Selasa, 12 November 2013

Drama Korea That Winter The Wind Blows Episode 8 Part 1


 photo w8-1_zps3bbc53b3.jpg
Oh Soo menggendong Young yang sedang pingsan dan saat akan pergi ia melihat seseorang yang tak lain adalah Jin So Ra. So Ra menatap Oh Soo dan Oh Soo terkejut melihat So Ra disana. Oh Soo tak lama menatapnya karena seseorang datang mengatakan ambulan sudah tiba. Tanpa melirik, Oh Soo membawa Young meninggalkan So Ra yang masih terkejut bertemu Soo di sana. So Ra akan mengejarnya namun Myung Ho melihat So Ra dan memanggilnya. So Ra ragu apakah ia harus mengejar Soo atau tetap bersama Myung Ho. Namun ia memutuskan bersama Myung Ho saja. Sementara itu Hee Sun yang membuntuti Myung Ho melihat hal itu dan mulai khawatir. Ia segera menelpon Jin Sung.
 photo w8-2_zpsac73c85a.jpg
Young di bawa dalam ambulans sementara Soo mengikuti di belakang dengan mobilnya. Ada telpon dari nyonya Wang ke ponsel Young yang ada di mobil Soo. Soo melihatnya tapi terlalu mengkhawatirkan Young, jadi ia tidak mengangkat telponnya.
 photo w8-3_zps512a6bc3.jpg
Nyonya Wang di rumah kesal sekali sampai menghempaskan ponselnya ke meja -suaranya sih gitu-
Pelayan yang sedang membersihkan sofa terkejut, ia bertanya apa Young tidak menjawab telponnya. Pelayan itu mulai membicarakan Soo yang membawa Young entah kemana padahal sebentar lagi acara pembukaan dimulai.

 photo w8-4_zps99428121.jpg
Young tiba di rumah sakit dan segera di bawa ke UGD. Soo dilarang masuk dan segera pergi untuk mengisi administrasi. Ia kemudian mendapat telpon dari Jin Sung yang mengatakan kalau Myung Ho bertemu So Ra. Hee Sun mengambil ponsel dari tangan Jin Sung dan bicara pada Soo. Ia cukup kaget saat soo mengatakan ia tahu Myung Ho akan bertemu dengan So Ra. Hee Sun mulai bertanya dari mana Soo tahu, apa Soo masih berhubungan dengan So Ra.
Jin sung mengambil paksa ponsel dari tangan Hee Sun dan berkomentar kalau Hee Sun masih sempat cemburu di saat genting seperti ini.
Hee Sun hanya diam cemberut.
Jin Sung kembali bicara pada Soo, apa yang harus mereka lakukan.
Sesaat kemudian Jin sung terlihat serius, mengangguk dan mengatakan kalau ia mengerti dan akan membuat mereka merasakan akibatnya. Ia menutup telpon dan segera pergi, meninggalkan Hee sun yang kebingungan.

 photo w8-5_zpsf09fb3cc.jpg
Myung Ho bertemu dengan So Ra dan menunjukkan foto bertiga, Oh, Soo dan Jin Sung. Myung Ho mengatakan kalau skandal adalah pelanggaran kontrak, tapi ia mendengar kalau So Ra berpacaran dengan salah seorang dari mereka. Myung Ho menunjuk wajah Oh dan bertanya apa dia orangnya.
So Ra menjawab bukan, karena orang itu sudah lama meninggal
Myung Ho terkejut.
So Ra mengatakan kalau pria yang ia kencani adalah pria di sebelahnya.
Myung Ho menunjuk wajah Soo dan So Ra membenarkan. Myung Ho kaget dan mulai berfikir.

 photo w8-6_zps7addf569.jpg
So Ra kemudian mendapat telpon dan mengangkatnya, itu dari Jin Sung. JIn Sung mengatakan kalau ia ada diluar kafe. So Ra melihat Jin Sung disana bersama Hee Sun.
Jin Sung mengatakan kalau Soo bertanya apakah masih ada hubungan pertemanan antara So Ra dan Soo.
So Ra tersenyum, ia mengambil kopinya dan mengatakan tentu saja. Kali ini Jin Sung yang tersenyum karena sesuai rencana. Ia mengatakan kalau Soo menyuruh So Ra mengurus Myung Ho dan Soo akan menghubungi So Ra nanti.
So Ra tersenyum senang, tapi ia tak percaya dan minta Jin sung memberikan nomer ponsel Soo. Tapi Jin sung mengatakan kalau Hyung-nya selalu memegang kata-katanya dan menyuruh So Ra menunggu. Jin Sung menutup ponselnya dan pergi.

 photo w8-7_zps2110b387.jpg
Hee sun mengejar Jin Sung dan mengatakan kalau mereka seharusnya memohon pada So Ra, lalu kenapa Jin Sung seperti itu. Jin Sung mengatakan kalau ia hanya menjalankan apa yang di suruh Soo. Hee Sun masih tak mengerti dan menghentikan langkah Jin Sung. Jin sung menelpon seseorang yang bernama Dong Il dan mengatakan kalau Soo meminta bantuan. sepertinya Dong Il menyetujuinya. Jin Sung lalu mengatakan apa yang di perintahkan oleh Soo.
 photo w8-8_zpsc9588581.jpg
Kembali ke pertemuan SO RA dan Myung Ho, Myung Ho bertanya lagi, siapa yang menjalin hubungan dengan So Ra, ia menunjuk wajah di foto itu, Oh atau Soo. So Ra mengatakan benar, ia menjalin hubungan dengan Soo, putera PL group.
Myung Ho tampak kecewa, tapi ia berfikir.
So Ra kemudian meminta nomer ponsel Oh Soo karena ia masih belum melupakan Oh Soo. Tapi Myung Ho yang tampak kecewa mengatakan kalau ia akan mengirim surat pembatalan kontrak, karena mereka tidak menggunakan artis dengan skandal.
Myung Ho pergi, sementara So Ra tersenyum saja, sepertinya ia kesal, tapi ia lebih ingin bertemu dengan Soo.

 photo w8-9_zps61e2f69a.jpg
Hee Sun dan Jin Sung ada di dalam mobil. Mereka mendapat pesan dari So Ra yang mengatakan, Karena Oh Soo aku kehilangan kontrak. aku yakin Oh Soo tahu, tapi aku sangat tidak sabaran.
Hee Sun tertawa kesal melihat pesan itu, ia mulai menjelek-jelekkan So Ra, Dasar wanita jalang! Wanita bermuka musang.
Jin Sung juga tak kalah, ia juga sangat membenci So Ra dan mengata-ngatainya juga karena gara-gara So Ra, Soo hampir mati.
Lalu Hee sun tertawa dan mengeluarkan ponselnya. mengatakan kalau ini kesempatan bagus. Ia mulai memotret sesuatu di depannya. Dan Jin sung juga gak mau kalah memotret juga. Apa ya?

 photo w8-10_zpsa9e1ba88.jpg
YOung sudah sadar dan duduk di ruang tunggu. Tak jauh dari sana, Oh Soo bicara dengan dokter. Dokter mengatakan kalau ia tak yakin bagaimana kondisi Young, karena saat akan di periksa ia berteriak dan tak membiarkan mereka memeriksanya lebih lanjut.
Soo berfikir, kemudian ia berkata kalau adiknya menderita RP. Dokter mengatakan kalau RP tidak akan membuatnya buta total. Soo juga mengatakan adiknya mengidap tumor otak. Dokter terkejut dan mengatakan kalau Young harus segera di periksa, ada kemungkinan tumornya bisa kambuh.
Soo terkejut.
Seorang perawat memanggil dokter karena ada pasien darurat, jadi dokter harus segera pergi. Ia menyuruh Soo membwa Young untuk di periksa kembali.

 photo w8-11_zps31004909.jpg
Soo masih terlihat sedih dan duduk di dekat Young. Young tersenyum dan mengajaknya segera pulang karena nyonya Wang menelpon seperti orang gila. Ia meminta tangan soo, tapi Soo menepisnya. Soo menunduk dan menutup wajahnya dengan tangannya. Ia berfikir keras.
Young mengerti kenapa kakaknya bersikap begitu, Young berkata Soo pasti khawatir, tapi ia tak apa-apa, karena ia hanya kelelahan.
Soo terlihat kesal dan bertanya apa Young dokter?
Young mengatakan 2 hari lagi ada perayaan perusahaan di Pyung Chang, ia harus segera pulang untuk latihan. Young kemudian mengambil tongkatnya dan mulai berdiri.

 photo w8-13_zps2dbe2e38.jpg
Soo menarik nafas dan berdiri di hadapan Young. Ia mengatakan kalau sakit Young itu aneh, dan mereka akan melakukan pemeriksaan karena ada kemungkinan tumor otaknya kambuh.
Young berkata, apa kau juga akan seperti nyonya Wang? Pilek, kelelahan, Sakit kepala, meski sakit sedikit dia menganggapnya sebagai gejala tumor otak. Dan memaksa menjalani berbagai tes. Mengambil darah dengan menusukkan jarum di seluruh tubuhku. Mengurungku di dalam kamar rumah sakit berhari-hari. Kenapa? Sekarang kau mau mengambil alih,  dan melakukan semua itu menggantikan Sekretaris Wang?
Soo mencoba menenangkan Young. Tapi Young terus bicara, Aku juga takut sakit... Tapi Kau tahu apa yang lebih membuatku takut? Terjebak di rumah sakit bau ini hanya bersama Sekretaris Wang yang membosankan. Jika aku menderita tumor otak, aku akan kesakitan lagi. Tunggulah. Saat itulah aku akan menjalani semua pemeriksaan.
Soo hanya bisa menghela nafas. Young kemudian pergi meninggalkannya.

 photo w8-14_zps798da536.jpg
Young sudah ada dalam mobil dan Soo baru tiba di parkiran dan masuk ke dalam mobil. Ia memasangkan sabuk pengaman Young. Young bertanya apa Soo marah padanya. Tapi Soo menjawab ia tak marah.
Young kemudian meraba mencari tangan Soo, dan ia membuat janji jari kelingking, kalau ia berjanji akan masuk rumah sakit kalau ia kesakitan lagi.
Soo tidak senang mendengarnya dan ngambek, mengatakan kalau ia tak suka Young begitu.
Young tersenyum mengatakan kalau Soo memang Oppa yang baik.
Soo memasang sabuk pengamannya dan bertanya kenapa Young ke mall sendirian, sangat berbahaya.

 photo w8-16_zpsae146ae0.jpg
Young kemudian mengajak Soo ke ulang tahun perusahaan bersamanya. Soo terkejut.
Young mengatakan di hadapan karyawan yang kasihan melihatnya, ia ingin menunjukkan kalau ia tak sendirian. Ia punya Oppa yang baik.
Soo masih terkejut dan mengatakan kalau ia tak suka tempat seperti itu.
Young bertanya, bagaimana kalau ia sakit di pesta nanti. Ia tak akan mengatakan kalau ia sakit pada Soo.
Soo menatap Young. Young mengatakan  kalau Soo ada di pesta, maka Soo bisa mnegawasinya 24 jam.
Soo mulai ragu dan mengatakan kalau Young pasti rubah berekor sembilan. Young tersenyum lalu mereka berangkat, pulang ke rumah.

 photo w8-17_zps2e748bd6.jpg
Young sedang siap-siap akan tidur. Disana ada nyonya Wang yang menemaninya.
Young mulai bicara, Walau kau tak memberiku izin, aku akan pergi ke pesta bersama Oppa. Kurasa itu tak buruk untukmu juga. Para pemegang saham berpikir bahwa kau dan Tn. Myung Ho mengendalikanku seperti boneka. Kau akan bisa meredakan kecurigaan mereka.
Young terkejut saat nyonya Wang langsung menyetujui hal itu, meskipun tadi wajah nyonya Wang agak terkejut. Ia mengatakan, kalau Ada hal yang ingin  ia lakukan selama 2 hari ke depan, jadi ia tak bisa ke pesta lebih awal. Ia yakin pemegang saham akan senang kalau Young menyuruh soo menemaninya. Mereka akan melakukan apa saja demi mendiang Presiden. Mereka akan senang bahwa putra tunggal Presiden telah kembali.
Young berterima kasih atas pengertian Nyonya Wang, tapi sepertinya Young memang mau cari gara-gara. Ia meminta ganti baju dengan baju yang dibelikan Soo, karena Soo tak suka modelnya. Nyonya Wang akan menolak dengan mengatakan kalau presdir suka baju itu. Tapi Young meminta mereka jangan bertengkar, karena suasana hatinya sedang baik. Ia ingin bahagia selama 31 hari ini, sebelum Oppa-nya pergi.
Nyonya Wang mengerti, ia juga berharap begitu dan tidak terjadi apa-apa selama itu.

 photo w8-18_zps69051e34.jpg
Soo bersama Jin sung. Jin Sung makan ramen dan memberikan ponselnya pada Soo menunjukkan sesuatu.
Itu foto Myung Ho dan Han So Yu, foto mereka pelukan dan ciuman. Jin sung mengatakan itu foto yang di ambil oleh Hee Sun, Tapi masalahnya adalah sebuah video yang memperlihatkan mereka berdua bertengkar. Myung Ho mendorong Han dan mengatakan hubungan mereka sudah berakhir.
Jin Sung masih terus makan dan mengatakan kalau itu belum cukup karena bisa saja Nyonya wang dan myung ho mengatakan hubungan Myung Ho - Han berakhir.
Soo berfikir dan menyuruh Jin sung terus mengawasi. Hanya karena satu pihak ingin mengakhirinya bukan berarti hubungan itu sudah berakhir. Soo juga mengatakan mereka akan menunggu apa yang Dong Il dapatkan mengenai nyonya Wang.
Jin Sung kemudian bertanya tentang So Ra yang mengirim sms ancaman setiap 2 menit.
Soo dengan tenang mengatakan ia tahu bagaimana menghadapinya dan minta Jin Sung jangan khawatir. Ia menyuruh Jin Sung pergi.

 photo w8-19_zpsdd6f504e.jpg
Nyonya Wang lagi telponan dengan Myung Ho. Nyonya Wang mengatakan keterangan So Ra berbeda dengan yang diberikan Moo Chul. Myung Ho setuju itu, karena So Ra mengatakan kalau Oh Soo sering menyebut dirinya putera Pl group. Dan juga pria yang disebutkan oleh Moo Chul sudah meninggal.
Nyonya Wang mengatakan agar So Ra di undang ke pesta PL group dan biarkan dia bertemu dengan Oh Soo.

 photo w8-20_zps90454c4c.jpg
Esok harinya, Oh Soo dan Oh Young tiba di Pyung Chang dan di sambut oleh para pegawai perusahaan. Soo bertanya apa Young selalu diperlakukan dengan hormat begini.
Young tersenyum dan berkata kalau Soo menyukainya, Soo bisa tinggal bersamanya. Tapi Soo mengatakan ia lebih suka italia.
Young mengerti.

 photo w8-22_zps84b28f54.jpg
Soo berjalan di luar dekat jendela Vila / hotel / perusahaan?
Di hadapannya salju putih menutupi seluruh pemandangan. Young mendekat dan berkata kalau disini menyenangkan. Soo mengatakan ia lebih menyukai Italia, jadi jangan menyuruhnya tinggal. Young tersenyum. Young bertanya, apa kau tahu apa yang aku pelajari ketika aku sakit? Jika aku terlalu berharap, pada akhirnya aku akan semakin terluka. Tak apa. Kau akan pergi dan aku tetap tinggal. Aku tahu.
Soo tersenyum. Ia melihat kebelakang dan para pegawai serta beberapa koki sedang menata sesuatu di meja. Soo bertanya apa yang dilakukan orang-orang itu. Young mengatakan ia yang menyuruhnya, sama seperti Soo, ia juga pernah bermimpi menjadi koki.
Soo terkejut, koki?
Young dengan gembira mengatakan kalau ia ingin menjadi pembuat kue. Ia akan membuatnya dan memberikannya pada Soo.
Soo mengatakan kalau ia tak suka kue. Tapi Young mengatakan Soo harus memakannya.
Young masuk ke dalam dan soo tertawa.

 photo w8-23_zpsbf84626b.jpg
Young mulai membuat kue dengan mengikuti panduan di ponsel. Ponsel Young keren ya, hehheh, bisa ngomong.
Young dengan hati-hati mengaduk adonan, lalu mengambil tepung dan mengukurnya dengan telapak tangannya. Ia mengaduknya lagi dengan hati-hati. Soo melihatnya dan tersenyum, ia bertanya apa Young ingin dibantu. Young mengatakan kalau ia akan mengerjakannya sendirian.
Tapi saat akan memotong buah cherry, Soo menjadi khawatir karena Young belum pernah memegang pisau di rumah sebelumnya.

 photo w8-24_zps44dacba8.jpg
Alhasil terjadilah adegan romantis. KYAAAAAAAAAA. Jo In Sung tinggi buanged yak <3 br="">Soo dibelakang Young memeluknya dan ia menggenggam tangan Young, mengarahkan Young untuk memotong cherry-nya. Mereka terlihat sangat serasi. Soo juga sempat berbisik di telinga Young membuat Young merasa geli.
Mereka membuat kue bersama pada akhirnya bahkan sampai ke tahap memanggang dan menghias kue.
Bahkan saat Young tak sengaja memegang panggangan yang panas, Soo dengan sigam mengangkat tangan Young ke telinganya. Mereka tertawa bersama.

 photo w8-26_zps8a6876d1.jpg
Saat menghias kue mereka mulai ngobrol. Soo bertanya lagi kenapa Young ke mall sendirian. Young mengatakan ia ingin membeli kado untuk seseorang.
Soo bertanya siapa? apa dirinya?
Young tersenyum dan mengtakan bukan. Soo berfikir lagi, Lee myung Ho?
Young berkata kado untuk orang yang ia cintai. Pengacara Jang.
Soo mengerti dan mengatakan harusnya Young mengajaknya. Young mengatakan ia ingin memilih kadonya sendiri. Ia rasa jika hanya itu ia bisa melakukannya.
Soo bertanya, apa jika dia tak ada, Pengacara Jang bisa di percaya?
Soo mengerti. Kemudian ia mulai menjahili Young dengan mencolek krim dan menempelkannya ke pipi Young.

 photo w8-27_zps75e6f025.jpg
Young menyuruhnya berhenti. Tapi Soo tetap melakukannya. Mereka tertawa sambi mencolekkan krim ke pipi. Dan Young mengambil banyak Krim dari sumbernya, tentu saja wajah Soo Habis bbelepotan krim. Young tertawa. Soo sedikit kesal karena dirinya kalah, hampir melempar kue ke wajah Young, hehehehe, tentu saja bercanda.
Young masih tertawa senang dan menyuruh Soo mandi, karena ia yakin wajah Soo sangat manis sekarang, karena penuh dengan krim^^

 photo w8-28_zps69b05a8a.jpg
Soo selesai mandi dan mencari Young. Tapi ia tak menemukannya di dapur. Ia mencari sampai ke kamar dan melihat Young mencari sesuatu dengan wajah khawatir. Soo bertanya ada apa.
Young berkata kalau ia menyuruh ajumma mengems loncengnya, tapi ia tak menemukannya.
Soo mengatakan jika hilang, Young bisa mmebelinya lagi.
Young berkata kalau Soo pergi nanti, ia ingin mendengarkannya jika ia merindukan Soo.
Soo melihat lonceng yang di cari Young, ia mengambilnya dan meletakkannya tepat dekat dengan tangan Young, sehingga Young mengira ia yang menemukannya. Young sangat lega menemukan lonceng itu.
Soo memperhatikan tingkah Young yang menganggap lonceng itu benda berharganya.

 photo w8-32_zpsd5dafa45.jpg
Soo sudah memakai jaket tebal dan sedang berkemas dan Young datang mendekatinya, menanyakan apa benar mereka akan naik lift? bukankah itu menakutkan?
Soo memperhatikan pakaian Young dan bertanya berapa lapis Young memakai kaos kaki. Young mengatakan ia mengenakan satu saja. Soo menarik nafas dan menyuruh Young duduk, ia akan kekamar. Young bertanya kenapa Soo harus kekamar lagi?
Soo kesal dan menyuruh Young jangan selalu bertanya kenapa dan kenapa.

 photo w8-31_zpsb4b1da96.jpg
Soo datang membawa kaos kaki lagi dan memasangkannya ke kaki Young. Young bertanya kenapa harus memakai kaos kaki tebal, bukankah mereka hanya akan naik lift.
Soo mengatakan kalau mereka tidak hanya naik lift, tapi ke puncak gunung juga. Young terkejut.
Soo bertanya bukankah Young juga ingin pergi?
Young menjawab kalau ia memang ingin pergi, tapi Young terlihat khawatir. Tapi Soo meyakinkannya.
Soo juga memakaikan syal kepada Young. Ia memperhatikan Young dan mengatakan kalau mereka siap berangkat. Soo mendekatkan dahinya ke dahi Young dan meletakkan telapak tangannya ke pipi Young. KYAAAAAAAAAAA. Gemes deh :)

 photo w8-33_zps5db90e65.jpg
Young dan Soo sudah di luar vila. Mereka berjalan di tengah salju yang mulai turun. Para pegawai mengejar mereka. Mereka minta maaf, mereka takut kalau nyonya Wang akan tahu. Soo menyuruh mereka diam jika tak ingin ketahuan nyonya Wang.
Tapi pegawai itu takut dan mengatakan kalau Young pasti akan takut. Young mengatakan kalau ia tidak takut. Soo mengatakan, kau dengan apa yang dia katakan? Adikku bukan hanya sebuah perabot yang diletakkan di sudut kamar.
Pengawai mengerti dan mengatakan kalau mereka akan segera turun bukan?
Tapi Soo berkata kalau mereka akan pergi ke puncak gunung. Young juga mengatakan hal yang sama dan Soo meminta mereka mendengar perkataan Young.
akhirnya pegawai itu membiarkan mereka pergi.

 photo w8-34_zps099fd0d8.jpg
Soo dan Young naik lift menuju puncak gunung. Mereka menikmati suasanna sambil ngobrol.
Young : Aku takut. Aku merasakan angin dibawah kakiku. Tapi... aku menyukainya.
Soo : Semua orang dibawah kakimu. Gunung, rumah, semuanya dibawah kakimu.
Young : Anginnya terasa enak.
Soo : Sebentar lagi, aku akan membawamu ke tempat dimana anginnya benar-benar terasa enak.

 photo w8-35_zps2f853d6b.jpg
Young dan Soo sudah turun dari lift. Soo menggendong Young di belakang, menuju tempat tujuan mereka. Soo terlihat kelelahan, tentu saja, ia menggendong Young sambi mendaki gunung. Karena mereka hampir sampai, mereka berisirahat sebentar. Soo menurunkan Young dari punggungnya.
Soo kelelahan, nafasnya sudah pendek-pendek aja tuh.
Young minta maaf, karena ia tak bisa melihat. Dan membuat Soo kesulitan, ia memang adik yang jahat.
Soo membenarkan sambil bercanda.
Young menyuruh Soo nantinya bertemu dengan gadis yang baik, yang bisa melihat dan bicara dengan baik.
Soo mengatakan kalau ia sudah banyak bertemu dengan gadis seperti itu, dan itu membosankan.
Young tertawa, ia bertanya sebenarnya berapa banyak wanita yang sudah bersama Soo.
Soo mengatakan kalau jumlahnya tak akan bisa di bayangkan oleh Young. Young mengatakan kalau kakaknya playboy.
Tapi Soo dengan sombongnya berkata kalau dia adalah tipe pria yang disukai gadis-gadis.
HAHHAHHAHHA. Termasuk aku :)
Soo lalu mengambil penutup telinga dari tas-nya dan memberikannya pada Young. Ia menyuruh Young jangan membukanya sampai ia membukanya. Young tidak mengerti, tapi ia menurut saja.
Soo menyuruh Young naik ke punggungnya lagi dan mereka melanjutkan perjalanan di tempat yang serba putih itu. Indah buanged!!!!

 photo w8-36_zps617a677e.jpg
Mereka sampai ke puncak. Soo berhenti menatap di sekitarnya dan terlihat kalau mereka tiba di tempat yang dituju. Soo menurunkan Young dari punggungnya.
Soo kemudian membuka penutup telinga Young dan kita juga mulai mendengarkan suaranya. suara lonceng yang sangat banyak dan indah. Wah, aku baru tahu ada efek suara seindah ini di musim dingin :')
Young yang mendengarnya sangat terkejut sekaligus terharu, ia mengenali suaranya tentu saja. Soo memeluk Young dari belakang.
Soo mengatakan ia memasang lonceng untuk Young di tempat itu. Sebenarnya, suara ini datang dari ranting beku yang saling beradu. Nanti setelah Oppa pergi, Bahkan jika kau kehilangan lonceng, Kapanpun angin musim dingin bertiup, pepohonan akan membuat suara ini.

 photo w8-37_zpsfa2d025c.jpg
Young terharu dan menangis. Soo mengatakan ia berharap Young bisa melihat sekarang. Tapi apa yang benar-benar ingin kuperlihatkan padamu adalah kau, Young. Lebih dari apapun, aku berharap kau bisa melihat dirimu sendiri. Karena, Kau sangat sangat cantik. Menakjubkan.
Young tersenyum. Ia berbalik dan mencium pipi Soo. Ia mengatakan kalau ia seharusnya mencium Oppa-nya seperti ini.
Soo cukup kaget. Tapi kemudian ia tersenyum. Ia emeluk Young. Mereka memejamkan mata sambil merasakan kehangatan masing-masing.

 photo w8-39_zpsa959cb57.jpg

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar