Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 7 Part 1




Song Min Soo membawa kakaknya ke kamar. Mi Kyung yang masih menangis berkata dia benar-benar bisa gila dengan semua ini. Min Soo meminta agar Mi Kyung beristirahat saja, dan tidak memikirkan apapun dulu hari ini.
Mi Kyung kemudian berkata lagi bahwa setiap dia memikirkan Jae Hak, maka amarahnya selalu meledak.

“100 kali sehari, aku sudah baik padanya. Aku sangat mencintainya.”

Min Soo yang mendengar kekecewaan kakanya bertanya, apa Mi Kyung akan menghancurkan diri Mi Kyung sendiri dengan terus menyalahkan Jae Hak?
Min Soo kemudian duduk di depan kakaknya dan berkata bahwa saat dia muda, dia sudah terlalu banyak menyalahkan orang.

“Jika kau terus menyalahkan orang, rasanya seperti orang itu terus menarikmu kembali kebelakang. Kau tidak akan pernah bisa maju. Yang dapat kau lakukan adalah berjuang. Bukankah seharusnya kita, hidup dengan kehidupan yang lebih baik dari pada hidup ayah dan ibu.?”

Mi Kyung mendengar kalimat adiknya itu dan berkata apa Min Soo tahu, betapa dia berjuang sekuat tenaga untuk kehidupan yang lebih baik dari ayah dan ibunya. Tapi, Min Soo lihat sendiri? Apa usahanya itu berhasil?
Apa hasilnya sesuai dengan yang dia harapkan, jika dia terus bersikap baik?

“Seseorang yang paling aku cintai, malah melemparkan sampah padaku.” Geram Mi Kyung.

“aku tidan ingin mencoba lagi” lanjut Mi Kyung sambil menggelengkan kepalnya. Apakah Mi Kyung ga akan berusaha bersikap baik lagi?


Jae Hak dan ibunya ada di kamar Madam Choo, disana Madam Choo menyuruh Jae Hak mengusir kedua orang itu dari rumah mereka. Dia sudah ga tahan melihat Mi Kyung dan Min Soo.
Madam Choo masih ga sadar akan kesalahannya dan terus menganggap Min Soo dan Mi Kyung lah pembuat keributan atas masalah sepele ini. (Sepele apanya?)

Madam Choo bahkan menyuruh anaknya untuk membalas. “Kau harus pintar. Mata dibalas mata, gigi dibalas gigi” begitulah yang diucapkan nenek tua itu. hihihi

Jae Hak bertanya rencana apa yang akan ibunya lakukan? Madam Choo menyuruh agar Min Soo diusir dari rumah ini. Dia bahkan merendahkan ibu Min Soo yang telah mencuri ayah Mi Kyung, padahal tahu ayah Mi Kyung sudah beristri. Karena itulah, dia ga menyukai Min Soo sejak awal melihat pemuda itu.

Jae Hak menolak dan Madam Choo berkata kalau dia sedang ga ingin bertengkar dengan Jae Hak malam ini, jadi turuti saja keinginannya. Apalagi Jae Hak tahu porsi makannya yang hanya sebanyak kotoran kucing. Jika masalah ini membuatnya gelisah, maka bisa-bisa dia ga nafsu makan. (Badan gembrot gitu, masih ngomongin nafsu makan.-_-)

Jae Hak menjawab hal serupa, dia juga ga ingin bertengkar dengan ibunya, jadi dia harap ibunya ga terus memaksanya. Madam Choo mengalah dan menyuruh Jae Hak melakukan apapun yang Jae Hak inginkan, dan dia tetap akan melakukan apa yang dia inginkan.

Saat ibunya berbalik Jae Hak dengan tegas meminta ibunya menuruti kata-katanya. Terlebih dia adalah kepala rumah tangga di rumah ini. Jadi tolong aku otoritasnya sebagai kepala rumah tangga.(Kemarin-kemarin kamu kemana?)


Na Eun Jin datang ke rumah ibunya untuk menjemput Yoon Jung. Ibu meminta agar Yoon Jung tidur disini saja, Eun Jin menjelaskan kalau besok Yoon Jung kan harus sekolah.
Melihat wajah putrinya yang tidak baik, Na Ra bertanya kenapa dengan wajah Eun Jin? Eun Jin menjawab sesuatu baru saja terjadi? Na Ra bertanya apa karena wanita itu?

Eun Jin takjub karena ibunya mengingat semua yang dia ceritakan, bahkan cerita tentang teman di kelas memasak yang seolah tidak menyukainya.
Ibu menyuruh agar Eun Jin berhenti saja dari kelas memasak itu. Eun Jin menjawab kayaknya ga mungkin karena kelas itu dia bentuk dengan seniornya di kampus.
Na Ra bertanya, lalu apa wanita itu satu perguruan dengan Eun Jin? Eun Jin menjelaskan kalau Mi Kyung merupakan teman guru memasaknya.

Na Ra heran dan berkata wanita itu bahkan bukan berasal dari kelompok Eun Jin tapi berani menciptakan keributan. Na Ra bahkan meminta Eun Jin membawanya serta di kelas memasak agar dia tau seperti apa wanita itu.

Eun Jin tersenyum dan bertanya apa dia murid SD yang membawa ibunya ke kelas memasak untuk memarahi teman yang mengganggunya? Na Ra bertanya apa senior-senior Eun Jin tidak membela? Eun Jin menjawab kalau senior-seniornya berada di sisinya, tapi dia hanya merasa ga nyaman saja dengan semua ini.


Min Soo menemui Jae Hak di ruang kerjanya. Jae Hak mengaku dia menyebabkan semua masalah, dan dia meminta agar Min Soo memahami kta-kata ibunya yang memang selalu kasar, karena seperti itulah tabiat ibunya. Dia akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan masalah ini, jadi dia harap Min Soo ga terlalu khawatir.

Min Soo menjawab kalau perasaannya tidak akan berubah pada Jae Hak, dia menghormati dan juga menyayangi Jae Hak. Tapi hubungan mereka ada karena pernikahan Jae Hak dengan Kakaknya.
Jadi, jika Jae Hak bertengkar dengan kakaknya, maka otomatis dia akan berdiri di sisi kakaknya dan bertengkar juga dengan Jae Hak.

Jae Hak meminta agar Min Soo melihat ini secara subyektif. Apalagi mereka sudah sama-sama dewasa. Jae Hak meminta agar mereka sama-sama bertanggung jawab.
Min Soo yang sedikit kesal berkata, apa Jae Hak merasa sudah bertanggung jawab? Seharusnya jika Jae Hak ga ingin ketahuan berselingkuh, ya rahasiakan itu dengan rapat. Atau jika ketahuan maka Jae Hak harus merendah karena kesalahan itu. Tapi, nyatanya, Jae Ha ga ingin mengakhiri hubungan dengan wanita itu, dan juga ga ingin merendah. Apa itu yang namanya bertanggung jawab?

Jae Hak memberi alasan bahwa apa yang terlihat belum tentu menjadi inti masalahnya. Min Soo menjawab dia mengerti “Intinya adalah, bukan perselingkuhan yang merusak pernikahan kalian kan? Tapi hasil dari pernikahan yang rusaklah yang menyebabkan perselingkuhan”

*Setidaknya saya setuju dengan pendapat Min Soo ini. Mungkin awalnya memang pernikahan Jae Hakdan Mi Kyung udah ga baik, terlebih untuk Jae Hak, tapi dia memaksakan diri, karena Mi Kyung pilihan ayahnya. But, apapun itu, selingkuh tetap salah.

Min Soo berkata dia tahu itu, karena dia pernah berada di keluarga yang seperti itu. Jae Hak menjawab, semua yang terlihat sama belum tentu benar-benar sama. Jadi dia harap Min Soo ga terlalu terlibat dengan masalah pernikahannya dengan kakak Min Soo.
Dia tahu kakak Min Soo kecewa padanya, tapi dia juga sama kecewanya dengan yang Mi Kyung lakukan.

Jae Hak meminta Min Soo pergi dan tidak ikut campur lagi. Tapi saat Min Soo berbalik dia teringat akan kalimat kakaknya saat datang ke restoran tempatnya bekerja. Min Soo pun berbalik menatap Jae Hak dan bertanya apa kakaknya mengaku tentang kecelakaan itu?

Jae Hak yang sudah duduk dikursinya menengadah dan bertanya, apa Min Soo juga tahu hal itu? Min Soo terlihat marah dan bertanya, memangnya Jae Hak pikir kakaknya seperti apa, sehingga melakukan hal semacam itu? Apa Jae Hak pikir kakaknya bisa melakukan hal itu?

“Akulah pelakunya”

Jae Hak terkejut dan berdiri lalu bertanya, bagaimana bisa itu perbuatan Min Soo?Dia ga percaya semua ini. Jae Hak geram sekali, dan Min Soo tak kalah kesal, dia menjawab kalau dia juga ga percaya atas perselingkuhan Jae Hak.

“Kalian berdua sungguh diluar perkiraanku.” Ucap Jae Hak yang syok sekali kalau Min Soo mampu melakukan hal sekeji itu.

Min Soo masih membela dirinya, dengan berkata kalau Jae Hak sudah membunuh kakaknya dua kali dengan perselingkuhan itu. Jae Hak kesal dan menyebutkan tindakan Min Soo itu adalah kejahatan.

“Kau juga melakukan kejahatan. Masih ada hukum perzinahan di negara kita ini.”

Kali ini mereka berdua sama-sama mendelik karena kesal. Tapi sedetik kemudian Min Soo menangis, dia berkata bahwa itulah cara kakaknya menunjukkan cinta pada Jae Hak, Mi Kyung sangat mencintai Jae Hak, apa Jae Hak ga bisa melihat hal itu?


Na Dae Ho mengantar Eun Jin dan cucunya ditemani juga oleh Na Ra. Yoon Jung terlihat sudah pulas di pangkuan Eun Jin. Eun Jin meminta maaf karena sudah merepotkan ayahnya. Dae Ho menjawab ga apa-apa, lagian mana mungkin dia akan membiarkan anak gadis dan cucunya keluar malam-malam begini.


Eun Jin menggendong Yoon Jung di pundaknya, dan Dae Ho serta Na Ra memandangi itu. Dae Ho berkata kalau tadi dia sudah menawarkan diri menggendong Yoon Jung, tapi Eun Jin menolaknya. Na Ra hanya berkata dia ingin Eun Jin hidup normal dan tidak mengalami kesulitan lagi.

Dae Ho menimpali dengan berkata jikapun sesuatu yang sulit terjadi pada Eun Jin, dia harap Eun Jin bisa melewati semua itu. Na Ra bilang bahwa seperti yang mereka tahu, apa yang terlihat diluar belum tentu hal sebenarnya.


Eun Jin berhasil membawa Yoon Jung di kamarnya, dia menatap anaknya yang sudah pulas terpejam itu. Dia bertanya sendiri, bagaimana bisa ada makhluk seindah ini? Eun Jin juga membelai kepala Yoon Jung. Diapun mencium Yoon Jung dengan penuh sayang.

Eun Jin teringat kembali dengan kejadian di klub malam tadi, diapun memutuskan menghubungi guru memasakknya.
Anna yang sedang bersiap istirahat bertanya ada apa? Eun Jin berbasa-basi dengan bertanya apa Anna pulang dengan selamat? Anna yang sudah mengenal Eun Jin dengan baik, tahu ada sesuatu yang ingin Eun Jin katakan. Diapun meminta Eun Jin untuk mengatakan saja hal itu.

Eun Jin akhirnya bertanya, apa Anna mengenal Mi Kyung dengan baik? Anna menjawab kalau dia dan Mi Kyung memang dekat, jika Eun Jin marah dengan apa yang Mi Kyung lakukan tadi, dia harap Eun Jin bisa memahami. Dia juga sangat terkejut, karena dia ga pernah melihat Mi Kyung seperti tadi.

Eun Jin pun bertanya apa Mi Kyung pernah bercerita mengenalnya sebelum di kelas memasak? Anna menjawab sepertinya ga, mungkin itu hanya khayalan Eun Jin saja, merasa mengenal seseorang padahal tidak.

Eun Jin berkata, bukan seperti itu, dia hanya merasa Mi Kyung seolah ingin menyampaikan sesuatu padanya. Tapi, dia ga bisa menebak sesuatu apa itu?
Anna berkata berarti itu adalah pertanyaan untuk Mi Kyung, jadi kenapa ga bertanya langsung saaja pada Mi Kyung, dia rasa itu adalah yang terbaik.


Kim Sung Soo, lagi-lagi tak menepati janji. Dia terlihat mabuk malam ini. Temannya bertanya apa Sung Soo akan langsung pulang? Sung Soo menjawab dia mau ke kamar mandi dulu. Teman Sung Soo mengejek, kalau sekarang Sung Soo takut pada istri. Sung Soo ga terima mendengar itu, dan marah pada temannya.


Saat melangkah ke kamar mandi pun Sung Soo serasa sudah tak sanggup membawa tubunya karena pengaruh alcohol ini.
Tapi, tiba-tiba Eun Jin menelpon dan Sung Soo langsung menyebut “Ah..kotak pandora”

Dia terlihat enggan menerima panggilan Eun Jin, karena takut ketahuan mabuk. Akhirnya Sung Soo benar-benar ga menerima panggilan Eun Jin itu, walau dia tahu Eun Jin pasti ga suka.


Na Eun Jin memang kesal karena Sung Soo ga menerima teleponnya, dia menuju dapur dan bicara sendiri, apa benar Sung Soo berubah? Sepertinya dia ga bisa banyak berharap. Lebih baik dia memikirkan saja bagaimana cara untuk hidup dan makan.
Kemudian datanglah Sung Soo yang sudah sempoyongan dan bahkan ga bisa membuka sepatunya sendiri, Eun Jin datang dan langsung membantu suaminya itu. Sung Soo menolak dan menepiskan tangan Eun Jin, dia berkata ingin membuka sepatunya sendiri, dan dia bisa untuk itu.

Eun Jin yang terdorong karena Sung Soo tadi menepis tangannya menjadi heran dengan perlakuan Sung Soo. Tapi dia memaklumi itu karena Sung Soo sedang mabuk.
Setelah sepatunya terlepas, Sung Soo langsung merebahkan tubuhnya di lantai.
Eun Jin berkata SSun Soo ga bisa tidur disitu. Karena Sung Soo ga menggubris kalimatnya, Eun Jin langsung menarik tubuh Sung Soo. Sung Soo berteriak jangan dan sedikit memberontak. Eun Jin jadi kesal dan langsung melepaskan tangan Sung Soo kasar.


Sung Soo mengaduk kesakitan karena sikunya membentul lantai keras. Eun Jin menyuruh Sung Soo untuk segera berdiri. Sung Soo pun tak membantah, dan dengan sekuat tenaga menegakkan tubuhnya.

Setelah berhasil berdiri, Sung Soo melangkah ke kamar mandi sambil melemparkan jas dan jaketnya ke lantai, dan Eun Jin dengan wajah kesal mengambil apa-apa yang suaminya lempar tadi.


Keesokan paginya di rumah Jae Hak. Mi Kyung mengantarkan Koran pagi ke ruang tamu, dan saat itu Madam Choo keluar dari kamarnya. Melihat mertuanya, Mi Kyung pun bertanya apa ibu mertuanya sudah bangun? (Udahlah..)

Madam Choo terlihat masih ga suka sama Mi Kyung menjawab, apa menurut Mi Kyung dengan semua yang terjadi semalam dia bisa tidur dengan nyenyak?Mi Kyung hanya berkata maaf pada ibu mertuanya itu.

Madam Choo meminta agar Min Soo menemuinya? Mi Kyung langsung menatap tajam Madam Choo, membuat Madam Choo bertanya kenapa? Apa didunia ini cuma Min Soo yang Mi Kyung miliki? Apa Mi Kyung ga berfikir tentang kedua putra Mi Kyung? Atau apa karena putra Mi Kyung sedang diluar negeri, Mi Kyung merasa bebas sekarang?
Madam Choo bahkan mengingatkan Mi Kyung akan dari mana Mi Kyung berasal.


Mi Kyung pun menemui Min Soo dan menyampaikan keinginan Madam Choo tadi. Min Soo meminta kakaknya untuk ga khawatir. Dia akan mengaku salah.
Mi Kyung meminta maaf pada adiknya itu. Dia sebenarnya juga merasa jengkel dengan situasi ini. Dia merasa ga suka untuk mengucapkan maaf.

Min Soo bertanya apa sekarang Mi Kyung ingin menjadi anak yang nakal? Mi Kyung yang matanya berkaca-kaca menjawab kalau dia juga bukan anak yang manis.
Min Soo memengan pundak kakaknya dan berkata, kalau kakanya adalah orang yang baik. “Bahkan jika kau lupa, aku akan terus mengingatkannya bahwa kau adalah orang yang baik. Jika kau melakukan sesuatu yang buruk, aku akan mengingatkanmu, bahwa kau adalah orang yang baik.”


Madam Choo sedang melihat wajahnya di cermin, dia merasa kulit wajahnya sedikit tertarik, dan dia merasa ini akibat musim dingin.
Datanglah Min Soo, dan Madam Choo kembali mulai dengan sikap menyebalkannya.

Madam Choo bertanya berapa umur Min Soo? Min Soo menjawab umurnya 28 tahun. Dia kemudian meminta maaf tentang kejadian semalam. Madam Choo bertanya sinis, kalau Min Soo pasti membencinya? Min Soo mengelak dan bilang, bukan seperti itu. Dia selamanya ga akan melupakan semua kebaikan Madam Choo padanya.

Madam Choo kemudian berkata mendengar itu membuatnya jadi sulit untuk meminta Min Soo meninggalkan rumah ini. Min Soo terkejut, dan tahu keinginan ibu mertua kakaknya ini. Tapi kemudian Madam Choo menyuruh Min Soo untuk ikut Wamil, karena Min Soo sudah cukup umur untuk itu. Lagian, bukankah seharusnya Min Soo mencari tempat tinggal sendiri?

Min Soo menjawab dia bisa pergi dengan caranya sendiri. Madam Choo mengejek dengan bilang, ga punya apa-apa saja masih ber ego besar. Itu ibarat kambing kikir yang memiliki tanduk di bagian bawah.


Tanpa disangka-sangka, Min Soo bersujud di depan Madam Choo. Dia kemudian berkata kalau dia sudah menghabiskan masa remajanya di rumah ini, dan tumbuh menjadi seorang laki-laki juga di rumah ini. Jadi dia hanya ingin mengucapkan terima kasih, dia berharap Madam Choo selalu sehat dan dia janji akan mengunjungi Madam Choo.

Selama ini dia sudah berusaha sebaik mungkin, agar Madam Choo menyukainya. “Jika aku bisa masuk kedalam hatimu, maka aku pikir, aku bisa masuk ke hati setiap orang dewasa yang ada di rumah ini. Ini bukan akhir, aku masih mempunyai kesempatan. Mohon bimbingannya, tolong jangan bersikap keras padaku.”

Min Soo keluar kamar Madam Choo, dan Madam Choo bergumam sepertinya dia punya hati yang tersisa untuk Min Soo. Dia jadi mengeluh sendiri, kenapa dia jadi selemah ini melihat yang Min Soo lakukan tadi?


Mi Kyung dihubungi oleh Na Eun Jin, dimana di layar ponsel Mi Kyung tertulis bukan nama Eun Jin, melainkan “Memasak 1”
Eun Jin mengajak Mi Kyung bertemu untuk bicara. Tidak peduli seberapa banyak dia berfikir, dia merasa Mi Kyung tahu tentangnya. Jika memang mereka pernah bertemu sebelumnya, dia hanya ingin tahu apa yang sudah dia perbuat pada Mi Kyung.

Mi Kyung menjawab kalau sepertinya Eun Jin ga hanya sensitive, tapi juga bodoh. Eun Jin bertanya, apa itu artinya benar mereka pernah mengenal satu sama lain?


Yoo Jae Hak teringat kembali dengan semua yang terjadi semalam. Dengan kata-kata Min Soo dan Mi Kyung padanya. Kemudian dia memutuskan menelpon istrinya.
Mi Kyung yang sedang membuat kue, menerima panggilan itu. Jae Hak mengajak Mi Kyung untuk makan siang bersama. Mengetahui Mi Kyung hanya diam, membuat Jae Hak bertanya apa Mi Kyung ga mau?
Mi Kyung menjawab tidak, dan Jae Hak langsung meminta agar Mi Kyung menemuinya di kantor.


Song Mi Kyung berdandan untuk makan siang hari ini. Dia sedang mengoleskan lipstick di bibirnya. Kemudian dia berkata yang ditujukan untuk dirinya sendiri “Kau..apa kau tidak punya egomu sendiri? Dia memberikan tangannya lebih dulu, dia memintamu untuk makan siang bersama. Aku menyukainya, meskipun aku tahu betapa menyebalkannya dia.”

Mi Kyung pun menangis, tapi dia langsung mengusap air matanya dan berkata mungkin dia hanya terlalu emosi saja hari ini.


Di Bank tempat Eun Young dan Min Soo bekerja. Tiba-tiba Mi Kyung datang menemui Min Soo, dan Eun Young melihat itu. Mi Kyung meminta waktu Min Soo, dan Min Soo menjawab kalau dia ga bisa karena sedang bekerja, bahkan Min Soo bercanda jika dia sesaat saja meninggalkan Bank ini, maka Bank ga akan bisa beroperasi.
Mi Kyung pun tersenyum.
Eun Young tentu menatap dengan aneh kebersamaan Min Soo dengan wanita itu.


Saat sedang berbincang dengan kakaknya, Min Soo mendapat telepon dari orang yang menawarkan apartemen untuk Min Soo. Walau Min Soo sudah menerima telepon di lain tempat, tapi sepertinya Mi Kyung mendengar semua itu. Diapun bertanya apa benar Min Soo mau cari tempat tinggal? Min Soo membenarkan dengan alasan dia ingin hidup dengan caranya sendiri.

Mi Kyung tahu itu pasti ulah Madam Choo, tapi Min Soo hanya berkata kalau dia toh tetap harus pergi setelah dia ikut Wamil nanti.
Mi Kyung meminta agar Min Soo ga keluar dari rumah.

Min Soo menjawab apa Mi Kyung lupa akan prinsipnya, dia pernah bilang bahwa dia ga akan tinggal di tempat yang tidak dia inginkan. Jadi dia berharap kakaknya bisa menghormati keputusannya ini.


Mi Kyung datang ke restoran yang sudah dipilih Jae Hak dengan perasaan dongkol. Dia bahkan menolak buku menu yang Jae Hak sodorkan padanya, dan berkata kalau dia ga mau makan bersama Jae Hak.

Jae Hak tidak merasa tersinggung dan meminta maaf pada Mi Kyung. Dia merasa permintaan maafnya tidak benar-benar sampai pada Mi Kyung. Mi Kyung menjawab kalau dia ga ingin mendengar permintan maaf yang tidak tulus.

Jae Hak bilang ingin memulai kembali hubungan mereka, tapi Jae Hak malah mengusir adiknya tanpa sepengetahuan dia. Jae Hak heran dan bilang agar Mi Kyung tetap menjaga batas dan tidak melewati garis?

Mi Kyung bertanya, memangnya siapa diantara mereka yang melewati garis? Dia atau Jae Hak? Apa Jae Hak ga tahu kalau ibu Jae Hak mengusir adiknya? Jae Hak menjawab kalau dia sudah menyuruh ibunya untuk tidak melakukan itu.

Mi Kyung bertambah kesal karena ternyata Jae Hak tahu rencana pengusiran Min Soo. Jae Hak pun berkata kalau dia akan memberitahu Min Soo untuk tetap tinggal. Mi Kyung emosi dan bilang kenapa ga memberitahu lebih awal? Jae Hak membuat Min Soo merasa bersalah dan sekarang Jae Hak mau mengurus hal ini? Apa itu masuk akal? Seharusnya sebelum ibu Jae Hak mengusir Min Soo, Jae Hak sudah mengatakan terlebih dulu pada Min Soo untuk tetap tinggal.

“kenapa kau selalu marah padaku? Aku benar-benar ga bisa hidup denganmu.”

“Jadi apa maksudnya, kau ingin bercerai?”

Walau mata Mi Kyung berkaca-kaca saat mengucapkan itu, dia tetap mengucapkannya.
Mi Kyung kemudian bilang, apa jika Jae Hak bercerai, Jae Hak bisa bersama dengan wanita itu? Jika wanita itu memang mencintai Jae Hak, maka wanita itu pasti sudah bercerai dan menemui Jae Ha.

“Apa yang kalian miliki bukanlah cinta. Itu hanya keserakahan binatang. Kau pasti menikmati tidur bersama wanita itu”

“Kau pasti benar-benar sudah gila” Ucap Jae Hak mendengar semua kalimat Mi Kyung tadi.

Mi Kyung membenarkan hal itu, dan berkata dia juga berfikir bahwa dia sudah gila.
Jae Hak sudah tak menolerir lagi, jika tadi dia masih memaklumi semua yang Mi Kyung katakan, sekarang rasanya tidak. Dia bertanya seberapa jauh Mi Kyung akan menunjukka sifat asli Mi Kyung padanya?
Dia jadi merasa sejak awal, pernikahan mereka isinya hanya kebohongan.

“kau tidak pernah memperlakukanku dengan ketulusan yang sesungguhnya”

Jae Ha berdiri dan meninggalkan Mi Kyung. Dia kecewa dan marah sekali.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar