketiga, penjualan tambahan, diskon penjualan dari yang tak terjual. Untuk menjual 2.000 rumah tangga akankah itu memakan waktu sekitar satu tahun?”
Tae Joo tidak membenarkan pendapat Seol Hee, Tae Joo akan menjual sampai dengan akhir bulan. Seol Hee tak yakin kalau mereka bisa, karena hanya 10 hari yang tersisa. Tae Joo tersenyum melihat keraguan Seol Hee.
~~~




Sebuah papan terpampang didepan sebuah gedung ‘Kabaret Emas, 7900 won, 3 bir + makanan ringan kering’tempat apa yang dikunjungi Tae Joo ini.
Seol Hee takut dengan rencana Tae Joo. Seol Hee mengajak Tae Joo untuk menemui Min Jae saja. Tae Joo menolak ajakan Seol Hee.
Tae Joo : “Bicaralah dengan Dinas Pendidikan dan tekan pemindahan Subway. itu akan memakan waktu beberapa bulan. Kontrak tanah di Sungai Saeman akan terjadi pada akhir bulan. Jika kita tidak memiliki 100 miliar pada saat itu, kita akan hidup seperti ini juga bulan depan.”
~~~




Pil Doo sedang khawatir karena penyanyi untuk bar-nya belum datang.
Tiba-tiba tamu datang, Pil Doo segera membungkuk untuk menyambut. Tapi setelah melihat tamu yang datang adalah Tae Joo membuat Pil Doo terlihat tak nyaman. Tae Joo tersenyum pada Pil Doo. Tae Joo berjalan kearah nyonya yang ada di bar itu.
Tae Joo pada si nyonya : “Gaji bulanan senilai 20 juta... dengan insentif tambahan. kau harus pindah ke villa di Bangbae-dong besok. Kami akan mengambil alih tempat ini. Kami akan membayar sewa yang belum dibayar dan meminjam dengan pembayaran yang hilang.”


Tae Joo melirik Seol Hee. Seol Hee segera memuji bar ini, dia menawarkan 300 juta untuk tempat yang telah dirawat dengan baik. Seol Hee mengatakan itu sambil melirik Pil Doo, setengah mengejek. Tae Joo menyuruh Pil Doo untuk bermain di tempat bermain besok. Pil Doo masih menunduk terganggu dengan kedatangan Tae Joo, aku tak tertarik dengan ejekanmu.
~~~



Pil Doo bertanya pada Tae Joo, apa yang kau inginkan?
Seol Hee menjawab dengan gaya Seo Yoon dulu yang mengibaratkan dengan Arabian Night, “Ada sebuah cerita di Arabian Nights. Jika kau menggosok lampu...”
Pil Doo terganggu dengan jawaban Seol Hee yang berbelit-belit, dia melemparkan serbet kearah Seol Hee.
Tae Joo angkat bicara, “aku perlu menyingkirkan apartemen yang tidak terjual dengan cepat.”
~~~


Para preman merusuh didepan tempat pemasaran Hotel Sungjin. Preman itu dipimpin Oh Sang Goo. Ituloh kaki tangan Pil Doo yang berkhianat.
Tae Joo : “Aku ingin memberikan pasokan ke pialang bawah tanah dan melakukan bisnis tapi teman-temanmu tetap menghalangi jalannya.
~~~



Pil Doo tersenyum, “Aku mungkin tidak bisa lagi memberi makan adikku tapi aku tidak akan menyentuh mangkuk nasi mereka.”
Tae Joo memuji Pil Doo yang begitu setia dan pasti istrinya sangat bahagia. Seol Hee tersenyum, seperti mengejek dia berkata kalau Seol Hee tak bisa menikah karena takut memiliki suami seperti Pil Doo. Pil Doo tak merespon kata-kata Seol Hee, dia menyuruh mereka berdua bersenang-senang sebelum pergi, semuanya gratis.



Pil Doo beranjak pergi menunggalkan Tae Joo. Nyonya yang tadi diajak bicara Tae Joo memandang Pil Doo dengan khawatir, sepertiya dia istri Pil Doo. Tae Joo juga ternyata tau akan kekhawatiran nyonya itu.
Seol Hee bertanya pada Tae Joo apakah Pil Doo besok akan datang ke kantor penjualan. Dengan santai, Tae Joo bertanya balik apa Seol Hee ingin bertaruh. Seol Hee ikut memandang kearah istri Pil Doo yang khawatir, “Tidak, Mungkin aku akan kalah”
~~~




Seo Yoo dan Yoo Jin sedang berada di galeri lukisan. Seo Yoon memuji lukisannya sangat bagus karena itu pasti akan membuat penyakit ayahnya berkurang. Seo Yoon meminta Yoo Jin untuk merekomendasikan 10 lukisan.
Yoo Jin tersenyum  memuji Seo Yoon yang cantik dan pintar dalam menggunakan otaknya. Yoo Jin tau alasan Seo Yoon datang untuk menggagalkan Min Jae ikut rekapitalisasi, tapi Yoo Jin sudah menandatangani pinjaman jadi dia tak bisa berbuat apa-apa.



Seo Yoon ingin mengajak Yoo Jin berteman dan memuji Min Jae adalah orang yang baik.
Seo Yoon : “Dia akan menjadi suami yang baik bagimu. Aku hanya khawatir... mungkin ia tidak dapat melupakan Yoon. Pada hari ia kembali dari bulan madu, Dia pergi menemui Yoon dalam perjalanan ke kantor. Dia ada di sana selama beberapa jam, seorang diri. Dia mengatakan selamat tinggal padanya, lalu dia tidak pernah kembali. Min Jae hanya melihatmu sekarang.”
Yoo Jin sedikit sedih, tapi kemudian tersenyum. Teringat ketika dia sedang menelfon Min Jae yang mengucapkan ‘Aku juga merindukanmu’ tapi saat itu tanpa sepengetahuan Yoo Jin, Min Jae sedang ke tempat penyimpanan abu Yoon.



Yoo Jin mengatakan kalau dia mengenal Yoon sejak kuliah tapi tak tau orang seperti apa Yoon itu.
Seo Yoon : “Tenang, baik... dia pilih-pilih, jadi dia hanya menyukai salah satu dari semuanya. hanya Min Jae untuk pria, dan hanya wafel yang aku buat. Satu-satunya anggur yang dia minum adalah Chateau Lyonnat. Dia hanya makan sup brokoli dan pepper steak. Pemotong kayu mungkin percaya bahwa peri tidak akan meninggalkannya. Itu sebabnya mungkin dia memberikan gaun dengan sayap dibelakang. Jangan memberinya sayap terlalu cepat, Yoo Jin. Min Jae akan terbang jauh.”
Seo Yoon lalu mengatakan kalau dia akan membeli lukisan buatan Yang Sang Ho.
~~~



Yoo Jin mengunjungi tempat penyimpana abu Yoon, dia memandang foto Yoon dengan sedih. Dia mengingat kata-kata Seo Yoon yang menyuruh Yoo Jin untuk jangan terlalu cepat memberikan sayap pada Min Jae atau Min Jae akan terbang.
~~~


Min Jae dan Yoo Jin makan malam bersama. Min Jae akan memesan anggur Chateau Lyonnat namun dengan cepat Yoo Jin mengubah dengan memesan Chateau Latour. “aku ingin sup bawang dan untuk steak. Ayo kita makan T-bone Steak, Min Jae.” Yoo Jin udah mulai cemburu. Rencana Seo Yoon berhasil. Yoo Jin gak mau makanan yang dipesan samaan sama makanan yang disukai Yoon.



Yoo Jin memberitahu kalau pinjaman untuk rekapitulasi sekarang akan sulit. Min Jae sedikit terkejut, aku yang akan menemui ayah mertua. Yoo Jin menyela kalau itu adalah keputusannya.
Yoo Jin : “Tiga tahun  mungkin lima tahun. Itulah waktu yang aku perkirakan ketika aku memulai ini. Kita akan memiliki anak, dan mungkin kita juga akan jatuh cinta. Maka kau tidak akan terbang pergi bahkan jika aku memberikanmu sayap. Itu perhitunganku. Min Jae, mari kita saling memberi dan menerima  masing-masing. Perlahan.”



Min Jae memohon kalau dia kehilangan kesempatan maka Sung Jin grup akan menjadi milik Seo Yoon. Yoo Jin menggebrak mejanya, “Kau tahu  bahwa jika kau mendorongku, aku akan melepaskan segalanya. Jangan membuatku melakukan itu, Min Jae.”
Pesanan datang. Yoo Jin meminta Min Jae untuk memakan sup bawang mulai sekarang. Min Jae hanya mengangguk. Min Jae kalah kedudukan sama istrinya.
~~~



Tae Joo akan menjual penjualan 1600 rumah yang tersisa dalam seminggu. Tae Joo menyuruh untuk membawa 60 pialang.
Seol Hee : “Apa yang harus kita lakukan... semua pialang dari Seoul pergi ke Sungai Saeman.”
Tae Joo : “Bawa orang-orang dari daerah lain. Ini akan menjadi pesta uang senilai puluhan miliar.”
~~~



Para preman yang diketuai Sang Goo datang ke tempat penjualan rumah milik Tae Joo. Tapi disana sudah ada Pil Doo yang menghadang Sang Goo. Pil Doo bertanya berapa tahun mereka makan bersama. Sang Goo menjawab , sekitar 12 tahun.
Pil Doo meminta Sang Goo untuk sesekali memperlakukannya sebagai kakak. Sang Goo sedikit berfikir. Dia mengingatkan Pil Doo kalau suatu saat jika dia terus sendiri maka dia akan terluka. Sang Goo membungkuk dan pergi.
~~~



Seol Hee : “Dari 400 yang terjual, seseorang ingin membatalkan dan yang lain ingin menjualnya kembali.”
Tae Joo : “Beli dari pialang bawah tanah dengan premi senilai lima juta. Jika rumor bahwa pelanggan Hotel Sung Jin menghasilkan uang menyebar maka semakin banyak orang yang akan datang. Dari 1.600 rumah tangga yang tak terjual, berikan 600 ke pialang bawah tanah sesuai nilai nominal. Apapun premi yang mereka tambahkan untuk itu, itu milik mereka. ita hanya perlu deposito dari uang muka.”



Dilain tempat, orang mulai melihat rumor yang disebarkan Tae Joo. Mereka mulai berbondong-bongong untuk datang membeli rumah itu.
~~~



Beberapa hari kemudian.
Seol Hee masuk keruangan Tae Joo memberitahukan kalau pialang bawah tanah sudah tidak ada. Premi naik menjadi 13 juta. Banyak orang yang mengantri untuk membeli tapi tak satupun yang tersisa.
Tae Joo menyuruh untuk menyiapkan penjualan untuk kloter kedua, yaitu 1000 unit lagi. “Seberapa tinggi kompetisi yang akan terjadi?”



Pil Doo datang kekantor Tae Joo dan masuk ke ruangannya. Tae Joo memuji Pil Doo yang telah bekerja keras. “Kau telah bekerja keras! Direktur Jo Pil Doo.”
Sebutannya dari Tae Joo membuat Pil Doo sedikit terkejut. Tae Joo menyuruh Seol Hee untuk menyiapkan ruangan untuk Pil Doo.
~~~


Min Jae membaca koran yang berisi berita tentang kompetisi penjualan Hotel Sung Jin dengan perbandingan 16 : 1. Itu merupakan sejarah tertinggi.
Sek.Kang masuk dan memberitahu kalau Tae Joo telah mendepositkan senilai 100 miliar.
Min Jae : “Aku ditolak ketika melakukan pinjaman di serikat kredit dan pinjaman swasta di Myeong-dong. Jang Tae Joo menyelamatkanku.”
Min Jae menyuruh Sek,Kang untuk mengirimkan uangnya hari ini. Sek.Kang memberitahu kalau Tae Joo menolak kalau uangnya dikelola oleh mereka untuk beberapa hari. Min Jae jelas terkejut dibuatnya.
~~~



Seol Hee mengatakan kalau dia telah membuat Dr.Kang bekerja penuh.
Tae Joo : “Setelah aku membeli 120.000-pyung di Sungai Saeman dengan uang muka hari ini. Aku akan membagi 1.200-pyung tanah menjadi seratus.”
Seol Hee : Oke! dengan memayarkan Dr. Kang untuk tagihan telepon dan Anggota Kongres Kim untuk gas Kita masih memiliki sisa 50 miliar. Jika kita berhasil.”





Choon Ho masuk keruangan Tae Joo dengan diikuti Min Jae dibelakangnya. Rona kebahagiaan diwajah Tae Joo dan Seol Hee seketika lenyap gxgx. Tae Joo melihat jamnya, “Terlalu cepat untuk melakukan perayaan”



Min Jae bertanya bukankah mereka seharusnya melakukannya bersama.
Tae Joo tersenyum : “Lin Biao meninggal karena kecelakaan pesawat ketika dia melarikan diri ke Uni Soviet. Dan Peng Dehuai meninggal selama Revolusi Kebudayaan. Mereka menyeberangi 18 lereng gunung dan 17 sungai bersama-sama. Tetapi pada akhirnya, hanya satu orang yang memiliki China... Mao Zedong. Hanya ada satu orang. Pemenang mengambil semuanya.”
Min Jae berfikir kalau dengan uang bantuan darinya EDEN akan bangkit. Tae Joo akan mengembalikan semuanya.



Tae Joo tak perduli apa pandangan Min Jae padanya tapi telah mengambil keputusan, apa yang aku pikirkan tentangmu. “orang yang menangis karena ditinggal istrinya. Dia juga akan meninggalkanku”
Min Jae bertanya kenapa Tae Joo berfikir seperti itu. Tae Joo mengatakan karena Min Jae tak mau jabatan presiden bersama. “Janji tidak dibuat dalam kata-kata. Dokumen adalah janji dan uang adalah jaminan. Jika kau ingin seseorang mengikuti perintahmu, pergilah ke sebuah wawancara karyawan baru. Jika kau membutuhkan seseorang yang akan kau lemparkan setelah kau manfaatkan, pergi ke pencari tenaga kerja.”



Seol Hee masuk memberitahu Tae Joo kalau dia mendapat telfon dari Gwang Se yang memberitahu kalau Dia baru saja pergi dengan pejabat yang akan menandatangani kontrak.
Tae Joo tersenyum dia mengatakan akan mengembalikan uangnya selama sebulan dan akan memberikan keuntungan 80 persen yang telah dijanjikan. Tae Joo beranjak akan pergi, dia mengejek Min Jae dengan mengatakan akan membeli minuman perayaan. Namun langkah Tae Joo terhenti mendengar ajakan Min Jae.
Min Jae : “Aku akan memberikan setengah dari saham Konstruksi Sung Jin. Dari 7 persen yang aku miliki, aku akan memberikan setengahnya... 3,5 persen. Jika kita berpartisipasi dalam rekapitalisasi, masing-masing dari kita akan memiliki 7 persen saham. kita bisa menjadi pemilik Sung Jin Group. Kau dan aku.”



Tae Joo sepertinya tertarik membuat Seol Hee mengajak Tae Joo untuk segera bertemu dengan Lee Chang Ho.  Min Jae berfikir apa dia bisa mempercayai Min Jae.
Min Jae : “Dokumen adalah janji. Aku akan mentransfer saham hari ini. Uang adalah jaminan. Tae Joo, kau pegang uang itu.”
Seol Hee mengingatkan kalau Gwang Se sudah meninggu jadi jangan membuat kesulitan untuk Gwang Se. Sepertinya Seol Hee tidak mau Tae Joo setuju dengan perjanjian yang ditawarkan Min Jae.


Tae Joo duduk lagi, “Ikan berlumpur tidak bisa mengikutiku ke laut. Triliunan investasi yang ditentukan dengan satu tanda tangan. Miliaran uang tunai yang ditransfer hanya dengan satu kata. Pemilik Pusat Perbelanjaan bisa berubah di tengah-tengah makan malam. “
Min Jae mengangguk. Tae Joo mengajak Min Jae untuk bersama-sama pergi ke kerajaan emas, keputusan Tae Joo membuat Seol Hee terkejut.
~~~


Seo Yoon mendapat laporan dari Sek.Park kalau Min Jae memiliki simpana 100 miliyar karena kerjasamanya dengan Jang Tae Joo dari EDEN. Seo Yoon yang tadinya tenang langsung terkejut mendengar berita dadakan ini. Sek.Park menyuruh Seo Yoon untuk melaporkan ini sebagai kasus penggelapan, Seo Yoon tak sependapat karena itu akan sangat terlambat. Sek.Park menyuruh Seo Yoon segera membuat Jung Yoon memberikan sahamnya. Seo Yoon menghubungi Jung Yoon namun tak diangkat, Seo Yoon akan menemuinya secara pribadi.



Seo Yoon keluar ruangan melihat Dong Hui dan Jung Yoon yang keluar dari ruangan Won Jae. Seo Yoon mengajak Jung Yoon untuk bicara. Jung Yoon menolak karena dia mengikuti apa yang diinginkan suaminya. Seo Yoon mengingatkan Dong Hui kalau dulu saat Dong Hui akan menikah tak ada yang mengijinkan kecuali Ayah, namun Dong Hui tak bersimpati sedikitpun.
Dong Hui : “Aku akan mengajukan permohonan agar keputusan Ayah dinyatakan tidak kompeten. aku memiliki diagnosa dokter, pendapatnya dan hasil tes dari minggu lalu. Ketika dia dinyatakan tidak kompeten. Wali ayah akan menjadi Won Jae.”



Won Jae tersenyum mengingat semua orang berada dipihaknya, sedang Seo Yoon benar-benar terpukul dengan sikap saudaranya. “Nikmati makan siangmu... Won Jae... Jung Yoon... Dong Hui.”
~~~



Tae Joo pada Min Jae : “Cari tahu tentang aset, modal, dan pendapatan afiliasi Sung Jin Group. Aku membutuhkan sekitar sepuluh yang bagus.”
Min Jae : “Keuangan, industri berat, distribusi. Atur afiliasi berdasarkan industri. Dalam beberapa hari pemilik Sung Jin Group akan berubah.”
~~~





Seo Yoo pulang kerumah dengan begitu banyak pikiran yang berkecamuk diotaknya. Dia mungkin benar-benar tak habis pikir dengan semuanya. Seo Yoon masuk keruangan Dong Sung, Dong Sung sedang menghubungi seseorang.
Dong Sung memberitahu kalau dia tak bisa menghubungi Jung Yoon. Dong Sung mengajak Seo Yoon untuk berhenti melakukan rekapitalisasi.
Seo Yoon masih diam, kemudian dia mengatakan dengan penuh tekad dan kepedihan. “Tidak. aku akan melanjutkan dengan rekapitalisasi Konstruksi Sung Jin seperti yang direncanakan. Min Jae... Jang Tae Joo... dan semua orang yang berpartisipasi dalam rekapitalisasi. mereka semua akan tenggelam. Aku akan membuat itu terjadi, Ayah.”

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar