Minggu, 18 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 2 part 2

Han Young Man menyimpan bukti itu di loker pribadinya. Dia menyesal dan berniat menyerahkan diri.

Part 2

Young Man menemui Sang Deuk di ruangannya dengan bersimpuh di lantai. Dia meminta maaf. Sang Deuk berkata kalau dalam menjalani hidup pasti akan ada hambatan yang harus kita hadapi. Dan Sang Deuk berkata kalau ini adalah salah satu hambatan itu, jadi bukan masalah.
Sang Deuk juga bilang, kalau Young Man sudah cukup menebus dosa masa lalunya. Young Man telah belajar banyak dari kesalahan-kesalahannya.

“Tak ada hukuman yang lebih besar untuk pendosa, daripada harus hidup setiap hari”

Sang Deuk juga bilang kalau masa lalu tidak akan pernah bisa diubah. Saat ini yang terpenting adalah bagaimana mengatasai kendala ini.
Young Man berkata kalau dia akan menyerahkan diri. Sang Deuk menyetujuinya. Tapi sebelum Young Man melakukannya dia punya permintaan. Terserah apakah nanti Young Man menerimanya atau tidak. Tapi Sang Deuk yakin kalau Young Man akan membuat keputusan terbaik untuk Yi Soo dan Yi Hyun.



Kali ini Young Man sudah tidak dilantai, dia sudah duduk di sofa tepat di depan Sang Deuk. Young Man kemudian berkata kalau dia akan melakukan seperti apa yang Sang Deuk inginkan. Dia hanya menginginkan sedikit waktu untuk itu, karena ada seseorang yang harus dia temui.
Sang Deuk mengijinkannya.

Saat Young Man sudah siap keluar, Sang Deuk tiba-tiba bertanya tentang keberadaan dokumen itu. dokumen yang dimiliki Prof Kang Hee Soo, apa Young Man menyimpannya?
Young Man tidak percaya mendapat pertanyaan seperti ini, dia sedikit gugup dia berbalik menatap Sang Deuk. Sang Deuk sendiri, menngetuk-ngetukkan jarinya ke kursi yang didudukinya, menanti jawaban Young Man.

Young Man menjawab kalau dia sudah menyingkirkan dokumen itu. Sang Deuk bertanya apa Young Man membaca isinya? Karena Young Man diam saja, maka Sang Deuk menyimpulkan Young Man sudah membacanya.
Young Man menjawab kalau dia tidak percaya dengan apa yang ditulis dokumen itu.
Entah benar atau tidak, bukan masalah untuknya karena dia menghormati Sang Deuk. Kalaupun benar, dia juga tidak akan mengungkap isi dokumen itu sampai dia mati. Selain itu dia juga berhutang budi pada Sang Deuk dengan apa yang sudah Sang Deuk lakukan untuknya. Sang Deuk mencoba meemmpercayainya dengan menganggukkan kepala.




Yi Soo menunggu ayahnya sampai dia tertidur. Akhirnya Ayah Yi Soo pulang juga, Yi Soo langsung terbangun mendengar suara pintu terbuka. Young Man meminta agar Yi Soo segera tidur walapun itu hanya satu jam saja.
Young Man melihat yang sudah Yi Soo siapkan di meja dan bertanya apa Yi Soo menyiapkan semua itu untukknya? Yi Soo membenarkan hal itu. Young Man berkata kalau dia sepertinya juga ingin minum malam ini.



Mereka berduapun duduk berhadapan. Yi Soo bertanya apa ayahnya bisa mengemudi saat mabuk? Young Man menjawab kalau hari ini dia libur. Young Man meminta agar Yi Soo menuangkan satu gelas untuknya. Yi Soo tentu tidak menolak. Yi Soo bertanya kenapa ayahnya tiba-tiba minta libur? Young Man menjelaskan kalau ada yang akan dia temui hari ini. Yi Soo bertanya siapa orangnya?

Young Man hanya dia dan menenggak minumannya. Yi Soo menuangkan segelas lagi untuk ayahnya. Young Man berkata setiap dia memikirkannya, peristiwa dalam hidupnya seolah muncul satu persatu. Seperti contohnya saat ibu Yi Soo terkena kanker. Semua terjadi secara perlahan, dan seolah bukan apa-apa. Padahal ibu Yi Soo menderita penyakit itu karena dia. Tapi sebagai suami dia tidak mengetahui itu. Sehari sebelum meninggal, ibu Yi Soo bilang “Tak peduli bagaimana kau hidup sampai sekarang, kau akan hidup dengan bahagia sampai kau mati dan kita akan bertemu lagi”

Yi Soo hanya terdiam mendengarnya. Young Man melanjutkan kata-katanya. Dia bilang kalau dia begitu yakin suatu saat nanti akan memenuhi janji istrinya. Dia fikir dia bisa memberitahu istrinya,,saat itulah kalimat Young Man terpotong. Dia menenggak kembali minumannya.
Young Man sepertinya menangis, dan Yi Soo melihat itu.



Eui Sun mencoba menceritakan apa yang dia lakukan semalam pada ayahnya. Sang Deuk terlihat geram mendengar hal bodoh yang lagi dan lagi anaknya lakukan. Eui Sun takut-takut dan meminta maaf pada ayahnya, dan berjanji tidak akan membuat kesalahan yang seperti ini. Eui Sun juga bilang kalau dia akan mencarikan rumah baru untuk keluarga Yi Soo. Sang Deuk langsung menatap anaknya marah. Eui Sun berkata kalau mungkin memang ayahnya punya janji sendiri pada keluarga Yi Soo. Tapi dia merasa tidak nyaman melihat keluarga Yi Soo itu. Setidanya dia akan mencarikan apartemen untuk mereka. Sang Deuk marah dan langsung menampar anaknya. Dia bahkan menyebut Eui Sun bajingan.
Tidak hanya sekali, Sang Deuk menampar anaknya dua kali dengan sangat keras, membuat Eui Sun terjatuh di lantai.



Yi Soo yang melihat dua orang laki-laki di dekat rumah Hae Woo. Sepertinya mereka dari kepolisian.



Yi Soo menemui mereka di rumahnya dan terkejut mendapat kabar ayahnya melakukan kesalahan. Yi Soo membantah dan berkata kalau ayahnya tidak seperti itu. Pasti ada kesalahan. Polisi yang bernama Jung Man Chul menjelaskan kalau ayahnya sudah mengakui dan berjanji akan menyerahkan diri untuk itu. Polisi bertanya jam berapa ayahnya pulang semalam? Yi soo tidak menjawab dan malah balik bertanya apa ayahnya benar-benar akan menyerahkan diri? Polisi itu mengangguk membenarkan. Yi Soo terkejut.

Polisi berpesan jika ayah Yi Soo menghubungi, cobalah untuk membujuknya. Ini demi kebaikan ayah Yi Soo.
Yi Soo seolah tidak percaya, dia hanya diam saja bahkan saat kedua polisi itu akan beranjak pergi.
Yi Hyun mendengar semua itu di balik pintu kamarnya. Dia hampir menangis.



Terdengar kedua polisi masih berkata kalau mungkin saja mobil Young Man di bengkel. Karena mobil itu mobil asing, maka pasti mudah menemukannya. (Sepertinya tuduhan tabrak lari dikambing hitamkan pada ayah Yi Soo)
Yi Soo menoleh ke belakang dan menyadari adiknya mendengar yang polisi-polisi tadi katakan. Yi Hyun terlihat memegang kotak musik yang ayahnya belikan untuknya semalam.
Yi Soo yang samar-samar mendengar percakapan kedua polisi itu seperti terperanjat, dan langsung bangkit dari duduknya untuk menemui para polisi itu.



Yi Soo menyusul mereka yang sudah diluar, dan berkata kalau dia tidak salah mobil yang digunakan adalah mobil asing kan? Polisi itu menanyakan kenapa Yi Soo ingin tahu?
Yi Soo menjelaskan kalau ayahnya adalah supir Sang Deuk, dan mobil Sang Deuk adalah mobil lokal, bukan mobil asing.
Polisi yang satunya menjawab karena profesi Young Man supir, maka bisa saja Young man mengemudikan mobil lain. Yi Soo masih membantah dan berkata kalau semalam jelas-jelas ayahnya mengemudikan mobil milik Jo Sang Deuk, bukan mobil yang lain.
Jung Man Chul meminta rekannya untuk segera mengambil mobil dan pergi dari sini, karena mereka harus menghemat waktu. Mereka harus segera memeriksa bengkel mobil untuk mencari mobil itu.
Rekannya pun mematuhinya.



Saat sudah berdua, Man Chul si polisi curang itu bertanya apa sebenarnya yang ingin Yi Soo katakan? Yi Soo menjawab kalau semalam ayahnya tidak mengemudikan mobil Jo Eui Sun. Man Chul bertanya bagaimana bisa Yi Soo tahu itu? Yi Soo dengan mantap menjawab kalau Eui Sun semalam mengemudikan mobilnya sendiri, tanpa ayahnya. Polisi itu bertanya apa Yi Soo melihatnya? Yi Soo menjawab kalau dia melihat Eui Sun memasuki rumah, dan mobilnya terparkir di depan.

Man Chul masih mencoba membantah, kalau Yi Soo tidak melihatnya secara langsung. Yi Soo mengelak, dan Man Chul langsung memotong dengan mengatakan kalau Yi Soo tidak perlu menuding orang lain untuk melindungi ayahnya. Selain itu yang terpenting ayah Yi Soo sudah mengakui kalau dia yang menabrak pejalan kaki itu. Apa ada bukti yang lebih pasti dari sebuah pengakuan?



Polisi juga sepertinya hadir di kediaman Prof Kang Hee Soo yang sudah ditemukan tak bernyawa. Seorang polisi menjelaskan kalau kematiannya seperti karena dicekik, karena ada tanda di lehernya.
Polisi yang satunya bertanya bagaimana dengan sidik jari?
Polisi yang memeriksa menjelaskan kalau pembunuh sudah membersihkannya terlebih dulu. Sehingga tidak ada sidik jari satupun.
Melihat tidak ada kerusakan di pintu, sepertinya pelaku sudah mengenal korban dengan baik.
Kedua polisi itu mendekati mayat, dan polisi berjaket hitam berkata kalau tidak ada CCTV di daerah ini, sehingga akan sulit menemukan pelakunya.



Polisi berjaket cokelat bernama Byun Bang Jin menginterogasi seorang laki-laki. Laki-laki itu menjelaskan kalau Prof Kang bilang padanya ada hal besar yang akan dia ungkapkan, jadi Prof Kang memintanya untuk datang ke rumah Prof Kang. Bang Jin bertanya apa pemuda itu tahu apa yang ingin Prof Kang ungkapkan? Pemuda itu menjawab tidak, tapi Prof Kang bilang kalau berita itu bisa menjungkir balikkan dunia ini.
Bang Jin heran dan pemuda itu berkata kalau Prof Kang bilang Goliath akan jatuh dan David akan menang.

Bang Jin malah mengira kalau Prof Kang mengadakan pertemuan yang mengkultuskan agama. Pemuda itu langsung membantah dan berkata bukan. Pertemuan itu untuk meluruskan ketidak adilan dalam sejarah Korea.

Polisi berjaket hitam berjalan tergopoh-gopoh dan berkata kalau dia sudah tahu siapa yang Prof Kang temui terakhir kali.
Polisi itu membisikkan pada Bang Jin kalau Prof kang menemui seorang konglomerat.



Young Man berada di tempat terakhir dia semalam. Dia mengepalkan tangannya. Saat berbalik akan pergi, Young Man berhenti karena mendengar suara pagar yang terbuka. Ternyata ada seorang wanita yang melihat Young Man.



Young Man sepertinya ada dimana tempat abu istrinya ditaburkan. Dia membawa seikat bunga dengan perasaan sedih.



Terlihat Yi Soo berlari-lari ketempat ayahnya berada. Namun, dia hanya menemukan karangan bunga disana.



Hari sudah malam, dan terlihat Young Man menelpon di telepon umum. Young Man berkata mungkin dia bisa menipu orang lain, tapi dia tidak akan pernah bisa menipu dirinya sendiri. Ini akan menjadi seperti neraka baginya, karena hidup dengan rasa bersalah. Jadi dia berniat mengakui kebenarannya pada polisi. Sepertinya orang yang Young Man hubungi adalah Jo Sang Deuk. Young Man meminta maaf pada Sang Deuk.

Diseberang sana, Sang Deuk hanya menjawab kalau dia mengerti. Dia sudah mengira kalau Young Man akan berubah fikiran. Seseorang dengan karakter seperti Young Man mungkin bisa melakukan hal yang baik.
Young Man hanya meminta maaf, dan berjanji tidak akan pernah mengungkap isi dalam dokumen itu. Sang Deuk menjawab jangan khawatirkan hal itu, karena semua juga tidak benar.
Semua itu hanya kebohongan yang dibuat oleh sejarahwan yang membenci pahlawan korea masa lalu. (Sang Deuk kah pahlawan itu? Aku benar-benar penasaran)



Di kediaman rumah Yi Soo, terdengar telepon berdering, Yi Hyun berniat mengangkatnya, namun Yi Soo datang dan cepat-cepat berkata pada adiknya kalau dia yang akan mengangkat telepon itu.
Ternyata telepon dari Young Man. Yi Soo lega mendengar suara ayahnya. Young Man bertanya apa Yi Soo sudah makan malam? Bagaimana dengan Yi Hyun?

Yi Soo bertanya dimana ayahnya? Dia akan menyusul kesana sekarang. Young Man hanya berkata maaf pada putranya itu. Yi Soo menjawab kalau dia yakin bukan ayah pelakunya. Young Man bertanya apa polisi sudah datang?
Yi Soo malah balik bertanya, kenapa ayahnya bernbiat menangung kesalahan orang lain?

Young Man menjawab kalau bukan seperti itu. Yi Soo tidak peduli, dan bertanya sekali lagi, ayahnya dimana, dia akan menemui dan bicara dengan ayahnya.
Young Man hanya menjawab kalau hari ini dia sangat bahagia, karena merasa telah diampuni.
Sepertinya Yi Soo ga tahu kalau ayahnya mengakui kesalahan lain yang bukan soal tabrak lari..

Yi Soo bertanya apa maksud ayahnya? Young Man berjanji akan memberitahu semuanya pada Yi Soo, tapi tidak sekarang. Nanti.
Yi Soo bertanya apa yang ayahnya pikirkan? Young Man menjawab kalau dia akan menyerahkan diri.
Yi Soo bertanya kenapa? Ayahnya kan tidak bersalah?
Young Man menjelaskan kalau sebenarnya dia sudah memiliki keberanian untuk mengatakan yang yang sesungguhnya. Saat dia berfikir betapa Yi Soo dan Yi Hyun akan terluka, dia merasa sangat menyesal, dan hatinya pun terluka. Tapi, dia ingin mengurangi sedikit rasa malunya sebagai seorang ayah. Yi Soo masih meminta agar bisa bertemu dan bicara langsung dengan ayahnya.
Young Man hanya meminta agar Yi Soo merawat adiknya dengan baik.
Setelah itu Young Man menutup teleponnya.
Yi Soo memanggil-manggil ayahnya. Namun sudah tidak ada jawaban.
Yi Hyun yang sedari tadi diam, bertanya ada apa? Apa ayah mereka dalam masalah? Yi Soo tidak mampu menjelaskan.



Yi Soo berlari sekuat tenaga tanpa peduli ada polisi lagi di sekitar rumah Hae Woo. Dia hanya ingin bertemu ayahnya, mendengar yang sebenarnya.
ByUn Bang Jin yang menangani kasus kematian Prof Kang, hanya memandang aneh saat melihat Yi Soo berlari.



Sang Deuk menemui kedua polisi itu di rumahnya. Sang Deuk menjelaskan kalau dia penasaran dnegan Prof Kang karena melihatnya begitu semangat dalam meluruskan catatan gerakan masa kemerdekaan Korea. Bang Jin bertanya apa Prof Kang membicarakan masalah yang lain dengan Sang Deuk? Sang Deuk menjawab sambil terus serius dengan permainan otellonya, kalau semalam dia tidak membicarakan hal lain selain penelitian dengan Prof Kang.

Bang Jin meminta ijin untuk bertemu dengan supir yang mengantar Prof Kang semalam? Saat itulah Sang Deuk sedikit terkejut, dan berhenti sejenak dari permainannya.
Dia menatap polisi yang berkata kalau supir itulah yang terakhir melihat korban.
Sang Deuk menjawab kalau Young Man cuti hari ini karena alasan pribadi.
Bang Jin bertanya lagi, apa Sang Deuk tahu apa alasan pribadi cuti supir itu? Sang Deuk menjawab karena itu urusan pribadi, jadi mana mungkin dia akan menanyakannya.



Young Man terlihat sedang ada di trotoar jalan. Mobil berlalu lalang di depannya. Dia berniat menyeberang. Di seberang sana kantor polisi dan Young Man memandang tempat itu, dia benar-benar bertekad. Dia memandang langit dan terlihat purnama yang indah, dia merasa mungkin ini terakhir kalinya dia melihat purnama itu.



Saat Traffic Light sudah berubah untuk pejalan kaki, Young Man melangkah keseberang. Tepat diseberang ada seorang pria tua bertopi dan memakai tongkat yang sebentar lagi akan berpapasan dengan Young Man. Pria tua itu menggenggam pena beracun di tangannya yang tidak memegang tongkat. Menggenggamnya erat.
Saat jarak mereka sudah dekat, pria tua itu langsung menusukkan pena beracun pada kaki Young Man. Menusukkannya dengan kuat.



Young Man mengernyit menahan sakit, dan menoleh ke belakang, memandang pria tua bertopi itu. Sedetik kemudian tubuhnya merasa sangat lemah, dan seolah akan jatuh ke jalan. Benar saja, tubuh Young Man jatuh terduduk. Dia merasa tidak akan mampu mencapai kantor polisi itu, sehingga hanya memandangnya dari tempatnya. Dia benar-benar sedih.



Lalu tubuh Young Man ambruk seketika. Saat masih setengah sadar, Young Man melihat anaknya diseberang jalan.
Yi Soo berlari saat tahu ayahnya terkapar di jalan. Dia bahkan berteriak memanggi ayahnya.



Scene beralih, ke tempat abu ibu Yi Soo ditaburkan. Sepertinya disitu juga tempat disemayamkannya abu ayah Yi Soo. Disana terlihat ada Joon Young, Hae Woo, dan Dong Soo serta Nyonya Park dan Yi Hyun. Yi Hyun menahan tangis atas kematian ayahnya. Sekarang dia yatim piatu, padahal dia masih kecil.



Yi Soo melangkah masuk ke dalam danau. Hae Woo terkejut melihatnya. Yi Soo seolah tidak sadar terus berjalan ketengah. Tanpa berfikir Hae Woo mengikuti Yi Soo untuk menghentikannya, dan Joon Young serta Dong Soo berlari juga mendekati mereka.



Hae Woo berhasil memegang lengan Yi Soo, dan berkata jangan melakukan ini. Dong Soo dan Joon Young juga meminta agar Yi Soo sadar. Yi Soo berteriak, dan menepis tangan mereka. Hae Woo meminta agar Yi Soo menenangkan dirinya. Mereka bertiga mencoba menyeret Yi Soo ke tepi.



Yang lain sudah pergi, tinggal Yi Soo dan Hae Woo yang berada jauh memandang Yi Soo. Hae Woo sedih melihat Yi Soo dalam keadaan seperti ini. Yi Soo geram sekali, dan mengepalkan tangannya. Dia seolah penuh dendam. Berniat membalas kematian ayahnya yang tidak wajar.



Di rumahnya, Yi Soo duduk bersama Yi Hyun. Ada sebuah kotak di depan mereka, dan Yi Hyun berkata kalau itu adalah milik ayah mereka. Dia bilang kalau detektif yang membawanya.
Yi Soo mencoba membuka kotak itu, dan melihat isi di dalamnya.



Yi Soo mengeluarkan isinya. Dompet adalah benda pertama yang dia ambil. Yi Soo membuka dompet itu, dan melihat ada foto keluarga mereka di dalamnya.
Yi Soo menahan tangis melihat itu.



Benda kedua dalam plastik yang Yi Soo ambil ada bungkus rokok. Yi Soo teringat kalau ayahnya tidak merokok, jadi bagaimana mungkin ini milik ayahnya.
Yi Hyun dengan hati-hati memanggil kakaknya.
Yi Soo hanya meminta agar Yi Hyun menunggunya sebentar. Dia ingin ke kamar.
Di dalam kamar, Yi Soo menangis sepuasnya. Dia menangis sambil tetap memegang bungkus rokok itu.



Sementara itu di lain tempat, Hae Woo terlihat sibuk membuat sesuatu. Dia sedang membuat ukiran, dan serius mengerjakannya. Hae Woo membuatnya dengan air mata.



Jung Man Chul dan Byun Bang Jin sedang bersama. Man Chul berkata kalau pembunuh Young Man menyuntiknya dengan racun, dan racun itu menyebar cepat sehingga tidak butuh lama untuk sampai dia terkena serangan jantung. Bang Jin berkata kalau pasti orang professional yang mampu melakukannya. Bang Jin bertanya apa Man Chul punya bukti kuat kalau Young Man lah pelaku tabrak lari itu? Man Chul tertawa dan menjawab kalau Young Man sendiri yang mengaku. Apa ada bukti lain yang Bang Jin butuhkan? Bang Jin menjawab kalau dia tidak ingin ikut campur dalam kasus yang sudah ditutup. Tapi menurutnya fakta diulapangan tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

Man Chul bertanya fakta apa? Bang Jin menjelaskan, kalau hasil penyelidikan menunjukkan Han Young Man terlibat kecelakaan saat mengantar Prof Kang Hee Soo.
Tapi lokasi kejadiannya tidak berada diantara rumah Prof Kang dan Jo Sang Deuk.
Man Chul sedikit terkejut mengetahui kalau ini akan ketahuan, jika Bang Jin berniat menelusirinya.

Man Chul menutupinya dengan tertawa dan bertanya apa setelah pulang kerja, Bang Jin langsung pulang ke rumah? Mungkin Young Man juga seperti itu. Bang Jin tersenyum dan berkata meminta ijin agar dapat melihat hasil otopsi Young Man dan kasus tabrak lari ini. Dia ingin memverifikasinya

Man Chul menolak secara halus dengan berkata kalau dia adalah ketua tim Investigasi. Bang Jin menjawab kalau ini juga kasusnya, jadi dia juga boleh dong tahu. Han Young Man adalah orang terakhir yang melihat Prof itu. Dengan kata lain, Han Young Man merupakan saksi untuk kasusnya.

Dengan santai Man Chul menjawab kalau Bang Jin berarti sudah kehilangan satu saksi. Tapi kasus yang dia tangani berubah dari tabrak lari biasa menjadi kasus pembunuhan. Dia merasa sudah cukup lelah dan lebih baik Bang Jin urus saja pekerjaannya sendiri.
Man Chul meninggalkan Bang Jin yang menatap kepergiannya dengan sedikit aneh. Curigakah dia?



Sang Deuk meminta Yi Soo untuk tinggal saja di rumah ini, selama Yi Soo mau. Eui Sun yang juga ada disana, terlihat tidak suka dan akan protes. Sang Deuk berkata kalau dia sudah menganggap Yi Soo dan Yi Hyun sebagai cucunya sendiri. Yi Soo menjawab kalau dia tahu itu. Ayahnya juga berterima kasih atas apa yang sudah Sang Deuk lakukan. Sang Deuk meminta agar Yi Soo melupakan semua kenangan yang menyakitkan, walau memang tidak mudah, dan belajarlah dengan keras.
Yi Soo menjawab kalau dia mana mungkin bisa melupakannya. Ayahnya dibunuh karena alasan yang tidak jelas. Sampai detik ini bahkan tidak ada yang ditangkap, dan tidak ada saksi. Yi Soo rasa polisi akan menandai kasus ini sebagai kasus yang tidak terpecahkan dan melupakannya. Terlebih lagi ayahnya meninggal sebagai orang yang dikambing hitamkan atas kasus tabrak lari yang tidak dia lakukan.



Eui Sun bertanya apa maksudnya kambing hitam? Yi Soo menatap tajam pada Eui Sun. Yi Soo menjawab tegas, ayahnya disalahkan atas hal yang tidak dia lakukan.
Hae Woo yang akan turun kebawah, terkejut mendengar Yi Soo berkata itu. Sang Deuk berkata kalau ayah Yi Soo sudah mengakuinya, jadi kenapa Yi Soo menyimpulkan demikian? Dengan masih menatap tajam pada Eui Sun, Yi Soo menjawab kalau dia yakin ayahnya tidak punya pilihan lain untuk mengakui hal itu.
Hae Woo tahu arah pandangan mata Yi Soo tertuju pada ayahnya. Mata yang penuh dengan amarah.

Eui Sun mencoba menasihati Yi Soo untuk tidak ikut campur untuk kasus seperti ini dan fokus saja pada sekolah. Apartemen sudah disiapkan, jadi Yi Soo bisa segera pindah.
Yi Soo tegas menolak itu. Dia akan pindah setelah menemukan tempat yang baru.
Yi Soo beralih menatap Sang Deuk, dan meminta maaf karena tidak bisa memenuhi keinginan Sang Deuk, agar dia tetap tinggal di rumah ini. Sang Deuk menjawa tidak apa-apa. Yang terpenting Yi Soo merasa nyaman. Jika suatu saat Yi Soo butuh bantuan, jangan ragu menemuinya.



Saat Yi Soo akan pergi, dan Sang Deuk sudah meninggalkan tempat. Eui Sun bergugam bajingan sombong pada Yi Soo. Yi Soo yang mendengarnya langsung menoleh pada Eui Sun. Tanpa takut menatapnya.
Hae Woo tahu keadaan akan bertambah buruk, segera turun dari tangga. Tapi kemudian dia berhenti saat mendengar nasihat ayahnya. Demi ayah Yi Soo, lebih baik Yi Soo tidak buang-buang waktu dengan semua omong kosong itu. Fokus saja pada sekolah.
Yi Soo dengan tegas menjawab kalau dia akan melakukan apa yang harus dia lakukan, demi ayahnya.

Eui Sun tersenyum dan bertanya memangnya Yi Soo bisa? Yi Soo mantap menjawab kalau dia pasti bisa.
Eui Sun bertanya apa itu maksudnya Yi Soo akan melakukan apa saja? Yi Soo menjawab kalau dia akan menempuh jalan yang dia anggap benar. “Dan mulai sekarang, aku tak akan mudah terancam atau dipandang rendah oleh siapapun”



Yi Soo memasang spanduk yang bertuliskan kalau dia mencari saksi untuk kasus ayahnya. Kasus tabrak lari. Joon Young datang dan membantu Yi Soo untuk mengikat spanduk itu di batang pohon. Yi Soo tersenyum karena Joon Young mau membantunya.
Saat itulah sang anak laki-laki yang merupakan saksi melihat spanduk Yi Soo. Dia melihat dari atas rumahnya.



Yi Soo masuk ke sebuah ruang yang penuh lukisan dan ada Hae Woo juga di dalamnya. Yi Soo melihat lukisan yang Hae Woo pandang dan berkata “Chagall”
Hae Woo berkata apa Yi Soo tahu? Yi Soo menjawab kalau Hae Woo selalu membaca buku tentang itu, walapun tertidur akhirnya. Hae Woo tersenyum malu dan berkata kalau lukisan itu adalah Orpheus Chagall. Hae Woo menjelaskan “Orpheus adalah seorang pria yang mempertaruhkan nyawanya dan pergi kedunia aam bawah untuk mencari istrinya”
Hae Woo menambahkan kalau seperti itulah pria idamannya.

Yi Soo bertanya apa Orpheus berhasil menemukan istrinya? Hae Woo membenarkan. “Tapi karena tidak mematuhi perintah para dewa, dia akhirnya kehilangan istrinya”

Yi Soo memandang Hae Woo dan bertanya perintah seperti apa?
Hae Woo menjawab “Untuk tidak melihat istrinya kembali sampai dia meninggalkan dunia alam bawah. Pada akhirnya Orpheus tidak pernah bersatu demngan istrinya, dan dia mati karena merindukannya”

(Semoga Yi Soo tidak berakhir seperti arti dari lukisan itu. Dimana judul lain dari Shark, adalah Don’t Look Back : The Legend Of Orpheus)



Yi Soo berkata kalau lukisan ini memberikan energy positif. Hae Woo menjawab karena itulah dia menyukai lukisan ini. “Menggambarkan legenda sedih dengan cara yang bahagia”

Mereka saling memandang, dan Yi Soo berkata Hae Woo juga bisa kan melakukannya? Hae Woo bingung dan bertanya melakukan apa?

“Jika sesuatu yang menyedihkan terjadi padamu..kau masih bisa mengatasi itu kan?”

Hae Woo heran kenapa Yi Soo tiba-tiba menanyakannya?

“Perjalananku dalam mencari kebenaran, mungkin..”

“Mungkin apa?”

Yi Soo terdiam tak mampu menjawab, dia hanya berbalik membelakangi Hae Woo dan berkata kalau dia nantinya akan pergi ke sekolah hukum. Yi Soo kembali memandang Hae Woo, dan melanjutkan kalau dia akan menjadi jaksa. Dia akan menemukan orang yang membunuh ayahnya, dan membuat penjahat itu membayar semua kejahatannya.



Hae Woo tersenyum mendekat, dia mengulurkan tangannya yang berisi ukiran hiu. Ukiran yang dia buat sendiri dengan bersusah payah.
Yi Soo bertanya apa ini? Hae Woo menjawab kalau ini adalah hadiah. Dia mengukirnya sendiri.
Yi Soo mungkin tak bisa melihatnya, tapi dia sudah memberi kantung renang untuk Hiu itu. Jadi hiu itu bisa bernafas dengan nyaman setiap dia ingin melakukannya.



Yi Soo yang terpana, hanya diam, dan Hae Woo langsung memegang tangan Yi Soo agar menerima hadiahnya. Terlihatlah tangan Hae Woo yang luka-luka karena membuat ukiran Hiu itu.



Yi Soo kembali ke lokasi tabrak lari, dan mengencangkan spanduknya. Datanglah seorang kakek membawa anak kecil yang merupakan saksi itu. Kakek itu berkata kalau cucu laki-lakinya ini selalu mengatakan hal-hal yang aneh.
Anak laki-laki itu berkata pada Yi Soo kalau dia melihatnya.



Byun Bang Jin mendengar suara Yi Soo yang berteriak dan berkata kalau pelakunya bukan ayahnya. Dia berkata kalau orang yang dilihat anak kecil itu bukan ayahnya. Yi Soo menjelaskan kalau malam itu ayahnya tidak memakai dasi, tapi setelan jas. Tapi anak kecil itu bilang, pelakunya bahkan tidak memakai jas. Dan anak itu juga melihat jam tangan jatuh dari pergelangan tangan si pelaku. Sebuah jam tangan berkilau, sedang punya ayahnya adalah jam tangan kulit, dan saat itu bahkan ayahnya tidak memakai jam tangan.



Man Chul yang memang sudah tahu dengan santai bertanya lalu bagaimana? Yi Soo hanya berkata kalau itu tandanya bukan ayahnya yang harus bertanggung jawab terhadap kasus tabrak lari ini. Yi Soo meminta agar Man Chul menemui saksi itu dan bertanya langsung padanya.
Man Chul beralih ke rekannya yang dipanggil detektif Oh, dan bertanya apa rekannya sudah memeriksa TKP?
Detektif Oh menjawab kalau dia sudah memeriksa, dan tidak ditemukan jam tangan di lokasi.
Man Chul beralih menatap Yi Soo, dan bertanya Yi Soo sudah mendengarnya kan? Yi Soo beralasan kalau bisa saja ada orang yang mengambilnya.
Yang paling penting anak kecil itu bilang, kalau bukan ayahnya pelaku tabrak lari itu.

Man Chul bertanya bagaimana bisa kata anak berumur 7 tahun bisa dipercaya? Bahkan orang dewasa saja bisa kesulitan untuk membedakan orang di malam hari, apalagi anak kecil. Jika itu sesuatu yang mengkilap, mungkin pecahan kaca.



Bang Jin masih melihat dari tempatnya kegigihan Yi Soo membela ayahnya. Yi Soo berkata gusar kalau anak itu melihat sesuatu jatuh di pergelangan tangan pengemudi. Man Chul kesal, dan bertanya kenapa seorang anak kecil keluar pada jam-jam seperti itu? Bukankah itu sangat aneh?
Yi Soo kembali mencoba membantah, tapi Man Chul Langsung memotong dan berkata kalau kesaksian anak 7 tahun tidak bisa dianggap bukti. Apa Yi Soo tidak bisa juga mengerti.

Yi Soo menjawab dengan kesal, kalau anak kecil tidak pernah berbohong, maka dari itu Man Chul harus bertemu anak itu. Hanya bertemu dan mendengarkan apa yang anak itu bilang, bukan hal yang sulit kan?
Man Chul menjawab kalau penyelidikannya sudah berakhir.
Yi Soo mulai putus asa dan berkata apa berarti Man Chul tidak akan menemui anak itu?
Yi Soo bertanya apa Man Chul ini benar-benar seorang detektif? Man Chul tidak paham maksudnya. Yi Soo menambahkan kalau seorang deketktif itu harusnya menyelidiki dengan benar. Byun Bang Jin sudah berdiri hampir dekat dengan mereka dan hanya melihatnya saja dari tempatnya.

Man Chul yang kesal dikatan seperti itu, berniat menghajar Yi Soo, tapi rekannya langsung menahan dan menyuruh Man Chul untuk tenang. Man Chul menyuruh Yi Soo segera pergi.
Tapi Yi Soo sudah tidak tahan, dia langsung menghajar Man Chul. Keributan pun terjadi di kantor polisi itu.
Rekan Man Chul mencoba memegangi Yi Soo yang memang sedang kalap saat itu.



Sementara itu disaat yang sama, di sebuah tempat, ada acara yang akan dihadiri oleh Jo Sang Deuk sebagai pembicara.
Sang Deuk berkata “Keadilan tidak dilakukan dengan kata-kata maupun pikiran, tapi ditentukan oleh tindakanmu saat ini, dan kau harus aktif melakukannya. Menurutku, keadilan adalah merefleksikan pada diri sendiri, dan diawali dengan melihat masa lalumu. Jika hanya bergerak maju, tanpa melihat ke belakang. Masyarakat akan menderita”



Byun Bang Jin mendekati Yi Soo, dan menamparnya dengan keras, disaat bersamaan masih terdengar ceramah Sang Deuk “Masih banyak orang yang menderita karena masa lalunya. Jika kita tidak ingin penderitaan itu berlanjut, kita harus memperbaiki kesalahan masa lalu, dan memilih jalan yang benar”

Sang Deuk berpesan untuk mereka yang datang mendengarkannya agar semua bisa berperan aktif dalam menegakkan keadilan. “Kau harus merenungi hidupmu, dan jalani setiap waktumu dengan memiliki rasa keadilan. Saat kita semua benar dan adil, masyarakat kita bisa menjadi lebih baik”

Para audien bertepuk tangan saat Sang Deuk mengakhiri ceramahnya. Hal yang bertolak belakang 180 derajat dengan apa yang terjadi di kehidupannya. Kelakuan dan kejahatannya yang begitu kontras dengan makna keadilan yang dia serukan.
Sang Deuk tersenyum melihat antusiasme yang hadir dengan kata-kata bijak yang dia ungkapkan.



Yi Hyun sedang belajar ditemani kotak musik kenangan terakhir ayahnya. Yi Soo sepertinya belum pulang.
Dia memutar kotak musik itu, agar alunan nadanya bisa terdengar. Saat Hello Kitty di kotak musik itu sudah berputar, Yi Hyun melanjutkan kembali belajarnya. Namun, tiba-tiba musiknya berhenti, membuat Yi Hyun heran.
Dia mencoba melihat apa yang terjadi pada music box nya itu.
Yi Hyun kesusahan membuka bagian belakang kotak music itu, dia semakin heran tentu saja. Masih berupaya dan tetap tanpa hasil.

Akhirnya Yi Hyun membongkar kotak musiknya, untuk melihat apa yang terjadi. Saat Yi Hyun membuka bagian dalam kotak itu, dia melihat sebuah kunci. Kunci dengan nomer 22.


Tidak ada komentar :

Poskan Komentar