Selasa, 12 November 2013

Drama Korea That Winter The Wind Blos Episode 7 Part 2

 photo w7-34_zpsee34632c.jpg
Masih di rumah kaca, Young tersenyum mendengar Soo bertanya apa ia menyukai Myung Ho atau tidak. Young mengatakan kalau ia mungkin menyukainya.
Soo menggaruk-garuk dagunya dan bertanya bagaimana perasaan Young bila bersama Myung Ho. Berdebar-debar?
Young bertanya, apa jika aku berdebar-debar maka aku menyukainya.
Soo : mungkin.
Young : kalau begitu aku menyukainya.
Soo tapak tak suka dengan jawaban itu. Ia melirik lirik Young dan mengatakan kalau Young harus mempertimbangkan kembali mengenai pernikahannya.
Young : Aku tak punya pilihan lain. Kau tahu bagaimana orang-orang berkata bahwa mereka jatuh cinta pada pandangan pertama? Aku tak punya penglihatan untuk bisa merasakan cinta pada pandangan pertama. Aku hanya akan hidup bersama seseorang yang berkata dia menyukaiku. Kau tak tertarik dengan perusahaan. Tanpa Myung Ho, aku tak bisa menjalankan perusahaan.

 photo w7-35_zpsf5782c5f.jpg
Young mengajak Soo membicarakan hal yang lain, Ia bertanya dengan siapa Soo bertemu hari ini, apa ia pergi ke klub atau karaoke.
Soo tidak menjawab dan malah memberikan kalimat yang mengagetkan Young, Pemeriksaan matamu, mari kita lakukan lagi. Jika matamu bisa disembuhkan, aku ingin melakukannya sebelum pergi. Jika Sekretaris Wang menghalanginya, kau punya aku. Jadi jangan takut.
Senyum di wajah Young perlahan menghilang. Ia berkata dengan mata berkaca-kaca, Aku tak takut pada Sekretaris Wang. Waktu kecil aku memang takut. Tapi... sekarang tidak lagi. Kami hanya saling memanfaatkan. Itu juga bukan kesepakatan buruk. Berarti kau tak punya alasan untuk tak diperiksa. Sementara aku diperiksa, dioperasi, dan menderita menjalani prosesnya, kau akan pergi 'kan? Kau bukannya takkan pergi. Aku tahu kau akan pergi. Aku bukan memintamu jangan pergi. Jika aku jadi dirimu, aku juga akan pergi. Kau punya hal yang ingin kaulakukan dan tempat yang ingin kau datangi. Menjaga adik buta-mu di tempat yang seperti penjara ini, itu sama sekali tak menyenangkan.  Kau merasa bersalah, 'kan? Jika kau merasa bersalah...

 photo w7-36_zpsdddf5cfa.jpg
Soo : Haruskah kita pergi bersenang-senang?
Young berdiri saking senangnya karena itu memang yang ia inginkan. Ia menyuruh Soo juga mengajak Hee Sun dan Jin Sung. Ia mengatakan ada satu tempat yang ingin ia kunjungi. Ia sangat iri saat Mi Ra dan teman-temannya kesana.
Soo berdiri dan mengacak rambut Young, setuju!

 photo w7-37_zps50623bb4.jpg
Hari berikutnya, mereka berempat dalam mobil yang sama. Tentu saja Hee sun dan Jin Sung terlihat paling bahagia. Mereka menyanyi di kursi belakang. Soo yang menyetir. Soo meninggalkan pesan untuk nyonya Wang. ia mengajak Young berlibur, jika terjadi sesuatu terjadi pada Young, maka ia akan menjadi tersangka utama, karena namanya ada di dalam surat wasiat. Jadi ia akan berhati-hati.
 photo w7-39_zps97494aca.jpg
-Background Music, A-Pink - MY MY, My favourite Girlband :)-
Mereka pergi ke lapangan ski dan bermain seluncuran, wkkwkwkwkkw, aku ga tau namanya. Mereka berempat terlihat bahagia.
Dan rupanya mereka bertanding, wkwkwkwk, Oxygen Couple menang. Jin Sung kesal sekali karena mereka kalah.
Soo mencium kening Young dan Jin Sung serta Hee Sun melihat tingkah Soo. Hee Sun terlihat kesal sementara Jin Sung lebih mengkhawatirkan Hee Sun.

 photo w7-40_zpsbb4256c5.jpg
Soo dan Young mengambil foto bersama sambil tiduran di salju. setelah itu Young berdiri dan Soo membersihkan punggung Young dari salju. Mereka pergi berdua tanpa peduli pasangan di belakang mereka.
Hee Sun masih melihat mereka dengan kesal. Jin Sung bertanya apa Hee Sun cemburu? apa Hee Sun ingin Soo melakukan itu padanya?
Hee Sun tidak menjawab dan berdiri dengan kesal.

 photo w7-43_zps9e8b2e33.jpg
Mereka sekarang ada di villa bergaya rumah tradisonal korea. Jin Sung akan memasak nasi dan Soo mengiris sayuran. Hee Sun masih kesal, ia mengambil ponsel Soo dan melihat foto-foto tadi.
Hee Sun melihat ponsel sambil ngomong dengan Jin Sung, ei, aku mau nasi. Masak nasi.
Jin Sung mengatakan ia sedang membuatnya. Hee Sun terus bicara, Buat sup juga. Aku mau sup kimchi. Pastikan kau membumbuinya dengan baik. Jika keasinan, akan kutuang semuanya ke dalam mulutmu.
Jin SUng kesal dan curhat pada Soo, Aku menyesal telah jatuh cinta padanya.
Tapi Soo mengatakan kalau mereka pasangan yang serasi.

 photo w7-44_zpsfc08d5e2.jpg
Jin Sung bertanya lagi apa yang dilihat Hee Sun di ponsel Soo. Hee Sun mengatakan ia melihat foto. Young bertanya, bagaimana fotonya? Apa bagus? Ini pertama kalinya mereka berfoto bersama. Bagus kah?
Hee Sun yang lagi nggak mood menjadi kesal, Kau terus-terusan bertanya? Jika kau penasaran lihat saja sendiri?
Semuanya tampak terkejut. Tentu saja. Hee Sun sadar dia salah bicara. Kemudian ia menjawab, Hasilnya bagus, kau tampak cantik.
Kemudian Young mengomentari cara memotong Soo dengan pisau yang terdengar biasa.Padahal Soo adalah koki di italia.
Jin Sung terkejut dan langsung berdiri. SOo melempar pisaunya dan bekata kalau koki cina yang pandai menggunakan pisau, koki italia tidak. Ia juga bertanya lagi apa benar YOung mau makan sup buatannya, bukan beli di restoran saja.
Young tersenyum dan mengiyakan.
Hee Sun berkata kalau membesarkan seorang adik itu sangat sulit, jadi kerjakan saja. Jin Sung menyuruh Hee Sun diam.

 photo w7-45_zpsa0427b18.jpg
Young bertanya pada Hee Sun, apa yang menarik dari kakaknya. Karena kakak Hee Sun menyukai Oppa, maka Hee Sun harusnya tidak menyukainya. Itu sebabnya ia ingin tahu apa yang dilihat Hee Sun dari Oppa-nya.
Hee Sun berkata, Dia tak sepenuhya buruk. Dia seorang playboy, pandai berbohong, dan emosional dan bahkan benar dia egois. Namun, karena suatu alasan, ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan tentang Oh Soo.
Young berkata kalau ia kurang mengerti apa yang dimaksudkan Hee Sun.
Hee Sun mengatakan kalau Soo terlahir untuk membuat para wanita sangat cemas. HHAHAAHHA.
Jin Sung sih setuju dengan pendapat itu sementara Soo hanya melihat mereka dan Young tersenyum.
Lalu Hee Sun terlihat agak kesal dengan ucapannya dan giling-guling di teras rumah, meminta mereka cepat memasak karena dia lapar.

 photo w7-46_zps79349d26.jpg
Soo dan Young dudk berdua sambil ngobrol. Young mau minum bir tapi Soo tak memperbolehkannya. Lalu Young mulai bertanya tentang Oh Soo yang satu lagi. Ia bertanya apa arti nama Soo dalam nama Oh Soo.
Soo terkejut karena Young menanyakannya. Ia tentu saja menceritakan dirinya sendiri.
Soo mengatakan arti nama soo adalah pohon, karena ibunya meningggalkannya di bawah pohon saat bayi.
Young terkejut, itu artinya dia tak pernah melihta wajah ibunya. Soo berkata pernah, karena saat remaja ibunya datang ke sekolah.
Young berkata kalau ia kasihan, itu artinya Soo satu lagi menipu karena luka di hatinya.
Soo tersenyum sedih, mungkin saja, itu alasan yang bagus. Dia sampah sejak lahir.
Young bertanya apa Soo itu pernah mencintai seorang wanita. Soo menjawab pernah satu kali, tapi saat wanita itu mengatakan ia hamil, ia meninggalkannya. Dan saat wanita itu mengejarnya, ia mengalami kecelakaan.
Young bertanya lagi berapa usianya saat itu, Soo menjawab mereka sama-sama 19 tahun.

 photo w7-47_zps2be4e54e.jpg
Oh Soo berkata dengan wajah sedih, Di suatu sisi, sama sepertimu, aku prihatin bahwa dia dibuang seperti sampah oleh orang tuanya sendiri. Aku mengerti mengapa dia ingin menjalani kehidupan yang buruk seperti sampah begitu. Tapi meskipun pacarnya meninggalkan rumah dan putus sekolah demi dia dan bahkan mengandung bayinya, dia tak mau bertanggung jawab. Itu tak bisa diampuni.
TApi Young dengan yakin menjawab,  Memangnya kau siapa mau mengampuninya? Yang dapat dilakukan seseorang bagi orang lain bukanlah mengampuni, tetapi menghibur. Ketika pertama kali aku didiagnosa menderita tumor, yang paling kuinginkan adalah penghiburan. Tapi orang-orang, seperti dirimu, tak menghiburku. Mereka begitu kejam menuntut keberanian dari seorang anak 6 tahun. 'Tak apa, Young. Tak ada yang perlu ditakutkan dari operasi.' 'Tak apa. Kau bisa mengatasinya.' 'Kemoterapi? Itu bukan apa-apa.'
Soo memandangi YOung dan bertanya, lalu memangnya apa lagi yang bisa mereka lalukan.

 photo w7-49_zpsaab566b6.jpg
Young dengan mata berkaca-kaca mulai mengatakan hal yang ia inginkan saat itu, 'Kau tak perlu merasa baik-baik saja.' 'Young, tak apa-apa merasa cemas. Tak apa-apa merasa takut.' 'Tak apa-apa menangis.' Jika orang-orang mengatakan itu padaku, aku akan menangis selama beberapa hari, kemudian aku bisa mengatasinya. Tapi, mungkin karena waktu itu aku tak bisa menangis. Bahkan sekarang, ketika aku memikirkan saat usiaku 6 tahun, air mataku terus mengalir. Kurasa orang itu sama sepertiku. Ketika dia masih terlalu kecil untuk bisa mengingat segalanya dia ditinggalkan di bawah pohon. Dan ibunya muncul hanya untuk memberinya 58,000 Won lalu pergi. Lebih buruk lagi, dia kehilangan satu-satunya wanita yang pernah dicintainya saat usianya 19 tahun. Tak seorangpun menghiburnya.
Soo menangis saat mendengarkan hal itu. Ia berusaha menahan air matanya, tapi tak bisa. Yang ia bisa lakukan hanya tidak mengeluarkan suara yang membuat Young menyadari kalau ia menangis. Kemudian Soo berkata, Tapi dia bersalah karena tak mau bertanggung jawab atas bayinya.
Young kembali menjawab,  Ya, itu salah. Sangat salah. Tapi, usianya baru 19 tahun dan bahkan terlalu muda untuk bisa mengurusi dirinya sendiri. Di usia seperti itu, pasti rasanya menakutkan memikirkan bayinya akan menjadi seperti dia.
Soo masih menangis tapi sedikit sudah tenang. Young kemudian berkata, Kau membuat kesalahan. Berkat dirimu, aku menjadi semakin penasaran tentang dia.
Soo menghapus air matanya. Young menyuruhnya tidur dan ia kembali ke kamarnya.
Sepeninggal Young, Soo masih menangis lagi dan lagi, tapi ia menutup mulutnya agar tidak kedengaran.

 photo w7-50_zps336cf0d4.jpg
Pagi pun tiba.
Dan Soo masih duduk dengan posisi yang sama, sepertinya semalaman ia tak tidur.
Soo membuka pintu kamar Young dan Hee Sun. Keduanya masih tidur. Soo memandangi YOung dan akhirnya menutup pintu.

 photo w7-51_zps041cafc2.jpg
Soo jalan-jalan keluar vila. Ia memandangi pemandangan indah salju di hadapannya. Lalu Young muncul di belakangnya dan memanggil Oppa-nya. Soo tersenyum melihatnya. Young juga tersenyum.
 photo w7-52_zps4a2bf2fb.jpg
So Ra sedang mengajak anjingnya jalan-jalan dan ia mendapat telpon dari Lee Myung Ho yang mengajaknya bertemu.
 photo w7-53_zps9fb7a6c0.jpg
Nyonya Wang menolak saat Myung Ho menawarkan Soo akan datang ke pesta pembukaan. Tapi Myung Ho mengatakan ia akan mengundang So Ra dan sekalian bertanya tentang Oh Soo satu lagi yang merupakan matan pacar So Ra. Aku yakin dia akan memberitahuku tentang identitas Oh Soo yang sebenarnya. Tapi jika ternyata Oh Soo benar-benar Oppanya Young, Kita bisa kehilangan kredibilitas kita kepada para pemegang saham karena menyembunyikan seorang ahli waris. Kita harus membawa Oh Soo ke pesta, dan mengurangi kecurigaan mereka...
Tapi nyonya Wang berkata kalau itu terlalu beresiko, karena jika pemegang saham tahu PL punya pewaris, maka mereka bisa mendepak Young dan Myung Ho dari kursi presiden.
Myung Ho berfikir lagi dan tampak kesal, menyuruh Nyonya Wang mengatakan hal yang sebenarnya pada Young saja, kalau Soo ada di brankas Young.
Nyonya Wang mengatakan kalau mereka sedang tes sidik jari, karena ia tak punya bukti apapun. Dan mengatakan pada Myung Ho kalau pertama-tama Myung Ho harus menemui Jin So Ra.

 photo w7-54_zps4219754f.jpg
Soo dan Young hampir tiba di rumah tapi Soo menghentikan mobilnya. Ia menawarkan akan mengabtar Young sampai rumah. Tapi Young menolak, ia akan jalan kaki saja, karena hanya butuh waktu 5 menit. Ia menyuruh Soo segera pergi karena ada urusan. Tapi Soo tetap ingin mengantar Young. Young bertanya apa Soo tahu apa yang paling ia benci.
Soo tertawa dan menjawab terlalu diperhatikan. Soo tersenyum. Ia melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari dalam mobil.

 photo w7-55_zps919ee4e9.jpg
Young kemudian mulai berjalan dan Soo meninggalkannya. Tak berapa lama setelah itu, Young mulai merasa sakit kepala lagi. Ia menutup matanya mencoba menahannya. Ia mencoba tetap baik-baik saja dan terus berjalan.
 photo w7-56_zps54c1a9a5.jpg
Soo melaju dengan mobilnya dan ingat kejadian semalam. Saat ia mengantarkan Young untuk tidur, Soo bertanya saat Young bisa mleihat kmebali, apa yang ingin di lihat pertama kali oleh Young. Young menjawab kalauia  ingin melihat Soo. Tak peduli seberapa sering ia mencoba membayangkan dan mengingat, tapi ia tak bisa ingat wajah Soo. DAn ia ingin melihat wajah Soo jika ia melihat lagi.
Soo di dalam mobilnya memikirkan hal itu.

 photo w7-57_zpsd2c5adf9.jpg
Jin Sung dan Hee Sun menjalankan aksinya. Mereka akan membereskan Myung Ho hari ini. Hee Sun memegang pundah Jin Sung yang sedang menyetir, seperti ini?
Jin Sung melepaskannya. Dan Hee Sun melakukannya lagi. Jin SUng merasa risih dan mulai berteriak. HAHHAHAHAAHAH. Mereka lucu banged.

 photo w7-58_zps87de9fee.jpg
Soo pergi ke rumah sakit dan bertemu dokter yang ia panggil Noona. Siapa ya?
Sepertinya hubungan mereka sedang tidak baik karena Wanita itu menolak mendengarkan Soo meski Soo terus mencoba menahannya, ia ingin Noona memeriksan mata gadis yang ia kenal karena penyakit R.P dan juga punya riwayat tumor otak.
Wanita itu menolak, ia mengatakan, Kau pikir aku punya waktu? Untuk berbicara dengan manusia sampah sepertimu? Aku menolak mengoperasi para anggota geng, dan menyerahkan posisiku sebagai wakil direktur. Beraninya kau bicara padaku.
Dokter wanita itu meninggalkan Soo yang masih terus berdiri di posisi yang sama sambil memegang kepalanya.

 photo w7-59_zpsad49469d.jpg
Young di dalam kamarnya dan mendapatkan telpon dari seseorang, Young mengatakan ia akan segera mengambilnya.
Young membereskan barang yang akan ia bawa saat sakit kepalanya timbul lagi. Tapi ia menahannya dan tersenyum.

 photo w7-60_zps10f5cfa4.jpg
So Ra menemui Moo Chul dan terkejut dengan apa yang dikatakan Moo Chul, bahwa Oh Soo berpuar-pura menjadi putera tunggal dari PL group. Apalagi saat Moo Chul mengatakan kalau Soo memiliki hubungan cinta yang manis dengan adiknya.
So ra masih tidak percaya dan bertanya lagi. Moo Chul menyuruh So Ra pergi ke PL group dan minta bertemu dengan putera tunggalnya untuk memastikannya sendiri. Lagian So Ra akan bertemu dengan Myung Ho.
So Ra meminta nomer telepon Oh Soo, tapi Moo Chul tak memberikannya mengingat hubungannya dengan bos Kim.
So Ra kesal dan segera pergi, tapi Moo Chul mengingatkan jangan sampai bos Kim tau, karena bos Kim sangat cemburu hingga meminta bantuannya.
Setelah memastikan So Ra keluar, Moo Chul mengambil ponsel dan jaketnya dan pergi keluar.

 photo w7-61_zpsf0778a42.jpg
Young ada di toko perhiasan, kayaknya. Dan pegawai memberikan barang yang ia inginkan. Young memasukkannya dalam tas. Saat akan pergi ia sedikit pusing dan pegawai toko bertanya padanya apa ia baik-baik saja. Young mengatakan ia sakit kepala. Young kali ini mau meminta bantuan, meminta pegawai toko mengantarnya ke depan mall dan memanggilkan taksi.
 photo w7-62_zpsc29c1883.jpg
So Ra keluar dari apartemen Moo Chul dan masuk ke mobilnya. Seorang mata-mata bos kim melaporkan kalau So Ra baru saja keluar dari rumah Moo Chul. Moo Chul sudah ada disana dan mengambil ponsel pria itu, ia bicara dengan bos Kim, mengatakan kalau So Ra menanyakan Oh Soo dan akan pergi ke PL Group. Bos Kim tampak marah.
Moo Chul kesal melihat mata-mata itu dan mendekatinya, tapi mata-mata itu segera kabur dan berteriak Moo Chul akan menyesal karena tidak menjadikannya bawahannya.

 photo w7-63_zpsd215329f.jpg
Moo Chul kemudian tersenyum saat Oh Soo menelponnya. Soo mengajak Moo Chul bertemu. Tapi Moo Chul mengatakan ini bukan saatnya karena So Ra sedang menemui Myung Ho dan ia memberitahu So Ra kalau Soo berpura-pura menjadi putera PL group.
Soo terkejut mendengarnya.
Moo Chul mengatakan kalau ia akan memberitahu So Ra kalau Soo akan kesana dan menanyakan tempatnya. Moo Chul menutup ponselnya.
Soo sangat kesal dan memukul-mukul stir mobilnya.
kemudian ia mendapat telpon dari Oh Young. Ia mencoba menenangkan pikirannya dan menarik nafas dalam.

 photo w7-64_zps81340a57.jpg
Soo menjawab telpon Young, Tapi pegawai toko yang menelpon dan mengatakan kalau adik Soo sangat kesakitan. Ia ingin menelpon rumah sakit, tapi Young melarangnya dan menyuruh mereka menelpon Soo.
Soo heran karena ia meninggalkan Young di depan rumah pagi itu. TApi kemudian ia berfikir dan mengatakan kalau ia akan kesana.
Soo panik dan mendapat telpon lagi, dari Moo Chul. Tapi ia tidak mengangkatnya dan memasang sabuk pengaman, pergi ke tempat di mana Young berada.

 photo w7-65_zps4512f9c0.jpg
Soo tiba di mall dan masuk ke dalam mencari Young. Moo Chul masih menghubungi Soo tapi Soo meninggalkan ponselnya di mobil.
Soo berlari mencari-cari Oh Young. Ia melihat keramaian dan melihat Oh Young disana, duduk di lantai dan memegang kepalanya yang sakit. Soo terkejut dan mendekatinya.
Soo mendekati Young dan mulai memanggil namanya. Ia memegang wajah Young yang berkeringat. Young tersenyum melihat Soo tapi kemudian ia pingsan. Soo penyuruh pegawai menelpon ambulans.

 photo w7-66_zps9846c644.jpg
So Ra rupanya ada disana dan melihat Soo yang berlari menuju Young. Ia melihat Soo memanggil Young dan menggenggam wajah Young.
Soo menggendong Young di dadanya dan akan membawanya keluar, dan tepat di hadapan So Ra, ia berhenti.,
Keduanya saling melihat. So Ra menatap Soo. Soo menatap So Ra dan terkejut.
 photo w7-67_zpsecb77f02.jpg

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar