Selasa, 12 November 2013

Drama Korea That Winter The Wind Blos Episode 7 Part 1


 photo w7-1_zps6c2c15db.jpg
Oh Soo masuk ke kamar Young dan dengan cepat menurunkan lukisan di dinding. Ia menggunakan stetoskop untuk mendengarkan bunyi kunci brankas. Begitu berhasil, ia membukanya dan melihat isi brankas milik Young. Ada dokumen dan juga emas batangan. Namun ia dikagetkan dengan suara pelayan yang bicara pada nyonya Wang, menanyakan apakah ia harus menyiapkan makan malam.

 photo w7-2_zpsca8e86d0.jpg
Young dan nyonya Wang pulang lebih awal karena acara pertemuan keluarga batal.
Soo dengan cepat memasang kembali lukisan dan saat nyonya Wang membuka pintu, ia bersembunyi disana. Nyonya Wang membantu Young tiduran dan menyadari ada seseorang di balik pintu. Ia membukanya dan melihat Soo disana.
Young bertanya apa mungkin oppa-nya datang.
Wajah Soo mulai khawatir. Ia menatap nyonya Wang.
Nyonya Wang berkata tidak, kenapa Young berfikir begitu.
Young mengatakan ia mencium bau oppa-nya. Nyonya Wang masih menatap tajam ke arah Soo dan berkata, mungkin saja dia tadi datang ke kamar Young.
Young mengerti dan kembali tidur. Nyonya Wang mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu. Ia memperlihatkannya pada Soo, ia menyuruh Soo pergi perlahan setelah ia memasang musik agar Young tidak tahu. Soo mengerti.
Nyonya Wang memutar musik dan Soo perlahan keluar dari kamar tanpa menimbulkan suara.


 photo w7-3_zpsa5b3d878.jpg
Nyonya Wang kemudian mendekati lukisan dan bertanya-tanya apa yang dicari Soo. Menurutku dia tidak tahu kalau ada brankas disana. Tapi nyonya Wang melihat ada sesuatu di balik lukisan itu.

 photo w7-4_zps08b2b35f.jpg
Soo di kamarnya menyimpan stetoskop dalam laci saat nyonya Wang masuk ke kamar. Soo panik dan berusaha tidak terlihat panik. Nyonya Wang tersenyum dan mengatakan kalau mereka harus bicara.

 photo w7-5_zps3dee8378.jpg
Jin Sung dan Hee Sun melakukan perannya pula. Mereka membawa barang yang harus di bawa saat melarikan diri dan tergesa-gesa meninggalkan rumah. Koper Hee Sun  jatuh saat menuruni tangga dan barang-barangnya berserakan, Hee Sun mengkhawatirkan bonekanya. Jin sung kesal, kenapa Hee Sun harus membawa boneka saat mereka kabur. Hee Sun berteriak kalau itu boneka pemberian kakaknya saat ia masih kecil, jadi ia tak bisa meninggalkannya. Mereka dengan cepat memasukkannya ke dalam koper. Tapi kemudian Jin Sung di kagetkan dengan pesan masuk ke ponselnya.
Jin Sung terkejut, pesan itu dari Soo. Hee Sun mengambil ponselnya dan membaca pesannya. Soo mengatakan kalau ia ketahuan dan minta mereka jangan menghubunginya.


 photo w7-6_zpse55b165f.jpg
Soo dan nyonya Wang minum teh berdua. Soo mungkin bisa menyembunyikan kepanikannya dengan wajahnya, tapi tidak dengan tangannya yang bergetar. Ia bahkan tidak bisa mengngkat gelas teh-nya saking khawatir. Nyonya Wang memperhatikannya.
Tapi Soo berusaha tenang dan tenang. Ia mulai mengangkat gelasnya lagi dan mulai teringat rekaman video Young kecil yang menceritakan tentang Nyonya Wang yang tidak membawanya kerumah sakit. Soo mulai mendapatkan ide dan mengajak nyonya Wang bicara. Nyonya Wang berkata kalau Soo yang seharusnya mulai bicara. Ia bertanya alasan Soo ke kamar Young.
Soo dengan tenang menjawab kalau ia membutuhkan diary Young.
Nyonya Wang berkata kalau Soo bahkan tak bisa membaca diary dengan huruf braile, kenapa harus mencarinya.
Soo berkata ia bisa menerjemahkannya dan ia juga penasaran dengan siapa nyonya Wang sebenranya.
Nyonya Wang tampak tersinggung.


 photo w7-7_zps3f74b2f0.jpg
Soo kembali mengalihkan pembicaraan dan bertanya dengan menatap nyonya Wang, Apa benar mata Young tidak bisa di sembuhkan? apa kau yakin, kau tidak mencegah agar matanya disembuhkan?
Nyonya Wang bertanya apa maksud Soo.
Soo kembali bicara, Jika tidak di Korea, ada Amerika maupun Jepang Uang adalah satu-satunya yang dimiliki PL Group. Jika kau berusaha cukup keras, tidakkah kau berpikir matanya bisa disembuhkan?
Nyonya Wang tersenyum. Ia mulai bicara, Kudengar kau membutuhkan 78 Milyar Won. Mi Ra yang memberitahuku. Uang yang kau butuhkan 78 Milyar Won. Kudengar kau berdebat dengan Young karena itu. Jika aku memberikanmu uang itu sekarang. Jika aku memberikanmu uang itu sekarang, dan memintamu untuk segera meninggalkan Young, lalu apa pilihanmu?
Soo menatap nyonya Wang.


 photo w7-8_zps12f3dafd.jpg
Young panik di kamarnya. Ia terlihat kesakitan meskipun ia tidak berteriak kesakitan. Ia berjalan kesana kemari dan menjatuhkan semua yang ada di meja. Wajahnya pucat, keringatan dan hampir menangis. Ia teriangat mengenai Jimat milik Soo yang akan memberikan rasa damai saat kematian. Young panik dan mencarinya, di meja, laci dan lemari. akhirnya ia menemukan jimat itu. Ia menggenggamnya dan masih ngos-ngosan. Ia menutup matanya dan terlihat sangat menderita.

 photo w7-9_zps3f19a3a9.jpg
Kembali ke kesepakatan nyonya Wang dan Soo. Nyonya Wang bertanya lagi mengenai penawarannya. Mereka berdua saling menatap satu sama lain, cukup lama. Soo perlahan tersenyum dan berkata ia akan menganggap tidak pernah mendengarkan hal itu.
Nyonya Wang bertanya lagi, Bahkan jika sekarang aku memberimu 78 milyar won, kau tidak mau pergi?
Soo tersenyum. Dengan yakin ia menjawab, Aku punya wasiatnya Young. Jika aku lebih peduli pada uang daripada Young, ada banyak hal yang bisa kulakukan. Menawarkan aku uang kupikir itu kesalahan. Disaat aku mendengarnya, aku mulai serius mencurigaimu. Kau boleh memberitahu Young kalau aku ada di kamarnya. Dan juga hingga di hari aku pergi, aku akan serius mempertanyakan ketulusanmu.
Nyonya Wang tersenyum. Lalu kemudian pelayan mengetuk pintu dan mengatakan pada nyonya Wang kalau pihak bank terus menelpon menanyakan kapan nyonya Wang akan memindahkan lokasi brankas.


 photo w7-9_zps3f19a3a9.jpg
Wajah Soo tampak tidak tenang. Ia berusaha menenangkan pikiran dengan minum teh. Nyonya Wang berkata Soo bisa melakukan seperti yang ia inginkan, mencurigainya. Tapi ia juga akan terus mengawasi Soo apa benar Soo datang demi kebaikan Young.
Soo setuju saja, dan mengatakan kalau ia harus pergi karena ada janji.
Soo akan pergi dan masih dekat pintu saat Nyonya Wang menelpon pengacara Jang, mengatakan kalau ia harus bertemu dengannya. Soo mendengarkan hal itu lalu pergi. Sementara nyonya Wang tampak merencanakan sesuatu.


 photo w7-11_zps107e5e8b.jpg
Soo bertemu dengan Hee Sun dan Jin Sung. Jin Sung kesal karena Soo tidak menerima penawaran nyonya Wang yang ingin memberinya uang. Jin Sung mengeluakan ponselnya dan meminta nomor telpon nyonya Wang.
Soo dengan tenang menjawab kalau itu adalah jebakan. Jin Sung tidak mengerti dan hee sun memukul kepala Jin Sung. Hee Sun berkata itu sebabnya ia tak tertarik pada Jin Sung. Kau pikir Soo begitu lugu? Dia itu palsu. Jika dia mengambil uang yang ditawarkan padanya, maka Sekretaris Wang akan curiga kalau dia menukar identitas dengan Oppa Young yang asli. Lupakan soal uangnya, dia akan menelepon polisi. Kau bodoh ya.
Jin Sung menggaruk-garuk kepalanya dan mulai berfikir lagi apa yang harus mereka lakukan, karena So Ra juga sedang mencari Soo.
Soo kemudian mengatakan kalau mereka harus mengubah rencana dan mengancam nyonya Wang.


 photo w7-70_zps186c5b1c.jpg
Jin Sung bertanya-tanya, mengancam bagaimana, ancaman apa?
Hee Sun berfikir dan menemukan jawabannya, Kesaksian masa kecil Young yang kita lihat di ruang rahasia. Bahwa Sekretaris Wang tidak membawanya ke rumah sakit.
Soo meneruskan, Dia hanya seorang sekretaris jadi bagaimana dia bisa mendapatkan 78 Milyar Won?
Hee Sun melanjutkan, Pengakuan bahwa dia menggunakan uangnya Young sebagai uangnya sendiri?
Jin Sung ikutan menuangkan ide, Dia menginginkan Young menikahi Myung Ho, meskipun Myung Ho punya pacar. Mereka di tim yang sama?
Dan Hee Sun kembali meneruskan dugaannya, Aku tahu apa yang kau lakukan 21 tahun yang lalu. Kau mencoba mengambil alih PL Group. Karena itu, lebih baik kau memberiku 78 Milyar Won. Bukan, 100 Milyar won.


 photo w7-12_zps7e83299c.jpg
Jin Sung gemas dengan kepintaran Hee Sun, Ia memeluk kepala Hee Sun dan menciumnya. Hhehehhehhehe. Ia juga berkata pada Hee Sun agar mengakhiri otak jahatnya untuk menyelamatkan Soo. Demi hidup mereka yang lebih baik.
Hee Sun tersenyum sambil bicara -yang mengingatkanku pada Shi Won^^-, Yah, aku juga berpikir untuk hidup yang lebih baik.  Aku akan mengancam si jahat Sekretaris Wang, bukannya si Young yang tak bersalah.
Jin Sung sendiri lebih memikirkan resiko yang akan mereka hadapi, bagaimana jika nyonya Wang tahu identitas asli Soo sebelum mereka sempat mengancam.
Soo hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia harus mengalahkannya sebelum ketahuan. Aku akan keras padanya, jadi dia tak bisa melakukan apapun.Karena dia tak punya bukti. Kau dan Hee Sun harus terus ikuti Lee Myung Ho.
Jin SUng dan Hee Sun mengangguk setuju. Jin Sung bertanya lalu apa yang akan dilakukan Soo?
Soo berkata ia harus mencari bukti mengenai nyonya Wang.
-Grup ini malah jadi penyelamat Oh Young secara perlahan, padahal awalnya kan hanya pengin uang Oh Young ^^-


 photo w7-13_zps43deb1de.jpg
Hee Sun bertopang dagu di meja. Soo tersenyum dan berdiri mengambil jaketnya. Sebelum pergi ia mengacak-acak rambut Hee Sun. KYAAAAAAAAAAAAAAAAA. Dan meninggalkan senyuman semanis madu -Hm :) :) :)
Hee Sun kemudian melirik ke depan dan ponsel Soo tertinggal di meja. Hee Sun mengambilnya dan mendekatkan padanya.
Soo diluar sadar ponselnya ketinggalan. Ia kembali ke cafe dan meminta ponselnya pada Hee Sun, Hee Sun akan mengembalikan, tapi menariknya kembali, memberikan aba-aba pada Jin Sung untuk mengambilkan jaket Soo. Rupanya Soo tadi salah ambil jaket. Soo sadar dan menukarnya, ia mengulurkan tangan untuk mengambil ponselnya. Sebelum memberikannya Hee Sun berkomentar kalau Soo terlalu bersemangat. Tapi Soo mengatakan kalau ia menemukan jalan hidupnya. Soo lalu pergi.


 photo w7-14_zps4a73d2d9.jpg
Setelah Soo pergi, Hee Sun mengambil ponselnya dan menelpon Young. Ia meninggalkan pesan agar Young menelponnya karena ia ingin minta maaf.
Jin Sung kaget dan bertanya apa yang Hee Sun rencanakan. Hee Sun mengatakan kalau ia ingin tahu apa semangatnya Soo karena dia menemukan jalan hidup atau dia bersemangat karena tinggal di dekat Young. Dia ingin memastikannya.


 photo w7-16_zpsdfc4db12.jpg
Pihak bank membongkar brankas milik Young sementara nyonya Wang entah kenapa malah membereskan lukisan. Ia menyimpan kaca lukisan di dinding kedalam sebuah tas, dan meninggalkan lukisannya di dekat ruang tamu.
Soo masuk ke rumah saat nyonya Wang mendata apa saja yang ada dalam brankas tanpa memperdulikan Soo yang datang. Setelah semuanya beres ia meninggalkan ruang tamu. Soo masih di sana dan melihat lukisan di dekat bangku ruang tamu.


 photo w7-17_zpsebfa7396.jpg
Young bertemu dengan pengacara Jang dan kaget saat tahu brankas-nya dipindahkan ke bank, karena brankas itu dibuat oleh ayahnya dan sebelumnya tak ada masalah.
Pengacra Jang berkata di rumah tidak aman karena terlalu banyak orang. Young tahu kalau nyonya Wang mencurigai kakaknya. Pengacara Jang berkata kalau ia yang membawa Soo kembali, tapi untuk pertama kalinya ia merasa bahwa seharusnya ia tak membawa Soo kembali. Pengacra Jang bahkan berkata ia harap Young tidak sepenuhnya mempercayai Soo.
Young hampir menangis, Jika aku tak bisa mempercayai Oppa-ku sendiri, dan aku yang tak bisa melakukan apapun sendiri, siapa yang harus kupercayai?


 photo w7-18_zpsb2d3779b.jpg
Pengacara Jang terdiam. Mi Ra datang membawakan minuman cokelat kesukaan Young dan menunjukkan arah letak minuman itu. Young masih belum tenang, hampir menangis dan mulai berteriak, Aku tak bisa mempercayai Oppa-ku satu-satunya yang berbagi kenangan berharga denganku. Tidak juga dengan Sekretaris Wang. Dan aku tak bisa percaya padamu yang mencintai Sekretaris Wang! Bahkan temanku disini, Mi Ra juga...Aku tak bisa percaya.
Mi Ra terkejut mendengarnya.
Young meneruskan, Aku tahu Sekretaris Wang membayarmu untuk memata-matai aku. Kau mungkin tak menyukaiku karena aku mengganggumu ketika kita masih kecil. Aku mengerti. Kau miskin, jadi kau mungkin membutuhkan uang. Jangan membuat alasan. Aku sepenuhnya mengerti.
Hal itu memang benar apa ada-nya. Mi Ra yang mendengarnya segera pergi meninggalkan Young dan diperhatikan oleh Joong Tae dan isterinya.


 photo w7-19_zps7c79064f.jpg
Pengacara Wang berkata kalau pasti ada alasan kenapa Nyonya Wang mencurigai Soo. Dan ia tak bisa memberitahukan alasannya.
Young masih sedih dan menangis, Ia kembali bicara, Aku tahu pasti apa alasannya. Dia tak mau seorangpun ada di dekatku. Dengan begitu, dia bisa mengontrolku dan memilikiku.Tepat seperti ini, dia mempermainkan emosiku, membuatku kehilangan teman dan Oppa-ku satu-satunya. Pada akhirnya, hanya Sekretaris Wang yang ada disampingku. Dia ingin memenjarakanku di rumah, sama seperti dia. Dia membuatku dingin dan jahat pada semua orang. Sehingga pada akhirnya, aku akan sangat kesepian.
Young menahan tangis-nya dan meninggalkan pengacara Jang yang hanya bisa menghela nafas.


 photo w7-20_zps8288898f.jpg
Istri Jong Tae melihat hal itu dan bertanya pada suaminya, apalagi yang terjadi sekarang, tak ada satu hari pun yang tenang di rumah itu.
Joong Tae melihat pengacara Jang dan menemuinya. Ia mengatakan entah ia pantas mengatakannya atau tidak, tapi ia merasa kakak Young, Oh Soo sedikit aneh.


 photo w7-21_zps301ae359.jpg
Soo masuk ke kamar rahasia dan mengambil beberapa video untuk di tonton.
Sementara Young menangis di bangku taman dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Pengacara Jang melihat hal itu dan merasa khawatir. Lalu nyonya Wang juga datang.
Tapi Young hanya menangis sebentar, ia mengambil tongkatnya dan kembali berjalan.


 photo w7-22_zps75d7bfc3.jpg
Soo memutar beberapa video di kamar rahasia. Ia memutar video SMA Young sekarang, video bahagia. Lalu ia menemukan satu video curhatan Young lagi sambil mencoba membaca huruf braile. Young curhat sampai ia menangis, mengenai matanya yang buta.
Young berkata, Aku yakin mendengar dengan jelas. Ketika aku di rumah sakit untuk tes mata dengan Mi Ra, dokter bilang masalah mataku bukan karena tumor otak. Dokter bilang itu karena R.P (Retinitis Pigmentosa). Dokter bertanya padaku kenapa aku tidak datang lebih awal. Jika diobati lebih awal, aku takkan tinggal terkurung di dalam rumah seperti sekarang. Dia bertanya-tanya kenapa aku melakukan itu. Dokter ingin melakukan operasi. Dia bilang ada harapan. Tapi, dokter yang kutemui hari ini bersikeras kalau aku salah dengar. Tidak, aku jelas-jelas mendengar. Sekretaris Wang, aku tahu kau yang melakukan ini. Aku seharusnya tahu ketika kau yang membawaku ke rumah sakit hari ini, bukannya Mi Ra. Sekretaris Wang, maafkan aku, tapi hari ini belum berakhir. Aku tidak sendiri. Aku punya Oppa...
Soo yang mendengar hal itu terkejut mengetahuinya. Ingatannya kembali ke kejadian saat Oh mengejarnya dan tertabrak di depan matanya.


 photo w7-23_zpsb1db001a.jpg
Young menangis sangat menyedihkan dalam videonya. Young berkata, Aku punya Oppa. Bila Oppa datang, dia akan menghukummu melakukan ini padaku.
Soo juga berkaca-kaca melihat Young menangis dan mendengarkan kisahnya.
Soo tak tahan lagi dan mematikan videonya. Ia menutupi wajahnya lalu teringat lagi saat Young menangis memintanya mengatakan kalau ia bisa mempercayai Soo.
Soo menangis mengingat hal itu. Betapa menderitanya gadis seperti Young :'(


 photo w7-24_zpsd284404d.jpg
Soo masih menggalau dan mendapat telpon dari Young. Ia mencoba menenangkan hatinya baru menjawab telpon dari Young.
Young bertanya dimana kakaknya, apa masih diluar. Soo mengatakan ia masih diluar dan dalam perjalanan pulang. Soo keluar dari rumah kaca dan melihat Young dalam perjalanan menuju rumah.
Young berputar dan mengatakan ia juga ada di luar. Ia ingin menemui Soo dan bertanya kemana ia harus pergi, ke cafe Joong Tae atau ke persimpangan.
Soo menyuruhnya kembali ke rumah saja. Tapi Young bersikeras ingin bertemu Soo dan berkata ia ada di dekat cafe, di persimpangan.
Tapi tiba-tiba pelayan datang menyuruhnya masuk, Young menyuruh pelayan itu diam agar ia tak ketahuan bohong.
Soo melihatnya dan merasa tak enak hati. Ia kemudian mengatakan kalau dirinya ada di dekat persimpangan. Young tersenyum dan berkata kalau ia sudah dekat. Young kembali berjalan menjauhi rumahnya menuju perimpangan.


 photo w7-26_zpsc3244c0e.jpg
Young berjalan menuju persimpangan dan Soo mengikutinya dari belakang. Soo terus memandangi Young yang terlihat bahagia akan bertemu oppanya.
Setelah jaraknya cukup dekat, Soo mengambil jalan lain dan berlari sekuat tenaga agar sampai lebih dahulu. Sementara Young terus berjalan dengan senyuman di wajahnya.


 photo w7-28_zps03f44116.jpg
Soo tiba lebih dulu di persimpangan, tentu saja. Ia melihat Young yang sudah hampir tiba di sana.Soo tersenyum. Lalu beberapa anak lelaki yang baru pulang sekolah sedang bercanda di jalanan, mereka berjalan ke arah Young. Soo tampak khawatir dan akan memperingatkan Young, tapi Young lebih dulu menghidari mereka.
Soo lega dan tersenyum, memuji adiknya yang bisa berjalan dengan baik di malam hari.
Young tersenyum mendengar suara kakaknya. Ia mendekati Soo dan berkata kalau siang dan malam sama saja baginya.
Soo tersenyum bahagia. Dan Young tersenyum. AKKKKKKHHHH! Jo In Sung Oppa! I want You smile for me too :D


 photo w7-29_zpsebb4a35a.jpg
Pengacara Jang memasukkan tas yang berisi kaca ke dalam mobilnya dan ia masuk ke dalam mobil nyonya Wang untuk bicara. Rupanya di kaca itu ada sidik jari Soo dan nyonya Wang ingin melakukan tes sidik jari + Tes DNA ulang melalui sampel darah. WOW.
Ia meminta bantuan pengacara Jang dan mengatakan alasannya bahwa ia sudah curiga sejak awal pada Soo. Jika memang Soo adalah kakak kandung Young, maka mereka juga harus menendangnya keluar karena akan berbahaya bagi Young. Jika bukan maka mereka akan menuduh Soo telah melakukan penipuan.
Tapi pengacara Jang mengatakan kalau mereka tak bisa melakukan tes DNA tanpa persetujuan Young. Ia sudah berjanji pada mendiang presdir kalau ia akan mencari kakak Young dan juga tidak membuat Young kesepian.
Nyonya Wang menghela nafas. Pengacara Jang berkata, Tidak meninggalkan warisan apapun pada Soo adalah caranya Presiden untuk menguji ketulusan Soo pada Young.
Tapi nyonya Wang terus bersikeras, Apa lagi cara lain yang lebih baik daripada ini untuk mencari Oppa Young yang sebenarnya? Aku juga mengharapkan Young...
Tapi Pengacara Jang memotong, Kalau begitu, kau harus mendapatkan kepercayaannya Young lebih dulu. Ini pertama kalinya Young mempercayai seseorang, Sekretaris Wang. Inilah yang kita inginkan selama ini. Dia menunjukkan cinta dan menerima cinta. Dia memberikan dan menerima kepercayaan. Bahkan jika Soo datang untuk uang, kita mampu memberikan 78 Milyar Won bila dia mau. Biarkan sajalah. Meskipun Young punya Soo, kau masih punya tempat di dalam hidupnya Young
Nyonya Wang terdiam. Pengacara Jang keluar dari mobil nyonya Wang.

Myung Ho di toko sedang mnata letak item baru. Skip Skip Skip.


 photo w7-31_zps41a02dd7.jpg
Wajah Soo tampak terkejut saat Young menceritakan ia mengambil pil-nya.
Young mengatakan kalau pil itu benar-benar jimat, karena ia bisa tenang saat memeluknya siapg tadi.
Soo tetap khawatir dan meminta pil itu. Tapi Young berkata kalau Soo tidak usah khawatir, karena pil itu satu-satunya ia tak akan menyia-nyiakannya. Ia akan meminta persetujuan Soo jika akan menggunakannya.
Young mengulurkan jari kelingkingnya untuk membuat janji. Ia mengatakan jika tidak maka Soo harus tidur disampingnya.
akhirnya Soo setuju, tapi ia ingin ia yang menyimpannya. Young tersenyum dan mengatakan Soo harus memberikannya jika ia membutuhkannya.


 photo w7-32_zps107aeff5.jpg
Kemudian Young mendapat telpon dari Myung Ho. Myung Ho mengatakan ia menelpon sepanjang hari tapi Young tidak mengangkatnya. Young mengatakan ia tidur siang. Myung Ho ingin menjelaskan tentang yang dikatakan orang tuanya waktu itu, tapi Young berkata ia tak mendengar apapun. Ia malah menyuruh Myung Ho mengatur ulang pertemuan keluarga, dan ia juga minta maaf pada orang tua Myung Ho.

 photo w7-33_zps8cf0c9d4.jpg
Myung Ho masih khawatir dengan hal itu. Lalu seseorang bertanya bagaimana dan meminta Myung Ho berhenti untuk akuisisi dengan perusahaan Hyun Soo, karena itu tak akan berhasil. Wanita itu adalah sekretaris Han, yang artinya istri Myung Ho. Myung Ho menyuruh sopirnya menjelaskan pada istrinya mengenai akuisisi ini.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar