Senin, 21 April 2014

Drama Korea Cunning Single Lady Episode 12 Part 1



AeRa tanya apa yang sedang Seung Hyun lakukan ditengah malam seperti ini, Seung hyun membalikkan tubuhnya menjawab  kalau ia sedang memikirkan apa ia harus menceritakannya atau tidak, tentang alasan mengapa ayahnya merusak studio milik ibunya.

Seung hyun mensejajarkan duduknya dengan aera, dan tanya apa aera ingin mendnegar cerita menarik? "kisah sang putri ke tujuh. Dahulu kala seorang raja mendapatkan seorang wanita Gypsy yang pandai menari dan bernayanyi sebagai ratunya. Tapi karna sang raja sangat mencintai sang ratu, dia tidak membiarkan sang ratu keluar dari istana.
 setelah sang ratu melahirkan putri pertama, sang raja sangat bahagia sehingga dia ingin memberikan hadiah kepada sang ratu
Raja menanyakan pada ratunya apa yang ia inginkan, Ratu lalu meminta kalau ia ingin musim semi. raja pun mengangguk tanda setuju.
Sang raja memanggil semua tukang kebun. meskipun raja bisa mengahdirkan musim semi didalam istana, sang ratu tidak bahagia.

Setiap sang ratu melahirkan anak, sang ratu selalu mengatakan kalau dia menginginkan sungai dan burung. setiap kali itu pula sang raja membuat sungai didalam istana dan membawakan burung, tapi sang ratu tidak bahagia.
 yang di inginkan ratu adalah merasakan musim semi dan berjalan di sepanjang sungai dan hidup bebas seperti burung
 waktupun berlalu, dan setelah ketujuh putri tumbuh dewasa ini yang dikatakan oleh sang raja :"aku akan memberikan kerajaan kepada putri yang mempunyai rambut terpanjang" semua putri sibuk memanjangkan rambut mereka dengan dibantu pelayan mereka.
Tapi sang ratu yang merawat rambut anak bungsunya
 Setelah sang ratu meninggal, datanglah seorang pangeran dari negri tetangga
 Dan mengatakan kalau dia akan menikahi putri yang akan mewarisi kerajaan
Semua putri memanjangkan rambut mereka dengan panjang yang sama jadi tidak ada perbedaannya tapi hanya putri bungsu yang berbeda. setelah sang putri bungsu melepas topinya, rambutnya sangat pendek.
Dulu sang ratu terus menerus memotong rambutnya.
Karna itu putri bungsu tidak bisa mewarisi kerajaan dan tidak memenuhi syarat sebagai istri sang pangeran, tapi malahan memperoleh kebebasan.
Hidup bahagia tinggal bersama dengan sungai yang di rindukan sang ratu, usim semi dan kicauan burung.
sang putri bungsu meinggalkan istana dengan pelayan pangeran dan hidup berbahagia.
Seung Hyun mengakhiri ceritanya dengan menutup buku, "rumah bagus, pakaian bagus dan makanan enak meskipun ayah berfikir bahwa jika ia menyediakan itu, ibu tidak bahagia tapi ibu bisa hidup bahagia setelah meninggalkan ayah. ibu sekarang diparis meraih mimpinya untuk hidup bahagia dan ayahku masih menunggunya walaupun ia marah. aku bisa melukis keliling dunia itu semua karna ibu"


"Seperti keluargamu aku ingin bertengkar, saling membenci satu sama lain dan berbaikan kembali, aku ingin hidup seperti itu, rasanya seperti benar benar hidup. sama seperti putri bungsu yang menemukan kebahagian diluar istana, aku ingin melakukan itu juga." Seru Seung Hyun penuh harap

"aku tidak tau kalau kau berada di situasi semacam itu. aku tidak tau hal itu karna kau selalu tertawa tanpa alasan."ujar AeRa jujur.

Mendnegar hal itu Seung Hyun tertawa, "aku hanya ingin terus tertawa, aku tidak tertawa karna aku menginginkannya tapi aku pikir kalau aku terus tertawa akan terjadi sesuatu yang memang benar benar membuat aku tertawa, aku juga tidak ingin membebani orang lain."setelah mengatakan hal itu Seung Hyun nampak sedih, ia bahkan mengalihkan pembicaraan. AeRa yang tau bagaimana perasaan Seung hyun lalu mencoba menenagkannya dengan mengelus punggung Seung hyun dan bilang, 

"jangan mencoba terlalu keras, aku tau sedikit yang kau rasakan, berpura pura kau baik saja meskipun itu sulit. ingin menangis malah tertawa, karna jika aku terus tertawa, akan terjadi sesuatu yang bisa membuat aku tertawa, aku dulu juga seperti itu.

Seung hyun tersenyum kearah aera setelah mendnegar perkataan aera,
 ia kemudian memeluk aera. '"kau tau, AeRa siii? aku akan senang jika perasaan ini bukan aku saja yang memilikinya"

AeRa tertegun dengan peraktaan Seung hyun yang begitu dalam, entah karna memang merasakan ketulusan Seung Hyun atau karna apa tapi akhirnya AeRa memberikan tangannya untuk memekuk Seung Hyun dan Seung hyun yang menerima hal itu tampak nyaman.
Saat akan pulang Seung Hyun membuat hal yang imut saat bersama aera tapi AeRa yang melihat hal itu tidak suka. Seung hyun lalu bilang bukankah ini kyuttt? AeRa lalu bilang kalau ia paling tidak suka melihat pria yang sok imut, apalagi pria muda yang berkata, "Noona!" "aish, No thank You"Seru AeRa menjawab pertanyaannya sendiri.

bahkan kalau ia kaya raya? seru Seung hyun ingin tau jawaban aera.

AeRa tersenyum dan bilang "thank you"

Seung hyun lalu mengejek kalau aera itu mtrealistis tapi aera lalu menambahkan kalau dia itu hanya berakta jujur. Seung hyun tersenyum ia lalu bilang kalau inilah yang membautnya suka dengan AeRa karna ia bisa melihat ketulusan hati seseorang.


Saat pulang Yeo Jin dipanggil oleh ayahnya, ayahnya meminta nya untuk duduk dan berakta kalau sebentar lagi CEO Cha mereka akan datang. Yeo Jin yang mendnengar hal itu lalu tanya dengan curiga buat apa Aayahnya meminta Jung Woo seorang CEO perusahaan yang sangat sibuk untuk datang kesini.
"ada pepatah mengatakan kalau seorang biksu tidak bisa mencukur rambutnya sendiri, aku memanggilnya agar bisa menjernihkan masalah pernikahanmu"
"itu masalahku, aku akan mengurusnya jadi jangan mengkhawatirkan itu" seru Yeo Jin tidak ingin berbicara panjang lebar, setelah mengatakan hal itu Yeo Jin berdiri pergi dari sana.

"apa ini karna kakimu??"seru Ayah Yeo Jin to the point

Yeo Jin yang mendnegar hal itu langsung menghentikan langkahnya,

"jangan mengkhawatirkan hal itu. saat ayah menemui CEO Cha, ayah akan bicara secara baik baik"

Yeo Jin langsung berbalik ke arah ayahnya, "apa yang akan ayah lakukan?"

"lagi pula ini adalah sesuatu yang harus CEO Cha ketahui, jika kau akan menikahinya. CEO Cha dulu pernah terluka.....dan dia sudah lewat usianya untuk tertarik pada wanita cantik. dia tidak suka bergosip dan dia juga perhatian dan dia tidak akan bertindak sembrono soal luka hatimu, aku juga tidak akan membiarkannya melalukan hal itu"ujar ayah panjang lebar.
Nafas Yeo Jin naik turun mendnegar perkataan ayahnya, entah apa yang memasuki raga Yeo Jin, Yeo Jin mengambil vas bunga yang ada di dekatnya lalu membantingnya. ayah, direktur Oh yang ada di sana kaget dang langsung berdiri, sementara Yeo Jin seperti kemasukan ia menutup telinganya dan berteriak "Hentikan! Hentikan!!"
"Berapa banyak yang harus ayah lakukan untuk membuatku sengsara agar hatimu puas?"

"apa ayah akan bilang "karna putri ku banyak kekurangan, aku akan memberikanmu banyak uang" atau ayah akan bilang "karna aku sudah membantumu untuk menjadi sukses..........dengan menikahi putriku, lunasi hutangmu?""ujar Yeo Jin menebak apa yang akan ayahnya katakan pada Yeo Jin.
"Apa yang kau katakan!!!" seru ayah marah

"ayah...........kau selalu menggunakan cara cara keji untuk mendapatkan orang orang. kau memaksa ibu untuk hamil dan menahannya"

"karnamu, AKU..................menjadi anak yang tidak pernah tidur dalam pelukan hangat seorang ibu"
"bukankah sudah saatnya ayah tahu,  bahwa meskipun ayah bisa mendapat orang diluarnya saja tapi ayah tidak bisa mendapatkan hati mereka?"

"Tutup mulutmu!!!" Ujar ayah semakin marah

"Tidak!!!!" teriak Yeo Jin.
"Benar benar.........aku sangat muak dan lelah dengan ini"
 
"Semua hal dalam rumah ini didapatkan dengan menyebabkan orang lain menderita"
"karna aku memberimu hidup yang enak, diamlah dan jalani saja hidupmu. lalu apa ayah pikir keluargamu akan bahagia?"
"tidak akan pernah!!!!!!!" seru Yeo Jin mengejek
 "itu membuatku mual, setiap kali aku masuk kedalam rumah ini, aku merasa mual! apa kau tau hal yang paling aku takutkan didunia ini?" tanya Yeo Jin pada ayahnya

"bahwa mungkin aku akan menjadi seperti dirimu, bahwa mungkin aku menjadi seperti dirimu, BAHWA MUNGKIN AKU MENJADI SEPERTI DIRIMU"seru Yeo Jin berulang ulang frustasi.

"itulah yang kutakutkan, penampilanmu, yang mencemaskan soal kapan orang orang disekitarmu akan pergi saat kau bertambah usia dan menua, BENAR BENAR MENYEDIHKAN" Teriak Yeo Jin.
Ayah sudah tidak tahan lagi amarah sudah begitu memuncak karna perkataan Yeo Jin, ia lalu melayangkan tangannya kearah Yeo Jin tapi hal itu segera terhenti ketika Jung Woo menghalanginya dengan cara menutupi Yeo Jin menggunakan tubuhnya.

Yeo Jin yang melihat kemarahan ayahnya hanya bisa menangis sesegukan di dada Jung Woo. sementara Seung Hyun yang baru pulang shock melihat keadaan rumah mereka.

Jung Woo memapah Yeo Jin menuju kamarnya, Jung Woo bahkan membaringkan Yeo Jin ke tempat tidur dan menyelimutinya. Saat Jung Woo meminta Yeo Jin untuk beristirahat dan tidur, Yeo Jin langsung mengapai tangan Jung Woo dan meminta nya untuk tetap berada disini hingga ia tertidur.

Seung hyun memainkan pianonya, saat Jung Woo turun ia tersenyum pada Jung Woo tanpa mengatakan apapun. Tapi ketika Jung Woo akan pergi tanpa menoleh kearah Jung Woo Seung Hyun berkata, "Jung Woo Hyung terima kasih"
Jung Woo akhirnya sampai dirumahnya, disana ia teringat perkataan AeRa ketika di telpon yang mengatakan kebakaran. mengingat hal itu Jung Woo langsung menelpon AeRa.

AeRa menjawab telpon Jung Woo, Jung Woo tanya soal perkataan AeRa tadi di telppon tentang kebakaran rumah. AerA yang mendnegar hal itu lalu bilang kalau saat ini ia tidak bisa untuk tinggal disana.

Jung Woo tanya jadi dimana aera, aera tidak menjawab ia malah balik tanya apa perut jung Woo sudah baikkan. JungWoo tidak mengubris aera, ia terus bertanya dimana aera. aera kesal ia bilang apa hal itu penting? lalu mematikan ponselnya.

Jung Woo kesal tapi kekesalannya tergantikan dengan senyuman saat melihat undangan pernikahan milik Oh Byeong Soo dan Ahn Ji Hyun.
Di restoran aera sedang diadakan reuni sekolah untuk pasangan baru teman mereka, Oh Byeong Soo dan Ahn Ji Hyun. Saat Reunian tersebut sangat terlihat kalau Soo Chul dan Min Young semakin dekat, ayah dan ibu bahkan berkomentar kalau mereka tidak pernah melihat Soo Chul yang begitu bekerja keras seperti hari ini.

Byeong Soo, Ahn Ji Hyun, AeRa dan Min Young mengobrol dengan santainya.

Saat berbincang bincang diketahui kalau ternyata Ji Hyun sudah hamil 2 bulan, AeRa dan Min young tersenyum senang bahkan kaget, mereka lalu memberi selamat kepada keduanya.

Byeong Soo lalu tanya bagaimana dengan aera, apa aera sudah punya anak. AeRa terdiam, Ji hYun lalu membisikkan sesuatu pda Byeong Soo kalau aera sudah bercerai. Byeong Soo kaget ia meminta maaf pada AeRa tapi AeRa dengan senyum terpaksa bilang kalau ia tidak apa apa.

Seseorang datang ia adalah Chun Gyu, saat Chun Gyu datang sikapnya terhadap aera agak berbeda, ia bahkan berkata kalau ia sudah lama tidak melihat aera setelah pernikahannya, AeRa hanya tersenyum. untuk melepas suasana canggung Min Young tanya apa Chun Gyu masih membantu ayahnya di toko?
Ji HYun yang mendengar hal itu lalu bilang apa MIn Young tidak tau, Chun Gyu sekarang sudah jadi boss, ias udah memiliki toko sendiri. Chun Gyu yang dikatakan seperti itu tambah terihat sombong. ia bahkan menanyakan pekerjaan aera seakrang apa, aera hanya menjawab kalau ia hanya sibuk bekerja diperusahaan saat ini.
Sementara di luar Jung Woo terlihat ragu untuk masuk kedalm. sedangkan ibu, Soo Chul dan ayah akan pergi ke sauna. sebenarnya ibu lah yang meminta mereka untuk pergi kesana karna kalau ia biarkan suaminya terus berada di dalam, ia bakal tau apa yang akan suaminya nanti lakukan.

Chun Gyu seperti meng-olok olok aera karna perceraiannya, Chun Gyu bilang kalau ia melihat aera di variety Show waktu itu, tapi sekarang apa aera masih bersama dokter bedah plastik itu. AerA tersenyum paksa kalau mereka sudah tidak lagi. Chun Gyu tertawa ia lalu bilang apa sekarang berarti AeRa terbuka untuk berkencan dengan orang lain?

AeRa hanya diam, tapi Min Young yang terihat kesal, ia melotot pada Chun Gyu apa Chun Gyu begitu senang mendnegar berita itu. Chun Gyu masih saja tertawa mengejek ia lalu megejek AerA dengan sebutan madonanya desa ujian, karna sebutan itu aera bisa langsung tunjuk siapa yang ingin aera ajak kencan, tapi lihatlah sekarang siapa yang bisa mengetahui masa depan seseorang.
Suasana kembali berubah ketika Jung Woo masuk, semua orang bertepuk tangan karna seorang CEO perusahaan besar sudah hadir disini. tapi suasana berubah menjadi hening ketika Jung Woo dan aera duduk berdampingan, semua orang yang ada disana mungkin merasa janggal melihat sepasang mantan suami istri duduk berdampingan.

tapi aera yang mengetahui hal itu segera memecahkan kesunyian bahwa mereka berdua tidak apa apa.
Ji Hyun lalu bilang apa benar tidak apa apa, AeRa menjawab kalau mereka memang tidak apa apa, lalu menyikut lengan JungWoo. Jung Woo yang menerima hal itu lalu ikut tertawa. JI Hyun lalu berdiri ia berkata kalau mereka harus bersulang untuk memulai kembali hubungan si madona dan si jenius mereka mereka.

Jung Woo dan aera menoleh satu sama lain, AeRa lalu bilang kalau mereka akan bersulang untuk persahabatan.
Semua yang ada disana melihat dengan jeli bagaimana JUng Woo dan aera bisa kembali bersulang bersama, apalagi tatapan mata Chun Gyu yang begitu penuh arti.

Chun Gyu sedang mengobrol dengan aera sedangkan Jung Woo mengobrol dengan Byeong Soo, Jung Woo terus melihat kearah Chun Gyu, ia lalu tanya pada Byeong Soo siapa sebenarnya Chun Gyu itu. Byeong Soo lalu bilang apa Jung Woo tidak mengenal Chun Gyu? ia adalah anak pemilik toko babat di seberang sana.
Chun Gyu bilang kalau waktu itu saat ia sedang gencar gencarnya mengejar aera, aera bilang kalau aera tidak ingin mempunyai suami seorang pengusaha, ia hanya menginginkan suami seorang PNS tapi coba lihat sekarang mantan suami aera juga seoarng pengusaha. 

AeRa yang emdnnegar ha itu hanya menjawab ala kadarnya kalau mungkin itu sudah menjadi takdir dirinya. Chun Gyu lalu tanya apa aera masih punya perasaan pda Jung Woo, AeRa seperti jenggah mendnegar pertanyaan itu ia lalu meminta Chun Gyu minum saja setelah itu pergi.
Ternyata Chun Gyu mengikuti aera kebelakang ia bahkan menarik aera, aera bilang apa Chun Gyu ini sedang mabuk. Chun Gyu menjawab kalau ia memang mabuk, apa aera sekarang masih melihatnya sebagai anak seorang penjual babat yang suka mengejar aera?

Aera yang mendnegar hal itu kesal ia tidak mau meladeni Chun Gyu tapi Chun Gyu terus mengoceh kalau sebenarnya ia tidak pantas lagi utnuk aera. Chun Gyu kesal ia menyangka kalau aera saat ini masih berfikir kalau ia ini hanya seoarang anak tukang babat, Chun Gyu berteriak apa hanya Cha Jung Woo saja yang seoarang boss? ia juga seaorang boss?
AeRa yang kesal akhirnya angkat bicara, ia bilang apa Chun Gyu tau kenapa ia dulu tidak pernah memandangnya? karna Chun Gyu adalah pecundang dan bahkan sampai saat ini. Chun Gyu yang emdnnegar hal itu tidak terima, ia lalu menarik aera mendekat padanya.

Tapi tiba tiba JungW oo datang adri belakang da mendorong Chun Gyu, Jung Woo ingin memukul Chun Gyu tapi AeRa berteriak untuk tidak melakukan hal itu.
AeRa mengusir Jung Woo, Jung Woo protes apa aera tidak marah diperlakukan seperti itu? aera berkata perlakuan seperti apa?

Jung Woo ingin menjawab peraktaan aera tapi terus saja tidak bisa menyampaikannya, seperti tidak sanggup untuk mengatakan apa yang tadi terjadi dengan aera.
AeRa lalu bilang kalau ia ini seorang janda, situasi seperti tadi? banyak janda di dunia ini dan tentang perlakuan semacam tadi, yah mungkin JungWoo merasa kaget karna tidak pernah mengalaminya tapi dirinya bisa melaluinya dengan baik baik saja selama ini tanpa Jung Woo, memang pasti ada masa sulitnya tapi ia masih bisa melaluiny dan sekarang ia baik baik saja jadi tidak ada yag perlu Jung Woo khawatirkan sekarang.

JungWoo ingin mengatakan sesuatu tapi AeRa memotongnya dengan mengatakan kalau JUng Woo tidak usah mencampuri urusannya seakrang karna itu memberatkannya. setelah mengatakan hal itu AeRa masuk kedalam dan tanpa keduanya sadari kalau Direktur Oh sudah ada disana sedari tadi mendengarkan.
Saat akan pulang Jung Woo mendapat telpon dari Seung Hyun, Jung Woo mengangkatnya dengan ogah ogahan,

"apa kau akan terus berdiri seperti itu? kenapa kau tidak pergi sekarang?"

Jung Woo menoleh kearah belakang mencari sumber suara, saat ia melihat Seung Hyun ia menajwab melalui ponselnya, "kenapa kau ada disini?"

"aku kesini untuk mengajak aera pulang bersama sama"sahut Seung Hyun melalui telpon

Tanpa menggunakan ponsel Jung Woo berteriak pada Seung Hyun mengapa Seung hyun ingin pulang bersama aera. Seung Hyun tersenyum mematikan telponya dan mendekat ke Jung Woo, apa aera tidak memberitahu JungWoo kalau beberapa hari ini aera tidur di studionya.

Jung Woo kagget, sementara Seung hyun hanya tersenyum bahkan Seung hyun menyuruh JungWoo untuk pulang karna reuninya sudah selesai.
Dirumah Jung Woo kalang kabut setelah emndengar aera tidur di studio milik Seung Hyun yang ada di dalam pikirannya adalah keduanya tidur dalam satu atap, satu rumah. dan pikiran tersebut membuat JungWoo stress loncat loncat di sofanya.
Dan sangking kalang kabutnya, imajinasi liar JungWoo pun mulai tercipta....
Seung Hyun tanpa menggunakan baju terlihat sedang melakukan push up dia terlihat begitu wehhhh cooollllllll, suara dari seorang wanita lalu terdengar dengan manjanya meminta Seung Hyun mengambilkan handuk untuknya. Seung Hyun menghentikan kegiatannya dan mengarah ke wanita itu yang tidak lain adalah aera.


Hanya dengan membayangkannya saja membuat JungWoo kehabisan nafas, karna terlalu menghayati Jung Woo berkata, "jangan berikan padanya.jangan berikan padanya. jangan berikan itu!!"
Sementara dalam imajinasi JungWoo, Seung Hyun tidak gentar ia terus maju bahkan bertatapan intens dengan aera dan tersenyum.
Jung Woo semakin kalang kabut, memelas dan berkata "jangan berikan itu!"
Seung Hyun mengeringkan rambut aera, ia terus memandangi aera melalui kaca. Seung Hyun lalu mendekatkan wajahnya kearah rambut aera, menciumi aromanya.

"Jangan menciumnya. heyyy, apa yang aku cium? JANGAN MENCIUMNYA"teriak Jung Woo kalab.
Seung Hyun tanya sampho apa yang aera pakai, aera menoleh kearah Seung hyun dan membuat keduanya bertatapan langsung.

Jung Woo shcok
Seung Hyun memiringkan kepalanya kearah aera.....mencoba mencium aera
Melihat hal itu melalui imajinasinya JungW oo berteriak kencang, "JANGAN!!!!!!!!!!!" lalu mengatur paru parunya untuk tetap bisa bernafas.
AeRa menemui klien mereka yang akan ia promosikan dagangannya. Klien mereka berkata kalau mereka baru akan memetiknya ketika ada pesanan untuk menjaga kesegarannya. AeRa setuju, ia lalu bilang klau kliennya tidak perlu khawatir karna ia akan berusaha keras untuk sukses.
AeRa memikirkan cara mempromosikan produk yang ia pgang agar mempunyai daya tarik yng tinggi. Seung Hyun yang ada disampingnya terus melihat kearah aera antusias. Seung Hyun lalu mengirimkan sesuatu pada aera yang membuat aera tertawa. AeRa lalu mendapat telpon dari seseorang.
Itu adalah Yeo Jin yang meminta mereka untuk bertemu, Yeo Jin bilang kalau ia hanya ingin minum teh dan mengobrol dengan aera, karna ketika mereka berada di atap ia nyaman untuk bercerita dengan aera.
aera juga berkata demikian kalau ia juga merasakan hal yang sama ia tidak menyangka kalau Yeo Jin akan akrab dengannya karna ia pikir Yeo Jin adalah petinggi diperusahaan mereka dan akan bersikap dingin tapi ternyata tidak.

"Mungkin karna kita memiliki banyak persamaan"seru Yeo Jin antusias

"banyak persamaan?"seru aera tidak mengerti

"misalnya, tipe pria ideal? kita berdua menyukai pria yang kasar dan penggila kerja, pria seperti cha JungWoo" terang Yeo Jin.

AeRa kaget, kekagetannya kembali diuji ketika Yeo Jin mengatakan, "aku sudah tau kalau kau adalah mantan istri CEO Cha"seru Yeo Jin tanpa merasa bersalah sedikti pun bahkan tersenyum 
AeRa yang kaget lalu bilang kalau ia tidak bermaksud menipu Yeo Jin, "mengatakan itu..........."
Yeo Jin memotong perkataan aera, "aku tidak meyalahkan mu. kau tidak bisa menceritakan soal hubungan yang sudah berakhir seperti itu, aku mengerti"

"aku juga pernah menikah"terang Yeo Jin

AeRa kaget melihat kearah Yeo Jin,

"apa kau begitu terkejut?"

"ah...ya... saya tidak tau kalau anda juga bercerai"seru AeRa

Yeo Jin tersenyum, "tidak bercerai.........tapi meninggal dunia"

"sebenarnya kami bahkan tidak bisa menjalani kehidupan pernikahan. semuanya berubah menjadi seperti itu"
"dihari pernikahan kami, terjadi kecelakaan. dalam kecelakaan itu, .............aku kehilangan suamiku"

Flashback saat Yeo Jin menikah, mengalami kecelakaan dan akhirnya memasang kaki palsunya. "dan juga...........kaki kananku(Yeo jin menyentuh kakinya)"

AeRa yang emdnnegar semua itu tentu saja shock tidak bisa berkta apa apa, sementara Yeo Jin seakan menunggu reaksi dari AeRa dan tertawa, "kurasa kau sangat terkejut kali ini"
"ti....tidak"ujar aera gugup
"itu sebabnya aku belum mengatakan pada JUng Woo soal kakiku, karna aku pikir itu akan memberatkannya"

"sebenarnya karna inilh, untuk mendekati jung woo, aku mempunyai banyak keraguan"

"direktur....."seru AeRa lagi

"selama 3 tahun, seberapa banyak usaha JUng Woo yang ia berikan untuk perusahaan ini, kau tidak akan tahu"

"aku ingin melindunginya, impian jung Woo. aku adalah orang yang bisa memberi kekuatan yang CEO Cha butuhkan"
AeRa yang mednnegar hal itu tertunduk,
"jadi tolonglah aku."

"bagaimana bisa aku.....?"ujar AeRa bingung

"orang itu...........jangan mengyahkannya"
"kulah yang lebih tau dari aku kalau dia memiliki hati yang lemah. saat ini, perasaan bimbangnya terhadapmu, apa menurutmu itu adalah cinta?"
"tidakkah menurutmu itu adalah perasaan bersalah?. perasaan bersalah terhadap mantan istri, karna dia tidak bisa membuatmu bahagia"
"apa dia yang mengatakan hal itu?"tanya AeRa

Yeo Jin mengeleng dan tersenyum,"selama 3 tahun bersamanya, ada beberapa hal yang aku tahu tanpa dia mengatakannya. sekrang hal yang harus Jung Woo pertanggung jawbkan bukanlah dirimu tapi D&T Soft Ventures dan lebih dari 700 pegawai, tolong ingat itu"
aera yang mendnegar hal itu hanya terdiam tidak bisa berkata apa apa, sedangkan Yeo jin seperti tidak merasa bersalah sama sekali ia bahkan berkata "aku mohon pdamu"sambil tersnyum pada aera.

selepas berbicara dengan Yeo Jin, AeRa tidak langsung pulang ia melamun di tempat duduknya, "rasa berasalah, karna dia menyesal?" ujar aera pada dirinya sendiri lalu menghela nafas berat.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar