Selasa, 12 November 2013

Drama Korea That Winter, The Wind Blows Episode 6 Part 2


 photo w6-45_zps06f489eb.jpg
Soo menuju tempat Oh Young berada dimana Young masih bersama Myung Ho.

 photo w6-46_zpsbc208ccf.jpg
Jin Sung dalam perjalanan mengantar makanan mendapat telpon dari Moo Chul yang mengajaknya bekerja sama. Ia mengatakan kalau ia memberikan pil pada Soo yang bisa membunuh dengan mudah. Dan ia pikir Soo akan memberikannya pada Young. Ia mengancam Jin Sung karena Jin Sung akan di tuduh bersekongkol jika terus berada di dekat Soo. Moo Chul berkata kalau ia hanya mencoba setia pada tetangga masa kecilnya. Mo Chul mengatakan agar Jin Sung tidak menyakiti orang tuanya yang baik, tinggalkan Soo dan bergabunglah dengannya. Sebelum menutup telponnya, Moo Chul juga mengatakan kalau So Ra sedang mencai Oh Soo.
Hal ini makin membuat Jin Sung kahwatir. Jin Sung menutup ponselnya dan segera melaju dengan motornya.
Meski ia sedang marah pada SOo, aku harap ia masih ada di pihak Soo :')


 photo w6-47_zps36466dff.jpg
Young dan Myung Ho sedang bertanding minum. Mereka belum mabuk tapi sudah minum beberapa botol. Young terus menyuruh Myung Ho minum lagi, tapi ia akan menyerah. Myung Ho kesal karena mereka datang untuk bicara, dan bahkan Young tidak membicarakan Soo sama sekali, juga tak menjawab pertanyaannya, apa Young menyukainya.
Young terus saja menyuruh Myung Ho minum. Tapi tiba-tiba Myung Ho mencium Young. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.
Dan Soo melihat hal itu dari luar bar.
Young tampaknya kaget, tapi wajahnya biasa saja. Soo menatap dari luar dengan tatapan kemarahan. Dan masuk ke dalam bar.


 photo w6-48_zps001f08ef.jpg
Young diam saja, ia hampir menggigit bibirnya, tapi tak kelihatan sih. Myung Ho mengatakan ia mencintai Young. Ia mengatakan sudah lama ia ingin melakukan ini. Ia ingin Young melihatnya sebagai pria, bukan hanya tunangan yang dijodohkan oleh ayah Young.
Soo datang dan mengganggu percakapan mereka. Ia berkata Young memintanya menjemputnya.
Young berdiri dan berkata kalau hari ini menyenangkan, juga ciumannya. Young hampir jatuh, Soo ingin menolongnya, tapi keduluan Myung Ho. Myung Ho mengatakan akan mengantar Young ke mobil. Soo terlihat sangat kesal saat mereka melewatinya.


 photo w6-49_zpsc2adf019.jpg
Soo akan pergi dan melihat ponsel Myung Ho bergetar. Ia memperhatikan nama pemanggil di layar adalah Sekretaris Han. Awalnya Soo ingin mengabaikannya, tapi kemudian ia mengangkatnya. Belum sempat Soo bicara, suara wanita ada di seberang sana, Suami-ku, kau dimana?
Soo akan mengatakan kalau Myung Ho sedang mengantar Young, tapi penelpon itu menutup ponselnya dengan segera begitu mendengar kalau itu bukan Myung Ho.
Soo baru menyadari hal itu setelah ponselnya ditutup. MYUNG HO SUDAH MENIKAH!!!! AAAAKKH!!!


 photo w6-50_zpse0e15135.jpg
Soo dan Young di dalam mobil.
Young kembali membicarakan kematian (jujur, aku sudah mulai bosan dengan hal ini).
Young berkata, Menyetir seperti ini, Tabrakan, Kita berdua mengalami kecelakaan mobil. Itu pemikiran yang bagus, tapi kau harus menyetir dengan hati-hati. Jika kau cukup putus asa untuk menipu adikmu sendiri karena kau butuh uang kau pasti punya alasan kenapa kau harus hidup. Kau tidak moleh mati bersamaku.
Soo mulai kesal dan menyuruh Young tidur saja, jangan berkata yang tidak-tidak.
Young terus bicara, jika benar terkadi, ia ingin Soo jangan merasa bersalah. Karena ia memang selalu ingin mati.
Soo menyetir sambil menahan kekesalannya.


 photo w6-51_zps7aff9955.jpg
Mata Young mulai berkaca-kaca, Waktu yang indah bersamamu, Waktu yang menyenangkan, Kenangan dimana kupikir aku bahagia, Semua kenangan itu, Bila terpikir kau hanya mencoba memanfaatkanku, tak bisa kupungkiri aku merasa dikhianati.
Soo kembali menyuruh Young diam. Tapi Young yang hampir menangis terus bicara, Haruskah aku membuka sabuk pengamanku? Dengan begitu, meskipun tabrakan kecil akan membuatku terlempar jauh. Kecelakaan mobil terjadi ketika Oppa yang baik membawa adiknya yang mabuk pulang, Adik yang mabuk membuka sabuk pengamannya sendiri dan Oppa menjadi terkejut...


 photo w6-52_zpsfddb3e9a.jpg
Soo sudah tak tahan dan menghentikan mobilnya. Young masih terus bicara, selanjutnya menabrak mobil di depan. Sekali lagi.
Young membuka sabuk pengamannya dan memberikan aba-aba pada Soo.
Soo mengatakan kalau Young salah paham. Hee Sun berbohong dan itu salah paham.
Young menangis dan keluar dari dalam mobil. Soo mengikutinya dan menghentikannya. Young berontak, tapi Soo menahannya.
Soo berkata, Sekarangpun aku bisa membunuhmu. Jika aku mau membunuhmu. Jika aku datang untuk uangmu, aku punya banyak kesempatan. Ketika kereta datang di stasiun kereta. Ketika kita di sungai, di pantai, dan sekarang disini. Kau buta dan memohon padaku untuk mati. Jika aku mau, aku bisa melakukannya kapanpun.
Soo memegang wajah Young dan sambil menangis ia berkata, Kau... target yang terlalu mudah untuk kusakiti.


 photo w6-53_zps7a71355d.jpg
Young menangis. Ia meminta Soo mengatakan padanya kalau ia bisa mempercayai Soo.
Young terjatuh lemas ke jalanan dan mulai menangis histeris. Semnetara Soo dengan penuh rasa bersalah juga menangis.
Young : Katakan padaku kalau aku bisa mempercayaimu Oppa. Tak ada orang yang bisa kupercaya disekitarku. Kumohon Oppa, katakan padaku kalau aku bisa mempercayaimu.
Soo menunduk dan memeluk Young, dengan terbata-bata ia mengatakan kalau Young bisa mempercayainya.
Young menangis keras di dada Oh Soo. sementara Oh Soo memeluknya dengan cukup erat. Tapi wajah Oh Soo beneran terlihat menderita. Hikzzzzz. Oh soo seolah mengatakannya dengan tulus, tapi hatinya tetap menderita karena ia berbohong.
-AKting mereka keren buanged bok!!! Nyampe nangis aku, hikzzzzzzz.-


 photo w6-54_zpse204880f.jpg
Jin Sung panik masuk ke kamar Soo dan mencari sesuatu dalam laci meja dan lemari. Ia kesal karena tak bisa menemukan benda yang ia cari. Tapi ia puas saat menemukan pil itu di laci kecil.

 photo w6-55_zpsc643eaf3.jpg
Nyonya Wang kaget melihat Soo datang menggendong Young yang mabuk. Ia bertanya ada apa, Soo menyuruhnya bertanya pada Myung Ho. soo membawa Young ke kamarnya dan Jin sung melihat mereka.
Di kamar, Soo menyuruh nyonya wang keluar, karena ia akan keluar juga jika Young sudah tidur.
Nyonya wang akhirnya pergi dan Soo duduk di tempat tidur sambil menatap Young dan membuka syal yang masih ada di leher Young. Ia menatap Young lagi dan mulai menggenggam tangannya. Tai ternyata Young masih bangun dan memanggilnya, membuat Soo melepaskan tangannya.
Young berkata hari itu adalah ciuman pertamanya. Soo bertanya apa Young menyukainya.
Young menjawab tidak seperti yang ia harapkan.
Soo menggodanya dan mengatakan ciuman pertamanya Young adalah dengannya.
Young yang masih memejamkan mata tersenyum, ia mengatakan Soo memang selalu menggodanya, waktu kecil, juga sekarang.
Young meminta tangan Soo dan Soo menggenggam tangan Young. Young bertanya lagi, tentang yang mereka bicarakan sebelumnya, apa ia bisa mempercayai Soo. Soo mengiyakan,.
Young kemudian tertidur.


 photo w6-57_zps0188e759.jpg
Soo memanggil nama Young, tapi Young tidak bangun. Ia kemudian membelai rambut gadis itu.
Soo kemudian berfikir, Sebenarnya kenapa aku begitu ingin hidup? Aku bahkan tak punya alasan untuk hidup. Berbohong tanpa henti pada gadis buta ini. Sebenarnya kenapa aku berusaha begitu keras untuk hidup?
Soo teringat kenangan indahnya bersama Young, dimana mereka tertawa bersama. Saat kencan, saat minum bersama dan saat ke pantai.
Soo : Aku selalu mengatakan hidup ini tak begitu bernilai. Hidup itu hanya sesuatu yang harus kau jalani. Mungkin yang kukatakan itu, Semuanya bohong. Apa sebenarnya aku benar-benar mengharapkan saat-saat seperti ini sepanjang hidupku?
Soo mulai mendekatkan wajahnya ke arah Young. Ia berhenti sesaat, tapi kemudian ia makin mendekatkan bibirnya, hanya kurang dari 1 senti saja, dan ia berhenti, Sialan, Apa yang kulakukan sekarang? Gila.
Soo berdiri dan menenangkan pikiran sebelum ia berjalan keluar kamar Young.


 photo w6-58_zpsbfa26493.jpg
Soo berjalan menuju kamarnya dan melihat Jin Sung. Mereka masuk ke kamar Soo dan Jin Sung memperlihatkan foto brankas rahasia milik Young. Jin Sung mengatakan itu lebih baik dari pada pil yang diberikan Moo Chul. Ia juga mengatakan jika So Ra menemukannya maka akan semakin gawat. Lagi pula membobol brankas itu adalah hal yang mudah bagi Hee Sun. Karena brankas itu sudah sangat tua.
Soo melempar ponsel Jin Sung dan mengatakan agar mereka tidak membuat Hee Sun terlibat lebih Jauh.
Tapi Jin Sung mengatakan sejak awal Hee Sun sudah terlibat. Jin Sung dengan marah mengatakan apa saja yang sudah Hee Sun lakukan untuk Soo.
Soo hanya menghela nafas. Jin Sung yang hampir menangis mengatakan ia selalu ada dipihak SOo, bahkan saat Soo menjual sapi ayahnya dan memakai uangnya untuk judi. Ketika kau meninggalkan panti asuhan selagi remaja dan hidup dari keluarga kami, kau terlibat begitu banyak perkelahian, ibuku masuk keluar kantor polisi. Ibuku selalu memohon untuk membebaskanmu, dan akhirnya menderita serangan jantung karena itu. Meskipun begitu, aku tak pernah membencimu. Kau tahu itu?


 photo w6-59_zps474c35f7.jpg
Soo menutupi wajahnya dengan tangannya dan menghela nafas sementara mata Jin Sung memerah karena menahan tangis, Meskipun aku dipihakmu, aku tak bisa melihatmu membunuh orang lain. Pergi ke pantai, tidur bersama, dekat dengannya. Lalu kau membunuhnya dengan pil itu? Yah... Apa itu masuk akal? Hyung takkan mati dan si malang Young juga takkan mati.
Soo sudah tak tahan lagi, akhirnya ia membuat keputusan, ia mengajak Jin Sung mengosongkan brankas itu dan menyuruhnya menyiapkan peralatannya,.


 photo w6-62_zps952c7e02.jpg
Pagi harinya Young dan Soo jalan-jalan disekitar rumah. Lalu mereka makan cokelat sambil menonton drama. Soo menceritakan mengenai ekspresi sang pria pada Young. Mereka terlihat akrab lagi.
Soo mematikan TV dan bertanya apa Young sudah siap bertemu dengan keluarga Myung Ho. Young tak menjawab dan menyuruhnya menyalakan TV lagi, ia ingin menonton dengan mendengarkan penjelasan Soo. Tapi Soo tidak menyalakannya dan bertanya lagi, setelah pertemuan keluarga maka Young akan menikah dengan Myung Ho bukan?
Young mengatakan ia memang harus melakukannya sebelum Soo pergi. Young kemudian mengambilkan cokelat dan menyuapkan ke mulut Soo.
Soo bertanya lagi, apa Young menyukai Myung Ho.
Young berkata kalau Myung Ho adalah orang yang dipilihkan ayahnya, itu saja.
Young kemudian menyuruh Soo menyalakan TV lagi. Soo menyuruhnya tidur setelah menonton.


 photo w6-63_zps9d1e639c.jpg
Young tidur sementara Soo duduk di sampingnya, memperhatikannya. SOo kelihatan tidak tenang memikirkan pertemuan keluarga itu.

 photo w6-64_zpsc9744400.jpg
Keluarga Oh berangkat untuk bertemu keluarga Lee. Soo ikut bersama mereka, tapi di mobil yang berbeda. Sementara Young ada di mobil yang dikemudian pengacara Jang dan bersama nyonya Wang juga.
Pengacara berkata ia sangat bahagia karena Soo ada bersama mereka dalam kunjungn keluarga. Ia bertanya bagaimana pendapat nyonya Wang. Nonya Wang berkata ia bahagia jika Young bahagia.
Lalu ada telpon dari Soo ke ponsel Young.


 photo w6-65_zps066fa24b.jpg
Soo mengatakan ia tak bisa ikut dengan mereka, karena ada urusan tentang kepergian ke italia. Young terlihat kesal. Tapi Soo mengatakan kalau Young harus terbiasa sendirian mulai sekarang. Young kesal dan mengatakan jika memang begitu seharusnya Soo tidak pernah muncul. Ia menutup ponselnya.
Pengacara Jang berkata apa yang terjadi, Young mengatakan Soo tidak bisa ikut dengan mereka.


 photo w6-66_zps8eb92f0f.jpg
Soo terlihat cukup frustasi dengan semua kebohongannya. Ia kemudian menelpon Jin Sung dan mengatakan untuk bersiap. Tentu saja, rumah kan lagi kosong tuh.
Jin Sung dan Hee Sun berlari menuju mobil Soo yang baru saja tiba. Mereka memberikan peralatan untuk membongkar brankas. Hee Sun berkata mereka akan kembali ke rumah dan berkemas. Jin sung meminta Soo hati-hati.


 photo w6-67_zpsa895dd15.jpg
Pengacara Jang dan nyonya Wang menunggu orang tua Myung Ho. Nyonya wang tak tenang dan melihat jam, ia bangkin untuk melihat Young yang terlalu lama di kamar mandi. Tapi pengacara Jang menahannya, ia mengatakan kalau pelayan disini pasti membantunya jika Young tersesat. Nyonya Wang akhirnya setuju.

 photo w6-68_zps216c214e.jpg
Sementara itu diluar, ternyata orang tua Myung Ho sudah datang, tapi tidak masuk. Myung Ho bertanya kenapa. Orang tua Myung Ho mengatakan kalau Myung Ho akan dikutuk jika melakukan itu. Meskipun Young kaya dan buta, apa Myung Ho akan mencampakkan So Yun?
Dan ternyata Young mendengarkan semuanya!!!
Ibu meminta Myung Ho menghentikan semuanya karena belum terlambat. Dan ibu ternyata melihat Young juga yang berdiri dibalik tembok.
Myung Ho tak mendengarkan dan mengajak ibunya masuk dulu. Tapi Myung Ho menyadari ada Young disana. Ia menyapa Young.
Young tanpa wajah terkejut mengatakan kalau ia mencari udara segar, dan minta mereka mengatakan pada nyonya Wang kalau ia pulang duluan karena flu. Young dengan tenang melewati mereka.


 photo w6-70_zps75db1b55.jpg
Soo ada di sekitar rumah berusaha menyelinap masuk. Ia bersembunyi dari para pelayan.

 photo w6-71_zpsd93d2814.jpg
Nyonya Wang mempertanyakan kenapa Young tiba-tiba membatalkan acaranya hanya karena flu. Young diam saja, ia hampir menangis, tapi menahannya dan menggenggam erat tangannya.

 photo w6-73_zps1b1b2f95.jpg
Soo masuk ke kamar Young dan dengan cepat menurunkan lukisan di dinding. Ia mengambil stetoskop dan mulai mencoba membuka brangkas tersebut. Gagal.
IA menenagkan pikiran dan menarik nafas dalam. Soo berfikir dan mencobanya kembali.


 photo w6-74_zps930c115d.jpg
AAAAAAAAA>
Dan Young dkk kembali ke rumahnya. Setelah pamitan dengan pengacara Jang, Young berjalan ke kamarnya.


 photo w6-75_zps64891cca.jpg
Soo masih di kamar mencoba menemukan suara yang tepat saat ia memutar kunci brankas. Dan akhirnya ia mendapatkan yang ia inginkan. Soo membuka pintu brankas. Terbuka dan melihat dokumen penting serta emas batangan disana.

 photo w6-76_zps8765af55.jpg
Soo masih berfikir saat ia mendengar suara pelayan memanggil nyonya Wang untuk menanyakan makan malam.
Soo panik dan dengan cepat ia menutup dan memasang kembali lukisan. Hanya saja lukisannya miring, dan soo bersembunyi di balik pintu saat Nyonya wang masuk bersama Young.


 photo w6-77_zpsd9a3e0cc.jpg
Soo tampak khawatir. Nyonya Wang memasangkan selimut pada Young yang berbaring. Ia bertanya apa Young yakin tidak mau ke rumah sakit. Young mengiyakan.
Nyonya Wang kemudian menyadari ada yang aneh, ia melihat lengan seorang pria di balik pintu, ia melihat lukisan yang miring. Nyonya Wang berjalan mendekati pintu. Ia membukanya dan melihat Soo ada disana.


 photo w6-78_zpsf15829d8.jpg

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar