Selasa, 12 November 2013

Drama Korea That Winter The Wind Blows Episode 8 Part 2

 photo w8-40_zpsdd582838.jpg
Malamnya mereka sudah di hotel. Young lagi-lagi masuk ke kamar Soo, minta tidur bersama, kali ini ia punya alasan, karena Soo ingin menjaganya 24 jam, harusnya ia tidur bersama Soo. Young tahu ia tidak boleh seranjang, ia mengatakan akan membawa selimut. Tapi Soo menyuruhnya berbaring saja, dan ia yang akan membawakan selimut. Young tersenyum menyuruh Soo sekalian membawa buku untuk di bacakan padanya.
Soo pergi sambil mengeluh, betapa beratnya membesarkan seorang adik. Hhehheehheh.

 photo w8-41_zpsd5cf8c69.jpg
Seperti karakter utama di dalam buku, jika aku kehilangan ingatanku akankah aku mencari ingatan itu? Tidak. Mungkin tidak. Aku tak punya ingatan yang ingin kucari. Tidak. Aku ingin mencari ingatan bersamamu. Bagaimana denganmu?
Soo membacakan buku sambil berkomentar sendiri. Ia baru menyadari kalau Young sudah tidur sambil memegang loncengnya.
Soo tersenyum sedikit dan melanjutkan membaca buku, tapi kemudian ia melirik Young. Ia membenarkan posisi tidur Young sambil memakaikan selimut.
sesaat kemudian ia kembali memandangi gadis itu.

 photo w8-42_zpsa5767248.jpg
Soo berakhir pada posisi yang sama dengan yang ia lakukan beberapa waktu yang lalu.
Dan lagi, ia mencoba mencuri ciuman dari seorang gadis yang sedang tertidur.
Ia mendekatkan wajahnya lagi dan lagi. Dekat dan sangat dekat. Hampiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiir. Tapi AKH! Ternyata setelah aku teliti lebih jauh, tidak bersentuhan sama sekali. Meski sangat sangat dekat.
Kemudian Young mulai bergerak dan pada akhirnya Soo Hanya bisa menenangkannya dengan menepuk-nepuk lengan Young.
Dan dalam kepalanya aku yakin Soo masih berfikir kalau dirinya aneh, atau mungkin dia sudah sadar kalau ia menyukai Young.

 photo w8-43_zps462c3261.jpg
Tengah malam atau mungkin subuh, Young terbangun. Ia meninggalkan kamar Soo dan masuk ke dapur. Dengan matanya yang buta, Young membuatkan kopi untuk Soo, meskipun tangannya kena sedikit kopi panas. Ia juga mengambil kue dari lemari es dan hampir terjatuh karena menabrak pintu lemari es.
HYAAAAAAAAAAAAAA... Young emang gadis yang kuat :') terharu :)

 photo w8-44_zpsf335724d.jpg
Pagi hari yang cerah, Soo terbangun karena suara ponselnya yang berdering. Masih mengantuk, Soo mengangkat ponselnya dan terdengar Young menyanyikan lagu Saengil Chukka Hamnida.
Soo awalnya masih berfikir dan menyadari hari itu hari ulang tahun Oh yang artinya ualng tahunnya.
Young menyuruh Soo pergi ke ruang tamu. Soo berjalan keluar dari kamar menuju ruang tamu dan terhenti melihat apa yang ada di hadapannya.
Young mengatakan ia berharap Soo menyukai hadiahnya, Jika Soo merindukannya nanti, ia ingin Soo mendengarkan suara itu. Itu memang kecil, tapi aku mengambil banyak resiko untuk mendapatkannya.
Young mengucapkan selamat ulang tahun sekali lagi dan menutup telponnya.

 photo w8-45_zps8d1a7d69.jpg
Dahi Soo tampak berkerut sambil memandangi apa yang ada di hadapannya. Ia mendekati meja ruang tamu dan melihat secangkir kopi dan cake yang mereka buat kemarin. Soo duduk di sofa dengan wajah terharu, tapi penuh penyesalan, begitulah.
Ia melihat sebuah gelang di atas cake dan disana ada lonceng kecil.
"Jika aku bisa menghentikan waktu, sekaranglah saatnya. Bahwa seharusnya aku tidak mendekati Young lagi. Bahwa permainan berbahayaku sudah melewati batasnya. Peringatan jauh dalam hatiku, Seharusnya saat itu aku mendengarnya. Tak seharusnya aku terlalu percaya diri".
Soo meniup lilin dan mengambil hadiahnya. Ia memakai gelang itu, dan mendengarkan suara lonceng kecilnya. Ia memakan kue dan meminum kopinya. Matanya berkaca-kaca. Ia hampi menangis.

 photo w8-46_zpsf1fb4763.jpg
"Pemikiran sombong bahwa aku bisa bermain-main dengan cinta, untuk pertama kalinya, aku merasa yakin bahwa akulah yang akan terluka dalam permainan berbahaya ini".
 photo w8-47_zps75a72b2b.jpg
Soo datang ke ruangan tempat pesta dimana Young sedang latihan mengingat langkah ke panggung. Soo membunyikan lonceng kecilnya dan Young melihat ke arahnya ia tersenyum dan bertanya apa Soo menyukai hadiahnya.
Soo mengiyakan. Young mengatakan mereka akan makan sup rumput laut di restoran nanti.
Dan Young mencoba latihan kembali.

 photo w8-48_zps44beccd6.jpg
So Ra menelpon Moo Chul mengatakan ia sedang dalam perjalanan bertemu dengan Soo. Moo Chul tertawa dan mengatakan ia penasaran bagaimana reaksi Soo. Ia minta So Ra hati-hati, jangan sampai bos Kim tahu.
Moo Chul di lapangan basket dan melihat seseorang bermain, ia juga ikutan setelah menutup telpon. ada seseorang yang duduk di sana juga. DOKTER itu -aku lupa namanya-. Ia kenalan Moo Chul juga, Moo Chul menyuruhnya pergi, ia mengatakan kalau Dr. Hwang teman dokter wanita itu memberitahunya kalau hidupnya tinggal 2 bulan lagi. Kenapa aku harus mengurus diriku?
WHAT?! 0_0

 photo w8-49_zps3d7272b6.jpg
Wanita itu berkata kalau Moo Chul harus mendengarkan dirinya, karena ia kakak Moo Chul. HAAAAAA???? teronyataaaaaaaaaa.
Moo Chul tak mendengarkan dan malah berkata, Meski kau mengobati otaknya Yoo Chul dan memperbaikinya ketika dia tak bisa duduk bahkan berdiri, hanya itu satu-satunya alasanku bicara denganmu. Apa kau memandang rendah aku?
Wanita itu menghela nafas dan meninggalkan Moo Chul.
Moo Chul kesal dan berteriak, YA! Kau yang seharusnya di hukum, kenapa aku? KAu pikir kenapa aku putus sekolah dan menjadi gangster? Jika aku tak pernah menjadi gangster dan meninggalkan keluarga sepertimu, saudaraku, bukan, saudaramu akan berakhir seperti aku, kau tahu?
Wanita itu tetap pergi dan Moo Chul melanjutkan permainan basketnya bersama seseorang itu, mungkin itu Yoo Chul. Moo Chul melangkah dan kita bisa melihat darah di salju. Darah siapa itu? Moo Chul? Dari mana datangnya?

 photo w8-50_zpsa459e5e7.jpg
Myung Ho tiba di suatu dan di belakangnya, di dalam mobil ada Hee Sun dan Jin Sung. Hee Sun bertanya kenapa mereka harus mengikuti Myung Ho saat mereka bahkan tak tahu kemana Myung Ho akan pergi. Jin Sung terus mengamati Myung Ho dan mengatakan pada Hee Sun agar jangan banyak bertanya, lakukan saja apa yang di perintahkan Hyung.
Jin Sung mengatakan kalau Myung Ho pasti akan bertemu wanita itu setelah pesta, atau wanita itu bisa datang ke pesta. Yang jelas ia tak akan menyerah. Hee Sun tertawa karena Jin Sung tak mau menyerah.
Jin Sung dengan wajah serius mengatakan kalau ia tak mudah menyerah, bahkan setelah beberapa tahun menyukai Hee Sun.
Hee Sun tertawa dan mengatakan kalau itu menarik.
Jin Sung tertawa, kau akhirnya mulai menilaiku.
Hee Sun kemudian bertanya, haruskah aku berkencan denganmu? Takdir tak membiarkan aku dan Oh Soo bersama, haruskah aku bersamamu saja.
Jin Sung menganggap itu candaan dan menyuruh Hee Sin mengatakan hal itu kalau Hee Sun serius.
Myung Ho tampak keluar dan Jin Sung siap mengikutinya lagi. Hee Sun masih tak bisa mengalihkan pandangan dari Jin Sung dan mengatakan kalau Jin sung menarik, semakin menarik. Hohoho.

 photo w8-51_zps86223b43.jpg
Nyonya Wang mengambut para tamu yang akan hadir di pesta. Beberapa tertarik dengan putera presdir yang akan hadir. Myung Ho datang dan nyonya Wang bertanya, diaman Young. Myung Ho mengatakan Young sedang latihan. Nyonya Wang menanyakan tentang So Ra dan Myung Ho mengatakan kalau So Ra sebentar lagi sampai. Nyonya Wang mengerti dan ia masuk ke ruangan pesta. Myung Ho kemudian menyusul setelah menyapa pengacara Jang. Hee Sun dan Jin Sung mengamati Myung Ho.
 photo w8-52_zps36915ce3.jpg
Pengacara Jang sedang menelpon Joong Tae. Joong Tae mengatakan ia menyesal karena tak menemukan foto masa kecil Oh Soo tapi ada yang ia temukan. Istri Joong Tae tampak melihat foto di ponsel, foto Soo bersama So Ra.
Joong Tae mengatakan kalau Soo bukanlah chef di Italia, melainkan penjudi ilegal di Cheong Dam Dong.
Pengacara Jang terkejut. Ia ingat saat pertama kali bertemu Soo, Soo mengatakan ia akan ke Italia membuka restoran.
Pengacara Jang menutup telpon dan minta Joong Tae tidak memberitahukan hal itu pada siapapun. Ia berfikir, Chef? Penjudi di Cheong Dam-dong?
Lalu terdengar suara ribut di belakangnya, rupanya Jin So Ra sudah tiba.

 photo w8-53_zps5ff87954.jpg
Di ruangan pesta, pembawa acara mengumumkan pesta akan segera di mulai. Para tamu mulai duduk di bangku masing-masing. Jin Sung dan Hee Sun masuk mencari istri Myung Ho tapi tidak menemukannya hadir di pesta. Lalu Jin So Ra masuk dan membungkuk pada nyonya Wang.
 photo w8-55_zpsdfa7901a.jpg
Soo dan Young bersiap di kamar. Soo tampak bahagia karena dari tadi senyum-senyum saja. Young memakaikan dasi Soo.
Soo mengatakan bagaimanapun ia memikirkannya, ia tak nyaman datang ke pesta ini. Tapi Young mengatakan mungkin ini akan menjadi pesta terakhir baginya sebagai presdir. Karena sebentar lagi akan dilakukan pemilihan presiden baru, para pemegang saham selalu meragukannya yang cacat. Itu sebabnya ia ingin Soo di sampingnya dan memperlihatkan pada orang-orang kalau dirinya tidak sendirian, ia punya seorang kakak di belakangnya.
Soo berfikir lagi. Young mengatakan kalau ini adalah hadiah terakhir yang bisa diberikan Soo padanya dan ayah.
Soo akhirnya menyetujuinya. Soo meletakkan tangan Young di lengannya. saat mereka akan pergi, Young terlihat kesakitan lagi, tapi ia menahannya.
Dalam perjalanan, Young memegang tangan Soo dengan kuat dan Soo bertanya  kenapa Young berkeringat. Young bohong mengatakan kalau ia hanya gugup.

 photo w8-56_zpsef938a90.jpg
Pembawa acara masih melakukan pembukaan dengan menceritakan sejarah PL Group. Young dan Soo menunggu di belakang panggung. akhirnya nama presdir Oh Young dipanggil dan Soo serta Oh Young naik ke atas panggung bersama.
Hee Sun tertawa kecut melihat mereka, Jin Sung juga berkomentar kalau Soo terlihat tulus berperan sebagai oppa Young.
Semuanya juga melihat pada Oh Soo dan Myung Ho ingin melihat reaksi So Ra. Jin Sung melihat ke arah So Ra dan sedikit khawatir. Tapi So Ra tenang-tenang saja.
Young mulai berpidato saat Soo melihat-lihat sekitarnya.
Young mengatakan kalau kakaknya tidak tertarik dengan perusahaan karena akan menjadi chef di Italia. mendengar itu So Ra tertawa. Young membiarkan Soo untuk bicara, tapi Soo bicara singkat saja, ia ingin semuanya membantu Young.

 photo w8-57_zps68f03d7a.jpg
Semuanya bertepuk tangan. Myung Ho berbisik pada nyonya Wang kalau respon pemegang saham terlihat baik. Soo mendekati Young dan berbisik kalau mereka tidak melihat dengan mata simpatik. Ia memuji Young. Young tersenyum.
So Ra melihat hal itu dan sedikit cemburu.
Soo akan meninggalkan posim dan melihat ke arah So Ra. So Ra tersenyum memberi isyarat agar Soo menemuinya di luar. Soo turun dari panggung dan So Ra pergi ke luar. Hee Sun ingin mengikutinya tapi Jin Sung menahannya. Ia mengatakan tarket mereka adalah Myung Ho, biarkan Soo yang mengurus So Ra.
Myung Ho memberi perintah pada anak buahnya untuk mengikuti So Ra.
Lalu wanita itu, istri Myung Ho masuk ke ruangan pesta membuat Myung Ho terkejut. Jin Sung dan Hee Sun senang melihatnya dan segera mengikuti wanita itu. Han hanya memperlihatkan wajahnya pada Myung Ho, lalu keluar. Myung Ho tampak tidak tenang.
Sementara itu Young masih menahan sakitnya dan mulai presentasi. Ia menggenggam tangannya dengan erat, keringatnya keluar.

 photo w8-58_zps99043c3f.jpg
Soo berjalan di lobi dan bertemu So Ra yang mengatakan kamar tempat mereka bertemu. Soo mengikuti So Ra sementara orang suruhan Myung Ho mengikuti mereka.
So Ra menaiki lift bersama Soo.
Soo melihat CCTV di dalam lift dan meminta ponsel So Ra. So Ra terkejut, Soo membuat isyarat dengan matanya dan So Ra menyadari CCTV.
SO Ra memberikan ponselnya dan Soo menelopn seseorang. Bos Kim.

 photo w8-59_zps9b5674c0.jpg
Soo keluar dari lift dan So Ra mengejarnya karena ia tahu Soo menelpon bos Kim. Soo menahan So Ra di dinding sambil bicara di telpon. Ia mengatakan pada Bos Kim agar mengawasi pacarnya. Ia sedang mencoba melunasi uatang 78juta won, tapi ia merasa terganggu karena hal itu.
So Ra memohon Soo tidak mengatakannya tapi Soo tetao melakukannya. Ia kemudian melempar ponsel So Ra dan pergi. Ia mengingatkan So Ra, karena So Ra pasti tak akan mau karir aktingnya berakhir, maka So Ra harus berakting sebanyak yang ia suka.
Soo pergi dan So Ra menangis.
Sebelum masuk lift ia sempat menjatuhkan mata-mata Myung Ho itu,

 photo w8-62_zpsb9145217.jpg
acara utama selesai dan para tamu sedang berbicang-bincang. Seseorang mengatakan kalau kehadiran Soo sangat membantu, bahkan para pemegang saham yang menentang kini mendukung Young karena Young dibantu oleh kakaknya. Mereka memuji Myung Ho. Soo tiba di ruangan mencari Young, tapi Young tidak ada. Ia tak tertarik melihat Myung Ho dan nyonya Wang yang menatapnya. Ia menelpon Young.
Pengacara Jang yanga da disana juga pergi sebentar.
Nyonya Wang menanyakan dimana Young, Myung Ho berkata ia mengganti pakaian.

 photo w8-60_zpsed2d8119.jpg
Mata-mata datang dan berbisik pada Myung Ho. Myung Ho mengataka pada nyonya Wang kalau Oh Soo dan So Ra bertemu, tapi tak tahu apa yang mereka bicarakan. Nyonya Wang mengerti. Nyonya wang kemudian melihat ke arah Pengacara Jang yang sedang menelpon sementara Myung Ho pergi menemui istrinya yang masih disana.
 photo w8-61_zps323627b0.jpg
Pengacara Jang menelpon detektif kenalannya di Cheongdam-Dong. Ia menyuruh orang itu mencari penjudi bernama Oh Soo.
 photo w8-63_zpscdab91b6.jpg
Soo ke kekamar dan terkejut karena Young mengatakan ia kembali ke rumah sendiri. Soo khawatir karena suara Young terdengar aneh, apa Young sakit?
Young mengatakan ia baik-baik saja. Ia akan kembali ke rumah dan meminum obat.
Soo terkejut dan teringat tentang pil itu. Ia mulai khawatir dan mengatakan ia akan menyusul Young. Tapi Young berkata ia baik-baik saja dan menyuruh Soo datang setelah pestanya selesai.
Young menutup telpon. Soo terlihat panik dan segera pergi.

 photo w8-65_zps9875efa6.jpg
Young kesakitan di dalam mobilnya. Sopir khawatir dan menawarkan akan memanggil nyonya Wang. Young mengatakan kalau sopir melakukannya maka ia akan memecat sopir itu. Young di dalam mobil menahan rasa sakit dan mencoba bertahan.
Sementara Soo menyusul Young dengan wajah kahawatir.
Young tiba di rumah dan menyuruh sopir kembali ke Pyung Chang. Ia minta jangan mengatakan keadaannya pada siapapun kecuali ingin di pecat.
Young masuk ke dalam rumah dan masih bertahan. Ia bertemu pelayan tapi pelayan tak menyadari keadaannya.
Tangan Young bergetar, ia berusaha secepatnya masuk ke dalam kamar.

 photo w8-66_zps32cb239c.jpg
Soo tiba di rumah. Ia berlari secepatnya ke kamar Young. Tapi Young tidak di sana.
Soo masuk ke kamarnya dan terkejut melihat kamarnya berantakan. Ia mendekati laci dan tak menemukan pil-nya di sana.
Soo terkejut dan segera berlari menuruni tangga memanggil Young.

 photo w8-67_zps74c97ebb.jpg
Young ada di dapur, meminum obat. Kemudian kesadarannya menghilang perlahan.
 photo w8-68_zpse7f7d782.jpg
Soo panik karena masih tidak menemukan Young. Lalu Soo mendengar suara gelas yang pecah dari arah dapur. Soo segera berlari ke dapur dan melihat Young pingsan. Soo terkejut. Nafasnya seolah terhenti.
Di dekat Young, ada botol tempat pil itu....

 photo w8-69_zpscc9aad04.jpg

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar