Selasa, 12 November 2013

Drama Korea That Winter, The Wind Blows Episode 5 part 1



 photo w5-1-1.jpg
Soo membawa Young dari dalam sungai. Young terlihat lemah dan Oh Soo menamparnya. Hal ini sama dengan kejadian saat kecil, Oh kecil memarahi Young karena masuk ke dalam air. Soo menggendong Young menuju mobil tapi di jalan Young mengatakan ia ingin menyentuh wajah Oppa-nya. Young mulai mneyentuh wajah Soo dan hampir menangis, tapi ia tersenyum. Soo mengajak Young pergi dan meneruskan langkahnya. Young berpegangan dengan kuat dan tersenyum sambil menangis.
 photo w5-2.jpg
Kembali ke rumah Moo Chul, Myung Ho sudah di persilakan masuk dan Moo Chul bertanya siapa Myung Ho. Myung Ho mengeluarkan kartu namanya dan Moo Chul mengerti, Myung Ho dari PL Group, tunangan Oh Young. Myung Ho bertanya dimana Oh Soo, bukan Oh soo PL group, tapi Oh Soo.
Moo Chul berfikir dan bertanya kenapa Myung Ho mencari Oh soo, seorang profesional gambler dan punya catatan kriminal. Kenapa kau penasaran padanya?

 photo w5-3.jpg
Oh Young masih bersama Oh soo di mobil. Young kedinginan dan Soo mencoba mengelap wajah Young. Ia bertanya apa Young baik-baik saja. Young mengatakan ia baik-baik saja, tapi Soo kesal karena Young tidak kelihatan baik-baik saja. Soo keluar dari mobil membawa pakaian Young yang sebelumnya dan menyuruhnya ganti baju. Soo berkomentar, lihatlah, apa yang aku katakan padamu? Aku bilang agar kau hati-hati. kenapa kau selalu melakukan apa yang kau inginkan? Kenapa kau masuk ke dalam sungai? Apalagi untuk seseorang yang tak bisa melihat.
Young bukannya sedih tapi ia malah tersenyum.
Soo kesal dan kemudian berfikir, mungkinkah kau memikirkan hal seperti di subway waktu itu? Mencoba membunuh dirimu sendiri?
Young tertawa, ia mengatakan ia hanya penasaran apa yang akan dilakukan oleh Oh Soo.

 photo w5-4.jpg
Oh Soo kesal lagi, kau pikir itu lucu?
Young kemudian bertanya, haruskah kita tidak pulang kerumah malam ini?
Soo tak percaya apa yang dikatakan Young dan mengatakan Young gila. Ia keluar dari dalam mobil dan menyuruh Young ganti baju karena ia akan mencari sesuatu yang hangat. Karena Young akan sakit jika tidak mengganti baju.
Young menyuruh Soo jangan pergi. Tapi Soo berkata, kenapa aku harus mendengarkan kata-katamu, sedangkan kau tidak mau mendengarkan kata-kataku? Hanya 5 menit, jangan pergi dan tetap di dalam. Young panik saan SOo mengunci pintu dan pergi meninggalkannya. Ia memanggil Soo terus, tapi Soo tak mendengarkan dan berlari meninggal kan Young yang ada di dalam mobil.

 photo w5-5.jpg
Kembali ke rumah Moo Chul, ia masih bersama Myung Ho. Moo Chul mengatakan kalau Soo punya hutang oadanya, makanya ia tinggal di rumah Oh Soo. Moo Chul bertanya kenapa Myung Ho tahu kalau namanya adalah Oh Soo.
Myung Ho tidak menjawab. Moo Chul mengatakan ibu Soo meninggalkan Soo dibawah pohon makanya mereka memberi namanya Soo. Dan karena direktur panti asuhan itu marganya Oh, makanya Soo juga diberi marga Oh.
Moo Chul melihat majalah yang covernya adalah Jin So Ra, ia menunjukkan pada Myung Ho kalau Oh Soo adalah pacar So Ra. Myung Ho terkejut. Moo Chul terus bicara kalau Soo adalah pria yang mengagumkan, karena So RA tergila-gila padanya. Mereka memang putus sekarang, tapi siapa tahu mereka akan kembali bersama.
Myung Ho terlihat seperti memikirkan sesuatu. Moo Chul bertanya lagi kenapa Myung Ho mencari Oh Soo.
Myung Ho mengatakan Oh Soo mencarinya, karena mereka dekat, tapi Soo tak bisa menghubunginya.
Moo Chul berkata ia khawatir kalau mereka tak akan bertemu lagi. Myung Ho terkejut, kenapa? Bukankah mereka sudah seperti kakak adik?

 photo w5-6.jpg
Moo Chul mendekatkan wajahnya dan berkata, kau terlihat seperti mencari Oh Soo, tapi Oh soo yang satu lagi tidak tahu kau mencarinya. Myung Ho terkejut, tapi kemudian Myung Ho menyimpulkan, Myung Hoo bingung karena ada dua Oh Soo. Kau datang karena ingin memastikan dengan matamu yang mana Oh Soo asli.
Mata Myung Ho kemudian melihat sebuah bingkai foto yang didalamnya ada Oh Soo asli, Oh Soo dan Jin Sung. Moo Chul melihat itu dan tersenyum licik, ia bangkit dan mengambilnya. Moo Chul mengatakan ia bahkan lupa. Moo Chul melemparkan foto itu kemeja dan berkata, yang disebelah pria tampan/cute ini adalah Oh Soo yang kau cari.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA..

 photo w5-7.jpg
Oh Soo kita sedang membeli minuman hangat. Dalam perjalanan kembali ke mobil, Soo mendapat telpon dari Moo Chul. Moo Chul mengatakan pria yang bernama Lee Myung Hoo bertemu dengannya baru saja. Ia sangat penasaran tentang Oh Soo. Moo Chul berkata, ini seperti kau tidak akan mati ditanganku. Soo panik dan bertanya apa yang dikatakan Moo Chul pada Myung Ho.
Moo Chul tertawa kecil dan mengatakan kalau ia memberikan sebuah foto menarik. Foto Oh soo yang asli.
Tangan Oh Soo mulai bergetar dan mengatakan kalau Moo Chul melakukannya dengan baik. tapi 78 juta won bukan hal yang mustahil. Oh Soo kemudian bertanya tentang Presdir Kim. Dan bertanya lagi apa benar kalau Moo Chul mengatakan hal yang sebenarnya.
Moo Chul berkata kalau ia adalah pembohong yang buruk. Yang sebenarnya adalah Oh Soo si penjudi sedang berpura-pura menjadi Oh Soo PL Grup. Itu adalah sesuatu yang terlalu disayangkan untuk ku ketahui sendirian.
Soo kesal dan berkata berhenti bicara karena ia akan melakukannya sesuai jalannya dan Moo Chul melakukan sesuai jalannya pula. Saat Soo ingin melanjutkan kata-katanya, Moo Chul memotong, ketika 10 hari berlalu, 1 bulan berlalu, 2 bulan berlalu, dan kemudian hari dimana kita akan berseteru karena hutang akan datang, bukan? Cepatlah, Oh Soo. Waktu terus berjalan.
Moo Chul tertawa menutup ponselnya.

 photo w5-8.jpg
Sebuah Flashback memperlihatkan, Hee Joo mengatakan pada Moo Chul kalau ia sedang mengandung anak Oh Soo. Moo Chul yang mendengarkanya terkejut dan senyum di wajahnya hilang. Sedangkah Hee Joo terlihat sangat gembira, ia mengatakan sekarang Oh Soo sudah menjadi miliknya. Ia mengajak Moo Chul pergi bersama mereka untuk merayakannya. Hee Joo bahkan mneyuruhnya hati-hati di jalan.
Moo Chul benar-benar sedih mendengar hal itu, karen aia juga mencintai Hee Joo.
WOOWWWWWWWWW...

 photo w5-9.jpg
Soo kembali ke mobil dan memberikan minuman pada Young. Young mengambil satu dan meletakkannya di wajahnya, ia mnegatakan kalau itu hangat. Soo masih berfikir akan hal yang tadi, ia kemudian mengajak Young tidak pulang malam itu, dan pergi ke pantai. Young tersenyum tanda setuju, ia bahkan mengajak bermain motor nanti.
Tapi Soo teringat saat kecelakaan Hee Joo, yang saat itu menggunakan sepeda motor. Young terus bicara dan mengatakan Oh Soo berjanji padanya akan mengajarinya naik motor. wajah Soo terlihat khawatir dan akhirnya setuju.

 photo w5-10.jpg
sementara itu Myung Ho di mobilnya menatap foto yang diberikan oleh Moo Chul. Ia kemudian ingat kejadian tadi, saat Moo Chul menunjukkan mana Oh soo yang ia cari. Aku mengulang videonya sampe sepuluh kali untuk memastikan wajah siapa yang di tujuk oleh Moo Chul, soalnya terlalu cepat dan tak jelas. Tapi aku yakin wajah Oh Soo asli yang ditunjuk oleh Moo Chul, artinya Moo Chul mengatakan kalau Oh Soo asli adalah penjudi itu. Moo Chul juga memberikan kartu namanya pada Myung Ho dan menyuruh Myung Ho menelponnya kapan saja, ia akan mencari Oh Soo.
Myung Ho di mobilnya tampak kecewa dan berfikir keras.

 photo w5-11.jpg
Moo Chul kembali ke bar dan memarahi beberapa pegawai disana. Ia memukuli mereka sambil mengatakan janga berlagak seperti bos didepan orang-orang muda seperti dia -orang baru-. Ia terus menampar pria itu, dan pria itu mengatakan kalau ia kasihan karena ibu orang baru itu sakit. Moo Chul menatap orang baru tadi dan mendorongnya ke dinding, Ibumu mengtaakan padamu agar melakukan apapun yang kau bisa untuk membawa uang, untuk membuatnya senang?
Pria itu membela diri dan mengatakan tidak. Moo Chul memukulnya dan mengatakan itu bukan alasan. Ia mengancam pria itu, jika ia melihatnya lagi maka ia akan membunuhnya dengan tangannya sendiri.
Pria itu menangis.

 photo w5-12.jpg
Moo Chul naik ke atas dan ternyata JiN Sung ada disana menyeret adiknya, Jin Mi keluar dari bar itu. Ia menabrak Moo Chul dan kesal, berteriak padanya tanpa menyadari itu Moo Chul. Moo Chul menatapnya, awalnya Jin Sung kaget dan takut, tapi kemudian ia tak peduli. Ia menyeret Jin Mi lagi dan Jin Mi terjatuh. Jin Sung kesal dan marah, ia mengatakan sudah cukup pusing karena ayah mereka minum dan sekarang Jin Mi Minum juga. Jin Mi berkata itu karena rasanya enak.
Moo Chul bicara dan mengatakan kalau Jin Sung bawahan Oh Soo, berarti bawahannya juga. Jin sung menatap tajam dan berkata bicaralah sepuasmu. Ia tak peduli dan menarik Jin Mi lagi, tapi Jin Mi tak mau bangun, akhirnya ia menggendong Jin Mi. Jin Mi tersenyum.
Setelah mereka pergi, Moo Chul bertanya pada pelayannya, apakah itu Jin Mi adik Jin sung, pelanggan regular?

 photo w5-13.jpg
Pelayan mengiyakan, gadis itu datang setiap hari.
Lalu seorang gadis berlalri melewati mereka sambil memanggil Jin Mi. Moo Chul bertanya lagi, bersama gadis itu juga?
Pelayan mengiyakan. Moo Chul tersenyum dan mengatakan pada pelayan agar menjadikan Jin Mi pelanggan VIP dan memberikan sejumlah uang.
Ia kemudian bergumam, kita lihat saja jalan siapa yang akan menang, Oh Soo. KAu dengan jalanmu, dan aku dengan caraku.

 photo w5-14.jpg
Jam hampir menunjukkan pukul 11 malam. Nyonya Wang khawatir Young belum kembali juga. Ia memutuskan menelpon Oh Soo.
Nyonya Wang menyuruh Oh soo memberikan ponsel pada Young. Oh Soo yang ada di dalam vila -kayaknya- mengatakan Oh Young sedang mandi, jadi ia tak bisa memberikannya. Nyonya Wang bangkit dengan kesal, meskipun kalian bersaudara, kalian sudah tumbuh menjadi pria dan wanita! Bagaimana mungkin kalian tinggal bersama!
Soo mengatakan kalau ia sudah mengatakan sebelumnya, kalau nyonya Wang bukan ibu mereka, tapi sekretaris. Aku tidak akan meminta izin darimu. Aku hanya memberitahu anda sebagai sopan santun agar tidak khawatir.
Nyonya Wang kesal dan melempar ponselnya. Dan terlihat sangat emosi.

 photo w5-15.jpg
Sementara itu Soo dan Young menikmati malam mereka dengan naik motor. Young duduk di depan dan Soo di belakang, tapi Soo yang mengarahkan jalannya. Young tampak sangat bahagia. Ia teringat kenangan masa kecilnya saat Ia di bonceng ibunya di sepeda dan Oh kecil juga naik sepedanya sendiri.
 photo w5-16.jpg
Tapi Soo malah teringat kenangan dirinya bersama Hee Joo yang naik motor berdua. wajah Soo beneran terlihat bahagia, belum pernah aku melihat wajahnya sebahagia itu. Soo bahkan berteriak kalau ia mencintai Hee Joo. Dan Hee Joo mengatakan kalau ia juga mencintai Soo.
 photo w5-17.jpg
Dan Young tidak menyadari, Soo di belakangnya hampir menangis. Ia menikmati angim malam di atas motor sementara Soo di penuhi dengan kekhawatiran dan kesedihan.
 photo w5-19.jpg
Hari itu ternyata adalah hari peringatan kematian Hee Joo. Hee Sun bersama Jin Sung sudah di rumah menata meja. Sementara Hee Sun juga sibuk menelpon Soo, tapi tidak mengangkatnya. Jin Sung mengatakan mungkin Soo lupa kalau hari itu adalah peringatan kematian Hee Joo. Hee Sun kesal, dari banyak hari yang ia lupakan, harusnya Soo tak melupakan hari kematian kakaknya.
Jin Sung mengatakan bisa saja Soo melupakannya, Ketika orang hidup mereka merayakan ulang tahun, kenapa harus mengingat peringatan kematian?
Hee Sun kesal dan perhatiannya kembali teralih ke meja persembahan. Lalu Jin sung mendapat telpon dan hanya menjawab aku mengerti. Hee Sun melihatnya dan bertanya apa itu Oh Soo.
Wajah Jin Sung berubah dan mengatakan kalau itu ayahnya.

 photo w5-20.jpg
Ayah Jin Sung ada di depan rumah Hee Sun. Jin Sung keluar dan melihat ayahnya senyum-senyum sambil membawa tas. Jin Sung mengambil tasnya, lalu ayahnya bertanya sambil tersenyum, apa kau berdua saja dengan Hee Sun?
Jin Sung terkejut, memangnya kenapa?
Ayahnya tersenyum dan mencubit bokong Jin Sung, Jin Sung kesal dan ayahnya berkata, tak perlu malu. Ketika aku dan ibumu berdua di desa, itu sangat panas.
Ayah Jin sung tertawa menggoda puteranya. Jin Sung tidak menanggapi dan berkata berhenti mengkhawatirkan hal seperti itu, lebih baik khawatirkan jin Mi. Kenapa kau menggunakannya untuk membeli sapi? Karena kau hanya menyukai alkohol dan sapi, Jin Mi dan aku bahkah tidak hidup lebih baik dari pada sapi.

 photo w5-21.jpg
Ayah mencoba berkilah, ia mengatakan kalau sebelum kakek Jin sung meninggal, ia ingin ayah membeli sapi. Tapi Jin Sung meminta ayahnya berhenti mengatakan hal itu. Karena ayahnya selalu mengatakan tentang kehebatan kakeknya, kenapa ayahnya tidak hidup seperti kakeknya saja. Orang berfikir kau dan ibu bekerja keras di restoran, sementara aku dan Jin Mi menyedihkan. Uang yang aku simpan untuk masuk kuliah, kau menggunakannya untuk membeli sapi. Kau juga menggunakan uang Jin Mi untuk membeli sapi. Ketika kau melihat uang, aku selalu gila untuk membelikannya sapi.
Ayah hanya tersenyum dan berkata, meskipun kau berkata begitu, tapi aku tahu kau tetap menyukai kami. Saat gangster itu mencoba melukaiku, kau bahkan memukul mereka seperti ini.
Ayah menirukan cara Jin SUng memukul para penjahat itu di kantor polisi beberapa hari yang lalu. Jin Sung terlihat kesal dan akhirnya meninggalkan ayahnya. Tapi ayah memnaggilnya lagi dan berkata kalau Jin Sung harus menunjukkan ia sedih atas Hee Joo dan malam ini lakukan itu dengan Hee Sun.
Jin Sung kesal dan menyuruh ayahnya mengurus Jin Mi saja, agar Jin Mi bisa masuk universitas dan tidak menjadi seperti dirinya. Ayahnya mengerti dan pergi.

 photo w5-22.jpg
Jin Sung akan kembali ke rumah saat Hee Sun menuruni tangga. Jin Sung meraih tangannya dan bertanya Hee Sun mau pergi kemana.
Hee Sun menjawab ia akan mencari Oh Soo. Jin Sung kesal dan bertanya, Apa kau hanya memikirkan Oh Soo dan bukan aku?
Hee Sun memandanginya. Jin Sung berkata kalau Oh Soo mungkin ada di makam Hee joo. Seperti sebelumnya, mungkin Oh Soo menangis di bawah pohon. Tidak bisakah kau dan aku memberikan penghormatan?
Hee Sun hanya memandangi Jin sung. Jin sung mengubah nada suaranya menjadi lebih halus, kenapa kau melihatku begitu? Kau begitu karena tak tahu kalau aku mneyukaimu?
Jin Sung kesal dan menaiki tangga meninggalkan Hee Sun yang masih bingung.

 photo w5-24.jpg
Oh Soo bersama Young di vila. Mereka sedang jalan-jalan di sekitar vila. Young meminta Soo menceritakan tentang cinta pertamanya. Apa gadis itu cantik, bagaimana sifatnya, Polos? Bersemangat? Elegan? Kapan ciuman pertamamu? Dimana?
Soo mengatakan ia tak akan mengatakannya. Young bertanya lagi, siapa namanya?
Soo menjawab kalau ia sudah lupa. Young tahu Soo berbohong. Ia menebak nama cinta pertama Soo. Young mengatakan kalau adik gadis itu adalah Moon Hee Sun, Hee Young? Hee Myung? Hee Jin? Hee Soo? Hee Ra?
Soo menyuruhnya berhenti, tapi tebakan terakhir Young benar, Hee Joo?
Soo menghentikan langkahnya. Young tersenyum, benar bukan, Hee Joo?
Soo menatap Young dan mengatakan ia tak ingin mmebicarakan Hee Joo.
Young bertanya kenapa? Apa karena dia sudah meninggal?
Soo membenarkan.  Karena dia sudah meninggal untuk apa kita membicarakannya?
Young mengatakan selama ini mereka juga membicarakan orang yang sudah meninggal, ibu dan ayah.
Soo menarik nafas dalam dan mengatakan mereka akan membicarakannya nanti. Soo melangkah pergi, tapi Young menariknya.

 photo w5-25.jpg
Young bertanya, nanti itu kapan? Kau bilang akan pergi setelah 2 bulan. Jadi kapan? Setelah aku meninggal?
Soo tersenyum dan mengatakan kalau Young tak akan mati.
Young berkata kalau ia akan mati, meskipun bukan sekarang.
Senyum di wajah Soo menghilang. Soo berfikir dan mengatakan kalau ia akan membicarakan cinta pertamanya saat ia tenang. Young tersenyum dan mengajaknya minum dan  bicara. Young menawarkan minuman apa yang akan mereka minum. Soo memilih Soju dan Young setuju.
Young tak sabaran dan pergi duluan, tapi ia hampir terjatuh dan soo menolongnya. Mereka berdua tertawa bersama. Soo mengatakan mereka akan minum sampai hidung mereka merah.

 photo w5-29.jpg
Soo dan Young di kamar, duduk bersandar sambil minum soju. Soo mulai membicarakan tentang Hee Joo. Ia mengatakan ia tak tahu apa yang disukai Hee Joo darinya. Aku tidak mengerti dirinya. Ibu dan ayahnya adalah guru sekolah. Dan Hee Joo sangat keras kepala, ia tetap menyukaiku. mereka memutuskan mentransfer Hee Joo ke sekolah di desa. Aku berfikir itu adalah akhir dari hubungan kami. Tapi ternyata tidak. Suatu hari aku membuka pintu rumahku dan ada dia di sana, berdiri sambil berkata, halo. tentu saja dengan senyuman lebar di wajahnya.
Young bertanya, ia lari bukan?
Soo membenarkan. Aku menyuruhnya kembali ke rumah orang tuanya. Tapi ia menolak dan menangis.
Young penasaran, lalu apa yang terjadi?
Soo : Apa maksudmu apa yang terjadi kemudian? Tentu saja kami hidup bersama.
Young bertanya lagi, kalian juga tidur bersama.
Soo menjawab, tentu saja, karena aku juga pria.

 photo w5-30.jpg
Young tertawa dan cukup terkejut. Mereka berdua tertawa bersama malam itu. mereka sudah pindah posisi sekarang dan yang bercerita adalah Young. Young menceritakan pengalamannya saat pertama kali ia belajar huruf braile. Ia mengirim pesan pada temannya dan ingin bertanya apakah temannya melakukannya dengan baik. Tapi Young salah menulis, justru yang di tulisnya adalah, kau berselingkuh bukan?
Tapi karena temannya nyatanya memang selingkuh, temannya penasaran dari mana Young tau. Young berkata ia dengan hati-hati mengatakan kalau dirinya peramal.
Dan mereka berdua tertawa. Malam itu menjadi malam yang penuh tawa, berbeda dari malam malam sebelumnya.

 photo w5-31.jpg
Saatnya tidur. Young masih duduk dan Soo menyelimutinya. Young bertanya, benarkah mereka tak boleh tidur bersama?
Soo tertawa, apa maksudmu? Aku adalah pria dan kau wanita, tentu saja kita tak boleh tidur bersama.
Young kurang setuju, tapi kau kan kakakku.
Soo berkata, meskipun ia kakak Young, tapi ia juga seorang pria. Kau tidak menyuruhku hanya berbaring di sebelahmu dan tidur bukan? Kau ingin menyentuhku bukan?
Young dengan polosnya bertanya, apa yang salah dengan menyentuhmu?
Soo beneran kehabisan kata-kata, Ya Ampuuuuun.. apa sih yang membuatmu begitu penasaran?

 photo w5-32.jpg
Soo menjawab semuanya. Soo mengatakan ia pria dengan tinggi 186 cm dan berat 76 kg.
Young tersenyum dan berkata bukan itu yang membuatnya penasaran. Young menyuruh soo berbaring di sampingnya.
Soo memperhatikan Young dengan setengah tersenyum. Young berkata ia buta, aku ingin menyentuhmu dan merasakannya agar aku tahu semuanya. Ini hanya sentuhan yang polos. Aku ingin tahu, seperti apa tanganmu, apakah jarimu kurus seperti aku atau gemuk, dan jika gemuk, seberapa gemuk mereka. Jadi aku bisa memberitahukanmu kalau kau terlihat seperti ayah. Ini adalah caranya, saat kau tidak bisa melihat. Dan kau tidak akan tahu apa-apa jika hanya deskripsi saja. Nanti saat kau meninggalkanku, aku bisa merasakannya jika aku merindukanmu.
Soo memperhatikan Young dengan pandangan sedih dan kemudian ia setuju.

 photo w5-33.jpg
Soo berbaring dan mengatakan kalau kedengarannya itu bagus. Young muali bersemangat, tapi Soo mengingatkan kalau Young hanya boleh menyentuh apa yang boleh disentuh.
Soo memandang Young dengan tatapan nakal. HAHHAHHAHA. Dan Young tersenyum.
Young mulai menjelajahi tubuh Soo, WKKWKKWKWKK. enggak ding, awalnya ia mengukur tinggi Soo dengan jengkalnya, kalo ga salah 9 1/2 jengkal. Lalu Young memegang tangan Soo dan mengatakan kalau telapak tangan Soo lebih halus dari yang ia kira, karena . Young kemudian meluruskan tubuhnya dan sebelum berbaring, ia menyentuh kaki Soo.
Selama itu berlangsung aku yakin Soo tidak tenang, terlihat dari matanya kalau ia juga gugup. -Kok aku yang seneng ya, wkwkkwkkwkkw-

 photo w5-34.jpg
Young mensejajarkan kakinya dan kaki Soo, lalu ia berbaring di samping Soo. Soo bangkit, dan bertopang disikunya menghadap ke arah Young.
Soo mulai menutup matanya dan menyentuh wajah Young. Ia mengatakan jika menyentuh seperti ini, aku rasa kau tidak akan tahu dengan baik.
Tapi Young tersenyum dan berkata, berdasarkan apa yang ia sentuh, Soo adalah pria yang tampan.
Soo bertanya bagaimana Young bisa yakin?
Young menjawab, bagi mereka, jika ada pria dengan lengan yang kuat dan suara yang bagus, maka pria itu tampan. Dan wanita yang ramping dan suara indah adalah wanita yang cantik. Ini lebih sederhana dari pada penilaian orang yang bisa melihat bukan?
Young tersenyum. Young meminta Soo memberikan lengannya seperti yang dilakukan ibu dulu.

 photo w5-37.jpg
Soo berfikir dan kemudian mengangkat kepala Young dan menjadikan lengannya sebagai bantal. Young mulai menutup matanya. Soo bertanya kenapa saat itu Young masuk ke dalam sungai. Young berkata, Jika aku bisa memilih kapan harus mati, maka aku pikir itu adalah saat yang tepat. Aku sangat bahagia. Karena Oppa datang.
Young masih menutup matanya dan berbalik ke arah Soo. Ia memeluk Soo dengan penuh cinta.
Soo mulai gelisah, ia tidak tahu harus bagaimana, dimana ia harus meletakkan tangan satunya. akhirnya ia meletakkannya di atas tangan Young. Soo bicara, sekarang, mengapa aku datang mencarimu, alasan aku mencarimu, bukan karena uang, tapi karena dirimu. apa kau mempercayainya? Motive ku yang sebenarnya, aku tidak penasaran lagi?
Mata Soo terlihat tidak tenang saat menanyakan hal itu. Tapi tidak ada jawaban dari Young, karena Young sudah tertidur.

 photo w5-38.jpg
Soo memanggil nama Young, tapi tak ada jawaban. Soo ingin mengangkat tangannya, memindahkan kepala Young ke bantal, tapi Young mempererat pelukannya dan mengatakan jangan pergi.
Wajah Soo tampak kaget dan gelisah. Meskipun ia mengatakan ia tak akan pergi.
Soo akhirnya tak jadi pergi, ia mengatakan kalau ia akan tetap disana jika Young yang minta. soo lalu memeluk Young juga dan menepuk-nepuk punggungnya.
HOAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA....

 photo w5-39.jpg
Lalu kita melihat sebuah adegan yang ada di teaser. Soo dan Young ada di tepi pantai di tengan salju menikmati matahari pagi.
mereka bermain bersama dan saling tertawa. Young berjalan di atas salju dan berjongkok untuk merasakan salju, sementara Soo mengambil salju dengan tangannya dan membuatkan hujan salju untuk Young. Young tertawa bahagia. Lalu saat tangan Young dingin, Soo meniupnya, membuat gadis itu tersenyum lagi dan lagi. Mereka juga bermain kejar-kejaran.

 photo w5-41.jpg
"Kau harus  berjanji padaku."
"Janji apa?"
"Kau harus ada di sisiku kapanpun aku memintamu."
Soo tersenyum dan bertanya, kau tidak bisa tidur semalam?
Young tersenyum. Dan Soo menjawab, baiklah.
Young dan Soo bergandengan tangan meninggalkan pantai itu.

 photo w5-40.jpg

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar