Minggu, 13 Oktober 2013

Drama Korea Empire Of Gold Episode 5 Part 2







Eun jung, Won Jae, Yoo Jin dan Min Jae sedang makan bersama disebuah restaurant.
Seperti biasa-biasanya Won Jae selalu ribut saat makan, dia terus saja membahas tentang bisnis kartu.
Won Jae bertanya pada Yoo Jin : Yoo Jin, kau harus tahu dengan baik dari bisnis senimu. Orang-orang yang tidak bisa melukis menjadikan tangan mereka penuh dengan cat air. Seo Yoon persis seperti itu sekarang.



Min Jae bertanya apakah benar bisnia kartu ditolak. Won Jae meng-iyakan, Seo Yoon memblokirnya.
“Tentu saja. Ketika kau membuat kartu bisnis, uang tunai akan masuk. dan kau akan membeli saham dengan uang tunai. maka Seo Yoon akan berada dalam kesulitan.”
Won Jae ingin mengatakan sesuatu tapi dia ragu untuk mengatakannya.

Eun Jung menyela : Dia di sini untuk meminta pinjaman. kau harus ingat, apakah itu lima tahun yang lalu? Ketika kau sedang bertengkar dengan suamiku. Dia mendirikan sebuah perusahaan swasta palsu untuk mengumpulkan dana bisnisnya. Ayah menentangnya, sehingga dia mengambil alih dengan pinjaman. Akhirnya Ayah tidak punya pilihan selain menulis surat kuasa. Aku kira itulah yang juga akan dia lakukan saat ini.
Won Jae mencoba menghentikan kata-kata Eun Jung. Eun Jung menjawab kalau dia sudah mengatakan apa yang ingin Won Jae katakan.



Won Jae memohon kalau dia akan membayarkan uang muka dulu, apa yang harus aku lakukan?
Min Jae menjawab kalau akan sulit karena ayah mertuanya akan meninjau terlebih dahulu, Won Jae terlihat kecewa.
“sebesar 7 persen dari Konstruksi Sung Jin yang kau miliki, yang harus cukup untuk mendapatkan 200 miliar yang kau butuhkan untuk memulai bisnis kartu.”


Yoo Jin meminta maaf karena dia tak bisa pergi ke konser London Philharmonic karena akan bertemu Seo Yoon. Seo Yoon ingin minta maaf karena tak bisa hadir di pernikahan mereka. Seo Yoon juga ingin mengajukan pertanyaan dan itu membuat Yoo Jin penasaran. Min Jae dan Won Jae agak terkejut.
Won Jae yang lagi benci sama Seo Yoon langsung menenggak habis wine-nya, Min Jae, aku akan menyetorkan saham. Berikan aku 200 miliar besok.
Min Jae tersenyum, semua akan berjalan baik. Aku akan membantumu.


Tibalah mereka akan berpisah. Won Jae mengucapkan sampe jumpa, Eun Jung juga mengucapkannya. “Sampai jumpa lagi, sepupu baru.”
Eun Jung mengucapkan kata ‘sepupu baru’ memiliki penekana yang berbeda. Sepertinya sebelum ini mereka memiliki konflik.
Setelah Eun Jung dan Won Jae pergi, Yoo Jin mengatakan pada Min Jae, “Tahun lalu, dengan lukisan artis Park Soo Geun, Aku mengalami kerugian sekitar 7 milyar won karena cincin palsu. Aku membenci mereka lebih dari siapa pun di dunia, tapi sekarang tidak lagi, setelah hari ini. Wanita itu berada di atas.”


Min Jae bertanya tentang panggilan Seo Yoon, Yoo Jin berkata akan menemuinya suatu hari nanti.
Yoo Jin mengucapkan kalau dia mencintai Min Jae, Min Jae mengucapkan terima kasih.
Yoo Jin memeluk Min Jae : Akan datang suatu hari, kan? Hari dimana kau mengatakan padaku kau mencintaiku dan aku menjawab dengan mengatakan 'terima kasih'. aku berharap hari itu segera datang.
Min Jae tak menjawab, dia tetap diam juga tak membalas pelukan Yoo Jin.
~~~



Seo Yoon menemui Seol Hee di sebuah cafe dengan Sek.Park yang memperhatikan di meja sebelahnya. Seol Hee menceritakan kalau Tae Joo adik kelasnya dua tahun dan sudah bekerja sama selama 4 tahun. “Ini bukan jenis hubungan yang bisa dibeli hanya dengan beberapa sen. Aku penasaran.”
“Mengapa kau berlari ke sini setelah menerima satu panggilan jika hubunganmu hanya seperti itu?” tanya Seo Yoon.
Seol Hee merasa penasaran berapa uang untuk itu?
Seo Yoon menjawab kalau itu adalah harga Jang Tae Joo.



Seol Hee tahu pasti harga Tae Joo-nya sangat mahal.
Seo Yoon mengambil teko menaruhnya kedepan Seol Hee: Ada sebuah cerita di Arabian Nights. Ketika kau menggosok lampu, sesuatu bernama Jin akan muncul.  Dia membangun sebuah istana dan memindahkan gunung dalam semalam. Lampu itu ada di depanmu sekarang.
Seol Hee sedikit berfikir dengan memalingkan wajahnya, Sek.Park memperhatikan setiap gerak gerik Seol Hee.



Seol Hee : Pembangunan untuk kereta api express telah dimulai.  Pembangunan tujuh stasiun kereta dan pusat perbelanjaan. Jika kau memberiku hak perwakilan untuk menjual mereka. mungkin aku bisa menyumbang beberapa pemikiran.
Dengan tegas Seo Yoon mengatakan tentu.
Seol Hee sedikit terkejut karena keuntungannya miliaran, Seol hee sepertinya gak bener-bener niat minta itu. Kita tahu kan kalau Seol Hee suka sama Tae Joo jadi kayaknya gak mungkin kalau dia menghianati Tae Joo.



Seo Yoon memanggil Sek.Park untuk membuat kontrak.
Seo Yoon pada Seol Hee : Setelah masa kontrak, transfer atau jual berapapun sendiri... apa pun yang kau ingin lakukan. Pelaksanaan pemilu adalah pukul 11 besok pagi. Datang ke kantorku pada pukul 9. Kau tahu benar apa yang harus kau bawa, kan?
Seol Hee sedikit terlihat tak percaya atau ragu, gak terlalu jelas.
~~~

Jam menunjukkan pukul sembilan. Sek.Park sudah gusar, dia mengingatkan Seo Yoon kalau mereka kalah maka Won Jae akan melakukan rapat eksekutif. Seo Yoon dengan tetap teguh mengatakan kalau Seol Hee akan datang.
~~~


Choon Ho memberitahu Tae Joo kalau ada yang aneh dengan Seol Hee.
Choon Ho : Dia mendapat telepon di tengah makan malam terakhir. Dia terlihat sangat terkejut, dia hanya mengatakan, 'Ya? Ya? ' dan menjatuhkan beberapa lobak. Dia melirik padaku kemudian dia pergi. Sejak itu, aku belum bisa menghubunginya.
Tae Joo yakin kalau Seol Hee sedang sibuk, tapi menurut Choon Ho Seol Hee bukan tipe orang seperti itu.




Seol Hee tiba-tiba datang, meminta maaf pada semua karena telah membuat khawatir. Seol Hee lalu menabok lengan Choon Ho, jangan pernah mencurigaiku.
Choon Ho tanya darimana Seol Hee, Seol Hee mengatakan entahlah. “pikiranku kekanan tapi kakiku berjalan kekiri”
Seol Hee mengetu-ngetuk kepalanya dengan jari, aku gila.


Tae Joo memberitahu kalau mereka akan menang dengan suara lebih dari 60%. Seol Hee memberi selamat.
Didepan Seol Hee ada teko yang mirip dengan yang di ajukan Seo Yoon semalam, Choon Ho, singkirkan semua teko didepanku selama setidaknya satu tahun.
Seol Hee menggeleng-gelengkan kepala, benar-benar gila.
Tae Joo : Kita harus mengadakan pesta perayaan malam ini untuk memenangkan tender rekonstruksi.
~~~


Sek.Park cemas. Suara ketukan pintu membuat Seo Yoon tersenyum, “siapa diantara keduanya?”
Seorang masuk, itu Sang Goo. Jadi Seo Yoon memberikan tawarannya sama Sang Goo dan Seol Hee.
Sang Goo masuk dengan sedikit ragu. Sang Goo menanyakan apa yang dijanjikan kemarin.
Sek.Park : Ini akan disimpan saat ini. kau dan enam rekanmu. Semuanya akan disewa dan bekerja sebagai pengawal divisi perencanaan strategis.




Sang Goo memberikan dokumen yang dibawanya.
Sang Goo : Mempekerjakan pembunuh bayaran, mendirikan situs perjudian, dan transaksi narkoba di masa lalu. Dia berurusan dengan shabu-shabu.
Sek.Park mengatakan Itu cukup untuk membuat Jo Pil Doo mengundurkan diri.
~~~



Benar saja, Tae Joo menerima panggilan yang memberitahukan pengunduran diri Pil Doo. Tae Joo sangat marah. Pil doo masuk keruangan Tae Joo. Tae Joo menyuruh Pil Doo untuk menunda pemilihan. Pil Doo berkata kalau dia telah memberikan surat pengunduran ke panitia.
Tae Joo : Hubungi orang-orangmu dan beritahu mereka untuk mengambil kembali surat pengunduran diri!
Pil Doo : Teman-temanku pergi ke Konstruksi Sung Jin untuk mencari nafkah bagi diri mereka sendiri. Pembunuh bayaran, perjudian, dan shabu. Jika aku tidak mengundurkan diri, aku akan mendapatkan setidaknya 10 tahun. Bahkan jika aku menang, itu akan dibatalkan.




Tae Joo memukul Pil Doo.
Tae Joo : Kita kehilangan segalanya. Aku bekerja seperti anjing selama empat tahun terakhir. aku kehilangan semua uang karena kau, Jo Pil Doo!
Seol Hee menatap Tae Joo sedih, mengingat kerja keras Tae Joo selama ini. Dia sekarang harus kehilanggannya dalam sekejap.


Ponsel Pil Doo berdering, dia mengangkatnya mencoba menahan kekesalannya, itu dari Sang Goo. Pil Doo menyuruh Sang Goo untuk tak usah berbicara formal karena mereka bukan lagi keluarga.
Pil Doo : Apakah Konstruksi Sung Jin memberikanmu banyak? Ibu Chul Jae sakit, beri dia lebih. Aku akan datang menemuimu dalam beberapa tahun. Ketika saudara membuat kesalahan, aku harus mengajar mereka.




Pil Doo memutus panggilannya, Pil Doo meminta maaf pada Tae Joo. “Mari kita selesaikan hutang antara kau dan aku di sini.”
Seol Hee seperti hendak menangis, Tae Joo, sekarang kita....
Tae Joo bertanya, apa yangharus kita lakukan?
~~~


Sek.Park melaporkan kalau Jae han menang dengan polling 57 persen.
Seo Yoon : Terapkan untuk manajemen dan izin disposisi. Sebelum pergantian kepala wilayah dan walikota dalam pemilihan tahun depan. cepat dan mulai pembangunan.


Seo Yoon meminta maaf pada Sek.Park, karena Sek.Park harus mengikuti keinginan Dong Sung disaat dia mempunyai menantu anaknya, Won Jae.
Sek.Park terlihat sedih mengutarakan keinginannya.
Sek.Park : Ketika Ketua meninggal akankah kau mengembalikan putriku Eun Jung padaku? Dia selalu banyak tersenyum. aku belum melihat senyumnya dalam beberapa tahun terakhir. Jika dia bukan menantu Ketua,  Aku akan membawanya kembali sudah sejak lama.
Seo Yoon tampak ragu.



Ponsel Seo Yoon berdering, itu dari Eun Jung yang memberitahukan kalau Won Jae masuk keruangan perpustakaan ayahnya. Seo Yoon cemas bertanya dimana ibu.
Eun Jung tersenyum tak mencegah Won Jae masuk keruang perpustakaan, malah terkesan dia ingin melihat apa yang akan terjadi nanti. “Dia pergi ke yayasan beasiswa. Dan Sung Jae pergi ke sekolah.  Apa yang harus kulakukan... aku juga tidak melihat perawat. Won Jae membuka pintu perpustakaan.”
Seo Yoon berkata kalau dia akan segera datang.
~~~



Won Jae masuk keruangan Dong Sung. Dong Sung langsung menyuruhnya keluar, tapi Won Jae malah meminta ayahnya mengatakan jika anaknya salah maka katakan kesalahannya.
“Meja makan sudah cukup untuk amarahmu” ucap Dong Sung.
Dong Sung menyuruh Won Jae untuk berdiskusi masalah bisnis dengan Seo Yoon.


Ponsel Won Jae berdering, dari Seo Yoon yang menyuruh kakaknya untuk meninggalkan Dong Sung dan berbicara dengannya.
Won Jae sinis mengatakan apa yang adik perempuannya bisa ajarkan padanya, “aku akan belajar langsung pada ayah”


Won Jae mengeluh pada ayahnya.
Won Jae : Ayah, bahkan penjaga keamanan perusahaan membungkuk pada Seo Yoon dulu saat itu. Kemarin, mobilku dan mobil Seo Yoon tiba pada waktu yang sama. dan mereka memarkir mobil Seo Yoon terlebih dahulu.
Dong Sung diam, dia memanggil Won Jae lalu menepuk kursi disebelahnya, menyuruh Won Jae duduk.


Won Jae sedikit heran lalu duduk disebelah ayahnya, “Masalah subkontrak ketika Seo Yoon menjadi direktur Konstruksi... Aku bahkan tidak bisa memulai. Aku tidak mengatakan sepatah kata pun karena dia adikku.”
Dong Sung meminta maaf pada Won Jae. Won Jae heran lagi. Dong Sung menggenggam tangan Won Jae membuat Won Jae tambah-tambah heran tapi itu bisa membuat kemarahan Won Jae berkurang.


Dong Sung merasa seharusnya memarahi Won Jae. Melarangnya bergabung dengan artis, ganja, bergaul dengan orang kaya. Dong Sung merasa kalau dia sudah menutupi kejadi suap, konstruksi yang buruk. “aku pikir aku telah memberimu bantuan. Itu adalah kesalahanku, Won Jae.”
Won Jae seperti memohon, ayah...
Dong Sung melanjutkan kata-katanya, “Pada hari pertamamu sekolah SMP, ibumu meninggal akibat kecelakaan mobil. dan kau juga dirawat dirumah sakit selama lebih dari setahun, kan? kau melihat Ibumu meninggal tepat di depan matamu. Aku merasa bersalah tentang goncangan hebat yang kau alami. jadi aku hanya memikirkan cara untuk menyingkirkan batu dari jalanmu. Aku membesarkanmu dengan salah, Won Jae. Kau sudah berusia 40 tahun. Sudah terlambat untuk memperbaiki dan menggunakannya, Won Jae.”



Won Jae memohon, Dong Sung melepaskan genggamannya pada Won Jae lalu menyuruhnya membicarakan bisnis dengan Seo Yoon.
Won Jae pergi, tapi Dong Sung menyuruhnya makan dulu. Won Jae sedikit heran. Dong Sung menyuruhnya makan dan kembali kesekolah setelah menyemir sepatu. Tapi kata-kata itu ditujukan bukan pada Won Jae, itu untuk Dong Jin (kakek pikunnya kumat)
Won Jae benar-benar terkejut, menjatuhkan dokumennya.




Seo Yoon berlari memasuki ruangan ayahnya. Dia melihat tak ada Won Jae. Seo Yoon terlihat lega.
Dong Sung menggeleng menatap Seo Yoon, “Aku tidak ingat. Aku ingin tahu apa yang Won Jae melihat... bahwa ia meninggalkan ini di sini(berkas yang dibawa Won Jae tadi)?”
Seo Yoon terkejut tepi mencoba menutupinya, Dong Sung masih menggeleng menatap Seo Yoon.




Seo Yoon mendekati Dong Sung, menepuk pundahnya menenangkan. Seo Yoon berkata akan mengembalikan saham Won Jae di band Daehan yang dijadikan jaminan lalu membuat perusahaan induk.
Dong Sung memohon. Seo Yoon tersenyum meng-iya-kan, kembali menepuk punggung ayahnya.
Aku beneran suka negliat bagaimana Seo Yoon mencoba selalu membuat ayahnya tidak khawatir, gimana sayangnya Seo Yoon sama Dong Sung..
~~~


Tae Joo mengadakan pertemuan dengan Gwang Se, Tae Joo ingin meminjam uang 3 miliyar untuk 3 bulan.
Tae Joo : Aku akan mengamankan lokasi pusat perbelanjaan di dekat sungai Saeman. Kau hanya perlu mengenalkanku dengan eksekutif serikat kredit. Aku akan mengurus sisanya


Gwang Se tertawa melihat Tae Joo memohon padanya. Gwang Se merasa pernah melihat wajah seperti Tae Joo, sepuluh tahun yang lalu ada seorang yang memintaku membantunya. Saat  itu aku jadi sekertaris di Blue House. “aku pikir itu hanya rumor, bahwa perusahaanmu berada dalam kesulitan.”
Tae Joo berjanji akan memberikan setengah keuntungan penjualan. Gwang Se tak mau, harus pembayaran tunai dan pelac*r.



Tae Joo keliatan kesal, Gwang Se tertawa lalu melirik kearah Seol Hee dan melihat dadanya. Tae Joo mengikuti arah pandang Gwang Se.
Tae Joo mengatakan pada Gwang Se kalau dia sudah melakukan banyak hal untuknya.
Gwang Se : Presiden Jang. Apakah kau tahu bagaimana cara mempercepat pembangunan jembatan? Bangunlah dari kedua ujungnya.  Satu batu dari sisi ini, dan satu dari sisi yang lain.




Gwang Se menyuru Seol Hee mengambil handuk basah. Seol Hee pergi mengambilnya.
Gwang Se merasa dapat membantu kalau dia dibiarkan bicara dengan Seol Hee. Tae Joo ragu mengingat uang perusahaan yang sangat menipis. Seol Hee kembali dengan membawa handuk basah. Tae Joo melihatnya, tersenyum tipis. (tolong jangan!!)
Tae Joo berdiri membungkuk meminta maaf karena meminta terlalu banyak. Dia akan kembali jika  Tae Joo bisa memberi bantuan.
Tae Joo segera membawa Seol Hee keluar, Seol Hee terkejut, bagaimana dengan kerjasamanya?
~~~



Tae Joo keluar dari mobil, Seol Hee meminta kunci mobilnya dan akan berbicara dengan Gwang Se. Tae Joo menolak.
Seol terus bertanya apa yang diminta Gwang Se. Tae Joo terus berjalan. Seol Hee bertanya lagi, “apa yang diminta Gwang Se?”
Tae Joo berhenti, menoleh menatap Seol Hee tajam. Kekerasan kepala Seol Hee luntur menyadari kalau yang diinginkan Gwang Se adalah dirinya.



Tae Joo dan Seol Hee berdiri disuatu tempat (ini kaya bukit chingu, jadi berdiri disini bisa lihat pemandangan lampu dikota)
Tae Joo : Satu lampu neon di sebuah ruangan kecil, satu lampu di dapur, satu TV hitam-putih. Tapi kami membayar jumlah yang sama untuk tagihan listrik sebagai pemilik rumah.  Pemilik rumah memiliki dua kamar dan mereka menggunakan rice cooker. Mereka bahkan menggunakan dua kipas angin di musim panas. Ibu mematikan lampu di ruang dan dapur pukul sembilan. Dia ingin memberitahu pemilik... bahwa kami tidak menggunakan listrik.


Tae Joo mengatakan kalau dia tak suka gelap jadi bermimpi suatu saat dapat memiliki semua lampu yang ada disana. Tae Joo menjulurkan tangannya, seperti akan menggenggam semua lampu yang terlihat didepannya.
Seol Hee tersenyum : Jadi aku bertanya-tanya mengapa Tae Joo tidak berlutut di depan Anggota Kongres Kim?
Tae Joo : Sekalipun jika aku harus berlutut. Seol Hee, aku hanya akan berlutut kepada satu orang.
Seol Hee menantika kata-kata siapa orang itu. Tapi sebuah panggilan masuk, dari Min Jae yang meminta bertemu dengan Tae Joo.
~~~


Tae Joo bertemu dengan Min Jae, dipantai dimana dulu Tae Joo menabur uangnya. (ingat?)
Min Jae tau kalau Tae Joo sedang ada masalah perusahaan, bahkan dia juga tahu kalau Tae Joo membuat pinjaman dengan jaminan toko mie dan rumah. “Apakah aku salah?”
Tae Joo tersenyum : Haruskah aku sarankan untuk membeli lokasi pusat perbelanjaan bersama-sama? Haruskah aku meminta pinjaman tiga miliar melalui Bank Daehan? Satu miliar... tidak, haruskah aku meminta pinjaman seratus juta saja? aku memikirkan hal itu, Tapi aku bertemu dengan ayahku di sini. aku tidak bisa berjabat tangan denganmu.



Tae Joo berbalik pergi, Min Jae meminta maaf. Tapi bukan pada Tae Joo melainkan ayah Tae Joo. Tae Joo berbalik melihat Min Jae menunduk/membungkuk kearah pantai.
Min Jae meminta sebuah kerjasama dengan Tae Joo. Tae Joo menyuruh Min Jae mencari orang lain.
Min Jae : Kau satu-satunya yang telah mengalahkan aku. Ketua Choi Dong Sung dari Sung Jin Group. Dia memutuskan investasi senilai triliunan dengan satu tanda tangan dan memindahkan uang tunai miliaran dengan satu kata. Pemilik pusat perbelanjaan berubah di tengah-tengah makan malam. Bahkan setelah kehilangan puluhan miliar, teguran keras dari Ayah akan menjadi akhirnya. Aku datang dari sana. Dan aku akan kembali kesana.
Min Jae mengajak Tae Joo untuk bekerja sama, “Tae Joo, mari kita pergi bersama-sama ke kerajaan emas.”



Tidak ada komentar :

Poskan Komentar