Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 9 Part 1




Polisi datang ke apartemen Kim Sung Soo, dan orang-orang di sekitar merasa aneh lalu bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi? Begitu sampai di depan kamar Sung Soo, polisi mengetuk pintu, dan begitu Sung Soo membukanya, polisi langsung melihat tangan Sung Soo yang berdarah.


Polisi menjelaskan kalau tetangga Sung Soo menelpon, dan mengabarkan kalau ada keributan di kamar ini. Polisi pun bertanya apa Sung Soo tinggal sendiri? Sung Soo jujur menjawab tidak, polisipun berkata kalau dia akan memeriksa ke dalam, untuk memeriksa.

Saat polisi melihat keadaan kamar, semua memang terlihat berantakan. Meja yang terbalik, dan pecahan gelas serta botol anggur yang sudah berserakan di lantai. Terpenting, polisi melihat seorang wanita yang diam terduduk di tempatnya. Tanpa reaksi.

Seorang polisi mendekati Eun Jin, dan bertanya apa Eun Jin baik-baik saja? Eun Jin menjawab dia baik-baik saja. Karena polisinya ada dua, seorang menanyai Eun Jin dan seorang lagi menanyai Sung Soo. Mereka pun ditanya di tempat yang terpisah.


Di dalam kamar, polisi yang bertugas menanyai Sung Soo, berkata jika istri Sung Soo menginginkannya, maka Sung Soo bisa berpisah dengan istri Sung Soo.
Sementara itu, di tempat Eun Jin, polisi meminta agar Eun Jin jujur. Eun Jin menjawab kalau Sung Soo tidak memukulnya. Polisi pun berkata jika Eun Jin merasa terancam, maka polisi bisa menjauhkan Eun Jin dari suami Eun Jin.

Eun Jin lagi-lagi menjawab tidak. Dia tidak merasa terancam sama sekali. Dia juga bilang kalau dia masih ingin tinggal bersama suaminya. Eun Jin bahkan meminta maaf karena sudah mengganggu waktu polisi, sehingga harus datang larut malam begini.

Polisi bertanya sekali lagi, apa benar Eun Jin akan baik-baik saja. Polisi juga meminta jika terjadi sesuatu, maka Eun Jin bisa langsung menghubungi 136, maka polisi akan datang membantu.
Eun Jin menjawab, benar-benar tidak ada yang terjadi.


Polisi yang ada bersama Sung Soo bertanya bagaimana bisa tangan Sung Soo terluka? Sung Soo hanya diam, dan polisi meminta agar Sung Soo jangan diam saja. Kemudian datanglah polisi yang satunya, mengajak rekannya untuk segera pergi.
Walau heran, dia mematuhi dan segera keluar meninggalkan Sung Soo yang terlihat galau.


Sung Soo keluar kamar dan melihat Eun Jin yang masih ada di tempatnya, dia memandang istrinya itu dengan perasaan kecewa yang teramat sangat. Tapi Sung Soo mencoba tak peduli, dan memilih masuk ke kamar.


Di dalam kamar, tepat di balik pintu Sung Soo lemas terduduk, dan menangis meratapi semua. Mengapa ini bisa terjadi padanya? Dia terus menangis.


Sementara itu, Na Eun Jin berlaih ke lemari obat, dia mengambil beberapa obat, berniat mengobati tangan Sung Soo yang terluka.
Dia pun sudah melangkah ke depan kamar, dan akan membuka pintu. Tapi, Eun Jin mengurungkan niatnya.
Dia tahu ini ga akan bertambah baik jika dia muncul di hadapan Sung Soo sat ini.


Keesokan paginya, Jae Hak yang sedang bersama sekretarisnya sedang bersiap kerja. Sekretaris Jae Hak yang aku lupa namanya, bertanya apa Jae Hak ga gugup? Jae Hak menjawab kenapa dia harus gugup? Sekretaris Jae Hak mengingatkan meskipun ini hnaya program home shopping, tapi nanti wajah Jae Hak akan mucul.
Tiba-tiba Jae Hak mengajak sekretarisnya untuk membeli hamburger dulu.
Sekretaris Jae Hak pun mengiyakan.


Sementara itu di rumah Sung Soo, Eun Jin sedang mempersiapkan sarapan pagi. Kotak obat yang Eun Jin siapkan, masih tergeletak di depan pintu kamar, dan sepertinya belum disentuh Sung Soo.
Sung Soo yang keluar kamar menatap kotak obat itu, dan menjadi kesal. Dia langsung menendang kotak obat itu, tanda dia tak menyukainya.

Melihat Sung Soo yang memilih terus bejalan, membuat Eun Jin meminta Sung Soo untuk makan dulu. Sung Soo tanpa melihat wajah Eun Jin, menjawab kalau dia ga bisa memakan makanan yang dibuat oleh Eun Jin.


Jae Hak dan sekretarisnya sudah ada di restoran siap saja, dan sekretaris Jae Hak langsung ingin tahu kenapa Jae Hak melewatkan sarapan di rumah, karena ini ga biasanya Jae Hak lakukan, apa terjadi sesuatu?
Jae Hak menjawab kalau dia tiba-tiba teringat saat belajar di Amerika dulu, dan sering makan hamburger, makanya dia kepingin sarapan hamburger pagi ini.


Kim Sung Soo, juga menikmati sarapan paginya di sebuah rumah makan. Walau perutnya terasa lapar entah kenapa dia merasa tak memiliki nafsu makan.


Yoo Jae Hak, sedang ada pengambilan gambar untuk program Home Shopping, dan host acara itu memuji ketampanan Jae Hak. Dia malah mengira Jae Hak seorang actor karena saking tampannya. Host juga memuji kulit Jae Hak yang sangat bagus, dan bertanya siapa yang jadi istri Jae Hak? Dia jadi iri dengan istri Jae Hak, atau orang yang bisa tinggal di dekat Jae Hak.

Jae Hak menjawab, jika istrinya mendengar ini maka istrinya akan menyuruh agar mencoba menjadi istrinya selama satu hari, maka baru bisa tahu rasanya.


Song Mi Kyung sedang membereskan pakaiannya. Madam Choo masuk dan mengomentari kamar Mi Kyung yang benar-benar kacau.
Mi Kyung langsung bertanya, apa ibu mertuanya butuh sesuatu?

Dengan santainya Madam Choo menjawab, mungkin karena musim dingin, dia merasa nafsu makannya hilang. Jadi dia merasa ingin sesuatu yang pedas.
Mi Kyung pun bertanya sambil menatap ibu mertuanya, apa ibu mertuanya ingin makan Ayam Spicy?
Madam Choo menjawab sepertinya itu enak. Dia mau Mi Kyung membuatkan yang pedas untuknya.

Mi Kyung bukannya membuatkan Ayam spicy yang diinginkan Madam Choo, dia malah mencarinya di internet. Mencari restoran yang menyediakan ayam spicy, lalu memesannya.


Ayam Spicy yang dipesan Mi Kyung pun datang, dan tanpa diketahui Madam Choo, dia pun mencicipinya. Tapi setelah makanan itu masuk ke mulutnya, dia mulai merasakan rasa yang berbeda. Dia pun mengernyit, dan langsung bertanya pada Ahjumma dimana Mi Kyung? Ahjumma menjawab Mi Kyung ada diatas.
Madam Choo membuang ayam yang dia makan, karena merasa tak enak.


Song Mi Kyung sedang berias. Sepertinya dia akan pergi. Dia teringat dengan kalimat Eun Jin, saat mereka terakhir bertemu, dan Mi Kyung berkata sendiri, kalau dia akan mengalah di depan Eun Jin.
Kemudian masuklah Madam Choo, yang langsung bertanya apa Mi Kyung membuat Ayam Spicy nya?

Mi Kyung tanpa menoleh dan malah asik membubuhkan blush on di pipinya, menjawab kalau dia membeli ayam spicy itu tadi.
Madam Choo geram dan bilang, ayamnya seperti ayam yang busuk. Mi Kyung lagi-lagi dengan santai menjawab, kalau dia dengar ayam di restoran itu rasanya enak. Makanya dia beli.
Madam Choo berkata, jika Mi Kyung punya waktu memesannya, harusnya Mi Kyung punya waktu juga untuk membuatnya.

Mi Kyung masih tanpa menatap mertuanya menjawab dia ga pergi membeli itu sendiri, tapi dia memesannya. Delivery. Makanya bisa langsung datang. Madam Choo sangat terkejut, tak menyangka sifat menantunya jadi aneh seperti ini.


Madam Choo menyebut Mi Kyung sudah berani kurang ajar padanya. Apa dengan Mi Kyung seperti ini akan menarik perhatian Jae Hak.? Jae Hak adalah seorang pria, dan seorang pria biasanya ga peduli dan hal-hal semacam ini. Seorang pria akan tetap bisa hidup dengan baik, walau istrinya melakukan pemberontakan.

Mi Kyung menoleh menatap ibu mertuanya dan bertanya? “Lalu bagaimana denganmu, Ibu? Bisakah kau hidup tanpa aku?”

Madam Choo menjawab memangnya apa yang akan dia lakukan dengan Mi Kyung? Jika Jae Hak memang memilih bercerai, maka dia ga akan melarang.
Mi Kyung pun berkata kalau dia akan pergi. Madam Choo menghalangi Mi Kyung, dan bertanya, memangnya Mi Kyung mau kemana?


Madam Choo menyuruh Mi Kyung ikut dengannya, dia akan memperlihatkan sesuatu pada Mi Kyung.
Ternyata Madam Choo menyalakan acara TV dimana Jae Hak muncul di program Home Shopping itu.
Madam Choo melihat dengan penuh bangga, sedang Mi Kyung hanya biasa saja.

Setelah acara berakhir, Madam Choo berkata, lihat saja putranya, dia akan tetap baik-baik saja, walau tanpa Mi Kyung. Apa Mi Kyung pikir pria dan wanita itu sama? Mi Kyung tampak kesal, diapun bertanya bagaimana dengan Ayam Spicynya tadi? Jika ibu mertuanya masih mau, maka dia akan mencarikannya di internet lagi.

Madam Choo menjawab dia ga mau memakannya jika masih dibeli, yang dia mau Mi Kyung memasakkan Ayam Spicy itu untuknya.
Mi Kyung pun tak menurutinya, dan malah berdiri lalu berkata kalau dia akan pulang terlambat. Dia akan menyuruh Ahjumma untuk menyiapkan makan malam.
Madam Choo menjawab dia ga mau makan, makanan buatan Ahjumma.


Mi Kyung yang sudah melangkah, kembali terhenti dan berkata “Ibu..aku rasa ada seorang wnaita gila yang hidup di kepalaku akhir-akhir ini. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dia terus bermunculan.”

Madam Choo menjawab, cobalah hidup lebih panjang.
Ketika Mi Kyung sudah tua, maka Mi Kyung akan tahu rasanya.

“Tapi ibu, aku masih belum tua, jadi aku akan memikirkan hal itu ketika aku sudah tua.”


Na Eun Jin menelpon ibunya, wajahnya masih pucat dan dia meminta ibunya agar menjaga Yoon Jung satu malam lagi. Na Ra bertanya kenapa memangnya? Eun Jin hanya menjawab ga apa-apa kok, dia akan menjemput Yoon Jung besok malam.


Na Ra tahu ada yang ga beres, diapun memutuskan akan segera menemui putrinya itu. Dae Ho ingin ikut, karena dia bosan di rumah.
Saat akan melangkah keluar, terlihat Sun Ah sedang menggandeng suaminya. Na Ra pun bertanya, Sun Ah mau kemana? Sun Ah menjawab kalau dia dan Jin Chul mau nonton film.

Na Ra meminta agar Sun Ah dan Jin Chul mengajak Yoon Jung ke taman bermain. Na Ra menjelaskan kalau Yoon Jung akan tinggal semalam lagi di sini. Sun Ah dan Jin Chul tak membantah, karena mereka bisa kencan sambil menjaga anak-anak.


Na Ra dan Dae Ho sudah sampai di apartemen Eun Jin, mereka masuk lift dan memencet lantai dimana apartemen Eun Jin berada. Na Ra dan Dae Ho, bersama dengan dua orang wanita yang langsung bergosip, tentang kamar 701 yang wanitanya dikabarkan selingkuh, makanya semalam terjadi keributan di kamr tersebut. Terlebih ada polisi sampai datang memeriksa.

Na Ra dan Dae Ho saling berpandangan karena tahu, kamar 701 itu adalah kamar putri mereka. Bahkan seorang wanita mengejek Eun Jin, yang terlihat seperti boneka dan mampu banyak pria, lalu berpura-pura seolah tak terjadi apa-apa.

Wanita yang satunya, yang gendut membenarkan hal itu,bahwa bisa saja di balik wanita yang terlihat pendiam, ternyata memiliki Affair atau sifat yang menakutkan.
Na Ra memberanikan diri bertanya apa itu sudah pasti dilakukan wanita di kamar 701?

Na Ra langsung mengatakan, kedua wanita itu sangat ceroboh, berkomentar tentang seseorang tanpa tahu hal yang jelas seperti apa.
Wanita yang gendut menjawab apa dia harus makan kacang polong atau kacang merah hanya untuk mengetahui apa isinya?

Na Ra menjawab apakah itu perbandingan yang tepat untuk kasus ini? Bahkan setelah keluar dari lift, Na Ra masih mengomel.


Setelah masuk ke rumah Eun Jin, Na Ra melihat semua sampah yang sepertinya memang karena terjadi sesuatu semalam di rumah ini. Eaun Jin berkata kalau dia hanya sedang bebersih.
Na Ra ga percaya, dan bertanya apa rumor yang dia dengar tentang keributan semalam itu benar?

“Kau..apa benar kau berselingkuh?”

Eun Jin tak bisa menjawab dan Na Ra tahu itu berarti sebuah pembenaran. Eun Jin hanya mampu menunduk.


Di dalam kamar, Na Ra melampiaskan kemarahannya pada Eun Jin. Dia kecewa pada putri yang selalu dia banggakan. Kenapa Eun Jin bisa melakukan hal itu pada keluarga mereka?
Bagaimana bisa anak yang dia besarkan, melakukan hal seperti itu?

Eun Jin hanya mampu berkata maaf. Na Ra kemudian bertanya, apa karena perselingkuhan itu Eun Jin ingin bercerai? Eun Jin menjawab ga.
Na Ra berteriak-teriak meluapkan kekecewaannya pada Eun Jin.

Eun Jin berkata dia sebenarnya juga ga ingin melakukan ini, tapi ini tiba-tiba saja terjadi. Dia bahkan berusaha keras, agar perselingkuhan itu tidak terjadi, tapi ternyata dia tak bisa.
Na Ra menjawab itu alasan saja. Bagaimana bisa, Eun Jin hidup seolah tidak terjadi apa-apa?

“Kau..bahkan lebih buruk dari Sung Soo.”

Eun Jin berkata, dia mulai merasa baik sekarang setelah jujur mengatakan semua, karena dia lelah sekali berbohong. Sebenarnya dia ingin memberitahu ibunya, dan mengajak ibunya berdiskusi.
Na Ra menjawab apa hal seperti ini bisa didiskusikan?

“Aku pikir, aku akan terkecik, jika tidak memberitahu siapapun.”

Na Ra geram sekali dan menjawab, tercekik memang pantas dirasakan Eun Jin, karena perbuatan kotor Eun Jin itu.
Dia ga habis pikir, Eun Jin pernah menjadi korban, tapi Eun Jin malah melakukannya. Na Ra pun bertanya, bagaimana Sung Soo bisa mengetahui hal ini?
Eun Jin menjawab jujur kalau dia menceritakannya langsung pada Sung Soo.

Kembali berteriak, Na Ra bertanya kenapa harus diceritakan, harusnya Eun Jin menyimpan rahasia itu sampai mati.
Eun Jin hanya mampu menundukkan kepalanya, tanda dia sangat menyesal.

Kemudian Na Ra meminta Eun Jin menjawab jujur yang dia tanyakan ini, walau terdengar aneh karena dia bertanya tentang hal yang tak pantas ditanyakan orang tua pada anaknya yang dewasa, tapi dia harus tahu.
Na Ra akhirnya bertanya, apa Eun Jin tidur dengan laki-laki itu?

Eun Jin menatap ibunya dan hanya terdiam. Lagi-lagi, seolah itu pembenaran yang tak diucapkan Eun Jin, Na Ra bertambah kecewa. Hampir menangis dia mengulangi pertanyaannya, ingin mendengar jawaban pasti dari mulut putrinya.

“Aku mencintainya..Aku memberikan segalanya dengan hatiku..Aku ingin tidur dengannya, tapi aku tidak bisa. Jika kami melakukannya, maka cinta kami tidak akan berbeda dengan mereka yang berselingkuh. Jadi aku tidak melakukannya.”

Na Ra berteriak, semakin frustasi dengan jawaban putrinya dan Eun Jin melanjutkan kembali kalimatnya.

“Dia hangat..Tidak ada satu katapun yang menjengkelkan darinya. Dia juga lembut. Jika hidup dengan Sung Soo ibarat perang, maka dengannya penuh dengan kedamaian. Aku suka ketika aku bisa bersandar padanya. Aku ingin lari bersamanya.”

Semakin geramlah Na Ra mendengar semua yang di katakan Eun Jin, dia langsung memukul putrinya itu. Membuat rambut Eun Jin berantakan. Persis terlihat seperti orang yang ga waras.
Eun Jin malah meminta agar ibunya memukul dia lagi. Dia berharap bisa pingsan setelah dipukul smapai hancur.

Na Ra pun menjawab tentu dia akan memukul Eun Jin, bahkan kalau bisa dia akan membunuh Eun Jin hari ini juga.
Saat itu masuklah Dae Ho, yang mungkin mendengar kekacauan sudah semakin menjadi-jadi.


Dae Ho meminta istrinya berhenti, dan Na Ra meronta meminta dilepaskan. Dia akan membunuh Eun Jin hari ini, daripada dia harus melihat Eun Jin dihina dan diinjak-injak orang lain. Dia akan membunuh dan mengubur Eun Jin dengan tangannya sendiri.

Eun Jin yang memang sudah sangat menyesal menjawab, itu memang bagus untuknya. Na Ra berteriak dan berkata kalau perbuatan Eun Jin benar-benar gila, berselingkuh dengan pria beristri. Sama seperti Anjing.

“Bagaimana bisa kau menyebut dirimu manusia, ketika kau ingin meninggalkan anakmu dan melarikan diri. Jika kalian benar-benar jatuh cinta. Kau tidak akan melakukan itu. Bagaimana bisa itu cinta, jika kau menipu pasanganmu dan terus menerus berbohong? Jika itu dinamakan cinta, maka dunia lebih baik tanpa adanya cinta. Agar tak ada orang-orang sepertimu yang menyalahgunakan kalimat cinta itu.”

Na Ra menyebut Eun Jin sudah bukan putrinya. Dae Ho mencoba menenangkan istrinya, dan Na Ra bertanya pada suaminya itu dimana putri mereka yang dia kenal. Dimana Eun Jin mereka?
Dae Ho tak bisa berkata apa-apa, dia hanya mampu memeluk istrinya yang dilanda kekecewaan yang teramat sangat.


Song Mi Kyung ternyata berkunjung ke tempat Choi Anna, disana Anna langsung bercerita tentang kabar yang dia dengar. Eun Jin berselingkuh, Anna menceritakan kabar itu pada Mi Kyung, membuat Mi Kyung terkejut.
Anna menjelaskan kalau Ji Hye yang menceritakan itu padanya.


Di restoran mie tempat Min Soo bekerja, terlihat Eun Young ikut membantu disana, dia melayani setiap pengunjung dengan ramah.
Sesekali dia melihat Min Soo dan mereka saling berpandangan dengan penuh senyum.


Mi Kyung yang masih bersama Anna tiba-tiba berkata kalau dia merasa dunia ini benar-benar masih adil. “Sepertinya orang lain membalasnya untukku.”

Anna membenarkan hal itu. Jadi, Mi Kyung ga perlu membuat tangan Mi Kyung berdarah untuk balas dendam, karena Mi Kyung hanya perlu bersabar, dan nanti akan ada orang lain yang membalasnya untuk Mi Kyung. Seperti itulah dunia.

“Jika kau tidak bersabar, dan membuat tanganmu berdarah, maka kau akan terluka juga.”

Mereka kembali menyebut Eun Jin, yang kali ini Anna bertanya apa Eun Jin masih berani datang ke kelas memasak? Dia juga ga tahu, apa yang harus dia katakan pada Eun Jin ketika Eun Jin datang di kelas memasak?
Anna berkata melihat kepribadian Eun Jin, dia yakin laki-laki yang ditemui Eun Jin tidaklah biasa.
Dia jadi penasaran siapa pria yang terlibat affair dengan Eun Jin, karena banyak saksi yang muncul setelah insiden ini. Bahkan ada yang melihat Eun Jin di taman dengan seorang pria paruh baya dan tampan.

Anna juga bertanya, dia penasaran sekali, apa keluarga laki-laki itu sekarang hancur karena prianya berselingkuh dengan Eun Jin?
Mi Kyung sama sekali tak menjawab, dan hanya menatap Anna.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar