Selasa, 12 November 2013

Drama Korea That Winter, The Wind Blows Episode 3 Part 1

 photo w3-1.jpg
Oh Soo dan Oh Young sedang menunggu kereta saat Oh Soo mendapat pesan dari Mu Chul yang melihat mereka berdua. Mu Chul berkata kalau Soo sudah menemukan adiknya yang kaya, tapi apa adiknya akan memberikannya uang? Bagaimana kalau adiknya mati?
Oh Soo membaca pesan itu sambil melihat Mu Chul yang tersenyum padanya.


 photo w3-6.jpg
Young berdiri dekat peron dan berkata, Jika tujuanmu memang uang, ada cara yang mudah agar kau bisa mendapatkannya.
Oh Soo heran. kereta akan datang dan Young berkata, Sekarang, ketika kereta melintas, dorong aku.
Oh Soo terkejut. Ia melihat kereta yang akan melintas dan berfikir. Young mulai bergerak ke arah kereta dan dengan cepat Oh Soo menariknya kedalam pelukannya.


 photo w3-4.jpg
"Aku, orang yang ingin hidup, bertemu dengan seorang gadis yang ingin mati. Kami berdua jelas berbeda. Apa alasannya? Saat itu, gadis itu terlihat seperti diriku. Untuk pertama kalinya, aku penasaran dengan wanita itu".


 photo w3-7.jpg
Di Cafe, Mi Ra dimarahi oleh Nyonya Wang karena membiarkan Young bersama Soo. Jin Sung dan Hee sun ada disana juga, meliahat mereka. Jin Sung heran, ia kira nyonya Wang adalah wanita yang baik, tapi ternyata dia punya 2 wajah. Manager Cafe menemui Nyonya wang dan berusaha menenangkannya, tapi Nyonya Wang tak peduli. Ia masih marah pada Mi Ra dan berkata kalau ia sudah mengingatkan jangan meninggalkan Young. Tak peduli dengan siapa, kecuali dirinya.
Teman Mi Ra datang dan berkata kalau itu tidak akan berbahaya, lagi pula Soo adalah kakak Young. Manager menyuruh teman Mi Ra masuk. Teman Mi Ra kesal, memangnya kenapa? Dia kan bukan ibunya. Dia hanya sekretaris, harusnya ia tak boleh berteriak disini. Jika seorang kakak mengatakan ia ingin bicara dengan adiknya, haruskan Mi Ra menolak?
Manager menegur teman Mi Ra lagi. Tapi temannya terus bicara, hanya karena kami hormat padamu, bukan berarti kau bos di sini. Berani kali kau meninggikan suaramu pada seseorang di sini. Kami juga tak punya alasan melihatmu jika bukan karena Young.
Nyonya Wang membalas, jika aku tidak berfikir kalau kau peduli pada Young, aku tak akan pernah menolongmu bekerja di sini. Aku juga tak punya alasan bermurah hati pada kalian.
Manager tampak takut, sementara teman Mi Ra kesal melihat manager. Nyonya Wang pergi dan Manager Shin mengejarnya. Teman Mi RA menghentikannya dan bertanya apa maksud Nyonya Wang. Manager Shin membenarkan kalau ia meminjam uang pada Nyonya Wang untuk membangun Cafe itu.


 photo w3-8.jpg
Mi Ra masih berdiri di tempat tadi sementara Manager dan temannya mengejat Nyonya Wang. Mi Ra memandang Jin Sung dan Hee Sun, apa aku satu-satunya? Dia juga bekerja utuk uang, bukan?
Mi Ra pergi dengan kesal. Jin Sung bicara pada Hee Sun, Temannya, sekretaris Wang dan Oppa-nya juga? Semuanya untuk uangnya?
Hee Sun menambahkan, semua orang di sekitarnya, ingin memiliki uangnya.
Kesimpulan itu mereka ambil, lalu mereka minum lagi berdua, serentak pula, LOL.


 photo w3-9.jpg
Oh Soo dan Young duduk di lobi. Soo mengatakan ia tak akan membawa Young ke subway lagi, tak akan pernah, bahkan jika Young meminta.
Young bertanya kenapa Soo tidak mendorongnya.
Oh Soo kesal, diam! dan hati-hati dengan mulutmu, sebelum aku marah. Kau jangan mengatakan ingin mati dengan mudah. bahkan jika kau ingin mati. Hati-hati dengan apa yang kau katakan.
Young : Apa yang kau katakan seolah kau juga pernah ingin mati. Kapan?


 photo w3-10.jpg
Soo diam saja dan ingat kejadian saat Hee Joo tertabrak truk. Young bertanya lagi, kapan itu. Soo menjawab seperti saat ini, ketika milikku satu-satunya, satu-satunya adik perempuanku, ingin mati. Mengatakan padaku dia ingin mati.
Young tampak tersentuh. Soo berkata, beberapa waktu yang lalu kau bertanya padaku, apa yang aku rasakan saat melihatmu buta, aku merasa sedih. Bahkan jika aku ada disini, kau mungkin juga akan kehilangan penglihatanmu. Aku minta maaf, karena datang terlambat.
Young menangis mendengar hal itu. Tapi ia memalingkan wajahnya. Sementara Oh Soo memperhatikannya. Aku tidak bisa menebak apa yang ada dipikiran Oh Soo.


 photo w3-11.jpg
Nyonya Wang menghidangkan makanan dengan kesal. Young berkata ia tak ingin makan dan ingin tidur. TApi Nyonya Wang tidak mendengarkan. Mengatakan semua menu yang ada di meja makan, sepertinya itu menu favorite Young. Tapi Young berkata ia tak bernafsu makan.
Soo bicara dan mengatakan kalau Young tidak ingin makan. Nyonya Wang mengatakan sebagai tamu, harusnya Soo tetap diam dan pergi. Aku hidup dengan Young sudah selama 21 tahun, sedangkan kau hanya 6 tahun. Apa kau pikir aku keterlaluan?
Soo heran dan memandangi Nyonya wang. Young mengatakan Nyonya Wang tidak keterlaluan, dia adalah penjaganya. Dia lebih berhak ada disamping Young dari pada Oh Soo.
Nyonya Wang meminta Soo tidak membawa Young ke tempat yang tak aman, dan jika Young terluka lagi, maka ia akan mengambil jalan hukum.


 photo w3-12.jpg
Tiba-tiba Young bicara pada Pengacara Jang yang tak ada di sana. Dan rupanya dari tadi Young menelpon Pengacara Jang, Young bertanya apakah ia boleh mengganti penjaga pribadinya. Pengacara Jang yang sedang bersama Myung Ho di bar terkejut dan bertanya apa maksudnya. Young berkata ia hanya bertanya dan akan menguhungi lain kali.
Young menutup telpon dan berkata pada Nyonya Wang, kalau penjaga adalah karyawan-nya, ia bisa saja memecatnya kapan saja.
Nyonya wang diam saja. Tapi kemudian Young berkata ia menyukai Nyonya Wang. Dan alasan kenapa Nyonya Wang bersikap begitu pada Oppa....
Nyonya Wang memotong kata-kata Young, kalau semua itu demi kebaikan Young. Dan Young memotong lagi, Jika itu demi aku, maka diam saja.


 photo w3-13.jpg
Young meninggalkan ruang makan dan Nyonya wang pergi. Soo dan Jin sung melanjutkan makannya. Jin Sung berkomentar betapa dingin-nya Young, ia memanggil orang yang membesarkanya sejak kecil sebagai pekerja. Jin Sung terus bicara betapa tidak sopannya Young dan Soo mengatakan kalau itu adalah hal yang bagus, lebih mudah memperoleh keuntungan dari seseorang yang buruk dari pada gadis baik. Dan lagi, faktanya Young tidak mempercayai siapapun di rumah ini, artinya kemungkinan besar ia akan mempercayaiku.
Jin Sung terlihat tak percaya Hyung-nya akan berkata hal seperti itu.


 photo w3-14.jpg
Myung Ho merasa terancam dan mengatakan pada pengacara Jang kalau mereka tak bisa begini terus. Tidak mungkin Soo muncul hanya karena Young dan tak ingin warisannya. Karena ini berhubungan dengan PL group yang memiliki aset trilliun dolar. Siapa otang bodoh yang akan percaya kalau pria itu tidak punya motif.
Pengacara Jang berfikir dan angkat bicara, sejak kapan hati yang murni menjadi kekanak-kanakan?
Pengacara Jang meninggalkan Myung Ho. Myung Ho kemudian bicara dengan temannya di sana. temannya berkata Nyonya Wang membiarkan presdir Oh mati agar Myung Ho bisa menjadi presdir.
Myung Ho minta temannya hati-hati jika bicara, presdir mati karena hal yang alami.


 photo w3-18.jpg
Oh Soo tak bisa tidur dan ia mengetuk pintu kamar Young. Young memperbolehkan Oh Soo masuk. Young duduk dan kembali membaca buku. Soo memulai pembicaraan dengan mengungkit soal lukisan di dinding. pendengaran Young cukup tajam karena ia bahkan tahu kalau Soo mengangkat bingkai fotonya.
Soo kemudian membicarakan mengenai kemarahan Young pada nyonya wang yang menututnya cukup keterlaluan, mengingat Nyonya Wang sudah bagaikan ibu baginya. Young berkata mungkin ia punya alasan lain melakukan itu.
Oh Soo bertanya kenapa? Apa Nyonya Wang mempersulitmu? Dia terlihat baik padamu tapi mungkin ada sesuatu yang aku tidak tahu.
Young mengatakan ia akan mengurusnya, jadi tak usah khawatir.
Oh Soo tertawa, ternyata kau tak bisa mempercayai siapapun.


 photo w3-17.jpg
Oh Soo mendekati Young dan mengambil buku yang dibacanya. Soo melihat sampulnya dan berkata kalau ia suka satu kalimat dalam buku itu, 'ada beberapa moment yang berat dan panjang, ada beberapa momen yang menyenangkan tapi singkat. Kadang-kadang sebelum dan sesudah bisa tertukar. Dan kadang-kadang momen itu akan hilang. Apa part selanjutnya ya?
Young kemudian tiba-tiba mengingat sesuatu, 1 tahun lalu, saat Soo membacakan suratnya dan membekap mulutnya, ia melihat tangan Soo. Ia juga ingat cara Soo bicara mirip dengan pria yang ia jumpai setahun yang lalu.
Young bertanya, setahun yang lalu, pria yang aku temui, mungkinkah itu kau?
Oh Soo terkejut.
Young melanjutkan, sekarang ia memikirkannya lagi, sejak awal, aku pikir aku pernah mendengar suaramu sebelumnya.
Soo berusaha bersikap setenang mungkin, Imajinasi yang hebat. Bosan? Atau mungkin, kau menyukai temanku itu?


 photo w3-16.jpg
Young : Bagimu, orang yang tak bisa melihat, tidak tahu apapun? Tidak. Kami memiliki telinga yang lebih baik. Dari apa yang kau ucapkan, aku memperhatikan caramu mengucapkan kalimat terakhir, sepertinya kau memaksakan ide itu. Kau punya kebiasaan menggertakkan gigi bukan? Saat kau berfikir keras. Apa yang kau katakan untuk meyakinkanku, apa yang kau katakan agar aku menyukainya, kau menggunakan trik selama ini.
Oh Soo awalnya terlihat kaget dengan kemampuan Young. Tapi kemudian ia tersenyum dan bertepuk tangan, benar, aku ingin terlihat baik di hadapanmu dan aku ingin kau suka dengan semua yang aku katakan. Itulah yang aku inginkan.
Oh Soo mendekati dan memegang bahu Young membuat Young kaget dan dengan refleks memegang pergelangan tangan Soo yang terdapat bekas luka bakar. Sepertinya memang itu adalah rencana Soo. Soo mengatakan, jika kau bisa percaya padaku, dan membuka hatimu, aku menyiapkan banyak hal untukmu. Dengan begitu kau tak akan kesepian. Jika kau curiga, amka curigai saja.


 photo w3-15.jpg
Young melepaskan tangan Oh Soo. Oh Soo mengambil kalung yang ia belikan dan memakaikannya pada Young sambil berkata agar Young tidak terlalu lama mencurigainya.
Young mengatakan kalau kalung itu tak ada harganya, apa Soo tidak punya sesuatu yang lain? Dihari kau meninggalkanku, ketika kita bertemu lagi, kau membeli dan membawakannya padaku, kau tidak lupa janji yang kita buat bukan?
Wajah Oh Soo berubah saat itu. Ia tak tahu akan hal itu.
Young mengatakan kalau Tunangannya menyuruhnya jangan terllau percaya pada Soo karena mereka tak tahu dia asli atau palsu. Aku penasaran, jika kau palsu maka aku harus memeriksanya dulu.
Young tersenyum. Ia minta Soo membawakan apa yang ia janjikan sewaktu kecil. Ketika ia menangis, Soo akan menenangkannya dengan hal itu. Itu adalah memory mereka berdua, dan jika SOo membawanya, ia akan percaya pada Soo.
Soo terlihat khawatir, tapi ia mencoba tenang dan mengacak rambut Young. Soo ingin pergi tapi Young menahannya, ia mengatakan Soo belum boleh pergi.


 photo w3-19.jpg
Pagi harinya, Jin Sung bangun tidur dan mencari-cari ajumma. Ia meminta underwear pada ajumma itu. Ajumma mengatakan ia akan mengambilnya. Ajumma turun tangga dengan tergesa-gesa dan jatuh. Jin Sung melihat sebuah benda di bawa ajumma itu. Ia penasaran dan mengikuti ajumma itu. Ajumma memberikan itu pada Myung Ho (pencukur jenggot). Jin Sung melihatnya, ia juga mendengar Myung Ho akan melakukan tes DNA Oh Soo dan Oh Young.
Jin Sung mendengarnya dan bersembunyi. Soo datang dan membekap mulut Jin sung dan membawanya ke tempat yang aman,.


 photo w3-20.jpg
Jin Sung mulai resah, apa yang harus mereka lakukan sekarang. Jin Sung berkata ia akan mengejar Myung Ho dengan mobil dan membuatnya kecelakaan. Tapi Soo menolak karena Jin Sung akan terluka juga. Soo kemudian menelpon Hee Sun.


 photo w3-22.jpg
Hee Sun sedang mengajari ibu-ibu bagaimana merangkai bunga. Saat adiknya mencuri uang di dompetnya. Hee sun mengakhiri pelajaran dan mengejar adiknya. Kayaknya itu adik kandungnya deh. Hee sun memarahi adiknya tapi adiknya berkata ia hanya akan mengambilnya kali ini saja. Hee sun setuju tapi adiknya harus menjaga toko selagi ia pergi. Hee sun kemudian mendapat telpon dari Jin Sung dan menyuruh Jin sung mengambil kotak hitam di rumah Oh. Jin Sung sampai di sana dan ternyata rumah itu sudah di jual dan pemilik baru sedang memasang wallpaper. Jin Sung bertanya kemana semua barang di rumah itu. Orang itu mengatakan sudah mereka buang dan sedang di angkut oleh truk.
Jin Sung berlari mengejar truk pengangkut sampah itu. Tapi truk itu terlalu cepat. Tapi kemudian truk itu tiba-tiba berhenti dan ternyata Hee Sun tiduran di jalan menghalangi truk lewat, HAHHAAHHAHA.
Jin Sung tertawa melihatnya.


 photo w3-23.jpg
Jin Sung dan Hee Sun berakhir dengan mengorek sampah. Hee Sun mengomentari bau sampah dan menemukan pizza disana, ia kemudian melemparnya pada Jin Sung. Jin Sung kesal tapi ia tak marah. Hee Sun mengejeknya, aku tahu kau menyukaiku. Jin Sung membantah, aku akan mengakhiri cintaku padamu.
Mereka tertawa dan Jin Sung menemukan kotak hitam itu. Jin Sung melihat foto Oh dan tersenyum padanya. Lalu Jin Sung menemukan peralatan mandi dan ada alat pencukur disana. Jin Sung berteriak ia menemukannya. Hee sun ikutan senang, mereka melompat-lompat senang dan tiba-tiba Hee Sun mencium bibir Jin Sung. Mereka sama-sama kaget dan Hee sun malah menampar pipi Jin Sung. LOL. HAHHAHAHAHHA.


 photo w3-25.jpg
Jin Sung masuk kerumah keluarga Oh dengan sembunyi-sembunyi. Ia melihat Young turun dari tangga dan ia bersembunyi. Young menuju ke pintu dan diam. Ia kemudian berbalik, lalu berbalik lagi.  Dan kemudian ia mematikan lampu. Jin Sung kaget melihatnya, ia segera naik ke atas dan menemui Soo, ia mengatakan dengan panik kalau Young dapat melihat. Ia melihat Young mematikan lampu, jika Young buta mana mungkin ia bisa melihat lampu masih menyala.
Soo memperhatikan Young dari jendela kamarnya. Soo mengatakan kalau mungkin itu hanya kebetulan. Tapi Jin Sung tidak percaya akan hal itu. Ia mengatakan kalau Young tidak memegang dinding saat berjalan. Awalnya ia tidak peduli, tapi kemudian saat melihat cahaya ia kembali dan mematikan lampu. 


 photo w3-26.jpg
Jin Sung makin bingung dan ia akhirnya menghempaskan diri ke tempat tidur. Ia kemudian bertanya lagi, jangan-jangan Young melihat semuanya. Dan tahu kalau Soo adalah palsu.
Soo berfikir akan kemungkinan itu, tapi bagaimana dengan yang ia lihat di department store?
Jin Sung juga bingung. Ia kembali ke arah jendela dan melihat Young, Jin sung penasaran kemana Young akan pergi malam-malam begini. Mungkinkah tempat rahasia?
Soo memperhatikan Young dan ia juga merasa penasaran akan hal itu.


 photo w3-27.jpg

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar