Selasa, 12 November 2013

Drama Korea That Winter, The Wind Blows Episode 6 Part 1


 photo w6-1_zps9b4ad81e.jpg
Young meminta pil itu dari Soo dan Soo bertanya lagi, apa ia memang harus memberikannya pada Young. Young mengiyakan. Tapi Soo menyadarkan pikirannya dan mengambil pil itu dari tangan Young. Ia berkata ia tak akan memberikannya pada Young, karena pil itu satu-satunya di dunia, dan itu bukan milik Young, tapi miliknya.
Suara Soo mulai berubah. Ia hampir menangis. Ia bangkit dari kursi dan menyuruh Young kembali ke kamarnya. Soo merebahkan diri di tempat tidurnya.
Young berdiri dan mengajaknya tidur bersama. Tapi Soo malah menunjukkan jalan menuju pintu. TApi Young masih mencari alasan untuk tetap tinggal. Ia berkata ia tak bisa tidur dengan baik, tapi kemarin saat mereka tidur bersama ia bisa tidur nyenyak. Young mengajak SOo tidur bersama di kamarnya. Tapi kemudian Soo meninggikan nada suaranya, ia berteriak, bukankah aku bilang padamu tidak bisa? Meskipun kita saudara, kita tak bisa tidur bersama!
Young kaget.
Soo mengatakan lagi kalau dia adalah seorang pria, dan ia harus hati-hati.

 photo w6-2_zps8b50913a.jpg
Young menarik nafas saat Soo bertanya sebagai kakak apa lagi yang ia harus ajarkan pada Young. Young menjawab semuanya. Ia mengatakan bahwa ia mempelajari seorang kakak juga seorang pria. Awalnya berfikir jika Soo adalah kakaknya maka Soo memang hanya kakaknya. Ia masih sama seperti 6 berusia 6 tahun dan belum mengerti bahwa oppa yang berubah menjadi dewasa adalah seorang pria. Young minta maaf karena suasana hati Soo sedang tidak baik. Ia memang menjadi egois sejak kehilangan penglihatan.
Young kemudian pergi meninggalkan Soo. Soo terlihat cukup sedih mendengar hal itu.

 photo w6-4_zps356fc271.jpg
Moo Chul mulai melancarkan aksinya mendekati Jin Mi, adik Jin Sung. Ia menyuruh pegawainya mendekati Jin Mi dan membuat Jin Mi meminjam sejumlaha uang pada mereka. Saat Moo Chul akan pergi, seseorang memanggilnya. Itu adalah Tuan Kim yang selalu dibicarakan. Tuan Kim bertanya kapan Moo Chul akan menyelesaikan masalah dengan Soo, dengan wajah menyebalkan. Moo Chul dengan yakin menjawab bahwa ia akan mengurusnya. Tapi Tuan Kim terlihat emosi bahkan memanggilnya 'brengsek', dan Mo Chul terlihat tersinggung. Tuan Kim mulai membicarakan kebaikannya pada Moo Chul, memberinya makan, memberinya sebuha klub malam dan mengeluarkannya dari penjara.
Moo Chul melihatnya dengan tatapan tak berkedip. setelah Tuan Kim selesai bicara, Moo Chul tersenyum dan mendekatinya, ia meludah di wajah Tuan Kim membuat Tuan Kim berang. Moo Chul sendiri tidak merasa bersalah dan mereka hampir bertengkar di sana. Tapi kemudian Moo Chul pergi meninggalkan Tuan Kim yang masih emosi atas perlakuan Moo Chul.

 photo w6-6_zpsc932922a.jpg
Oh Young tampak pucat terbangun di tengah malam dan tergesa-gesa membuka jendela kamarnya. Angin berhembus dan Young menghirup udara segar. Lonceng berbunyi dan terdengar sampai ke kamar Oh Soo.
Oh Soo saat itu belum tidur dan membuka matanya.
Soo datang ke kamar Young dan melihat jendela terbuka sementara Young sudah tertidur.
Soo menutup jendela. Tapi kemudian Young bicara, Jika kau tak mau tidur bersamaku, biarkan jendelanya terbuka. Aku hanya bisa tidur jika mendengar suara lonceng.
Soo menatap Young yang masih memejamkan mata dan berkata kalau Young bisa sakit karena udaranya dingin.
Young bangun dan berkata kalau jatuh sakit lebih baik dari pada tak bisa tidur. Ia berjalan untuk membuka jendela kembali. Ia menyuruh Soo pergi.
Tapi Soo lagi, menutup jendelanya, Ayo tidur bersama.
Young tersenyum, aku menang.

 photo w6-7_zps23647ee4.jpg
Soo menuju tempat tidur Young sementara Young bergeser. Soo sudah duduk dan berkata kalau Young boleh bersandar. Young berkata kalau ia mungkin harus segera menikah. Kupikir aku menderita insomnia, tapi kurasa bukan itu. Melihat aku bisa tidur saat aku disampingmu. Mungkin aku hanya mendambakan seseorang.
Soo hanya mendengarkan, kemudian Young bertanya bagaimana pendapat Soo tentang Lee Myung Ho.
Soo mengatakan jika ayah mereka menganggapnya baik, maka dia memang baik. Tapi Young berkata ia meminta pendapat Soo. Soo bingung mau menjawab jujur atau tidak, matanya terlihat kalau dia sedang tidak tenang dan akhirnya menjawab kalau menurutnya Myung Ho orang yang kurang menyenangkan.
Young tersenyum, sepertimu? Kau baik padaku, kemudian membentakku. Kau menjadi hangat, lalu menjadi dingin. Dulu Pengacara Jang bilang padaku, jangan pernah bertemu pria sepertimu. Karena hidupku akan buruk.
Soo tidak setuju akan hal itu, tapi dia diam saja. Akhirnya menjawab kalau Young harus hati-hati dan berterima kasih karena dia adalah kakak Young, bukan kekasihnya.

 photo w6-8_zpsa445540d.jpg
Kemudian Young bertanya lagi tentang pil itu, apa yang akan terjadi kalau diminum.
Soo terdiam dan ingat apa yang dikatakan Moo Chul, jika meminumnya maka akan mati dan tidak akan terlacak saat otopsi.
Soo memandang Young dan berkata kalau meminumnya kita akan merasa damai.
Young bertanya lagi, apa benar kalau ia tak boleh memilikinya. Karena hanya satu-satunya di dunia, jadi tak boleh? Kalau begitu, Bagaimana jika kita memilikinya bersama? Sebagai gantinya. Aku akan memberikan ini padamu. Surat wasiatku.
Young mengeluarkan amplop cokelat membuat Soo terkejut dan teringat lagi apa yang di katakan Young di mobil tempo hari, saat Young berkata kalau ia akan memberikan surat wasiat pada Soo jika Soo membunuhnya.
Soo mulai dilema, ia memandang young tanpa berkedip. Dan ia ingat lagi ancaman Moo Chul bahwa ia harus meminumnya atau memberikannya pada Young.
Soo menggenggam surat itu dengan kuat, hampir meremasnya.

 photo w6-9_zpsd56a9c94.jpg
Sementara itu Young kembali membicarakan pil itu. Ia mengatakan pertama Soo yang akan menyimpannya, kemudian barulah dirinya jika ia membutuhkannya.
Young ingin Soo berjanji padanya dan ia bangun, membuat janji jari kelingking. Young mengingatkan kalau Soo punya dua janji padanya, bahwa Soo akan ada saat ia membutuhkan, dan pil itu milik mereka berdua. Meski masih terlihat ragu, Soo akhirnya setuju. Young senang dan tiduran di bahu Soo.
Young berkata kalau kakaknya benar-benar harum, bukan bau sabun atau parfum, tapi memang harum.
Soo tak menanggapinya karena pikirannya sedang bercabang dan menyuruh Young tidur.
Young akhirnya bisa tidur di lengan Oh Soo.

 photo w6-10_zps5edea761.jpg
Pagi harinya, Hee Sun datang ke rumah keluarga Oh dan mengetuk-ngetuk pintu dengan kuat sambil memanggil nama Oh Young dan Oh Soo. Pelayan membukakan pintu dan protes siapa hee sun yang datang pagi-pagi menggedor pintu rumah orang.
Hee Sun sambil melihat kedalam berkata kalau dia teman Oh Young. Ia kemudian pergi ke dalam rumah sambil berkata kalau tiba-tiba ia merindukan Oh Young.
Nyonya wang baru bangun dan bertanya siapa.
Hee Sun melewatinya dengan cepat dan berkata kalau ia teman Young, tanpa melirik nyonya Wang karena matanya asik mencari Soo.

 photo w6-11_zpsfc5e9b25.jpg
Ternyata Jin Sung juga terganggu karena Hee Sun datang pagi-pagi. Ia masih mengantuk dan keluar dari kamarnya sambil mengomel. Begitu melihat Hee Sun naik ke lantai dua, Jin Sung kaget setengah mati dan hampir terjatuh. Ia bertanya kenapa Hee Sun datang pagi-pagi. Tapi Hee sun tidak menjawab dan hanya mencibir.
Hee Sun membuka salah satu kamar dan bertanya dimana kamar Young. Jin Sung akan menghalanginya, tapi terlambat, dan ternyata itu kamar Soo dan Jin sung heran, kemana Soo, karena Soo tak ada di kamarnya.
Hee Sun tak peduli, ia bertanya lagi dimana kamar Young.

 photo w6-12_zps2a09285c.jpg
Jin sung mencoba menghalangi Hee Sun lagi, tapi Hee Sun mendorongnya bahkan dipintu kamar Young sehingga Jin Sung terlempar ke arah dinding kedekat lukisan, dan ia berpegangan pada sesuatu di belakang lukisan. Jin sung kaget melihat ada sesuatu di sana. Nyonya Wang masuk dan bertanya kenapa Hee sun datang pagi-pagi. Jin sung segera merapikan lukisan itu dan akan menarik Hee sun keluar, tapi Hee sun menolak, tetap berdiri didepan tempat tidur sambil melihat lurus. Soo dan Young tidur satu ranjang. Nyonya Wang dan Jin Sung juga kaget.
Hee sun kesal dan bertanya pada Nyonya Wang kalau sepertinya ada yang salah disini.
Jin Sung menarik paksa Hee Sun keluar tapi Hee Sun berteriak, YA! OH SOO! APA YANG KAU LAKUKAN!

 photo w6-13_zps62986cbb.jpg
Mendengar keributan itu, mereka sama sekali tidak bangun. Nyonya Wang memandang mereka dengan kesal. Ia membuka jendela dengan kasar dan saat lonceng berbunyi, Soo bangun. Nyonya Wang bertanya apa yang sebenarnya Soo lakukan?
 photo w6-14_zps8c9169a2.jpg
Jin Sung dan Hee Sun diluar. Jin sung memarahi Hee Sun dan berteriak, kenapa Hee Sun harus marah. Jin Sung kemudian menyadari suaranya terlalu besar, dan melihat kesekitar. kemudian ia berbisik, Segalanya berjalan sesuai rencana. Kenapa kau harus marah?
Tapi Hee sun tak setuju, sejak kapan tidur bersama menjadi bagian dari rencana kita?
Jin Sung akan berteriak lagi, tapi kemudian ia memelankan suaranya. Ia mengatakan mereka tak boleh membiarkan Soo mati, makanya mereka membuat rencana agar Soo dan Young menjadi dekat. Itu sebabnya Soo dan Young ke pantai dan tidur bersama.
Hee Sun makin kesal dan akan memukul Jin Sung. Tapi Jin Sung dengan sigap menahannya. Ia mengatakan kalau mereka masih berpakaian dan mereka bertindak seperti kakak adik yg sesungguhnya. Ia dan adiknya Jin Mi juga bahkan tidur bersama.
Hee Sun kesal dan bertanya dengan nada mengejek, Oh, jadi kalian juga tidur seranjang?
Jin Sung menjawab, dirumah kami, kami tidur di lantai (wkkwkwkkwkwwkkw).

 photo w6-15_zps3d7a0954.jpg
Lalu percakapan mereka di ganggu oleh Young yang sudah ada di belakang mereka. Sejak kapan???
Young menyapa Hee sun. Jin Sung memegnag pundak Hee Sun dan berbisik jangan mengatakan apapun pada Young, dan dengan setengah hati Hee Sun menyetujuinya.
Hee Sun kemudian mengajak Young minum kopi.

 photo w6-16_zpsf0b37de0.jpg
Soo masih di rumah dan dimarahi oleh nyonya Wang. Tentu saja masalah tidur bersama. nyonya Wang mengatakan kalau Young tak tahu apa-apa mengenai hasrat seorang pria, dan apa maksudnya mereka tidur bersama.
Nyonya Wang berteriak dan Soo membalas dengan berteriak juga, kalau ia hanya tidur memeluk Young.
Nyonya Wang terlihat shock. Soo bertanya, Apa kau tahu Young menderita insomnia? Di saat kau dan yang lainnya tidur dengan nyenyak, Young gelisah semalaman, tak bisa tidur. Apa kau tahu itu? Young tak tahu apa-apa? Kenapa kau membuatnya jadi seperti itu? Kau bilang kau ibunya! Maka kau seharusnya mengajarinya. Seharusnya dia tahu bahwa dia tak boleh tidur dengan Oppanya yang sudah dewasa! Tapi... Young tak tahu. Dia tak tahu apa-apa. Bagiku, Young masih berusia 6 tahun, sama seperti pada saat kami berpisah. Dan bagi Young, aku masih 8 tahun. Itu saja.
Nyonya Wang tak bisa membalasnya. Ia hanya diam sambil berfikir. Soo melanjutkan kalau ia penasaran, Kenapa dia memerlukanku, dan bukan dirimu? Aku sudah pergi selama 21 tahun. Di saat dia tak bisa tidur semalaman, kenapa dia tak mencarimu jika kau sudah seperti ibu baginya? Kenapa dia tak mempercayaimu? Sebenarnya apa alasannya? Aku penasaran.
Soo begitu emosi mengatakan hal itu. Tapi nyonya Wang menjawab dengan mudah, kalau Young harus menikah, jika dia membutuhkan seseorang di sampingnya. Dan setelah itu ia dan Soo bisa pergi. Jadi mereka harus melakukannya dalam 2 bulan kedepan.
Soo beneran kesal setelah kepergian nyonya Wang, dan untuk meredakan amarahnya, ia memukul dinding sampai retak, wow, tapi kayaknya itu kayu kok bukan beton, HHAHAAHAHA.

 photo w6-17_zps9e12898c.jpg
Dan lagi. Jin Sung datang membawa kabar buruk. Kalau Hee Sun akan memberitahu Young tentang Soo.
 photo w6-18_zpscb35decd.jpg
Hee Sun dan Young ada di cafe tempat Mi Ra bekerja. Mi Ra menghidangkan kopi dan memberitahukan Young letaknya. Wajah Hee Sun terlihat masih kesal, dan ia tidak memperdulikan Mi Ra yang bicara padanya.
Setelah Mi Ra pergi, Hee Sun mulai bertanya, apa benar Oh Soo dan Young mengendarai motor bersama?
Young mengiyakan. Itu pertama kalinya aku mengendarai motor, tapi rasanya menyenangkan. Udaranya sangat dingin, tapi rasanya sangat segar seperti meminum soda. Apa kau pernah mengendarai motor?
Hee Sun terlihat kesal mendengarnya dan bertanya lagi, Apa Soo meengatakan padamu kalau Unni-ku meninggal karena kecelakaan motor?
Young terdiam, karena Oh Soo memang tak mengatakannya.
Hee sun bergumam, Setelah Unni-ku meninggal, dia bilang takkan pernah mengendarai motor lagi. Walau aku memohon padanya, dia sekalipun tak mau melakukannya. Keparat...
Young mendengarnya dan berkata jadi begitu. Ia minta maaf dan mengatakan kalau oppa-nya tak bersalah. Karena ia yang meminta naik motor.
Hee sun memotong perkataan Young, Kau tahu? Oppa-mu seorang penipu. Sekarang dia bersikap baik padamu untuk menipumu.

 photo w6-19_zpsedb5f522.jpg
Disaat yang sama Oh Soo berlari sekuat tenaga menuju cafe Joong Tae sementara Jin sung mengejarnya dari belakang, memanggil manggil Oh Soo. Tapi Jin sung kalah cepat, jelas saja, kaki Oh Soo kan panjang buanged.
 photo w6-20_zpsfe45cd4f.jpg
Kembali ke cafe.
Young terkejut dan bertanya apa maksudnya dengan penipu.
Hee Sun bertanya, apa Young tahu kalau ada 2 Oh Soo?
Young menjawab ia tahu, ada 2, Oh Soo oppa-nya dan Oh Soo penipu. Ia juga mengatakan kalau ia bertemu dengan orang yang bernama Oh Soo setahun lalu.
Hee Sun tersenyum tak percaya, Dia bilang kalau dia orang yang baik dan Oh soo satu lagi penipu?
Young mulai khawatir dan membenarkan.

 photo w6-21_zpsdf45f879.jpg
Hee sun tertawa, benar-benar tak percaya kalau Soo melakukannya. Ia tertawa sambil menangis, Hei, Oh Young, dengar baik-baik. Itu sebaliknya. Oh Soo yang dibicarakan Oppamu itu orang baik. Dan Oppamu mengkhianatinya. Dan Oppamu sekarang seorang penipu, penjudi, playboy, yang selalu mempermainkan wanita. Dia sangat tahu bagaimana menangani seorang wanita. Kau benar-benar terperdaya olehnya, 'kan? Bahkan sang adik menyukainya. Dia membutuhkan uang, jadi dia  datang untuk memanfaatkanmu.
 photo w6-22_zps6ab71778.jpg
Oh Soo tiba dan membuka pintu dengan suara keras. Ia ngos-ngosan. Hee Sun melihatnya. Dan melanjutkan perkataannya, Dia manusia sampah.
Hee sun berdiri dan berkata lagi, Aku akan memberitahumu kenapa Oppamu datang padamu. Itu karena uang. Dia memiliki hutang 78 Milyar Won karena seorang wanita.
Para pegawai melihat pertengkaran itu. Soo menuju Hee Sun dan menariknya. Hee Sun menatap tajam. Oh Soo lalu menampar Hee Sun, dan Jin Sung melihatnya. Hee Sun masih menatap Soo dengan taja, dan Jin Sung mendekat, memarahi Hee Sun.
Ia menarik paksa Hee Sun keluar, di dekat pintu mereka berhenti, Jin Sung berkata, Young adalah adiknya Hyung. Meskipun kau menyukai Hyung sebesar itu kau tak tahan melihatnya bersama wanita lain? Apa kau psikopat?
Hee sun tak mendengarkan dan masih menatap ke arah Soo dengan wajah menyedihkan, ia menangis.
Young juga hampir menangis meskipun ia tak mengalihkan pandangannya. Mata Soo juga berkaca-kaca. Jin sung kemudian menarik Hee sun keluar.

 photo w6-24_zpsea4ec8a1.jpg
Soo menarik nafas dalam, melihat Young yang menangis. Ia menunggu Young bicara. Young bertanya apa yang dikatakan Hee sun itu benar? Kau baik padaku bukan karena aku adikmu tapi karena kau membutuhkan uang? Apa begitu? Jawab aku.
Oh Soo kesulitan mengeluarkan jawabannya. Ia harus menelan ludah, menutup mata dan menahan rasa sakit karena terus berbohong, dan akhirnya ia menjawa, Tidak.
Young sepertinya tak percaya. Ia berdiri. Ia masih menangis dan berkata, Jika kau melihat surat wasiatku, kau akan langsung tahu. Saat aku mati, semua milikku jadi milikmu. Jumlahnya jauh lebih besar dari 78 Milyar Won yang kau butuhkan. Jika kau perlu uang, kau bisa membunuhku sekarang. Tapi, seperti yang kukatakan padamu sebelumnya sebelum aku mati, dariku kau takkan mendapatkan sepeserpun.
Suara Young bergetar karena menahan tangis saat mengatakan hal itu.
Young kemudian melangkah pergi meninggalkan cafe.
Soo masih berdiri menahan diri, air matanya menetes. Joong Tae datang dan menyuruhnya mengejar Young.

 photo w6-25_zps6612d837.jpg
Young berjalan di pinggir jalan masih dekat cafe. Soo mengikutinya dari belakang. Dan ternyata ada Moo Chul di sana, tapi Soo tak melihatnya. Joong Tae dan istrinya melihat Soo dan Young. Mereka juga melihat Moo Chul, tampak seperti seorang penjahat. Joong Tae bertanya pada istrinya, apa Soo adalah penjahat. Jeslas istrinya tak percaya akan hal itu.
 photo w6-26_zps382b0c59.jpg
Mi Ra mengirim pesan pada Nyonya Wang yang mengatakan kalau Soo dan Young bertengkar karena Hee Sun mengatakan kalau Soo mendekati Young karena uang. Nyonya Wang tampak berfikir.
 photo w6-27_zpsef982953.jpg
Soo masih mengikuti Young dari belakang selama perjalanan. Young terus berjalan sambil menangis sedih karena mendengar kenyataan itu. Saat Young jatuh karena menabrak sepeda yang sedang parkir, Soo ingin meolongnya, tapi tak sanggup karena Young berdiri duluan, padahal Soo sudah mengulurkan tangannya. Young mencoba tegar dan terus berjalan sementara Soo serba salah. Ia memperbaiki sepeda yang jatuh tadi. Dan hal itu diperhatikan oleh Moo Chul yang mengikuti mereka. Ia tertawa melihatnya. Soo kembali mengikuti Young.
Tapi kemudian ia berhenti.

 photo w6-29_zpsa725c942.jpg
Nyonya Wang sedang membantu Young bersiap. Ia bertanya kenapa Young bertengkar dengan Soo. Soo bertanya balik, siapa yang mengadu padanya? Joong Tae? Mi Ra?
Nyonya Wang menjawab, Mi Ra.
Young berkata ia hanya sedikit berdebat dengan kakaknya. Lalu Young bertanya tentang adik nyonya Wang yang membuatku kaget, punya adik? -langsung kepikiran Moo Chul-
Young : Ngomong-ngomong, Belakangan ini apa kau pernah mendengar kabar dari adikmu? Apa dia masih muncul dan menghilang dari waktu  ke waktu, menerima uang darimu, hanya mengambil uang dan tak mengunjungimu Unni-nya?
Young mengangguk, jadi nyonya Wang pulang ke rumah?
Nyonya Wang berkata, tentu saja. Ia pulang setiap minggu keempat.
Lalu Young bertanya lagi tentang orang tua nyonya Wang yang berkebun stroberi, nyonya Wang menjawab mereka masih berkebun. Tapi Young tahu kalau ia berbohong karena sudah 2 tahun mereka tak berkebun karena angin topan.
Young berkata, Sejak itu kau tak pernah pulang. Selalu sulit untuk mencocokkan cerita bila kau berbohong. Benar, 'kan?

 photo w6-30_zps03bdf3e9.jpg
Mereka terdiam. Lalu Young berkata lagi, Sekarang bila Oppa pergi dalam 56 hari lagi, kurasa kita akan kembali memainkan permainan berbohong ini lagi. Membosankan, tapi seru juga.
Nyonya Wang berkata kalau Young pasti sedih karena oppa-nya akan pergi.
Young dengan yakin berkata ia baik-baik saja. Yang buta harus tinggal di belakang. Mereka tak boleh menahan orang-orang yang dapat melihat untuk bergerak maju.  Benarkan?
Young mengambil tas dan jaketnya.
Nyonya Wang bertanya, apa Young sudah memikirkan pernikahan makanya memutuskan berkencan hari ini?
Young berkata kalau kakaknya menginginkan ia menikah.

 photo w6-31_zpsf1b9866a.jpg
Hee Sun sedang galau di toko bunga miliknya. Ia mendapatkan sms dari Soo menyuruhnya keluar.
 photo w6-34_zpsd68cdcd8.jpg
Mereka bertemu. Hee Sun menangis dan menampar Soo 2 kali.
Hee Sun berkata dengan penuh emosi, Aku bisa saja memberitahu Young bahwa kau palsu. Tapi aku tak melakukannya karena suatu alasan. Karena aku menyukaimu. Aku melihat segalanya. Caramu menatap Young. Betapa nyamannya dirimu tidur di samping Young. Aku juga seorang wanita, aku bisa merasakannya. Kau menyukainya, 'kan?
Soo hanya menatap Hee Sun dengan tatapan -apa ya namanyaaaa-

 photo w6-33_zps03d470b5.jpg
Hee Sun terus bicara sambil menangis : Apa salahku hingga aku tak bisa meminta uang dari Young? Kenapa?  Apa kau malu aku meminta uang darinya? Jawab aku. Kenapa kau tak bisa menjawab? Oohhh... Kau hanya memanfaatkannya? Kau sama sekali tak menyukainya? Jika dia tahu kau Oppanya, apa salahnya memberi uang padamu? Aku yang memintanya. Apa salahku? Kau bisa hidup jika kita bisa mendapatkan uang darinya. Kau harus hidup.
Hee sun makin menangis dan Soo memeluknya dengan penuh cintaaaaaaaa.
Ia menepuk-nepuk punggung Hee Sun yang menangis di dadanya. Dan kejadian itu dilihat oleh Jin Sung. Sayangnya kita ga bisa melihat ekspresi Jin Sung.
-enak ya si Eun Ji, aku juga mau, wkkwkwkkwkwkkwkw-

 photo w6-37_zpse9b13faf.jpg
Young bersama Myung Ho, ia memegang kartu nama Moo Chul, orang yang mengenal Oh Soo satunya lagi, kata Myung Ho, ia berencana memberikannya pada nyonya Wang, tapi ia lupa. Ia menyuruh Young memberikannya pada nyonya Wang.
Young mengiyakan dan memasukkannya dalam tasnya.
Young kemudian mengajak Myung Ho nonton film dan minum.
Myung Ho terlihat senang dan berkata jika Young hanya minum sedikit sebaiknya jangan mengajaknya, karena ia peminum berat.
Young tersenyum. Ia melihat ke jendela dan senyumnya menghilang.

 photo w6-38_zps5425b13b.jpg
Soo ada di luar kedai orang tua Jin sung. Ibu melihatnya dan menyuruhnya masuk, tapi Soo menolak. Ayah keluar dan melihat Soo. Ia kesal dan berkata kalau Soo adalah orang yang menjual sapinya, jika bukan karena Soo ia tak akan menderita hidup di Seoul.
Tapi ibu membela Soo, Soo menjual sapinya karena sapi mereka dulu kena penyakit gila.
Ibu menyuruh suaminya segera melayani pelanggan saja. Ayah memandang Soo dan bertanya dengan kesal apa Soo sudah makan.
Soo mengatakan ia sudah makan. Dan ayah terlihat makin kesal, tapi kekesalannya itu bukan perasaannya sebenarnya, sepertinya, ia juga menyukai Soo.
Ibu kembali melihat Soo dan membelai wajahnya dengan penuh cinta, mengatakan kalau Soo adalah puteranya yang tampan. Ibu akan masuk tapi ia berbalik lagi, ia bertanya Soo tidak terlihat masalah lagi kan?
Soo menunduk dan mengatakan tidak. Ibu berkata jika Soo masuk penjara dan berjudi lagi, maka ia akan bunuh diri.
Soo megerti. Ibu kemudian masuk ke toko dengan tersenyum melayani pelanggan yang lain.

 photo w6-40_zps2eb9db1f.jpg
Soo menatap mereka untuk sesaat. Disanalah ia merasakan sedikit kehangatan keluarga.
Lalu Jin Sung datang dari mengantar pesanan. Tapi suasana hati Jin Sung sedang tidak baik. Ia bahkan melewati Soo begitu saja, meski menatapnya dengan kesal sesaat.
Kasian Soo :'(
sini sini sini, ma aku ajah, wkwkkwwkwwkk

 photo w6-41_zps418284f0.jpg
Young sedang bersama Myung Ho, minum soju. Young menuangkan Soju ke dalam gelas, sementara Myung Ho asik mengetik sms. Young bertanya apa yang ia tuangkan pas 1/3 gelas. Myung Ho membenarkan dan berkata kalau hari ini Young penuh kejutan.
Young bertanya apa lagi yg mengejutkan. Young tersenyum dan berkata kalau ia sebenarnya tak terlalu menyukainya. Ia hanya mendengar suara mobil, berkelahi, berlari, berteriak, itu saja.
Myung Ho menawarkan menonton melodrama. Tapi Young berkata itu lebih parak karena mereka tak banyak bicara. Memang akhir-akhir ini banyak melodrama yang memutar banyak musik. Yang ingin ia lihat adalah bagaimana pria melihat wanita.
Young terus bicara mengenai melodrama sementara Myung Ho tampak bosan. Ia tidak terlalu tertarik mendengarkan, malah terus menatap ponselnya, saat ada sms masuk ia segera mengambilnya.
Saat Young mengajaknya nonton film komedi, Myung Ho asik melihat jam tangannya.

 photo w6-42_zps380dad4d.jpg
Akhirnya Young tahu kalau Myung Ho tak mendengarkannya karena Myung Ho tak menjawab saat ia bertanya. Tapi Myung Ho berbohong, mengatakan ia mendengarkan. Young lalu mencampur minuman dengan sesuatu. Myung Ho bertanya siapa yang mengajarkannya. Young menjawab oppa-nya.
Young meminum minuman yang tepat satu gelas penuh membuat Myung Ho cukup kaget. Young tersenyum dan mengatakan kalau ia peminum yang baik.

 photo w6-43_zps124823ee.jpg
Soo masih menunggu di luar kedai untuk bicara dengan Jin Sung. Jin Sung kembali ke luar untuk mengantarkan pesanan. Soo mengikuti Jin Sung ke motornya. Jin Sung menyuruh Soo pulang saja. Soo bertanya kenapa Jin Sung tidak mengangkat telponnya. Jin Sung berkata ia tak sempat karena ia sangat sibuk mengantar barang.
Soo menarik tangan Jin Sung dan minta maaf karena sudah memukul Hee Sun.
Jin Sung kesal, Kau tidak minta maaf karena memeluknya, tapi memukulnya? Hidupmu lebih penting daripada dia kena pukul. Aku bukan apa-apa pada kalian berdua. Kau hanya khawatir tentang tetap hidup. Aku bukan apa-apa, jangan khawatirkan aku.
Soo menatap Jin Sung. Jin Sung mendorong Soo dan pergi dengan motornya.

 photo w6-44_zpsc6b830b2.jpg
Soo akan pergi dan mendapat telpon dari Oh Young. Young mengatakan ia sedang mabuk, jika Soo ingin membunuhnya maka ini waktu yang tepat. Ia mengatakan dimana tempatnya dan menuruh Soo datang.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar