Senin, 21 April 2014

Drama Korea Cunning Single Lady Episode 8 Part 2


AeRa memutuskan untuk ikut bersama Jung Woo, Di mobil ia menelpon Min Young temannya untuk mengabarkan kalau ia akan pulang terlambat jadi Min Young tidak  perlu menunggunya.

Setelah menelpon Min young, AeRa melihat ke arah Jung Woo yang sedari tadi hanya diam. AeRa lalu bercerita kalau dari awal mereka menikah dulu, ia sangat bergantung pada ayah Jung Woo, ayah Jung Woo selalu membantunya, tapi kenapa tiba tiba sekali? Tanya AeRa yang bingung dengan kondisi keadaan ayah Jung Woo.
Jung Woo menjawab kalau ketika bisnisnya berjalan tidak lancar itu berdampak pada kesehatan ayahnya, mungkin memang ia lah penyebab ayahnya tidak sehat. Mendengar hal itu AeRa hanya bisa diam menatap Jung Woo prihatin.
Flashback

AeRa yang menikah dengan Jung Woo sekarang berada di rumah Jung Woo. Sebagai menantu baru AeRa membantu ibu Jung Woo, AeRa terlihat kesal ketika berusaha membersihkan kerak nasi yang tertempel di periuk, dengan kesal AeRa lalu menendang periuk tersebut.

Tanpa AeRa sadari Ayah mertuanya(Ayah Jung Woo) melihat hal itu, dengan tersenyum ia berkata pada AeRa, apa dengan AeRa menendang periuk tersebut, bisa membuat periuk tersebut pecah? AeRa yang kaget, langsung menunduk melihat ayah mertuanya memergoki dirinya seperti itu.
AeRa terlihat begitu senang ketika melihat periuk yang berisi kerak nasi tadi sudah berubah menjadi akuarium ikan, Ayah mertuanya yang berada tidak jauh dari AeRa terus melirik kearah AeRa yang tersenyum.

Sementara ibu mertuanya tampak tidak suka, ia berkata kalau suaminya menjadi tambah pikun setelah semakin tua, bagaimana bisa ia membuat periuk yang masih bagus untuk menjadi tempat ikan ikan. AeRa yang mendengar hal itu lalu bilang kalau sebaiknya mereka memakai rice cooker saja untuk memasak nasi, Ibu mertuanya yang mendengar hal itu hanya bisa merengut.
Sementara AeRa melirik ayah mertuanya, ia tau sedari tadi ayah mertuanya terus menatap kearahnya. AeRa tersenyum senang mengetahui hal itu begitu juga ayah mertuanya.

Flashback End
“Sebenarnya................ia pingsan karna stroke 3 tahun yang lalu”seru Jung Woo mengisi kediaman diantara keduanya.

“dan setelah itu, dia lebih banyak berbarig di tempat tidur”

“maksudmu dia tidak sadarkan diri selama tiga tahun?”tanya AeRa kaget dengan perkataan Jung Woo.

“meskipun tidak sering, dia sudah bisa mengenaliku”
“dan setiap kali dia ingat, dia menanyakanmu”

“aku?”seru AeRa kembali kaget

“itu sebabnya aku membawamu kesana sekarang”seru Jung Woo menjawab kebingungan dan kekagetan AeRa.

Mendengar hal itu AeRa hanya mengangguk mengerti.
Saat tiba, Jung Woo dan AeRa malah mendapati kakak Jung Woo yang terus menerus menangis menyebut nama ayahnya, Jung Woo dan AeRa yang mendengar hal itu segera berlari cemas.
Ketika masuk kedalam, Jung Woo hanya bisa melihat ayahnya yang sudah terbujur kaku. Jung Woo yang melihat hal itu menangis shock karna tak bisa bertemu ayah nya disaat saat terakhir, Jung Woo menangis begitu juga ibu dan kakaknya mereka menangis di samping ayah dan suami mereka sementara AeRa hanya bisa menutup mulutnya, menangis dari luar kamar.
Jung Woo menangis di depan abu ayahnya, seperti menyesali sesuatu...
Flashback

Ayah Jung Woo menghampiri Jung Woo dikantornya, setelah bertemu dengan Jung Woo ayah nya berjalan pulang.

Saat masuk Jung Woo mengambil amplop yang ditinggalkan ayahnya untuknya. Amplop itu berisi sejumlah cek uang dan sebuah surat.

Jung Woo, jika kau mengambil jalan yang mudah karna jalan lain terlalu sulit, maka mimpi akan tetap menjadi mimpi.

Dalam 10 tahun atau 20 tahun, ayah yakin bahwa semua kesulitan ini akan menjadi kenangan yang indah.

Ayah akan menunggu dan melihat hal itu terjadi, jadi kejarlah impian mu selalu.


Setelah membaca surat itu, Jung Woo hanya bisa diam. Berusaha menahan air mata yang sudah ada di pelupuk matanya.

Flashback End
Jung Woo menangis sesegukan mengingat kenangan itu “Karna aku......karna aku” sesal Jung Woo. 
AeRa lalu muncul dari arah belakang, ia merangkul Jung Woo mendekat padanya berusaha membuat Jung Woo tenang dalam pelukannya, mereka berdua larut dalam kesedihan mereka, seperti tidak ada batas antara mantan suami dan istri.
Yeo Jin bersikap biasa ketika Ayahnya memberitahu bahwa ayah Jung Woo meninggal. Ia malah membahas robert kim yang ayahnya kirimkan untuknya, ayah yang mendengar hal itu lalu bilang apa menurut Yeo Jin orang seperti Jung Woo bisa membahagiakannya.

Yeo Jin yang mendengar hal itu lalu bilang kalau inilah yang membedakan ayahnya dan dirinya, ayahnya selalu berfikir kalau kebahagian selalu diukur dengan uang. Padahal ayahnya sudah tau jawabannya.

Ayah mengambil foto keluarganya minus dirinya, dan berkata kalau ia adalah si pemotong kayu dari buku cerita “aku dan pemotong kayu” jadi ia tidak bisa memberikan anaknya pada istrinya. Karna ia tidak ingin istrinya dan anak anak terbang menjauh darinya.
Setelah mendapat telpon dari AeRa, Song Hee langsung melapor pada manager tim kalau ia mendapat telpon dari AeRa dan berkata kalau ia tidak masuk, AeRa hanya mengatakan hal itu tanpa mengatakan alasan yang jelas, ia hanya bilang kalau ada urusan pribadi padahal sudah jelas kalau AeRa hari ini harus menemui 2 klien nya.

Manager Tim yang mendengar hal itu jelas tidak percaya, ia berkata kalau AeRa sungguh tidak perofessional, ia lalu mengajak Song Hee untuk menemui 2 klien yang harus AeRa temui hari ini.
Supervisor Kang langsung memberitahu pada semuanya setelah melihat berita bahwa ayah CEO mereka meninggal.
Song Hee menelpon klien AeRa yang rencananya akan ia dan manager tim temui hari ini, Song Hee meminta maaf karna mereka juga tidak bisa pergi untuk menemui klien itu karna kbar kematian ayah CEO mereka. Setelah menelepon klien itu Song Hee berkata kalau klien itu pasti sangat marah sekarang.

Tidak peduli dengan perkataan Song Hee, Supervisor Kang malah membahas apa mereka tidak apa apa melakukan hal ini, karna setau dirinya CEO mereka tidak menerima uang duka dan kunjungan dari para pegawainya.

Manager tim yang mendengar hal itu lalu bilang kalau mereka harus mengesampingkan bisnis hari ini, mereka harus turut berbela sungkawa. Sementara Seung Hyun hanya diam mendengar kan perkataan senior seniornya, tampaknya pikirannya sedang memikirkan hal yang lain.
Ibu dan kakak Jung Woo mengosipkan AeRa saat orang orang sedang ramai ramainya berdatangan, kakaknya bilang kalau saat Jung Woo susah AeRa menceraikannya dan bilang kalau ia tidak bisa lagi hidup dengan Jung Woo tapi lihat sekarang ketika Jung Woo sudah sukses, AeRa bahkan sekarang berlari kesisi Jung Woo, ketika ayah sakit pun AeRa tidak pernah menjenguknya.

Ibu yang mendnegar hal itu lalu bilang kalau itulah maksudnya, Kakak Jung Woo lalu bilang kalau ia merasa beruntung karna mereka berdua bercerai cepat, bagaimana kalau waktu itu mereka sampai mempunyai anak. AeRa yang sedang membantu untuk menyambut tamu pun tanpa sengaja mendnegar hal itu, AeRa hanya bisa menundukkan kepala.
Ibu AeRa heran kenapa AeRa harus menghadiri acara kematian ayah Jung Woo, kalau dipikir pikir waktu AeRa bercerai, Ibu Jung Woo begitu kejam padanya. Mendnegar hal itu ayah bilang kalau itu adalah hak manusia, ia juga bilang kalau semasa pernikahan ayah Jung Woo terlihat begitu perhatian.
Saat sampai di depan rumah ayah CEO mereka, Song Hee kembali berusaha menelpon AeRa tapi tidak tersambung, Seung Hyun lalu bilang pada yang lainnya kalau ia tadi sudah mensms AeRa, AeRa harus datang walaupun selambat apapun ia datang nanti.
Semua tim marketing dikagetkan melihat AeRa yang ternyata sudah berada di rumah CEO mereka lebih awal. AeRa yang melihat hal itu kaget membulatkan matanya.
Song hee tanya apa yang dilakukan AeRa disini, mendengar hal itu AeRa kagok, tidak bisa berkata apa apa. Manager tim yang melihat AeRa seperti itu lalu bilang apa ini yang AeRa sebut sebagai urusan pribadi? AeRa yang mendnegar hal itu hanya bisa melirik kearah manager tim, bingung harus menjawab apa.

Supervisor Kang terlihat kecewa pada AeRa ia bilang kalau ia tidak berfikir AeRa itu licik, tapi kenapa sekarang AeRa malah ada disini, apa AeRa ingin mendapatkan simpati CEO mereka, dan mendapati nilai lebih?

Mendengar hal itu AeRa tergagap, belum sempat menjawab manager tim menambahi AeRa pertanyaan, “benarkah itu?”
AeRa bingung harus menjawab apa karna dirinya sekarang ditagih jawaban oleh orang orang yang ada di depannya sekarang dan untuk mengatakan kebenarannya itu adalah hal mustahil, jadi untuk menyudahi percakapan ini AeRa berkata dengan aneh kalau ia melakukan hal itu memang karna ingin mendapat simpati lebih dari Ceo mereka.

Mendnegar hal itu semua orang kaget termasuk Seung Hyun tapi kekagetan Seung Hyun karna ia merasa aneh dan ganjal dengan jawaban AeRa. Untuk menghindari pertanyaan yang lebih lagi Seung hyun lalu menyuruh para seniornya untuk memberi hormat terlebih dahulu.
AeRa kembali melakukan pekerjaan nya, Seung hyun mengikutinya, ia bertanya pada AeRa apa AeRa tidak membaca sms yang ia kirim pada AeRa. AeRa yang tidak fokus berkata kalau batrei hp nya habis jadi hp nya mati.

Seung Hyun yang mendengar hal itu mengangguk angguk , ia lalu tanya lagi bagaimana bisa AeRa tau untuk datang kesni? AeRa yang mendnegar hal itu kaget, ia lalu pura pura batuk untuk menghindari jawaban.
AeRa melakukan kesalahan ketika menyahut supervisor Kang yang ingin minta tambah makanan lagi, seharusnya orang yang menolong kalau ada warga yang meninggal adalah keluarganya sendiri, dan yang mereka ber 4 tahu AeRa bukanlah orang tersebut.
Song Hee yang melihat hal itu kesal, ia bilang kalau AeRa sudah sangat kelewatan, licik, hina, ia hanya pura pura peduli melakukan segala cara untuk mendapatkan simpati untuk bisa manjadi pegawai tetap , pandai berakting. Seung Hyun yang mendnegar hal tidak setuju, sementra supervisor Kang mengiya iya kan saja ucapan Song Hee. Seung hyun lalu berkata kalau AeRa memang orang yang perhatian dan ia juga peduli terhadap orang lain, ia tulus.
Song hee yang mendengar perkataan Seung Hyun tidak setuju, ia bilang kalau AeRa itu seorang penjilat, ia hanya berpura pura perduli padahal dibelakang orang tersebut ia merencanakan sesuatu. Mendengar hal itu Seung Hyun tidak setuju, ia menghempaskan sumpit yang ia gunakan dengan keras ke meja membuat semua orang kaget terdiam menghentikan kegiatan mereka.

Seung Hyun tersenyum, ia bilang kalau ia juga merencanakan sesuatu, jika teman sekerjanya saja secepat itu maka ia juga harus seperti itu, ia juga harus menjilat. Setelah mengatakan hal itu Seung Hyun pergi dari sana dan membantu AeRa .

Song hee kaget dengan sikap Seung Hyun, ia lalu bilang apa ia baru saja di perlakukan secara tidak sopan? Sambil makan supervisor kang bilang kalau itu karna Song Hee menegur AeRa. Song Hee tertawa ia bilang lalu apa salahnya seorang senior menegur juniornya, dengan santai dan tanpa beban sambil makan supervisor Kang berkata kalau bisa saja Seung hyun menyukai AeRa.

Song Hee kaget dengan perkataan supervisor Kang, apalagi supervisor Kang sendiri yang tidak menyadari ucapannya. Sementara manager tim bilang kalau hal itu tidak mungkin, ia lalu meminta keduanya untuk memakai celemek, karna mereka harus ikut membantu juga.

Song hee mengeluh kalau hal ini semua terjadi karna mereka salah menerima pegawai magang. Kakak Jung Woo yang ada di sebelah mereka kaget mendengar hal itu, ia baru tau kalau AeRa adalah pegawai magang di perusahaan jung woo.
Kakak Jung Woo melabrak AeRa ia bilang kenapa AeRa ini begitu kotor, AeRa yang tidak tau apa apa tanya ada maslah apa, kakak ipar.

Kakak Jung Woo yang dipanggil seperti itu tidak terima ia bilang kalau mereka sekarang orang asing karna Jung Woo dan AeRa sudah bercerai. Kakak jung Woo lalu tanya apa rencana AeRa sebenarnya, apa AeRa cemburu melihat Jung Woo sekarang sukses atau jangan jangan AeRa datang kesini karna ingin memungguti sisa sisa makanan, AeRa yang mendengar hal itu tidak mengerti apa maksudnya.

Kakak Jung Woo lalu bilang apa tidak ada perusahaan lain yang bisa AeRa masuki selain perusahaan milik Jung Woo, sebenarnya apa rencana AeRa, ia merinding dengan niat jahat AeRa ini. kakak Jung Woo lalu meminta AeRa untuk segera keluar dari hidup Jung Woo kalau tidak...........
Jung Woo datang menghentikan ucapan kakaknya, lalu membawa AeRa untuk pergi dari sana. Saat Jung Woo berusaha membawa AeRa pergi dari sana, kakaknya terus berkata apa Jung Woo harus melakukan hal ini , Apa Jung Woo tidak ada hati, apa Jung Woo lupa mengapa ayah mereka jatuh pingsan.

Jung Woo menghentikan langkahnya tanpa menoleh kebelakang sementara AeRa bingung, Jung Woo lalu menarik Ae Ra lagi untuk pergi dari sana.
Ayah AeRa menelpon AeRa ia ingin ikut berbela sungkawa, AeRa yang mendengar hal itu kemudian bilang kalau ia akan segera pulang jadi ayahnya tidak perlu kesini dan lagi tidak ada hal yang seprti ayahnya khawatirkan karna hari ini  adalah hari berkabung jadi tidak ada sesuatu yang buruk terjadi(aku rasa yang dimaksud ayah adalah ibu dan kakak Jung Woo)

Usai AeRa menelpon Jung Woo meminta maaf pada AeRa karna AeRa harus mendengarkan kata kata semacam tadi dari kakaknya padahal sudah jelas kalau dialah yang mengajak AeRa kesini. AeRa yang mendnegar hal itu tidak menyalahkan Jung Woo, ia bahkan bilang kalau ia memang harus datang. Jung Woo lalu meminta AeRa supaya pulang karna pegawai yang lainnya akan memperhatikan mereka, setelah mengatakan hal itu Jung Woo akan pergi,.
Tapi langkahnya, dihentikan oleh AeRa, AeRa tanya apa maksud kakak Jung Woo kalau ia lah yang meyebabkan ayah pingsan. Jung Woo yang mendnegar hal itu awalnya hanya diam, ia lalu bilang kalau sebenaranya itu adalah kesalahannya, setelah mendengar kabar perceraian, ayahnya jatuh pingsan hari itu.
Yeo Jin datang ke tempat Jung Woo bersama direktur Oh, ia bertemu dengan tim marketing lainnya. Dengan berusaha mengambil wajah di depan Yeo Jin, manager tim bilang kalau mereka langsung kesini ketika mendngar berita itu, Yeo Jin yang mendnegar hl itu lalu bilang untuk pulang karna mereka sudah bekerja keras.

Yeo Jin lalu tanya dimana Jung Woo, Manager tim bilang kalau baru saja Jung Woo ada disini.

Saat Yeo Jin akan pergi mencari Jung Woo, Yeo Jin tanpa sengaja mendengar manager tim yang berbicara pada Song Hee tentang kedatangan AeRa yang kesini sendrian.
AeRa menangis setelah mendengar cerita dari Jung Woo, ia bilang kalau sekarang ia tau mengapa kakak Jung Woo begitu membencinya, kakak Jung Woo pasti benar benar membencinya.

Jung Woo terlihat sedih melihat AeRa yang menyalahkan drinya sendiri tapi ia berusaha tidak menampilkannya, ia malah bilang kalau ia berterima kasih karna AeRa sudah mau membantu, AeRa yang mendengar hal itu lalu bilang kalau ia juga berterima kasih pada Jung Woo yang sudah mau mengajaknya.
Yeo Jin yang sedang berjalan tanpa sengaja melihat AeRa dan Jung Woo yang sedang berduaan, Yeo Jin terlihat tidak suka.
Yeo Jin dan Direktur Oh ada di depan abu ayah Jung Woo, Direktur Oh sudah duduk bersiap untuk memberi hormat tapi tidak dengan Yeo Jin, ia hanya menundukkan kepalanya memberi hormat. Setelah melakukan hal itu Yeo Jin bilang ke Jung Woo yang saat itu ada didekat sana dan bilang kalau ia minta maaf karna ia tidak memberi hormat dengan benar karna agamanya.

JUng Woo yang mendengar hal itu memaklumi, ia bahkan berterima kasih karna Yeo Jin menyempatkan kesini diwaktunya yang sibuk.
Ibu Jung Woo ingin marah pada JungWoo setelah mendapat cerita dari anaknya, tapi ia tidak melakukan hal itu ketika melihat Yeo Jin. Kakak Jung Woo berkata pada ibunya bahwa Yeo jin adalah orang yang menanamkan modal pada perusahaan jung Woo.

Mendnegar hal itu ibu Jung Woo tampak gembira, ia bahkan mengatakan kalau Yeo Jin itu cantik dan baik hatti, ia sudah banyak menolong Jung Woo mereka,. Ibu lalu memegang tangan Yeo Jin seakan mereka sudah sangat dekat, ia bilang apa yang mesti mereka balas setelah semua yang Yeo Jin lakukan untuk  membantu Jung Woo, Jung Woo yang melihat hal seperti itu hanya diam.
AeRa melihat kearah Jung Woo yang berdiam diri, dari kejauhan AeRa memberi sinyal pada Jung Woo kalau ia akan pulang. Jung WoO yang melihat hal itu tersenyum, saat akan pulang mata AeRa malah melihat kearah keakraban kedua perempuan itu, ibu dan Yeo Jin, melihat hal itu AeRa tampaknya kecewa.
Dan tanpa diduga duga, Seung hyun muncul dari belakang AeRa, ia melihat kearah AeRa dan Jung Wo yang sedang bertatapan, Seung hyun seperti yakin jika tatapan itu bukanlah tatapan sembarangan, ia menangkap sesuatu.
Sementara Yeo Jin yang melihat kearah Jung Woo, malah melihat Jung Woo menatap kearah lain, saat Yeo Jin menoleh kearah mana Jung Woo melihat, Yeo Jin malah melihat AeRa yang sedang menatap kearah posisinya berdiri, tak lama kemudian AeRa ditarik oleh Seung Hyun adiknya pergi. Yeo Jin melotot begitu juga jUNG Woo.

Seung hyun terus menarik AeRa walaupun AeRa meminta Seung hyun untuk melepaskannya,
“apa kau menyukai Cha Jung Woo?”
AeRa yang mendnegar hal itu kaget,


“kau tidak mau menjawab? Aku tanya lagi, apa kau menyukai Cha Jung Woo?” teriak Seung hyun frustasi
“Dengar tuan Kook”
“hari ini aku sangat lelah sekali dan sedih jadi jangan memancingku”ucap AeRa lunglai

“jadi mengapa kau meguras tenagamu sendiri dan dimaki maki karna melakukan hal yang tidak diminta orang?

“akulah orang yang dimaki dan mendapatkan kesulitan, kau tidak perlu memikirkannya” ujar AeRa

“karna aku membencinya”teriak Seung Hyun
“aku bisa gila karna itu mengangguku”

Seung Hyun lalu menambahkan,
“ya, kau sampai disini lebih awal dan kau mungkin bantu bantu karna kau tidak bisa duduk diam, karna kau orang semacam itu”
“tapi kenapa kau begitu perhatian pada setiap orang seolah olah kau melakukan kejahatan” Ujar Seung hyun

“Kook Seung hyun”ujar AeRa memperingati Seung Hyun

“aku menyuruhmu untuk percaya dirikan, iya kan? Itu lebih tepat buatmu Na AeRa”
“kenapa kau menelan harga dirimu dan mengurusi setiap orang?”
“jika aku melihatmu seperti ini.....melihat itu aku............(AeRa bingung dengan sikap Seung hyun, tapi tampaknya AeRa menyadari sesuatu)”

Seung Hyun belum menyelesaikan kalimatnya tapi supervisor kang sudah memangggil mereka tanpa menunggu AeRa langsung menyahut untuk menghindari Seung hyun.
Di mobil AerA disindir oleh Song Hee, jika saja AeRa melakukan pekerjaan kantornya seperti hari ini yang dilakukan AeRa dirumah CEO mereka. Mendnegar hal itu supervisor kang nyambung bukankah AeRa bilang kalau AeRa hari ini ada urusan pribadi, apa CEO itu adalah keluarga AeRa?

AeRa yang mendnegar hal itu segera membantah, ia bilang kalau CEO mereka tentu saja bukan keluarganya, setelah menyelesaikan urusan pribadi, ia mendnegar kabar ini dan langsung datang sedikit lebih awal dari semuanya.  Mendnegar hal itu manager tim lalu nyambung kalau hari ini semuanya sudah bekerja dengan keras terutama AeRa yang selama bergabung baru kali ini ia melihat AeRa segigih ini.

AeRa yang mendengar hal itu diam saja, ia lalu menoleh kearah Seung Hyun yang sedar tadi diam, menatap keluar jendela.
Sementara Jung Woo duduk diluar sendirian, ia lalu menatap kebelakang
flashback
AeRa duduk di dekat peristrahatan terakhir ayah mertuanya, ia membuatkan kopi kesukaan ayah mertuanya, AeRa lalu berbicara seperti sedang berbincang bincang dengan ayah mertuanya, AeRa bilang seharusnya ia membuatkan kopi untuk ayah mertuanya dengan campuran 2 2 2, AeRa menangis ia minta maaf karna hari ini ia hanya membuat kopi instan dan tanpa AeRa sadari Jung Woo melihat itu semua.

Flahback end
Seung hyun dan Jung Woo sama sama melamun, ,,,,,,,,,,,

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar