Selasa, 12 November 2013

Drama Korea That Winter, The Wind Blows Episode 5 part 2


 photo w5-42.jpg
Di rumah keluarga Oh, Nyonya Wang memainkan piano.
Ia teringat kenangan dulu, saat ibu Young masih menjadi nyonya rumah itu. Ia hanya seorang sekretaris yang datang ke rumah dan melihat Young dan ibunya bermain piano. Young yang menyanyi dan ibunya yang bermain piano. Nyonya Wang duduk sambil memandangi mereka berdua. Ibu dan anak itu terlihat bahagia. Dan nyonya Wang melihat mereka dengan pandangan, bahwa sepertinya ia iri pada mereka -hanya perasaanku aja mungkin, wkkwkwk-

 photo w5-43.jpg
Soo dan Young akan pulang. Mereka sekarang di dalam mobil dan Soo memasangkan sabuk pengaman Young. Kemudian Young berkata kalau ia ingin bertemu dengan orang itu, orang yang memiliki nama yang sama dengan Oh Soo, anehnya semakin aku bersamamu aku semakin berpikir tentang orang itu.
Soo berkata ia tidak tahu dimana pria itu sekarang.
Young berkata, bukannya kau dekat dengannya?
Soo mengatakan kalau dia menipunya. Dan menyuruh Young melupakan penipu itu.
Young tidak percaya karena pria itu baik padanya. Bahkan saat ia sedang sibuk ia menyempatkan membaca surat dan mengatakan kalau oppa mencintainya.
Soo tidak suka Young membicarakan hal itu.
Soo jadi teringat lagi kejadian 1 tahun yang lalu, saat ia di kejar-kejar oleh polisi.
Young mengatakan jika bukan karena itu, ia pikir mereka tak akan seperti sekarang. Ia bertanya lagi, apa Soo benar-benar tak bisa menemukannya?
Soo terlihat tidak tenang. Lalu ia mendapat telpon dari seseorang.

 photo w5-44.jpg
Jin sung menelpon Soo dari makam Hee Joo. Hee Sun juga ada disana. Jin Sung bertanya, apa kau tidak ingat ini hari apa? Apa yang kau lakukan dengan Young kematin sehingga kau tidak datang ke rumah? Apa? Di pantai? Bahkan jika kau sibuk bekerja, apa kau gila? Hee Sun sangat marah. Kenapa? Kemarin adalah peringatan hari kematian Hee Joo noona!
Jin Sung sangat kesal sampai ia berteriak, tapi Hee sun lebih kesal. Ia bangkit dan mengambil ponsel Jin sung.
Hee Sun menahan tangisnya bicara pada Soo, aku itu apa? Apa? Aku akan selalu mengingatnya? Kau hanya bicara saja. Pergilah dan habiskan waktumu bersama gadis itu dan hiduplah dengan melupakan hari kematian kakakku! Berani sekali kau!

 photo w5-45.jpg
Soo masih syok atas kemarahan Hee Sun dan tak bisa bicara apa-apa karena itu memang salahnya melupakan peringatan kematian Hee Joo.
Young bertanya siapa yang menelpon.
Hee Sun marah, mengembalikan ponsel pada Jin Sung dan mengambil kayu nisan Hee Joo dan menghancurkannya. Jin sung panik dan marah, kenapa kau menghancurkan nisan yang dibuatkan Oh Soo? Apa kau gila, Moon Hee sun?!
Soo mendengar hal itu dari ponselnya.
Hee Sun mengambil kembali ponsel Jin sung dan bicara dengan Soo, kami tak butuh nisan darimu. Kau bajingan! Aku berjanji padamu, jika kau tidak mati di tangan Moo Chul, aku akan membunuhmu! Apa yang terjadi hari ini, aku tidak akan memaafkanmu!
Hee Sun melempar ponsel Jin Sung ke tanah. Hee Sun pergi sementara Jin Sung masih memunguti pecahan nisan itu. Jin Sung mengejar Hee Sun dan menyuruh Soo segera datang.

 photo w5-46.jpg
Oh Soo shock berat. Ia hampir menangis kayaknya. Young masih penasaran siapa yang menelpon. Oh soo tak menjawab, kemudian ia menelpon nyonya Wang. Young terkejut, kenapa kau menelponnya? Kita tak akan pergi bersama?
Soo mengatakan mereka tak akan bersama. Soo mengatakan di mana posisi mereka dan ia akan menunggu di pinggir jalan.
Young masih tak mengerti, ia bertanya kenapa dengan Soo, kenapa Soo bersikap aneh. Kau berbeda dari sebelumnya. Seperti orang asing. Dingin. Kenapa?
Soo tak bisa menahan emosinya dan berteriak, diam!
Young terkejut.

 photo w5-48.jpg
Mereka segera pergi ke pinggir jalan. Young masih di dalam mobil. Dan Soo ada di luar mobil menunggu nyonya Wang.
Nyonya Wang akhirnya datang. Soo mengeluarkan Young dari mobil. Soo juga minta maaf pada Nyonya Wang karena kejadian semalam. Tapi Nyonya Wang berkata kalau dialah yang seharusnya minta maaf. Ia kemudian mengajak Young masuk ke mobilnya.

 photo w5-49.jpg
Soo meninggalkan mereka lebih dulu dengan mobilnya.
Fi mobil nyonya Wang menyuruh Young memperlihatkan tangannya, karena tak ada yang luka, nyonya Wang merasa bersyukur. Young bertanya sampai kapan nyonya Wang akan memperlakukannya seperti anak kecil.
Nyonya Wang berkata kalau ia khawatir.
Nyonya Wnag bertanya apa mereka menghabiskan waktu bersama dan menyenangkan?
Young menjawab tentu saja, kami ke pantai, minum alkohol, naik sepeda motor juga. Aku juga memikirkan ibu. Seberapa senangnya ia jika melihat kami bermain bersama seperti itu. Ketika aku memikirkan itu----
Nyonya Wang memotong, kau akan lebih membenciku,.
Dan Young membenarkan.
Nyonya Wang mengatakan kalau pengacara Jang akan datang dengan surat wasiatnya.
Young berkata kalau sekretaris Wang selalu mengkhawatirkanya, tapi tak tahu kalau ia menderita tumor otak. Lalu kenapa kau over protective sedangkan kau tidak tahu? Itu sebabnya aku melakukan itu.
Nyonya Wang berkata jika sesuatu terjadi pada Young, maka semua aset akan otomatis jatuh ke tangan Soo. Bahkan jika Young tidak menulisnya.

 photo w5-50.jpg
Young tersenyum dan ia mulai membiacarakan Lee Myung Ho yang tidak ia sukai, tapi malah menjadikannya tunangannya. Nyonya Wang bekata kalau Myung Ho itu pria baik, tapi Young berkata ia tak menyukainya.
Young berteriak. Nyonya Wang bertanya, jika Young tidak menyukainya, kenapa Young tetap mempertahankannya disisinya, Young bisa saja memecatnya. Aku hanya pembantu yang disewa untukmu. Kau bisa memecatku. kenapa? Aku masih berguna untukmu. Aku menjadi mata untukmu karena aku tak bisa melihat. Aku mengelola perusahaan atas namamu karena aku tak bisa melihat. Aku memeriksa apaun tentangmu karena kau tidak bisa melihat. Bahkan aku menjadi sopirmu seperti ini.
Young berteriak sambil menangis : Lalu kenapa aku masih tetap seperti ini?!
Nyonya Wang : Karena tumor otak. Kau sellau berfikir apa yang ku lakukan untukmu hanyalah kebohongan. Aku berfikir aku akan segera di campakkan. Bahkan jika benar, aku akan baik-baik saja. Saat seseorang datang untuk melindungimu, aku akan berakhir dan dibuang. Aku sudah tahu itu. Aku harap kakakmu adalah orang baik yang bisa melindungimu dengan aman. Sampai saat itu, aku akan disisimu.
Young masih menangis, tapi ia tak bisa membalas perkataan nyonya Wang. Ia mengalihkan pandangannya.

 photo w5-52.jpg
Soo ada di makam Hee Joo. Ia melihat bunga yang berserakan dan nisan yang sudah patah dan terkoyak. Soo mengambilnya dan melemparnya dengan kesal. Ia duduk di tanah dan merenung. Aku rasa ia hampir menangis.
Lalu sebuah buket bunga terjatuh, ia melihat Moo Chul disana. Moo Chul mengatakan kalau Soo datang terlambat. Ia pikir Soo akan datang lebih awal, makanya ia memundurkan waktu kedatangannya.
Soo menatapnya dan menyuruhnya pergi.
Moo Chul berjongkok dan berkata kalau tempat itu tidak tepat untuk dirinya. kenapa disini hanya ada satu makam? Harusnya ada dua. Bukankah itu benar? Hee Joo mengandung bayimu? Jadi harusnya ada 2 pohon yang ditanam, satu untuk Hee Joo, dan satu untuk orang yang bahkan tidak bisa melihat dunia ini, untuk bayimu.
Soo tak bisa bicara apa-apa. Ia diam menahan amarahnya atau rasa bersalahnya. Tapi kemudian ia bangkit dan memukul Moo Chul beberapa kali.

 photo w5-53.jpg
Saat itulah kita melihat flashback, apa yang sebenarnya terjadi.
Oh Soo muda memukul / mendorong Hee Joo dengan marah, untuk apa mempunyai bayi? jelas dia akan memiliki nasib yang sama denganku. Kenapa harus membuat yang lain menjadi seperti ku di dunia yang kejam ini?!
Hee Joo menangis dan menahan Soo yang akan pergi, tapi Soo mendoronganya. Hee Joo terjatuh dan bangkit lagi. Ia mengatakan kalau mereka hanya perlu merawat bayi dengan baik. memangnya apa yang buruk dengan Oh soo?
Soo mendorongnya lagi dan menyuruh Hee Joo pulang ke rumahnya. Soo lalu meninggalkan Hee Joo yang menangis. Tapi Soo juga menangis.
Soo naik ke motornya dan meninggalkan Hee Joo tanpa peduli Hee Joo yang memohon padanya agar tidak mengabaikannya.
Dan hal itu dilihat oleh Moo Chul!!!!!
Ia juga melihat Hee Joo yang akan mengejar Soo dengan motor. OMG!!!

 photo w5-57.jpg
Kembali ke makan Hee Joo, 2 orang yang sama-sama mencintai Hee Joo bertengkar dan saling pukul. Mereka terjatuh, bangkit dan saling pukul lagi sampai Soo memojokkan Moo Chul ke salah satu pohon.
 photo w5-54.jpg
Dan kembali ke flashback, Oh Soo mengendarai motornya dengan cepat. Hee Joo mengikutinya di belakang. Dan Moo Chul mengikuti Hee Joo di belakang pula. Hee Joo terus memanggil Oh soo, tapi Oh Soo tidak menghentikan motornya. Sampai di persimpangan, Oh Soo melewati sebuah truk dan malangnya, truk itu menabrak Hee Joo.
Dan kejadian itu dilihat oleh Oh Soo dan Moo CHul. Hikkkzzz.
Hee Joo terlempar dan saat terakhir ia masih memegang perutnya.

 photo w5-58.jpg
kembali ke pertengkaran mereka, kali ini Oh Soo yang tersudut, Moo Chul berkata, aku mengatakanpadamu bahwa aku mencintainya. Tapi aku bilang kau lebih mencintainya. Jadi aku baik-baik saja. Dan menyuruhnya menjaganya. Karena Hee Joo adalah segalanya bagiku. Wanita yang pertama dan terakhir yang aku cintai. Wanita yang aku cintai, bahkan lebih dahulu, sebelum kau bertemu dengannya. Tapi aku membuangnya saat dia hamil. Sia berfikir kau mencintainya. Dan kau akan bahagia saat tahu dia hamil dan dia sangat bersemangat untuk memberitahumu tantang kehamilannya. Tapi kau mengabaikan da meninggalkannya.
 photo w5-55.jpg
Wajah Soo memang terlihat kalau ia menyesalinya. Ia hampir menangis dan berusaha mendorong Moo Chul, Saat itu aku masih terlalu muda.
Tapi Moo Chul berteriak, Jangan beri alasan kalau 19 tahun itu terlalu muda! Bukankah kau mengatakan kalau kau takut mempunayi anak karena orang tuamu mengabaikanmu?! Aku akan menyelesaikannya disini. Kenapa? Karena saat itu Hee Joo juga berusai 19 tahun. Kau adalah bajingan yang lebih buruk dari pada ayah dan ibumu yang mengabaikanmu.
Soo menangis, suaranya bergetar saat ia mengatakan kalau ia tidak tahu Hee Joo akan mati.
Moo Chul berteriak, kau seharusnya tahu dengan baik. Baginya, kata-katamu adalah segalanya! Dia meninggalkan orang tuanya untuk pergi bersamamu!
Soo menangis dan merasakan sesak di dadanya.


 photo w5-59.jpg
Moo Chul melepaskan genggamannya dari jubah Oh Soo dan mengeluarkan sebuah pil. Ia mengatakan kalau pil itu adalah hadiah terakhirnya untuk Oh Soo. Sangat sulit mendapatkannya. Moo Chul berkata kalau pil itu sangat efektif bahkan tidak akan terdeteksi oleh otopsi. Akan menyebabkan kematian karena jantung lemah. Cepat dan Akurat.
 Ia menyuruh Soo meminumnya atau memberikannya pada Young. Ada dua pilihan, aku memilih kau pasti akan memberikannya pada adikmu. Kenapa? Karena kau adalah sampah yang penuh dengan bel*t*ng.
Moo Chul meninggalkan Soo sedirian. Soo menangis, bukan histeris, tapi tangisannya sangat menyakitkan. Ia memperbaiki nisan Hee Joo dan meninggalkan makam itu.

 photo w5-61.jpg
Pengacara Jang dan nyonya Wang sedang bicara mengenai penjualan saham yang tak bisa dilakukan tanpa nyonya Wang dan persetujuan pemegang saham. Ia juga mengatakan tanpa nyonya Wang, perusahaan tak akan berjalan dengan baik.
Pengacar Jang memberikan dokumennya. Tapi nyonya Wang menolak, ia mengatakan kalau pengacara Jang pasti juga menganggap ia ada disekitar Young untuk memperoleh keuntungan. Tapi pengacara Jang menyangkal.
Ia mengatakan sejak presdir Oh meninggal, perusahaan di jalankan oleh nyonya Wang.
Nyonya Wang mengalihkan pembicaraan. Ia bicara mengenai Young yang pergi ke pantai dan kelihatan sangat senang. Ia juga sudah lama tidak ke pantai dan mengajak pengacara Jang ke pantai lain kali. sebuah kencan. Pengacara Jang pnik mendengar kata kencan. Ia mulai membereskan barangnya dan kelihatan gugup. Ia mengatakan kalau almarhum presdir mendengarnya--- tapi kemudian ia mengubah pembicaraan kalau maksudnya bukan itu, bagaimana bisa ia mengajak nyonya Wang kencan.
Tapi saat ia berdiri mengambil barangnya, pengacara Jang malah bertanya, sepertinya pantai barat akan lebih baik, atau pantai timur?
WKKWKKWKWKWWKKW.

 photo w5-62.jpg
Bahkan nyonya Wang pun tertawa dan mengatakan kalau pengacara Jang sangat lucu^^.
Pengacar Jang dengan gugup mengatakan, agar nyonya Wang tidak merasa kesepian, karena ia ada disamping nyonya Wang. HOHOHOHOHO.
Pengacara Jang pergi dengan terburu-buru dan bahkan terjatuh di lantai, HAHHAHAHHAH.
Pengcara Jang Bangkit dan segera pergi dengan menahan bokongnya yang sakit. Dan nyonya Wang tertawa lepas melihatnya. Well, the first time :)

 photo w5-63.jpg
Young ada di kamarnya sedang menulis buku tentu saja menggunakan huruf braile. Nyonya Wang masuk membawakan kamera yang di bawa pengacara Jang. nyonya Wang mengajarkan Young cara memakainya sambil berkata kalau Young seperti ibunya yang menyukai foto. Nyonya Wang mengatakan kamera itu juga bisa merekam.
Young berkata ia menyukai kamera karean ia menyukai bunyinya. Nyonya Wang mencoba bersikap baik padanya. Bahkan menawarkan berfoto bersama karena mereka tidak pernah berfoto bersama. Tapi Young menolaknya. Nyonya Wang minta maaf dan memberikan sebuah amplop yang juga di titipkan pengacara Jang.
Saat ia akan pergi, Young memanggilnya dan berkata ia ingin mencari orang yang namanya sama dengan kakaknya. Ia tak tahu kenapa ia memikirkan orang itu, meski kakaknya berkata orang itu tidak baik, tapi ia berfikir lain walaupun ia hanya bertemu sekali.
Young juga mengatakan kalau nyonya Wang akan melakukannya bukan? Karena kau mengatakan aku harus menggunakanmu.
Meskipun meminta dengan dingin dan jujur, aku kurang suka dengan cara Young, tapi nyonya Wang menyetujuinya.

 photo w5-64.jpg
Young merekam dirinya sendiri, ia berkata, aku pikir kau dan ibu akan datang menemuiku. Kaku mungkin tidak terbiasa denganku karena sekarang aku sudah besar, jadi aku meninggalkan surat video. Tapi sekarang, aku pikir aku meninggalkan ini untukmu sebagai hadiah setelah aku mati. Aku pikir tumor otakku kambuh. Sejak dua bulan yang lalu, aku merasakan sakit kepala dan seluruh tubuhku merasakan hal itu. Aku berfikir apakah aku harus ke rumah sakit untuk mencari tahunya. Aku berfikir keras tentang itu. Tapi aku membuat keputusan saat aku menghabiskan waktu bersamamu. Aku tidak mau di operasi lagi. Aku tak mau mereka membuka kepalaku dan masuk ke ruang yang dingin, pergi keruang pembedahan dengan orang yang melakukan itu pada otakku, mengikuti kemoterapi begitu menyakitkan, rasanya seperti mencairkan tulang-tulangku. Sementara kau akan meninggalkanku selama waktu itu. Aku tidak mau itu terjadi. Jika ada waktu yang tersisa untukku, aku ingin bersamamu seperi sekarang, bersenang-senang, hidup bahagia.
Tiba-tiba kepala Young sakit lagi, ia memegangi dahinya. Lalu ia mendengar suara mobil dan berkata, Oppa, aku pikir kau ada disini. Aku akan pergi melihatmu.
Young berjalan buru-buru mendekati kamera dan ia terjatuh.

 photo w5-65.jpg
Soo ada di kamar mandi, ia mengguyur tubuhnya dengan air saat ia masih memakai pakaian. Ia kembali teringat pesan Moo Chul, setelah Soo membunuh Young, mungkin akan butuh beberapa saat, tapi ia yakin Soo akan baik-baik saja.
Soo berfikir mengenai hal itu.

 photo w5-66.jpg
Young menunggu Soo keluar dari kamar mandi. Saat Soo keluar ia kaget melihat Young di kamarnya. Young berkata ia datang untuk menunggu permintaan maaf dari Soo karena meninggalkannya tadi. Bahkan berteriak padanya, tidak ada yang melakukan itu padanya selama 21 tahun itu.
Tapi Soo sedang banyak masalah. Ia berkata, kau hidup nyaman. Pergi, aku lelah.
Tapi Young tak mau pergi, ia minta Soo minta maaf atau mengatakan alasannya.
Soo terlihat kesal dan mengatakan kalau Young itu melelahkan.,
Young memperlihatkan luka di lengannya dan berkata kalau ia terluka. Tapi Soo menyuruh Young kembali ke kamarnya dan mengobatinya sendiri.
Young kesal dan kembali ke kamarnya tanpa bicara apapun.
Sepeninggal Young, Soo tampak kesal dan melemparkan jasnya.Ia duduk di tempat tidur dan berfikir.

 photo w5-67.jpg
Soo akhirnya keluar dari kamarnya dan akan menuju kamar Young, tapi kemudian ia berhenti. Ia melihat kebelakang dan Young ternyata ada di samping pintu kamarnya. Young bertanya, kenapa? Kau mau ke kamarku untuk meminta maaf? Baiklah, aku terima.
Young masuk lagi ke kamar Soo.
Soo diam saja tanpa ekspresi. Tepatnya banyak hal di kepalanya yang ia sendiri bingung apa yang harus ia lakukan.

 photo w5-69.jpg
Mereka duduk di kursi di kamar Soo. Young mulai bicara ada apa dengan Soo, kenapa Soo marah padanya dan kenapa Soo bersikap aneh. Bahkan sekarang.
Soo mendengarkan sambil melihat pil yang di berikan Moo Chul yang ada di meja, diantara mereka.
Young terus bicara dan Soo memotongnya, ia mengatakan kalau ia pergi bertemu Hee Joo. Hari ini adalah hari peringatan kematiannya, tapi aku lupa, makanya aku pergi ke makamnya.
Young terkejut mendengarnya, ia berdiri dan meraba ujung meja agar sampai ke tempat Soo, ia menjatuhkan pil itu.
Young mendekati Soo, berdiri sambil memeluk kepala Soo. Dan ia mengelus rambut Soo.

Young berkata ia sungguh tak tahu bagaimana membuat seseorang nyaman. Soo menyuruh Young kembali ke kursinya dan duduk.
Young berkata sepertinya apa yang ia lakukan tidak membuat Soo nyaman.
Young melepaskan pelukannya dan berjalan kembali ke kursinya, tapi kemudian ia menginjak botol yang berisi pil itu. Rupanya tidak menginjaknya, Young menyadari hal itu dan meraba, ia mengambilnya.
Ia bertanya pada Soo, apa ini?
Soo memandangi botol itu dan berkata kalau itu jimat. Soo berkata kalau seorang temannya mendapatkan jimat itu dengan susah payah. Ketika aku memakannya saat aku ingin mati, tanpa kesedihan dan kesakitan atau keputus asaan. Aku dapat menghilang dalam satu kesempatan. Sangat menenangkan.

 photo w5-71.jpg
Young memperhatikan dan menangkap kata-kata Oh Soo. Young bertanya, jadi ini adalah sebuah pil?
Soo mengiyakan.
Young lalu berkata, kalau begitu berikan padaku.
Soo : benarkah? Haruskah aku memberikannya padamu?
Young : iya.
Arti dari perkataan mereka  berbeda, tentu saja. Dan mata Soo terlihat berkaca-kaca.

 photo w5-72.jpg

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar