Selasa, 12 November 2013

Drama Korea That Winter, The Wind Blows Episode 4 part 2



 photo w4-39.jpg
Oh Soo kembali ke rumah kaca dan kaget ada Nyonya Wang di sana. Oh soo masuk ke rumah kaca dengan penuh ekspresi. Nyonya Wang minta maaf, ia masuk karena pintunya terbuka. Ia mengatakan tempat itu sangat inda, ia yakin Young senang jika ia bisa melihatnya.
Oh Soo awalnya ingin cuek saja, tapi karena ingin mengetahui sesuatu ia akhirnya bertanya mengenai mata Young yang tak bisa sembuh. Nyonya Wang berkata jika bisa disembuhkan maka ia sudah melakukannya sejak lama. Ia bertanya kenapa Soo ingin tau.
Soo balik bertanya, kenapa Nyonya Wang menyembunyikan penyakit Young dari ibu mereka.
Nyonya Wang berkata ia mengatakannya. Soo tak percaya dan berkata, jadi kau bilang ibu mengabaikannya? Tahu anaknya menderita tumor otak?
Nyonya Wang terlihat terkejut, tapi ia mencoba tenang dan menjawab, aku berencana mengatakannya ketika ia datang. Aku mengatakan Young sakit dan bertanya apa ia mau berkunjung. Tapi sepertinya ia tak suka aku menelponnya. Ia menutup telpon dan mengatakan agar membawa Young ke rumah sakit.


 photo w4-40.jpg
Soo mengatakan ia juga akan melakukan hal yang sama. Sebuah telpon dari wanita simpanan suami, tepat setelah perceraian.
Nyonya wang berkata ia tidak menelpon sebagai wanita simpanan, tapi sebagai pengasuh Young. Raut wajah Nyonya Wang tampak berubah, ia berkata, Aku hanya wanita yang ketua perlukan selama satu malam untuk satu alasan. Ketua mengirin puteranya pada ibunya dan bukan Young, untuk suatu alasan. Ia pikir ibumu akan kembali untuk melihat Young. Ibumu adalah satu-satunya wanita untuk ketua. Tapi ibumu mengabaikan Young hanya karena ia membenciku dan ketua. Kau harus tahu itu. Setelah itu aku hidup sebagai ibu Young sampai sekarang, aku yang membesarkannya. meskipun kau dan Young tidak tahu hal itu, aku---
Oh Soo yang sedari tadi mulai terlihat kesal memotong kata-kata nyonya Wang, Kau bukan ibu kami. Jangan membodohi dirimu sendiri. Kau bukan ibu kami. aku terima kau sebagai pengasuh Young dan juga penjaganya.
Nyonya Wang berdiri dan terlihat kesal. Ia segera keluar dari rumah kaca itu. Sementara Soo tetap disana sambil memegang gantungan kunci teddy bear yang baru dibelinya.


 photo w4-41.jpg
Young akan tidur dan Nyonya Wang ada di sana. Ia mendengar suara lonceng dan mengatakan suaranya indah. Tapi dengan dingin Young mengatakan kalau ia lelah. Lalu terdengar sebuah suara dari pintu, nyonya Wang melihat ada gantungan kunci di sana, yang di pegang Soo tadi. Young bertanya apa itu. Nyonya Wang mengambilnya dan mengatakan kalau itu kunci rumah kaca dan Soo yang memberikannya.
Young meraba kunci tersebut dan tersenyum. Malam berlalu dengan bunyi gemerincing lonceng di jendela Young.


 photo w4-42.jpg
Young dan Oh Soo ada di toko pakaian. Soo sedang memilih-milih baju dan mencoba salah satunya. Ia memuji dirinya sendiri. Young hanya diam saja dan berkata kalau perusahaan mereka punya style yang bagus untuk busana pria.
Soo mengatakan ia tahu. Young bertanya kenapa Soo membeli pakaian, apa Soo ingin menggoda para gadis?
Soo mengiyakan kalau itu memang maksud Young. Young bertanya lagi apa Soo tampan. Soo memuji dirinya sendiri dan hal itu membuat Young tertawa. Soo kembali memilih pakaian untuk Young dan ketika ia menemukan yang cocok, dan menyuruh pegawai menyiapkan perlengkapan.


 photo w4-43.jpg
Soo duduk di dekat Young dan berkata kalau ia tidak hanya membeli pakaian untuk dirinya. Soo berkata kalau ia pria yang pilih-pilih, ia ingin gadis yang jalan bersamanya terlihat cantik. Soo memandangi Young. Young penasaran, bagaimana denganku? Apa aku tidak cantik?
Oh soo tertawa. Young berkata ia tak tahu yang mana baju yang disebut bagus. Bagaimana mungkin aku mencoba baju jika aku tak tahu itu cantik atau tidak? Aku punya banyak baju, aku tak butuh apapun.
Soo berkata, bukankah cukup bagus jika kau terlihat cantik di mataku? Tidak cukupkah jika aku melihatmu dan merasa bahagia? Apa alasan itu tak cukup?
Young cukup kaget, kau bahagia?
Petugas mengatakan mereka sudah siap. Young menolak, tapi Soo mengatakan Young sudah setuju, ia kemudian menarik tangan Young.


 photo w4-46.jpg
Oh Soo menunggu selagi Young di hias. Dan saat Young muncul, aku rasa Oh Soo cukup kaget dan tak sempat berkedip. Soo mendekati Young dan meletakkan tangan Young di lengannya sambil berkata, ketika kau menikah nanti, aku akan disini menggantikan tempat ayah. Kau cantik.

 photo w4-47.jpg
Young dan Soo berangkat ke tempat pesta. Tapi mereka berhenti di tengah jalan. Young keluar dari dalam mobil dan Soo mengejarnya. Young menepiskan tangan Soo saat menyentuhnya, ia ingin Soo memanggil taksi. Tapi Soo menolak. Young mengambil ponselnya dan menelpon nyonya Wang, tapi Soo merebut ponselnya. Young berteriak, berapa kali aku bilang, aku tidak akan pergi!
Soo bertanya, kenapa kau tidak mau pergi? Kau tidak mau Jung Woo, cinta pertamamu melihatmu buta? Atau kau tidak ingin teman-temanmu merasa simpati padamu?
Young tak menjawab dan berbalik pergi. Soo menangkap tangannya dan mereka bertengkar, sampai kapan kau menghindari orang-orang? Sampai kapan kau akan hidup sendiri?
Young menangis dan marah, apa yang kau tahu?!


 photo w4-48.jpg
Flashback ke masa SMA Young saat teman-temannya mulai bicara kalau Young tak bisa hidup tanpanya, karena dia tak bisa melihat apapun. Dan hal itu di dengar oleh Jung Woo. temannya itu terus membicarakannya tanpa sadar Young ada di belakangnya. Young berusaha tegar dan duduk di kursinya. Ia hampir menangis.

 photo w4-49.jpg
kembali ke tempat tadi Young marah, Apa yang kau tahu? Kau bilang mereka tidak merendahkannku? Kau pikir mereka mengakuiku dalam masyarakat? Mereka bicara di belakangku, merendah dan kasihan di depanku tapi tertawa dibelakangku!
Soo membalas, Kau harus menghadapi mereka sehingga mereka tidak bicara di belakangmu!
Young menahan tangisnya. Soo melanjutkan bahwa ia akan pergi dalam 2 bulan, apa kau hanya akan tetap tinggal di sekitar rumah dan hanya pergi ke pusat komunitas? Joging, berenang dan membaca--
Young mengatakan kalau itu tidaklah buruk. Tapi Soo ingin Young berhenti keluar sendirian. Soo mengatakan ia mengerti perasaan Young, sendirian itu melelahkan.
Young masih menangis dan Soo mengatakan mereka akan pergi dalam 5 menit.


 photo w4-50.jpg
Jin Sung sudah ada di cafe melihat keadaan. Saat melihat seseorang masuk (aku lupa namanya) membawa foto Jin So Ra, Jin Sung batuk-batuk. Ajumma itu bertanya kenapa dengan Jin Sung. Jin Sung tak menjawab dan bertanya kenapa ajumma itu memasang foto So Ra di cafe. Ajumma mengatakan kalau So Ra adalah pacar Joong Tae dan ia memberikan foto itu sebagai hadiah.
Adegan selanjutnya aku bingung nih. Joong Tae datang dan kaget melihat foto So Ra, ia bahkan menciumnya. Tapi kemudian ia mencium ajumma itu. Dan ajumma itu mengatakan pada Jin sung agar Jin sung menyampaikan pada So Ra kalau Jong Tae sudah punya istri. Lalu Joong Tae tersenyum lagi melihat foto So Ra.


 photo w4-51.jpg
Setelah ajumma pergi, Joong Tae bicara pada Jin sung. ia bertanya apa Oh soo masih marah padanya. Jin sung menjawab, sedikit. Ia lalu bertanya apa yang terjadi sebenarnya.
Joong Tae menjawab dengan takut-takut, sebenarnya yang melukai tangan Oh Soo adalah dirinya.
Jin Sung terkejut dengan hal itu karena jika Joong Tae yang melukainya artinya Joong Tae ingat. Joong Tae menceritakan kronologisnya. Apalagi saat Joong Tae mengatakan kalau yang luka tangan kiri. Jin Sung shockk.


 photo w4-52.jpg
Tepat saat itu Young dan Oh soo datang. Joong Tae melihatnya segera menarik Oh soo. Sementara itu Young dikelilingi teman perempuannya. Tema Young menyapanya dan menanyakan kabarnya sementara Jung Woo juga hadis disana dan menyapanya, Oh Soo sendiri ikut dengan Joong Tae dan memperkenalkan anak kembarnya.
Jin Sung yang khawatir menelpon Soo. Ia mengatakan kalau Joong Tae tahu persis dimana luka Oh karena dia yang membuat Oh terluka. Ia minta Oh keluar dan mereka akan memikirkan cara lain apa yang harus mereka lakukan. Tapi Oh soo tak berniat melakukan hal itu. Ia berfikir keras.


 photo w4-53.jpg
Oh Soo ternyata suka tantangan juga. Ia membuka jasnya dan menyingsingkan bajunya. Jin Sung kaget setengah mati melihatnya. Soo ikutan memanggang bersama Joong Tae. Joong Tae melihat luka itu dan berfikir. SEmentara Soo menunggu reaksi Joong Tae dengan deg dengan Young.
Joong tae tak membahas luka itu awalnya, ia hanya berterima kasih karena sudah datang. Soo berkata awalnya ia tak ingin datang, tapi ia datang karena Young.
Soo bertanya bukankah Joong Tae tahu alasannya tidak ingin datang?
Joong Tae mengiyakan, ia ingin membayar Soo atas hal itu. Soo mengatakan kalau ia pikir lukanya akan mudah sembuh, Joong Tae mengatakan ia juga berfikir begitu. Joong Tae kemudian bertanya, bukankah lukanya di sebelah kiri. Soo menatap Joong Tae, Kenapa kau berfikir begitu?
Joong Tae tersenyum sedikit panik, ia mengingat lagi dan berkata sepertinya di kiri. Tapi dengan percaya diri Soo mengatakan, Luka tetap ada tapi ingatan akan datang dan pergi. Itu juga terjadi padaku, aku mengerti.
Joong Tae kelihatan gugup melihat tatapan Soo.
Kemudian istri Joong Tae datang mengajak suaminya bernyanyi dan akhirnya Joong Tae pergi. Soo masih di tempat memanggang melihat Young dan Jung Woo sedang ngobrol sementara yang lain beryanyi.


 photo w4-54.jpg
Jung Woo mengatakan kalau ia merindukan Young. Young tersenyum dan bertanya apa Jung Woo sudah punya pacar. Jung Woo tersenyum, apa aku harus mengatakannya atau tidak, ya? Aku sudah menikah.
Young tersenyum mendengarnya, aku juga, HAHHAHAHAH, padahal aku kira bakal ada saingan SOo.
Jung Woo meminta tangan Young dan menggerakkannya, menuliskan nama istrinya dalam gerakan. Ha Neul, itu namanya, dan Ha Naeul tuli. Jung Woo mengatakan ia menjadi sukarelawan di pusat komunitas dan disana ia bertemu Ha Neul. Ia ingin memperkenalkannya juga pada Young. Young bertanya apa dia gadis yang baik. Jung Woo menjawab bukan, dia femme fatale seperti Young. Young tertawa, apalagi saat Jung Woo berkata ia suka menyiksa pria. Young berkata ia tidak pernah menyiksa pria. Jung Woo tak setuju, ia mengatakan Young menyiksanya, mengabaikannya saat ia mengatakan kalau ia menyukai Young.


 photo w4-55.jpg
Mi Ra kemudian datang menyapa Jung Woo mengajaknya bernyanyi, ia bertanya kenapa pria yang sudah menikah malah asyik disana. Mi Ra memaksa menarik Jung Woo. Young tertawa dan meminum airnya. Lalu seorang gadis datang, ia mengatakan ia adalah Soon Mi, bertanya apa Young masih marah dengan kejadian waktu SMA dulu. Young tersenyum. Soon Mi mengajaknya bertemu lain kali. Kemudian soon Mi mengatakan betapa tampannya kakak Young, semua temannya menjadi gila karenanya.
Setelah Soon Mi pergi, Soo duduk di samping Young.


 photo w4-56.jpg
Ia bertanya, pria itu cinta pertamamu?
Young tidak menjawab dan hanya minum. Soo bertanya apa Young masih menyukainya. Young tersenyum dan mengiyakan. Soo berkata, Jangan percaya semua yang dikatakan pria. Young tersenyum dan berkata Jung Woo memanggilnya femme fatale. Soo tak dapat menahan tawanya mendengar hal itu.


 photo w4-57.jpg
Sementara itu Joong Tae dan istrinya asik di ruangan lain melihat album foto Oh. Joong Tae yakin ada foto Oh yang memperlihatkan lukanya. Istri Joong Tae mengatakan mungkin Joong Tae memang lupa akan hal itu. Tapi Joong Tae yakin luka itu di sebelah kiri.

 photo w4-58.jpg
Pacar Mi Ra sedang bernyanyi dan mengajak Mi Ra ikutan. Young bertanya apa yang terjadi, Soo mengatakan Pacar Mi Ra sedang menembak Mi Ra, berlutut di hadapannya. Soo berkata Mi Ra terkesan dan menangis. Dan pacar Mi Ra memberinya cincin.
Semua berteriak, kisseu! kisseu!
Young tersenyum dan ikutan berteriak, kisseu!
Pacar Mi Ra menciumnya tapi Mi Ra sempat ingin lari dan menolak. Young bertanya bagaimana, Soo menjawab Mi Ra lari dan pria itu melakukan ini---


 photo w4-59.jpg
Soo meletakkan tangannya di pipi Young, Dan menarik wajah Young mendekati wajahnya.
Soo sadar apa yang ia lakukan dan melepaskan tangannya. Ia tersenyum.
Soo kembali bersikap biasa dan bertanya Young tahu bedanya kan, ciuman dan poppo / ciuman cepat.
Young berkata ia tahu, tapi Young tampak gugup dan meminum airnya, sementara Soo tersenyum, tidak melihat ekspresi Young sih, kayaknya ia tersenyum karena kelakuannya tadi.
Young mengambil tongkatnya ingin ke kamar mandi, dan Soo menawarkan diri menemaninya. Tapi Young berkata ia tahu tempatnya. Young pergi dan soo memandanginya.


 photo w4-61.jpg
Young masuk ke kamar mandi dengan tergesa-gesa. Ia menutup pintu dengan rapat. Tongkatnya jatuh. Young kesakitan. Ia berpegangan pada dinding, tapi ia hampir terjatuh. Young menahan rasa sakitnya dan memegang kepalanya. Kita bisa melihat bagaimana tumornya mempengaruhi penglihatannya. Seakan-akan Young bisa mleihat kembali, tapi itu hanya cahaya yang terlalu banyak masuk ke mata, silau.

 photo w4-62.jpg
Myung Ho datang ke pesta dan mengajak Soo bicara mengenai pernikahannya dan Young. Ia ingin soo merestui, karena Nyonya Wang sudah setuju. Tapi soo berkata ia tak punya kewenangan. Myung Ho berkata ia hanya ingin permisi saja pada SOo dan Soo mengatakan lakukan apa yang ingin dilakukan Myung Ho. Saat Soo akan pergi, Myung Ho minta Soo meninggalkan Young bersamanya, karena akan aneh terlihat kalau kakak selalu mengikuti Young. Soo terkejut, Myung Ho bahkan memohon dan meninggalkan Soo.

 photo w4-63.jpg
Soo mengendarai mobilnya sendirian dengan sedikit kesal, dan berhenti di persimpangan, ia melihat sebuah kedai dan teringat foto di kamar rahasia, dimana Soo kecil memakan kembang gula dan Young menangis dibelakangnya. Ia keluar dari dalam mobil dan melihat ada kembang gula disana.
Kita melihat sebuah flashback di depan Soo yang memperlihatkan Soo kecil dan Joong Tae keluar dari sana sambil memakan harum manis. Soo dewasa di kagetkan dengan munculnya Young kecil yang menangis memanggil oppa-nya dan meminta kembang gula. Young mengejar oppa-nya dan memakan kembang gula bersama. Mereka terlihat bahagia. Soo teringat apa yang dikatakan Young padanya, berikan aku itu, yang kau janjikan padaku. Kau menggunakan itu untuk membuatku diam saat aku menangis. Soo tersenyum senang mengetahuinya.


Soo menuju toko itu tapi tokonya terkunci, sepertinya nggak ada yang jualan. Soo bingung dan melihat ada 2 anak kecil memegang kembang gula. Soo menyapa mereka, tapi mereka kabur. Soo mengejarnya sambil mengatakan kalau dia bukan orang jahat. Tapi dua anak itu terus berlari. LUCU deh!! WKKWKKWKKWK.

 photo w4-64.jpg
Young masih di cafe dan merasa pusing. Ia kembali ke tempat duduknya dan minum untuk menenangkan pikiran. Myung Ho datang dan duduk di sebelahnya, mereka ngobrol. Young yang sejak tadi diam bertanya, apa karena Oppa datang, kau merasa posisimu terancam? Tidak biasanya kau bersikap baik padaku., Myung Ho mengatakan ia sudah lama ingin menghabiskan waktu seperti ini berdua. Tapi Young memotong dan mengatakan kalau Myung Ho hanya berfikir, tapi tidak melakukannya. Bahkan setelah pesta pertunangan mereka tak pernah minum teh berdua. Bahkan tidak pernah kencan.
Myung Ho mencoba menjelaskan tapi kemudian Soo muncul membuat Myung Ho kaget.


 photo w4-65.jpg
Soo duduk di dekat mereka dan memandang Myung Ho dan Young bergantian. Soo mengatakan kalau ia kembali karena menurutnya tidak baik meninggalkan Young sedirian tanpa memberitahunya. Young berdiri mengambil tongkatnya dan berkata kalau Soo sudah meninggalkannya. Young pergi dan Myung Ho akan berdiri. Tapi Soo menghentikannya dan berkata, tunggu 2 bulan lagi.

 photo w4-66.jpg
Young dan Soo ada di jalanan, Young bersandar dekat pintu mobil. Soo membuka bagasi mengambil kembang gula itu. Young sedang berdiri dan Soo mendekatkan kembang gula ke wajah Young, tharaaaaa..
Young menyentuhnya dan terlihat terkejut. Soo mengatakan kembang gula. Young berkata, kau mengingatnya.
Soo mengatakan kalau tempat biasa mereka membelinya tutup dan ia harus berlari untuk mendapatkannya.
Young tersenyum. Ini adalah hal yang kecil / biasa saja, aku pikir kau tak akan mengingatnya. Ketika kau dan ibu meninggalkanku, aku pergi ke toko itu setiap hari. Aku bahkan membayangkan kau membuka pintu dan memberikan ini padaku.


 photo w4-68.jpg
Soo mengatakan Young bodoh, seharusnya ia membelinya saja. Young berkata kalau ia ingin ibu bangga padanya saat ia kembali, karena ibunya melarangnya memakan kembang gula, makanya ia tidak membelinya. Ibu mengatakan kita akan menjadi berongga jika memakannya. Kita bohong tidak memakannya tapi ibu---
Soo berfikir dan menyambung percakapan, dia mengikuti kita dan memotret kita sedang makan itu. Aku mendapat masalah karena membuatmu menangis dan memakan kembang gula.
Young tersenyum karena Soo ingat akan hal tersebut. Soo juga tersenyum dan mulai memakan kembang gula yang di pegang Young. Sementara Young juga memakannya dari sisi sebelah lain. Soo memandangi wajah Young. Tepatnya matanya dan merasakan sesuatu sehingga ia mulai menjauh.
Young mengatakan rasanya manis dan mengajak Soo ke sungai dimana mereka pernah berkunjung bersama ibu. Soo mulai berfikir lagi karena ia tak tahu,, Ia berkata bukankah terlalu dingin pergi sekarang.
Tapi kemudian Soo ingat di tempat ia dan Jin Sung menabur abu Oh Soo asli. akhirnya Soo setuju.
-Wow, Oh Soo itu pinter banged ya?-


 photo w4-70.jpg
Jin So Ra masih melihat foto Soo dan menelpon Moo Chul. Tapi Moo Chul tidak mengangkatnya dan So Ra memutuskan untuk pergi.
Managernya melihat hal itu dan mnegejarnya.


 photo w4-71.jpg
Sementara itu rumah lama Soo sekarang menjadi milik Moo Chul dan seseorang menekan bel. Moo Chul membukanya, ada Myung Ho disana. Myung Ho bertanya apakah itu rumah Oh SOo. Moo Chul bertanya, Oh Soo yang mana? PL Group atau The Con Man?
Myung Ho tampak kaget.


 photo w4-72.jpg
Oh Soo dan Young tiba di sana, di jembatan. Soo memperhatikan raut wajah Young. Young terlihat bahagia. Ia teringat kenangan mereka di sana waktu kecil dulu bersama ibu.

 photo w4-74.jpg
Mereka berdua turun ke dekat sungai. Soo mengingatkan Young jangan terlalu jauh melangkah dan jangan masuk ke sungai. Soo mengambil batu dan melemparnya ke sungai, satu lemparan menimbulkan banyak gelombang (apa sih itu namanya, WKWKKW).
Young mendengarnya dan ingat Oh Soo kecil juga melakukan hal yang sama.
Soo sibuk melempar batu dan tidak melihat Young yang mulai berjalan mendekati sungai. Young masuk ke sungai dengan mengingat kenangan indahnya di sana. Young masuk semakin dalam dan akhirnya Soo menyadari hal itu.


 photo w4-75.jpg
Soo mengingat bagaimana Young ingin mati saat di stasiun kereta. Ia lalu mengejar Young ke dalam sungai dan menggendongnya keluar. Young lemah dan tak bicara. Soo kesal dan menamparnya.
Young ingat saat kecil hal itu juga pernah terjadi, oppa-nya marah padanya karena ia masuk ke dalam sungai.
soo sangat terkejut dan masih shock, jadi ia memang tak sengaja menamparnya. Sementara Young diam saja.


 photo w4-77.jpg
Soo memutuskan membawa Young pulang. Soo menggendong Young. Young hampir menangis dan ia meletakkan tangannya di wajah Soo.
Young berkata, izinkan aku merasakan wajah kakakku.
Young mulai meraba wajah Soo, dan Soo memperhatikan wajah Young yang sangat dekat dengannya.


 photo w4-78.jpg

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar