Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 4 Part 2


Yoo Jae Hak sudah sampai di kantor, bertepatan dengan Na Eun Jin menelponnya. Jae Hak galau melihat nama itu, dan terdiam cukup lama, sehingga panggilan itupun berhenti dengan sendirinya.

Eun Jin sendiri bingung kenapa Jae Hak tidak menerima panggilannya? Jae Hak ga pernah seperti ini.
Eun Jin pun memutuskan untuk mengirim SMS, tapi belum sempat dikirim, Eun Jin langsung menghapus SMS itu.
Tapi, tidak lama berselang, Jae Hak menghubungi Eun Jin. Tentu Eun Jin langsung menerimanya.

Eun Jin berkata kalau dia tidak butuh pengawal. Dia juga meminta agar Jae Hak ga mengatakan apa-apa yang buruk tentang pengawal itu pada perusahaan, karena pengawal itu sudah melakukan tugas dengan baik. Jae Hak menjawab bahwa dia mengerti.

Mereka berdua sama-sama meminta maaf, dan berpesan agar menjalani hidup dengan baik.
Jae Hak kemudian berkata kalau kejadian ini, bukan seseorang yang tidak dia kenal, jadi Eun Jin ga usah khawatir.
Eun Jin kaget dan bertanya, jadi apa istri Jae Hak tahu?


Mereka memutuskan untuk bertemu, dan Eun Jin berkata dia ga bisa membayangkan bagaimana kepribadian istri Jae Hak. Jae Hak menjawab dengan posisinya membelakangi Eun Jin. Dia bilang kalau dia merasa sudah mengenal istrinya dengan baik, tapi ternyata dia salah.

“Wanita memulia perang, setelah dia tahu tentang pengkhianatan suaminya. Siapa wanita lain itu, seberapa besar suaminya mencintai wanita itu, bagaimana caranya membayar pengkhianatan ini? Selama perang itulah taktik pertahanku untuk menghadapi musuh. Jati dirinya yang baru keluar. Mereka menjadi gila. Terutama mereka yang setia pada suaminya lah yang bisa melakukan hal tak terduga. Aku juga melakukan itu.”

Jae Hak menghadap kearah Eun Jin, dan berkata dia jadi ga tahu bagaimana cara berdiskusi dengan istrinya?Dia ga bisa mengerti istrinya yang sekarang ini.
Eun Jin menyuruh agar Jae Hak ga mencoba untuk mengerti. Dalam hal apapun, istri Jae Hak tahu informasi tentangnya begitu detail.

“Nasibku ada ditangan istrimu.”

Eun Jin kemudian bercerita tentang suaminya yang bertekad menemukan dalang dari kasus tabrak lari itu. Jika ini memang benar ulah istri Jae Hak, dia jadi bingung, bagaimana caranya agar Sung Soo mau menghentikan penyelidikan ini.

Kemudian Eun Jin berkata kalau dia akan memberitahukan semua hal tentang ini. Itu lebih baik, daripada Sung Soo mendengar dari orang lain.
Lagi-lagi Jae Hak meminta maaf, dan Eun Jin bilang kalau dari awal dia juga sudah berencana menceritakan semua ini pada Sung Soo, dan tertuda karena kecelakaan mobil waktu itu.

Jae Hak bertanya apa itu artinya Eun Jin akan bercerai?

“Aku ingin me reset hidupku. Aku selalu cemas dan takut setiap kali kita bertemu. Aku adalah orang yang mematuhi norma-norma sosial. Sampai aku bertemu denganmu. Setelah norma itu runtuh, aku melewati batas. Itu membuatku bingung akan diriku sendiri.”

Jae Hak menjawab dia juga merasakan itu. kata kunci hidupnya adalah bertanggung jawab. Dia hidup selama 40 tahun dengan selalu melakukan tanggung jawabku. “Aku selalu maju dan terus berjalan.”

Saat Eun Jin akan pergi, Jae Hak meminta Eun Jin menghubunginya jika terjadi apa-apa. Eun Jin menolak, dengan bilang menyedihkan jika mereka msing-masing bercerita tentang pasangan mereka, itu membuatnya merasa tidak seperti manusia.

Jae Hak pun berpesan agar Eun Jin terus berjuang. “Berjuanglah dengan hatimu.”
Eun Jin pun tersenyum mendengar kalimat Jae Hak itu.


Mi Kyung menyampaikan pada ibu mertuanya,kalau tiket ke Hawaii memang ga bisa didapatkan hari ini. Madam Choo bertanya lalu bagaimana? Dia sudah berdandan, dan dia tetap harus pergi.
Mi Kyung menawarkan bagaimana ke pulau Jeju saja? Madam Choo pun setuju.


Ahjumma di rumah Jae Hak, menemui Mi Kyung dan berkata kalau dia menemukan dua benda ini di tempat sampah. Dua gelang yang kemarin dibuang Mi Kyung. Mi Kyung berkata buang saja gelang-gelang itu.
Ahjumma menjawab kayaknya ini benda mahal. Apa gelang ini ga boleh untuknya saja? Mi Kyung dengan tegas meminta ahjumma itu membuang kedua gelang yang ditemukannya.
Melihat seriusnya kalimat Mi Kyung, ahjumma pun tak bisa membantah.


Madam Choo yang keluar dari kamarnya, melihat ahjumma memegang kedua gelang dan bertanya apa itu?
Ahjumma menjawab kalau nyonya muda menyuruh dia membuang kedua gelang bagus ini.
Madam Choo mencoba melihatnya, dan menyuruh Ahjumma membuag gelang yang diberikan Eun Jin pada Mi Kyung, lalu mengambil gelang yang dibeli Jae Hak.


Na Eun Jin menemui polisi yang menangani kasus tabrak lari yang dialaminya, dia meminta sang polisi menutup kasus itu. Polisi bertanya benarkah? Eun Jin menjawab iya, polisi senang karena menurutnya akan snagat sulit menemukan pelaku itu.
Kemudian polisi memberitahu kalau pelaku mungkin akan melakukannya lagi. Jika Eun Jin adalah target,maka bisa saja Eun Jin bertemu lagi dengan si pelaku.
Eun Jin terlihat sedikit takut, tapi dia sudah mantap dengan keputusannya ini.


Na Eun Young sedang mencuci tangannya di toilet. Dia bersama rekan kerjanya, dan rekan kerjanya mmeberitahu Eun Young kalau Song Min Soo adalah karyawan yag langsung ditunjuk dari atas.
Rekan kerja Eun Young bahkan berkata kalau Min Soo bisa jadi putra dari CEO salah satu pelanggan tetap Bank mereka.
Eun Young menjawab kalau itu ga mungkin, dia yakin Min Soo hanya seseorang yang di kirim dari perusahaan jasa.

Eun Young berkata jika memang benar, kenapa ga kerja di perusahaan itu dan malah masuk ke Bank mereka ini?
Eun Young berkata setahunya Bank mereka ga punya perusahaan besarsebagai pelanggan, jadi dia rasa itu hanya gossip.

Rekan kerja Eun Young kemudian berkata kalau Eun Young ga pernah berkencan. Eun Young pasti juga ga pernah membayangkan saat bangun tidur di pagi hari ada Woo Bin disamping Eun Young? Hahaha..


Song Min Soo terlihat sedang sibuk memindahkan sebuah tanaman did ala lobi. Dan Eun Youg beserta rekannya tadi melihat. Rekan kerja Eun Young memuji otot-otot di tubuh Min Soo, dan Eun Young mengingatkan kalau rekan kerjanya kan sudah menikah.

“Bahkan jika aku sudah menikah, aku tetap memiliki mata.”

Rekan kerja Eun Young memanggil Min Soo dan mendekati Min Soo. Min Soo langsung berhenti dari kegiatannya, dan dengan ramah menyapa rekan kerja Eun Young itu. Eun Young terlihat cuek dan seolah ga suka.

Min Soo menawarkan kopi untuk rekan kerja Eun Young, dan tentu langsung disetujui. Eun Young menolak, tapi ketika Min Soo menyebut kalimat “terakhir kali.” Eun Young mengira, Min Soo akan bercerita tentang kejadian di restoran mie malam itu, sehingga Eun Young langsung mau dibawakan kopi.


Min Soo sudah dengan kopinya, dia memberi rekan kerja Eun Young kopi itu dengan langsung menaruh ke tangan, membuat si rekan kerja Eun Young langsung curi-curi kesempatan memagang tangan Min Soo.

Tapi, itu tidak berlaku untuk Eun Young. Min Soo langsung menaruh kopi untuk Eun Young di meja, padahal tangan Eun Young sudah siap menerima.
Eun Young jelas jadi malu dan bertambah kesal dengan Min Soo.


Kemudian suami si rekan kerja Eun Young menelpon membuat rekan kerja, langsung pergi meninggalkan Eun Young dan Min Soo.
Saat sudah berdua inilah, Eun Young mulai mengomel. Dia berkata, kalau tadi pasti Min Soo akan memberitahu kejadian di restoran mie.

Min Soo mengelak, dia menjelaskan kalau kalimat “terakhir kali” yang dia sebutkan tadi adalah terakhir kali saat semua staf meminum kopi, tapi Eun Young ga, jadi dia berfikir pasti Eun Young ga suka kopi.

Eun Young kemudian berkata kalau yang kemarin itu kakaknya. Dengan santainya Min Soo bertanya, kenapa Eun Young memberitahunya? Apa mungkin Eun Young menyukainya?

Eun Young langsung menjawab kalau dia hanya ingin memperjelas saja.
Eun Young pun berdiri, dan bertanya apa ada alasan untuk dia menyukai Min Soo?

“Aku ingin seorang pria, dari 6 perguruan tinggi teratas, bekerja di perusahaan besar, dan memiliki tabungan lebih dari 50 juta, dengan kedua orang tua yang masih hidup. Kau pasti tak memiliki semua itu?”

Min Soo menjawab kalau dia juga seperti itu, dia ga ada alasan untuk menyukai Eun Young. Dia ga suka wanita yang selalu berada diatasnya. Dia menyukai wanita yang tidak bekerja.

“Seorang wanita yang bisa aku suapi, yang bisa bersandar padaku, dan seorang wanita yang dapat menghormatiku dengan sempurna.”

Min Soo juga berkata kalau dia seorang yatim piatu. Dia juga punya rahasia kelahiran. Eun Young kaget mendengarnya.
Eun Young menjawab kalau pasti ibu Min Soo adalah wanita kedua. Min Soo membenarkan dengan santai kalimat Eun Young itu.

Min Soo kemudian menegskan kalau dia menginginkan wanita yang hatinya hangat dam kuat. “Dia tidak bisa menjadi hangat tapi lemah, atau kuat tapi dingin. Apa kau wanita seperti itu?”

Eun Young menjawab dia juga ga tahu.


Mi Kyung sudah siap mengantar ibu mertuanya, tapi kemudian Choi Anna menelpon, dan meminta agar Mi Kyung nanti datang ke tempatnya, Mi Kyung menyetujui tapi setelah dia mengantar ibu mertuanya.

Madam Choo bersiap masuk ke mobil, dan kemudian berpesan agar Mi Kyung bisa menjaga Jae Hak dengan baik. “Jika kau kehilangan Jae Hak, maka kau kehilangan segalanya. Adakah sesuatu yang bisa kau hasilkan untuk dirimu sendiri?”


Ternyata Choi Anna tidak hanya memanggil Mi Kyung, tapi juga Eun Jin. Saat Eun Jin datang dia terkejut melihat adanya Mi Kyung, dan Mi Kyung juga begitu.
Choi Anna bertanya bagaimana dengan urusan di kantor polisi? Apa semua berjalan lancar? Mi Kyung langsung tertarik untuk mendengar.
Diapun bertanya kenapa Eun Jin ke kantor polisi?

Eun Jin menjelaskan tentang tabrak lari itu.
Kemudian Eun Jin bertanya kenapa Anna menyuruh mereka datang? Anna dengan penuh semangat berkata kalau dia akan syuting.
Ini adalah pertunjukkan memasak, jadi dia harap Eun Jin dan Mi Kyung mau membantunya.

Choi Anna pun menyuruh Eun Jin dan Mi Kyung mencicipi masakannya. Eun Jin memuji masakan ini karena terasa segar dan bertanya bagaimana resepnya? Anna menjawab nanti saat syuting Eun Jin juga akan tahu.

Eun Jin menjawab kalau dia ga sabar, karena rasanya benar-benar enak. Anna pun menyebut, kalau ini memang bukan masakan special, tapi dia yakin kalau ini juga ga akan membuat Eun Jin muntah.
Kemudian Eun Jin berkata kalau dia ingin menjadi seperti itu. “Tidak istimewa, tapi khusus. Itu pasti keren.”

Mi Kyung terpana menatap Eun Jin. Dia tak suka, karena Eun Jin sepertinya menjadi wanita khusus di hati Jae Hak, walau bukan yang istimewa. Apalagi dia teringat saat Jae Hak memintanya untuk tidak menyentuh Eun Jin. Mengingat itu entah kenapa membuat perut Mi Kyung mual, dan berasa ingin muntah?


Tiba-tiba Mi Kyung berlari ke toilet, dan memuntahkan semua isi perutnya. Eun Jin ikut cemas dan menyusul Mi Kyung, lalu bertanya apa Mi Kyung baik-baik saja. Saat tangan Eun Jin mencoba menepuk tngkuk Mi Kyung, agar Mi Kyung merasa lebih nyaman, Mi Kyung langsung menyingkirkn tangan Eun Jin. Eun Jin jelas syok mendapat penolakan kasar seperti ini, berasa seolah Mi Kyung sangat membencinya.
Dia pun bertanya, apa Mi Kyung sudah mengenalnya sebelum ini.?

Mi Kyung bukannya menjawab malah balik bertanya kenapa Eun Jin bertanya seperti itu?
Eun Jin menjawab jujur kalau dia baru saja memikirkan hal itu. Mi Kyung menjawab, dia ga tahu Eun Jin sebelumnya, dia hanya kenal Eun Jin di kelas memasak ini.


Anna mengantar kedua muridnya itu sampai depan rumah, dan berterima kasih karena Eun Jin dan Mi Kyung mau datang. Tapi kemudian Yoon Jung datang bersama Sung Soo. Yoon Jung langsung berlari menemui ibunya, dan dengan sopan menyapa Anna dan Mi Kyung.
Anna memuji Yoon Jung yang sangat cantik.

Sung Soo kemudian ikut mendekat dan memperkenalkan dirinya, yang merupakan suami Eun Jin. Anna memuji ketampanan Sung Soo.
Sung Soo mengucapkan terima kasih, karena secara tidak langsung Anna membuat berat badannya bertambah.

Anna berkata pada Mi Kyung kalau Eun Jin dan Sung Soo adalah pasangan yang sangat menarik. Mi Kyung hanya tersenyum walau dipaksakan.
Mi Kyung bahkan menatap kepergian Eun Jin dengan keluarga kecilnya yang terlihat bahagia,dengan pandangan tak suka. Mi Kyung seolah dendam dengan kebahagiaan Eun Jin itu.


Di dalam perjalanan, Eun Jin bertanya kemana mereka akan pergi? Sung Soo ga memberitahu karena ini akan membuat Eun Jin terkejut.
Yoon Jung meminta ayahnya memutar musiknya, dan mereka tertawa bersama, seiring dengan music yang mengalun. Eun Jin melihat kebahagiaan itu dan ikut tersenyum.


Song Min Soo berniat pulang dulu sebelum ke restoran mie, tapi ternyata di rumah ga ada orang, membuat Min Soo masuk keruang kakaknya. Sepertinya Min Soo sudah hafal dengan ruang ini, karena dia langsung bisa membuka laci dimana foto-foto Eun Jin dan kakak iparnya tersimpan.

Min Soo bahkan tahu letak kunci laci itu, jadi bisa dipastikan ini bukan pertama kalinya Min Soo masuk ke ruang kakaknya ini.


Kemudian Mi Kyung sampai rumah, dan Min Soo juga sudah keluar dari ruang itu. Dia menyapa kakaknya dan berkata kalau dia akan berganti pakaian dulu sebelum ke restoran mie. Hari ini dia terlalu berkeringat. Mi Kyung menjawab itu sebabnya dia mau, Min Soo berhenti kerja saja.

Min Soo menjawab kalau berkeringat itu wajar, karena kita tetap akan berkeringat setiap hari entah itu karena kerja atau karena bertahan hidup. Dia bahkan mengingatkan agar Mi Kyung ga memperlakukannya seperti anak kecil, karena dia keluarga dan juga penjaga Mi Kyung.


Na Eun Jin dan keluarga kecilnya sudah sampai si sebuah villa. Eun Jin terkejut menatap Villa ini. Villa yang penuh kenangan akan dia dan Sung Soo, yang dulu penuh cinta. Yoon Jung bertanya pada ibunya dimana ini? Tadi ayahnya bilang kalau di tempat ini, ibunyalah yang paling cantik.


Eun Jin seolah mengingat masa lalunya dulu di tempat ini. Dia seolah bisa melihat dirinya yang begitu mencintai Sung Soo saat datang ke Villa ini.

Flashback
Saat itu Sung Soo berkata kalau setelah mereka menikah, dia ingin datang dengan anak mereka. Eun Jin menjawab dia ga mau, dia maunya datang dengan anak-anak mereka. Karena dia ingin seperti ibu dan ayahnya yang memiliki tiga orang anak.

Eun Jin dengan semangat berkata kalau dia ingin seorang putri yang mirip dengan Sung Soo, seorang putra yang mirip dengannya, dan seorang putri lagi yang mirip dengan mereka berdua.


Flashback End
Eun Jin dan keluarga kecilnya masuk ke dalam villa, dan Eun Jin terkejut melihat tampilan didalam Villa. Ruangan itu sudah di hias sedemikian rupa, ada banyak balon yang menghiasi dinding, dan ada ucapan selamat datang yang tergantung indah diruang itu.

“selamat datang, Kami sudah menunggu 13 tahu untuk pasangan Kim Sung Soo dan Na Eun Jin”

Bahkan ada tanda hati dan bunga mawar yang indah di meja ruang itu. Yoon Jung juga takjub dengan semua itu, dan Sung Soo menjelaskan kalau pemilik Villa ini ga berubah.


Eun Jin seolah melihat lagi bayangan dirinya di ruangan ini, dulu. Saat itu dia juga takjub dengan ruangan ini. Sung Soo menjelaskan kalau dia sudah mencari tempat ini, dengan browsing di internet. Dia senang karena Eun Jin menyukainya.

Eun Jin memeluk Sung Soo, dan berkata ayo kapan-kapan mereka kesini lagi dengan anak mereka. Sung Soo bertanya kalau dengan anak, bagaimana bisa mereka melakukan hal “Itu”
Eun Jin tersenyum dan menunjuk satu kamar di sebelah sana,dan berkata kalau mereka akan melakukannya di kamar itu.


Na Eun Jin yang sekarang berjalan menuju kamar itu, dia masih teringat dengan kalimat cintanya pada Sung Soo dulu. Dulu dia benar-benar hanya mencintai Sung Soo. Entah kenapa, mengingat itu membuat Eun Jin semakin sedih.


Song Mi Kyung sedang menikmati makan malamnya, kemudian Jae Hak datang, karena perutnya juga terasa lapar. Jae Hak langsung duduk di kursi, namun Mi Kyung tidak bergerak mengambilkan suaminya itu nasi. Dia malah menyingkirkan semua makanan di meja, dengan membuangnya, dan semua jadi berantakan. Mengerikan sekali.

“Jangan makan, makanan yang aku siapkan.”

Jae Hak kaget sekali. Dia langsung mengejar Mi Kyung yang berlalu pergi.


Setelah berhadapan, Jae Hak berkata kalau dia sudah ga tahan dengan semua ini, walau dia mencoba menahannya. Mi Kyung dengan sinis berkata jangan ditahan, lagian ibu mertua ga ada.

Jae Hak bertanya bagaimana bisa Mi kyung menyewa agensi detektif Illegal untuk memata-matainya? Mi Kyung semakin kesal, dan bertanya kenapa Jae Hak yang malah marah padanya? Apa karena dia menyelidiki Jae Hak diam-diam?

Jae Hak berkata jika Mi Kyung menyebabkan masalah, maka siapa yang akan bertanggung jawab? Dialah yang akan bertanggung jawab, apa Mi Kyung ga tahu itu?

“Aku tidak mengatakan bahwa aku benar, Walau aku sudah meminta maaf, aku tetap merasa bersalah.”

Dengan berteriak Mi Kyung menjawab maka dari itu jangan minta maaf. Apa Jae Hak tahu sejak kapan di curiga Jae Hak menyelingkuhinya?

“Ketika kau mulai mengatakan, kata-kata yang tidak pernah kau katakan sebelumnya. Dengan setiap hal kecil kau selalu meminta maaf. Apa wanita itu sering mengucapkan kata maaf? Kata-katamu berubah, tindakanmu juga. Kau tidak sadar telah masuk ke dunianya, bahkan kau tidak sada ada aku disampingmu.”

Mi Kyung semakin marah dan berkata kalau Jae Hak lebih percaya wanita itu daripada dia. Dia sudah bilang bukan dia yang melakukan tabrak lari. Tapi karena wanita itu mengatakan dialah pelakunya, maka Jae Hak langsung mempercayai.

“Lalu bagaimana? Apa aku harus menceraikanmu?”

Mi Kyung terpana, tak menyangka mendapat kalimat seperti itu. Bagaimana bisa Jae Hak berkata tentang perceraian?
Jae Hak mulai tak sabar menghadapi Mi Kyung yang selalu tak bisa diajak berdiskusi baik-baik, diapun berkata apa Mi Kyung pikir dia merasa puas dengan kesempurnaan yang Mi Kyung miliki?
Mi Kyung merasa tak terima dan bertanya ketidakpuasan seperti apa yang Jae Hak rasakan?

“Aku tercekik, tak bisa bernafas. Kau selalu mencoba untuk mengontrolku, jika kau mulai menjauh dari aturan yang kau tetapkan untukku. Kau selalu ingin aku bergerak sesuai kemauanmu.”

Bukannya merasa bersalah karena Jae Hak sudah mengemukakan alasannya, Mi Kyung malah berkata, bahkan saat Jae Hak merasa dia mengontrol Jae Hak, Jae Hak tetap bisa berkencan dengan wanita itu?

Jae Hak bertambah emosi dan bilang setelah menikah dia bahkan ga bisa melakukan apapun yang dia mau. “Sebanyak yang kau korbankan, aku juga berkorban. Jangan lupa itu.”

Ditengah amarahnya, Mi Kyung bercerita, dulu saat dia melihat ibu dan ayahnya bertengkar karena wanita, dia selalu tidak ingin menjadi seperti ibunya yang berteriak karena marah. Tapi sekarang, dia bisa mengerti kenapa ibunya seperti itu.Dan sekarang dia ingin seperti ibunya. Berteriak saat marah.


Sementara itu di Villa, Eun Jin dan Sung Soo sedang minum bersama. Lagi-lagi Eun Jin bisa melihat kenangannya dulu bersama Sung Soo, di ruang ini.


Flashback
Saat itu Sung Soo bertanya apa Eun Jin ga menyesal sudah menunggunya? Dan sekarang ditambah dua tahun lagi. Eun Jin menjawab dia ga menyesal. Dia bisa menganggap dua tahun itu seolah-olah satu hari.

Sung Soo bertanya apa Eun Jin sangat percaya pada Cinta?

“Aku percaya. Bagaimana denganmu, Oppa?”

“Aku juga percaya. Aku hanya akan mencintaimu selamanya.”

Eun Jin pun terharu mendengarnya.


Flashback End
Na Eun Jin berkata pada Sung Soo kalau dia merindukan saat-saat itu. Saat dimana dipenuhi dengan cinta dihatinya.
Kemudian Eun Jin berkata serius kalau ada yang ingin dia katakan, dia mau Sung Soo mendengarnya.

Sung Soo menjawab dengarkan saja apa yang dia katakan, Sung Soo pun mengatakan bahwa dia mencintai Eun Jin.
Eun Jin menatap Sung Soo, dan bertanya kenapa Sung Soo seperti ini? Kenapa ga dari dulu Sung Soo melakukan hal seperti ini?
Eun Jin pun menangis.

Sung Soo berkata kalau dia mau Eun Jin menerimanya lagi, mereka ga bisa seperti setengah pasangan seperti ini.

“setelah kau melanggar kepercayaanku. Pengkhianatan dan kekecewaanku padamu, membuat semua menjadi terasa sulit. Aku membencimu, tapi aku juga membenci diriku sendiri karena terus menahanmu.”

Dalam isak tangisnya Eun Jin berkata “Tanpa kau sadari, aku telah membuat kamarku sendiri.”

Eun Jin menatap Sung Soo “Kau bisa memilih sekaang. Kau bisa membuka pintu ke kamarmu sendiri. Ini seperti kotak Pandora. Kau tidak tahu apa yang akan keluar. Tetapi jika kau membukanya, mungkin tidak ada awal yang segar. Atau, jika kau tidak ingin membuka pintu ini sekarang, bisakah kau berjanji untuk tidak membuka pintu itu selamanya? Lalu kau akan memulai segalanya dari awal seperti yang kau katakan. Mana yang kau pilih?”

Sung Soo galau sekali, dia bingung harus memilih yang mana. Apa maksud semua yang dikatakan Eun Jin? Apa yang sebenarnya ingin Eun Jin sampaikan padanya?


Mi Kyung belum bisa tertidur, berbeda dengan Jae Hak yang sudah pulas. Mi Kyung menatap suaminya. Dia menatap Jae Hak lekat. Lalu tanpa diduga, Mi Kyung mengambil bantalnya, dan menutup wajah Jae Hak dengan bantal yang erat dia pegang. Jae Hak jelas langsung terbangun dan berusaha melepaskan diri dari yang Mi Kyung lakukan, jika tidak dia bisa maka dia bisa mati kehabisan nafas di tangan istrinya ini.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar