Kamis, 06 Februari 2014

Sinopsis Prime Minister and I Episode 13 Part 2


Kalou sudah puas main terus foto foto di waktu libur kita selanjutnya ngapain lagi? emmm paling enak makan kali ya secara tenaga udah dipake semua jadi pasti perut udah pada keroncongan, hehhehe. Nah itulah yang dilakukan Yool, da jung, In Ho dan anak anak. Setelah puas bermain dan bersenang senang mereka melewatkan malam mereka dengan makan.
dan mau tau yang spesialnya? yupzz da jung masak sendiri, padahal Yool sudah mengatakan pada da jung agar mereka makan diluar saja, In Ho yang ikut bergabung pun menyetujui saran dari Yool, in Ho bilang kalau makanan di sini enak enak, tapi dasar da jung, ia bilang kalau makan diluar itu tidak baik bagi anak anak jadi lebih baik masak sendiri dan lagi ia juga menyukainya, melakukan hal ini.

Karna da jung sudah mengatakan hal seperti itu maka kedua pria yang sudah kelaparan pun mengikuti saran dari da jung dengan makan masakan sendiri.
 Dan Taraaaaaaa makanan ala chef da jung pun jadi, da jung bilang kalau makanan yang ini lebih pedas daripada yang punya anak anak jadi pasti rasanya lebih maknyosssss. kedua pria In Ho dan Yool pun mulai mencicipinya
Da jung yang begitu bersemangat dengan masakannya sendiri lalu bilang ke Yool dan In ho bagaimana rasanya.
 Dannn yayyyy apa ini wajah seseorang yang sedang makan enakkk???
 beneran enakkah???
 Enak dong chief kang???
 In Ho yang memakan masakan da jung sampai terbatuk batuk memakannya, ia lalu menjawab pertanyaan da jung tadi kalau makanan da jung rasanya sangat........unik, seru in ho sambil tersnyum kepedesan kali ya.
Yool yang mendnegar hal itu langsung protes, "Unik? tidak apa ini bisa disebut sebagai Deokbokki, ini adalah rasa kacau dari bumbu cabe"

"Nam Da jung Sesang Nim mengapa kau memasaknya seperti ini dan sebenarnya rasa apa yang ingin kau buat."
"Kenapa tidak satu sendok penuh saja cabenya?" protes yool lagi
Da Jung yang di protes oleh Yool seperti itu tidak terima, ia bilang kalau begitu Yool buat saja sendiri, padahal ia sudah membuatkannya untuk mereka, seru da jung kesal.
da jung lalu mencoba masakannya sendiri dan memuji jika masakannya enak tapi tidak lama kemudian ia terbatuk, In Ho tersenyum melihat da jung sementara Yool "Cehhhhhh menyedihkan sekali"

Yool dan da jung akhirnya berdebat, Yool bilang jika ia lebih baik membuatnya sendiri. Da jung yang mendnegar hal itu mengejek yool kalau yool saja tidak bisa masak ramen apalagi ini. Yool yang tidak mau kalah lalu bilang kalau ia hanya perlu mengikuti intruksi yang ada.
In ho yang ada disana terlihat tidak terlalu suka dengan keakraban yang terlihat diantara da jung dan yool, keakraban itu terlihat walaupu  sekrang mereka sedang bertengkar.
Telpon In Ho berbunyi dan itu ternyta dari suster yag ada dirumah sakit kakaknya, suster itu mengabarkan bahwa besok pagi para sukarelawan akan datang kemari jadi jika in ho ingin melihatnya maka in ho harus datang.
In ho yang mendengar hal itu melirik kearah yool dan da jung, ia bilang jika besok pagi ia tidak janji karna ada hal yang harus ia lakukan, ia akan menghubungi suster itu lagi.
Da Jung yang mendnegar hal itu lalu tanya apa sudah terjadi sesuatu? In Ho menjawab jika ia sedang mencari seseorang. Da Jung tanya siapa yang in ho cari. In ho bilang kalau ia sedang mencari seseorang yang dikira sudah meninggal tapi ternyata ia masih hidup.
Da jung dan yool yang mendengar hal itu kaget, yool lalu menyuruh in ho untuk segera pergi, ia tidak apa apa disini.
 In ho yang mendnegar hal itu menatap yool, "benarkah............aku boleh melakukannya?"
Yool lalu bilang jika dia masih mempunyai staf lain jadi in ho tidak perlu khawatir, in ho lalu pamit akan pergi tapi yool kemudian bilang,
"aku berharap.......orang itu masih hidup"
In Ho yang mendengar hal itu hanya melirik yool tanpa berkata apa apa.
Yool dan Da Jung bertemu diluar hotel, Yool tanya apa In Ho sudah pergi. Da Jung menjawab kalau in ho sudah pergi, yool llau menyuruh da jung untuk masuk, da jung pasti lelah jadi sebaiknya beristrirahat.
bukannya menjawab yool da jung malah bilang kalau kedatangannya kesini pasti membuat yool terkejut. yool yang mendnengar hal itu bilang kalau da jung tidak hanya sekali dua kali mengejutkannya jadi ia tidak apa apa, tidak usah khawatir.
da jung lalu bilang kalau allasannya kesini untuk melihat laut adalah bukan alasan yang sebenarnya, ia kesini karna ada yang ingin ia katakan pada yool.
"Kau pernah bilang waktu itu padaku merasa takut bukanlah alasan utama kau harus melarikan diri."
"Perkataan itu aku ingin kembalikan padamu, kau sudah cukup melakukannya, aku harap kau bisa melupakan luka dihatimu sekarang"

"bukan salahmu dia meninggal. dan bukan salahmu atau istrimu, tidak ada satupun yang salah"
"jadi jangan membuat dirimu menderita lagi karna masa lalu. itu bukan salahmu"
"aku mengerti. kenapa kau tidak ingin seorangpun masuk keruang piano dan tiak pernah bisa tidur setiap malam, itu semua karna mendiang istrimu"
"jangan lakukan hal itu lagi. kau bisa tersenyum sekarang dan kau bisa bahagia sekarang. tidak apa apa."
Da Jung bilang kalau ia hanya ingin mengatakan hal itu, setelah itu da jung pergi meninggalkan Yool sendirian. sementara yool yang mendnegar hal itu semua hanya bisa tersenyum, dan menahan air mata.
Yool tetap berada di luar ia kembali teringat kata kata da jung yang bilang bahwa ini bukanlah kesalahannya.
Pagi harinya da jung mencari yool tapi teryata ia tidak ada dikamar, da jung lalu mencarinya diluar.
dan ternyata da jung menemukan yool yang sedang berada ditepi pantai sendirian, (emmm apa yool nggak pulang ke hotel ya?)
Yool termenung sendirian di tepi pantai, Yool lalu menoleh ke belakang dan saat itu juga ia mendapati da jung berada di dekatnya tersenyum menyapa.
Da jung meminta yool untuk tidak bergerak, ia bilang kalau ia akan menghampiri Yool.
 Da Jung kemudian melangkah, satu langkah da jung berjalan kemudian ia berhenti, ia lalu berkata pada Yool, "Seperti ini"
"tidak apa apa kalau kau tidak melihatku"
"kau hanya........cukup diam disana"
"Seperti itu, karna.......aku yang akan mendekatimu"
"satu per satu setiap waktu"
 Da Jung kembali melangkah, "satu langkah"
kemudian melangkah lagi, "satu langkah lagi sampai seperti ini" da jung terus melangkah mendekati Yool saat da jung sudah ada di depan Yool, Da Jung berhenti.
 "berjanjilah padaku, kalau kau akan tetap diam di tempatmu sekarang"
"dan kau tidak akan pergi menjauh lagi"
da jung kemudian tersenyum, "itu sudah cukup buatku"
In Ho datang kerumah sakit, iN hO lalu bertemu dengan suster yang memberikannya informasi. In Ho lalu tanya, "tentang yang tadi kau bilang sukarelawan itu......apa dia datang?" tanya In ho penuh harap.
Suster itu bilang jika In ho sekrang keruangan kakaknya maka in ho akan bertemu dengan orang itu.
Hye Joo baru saja keluar dari suatu tempat ia lalu teringat tentang perkataan joon ki ketika menerobos masuk ruangan Yool dan bilang kalau mulai sekrang yool harus menjaga keluarganya karna bukan hanya dia yang akan menyakiti Yool tapi orang lain juga, hye joo juga ingat ketika diluar saat dia bertanya pada in ho kira kira siapa orang yang akan menyakiti yool selain joon ki, in ho menunjuk dirinya sendiri dan terakhir saat ia bertemu dengan Joon ki dan Joon kI tau kondisi kakak in ho yang sekrang berada dirumah sakit.
Hye Joo tampak berfikir ia lalu bilang kalau joon ki dan in ho pasti memiliki hubungan. telpon hye joo berbunyi dan itu sepertinya dari joon ki.
In Ho menemui sukarelawan yang selama ini membantu merawat kakaknya, in ho tampak kecewa karna yang ia perkirakan salah tapi ia tetap berterima kasih pada orang itu karna selama ini sudah membantu merawat kakaknya.
sukarelawan itu lalu bilang kalau in ho tidak perlu berterima kasih padanya karna selama ini bukan dirinya yang merawat kakak in ho. hari ini ia hanya mengantikan orang yang biasanya merawat kakak in ho, karna orang tersebut sedang sakit.
In Ho yang mendnegar hal itu kaget, ia lalu bertanya dimana orang itu sekarang.
In Ho pergi ketempat yang disebut oleh sukarelawan yang ada dirumah sakit, ia pergi ketempat penampungan perempuan. Disana In Ho tanya apa ada wanita yang bernama Park Na Young disini. orang yang ditanya oleh in ho menjawab kalau disini tidak ada orang dengan nama Park Na Young.
Tepat pada saat itu seorang wanita keluar dengan membawa nampan dan gelas. perempuan itu kaget dan menjatuhkan barang yang ia bawa saat melihat in ho, perempuan itu lalu berlari. In Ho yang mengenali wajah itu kaget lalu mengejarnya.
In Ho yang mengejar perempuan itu lalu menarik tangannya, perempuan yang ditarik tangannya oleh iN hO terlihat ketakutan tidak berani menatap in ho.
Sementara In Ho ia terus melihat perempuan itu, In Ho dengan masih melihat wajah perempuan itu bilang, "Park Na Young Shi, Kau Park Na Youngkan?" perempuan ya di sebut sebagai Park Na Young hanya diam saja tidak menjawab In Ho, ketakutan.
Sementara itu Yool terlihat termenung, ia lalu pergi keruang piano lalu membuka gemboknya. saat didalam ia kembali teringat kata kata da jung, "aku harap kau bisa melupakan luka yang ada dihatimu sekrang. aku rasa tidak masalah bagimu untuk tertawa dan bahgia saat ini"
Da Jung merasa aneh ketika mendengar keributan yang ada didalam rumah, ketika ia masuk dan melihat ia kaget karna ada beberapa orang yang sedang mengotong piano. ketiga anak Yool sibuk membimbing para ahjussi yang membawa piano itu untuk diletakkan dimana.
Da Jung yang masih kaget lalu tanya ada apa ini. Woo Ri dengan senyum yang merekah bilang kalau ayah menyuruh orang untuk memindahkan piano keruang tengah. Da jung yang mendnegar hal itu seakan tidak percaya,  "PM Bilang begitu?"
 Da Jung menghampri Yool dengan senyum yang mengembang, 
"PM"
Yool ayng baru saja keluar dari ruang kerjanya berhenti berjalan dan memlihat kearah da jung dengan senyum yang sangat tipis kentara sekali kalau di tahan,  "ada apa?"
dengan senyum malu, :"ahh....tidak"
Yool lalu tersenyum,"cehhh....cammmm bodoh sekali" lalu bergerak akan pergi tapi da jung kemudian memanggilnya lagi,
"PM, kau melakukannya dengan baik, maksudku pianonya"
Yool yang mendengar hal itu lalu bilang "maaf aku tidak memindahkanny karna ucapanmu. tiba tiba aku hanya ingin merubah pikiranku saja"
da jung yang mendnegar hal itu tersenyum, "pokoknya bagus sekali" Yool tersenyum memandang da jung,
 Da Jung mengantar Yool untuk pergi kerja, da jung lalu tanya kenapa in ho belum juga kelihatan. Yool yang mendnengar hal itu lalu ikut melirik ke kanan dan kekiri, lalu telpon yool berbunyi dan ternyata itu dari in ho yang mengabrkan bahwa dia tidak bisa datang hari ini.
Da Jung yang mendnegar hal itu dari yool merasa khawatir, ia lalu bilang pada yool apa terjadi sesuatu dengan orang yang di temui in ho.
 Yool berada di Blue House untuk bertemu dengan presiden. Yool lalu tanya dengan orang yang sepertinya adalah sekertaris presiden, apa benar kalau kepala komite urusan negara akan diganti.
orang yang ada di depan yool membenarkan, ia bilang kalau orang yang akan berada diposisi tersebut akan segera menemui yool.
Yool kaget ketika melihat siapa orang yang ada didepannya, Joon kI. Joon Ki yang akan mengantikan posisi sebagai kepala komite urausan negara. lebih kaget lagi ketika Yool melihat siapa sekertaris baru Joon Ki, siapa lagi kalo bukan Hye Joo.
Hye Joo dan Yool bertemu dan disana Hye Joo terlihat tegap tidak berkutik melihat Yool yang terus menatapnya.
Anak anak terlihat begitu senang karna ada mainan baru untuk mereka dirumah, mereka terlihat begitu senang ketika memain kan tut tut piano itu. da jung yang melihat hal itu ikut merasa senang.
telpon da jung lelu berbunyi dan ternyata itu dari in hO (Malaikat pelindung)
Da Jung dan In Ho bertemu, Da Jung tanya mengapa In Ho tidak emnjawab telponnnya padahal ia begitu khawatir dengan in ho. In Ho yang semenjak da jung sampai tidak mengatakan apa apa, tetap diam mematung.
da jung yang melihat in ho seperti itu akhirnya tanya ada apa dengan in ho sebenarnya, apa yang sudah terjadi.
 In Ho tetap tidak menjawab ia malah langsung memeluk da jung, da jung terlihat semakin curiga ada apa dengan in ho sebenarnya.
Da Jung terus bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada in ho, apa terjadi sesuatu dengan orang yang in ho temui? apa ada yang salah dengan orang ituu?. In ho menjawab kalau tidak ada yang salah, yang salah itu dirinya, In Ho meneteskan air mata.
 In Ho lalu melepas pelukannya pada da jung,
"Ketua kang"
"aku baik baik saja, aku tidak peduli jika sesuatu yang buruk terjadi padaku, tapi bagaimana denganmu da jung shi?"
"apa yang harus aku lakukan denganmu?"
Da Jung terlihat bingung, ia tidak mengerti apa maksud perkataan In ho,
"apa maksudmu? aku tidak mengerti perkataanmu"
"Da Jung Shi, dengarkan baik baik apa yang akan aku katakan"
"Seandainya saja, in hanya seandainya saja, seandainya saja............" In ho menangis menatap da jung, ia tidak bisa melanjutkan kata katanya, sementara da jung ia mencoba mencari tau apa maksud In ho melalui matanya tapi In Ho lalu pergi meninggalkannya tanpa menyelesaikan kata katanya.
 Dikamar Man Se da jung terlihat masih memikirkan kata kata In Ho, Tapi kemudian Man Se menyadarkan da jung, Man Se bilang kalau ayahnya sudah pulang.
Yool membaca buku certita 1001 malam, da jung kemudian mengetuk pintu kamar Yool meinta ijin untuk masuk. Yool yang ada di dalam tumben tumbennya menjawab dengan lembut pake wajah sumringah lagi, masukkkk. padahal biasanya kan jawabanya tegas, masuk.
 Da Jung lalu masuk, da jung tanya kenapa yool pulang cepat. bukannya menjawab yool malah terus memperhatikan da jung lalu tanya apa ada sesuatu yang ingin da jung bicarakan padanya.
da jung terdiam ia lalu bilang kalau sebenarnya in ho tadi kesini dan ia terlihat aneh, da jung khawatir padanya, ia takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada in ho.
yool yang mendengar hal itu lalu menghela nafas berat, yool lalu bilang kalau sepertinya hari ini semua hal buruk terjadi. da jung lalu tanya apa terjadi sesuatu yang buruk pada yool hari ini.
Yool lalu bercerta kalau ia bertemu dengan hye joo di Blue House hari ini dan dia datang kesana sebagai sekertaris Joon ki, Joon ki baru saja diangkat sebagai ketua komite urusan negara. da jung yang mendnegar hal itu kaget tapi tidak mngatakan apa apa.
da jung kemudian bilang kalau hye joo pasti punya alasan tersendiri mengapa dia melakukan hal itu, yool yang mendnegar hal itu setuju, ia bilang pasti ada sesuatu yang tidak ia ketahui.
Yool kemudian bilang lagi walaupun begitu tapi ia tidak bisa menutupi perasaan sakit dihatinya, yool lalu bilang kalau ia akan beristirahat seakrang, Yool lalu mengambil buku 1001 malam yang ia baca tadi, yool bilang kalau ia akan membacanya lagi. da jung yang melihat hal itu bilang mengapa yool tidak mengatakannya padanya, ia akan membacakannya untuk yool.
 Da Jung berusaha mengambil buku itu dari yool tapi yool menolaknya,
"tapi kenapa cerita ini berakhr di hari ke 1000? setelah 1000 hari berlalu, akankah kemarahan dan kebencian menghilang begitu saja?"
"atau itu hanya ide penulisnya, untuk mengulangnya dari awal?"
Da Jung tampak berfikir, "entahlah, ini seperti cerita yang berakhir bagi sang sultan yang awalnya tidak bisa tertidur dan pada akhirnya diapun bisa tertidur dengan pulas setela 1000 hari berlalu?"
"Sebagai sultan yang pada akhirnya bisa tertidur, jelas ceritanya sudah berakhir, benar kan?"
"sebagai sultan yang pada akhirnya bisa tertidur pulas, dia bisa melepaskan kemarahan dan kebenciannya. jadi cerita selanjutnya itu tidak penting lagi, krna semua bagian sudah terkumpul satu demi satu"
Yool lalu menatap da jung, dan suara da jung yang sedang berceritapun terdengar............ sang sultan sudah mengetahui bahwa kisah Scheherazade yang diceritakan padanya memberikan kebahagian kepadanya
Da Jung dan Yool tidur bersama, mereka benar benar terlihat tidur dengan pulas....

 Yool perlahan membuka matanya, ia melihat da jung yang tertidur di bahunya....
 Da Jung akhirnya terbangun, da ug sadar kalau ia sudah tidur semalaman di bahu yool. ia lalu marah pada yool karna tidak membangunkannya, ia takut jika ia membuat yool tidak bisa tidur.
Yool yang mendnegar ocehan da jung dipagi hari hanya tersenyum dan bilang kalau da jung tidak membuatnya tidak bisa tidur, ia malah tertidur dengan nyenyak.
 Da jung yang mendnegar hal itu kaget, "apa?"
Yool bangun ari tidurnya menatap dajung, "aku bahkan sama sekali tidak bermimpi dan aku tertidur pulas"
"PM" seru da jung merasa aneh
Yool menatap dalam a jung, dajung yang merasa di tatap seperti itu merasa salah tingkah ia lalu segera bangkit dari tempat tidur dan bilang kalau yool harus segera bersiap siap untuk kerja.
 Tapi Yool tidak membiarkan da jung pergi, ia kembali menghadang a jung didepan, "Kau bilang padaku sebelumnya. untuk diam di tempatku sekrang"
"tapi...........aku rasa aku tidak bisa memenuhi janji itu"
da jung yang mendengar hal itu hanya bisa terdiam, yool kemudian melanjutkan perkataanya,
 "aku..........karna aku menyukai Nam Da jung Shi"
Apa ini waktunya kisss?????? 
Kayaknya enggak deh, karna sekrang Na Young ada di depan kediaman dinas Yool,  Na young berdiri disana.
 "apakah tidak masalah jika aku seperti ini? kalau kau merasa tidak masalah dengan aku seperti ini, aku.............bisakah aku menyukai, Nam Da jung Shi?"
Da jung yang mendnegar hal itu hanya diam terpaku, da jung hampir mejatuhkan air matanya
 Yool kemudian mengenggam tangan da jung, sambil masih menatap da jung yool berkata,
"tangan ini, aku tidak akan melepaskannya"
Da Jung akhirnya menangis mendnegar kata kata itu keluar dari mulut Yool
"PM"
 Yool tersenyum pada da jung, begitu juga da jung, ia balas tersenyum pada Yool.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar