Senin, 21 April 2014

Drama Korea Cunning Single Lady Episode 12 Part 2



Paginya AeRa bersiap siap untuk melakukan presentasi dengan klien mereka hotel Shilla. Sebelum masuk keruangan Supervisor Kang dan Manager tim memberikan wejangan wejangan pada AeRa, manager tim bahkan mengatakan kalau ia tidak akan menerima kesalahan sedikitpun dari aera. Song Hee bahkan mengatakan kalau ia masih tidak percaya perusahaan ini memberikan klien yang besar untuk seorang pegawai magang.

AeRa terlihat begitu gugup ia takut jika melakukan kesalahan tapi Seung hyun mencoba menenangkan aera dengan mengatakan kalau aera harus percaya diri seperti biasanya.

Jung Woo, Yeo Jin dan para sekertaris mereka datang, Jung Woo lalu berhenti didepan aera, ia menatap aera. sementara Yeo Jin tersenyum santai pada aera.

Presentasipun dimulai, aera terlihat begitu gugup tapi tidak hanya aera yang saat ini jantungnya bekerja 100 kali lebih cepat tapi semua orang yang ada di ruangan tersebut.
AeRa memperkenalkan diri ia lalu menjelaskan tentang proposal produk acara ulang tahun pernikahan di hotel Shilla.
"Terdapat beberapa moment yang ingin di ingat oleh setiap pasangan. setelah bertemu orang itu untuk pertama kalinya, saat kita menjadi buta tidak bisa melihat apapun, dan hanya melihat orang itu "dialah orangnya" perasaan bahwa orang ini adalah segalanya bagiku didunia ini. mejadi orang yang paling penting bagi satu sama lainnya, mereka menjadi pasangan suami istri.
 tentu saja saat kita mulai hidup bersama, mata kita terbuka dan kita saling mengigit, merobek dan emncakar satu sama lain. tapi tetap saja , karna ada momen momen berharga itu, bukankah kita bisa bertahan dimasa masa sulit kita? "

AeRa mengakhiri penjelasan tentang proposal yang ia buat, klien dari hotel Shilla diam tidak berkata apa apa tapi para pegawai marketing terutama manager tim tampak puas dengan penjelasan dari aera. AeRa yang mendapat dukungan seperti itu mendapat tambahan kepercayaan diri, ia lalu kembali menjelaskan bahwa inti dari proposal mereka ini adalah acara yang akan diselengarakan berbeda dengan sesi makan makan dan saat pemberian lukisan yang menangkap momen momen bahagia akan ada sesi pemotretan untuk sang istri.

Klien mereka hotel klien menolak keras ketika AeRa mengatakan untuk membuat sesi pemotretan untuk sang istri karna menurut mereka ini terlalu berlebihan terlalu banyak memakan biaya. AeRa lalu mengatakan kalau mereka bisa menghemat biayanya dengan menggunakan aula hotel dan lagi ini bisa meningkatkan citra hotel Shilla.
 Saat AeRa sedang berbicara salah satu oarang yang duduk di dsana lalu nyeplos kalau wanita tidak menyukai hal hal semacam itu, contohnya saja istriny yang akan lebih senang jika ia diberikan cek tunai, salahs eoarang lagi berkata bukankah penanggung jawab hal ini masih lajang? kalau memang iya, berarti penanggung jawabnya kurang mengerti. orang hotel Shilla kembali angkat bicara kalau pihak mereka perlu mempertimbangkan hal ini kembali, Jung Woo yang ada disebelahnya tampak cemas tapi Yeo Jin tidak terlihat seperti itu bahkan ia terlalu terlihat tenang untuk proyek sebesar ini jika sampai gagal.

AeRa cemas, ia seperti ingin menangis. aera lalu melihat kearah Jung Woo dan mengangguk, Jung Woo yang melihat hal itupun ikut mengangguk. AeRa kemudian angkat bicara, "orang orang yang tidak mengerti , mungkin saja para suami yang sedang duduk disini?"

"saya pernah menikah dan dulunya saya adalah istri dari seseorang" semua orang yang ada disana kaget, Song Hee bahkan sampai berdiri dari duduknya sedangkan manager tim malah tampak sedih, raut wajah yang lain disana hanya lah Yeo Jin yang malah terlihat tampak kesal.
JUngWoo keluar dari ruang rapat, ia teringa kembali perkataaan AeRa saat didalam tadi, "alasan kenapa para istri bahagia dengan perayaan pernikahan mereka adalah setelah menadapat tas ataupun cincin bukan karna itu adalah hadiah yang mahal. meskipun mungkin  hanya surat tulisan tangan, mengingat akan hari itu dan sambil menyiapkan hadiah mereka berterima kasih karna hati suami mereka hanya memikirkan istri mereka."

"hal yang membuat istri paling bahagia adalah suami mereka, hati dari seorang suami"

Dikantornya Yeo Jin terlihat begitu kesal, ia bahkan meremas dan membanting proposal milik aera. 

Sementara di department marketing suasana gembira begitu terasa karna saat ini mereka baru saja mendapat kabar bahwa proposal proyek mereka diterima bahkan hotel Shilla ingin menjadikan poryek itu menjadi pryek regular pada musim pernikahan. Sangking senangnya manager tim, ia langsung ingin menuju ruang Yeo Jin untuk memberitahu tapi langkahnya di hentikan oleh Song Hee.

Song hee meracuni manager tim kalau proyek ini sudah dianti menjadi proyek regular maka hal ini akan begitu berlebihan jika mereka memberikan proyek ini pada seoarang pegawai magang apalagi kalau dilihat masa magang aera akan segera habis, jadi akan lebih baik jika hal ini di pegang oleh oaran yang benar benar adalah seorang peagawai tetap disini.

Mnager tim yang mendnegar hal itu lalu ingin menjawab perkataan Song Hee tapi hal itu ia urungkan ketika Jung Woo sudah terlanjur mendengar dan menghampiri mereka.

Jung Woo tanya apa maksud omongan song Hee, Jung Woo lalu beraih ke manager tim ia tanya bagaimana cara manager tim mengatur anak buahnya, ia sudah beberapa kali lewat didekat sini dan pada saat ia lewat ia melihat aera sedang bekerja lembur sedangkan yang lainnya tidak ada di tempat sudah pulang, apa boleh hal seperti itu dilakukan? "jika proyek ini berhasil itu karna aku tapi jika proyek ini gagal, itu berarti adalah karna bawahan"apa memang betul begitu
 Manager tim yang mendengar hal itu takut takut, ia bilang tidak begitu, ia bahkan terus meminta maaf pada Jung Woo sementar Jung Woo yang diminta maafin oleh manager tim malah sibuk dengan memberi sinyal pada aera dengan telunjuknya untuk aera pergi keatap.

AeRa menuruti kehendak Jung Woo untuk naik keatap, saat tiba disana tanpa mendekati Jung Woo aera mengambil ponselnya dan menelpon Jung Woo, "apa?"

"Apa?" seru Jung Woo mengulangi perkataan aera tadi dengan nada tidak setuju

Jung Woo tertawa ia mengatakan selamat pada aera karna proposal yang aera berikan pada  hotel aera berhasil bahkan mereka ingin membuatnya menjadi reguler. AeRa yang mendnegar hal itu hanya mengatakan terima kasih. JUng Woo lalu menanyakan apa aera punya waktu malam ini, ia ingin mengajak aera untuk makan malam bersama.

AeRa langsung to the point, apa Jung Woo saat ini sedang mengajaknya berkencan. Jung Woo tertawa keras, ia bilang kencan apa? ia kan hanya ingin mengajak AeRa mau makan malam bersama nya atau tidak.

AeRa yang mendengar perkataan Jung Woo lalu teringat dengan ucapan Yeo Jin yang mengatakan kalau Jung Woo hanya merasa berasalah padanya karna tidak bisa membuat mantan istrinya bahagia. AeRa lalu mengatakan kalau hari ini ia ada janji jadi ia tida bisa pergi. Jung Woo langsung memborong banyak pertanyaan pada aera, janji apa? dengan siapa? tapi aera tidak mau menjawab ia menyudahi percakapan di telpon dan pergi.

Jung Woo berteriak pada aera, ia ingin menghampiri aera tapi sayangnya pintu yang terkunci menghalanginya, Jung Woo lalu berteriak kalau ia akan tetap menunggu aera sampai aera datang, aera yang mendnegar hal itu lalu bilang kalau ia sudah mengatakan kalau ia tidak akan datang tapi Jung Woo tetap saja berteriak kalau ia akan tetap menunggu aera hingga aera datang.

Saat pulang kerja aera terus saja melamun ia terus teringat perkataan Jung Woo tadi padanya bahkan tanpa aera sadari ia menghela nafas keras. Seung Hyun yang ada didekatnya lalu berkata kalau aera terus seperti ini maka tanahnya akan runtuh. Seung hyun lalu tanya apa aera sedang khawatir lagi sekarang, aera menjawab tidak Seung hyun tanya lagi apa aera punya janji dengan seseorang? AeRa segera menjawab tidak ada, Seung hyun lalu mengajak aera kesuatu tempat.

Sementara Jung Woo seperti katanya tadi, ia memang benar benar datang kersetorant dan menunggu aera bahkan ia membawa seikat bunga dan menunggu dengan percaya dirinya bahwa AeRa pasti akan datang.

Seung Hyun mengajak aera untuk menemui orang dari hotel Shilla yang datang ke presentasi tadi, ternyata orang tersebut ingin merekrut AeRa untuk menjadi pegawai nya di hotel shilla., ia bilang kalau ia sudah memperhatikan aera sudah dari lama dan ia juga mendapat banyak informasi dari seung hyun.

AeRa yang di beri kesempatan itu kaget, ia tampak masih ragu untuk pergi dari D&T dan masuk ke hotel Shilla. orang dari hotel Shilla itu lalu bilang kalau AeRa tidak perlu terburu buru, AeRa boleh berfikir dulu dan lagi ia tidak meminta AeRa untuk langsung jadi pegawainya, AeRa juga mesti melewati sesi wawancara dulu dengannya.

Seung hyun yang ada disana lalu ikut nimbrung kalau hyung(orang dari hotel Shilla) tidak akan kecewa dengan AeRa, orang yang dipanggil Hyung tersenyum ia lalu mengoda Seung hyun dan bilang kalau informasi yang ia dapatkan dari Seung hyun tampaknya tidak begitu real karna sepertinya Seung hyun mempunyai perasaan pada aera.
Dan nasib jung Woo malam ini, ia masih dengan setia menunggu aera bahkan sampai tertidur dan baru terbangun ketika pelayan membangunkannya dan bilang kalau mereka akan tutup.
Sangking kecewanya Jung Woo bahkan sampai lupa menekan tombol lift hingga ia berfikir kalau lift yang ia gunakan sedang rusak.

Hingga malamnya Jung Woo sampai sampai tidak bisa tidur, ia terus saja geser sana geser sini, balik kanan balik kira karna kesal pada aera. jung Woo lalu memutuskan untuk menelpon aera tapi ketika telpon sudah tersambung Jung Woo diam tidak mengatakan apa apa. JungWoo lalu memberanikan diri bilang kenapa aera tadi tidak datang, AeRa menjawab bukankah ia tadi sudah bilang kalau ia tidak akan datang, Jung Woo bingung ia lalu bilang walaupun seperti itu ia khawatir pada aera, Jung Woo lalu memberi alasan kalau tadi Sek. gil mencoba untuk menelpon AeRa kan karna masalah pekerjaan tapi kenapa aera tidak mengangkatnya, ini kan pekerjaan penting.

AeRa lalu menjawab kalau ia tadi sedang mencuci jadi tidak dengar, Jung Woo yang mendnegar hal itu tediam mencuci? JungW oo seperti nya berfikir kalau berarti aera tidak datang tadi bukan untuk bertemu seseorang tapi karna mencuci, Jung Woo lalu tanya sedang dimana aera, dengan polosnya aera menjawab kalau ia sedang di studio.

Jung Woo yang mednnegar hal itu ngamuk sendiri, saat ia akan bangkit dari tempat tidurnya tiba tiba perutnya terasa sakit, ia lalu memanggil manggil Sek. gil.

Sek.Gil terus mengolok olok Jung Woo kalau perut Jung Woo sakit karna Jung Woo terlalu cemburu AeRa janjian dengan pria lain, apalagi kalau pria itu adalah Seung hyun. Jung Woo yang mendnegar hal itu lalu bilang ke Sek. Gil kalau dia ini memang sakit beneran dan lagi seharusnya Sek. gil mengantarnya saja ke rumah sakit apapun alasannya dan tidak perlu terus mengoceh.

Sek. Gil lalu bilang kalau saat ini masalahnya sakit Jung Woo itu bukan sakit serius, itu hanya sakit karna cemburu, Jung Woo kesal ia lallu bilang ke Sek. gil untuk tidak sok tau jika Sek. gil terus seperti itu maka Sek. gil akan celaka, ancam Jung Woo.

Dokter mengatakan kalau ini adalah maag akut, Jung Woo langsung melirik Sek. gil sedangkan Sek. gil yang dilihat seperti itu pura pura tidak melihat. Dokter lalu menunjukkan sesuatu pada Jung Woo ia lalu bilang kalau Jung Woo sepertinya sedang sagat stress ia lalu tanya apa Jung Woo akhir akhir in
i JUng Woo terus mengkhawatirkan sesuatu?

Sek. gil menjawab kalau pekerjaan bossnya akhir akhir ini adalah melihat kehidupan peribadi seseorang, Jung Woo lalu bilang kalau ia agak malu mengatkan hal ini pada dokter tapi akhir akhir ini ia selalu khawatir pada seseorang dan hal itu menyebabkan ia berhalusinasi yang tidak tidak, Setelah mengatakan hal itu Jung Woo berkta pada dokter kalau dokter jangan menganggapnya gila karna ia menceritakan hal ini karna ia masih normal benar benar normal.

Dokter yang mendengar hal itu lalu bilang apa orang yang ung Woo maksud ini adalah seorang wanita? bukan Jung Woo yang menjawab tapi sek. Gil ia bilang kalau Dokter benar sekali. Dokter lalu menyimpulkan kalau penyakit JungWoo ini akan sulit untuk di obati secara medis dan berkata kalau ini adalah penyakit cinta.


AeRa memberikan surat minta ijin pulang terlebih dahulu pada manager tim dengan sedikit ragu akan ditolak, manager tim yang menerima itu melihat alasan yang AeRa berikan disana dan disana tertulis kalau itu adalah persoalan pribadi. menurut sifat manager tim ia tidak akan memberikan ijin tersebut apalagi jika alasannya hanya ditulis persoalan pribadi tapi kali ini manager tim tidak banyak bicara ia hanya meminta aera untuk tidak menomorduakan pekerjaannya lalu menandatangani surat ijin tersebut.

dan ternyata ijin tersebut AeRa gunakan untuk datang ke hotel Shilla untuk wawancara, Seung hyun yang meegtahui hal itu bahkan memberikan permen(tradisi orang korea untuk memberikan gula gula jika ada tes penting, wawancara, peristiwa atau yang lainnya) dan berahrap wawancara AeRa berhasil. saat menunggu lift aera melepas  kartu tanda pengenalnya di D&T, ia lalu bilang apa ini akhir dari semuanya?

Jung Woo berjalan kearah ruangan aera, ia terus mengomel karna aera tidak mengangkat telponnya, ia bahkan bilang sesibuk apa sie pegawai magang dari CEO nya, CEO nya saja walaupun sibuk masih bisa menyempatkan diri untuk menelpon tapi mengapa seorang pegawai magang saja tidak bisa? pokoknya ia akan membalas aera. Jung Woo terus mengomel memarahi aera, ia ingin melihat apa pekerjaan aera sehingga tidak bisa mengangkat telponnya tapi tiba tiba Seung hyun yang dilewati JungW oo berkta apa Jung Woo kesini karna ingin mencari aera? Seung hyun juga bilang kalau aera sudah pulang terlebih dahulu meminta ijin, JungW oo yang mendengar hal itu langsung tanya khawatir apa aera sakit?

Seung hyun tersenyum, ia bilang kalau aera sedang pergi ke hotel shilla untuk wawancara, mendnegar hal itu Jung Woo kaget ia langsung berlari.

 Jung Woo mencari aera, aera berjalan diluar ditemani bunga bunga sakura yang sedang berjatuhan. Jung Woo melarikan mobilnya kejalanan saat ia melihat aera di sebrang jalan JungW oo langsung keluar dan memanggil AeRa, ia bahkan menyebrang jalan tanpa melihat mobil yang terus menerus berlalu lalang di sekitar sana aera yang melihat hal itu tentu saja berteriak takut Jung Woo tertabrak.

AeRa memarahi Jung Woo saat ia tiba di depannya, apa JungWoo itu gila bagaimana jika terjadi kecelakaan? Jung Woo tidak mendengarkan AeRa ia malah berkata,
"apa sebesar itu kau tidak menyukainya? apa sebensar itu kau tidak menyukainya jika bersamaku? jadi meskipun masa magangmu masih tersisa, apa kau tetap akan pindah keperusahaan lain?"

"Ya, dulu ataupun sekarang, bertahan hidup lebih penting buatku, lagipula aku memang akan meinggalkan perusahaan, bukankah sudah jelas kalau aku mengambil kesempatan yang bagus?"

"sudah terlambat bagimu untuk memberikan ku perhtian, memberikan perhatian padaku sekarang itu menggelikan"
"kenapa? kenapa kau sangat peduli padaku? apa aku menyedihkan? apa kau merasa menyesal? apa itu sebabnya kau seperti ini?"Seru AeRa mendesak JungW oo untuk memberikan jawaban

"bukan begitu"seru Jungwoo

"lalu kenapa kau ikut campur dan tertarik pada setiap detail kehidupanku?"

"aku.......mengalami "bunga plastik""
"apa?"tanya aera tidak mengerti
"bunga plastik, penyakit Cinta!"teriak JungWoo
AerA tertawa, "apa?"
"aku menyukaimu"
"AKU SANGAT MENYUKAIMU!"
AeRa terdiam tidak bisa mengatakan apa apa. 
"jadi jangan pergi"seru JungWoo

 AeRa tetap tidak menjawab hanya bisa menatap JungWoo, JungWoo yang melihat hal itu segera menarik leher AeRa dan menciumnya.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar