Senin, 21 April 2014

Drama Korea Cunning Single Lady Episode 9 Part 1


Sekembalinya aera dari Rumah Jung woo, aera tampaknya masih sedih. Untuk mengusir rasa sedihnya aera mencuci selimut di malam hari, sampai sampai Hal ini membuat min young khawatir pada aera.

Saat aera berada di perusahaan, secara tidak sengaja Ia berpapasan dengan Jung woo Dan yeo jin. Aera berhenti untuk memberi hormat pada CEO mereka begitu juga dengan karyawan lainnya yang saat itu berada disana.

Saat berpapasan dengan aera, Jung woo memang terus berjalan tanpa berhenti tapi Ada satu  Hal yang bisa kita liat. Walaupun Jung woo terus berjalan, matanya terus melihat kearah aera.

Setelah Jung woo Dan yeo jin lewat, karyawan yang ikut memberi hormat bergosip, jika CEO mereka Dan yeo jin dikabarkan sudah berpacaran, bahkan ketika yeo jin datang ke Rumah duka, ibu Jung woo memperlakukannya seperti menantu sendiri. Karyawan yang lainnya yang mendengar Hal itu lalu bilang kalau keduanya memang cocok, yang satu cantik Dan yang satu lagi ganteng. Aera yang mendengar Hal itu hanya diam menanggapi.


Ketika aera melihat seung Hyun yang sedang mengangkat galon, aera berlari kearahnya ingin membantu tapi diluar dugaan seung Hyun tidak menanggapinya Dan malah meninggalkan aera.


Pagi pagi aera sudah di semprot oleh song hee karna pakaiannya yang serba hitam song hee bilang kalau aera seakan akan masih berada di Rumah duka, song hee juga bilang kalau ini sudah bulan maret Dan musim semi kenapa aera malah terlihat murung sebagai seorang pegawai magang.

Dengan kesalnnya song hee lalu bilang kalau CEO mereka tidak akan bersimpati pada aera walaupun aera melakukan Hal ini.  

Aera yang melihat song hee seperti itu merasa aneh, Ada apa dengan song hee.

Supervisor kang yang Ada disana tertawa, Ia lalu bilang song hee seperti itu karna Ia mendengar kalau CEO Jung woo Dan yeo jin mempunyai hubungan Dan kabarnya mereka akan segera menikah.

Aera mendapat pesan singkat dari seung Hyun yang menyuruhnya ke atap. Aera terlihat kesal melihat seung Hyun yang seenaknya memintanya pergi.

Saat aera datang seung Hyun langsung memberikannya sekaleng minuman,
Dengan masih bersikap cuek seung Hyun berbicara pada aera,

"Na aera, bisakah Kau menolongku sekali saja?" seru seung Hyun tegas

Apa? Tanya aera heran.


"aku pikir kalau aku belum mendengar jawabannya, tapi sepertinya akan lebih mudah jika aku mendengarkan"

"Na aera siii, apak Kau menyukai CEO cha Jung woo?"Tanya seung Hyun sambil menatap kearah aera.

Aera yng ditanya seperti itu diam, matanya terus bergerak seperti ingin menghindari pertanyaan dari seung Hyun, sambil memainkan tutup kaleng minuman yang Ia pegang aera menjawab. "kenapa......kenapa Kau ingin tau tentang itu?"


Seunh Hyun yang sedari tadi terus melihat gerak gerik aera lalu berkata, "Kau benar,aku juga bertanya pada diriku sendiri"

Seung Hyun mengubah arah posisi tubuhnya langsung menatap aera, penuh harap dengan jawaban aera, "apa Kau menyukainya?"

"tidak" jawab aera setelah sekian lama bungkam, mendengar Hal itu seung Hyun menambah tatapan ingin taunya pada mata aera, "karna aku sudah menjawab, aku bisa bertanyakan?" seru aera yang kini balik bertanya pada seung Hyun.

"kenapa Kau ingin tau tentang Hal itu? Dipemakaman Dan bahkan sekarang, kenapa Kau bertingkah seperti Kau marah Dan kesal? Kau bukan anak kecil." seru aera kesal.


"anak kecil?" ulang seung Hyun
"siapa? Aku?" seru seung Hyun
"apa Kau pernah lihat anak kecil yang tinggi Dan normal sebelumnya?"seru seung Hyun memprotes perkataan aera.
Aera berdecik lalu menunjuk seung Hyun dengan jarinya, "pernah!"

Tapi perkataan itu segera terlupakan ketika aera menyadri Ada sesuatu di jarinya, tutup kaleng minuman yang Ia pegang. Aera mencoba melepaskannya tapi tidak bisa, seung Hyun lalu juga ikut berusaha melepaskannya.


Seung Hyun terus mencoba membantu aera, sedangkan aera terus berteriak karna kesakitan. Mata aera melotot membesar ketika melihat seung Hyun memegang gunting untuk melepaskan tutup pembuka kaleng minuman tersebut.

Setelah berhasil di lepas seung Hyun Tanya kenapa aera meletakkan pembuka kaleng minuman itu dijarinya, apa aera membayangkan sesuatu seperti sebuah lamaran?


Belum sempat aera menjawab manager Tim masuk Dan menanyakan apa yang mereka berdua lakukan. Setelah mengatakan Hal itu manager Tim memberi tugas pada aera untuk membuat konsep untuk hari jadi pasangan, Dan itu harus selesai besok,  aera yang mendnegar Hal itu lalu bilang kalau sore ini Ia harus pergi untuk pekerjaan kantor.

Manager Tim tersenyum Ia bilang kalau aera bisa mengerjakannya setelah aera pulang dari pekerjaan kantor, Ia minta aera bekerja seperti di Rumah duka CEO mereka kemarin, sangat rajin Dan agresif.


Yeo jin yang dulunya tidak ingin ikut seminar yang diadakan sambil rekreasi kini mau ikut, Ia bilang ke manager Tim yang ingin meminta tanda tangannya untuk proposal seminar itu kalau Ia ingin ikut karna Ia ingin lebih dekat dengan para pegawainya.

Manager Tim yang mendnegar Hal itu kaget, dengan tergopoh gopoh Ia mengumumkan pada yang lainnya untuk mempersiapkan seminar Kali ini dengan baik, Ia juga menyuruh song hee untuk memesan makanan yang enak enak. Song hee Dan supervisor kangg yang menndegar Hal itu kaget karna sebelum nya manager Tim mereka tidak terlalu antusias melakukan seminar ini, bahkan manager Tim hanya meminta yang lainnya untuk membawa uang receh untuk main go stop, Dan memesan makanan alakadarnya. Manager Tim yang mendnegar Hal itu tersnyum ganjil, Ia lalu bilang kalau Kali ini yeo jin akan ikut jadi semuanya harus melakukannya dengan baik.


Jung woo Dan yeo jin makan malam bersama saat makan, yeo jin mengajak Jung woo untuk mengikuti seminar mereka sambil berekreasi. Jung woo yang diminta seperti itu tidak menjawab pasti kalau Ia akan ikut atau tidak.

Yeo jin lalu memberikan kado dasi yang ingin Ia beri pada Jung woo waktu itu, saat Jung woo membuka hadiah itu, Ia bilang kalau Ia suka. Yeo jin berbohong bilang ke Jung woo, kalau waktu itu ketika Ia memilihnya Ia ragu apa Jung woo suka atau tidak tapi sekarang Ia senang mengetahui kalau Jung woo menyukainya.

Jung woo tersenyum Ia bilang kalau Ia akhir akhir ini sibuk sekali begitu juga sek. Gil jadi mereka belum sempat untuk membeli barang padahal ia memang berencana untuk membeli dasi. Yeo jin yang mendengar Hal itu kemudian memberanikan diri dengan bilang ke Jung woo kalau Ia mau kedepannya membelikan Dan menyiapkan dasi untuk Jung woo.

Mendnegar Hal itu awalnya Jung woo diam, Jung woo lalu mengucapkan terima kasih pada yeo jin karna ketika Ia berada dirumah sakit yeo jin sudah menjaganya, yeo jin yang mendengar Hal itu tidak berkata apa apa , Ia hanya tersenyum.


Ketika aera mengatakan pada min young kalau Ia akan pulang terlambat karna harus lembur, min young memarahinya, Ia bilang nantinya kan aera akan berhenti, mengapa aera harus capek capek sekarang.

Mendnengar Hal itu aera bilang kalau Ia harus melakukan apa yang memang harus Ia lakukan,. min young lalu bilang apa aera akan melakukannya seperti ultah pernikahan kemarin? Mendengar Hal itu aera diam, mematikan telponnya.

Aera Dan Jung woo tanpa sengaja berpapasan, mereka berdua saling menoleh. Aera lalu bilang kalau Jung woo sudah bekerja keras, karna sudah bisa kembali setelah peristiwa itu, Jung woo yang mendengar Hal itu lalu bilang kalau aera juga melakukannya dengan baik.

Setelah percakapan itu Ada jeda beberapa saat hening, Jung woo lalu mengawali pembicaraan, apa aera akan lembur lagi, aera mengangguk.


Jedaaaa sesaat....
"bagaimana dengan makan malam?"Tanya keduanya berbarengan.

Jeda.....
"apa yang mau Kau makan?"Tanya Jung woo memecah keheningan.

Aera menjawab sambil menunjuk barang yang Ia bawa, cemilan lalu menawarkan apa Jung woo mau juga?

Jung woo menjawab dengan terburu Buru kalau Ia tidak mau, tapi kemudian Ia juga menambahkan jawabannya pula dengan cepat kalau memang itu yang diinginkan aera....


Jung memprotes makanan yang disebut aera sebagai makan malam,
"kenapa Kau makan makanan seperti ini? Ini bukan makan malam" seru Jung woo pada aera akrab.

Aera yang melihat Dan mendengar perkataan Jung woo awalnya sedikit canggung, "Kau terlalu banyak bicara , makan saja" sahut aera canggung.

"kenapa? Karna sayang untuk membuangnya?"seru Jung woo mengejek aera
"Kau masih harus menyiapkannya setelah semua ini"seru Jung woo.

"aku membelinya untuk dimakan dengan karyawan yang lembur lainnya"sahut aera sewot.

"Kau selalu seperti itu, selalu membelinya dengan porsi banyak bahkan terlalu banyak untuk 2 orang, itu Lah kenapa selalu bersisa"

"jika aku menyiapkannya hanya dengan porsi sedikit, itu akan terasa tidak enak" sahut aera

"tentu saja Kau harus berfikir seperti itu"seru Jung woo.


Aera yang mendengar Hal itu diam melirik tajam pada Jung woo, Jung woo yang dilihat aera seperti itu berusaha melawan diri dengan bilang"apa" tapi tanpa suara, Dan dengan wajah yang takut takut. Aera terus melirik tajam kearah Jung woo lalu memukul pelan Jung woo.

Saat aera akan mengambil minuman tanpa sengaja Ia melihat kemasan kopi instan, aera lalu mengambilnya, Ia ingat kalau Ayah mertuanya suka kopi campuran 2 2 2 buatannya, Jung woo yang sedang makan melihat aera yang menemukan kemasan kopi instan yang Ia pegang ketika Ayah nya meninggal. Aera tersenyum mengingat Hal itu.


Saat membuka sebelah kulkas jung woo aera bilang kenapa tidak Ada makanan dirumah CEO, Jung woo bahkan tidak punya apa apa untuk diminum. Jung woo pergi kearah aera Dan membuka sebelah pintu kulkas lainnya Dan bilang kalau kulkasnya penuh dengan minuman. Aera yang melihat Hal itu melonggo karna Ada begitu banyak minuman tersedia, aera lalu melirik kearah Jung woo, begitu juga Jung woo.


Aera melihat video syutingnya waktu itu di laptop Jung woo, aera lalu protes kenapa wajahnya disini terlihat begitu tembem. Jung woo menghampiri aera Dan ikut melihat apa yang aera lihat, saat Jung woo melihat kearah laptop muncul gambar ketika dirinya membenarkan celana supermannya.

Melihat Hal itu Jung woo langsung menutup laptop tersebut

 Dan bilang ke aera kenapa  aera menyentuh barang milik orang lain. Aera protes kalau disana juga Ada wajahnya jadi dia boleh melihatnya Dan lagi kenapa Jung woo tidak memberikan video ini padanya padahal sudah jelas kalau Ia juga model disana Dan Ia berhak untuk melihat video ini. Mendnegar Hal itu Jung woo tidak bisa berkata apa apa lagi, Ia bilang kalau aera selalu saja menuntut haknya...

Aera yang mendnegar Hal itu lalu bilang kalau Jung woo Lah yang menyuruhnya seperti ini Dan lagi tanpa bayaran, Jung woo lalu berdebat dengan aera kalau seharusnya aera itu bangga karna menjadi model untuk perusahaan tempatnya bakerja, seharusnya aera tau kalau wajah aera itu bukan wajah seorang model. Walaupun aera cantik ketika Ia muda tapi sekarang ceritanya berbeda.


"Kau sangat tua" seru Jung woo pelan.

"tua?" seru aera ngamuk

Aera melirik tidak percaya pada Jung woo, Jung woo kembali dengan wajah takut takut bilang ke aera seakan menantang, "apa?" "apa? Apa? Apa?"seru Jung woo tapi tak berani menatap aera.

Aera berdecak, "maaf CEO cha"
"ya, aku sudah tua sekarang, tapi jika seorang wanita kehilangan kesegarannya, itu artinya mereka semaikin mekar. Haruskah aku katakan itu adalah keanggunan alami?" ujar aera bangga.
 Jung woo tersenyum, Ia lalu membuka tas, menarik bantal Dan membuka bantalan sofa Dan bilang dimana? Dimana letak keanggunan aera?"

Jung woo lalu membuka jaket aera, lalu bilang, "ahhh...aku tau letak keanggunanmu, aku menemukannya!"
aera marah tangannya langsung bereaksi akan memukul Jung woo, "jangan menyentuh bulu hidup Singa yang sedang tidur! Aku benar benar sudah dewasa sekarang"


"Kau menggunakan kata "dewasa" karna Kau tau apa artinya kan?" ejek Jung woo.

Aera langsung bereaksi dengan mengambil bantal untuk memukul Jung woo, "lihat lihat ini! Kau tidak tau arti dewasa itu, jika Kau tau, Kau tidak akan melakukan ini, tidak akan!" seru Jung woo. Tanpa menunggu lama aera langssung memukul Jung woo dengan bantal cemberut,

Jung woo tertidur di sofa, aera menyelimuti Jung woo, Ia juga membuka kaos kaki yang masih Jung woo pakai saat tidur. Aera lalu menatap Jung woo Dan bilang" jadi ini apa yang Kau inginkan, Jung woo."


Dalam tidurnya Jung woo mengerutkan dahinya, seperti sedang mimpi buruk." maaf tapi aku akan bertanggung jawab sebelum pergi, walaupun begitu hanyaa ini yang tepat dilakukan untuk orang yang percaya padaku" seru aera dalam Hati. Setelah mengatakan Hal itu aera meletakkan jari tangannya ke dahi Jung woo, mendpat sentuhan seperti itu dahi Jung woo kembali normal, Ia tertidur pulas.


Aera memulai pekerjaannya Dan dari raut wajah aera terlihat kalau pekerjaannya malam ini berjalan lancar, Ia mempunyai insiparasi yang bagus malam ini. Sementara itu tanpa diketahui aera ternyata Jung woo melihat aera, Jung woo bangun dari tidurnya.


"kenangan dengan istri Dan suami yang ingin Anda kenang.... Kita akan menggambar kennagan itu untukmu"

Itu Lah judul proposal yang aera berikan pada manager Tim pagi harinya,aera juga menjelaskan kalau setiap pasangan pasti memilikinya, kenangan dengan istri ataupun suami mereka yang tetap mereka simpan diingatan mereka, memberikan hadiah sebuah kenangan bukan foto tapi gambar yang unik. 

manager tim yang mendengar penjelasan aera terlihat sekali dari raut wajahnya kalau Ia begitu begituuuuuu kagumm dengan hasil karya aera, bahkan Ia terus bertanya pada aera apa benar ini adalah hasil ide aera sendiri, manager Tim tidak percaya. Seung Hyun yang Ada disana tersnyum, Ia bilang kalau itu memang murni hasil aera, Dan itu Ia kerjakan sendiri sepanjang malam. Walaupun sudah jelas terpancar kalau manager Tim suka dengan ide yang diberikan aera tapi tidak segampang itu membuat manager Tim memuji aera, Ia bahkan hanya bilang kalau aera sudah bekerja keras Dan langsung mengingatkan aera untuk seminar.
Saat aera akan naik lift, aera tanpa sengaja melihat Jung woo yang Ada didalam lift Dan sedang menggunakan dasi berwarna Abu Abu, mengingat Hal itu aera teringat kalau dasi itu adalah pilihannya yang Ia pilih untuk yeo jin berikan pada orang yang yeo jin suka, aera juga ingat perkataan yeo jin yang mengatakan kalau seorang wanita memberikan dasi pada seorang pria itu artinya wanita itu ingin memiliki pria tersebut.

Di atap aera kembali mengingat kata kata yeo jin yang bilang kalau orang yang Ia suka itu membosankan Dan gila kerja., aera menghela nafas panjang mengingat Hal itu.


Sementara seung Hyun yang baru saja datang langsung memamerkan wajah cemberutnya di depan wajah aera. Aera kaget, Ia Tanya sedang apa seung Hyun. Seung Hyun lalu bilang kalau Ia hanya menuruti ekpresi yang dibuat aera, memangnya apa yang aera pikirkan?.

Aku? Seru aera
"iya, bahkan jika Ada wajah yang tidak menyenangkan kalau itu Kau, aku sangat khawatir"seru seung Hyun.
Aera yang mendnegar Hal itu bilang kalau seung Hyun itu berlebihan."seung Hyun siii, pikiranmu itu sebesar samudra pasifik, Kau terlalu khawatri dengan orang lain".
 
Seung Hyun lalu bercerita jika dirumahnya Ada orang yang suka marah marah, aera mau tau apa pekerjaanya dirumah? Setrikaan, ujar seung Hyun.

Aera yang mendengr Hal itu heran setrikaan?

Seung Hyun menyentuh kening aera dengan kedua jarinya, Dan bilang kalau Ia akan meratakan kerutan yang Ada pada kening orang itu seperti ini, aera yang mendapat perlakuan seperti itu meminta seung Hyun melepaskannya bukannya dilepas seung Hyun malah memainkan. Wajah aera, mulai dari kening Dan mulut Dan Hal itu di lihat jelas oleh Jung woo.


Jung woo kembali ke rumahnya, sambil menuang air minum Jung woo mengingat perkataan seung Hyun.

Fantastik, dia wanita yang sangat bijaksana yang tidak akan membuat kesalahan yang Sama dua Kali, selain itu ketika sang pria sedang terguncang, dia wanita yang atu bagaimana mengenggamnya.

"na ae ra siii?"simpul Jung woo atas semua perkataan seung Hyun selama ini padanya.
Sek.Gil yang bru saja datang langsung menghmpiri Jung woo, Ia menegur Jung woo karna air yang Jung woo tuang sudah melebihi kapasitas gelas. Jung woo kaget, sek.Gil tanya Ada apa, Jung woo menjawab kalau tidak Ada apa apa, bukannya diam sek. Gil malah kembali bertanya seakan tau kalau Jung woo sedang berbohong, apa ITU? Jung woo yang menndegar Hal itu kesal, Ia berteriak kalau tidak Ada apa apa, mendewngar itu sek.Gil dengan cueknya pergi tidak menghiraukan Jung woo. 

 

Dan ketika sek.Gil pergi kini giliran Jung woo yang mengejarnya, dengan sedikit malu malu Jung woo Tanya ke sek.Gil.
"apa yang Kau pikirkan tentang situasi ini?"

"situasi apa?"Tanya sek.Gil

"jadi....... Kemarin..... kebetulan......, sangat tidak sengaja mendengar ini..."
"aku tidak bisa mengatakan ini"ujar Jung woo tertawa

"apa?" Tanya sek.Gil tersnyum.

"seorang teman dekat dari seorang laki-laki, mencoba berkencan dengan mantan Laki Laki tersebut.. Meskipun bertingkah dingin sedang tren sekarang, bukankah ini terlalu kontroversial?"seru Jung woo

"apa maksudmu kontoversial? Mereka bahkan bukan saudara kandung!" ujar sek. Gil menanggapi Jung woo
 
 

 Jung woo yang mendnegar Hal itu kaget, Ia lalu bilang,
"ah, iya. Mereka itu seperti kakak adik, seperti mempunyai hubungan darah"

"seperti dirimu Dan kook seung Hyun?"tebak sek. Gil pas mengenai sasaran.

Mendengar Hal itu Jung woo kembali kaget dengan terbata bata Jung woo menjawab "ya, sangat mirip"

"jika itu mirip maka........" sru sek. Gil berfikir

"benarkan? Ini terlalu kontroversial, benarkan? Ujar Jung woo tidak sabaran

"ya, tapi mengapa?Tanya sek. Gil lagi.
"apa Na aera sii Dan kook seung Hyun berkencan? Tebak sek. Gil yang lagi lagi pas mengenai sasaran.

Mendengar Hal itu Jung woo seakan tidak bisa berkata apa apa lagi, Ia tertawa canggung "apa yang Kau katakan bocah? Kau sangat lucu!"


Melihat tingkah Jung woo sek.Gil tau jika tebakannya benar, "aku tau ketika mereka bersama dengan satu Sama lain walau mereka bilang cuma teman kerja.....jadi, CEO apa Kau cemburu sekarang?" goda sek. Gil.

"cemburu? Tidak! Tidak akan..."seru Jung woo

"mereka bilang bilang benar benar tidak menarik ketika dia cemburu. Dan bahkan tidak Ada obatnya" seru sek. Gil mengejek Jung woo.

Jung woo yang mendengar Hal itu berteriak pada sek.Gil kalau itu tidak seperti yang sek. Gil pikirkan.
 
seung Hyun Dan aera pergi makan malam untuk merayakan gaji pertama mereka. Saat seung Hyun Tanya aera mau pesan apa, aera langsung mendekat pada seung Hyun sambil melihat menu yang Ada di Tangan seung Hyun. Dan tanpa aera sadri keduanya sudah sangat dekat, hanya seung Hyun yang menyadari kedekatan mereka Dan menjadi sedikit grogi.

Aera Dan seung Hyun berceita satu Sama lain, seung Hyun cerita kalau Ia sudah pernah mengelilingi dunia, aera yang mendnegar Hal itu tentu iri, Ia bilang kalau di umur segini seung Hyun sudah hampir mengelilingi semua tempat, setelah bercerita seung Hyun memainkan piano untuk aera, awalnya aera tertawa tapi setelah itu Ia terpukau melihat keahlian seung Hyun. 


 
Jung woo berada di mobilnya ketika Ia menunggui aera pulang kerumahnya, tapi sayangnya ketika Jung woo melihat aera pulang, Ia kecewa karna aera ternyata tidak pulang sendirian, tpi berdua dengan seung Hyun.
 
Dan mungkin karna terlalu kepikiran akhirnya ketika dirumah tanpa sadar Jung woo menelpon seung Hyun. Jadi ketika telpon sudah diangkat oleh seung Hyun Jung woo kebingungan, akhirnya Ia mengatakan kalau Ia ingn mengajak seung Hyun untuk minum kapan kapan, setelah mengatakan Hal itu Jung woo mengucapkan selamat malam Dan menutup telpon. Tapi Hal itu Ia urungan tatkala seung Hyun mengaku kalau Ia akan menyatakan perasaannya pada wanita uyang Ia suka.

Saat sedang berbincang bincang dengan direktur go, yeo jin turun, Ayah yang melihat Hal itu lalu Tanya mau kemana yeo jin, yeo jin lalu bilang kalau Ia akan pergi ke seminar,. Setelah kepergian yeo jin direktur oh bilang kalau yeo jin sepertinya berusaha untuk lebih dekat dengan para pegawai lainnya.

 
Rombongan perusahan D&T terlihat menggunakan bis untuk pergi sedangkan para petinggi di perusahaan menggunakan mobil pribadi mereka. Dan yang lebih mengejutkan sangat terlihat kalau Jung woo Lah yang paling siap untuk seminar ini...... Menggunakan kaca mata hitam keluar dari mobilnya...emmmm what do you think ? Hehheheeh
 
Dan tentu saja. Hal ini Ia lakukan bukan karna yeo jin yang meminta nya untuk datang, tapi? Ya tentu saja sang pujaan hatinya, Na aera, hheheheh.

Sangking ngebetnya, Jung woo bahkan menghilangkan sifat ke coolannnya demi mengikuti aera dri belakang, hahahhahah.

 

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar