Senin, 21 April 2014

Drama Korea Cunning Single Lady Episode 2 Part 2




Soo Chul membelalakan matanya ketika melihat berapa angka yang diberikan Jung Woo padanya dan matanya akan keluar mana kala melihat tidak hanya 1 cek yang diberikan Jung Woo tapi 3 cek dengan nominal yang sama.
Yeo Jin sedang berkuda ketika salah satu temannya mengunjunginya (Cameo Wang Bit Na), dan tanpa dapat Yeo Jin kendali kan pada saat ia berkuda tiba tiba ia terjatuh.
Yeo Jin dan temannya bertaruh jika teman Yeo Jin bisa membawa Jung Woo ke sini maka ia akan menang tapi karna ia tidak berhasil, Yeo Jin lah yang menang dan Yeo Jin bisa memiliki Jae Won(kuda) sekarang, ia mengakui seperti apa yang dikatakan Yeo Jin waktu itu bahwa Jung Woo bukanlah pria biasa.

Teman Yeo Jin terus saja mengoceh tapi Yeo Jin menanggapinya dengan dingin, ia bilang kalau ia sudah mendapatkan jawaban yang ia inginkan(Yeo Jin penasaran sikap Jung Woo terhadap para wanita) jadi temannya tidak harus memberikan Jae Woo padanya, ia tidak butuh dan lagi mereka tidak mempunyai hubungan yang terlalu dekat untuk terus berbicara seperti ini.

Teman Yeon Jin yang mendengar hal itu lalu bilang kalau ketika kuliah mereka dulukan pernah satu kamar, jadi mereka dekatkan, Yeo Jin tidak terlalu mengubris hal itu, ia pergi.
Kook Seung Hyun baru saja keluar dari bandara, ia terlihat begitu menikmati udara di korea yang baru dihirupnya, itu jelas terlihat diwajahnya tapi kemudian wajah cerianya terusik karna seseorang yang datang menjemputnya.
Direktur Oh tanya apa Seung Hyun harus melakukan hal ini, tidak bisakah hal ini hanya dijadikan hobi oleh Seung Hyun. Seung Hyun yang mendengar hal itu lalu bilang kalau ia hanya melanjutkan hal ini setelah ibunya, ia lalu tanya pada direktur Oh apa ayahnya begitu marah padanya, ayahnya tidak mungkin kan membunuh anak laki lakinya sendiri?

Drektur Oh menjawab kalau ayah Seung Hyun mungkin tidak akan membunuh anaknya tapi ayah Seung Hyun akan memukul anaknya sampai anaknya hampir mati.

Saat di lampu merah, Seung Hyun terus melihat kearah lampu merah, ia seperti sedang bersiap siap, dan yupppp benar saja ketika lampu merah akan berubah ia langsung melesat keluar dari mobil dengan membawa tasnya.

Direktur Oh yang kaget, ikut keluar berteriak memanggil Seung Hyun, tanpa rasa bersalah Seung Hyun balik berteriak pada direktur Oh kalau ia tidak akan lari, ia akan pulang bersama kakaknya, karna itu adalah pilihan terbaik saat ini.

Direktur Oh yang mendengar hal itu lalu ikut berteriak jika Seung Hyun seperti ini maka ia yang akan di jadikan sasaran, apa Seung Hyun tidak kasihan padanya.
Saat Ae Ra sedang membersihkan kaca tempat dirinya bekerja, tanpa memberi peringatan apapun seorang wanita menampar dirinya. Ae Ra yang kaget menerima tamparan seperti itu sampai terjatuh. wanita itu lalu menghamburkan beberapa foto Ae Ra bersama pria tua di salah satu villa.

Wanita itu menuduh Ae Ra berselingkuh dengan suaminya, Ae Ra yang di tuduh seperti itu berusaha menjelaskan bahwa dirinya tidak melakukan apapun seperti apa yang di tuduhkan wanita itu padanya tapi wanita itu tidak mau mendengar, ia memperingatkan Ae Ra agar tidak menganggu suaminya lagi.

Alhasil? dari kejadian itu Ae Ra di pecat dari pekerjaannya tanpa ampun.
Ae Ra mendapat telpon dari kakaknya Soo Chul, Soo Chul ingin bertemu dengan Ae Ra karna ada hal baik yang ingin ia sampaikan tapi Ae Ra yang mendengar hal itu tidak tertarik, ia tidak ingin bertemu dengan kakaknya.

kotak barang yang dibawa Ae Ra jatuh saat kakaknya menelpon, melihat hal itu Ae Ra hanya bisa membuang nafasnya dengan keras(serius pas scene ini rasanya nyayat ati bener, ditambah lagi dengan lagu yang disajikan huhuu), meratapi nasibnya yang begitu keras. Ae Ra berusaha memungut semua barangnya yang berjatuhan tapi entah dari mana asalnya Seung Hyun datang dan membantu Ae Ra memunguti barang barangnya.

Ae Ra berterima kasih pada Seung Hyun, Seung Hyun hanya tersenyum lalu berjalan pergi. Ae Ra melihat syal tersangkut si sebuah batang pohon, Ae Ra hanya menatap syal itu.
Seung Hyun pulang kerumah seakan tidak terjadi apa apa, bahkan ia meminta pelukan pada ayahnya tapi apa yang ia dapatkan coba? heheheheh timpukan kertas yang mengenai tepat pada wajahnya.

Seung Hyun langsung merapatkan seluruh anggota tubuhnya menerima hal itu dan melirik ke arah samping dan ia melihat direktur Oh yang sudah babak belur, heheheheh. tanpa ba bi bu be bo lagi ayahnya langsung menyerang Seung Hyun dengan membabi buta.

Seung Hyun berteriak, ia bilang kalau ayahnya boleh sesuka hati memukul dirinya tapi jangan sampai ayahnya memukul wajahnya, karna ibu akan khawatir melihatnya, ia harus video call an nanti dengan ibunya jadi ayahnya boleh menimpukinya sesuka hati tapi jangan dengan wajah tampannya,hehhheeh.

ayah Seung Hyun tidak peduli, ia sudah terlalu kesal dengan Seung Hyun, ia terus memukuli anak laki laki satu satunya ini tapi hal itu lalu terhenti ketika Seung Hyun menyebut kakaknya.
ayah langsung menoleh kebelakang, ia lalu tanya apa Seung Hyun dan Yeo Jin pulang bersama, ayah lalu meminta Yeo Jin untuk bertanggung jawab atas adiknya ini, ia meminta Yeo Jin untuk membuat Seung Hyun ikut bergabung dengan perusahaan, ia ingin Yeo Jin membuat Seung Hyun menjadi orang.

Yeo Jin menanggapi perkataaan ayahnya dengan dingin, ia bilang apa ia harus memperlihatkan di depan mata ayahnya kalau ia aan menjadikan Seung Hyun orang. Ayh yang menndengar hal itu hanya bisa diam sementara Seung Hyun langsung berlari membuntuti kakaknya.
Seung Hyun menunjukkan banyak foto selama ia berpergian, ia bahkan memperlihatkan kepada kakaknya wanita mana saja yang pernah berkencan dengannya. kakaknya yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum tapi senyum itu hlang ketika Seung Hyun memperlihatkan foto temannya yang sedang melaksanakan pernikahan.

Yeo Jin seperti teringat bayangan dirinya dengan seorang laki laki yang juga saat itu sedang mengenakan pakaian pengantin. Seung Hyun yang terus berceloteh akhirnya menyadari kalau ia salah bicara, Seung Hyun terdiam tapi Yeo Jin lalu tersenyum dan mengelus elus rambut adiknya.
Seung Hyun lalu bilang pada kakaknya apa tidak sebaiknya kakaknya menelpon ibu mereka. Yeo Jin bilang apa ibu akan mengangkat telpon darinya.
Seung hyun bertemu dengan gurunya yang sudah mengajarkannya dari ia sekolah menengah. ia protes pada gurunya mengapa gurunya tidak menolak waktu ayahnya meminta ia dimasukkan kedalam perusahaan. guru Seung Hyun yang tak lain dan tak bukan adalah Jung Woo tersenyum ia bilang kalau sebenranya ia bukannya tidak mau menolak hal itu, tapi ia mengatakan iya karna Seung Hyun memang mempunyai potensi.

Seung Hyun yang di puji seperti itu langsung melayang ia lalu bilang kalau dari ia kecil dulu ia memang pintar, siapa coba yang mengajarkan seorang pelajar menegah yang naif untuk minum minum alkohol. Jung Woo yang mendengar hal itu tertawa ia lalu membalas perkataan Seung Hyun, pelajar menengah mana yang mengajarkan seorang mahasiswa yang naif untuk tebar pesona.

mereka berdua tertawa, Seung Hyun melihat seorang wanita yang begitu seksi duduk sendirian. Seung Hyun yang melihat hal itu bilang ke Jung Woo kalau ia harus pergi karna dari tadi wanita yang ada di sana terus saja melihatnya, Jung Woo yang mendengar hal itu lalu bilang kalau wanita itu sedari tadi melihat kearahnya bukan Seung Hyun.

Seung Hyun lalu ingin membuktikan siapa yang sebenarnya wanita itu lihat, ia atau gurunya. maka Seug Hyun pun bergerak melesat kearah wanita itu.
Seung Hyun mengeluarkan jurus ampuhnya dalam mengait wanita dengan menawarkan wanita itu minuman dan satttttt ia langsung memperlihatkan wajah tampannya tapi bukannya menampilkan wajahnya yang imut Seung Hyun malah mengerutkan wajahnya melihat wanita yang ada di depannya.

wanita itu..... yaaaaa.... jauhhhhh dari perkiraan Seung Hyun sebelumnya dan membuat Seung Hyun ingin cepat cepat lari dari sana. tapi wanita itu tidak langsung melepaskan laki laki imut seperti Seung Hyun, ia menahan Seung Hyun yang beralasan ingin pergi karna ada hyungnya disini.

tapi begitu wanita itu melihat kearah yang dituju Seung Hyun wanita itu tidak melihat siapapun, wanita itu lalu bilang kalau ia baru melihat laki laki yang pemalu seperti Seung Hyun ini. Wanita itu lalu membuat aeygo dengan mengoyang goyangkan tangannya dan bilang Hajima Hajimaaaaaa..... heheheeh dan Seung Hyun langsung Ilfeel ngeliatnya.

Jung Woo yang melihat itu dari kejauhan hanya bisa tertawa menyemangati Seung Hyun, setelah itu ia pergi dari sana dan wajah ceria yang ia tunjukan tadi langsng hilang, berubah jadi kabut yang datang.
Soo Chul berdandan rapi keuar dari rumahnya tapi belum lama ia berjalan ia sudah dihadap oleh beberapa orang. Soo Chul kaget dan ingin lari tapi sudah terlambat dan alhasil ia dikubur hidup hidup oleh orang orang tersebut dan hanya menyisakan kepalanya nya saja di atas tanah. orang orang itu memperingati Soo Chul untuk membayar hutang hutangnya jangan Soo Chul pikir mereka akan melepas Soo Chul ketika Soo Chul lari dari Vietnam.
Yeo Jin memberikan Jung Woo daftar nama pengusaha eksekutif yang akan datang di hari ulang tahun perusahaan mereka. Yeo Jin penasaran akan sesuatu, ia tanya mengapa Jung Woo mengubah hari ulang tahun perusahaan mereka, sebenarnya hari ini bukanlah hari ulang tahun perusahaan mereka tapi hari ini adalah hari.......

Jung Woo memotongnya, Jung Woo bilang kalau hari ini adalah hari dimana surga berubah menjadi neraka.
Flashback
Jung Woo mabuk mabukkan dipinggir sungai Han, ia terlihat begitu sedih. Jung Woo lalu berjalan kearah tepi sungai Han. Direktur Oh yang sedari tadi mengawasi Jung Woo terlihat khawatir ketika Jung Woo mengarah ke pinggir Sungai dan berteriak teriak meminta maaf pada kedua orang tuanya.

Direktur Oh yang sudah terlalu khawatir pada Jung Woo tidak bisa membiarkan Jung Woo berada di tepi Sungai Han terlalu lama, ia berfikir kalau Jung Woo akan bunuh diri. Direktur Oh lalu berteriak pada Jung Woo agar tidak melakukannya, Jung Woo yang mendengar suara direktur Oh segera menoleh kebelakang bingung dengan perkataan Direktur Oh.

Sementara direktur Oh sudah semakin dekat pada Jung Woo dan ingin segera menangkap Jung Woo, Jung Woo yang tidak tau apa apa, lalu limlung kearah sungai dan akhirnya terjatuh. Direktur Oh berteriak lalu ikut menceburkan diri menyelamatkan Jung Woo yang ia pikir akan bunuh diri di cuaca yang begitu dingin.
Jung Woo dibawa Direktur Oh kerumah Yeo Jin, ayah Yeo Jin lalu bilang apa ini guru yang di minta oleh Seung Hyun untuk mengajarinya, mengapa dia seperti ini, seperti tidak ada kekuatan.

dari arah lantai atas muncul Yeo Jin yang begitu lemah, matanya hanya tertuju pada Jung Woo, Yeo Jin seperti melihat orang lain pada diri Jung Woo. ayah Yeo Jin yang melihat Yeo Jin akhirnya keluar dari kamarnya terlihat gembira, ia bilang kalau ini sudah begitu lama Yeo Jin akhirnya mau keluar dari tempat persembunyiannya.

Sementara Yeo Jin masih syok mengira Jung Woo adalah orang yang ia kenal tapi akhirnya ia sadar kalau Jung Woo bukanlah orang yang ia kenal. Ayah Yeo Jin sepertinya menawarkan beberapa uang pada jung Woo atau semacam investasi tapi sepertinya Jung Woo tidak menyetujuinya. dan lagi ia tadi tidak berniat bunuh diri, ia hanya kaget melihat direktur Oh yang tiba tiba berlari kearahnya.

Flashback End
Jung Woo tersenyum mengingat itu, ia lalu bilang kalau pada hari itu ia dan perusahaan ini kembali dilahir, makanya ia mengubahnya menjadi hari ini.

Yeo Jin bilang kalau pada hari inilah ia dan Jung Woo pertama kali bertemu.
Soo Chul memberikan Ae Ra sebuah amplop, Ae Ra terkejut ketika meihat uang sebanyak $500 ada diamplop tersebut, awalnya Ae Ra senang tapi kemudian ia curiga dari mana kakaknya mendapatkan uang sebanyak ini.

Soo Chul tersenyum takut pada Ae Ra, ia lalu bilang kalau itu dari Jung Woo, Jung Woo bilang kalau adiknya meninggalkan amplop itu kemarin jadi ia yang mengambilnya, itu adalah uang tunjangan.

Ae Ra kaget mendengar apa yang diucapkan kakaknya, sedangkan kakaknya langsung berdiri dan melarikan diri dari Ae Ra tapi hal itu bisa Ae Ra tuntaskan dengan membuat kakaknya terjatuh tersungkur.
Ae Ra memarahi kakaknya yang dengan berani beraninya menerima uang tunjangan dari Jung Woo. kakak Ae Ra beralasan kalau Ae Ra sekarang sedang membutuhkan uang jadi tinggalkan saja harga diri Ae Ra itu. 

Soo Chul juga bilang kalau sebenarnya ia sudah menggunakan uang itu, Ae Ra melotot ia lalu meminta uang itu pada kakaknya, ia ingin mengembalikan uang itu pada Jung Woo. tapi Soo Chul bilang uangnya sudah tidak ada, ia menggunakan uang itu. Ae Ra kesal ia lalu tanya berapa banyak yang digunakan oleh kakaknya.

dengan takut takut Soo Chul mengacungkan ke tiga jari tangannya, Ae Ra lalu bilang 3 ratus. Soo Chul diam saja, ia lalu bilang 3 miliar. Ae Ra shock 3 miliar?

Soo Chul berlutut pada Ae Ra memohon bantuan pada Ae Ra karna bisnisnya di vietnam sedang mengalami kesulitan, ia meminta Ae Ra untuk menerima saja uang itu, uang itu juga tidak ada artinya bagi Jung Woo, itu nilai yang sedikit baginya. 

Ae Ra menangisi nasibnya ia berteriak, ia bilang inilah alasan nya ia tidak menyukai lelaki dalam keluarganya, ayahnya selalu memeras ibunya sedangkan kakaknya selalu mengambil apa yang bisa ia ambil. Ae Ra menangis, dan berkata pada kakaknya apa kakaknya tidak tau maksud dari uang itu, dulu jung Woo berjanji padanya bahwa Jung Woo tidak akan membuatnya bekerja selama ia hidup, tapi apa? Jung Woo berbohong padanya dan tidak meminta maaf atau merasa bersalah sedikitpun tentang hal itu, bahkan untuk menutupi hal itu Jung Woo ingin memberikan uang tunjangan padanya dan memintanya untuk menandatangani kontrak. dan sekarang kakaknya malah mengambil uang itu darinya, tangis Ae Ra.
Ae Ra menelpon Jung Woo untuk bertemu dengannya, Jung Woo lalu bilang agar mereka bertemu ditaman dekat kontornya. Ae rA setuju tapi saat Ae Ra akan berbalik ke taman yang disebut Jung Woo tanpa sengaja Ae Ra melirik ke spanduk besar di depan kantor JUng Woo yang bertuliskan 3 tahun didirikannya D & T Soft-Ventures pada tanggal 14 febuari 2014.
Ae Ra tanya kenapa Jung Woo memberikan uang tunjangan itu pada kakaknya padahal sudah jelas kalau ia tidak ingin menerimanya. Jung Woo tersenyum mendengar perkataan Ae Ra, Jung Woo lalu bilang kalau ia kira Ae Ra mengirim kakaknya ke kantornya untuk membantu mengambil uang itu, ia tau Ae Ra punya harga diri yang tinggi makanya Ae Ra menyuruh kakaknya untuk mengambilnya.

Mendengar hal itu Ae Ra berusaha tenang, ia tau bagaimanapun ia menjelaskan nya pada Jung Woo bahwa ia tidak bermaksud untuk mengambilnya, Jung Woo akan tetap berfikir jika ia memang mau mengambilnya.

Ae Ra lalu bilang siapapun yang mengambilnya baik itu ia atau kakaknya, intinya ia sudah mengambilnya jadi dengan ia sudah mengambil uang itu, maka hubungan mereka berdua sudah benar benar berakhir, ia berharap agar ia tidak pernah bertemu lagi dengan Jung Woo, ia akan benar benar menggunakan uang itu dengan sebaik baiknya tekan Ae Ra, setelah mengatakan hal itu Ae Ra pergi meninggalkan Jung Woo tanpa menunggu respon dari Jung Woo.

Melihat hal itu jung Woo juga tidak berusaha untuk mencegat Ae Ra ataupun mengatakan sesuatu, ia hanya berbalik pergi berlawanan arah dengan Ae Ra. tapi kemudian langkahnya terhenti karna panggilan Ae Ra.

"Hey Cha Jung Woo" teriak Ae Ra

Jung Woo berhenti tanpa menoleh kearah AeRa

"biarkan aku menanyakan satu hal padamu"
"ulang tahun perusahaanmu tanggal 14 febuari kan?"

Jung Woo menoleh,

"jika itu 3 tahun yang lalu, itu adalah hari dimana kita bercerai. kau benar benar mendirikan perusahaan di hari itu?"

Jung Woo yang mendengar hal itu lalu merespon,
"ohhh, apa kau tidak tau?"
"segera setelah kita bercerai,hari itu adalah hari dimana para investor berdatangan"

"apa?"seru Ae Ra tidak percaya

"bukankah ini menakjubkan?"
"segera setelah kau pergi dari hidupku, pekerjaanku langsung berjalan dengan lancar"

Ae Ra seperti menahan amarahnya mendengar perkataan jung Woo, "meskipun begitu, kau tidak menghubungiku selama ini?"

Jung Woo mengerutkan dahinya, "mengapa aku harus menghubungimu?"

"tidakkah kau mempunyai kesetiaan?"

"kesetiaan?" tanya Jung Woo

"aku hanya mendengarkan apa yang kau minta dariku"seru Jung Woo

"apa?"tanya Ae Ra
Jung Woo jalan mengahmpiri Ae Ra sambil berkata,
tidak kah kau ingat?"

"valentine day, hari dimana kita berpisah"
"jangan menggunakan uang tunjangan sebagai alasan untuk menghubungiku. diamlah dan pergi dari kehidupanku" seru Jung Woo mengulangi kata kata Ae Ra 3 tahun yang lalu

"aku akan membuat permintaan saat ini" seru Jung Woo pada Ae Ra.

Jung Woo lalu menjorokkan tubuhnya kearah Ae Ra
"diam dan pergi dari kehidupanku, (Jung Woo semakin menjorokkan kepalanya kearah Ae Ra) Na Ae Ra"
Setelah mengatakn hal itu JUng Woo berbalik pergi meninggalkan Ae Ra, dalam hati Jung Woo berkata
bahkan jika kau datang kembali karna uang, itu mungkin bukan cinta
lalu dari wajah Jung Woo terlihat senyum mengembang penuh kemenangan,

Sementara Ae Ra, tangannya mengepal menahan amarah yang keluar. dalam hati ia berkata dasar kau Cha Jung Woo Si....n. aku akan menghancurkanmu, ingat aku akan menghancurkanmu.


Tidak ada komentar :

Poskan Komentar