Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 16 Part 2

 



Jae Hak memutuskan datang ke rumah Min Soo, dia mengetuk rumah Min Soo berkali-kali namun tak ada sahutan dari dalam. Di dalam terlihat Min Soo memang enggan membuka pintu untuk menemui Jae Hak. Jae Hak kemudian teringat akan laci meja yang pernah dibuka Mi Kyung, dia pun melihat di dalamnya dan ternyata tak ada kunci disana, menandakan Min Soo memang di dalam rumah.

Diapun berkata kalau dia tahu Min Soo ada di didalam. Jadi dia mau mengajak Min Soo bicara berdua.
Akhirnya Min Soo memutuskan menemui Jae Hak.


Jae Hak bertanya kenapa Min Soo menghindarinya, mereka harus bicara biar dia bisa menjelaskan semua pada Min Soo. Min Soo dengan kesal menjawab, apapun yang Jae Hak katakan ga akan mampu mengubah semua yang sudah terjadi. Dia juga tak ingin mendengar alasan yang keluar dari mulut Jae Hak.

Jae Hak hanya mampu mengucap maaf. Dia bertanya apa yang Min Soo lakukan dengan semua yang terjadi ini? Min Soo menjawab bahwa dia sudah memutuskan Eun Young. Jae Hak terkejut, dan Min Soo menjelaskan ga ada pilihan lain selain putus. Jae Hak berkata bahwa hati Eun Young dan Min Soo lah yang paling penting, dan jangan memikirkan hal lain. Jangan putus hanya karena dia.

“Aku tidak putus dengannya karena kau”

Jae Hak berkata akan membantu Min Soo. Min Soo langsung menyela dan berkata jujur, dia memang menyalahkan Jae Hak.
“Jika saja, aku lebih tua darimu, maka aku akan memukulimu sampai mati. Tahukah kau betapa menyedihkannya keluargaku? Apa itu cinta, jika hanya membuat kehidupan orang lain tak bahagia? Aku menyerah pada wanita itu, bukan karena kau. Aku dan Eun Young bisa saja meninggalkan Korea bersama-sama, tapi itu tidak seperti yang kau pikirkan. Aku menyerah pada cintaku karena apa yang aku lakukan. Aku menyakiti kakaknya dengan alasan untuk melindungi kakakku. Tapi, bagaimana sekarang aku bisa melihat wanita itu setelah semua yang aku lakukan? Untuk saat ini, aku ga ingin melihatmu.”

[**]

Sung Soo sampai di rumah dan melihat ibunya sudah selesai berkemas, dia mendekati ibunya dan bertanya apa ibunya nyaman tinggal sendiri? Ibu Sung Soo menjawab, ga masalah baginya, karena ada banyak teman-temannya juga yang hidup sendiri. Kemudian ibu Sung Soo berkata bahwa hal yang paling menakutkan adalah mengetahui anaknya bercerai, di desanya ada seorang nenek yang merawat cucu setelah anak nenek itu bercerai, dan nenek itu adalah orang yang paling menyedihkan menurutnya. Sung Soo tertohok sekali dengan cerita ibunya itu.

Eun Jin sampai di rumah dan langsung menyapa ibu mertuanya. Ibu mertua pun bergegas mengajak semua pergi, tapi Eun Jin mengingatkan Sung Soo, apa Sung Soo sudah mengambil titipannya untuk adik ipar? Sung Soo menjawab dia lupa, Eun Jin pun bergegas masuk kamarnya.

Yoon Jung juga ikut keluar untuk menemui neneknya yang akan pulang ke desa, Eun Jin datang dari kamar membawa tas berisi sesuatu yang dia berikan pada ibu mertuanya. Ibu Sung Soo bertanya apa ini? Eun Jin meminta agar ibu mertuanya memberikan ini pada adik ipar.

Yoon Jung bertanya pada Eun Jin, kapan mereka mengunjungi rumah nenek, dia juga ingin sekali kesana. Bisakah dia ikut mengantar nenek karena dia kan bersama ayah. Sung Soo setuju dan Yoon Jung senang sekali. Diapun memeluk neneknya.

[**]

Dae Ho dan Na Ra sedang membicarakan masalah anak-anak mereka. Na Ra bertanya bagaimana pendapat Dae Ho tentang Min Soo? Dae Ho menjawab Eun Young memang harus menyerah dan putus dengan Min Soo. Na Ra mengingatkan kalau Eun Young ga mau, karena sangat mencintai Min Soo. Dae Ho menyebut itu aneh, bagaimana bisa seorang wanita begitu lekat dengan seorang pria? Mereka berduapun tak mampu mencari solusi, dan hanya bisa mengeluh satu sama lain.

[**]

Na Ra memutuskan menemui Eun Jin, karena dia merasa masalah Eun Jin adalah masalah terbesar untuk saat ini. Eun Jin menyuguhi teh untuk ibunya dan berkata jujur kalau dia cukup terkejut melihat ibunya datang.
Na Ra juga jujur berkata kalau sangat sulit untuknya bisa berbicara santai dengan Eun Jin seperti sekarang. Eun Jin menjawab dia tahu, dia meminta ibunya senyaman mungkin, jika memang ingin menghindarinya, dia tak memaksa untuk itu. Dia juga tahu ibu kecewa padanya?

Na Ra menjawab, ini bukan masalah kecewa. Dia hanya khawatir akan masa depan Eun Jin karena kasus ini. Dia merasa penghinaan dan kata-kata kasar Eun Young sudah lebih dari cukup diterima Eun Jin. Mulai sekarang dia mau, Eun Jin mengangkat kepala tinggi-tinggi.

Eun Jin bertanya apa Noona Min Soo menyukai Eun Young? Na Ra membenarkan hal itu dengan bercerita bahwa Eun Young dibelikan pakaian oleh Noona nya Min Soo. Eun Jin juga bertanya seperti apa Song Min Soo itu? Na Ra menjelaskan kalau secara keseluruhan Min Soo anak yang baik. Min Soo memang memiliki jalan hidup yang buruk, namun Min Soo melewatinya dengan baik, dan bahkan akan membuka restoran. Dia yakin Eun Young dan Min Soo bisa hidup dengan baik. Terlebih Eun Young memang sangat menyukai Min Soo.

Na Ra juga berkata akan kecemasannya pada Eun Young. Bisa saja Eun Young memutuskan tak menikah karena Eun Young tak bisa bersama Min Soo. Tapi, Na Ra juga jujur kalau di tak ingin menjadi besan dengan kakaknya Min Soo.
Eun Jin meminta nomer telepon Min Soo, dan Na Ra kebetulan mempunyainya, karena saat Min Soo datang kerumah, mereka semua sama-sama bertukar nomer telepon.

Na Ra bertanya kenapa Eun Jin minta nomer telepon Min Soo? Eun Jin menjawab dia rasa dia harus bertemu Min Soo? Na Ra heran dan bertanya lagi, kenapa harus ketemu Min Soo?
“Ibu, aku tidak ingin Eun Young berpisah karena aku. Aku tidak perlu melihat mereka, aku hanya perlu menyelinap keluar dari keluarga kita. Itu saja.”

Na Ra berteriak menentang keputusan itu, tapi Eun Jin mulai menangis dan berkata kalau dia harus mencoba sebisa dia. Apapun caranya, dia harus berusaha untuk itu, dan Na Ra semakin galau dengan kegigihan Eun Jin.

[**]

Mi Kyung datang ke RS dan bertemu dengan Jae Hak. Mereka akhirnya duduk bersama didepan ruang perawatan Madam Choo. Jae Hak mengungkapkan perasaannya, bahwa dia begitu sulit menghadapi Min Soo. Mi Kyung meminta agar Jae Hak ga usah menemui Min Soo. Biarkan Min Soo sendiri, karena Min Soo sedang mencoba yang terbaik untuk hidup Min Soo. Jadi Jae Hak jangan ikut campur.
Jika Min Soo melihat Jae Hak, maka Min Soo akan mengingat Eun Jin dan Eun Young. Tentu itu membuat luka Min Soo semakin besar.

“Karena kau pernah mencintai sekali, dan kehilangan sekali, maka kau pasti tahu betapa sakitnya kehilangan wanita yang kau cintai. Kau tahu dengan jelas rasa itu.” ungkap Mi Kyung lebih lanjut.

Mi Kyung menatap tajam Jae Hak, dan berkata dia tahu Min Soo orang yang kuat sehingga bisa melewati krisis ini dengan baik tanpa membenci Jae Hak. Tapi dia tidak bisa. Dia sangat membenci Jae Hak, karena Jae Hak sudah menyabotase kebahagiaan adiknya.

“sangat tidak adil melihat cinta yang tidak direstui (Eun Jin-Jae Hak) dapat menghancurkan cinta yang direstui (Min Soo-Eun Young)”

Tapi Mi Kyung kemudian bilang bahwa dia akan mencoba untuk tidak membenci Jae Hak, walau dia ingin melakukannya. Itu karena membenci Jae Hak membuatnya merasa sakit, dan dia ga ingin menyakiti dirinya sendiri.

Jae Hak yang benar-benar menyesal, mulai menangis, dia yang biasanya kuat tak bisa menahan kesedihannya. Dia tak menyangka bahwa jalannya ternyata melewati masa depan Min Soo, dan itulah yang membuatnya ikut merasa sangat sakit.
Mi Kyung tak tersentuh sama sekali dan menyebut bahwa rasa sakit Jae Hak tak sebanyak rasa sakit yang dia rasakan.

Jae Hak bertanya apa Mi Kyung tak bisa memberikan rasa nyaman untuknya saat ini? Mi Kyung tak peduli, dia malah dengan nada sinis menyuruh Jae Hak tak menangis, menangis hanya membuat Jae Hak terlihat semakin menyedihkan. Jadi jangan menangis. “Bertahanlah. Dengan begitu aku bisa terus membencimu.”

Mi Kyung lah yang akhirnya menangis, melihat laki-laki yang dicintai sekaligus dibencinya mulai lemah oleh masalah ini. Dengan air mata yang mulai menggenang, Mi Kyung berkata “Aku telah banyak berfikir tentang ini. Apakah ini benar-benar kesalahanku karena mencintaimu? Apakah aku akan tetap mencintaimu bahkan jika kau bukan dari keluarga kaya? Pengabdian yang aku berikan padamu, apakah benar-benar karena aku mencintaimu? Atau itu hanya sebuah cara untuk memenuhi keserakahanku?”

Kemudian Mi Kyung berganti topic dan membahas tentang perceraian mereka. Mi Kyung bertanya bagaimana Jae Hak akan membagi kekayaan? Jae Hak menatap Mi Kyung dan bertanya apa Mi Kyung benar-benar ingin bercerai?
Mi Kyung menjawab mantap, karena itu sudah direncanakan maka tentu itu harus dilakukan.


Jae Hak mengurus administrasi ibunya, dan Mi Kyung membantu ibu mertua bersiap. Madam Choo bertanya kenapa Mi Kyung ga bersama Jae Hak? Mi Kyung menjawab kalau Jae Hak sedang dibagian administrasi. Mi Kyung kemudian mengingatkan Madam Choo untuk bersiap hidup tanpanya mulai sekarang.
Madam Choo bertanya apa Mi Kyung benar-benar akan bercerai? Mi Kyung menjawab semua sedang diurus saat ini, terlebih dia juga sudah punya rumah. Jadi tentu dia ga bisa menjaga ibu mertua lagi. Lagipula sudah ada pembantu pribadi, maka ibu mertua bisa meminta itu pada pembantu pribadi. Madam Choo kesal dan bertanya apa pembantu pribadi sama dengan keluarga?

Lalu, tiba-tiba Anna menelpon, dan Mi Kyung menjelaskan kalau dia lagi di RS karena ibu mertua akan keluar. Madam Choo bertanya pada Mi Kyung, apa itu Anna yang menelpon? Anna yang mendengar suara Madam Choo meminta Mi Kyung menyampaikan kalau dia akan berkunjung ke rumah Madam Choo. Mi Kyung pun menyampaikan hal itu, membuat Madam Coo sedikit senang tapi berusaha menyembunyikannya.


Mi Kyung mengantarkan ibu mertua dan suaminya sampai mereka naik mobil. Sekretaris Jae Hak lah yang menjadi supir. Mi Kyung menatap mobil suaminya yang mulai menjauh, namun dia menjadi heran karena mobil suaminya tiba-tiba berhenti.

Di dalam mobil, Madam Choo menyuruh sekretaris Jae Hak mundur.
“Aku bilang mundur ketempat dimana menantuku berdiri”

Setelah mobil mundur dan sampai di tempat Mi Kyung berdiri, Madam Choo menurunkan kaca jendela dan menyuruh Mi Kyung masuk ke mobil. Dia juga menyuruh sekretaris Jae Hak untuk mengemudikan mobil Mi Kyung saja.

Mi Kyung sedikit ragu, tapi Madam Choo mengancam bahwa dia bisa sakit lagi jika Mi Kyung terus seperti ini. Mi Kyung mengalah dan memberikan kunci mobilnya pada sekretaris Jae Hak, lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di samping suaminya yang menjadi supir.

[**]

Setelah selesai dengan Eun Jin, Na Ra pergi menemui Eun Young. Dia melihat Eun Young minum-minum di siang bolong, dan itu pasti karena masalah yang sedang Eun Young hadapi saat ini. Na Ra menjelaskan kalau Eun Jin benar-benar ga kenal dengan Min Soo. Eun Young pun bertanya lalu kenapa Oppanya seperti mengenal Eun Jin di hari itu?

Eun Young menuduh ibunya yang masih terus melindungi Eun Jin. Na Ra tak marah dan meminta Eun Young ga seperti ini terus. Eun Jin benar-benar berjuang untuk kebahagiaan Eun Young. Eun Jin juga mengaku kalau hidup yang dijalani Eun Jin salah.
Na Ra kemudian juga berkata jika Min Soo ingin putus, maka putus saja. Pria yang benar-benar mencintai wanitanya, ga akan seperti itu.

Eun Young menjawab bahwa Min Soo juga mencintai dirinya. Dia yakin itu. Na Ra menjelaskan “Kau hanya mencintai dirimu sendiri, kau beralasan bahwa Min Soo membuatmu menjadi orang yang lebih baik, itu bukanlah cinta, itu hanya karena kau sangat mencintai dirimu sendiri, bukan karena kau mencintainya.”

Eun Young menyebut apa yang ibu katakan padanya ga akan mempan, karena hatinya memang sudah dipenuhi Min Soo. Baginya saat ini dia seolah sedang menginjak kotoran dan itu karena Unninya.

[**]

Song Min Soo menyibukkan dirinya di dapur tempatnya bekerja. Dia terus melakukan sesuatu agar otaknya tak selalu memikirkan Eun Young.
Tapi itu tidak berhasil, bayangan dan kenangan akan Eun Young terus bermain diotak Min Soo. Saat-saat mereka berciuman dibawah salju, dan kenangan indah lainnya. Semua terasa manis, dan sulit dihilangkan.
Min Soo pun menahan tangisnya, lagi dan lagi.

[**]

Jae Hak, Mi Kyung dan Madam Choo sudah sampai di rumah. Mereka duduk bersama, dan Madam Choo pun mulai berceramah. Dia berkata kalau sekarang dia akan mulai ikut campur untuk masalah Jae Hak dan Mi Kyung.

Dia kemudian mengancam Mi Kyung akan memanggil Hye Hwang dan Hye Joon untuk pulang jika Mi Kyung terus melanjutkan rencana perceraian itu. “Jika kau memutuskan untuk tetap disini dan tidak pergi, maka aku tidak akan memanggil anak-anak kembali.”

Mi Kyung menjawab “Karena hatiku sudah pergi, jadi tak masalah bagiku untuk tinggal disini atau tidak. Hal ini hanya akan membuatmu bertambah sulit,karena aku berbeda dari aku sebelumnya. Aku hanya akan kembali marah padamu.”

*Yeeaayy suka sama Mi Kyung, aku masih ga ngerti kok Madam Choo ini ga sadar-sadar lo. Dramanya kan mau tamat. Hihihi

Madam Choo tak mempermasalahkannya, yang penting Mi Kyung ada disini. Sekali saja Mi Kyung pergi, maka dia akan menelpon Amerika dan menyuruh cucu-cucunya untuk pulang.


Mi Kyung dan Jae Hak sama-sama masuk kamar mereka, disana Jae Hak jujur berkata dia senang Mi Kyung ada di rumah ini. *Iyalah, ada yang jagain ibumu itu.

Dengan wajah datar Mi Kyung menjawab kalau dia sama sekali ga menyukai hal ini. Jae Hak kemudian bertanya, lalu apa Mi Kyung akan tetap pergi? Mi Kyung menjawab tidak, dia hanya perlu beberapa hari saja bersama ibu mertua.
*seharusnya Jae Hak itu ga maksain Mi Kyung,kalau emang Mi Kyung ga suka, kayaknya dia masih focus sama kepentingan dia sendiri deh. Ga suka ah -_-

Mi Kyung bahkan menyuruh Jae Hak tidur di ruang kerja, karena dialah yang akan tidur disini. Ga perlu menyembunyikan hubungan mereka yang memang sudah ga baik. Jae Hak tak membantah. Dia kemudian berkata kalau dia akan ke kantor sebentar. Mi Kyung lagi-lagi dengan nada datar menyuruh Jae Hak ga lapor dengan apa yang akan Jae Hak lakukan, Jae Hak bisa melakukan semua yang Jae Hak mau, karena dia ga peduli. Dia ga akan memenjarakan Jae Hak.

[**]

Eun Jin menunggu Min Soo di sebuah kafe, setelah sebelumnya dia menghubungi Min Soo untuk mengajak Min Soo bertemu. Setelah Min Soo datang dan mereka duduk berhadapan, Eun Jin mengaku bahwa dia ga keberatan dengan hubungan Min Soo dan adiknya. Dia juga yakin kakak Min Soo juga ga keberatan dengan hubungan itu.

Min Soo hanya berkata kalau dia tetap ga bisa melanjutkan hubungannya dengan Eun Young. Eun Jin terkejut. Min Soo melanjutkan agar Eun Jin ga terlalu menyalahkan diri sendiri. Masalah ini benar-benar adalah karena dia sendiri, dan bukan karena siapapun.

Eun Jin berkata bahwa sangat sulit di jaman sekarang ini mencari seseorang yang kita cintai, dia merasa semua ini adalah karena dia. Jadi tentu ini membuatnya semakin merasa bersalah. Dia ingin membantu Min Soo dan Eun Young sebisa dia.
Min Soo kembali menjelaskan kalau ini bukan karena kakaknya ataupun Eun Jin. Ini murni karena alasannya pribadi.
Min Soo kemudian pergi meninggalkan Eun Jin yang semakin merasa buntu akan kasus ini. Dia hanya ingin adiknya bahagia.


Saat Eun Jin berjalan keluar dari kafe itu dan berniat pulang, dia terkejut melihat Min Soo masih ada diluar. Min Soo seolah memang menunggu Eun Jin, begitu dia melihat Eun Jin, diapun mendekati Eun Jin.
Min Soo berkata dengan terbata-bata “Tabrak lari yang kau alami, akulah pelakunya.”

Eun Jin tak bisa berkata-kata dan hanya menatap tak percaya pada Min Soo. Benarkah yang didengarnya ini?

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar