Senin, 21 April 2014

Drama Korea Cunning Single Lady Episode 10 Part 2



Aera masih tidak percaya dengan apa yang dikatakn yeo jin di kantor tadi, aera berfikir apa jangan jangan yeo jin mengetahui hubungan dirinya Dan Jung woo.

Mendapat pemikiran seperti itu aera membuat pesan singkat untuk Jung woo, tapi Hal itu terhenti ketika aera kembali berfikir, jika Ia mengirimi Jung woo pesan singkat, bukankah itu malah terlihat seperti Ia memiliki perasaan untunk Jung woo? Berfikir seperti itu aera lalu membatalkan pesan yang akan Ia kirim.
Jung Woo yang saat itu ada diruang kerjanya, mendapat pesan dari aera tapi sayangnya pesan tersebut hanya berisi kotak sampah yang artinya pesan yang ingin aera kirim pada jung woo, sudah di hapus oleh aera, tidak jadi.

Sek. Gil tanya apa itu, JUng Woo yang mendnegar hal itu lalu bilang kalau tidak ada apa apa.


 Lagi lagi omongan Jung Woo berbanding terbalik dengan perasaannya karna saat ini ia sibuk menunggu pesan yang lain dari aera tapi sayangnya ternyata pesan tersebut tak kunjung datang.

 Karna begitu penasaran Jung Woo akhirnya mengajak aera untuk mengobrol melalui telpon di atap, Jung Woo langsung to the point apa yang ingin aera kirim tadi padanya. mendengar hal itu aera lalu bilang kalau tadi ia hanya salah kirim, ia ingin mengirimkan pesan pada orang di departement nya. mendnegar hal itu bukannya selesai perkara tapi jung Woo semakin penasaran, siapa sie yang mau aera kirim pesan hingga salah kirim.

Mendnegar hal itu aera hanya menjawab seseorang tapi Jung Woo terus bertanya siapa itu. Saat aera akan mengatakan sesuatu lagi tiba tiba ponsel jung Woo mati, akibatnya Jung Woo tidak bisa mendnengar apa yang aera bicarakan.

merasa tidak ada pilihan lain, Jung Woo akhirnya mengahmpiri aera dan menyeretnya.

 Jung Woo membawa aera kerumahnya, ia meminta aera mengulang kata kata nya tadi, aera yang di minta seperti itu tidak mau, ia bilang kalau ia tadi sudah mengatakannya dan itu cukup satu kali, ia tidak ingin mengulangnya.

Jung Woo yang mendengar jawaban aera seperti itu merasa frustasi, ia berteriak pada aera untuk memberitahunya, bahkan Jung Woo memberikan waktu sampai hitungan ke 3 untuk AeRa mangatakan yang sebenarnya padanya tapi aera yang mendapat ancaman seperti itu tidak terkecoh, aera tetap pada pendiriannya untuk tutup mulut.

 Ketegangan diantara keduanya bertambah tatkala mereka melihat siapa yang akan datang kerumah Jung Woo. melihat hal itu Jung Woo langsung menarik aera untuk bersembunyi di kamarnya, ia meminta aera untuk tidak kemana mana.

 Jung Woo dengan tergesa gesa berlari kearah depan tepat saat ibu dan kakaknya masuk. Jung Woo yang masih panik tanya kenapa mereka kesini , kenapa tidak menelpon terlebih dahulu, ibu Jung Woo yang mendnegar hal itu lalu bilang memangnya seoarang ibu harus menelpon terlebih dahulu kalau ingin pergi kerumah anaknya.

Kakak Jung Woo yang ada di sebelah ibu mereka lalu bilang kalau ia meminta kunci rumah ini pada sek. gil.

Jung Woo dan aera hampir saja ketahuan kalau saja ibu dan kakanya melihat gantungan ponsel milik aera yang terjatuh. Jung Woo yang meliaht hal itu langsung mengambilnya dan menyimpannya.

 ibu dan kakak Jung Woo datang kesana untuk meminta Jung Woo memecat aera, ibu Jung Woo bilang kalau ketika pemakaman itu sebenarnya ia merasa terganggu tapi masih bisa ia tahan tapi sekarang ia tidak bisa menahannya lagi, Jung Woo harus memecatnya segera.
Jung Woo yang mendnegar hal itu lalu bilang kalau AeRa tidak ada kaitannya dengan dirinya dan lagi aera akan keluar setelah masa magangnya keluar. 

kakak JUng Woo yang mendengar hal itu tidak mau tau, ia berkata pada Jung Woo kalau setelah aera meneyelesaikan masa magangnya ia bisa kembali lagi. Keduanya tetap memaksa JungWoo untuk memecat aera.

 Saat Jung Woo ingin membela aera tiba tiba terdengar suara ponsel dan itu datangnya dari kamar Jung Woo, kakak Jung Woo yang mendnegar hal itu lalu tanya suara apa itu. itu adalah suara ponsel aera dan yang menelpon adalah Song hee, manager tim kesal karna aera terus saja pergi saat jam kerja.

 Kakak Jung Woo lalu tanya pada Jung Woo, apa Jung Woo menyembunyikan seseorang didalam sana.

Jung Woo yang mendengar hal itu tertawa, ia lalu bilang kalau ia akan memeriksannya tapi ketika Jung Woo bergerak kearah kamar ponselnya berdering dan itu adalah pesan singkat dari kakak aera yang mengatakan kalau Jung Woo mau sup lagi maka ia akan mengantarnya, pesan tersebut menjadi sangat berbahaya saat kakak JungWoo membacanya.

 kakaknya marah marah pada Jung Woo yang masih saja berhubungan dengan kakak aera, apalagi kakak aera masih memanggil JungW oo dengan sebutan adik ipar.

Kakak Jung Woo lalu bilang ke ibu mereka kalau ayah dan kakak laki laki aera selalu begini, mereka mendekati JungWoo sekarang ini pasti karna ada maunya, mereka ingin memanfaatkan Jung Woo. AeRa yang mendengar hal itu dari dalam kamar tampak murung, sedangkan JungW oo was was takut aera mendengar percakapan ini. Ibu Jung Woo yang mendengar perkataan anak perempuannya lalu bilang ke JungWoo kalau ia tidak mau mentorerir lagi, Jung Woo harus memecat aera.

Jung Woo yang mendengar hal itu tidak tahan lagi, ia lalu meminta keduanya pulang, ibu dan kakaknya kaget tapi Jung Woo benar benar memohon pada kakaknya.
 Ibu Jung Woo tidak berhenti sampai disitu saja, ia sekarang bahkan meminta anak perempuannya untuk mengantarnya ke restorant milik keluarga aera.

 Jung Woo segera masuk kekamar begitu ibu dan pulang, JungWoo langsung tanya apa aera mendengar percakapan mereka tadi. AeRa yang mendapat pertanyaan seperti itu lalu tersenyum aneh, ia bilang kalau ia memang mendnegar ada orang yang berbincang bincang diluar tapi ia tidak tau apa yang sedang mereka bicarakan.

Jung Woo yang mendegar hal itu lega, sementara aera hanya tersnyum pahit ia lalu pamit pada Jung Woo.

 Ternyata aera tidak langsung kembali kekantornya, sekarang ia berada di toilet wanita menangis,
 Malam harinya aera di ajak oleh seung hyun kesuatu tempat, itu adalah studio baru milik Seung hyun. AeRa yang melihat tempat itu berkomentar pada Seung Hyun kalau Seung Hyun harus merubah warna catnya. Mendengar hal itu Seung Hyun bilang kalau aera harus membantunya, orang ayng sedang sakit hati itu harus banyak banyak mengerakkan tubuhnya dan lagi ia kan sudah membelikan aera jajangmyeon.

AeRa yang mendengar hal itu tanya kapan Seung Hyun mentraktirnya jajangmyeon?

 Saat AeRa mengatakan itu, seseorang masuk dan mengantarkan jajangmyeon, Seung Hyun yang melihat hal itu lasngung menjawab kalau sekrang ia sudah membelikan aera jajangmyeon.

Keduanya makan jajangmyeon bersama, aera bilang kalau jajangmyeon yang Seung Hyun beli enak, aera lalu berkata pada Seung Hyun kalau Seung Hyun itu masih muda, apapun yang seung hyun lakukan pasti seung Hyun berfikir kalau semua orang pasti akan memuji seung HYun.

Seung Hyun yang mendengar hal itu lalu bilang kalau AeRa juga masih muda, setidaknya aera adalah orang yang muda dari pada kakaknya. AeRa yang mendengar hal itu lalu bilang kalau itu berbeda, Seung Hyun adalah anak muda yang mempunyai kehidupan yang lebih baik.

 Mendengar hal itu seung Hyun berkata kalau AeRa merasa iri dengannya maka mereka bisa berbagi tempat disni, ia akan memberikan kunci studio ini jika aera membantunya untuk mengecat semua ruangan ini.

aera yang mendengar hal itu tidak percaya, ia tertawa. Telpon aera berdering dan itu dari kakaknya yang meminta aera untuk segera pulang, aera yang mendengar hal itu lalu bilang kalau ia harus kembali bekerja.

kakak aera lalu bilang kalau sedang ada perang disini, apa AeRa tau siapa yang datang.

 Ibu dan kakak JungWoo datang ke restorant keluarga aera, mereka memperingati agar aera tidak lagi dekat dekat dengan Jung Woo, apa masuk akal seorang mantan istri bekerja di perusahaan mantan suaminya. ayah yang mendengar hal lalu bilang kalau seorang istri bisa membantu suaminya, mereka bisa bekerja sama dan bisa saja diantara mereka masih ada perasaan walaupun keduanya saat ini sudah menjadi orang asing.

Kakak Jung Woo yang mendengar hal itu lalu bilang kalau itu bukan perasaan tapi kesuraman. kakak aera tidak terima adiknya di katakan seperti itu, ia lalu membela aera kalau aera bukanlah orang yang mendatangkan kesuraman.

Kakak JUng Woo lalu bilang kalau saja bisnis JungW oo tidak lancar, apakah aera akan berfikir seperti itu. ibu JUng Woo lalu bilang kalau ia hanya ingin minta tolong.

"Tolong jangan ganggu anakku. Jung Woo ku saat ini bisnisnya sedang lancar dan kehidupannya seakrang sudah lebih baik, ia sudah banyak berjuang."

"apa kau tidak tau berapa banyak masalah yang kami lalui karna kami membawa orang yang salah kedalam rumah?" tanya ibu Jung Woo

ibu aera yang mendengar hal itu tidak terima ia bilang apa maksud perkataan ibu JungW oo adalah kalau selama ini aera nya lah yang membuat bisnis JungWoo tidak lancar selama mereka menikah?

"memang benarkan? bagaimana bisa kau menyangkal hal itu sementara bisnisnya mulai berjalan lancar saat mereka sudah bercerai?"

"JUng Woo hanya bisa melakukan apa yang bisa ia lakukan, aera lah yang bekerja keras untuk membantu Jung Woo selama mereka menikah. apa kau fikir Jung WoO akan berada di posisinya seperti sekarang iini tanpa bantuan aera sama sekali?"

Ibu JUng Woo yang mendnengar hal itu tidak terima ia bilang, "hey lihat dulu. Jung Woo ku memang sudah pintar sejak ia kecil, jadi apapun yang timbul dalam fikirannya pasti akan menjadi kesuksesan"

 Ibu yang mendengar hal itu kesal sambil berteriak ia bilang kalau aera nya jug cantik sejak ia lahir semua orang orang yang ada disini memujinya bahkan sebenarnya ia ingin menjadikan aera miss korea ataupun seorang artis atau setidknya ia bisa menikahi orang orang yang mempunyai jabatan tinggi. tapi sekrang ia begitu menyesal kenapa ia memberikan aera nya pada Jung Woo yang hanya seorang pegawai negri dan akhirnya aera hanya menjadi ibu rumah tangga bahkan ia harus mengalami hal seperti ini dan bercerai.

Ibu jung Woo yang mendnegar hal itu tidak mau kalah, ia bilang kalau memang aera mempunyai kemampuan seperti menjadi miss korea, aera pasti tidak akan berfikir untuk hidup dengan anaknya, setelah mengatakan hal itu, ibu Jung Woo dan kakaknya pergi sementara ibu yang tidak tahan mendengar hal itu hanya bisa memegang belakang lehernya menahan amarah.

 Ibu langsung menelpon AeRa yang saat itu masih berada di kantor, ia mengatakan pada aera kalau aera tidak usah pernah berfikir untuk kemabli dengan Jung Woo. Ibu Jung Woo itu sudah benar benar keterlaluan, aera akan stress jika mempunyai mertua yang seperti itu.

mendnengar hal itu aera hanya diam, tidak bisa berkata apa apa lagi.



Setelah mendapat telpon dari ibunya, aera meminta Jung woo untuk menemuinya di atap. Saat melihat Jung woo disana aera langsung menelpon Jung woo Dan mengatakan kalau Ia bekerja disini bukan untuk berkencan. Jung woo yang mendengar Hal itu Lal bilang memangnya Ia mengatakan sesuatu?

Aera lalu mengaku kalau memang pada awalnya Ia bekerja, karna berencana melakukan Hal itu tapi sekarang sudah tidak lagi, Ia sudah menyukai pekerjaannya ini dan ingin melakukan yang terbaik. Jadi maksud Ia mengatakan ini adalah ia tidak bekerja disini untuk kembali pda Jung Woo, ia tidak punya keinginan untuk melakukan hal itu.


JUng Woo yang mendnegar aera mengatakan hal itu lalu tanya kenapa aera, apa sudah terjadi sesuatu? apa aera mendengar percakapannya dengan ibu?. AeRa yang mennegar hal itu lalu bilang kalau ia tidak perduli dengan perkataan ibu Jung Woo, ia tau kalau ibu JungW oo pasti membencinya, ia tau itu. tapi ia benar benar tidak tahan  ketika ibu Jung Woo menemui keluarganya, ia berharap kalau Jung Woo bisa berbicara pada ibunya, ia tidak ingin hal ini terulng lagi.

setelah mengatakan hal itu aera langsung mematikan telponnya dan pergi, sampai sampai Jung Woo yang ingin berbicarapun tidak bisa, Jung Woo hanya bisa menghela nafas, ia lalu mengeluarkan gantungan ponsel milik aera.

Saat pulang aera dikagetkan dengan Seung Hyun, ia melhat seung hyun ada di dekat rumahnya menunggu. AeRa berfikir kalau Seung hyun sedang menunggunya, apalagi Seung Hyun membawa kue, aera berfikir kalau kue itu untuk ulathnya tapi Seung Hyun malah berkata lain kalau itu bukan untuk aera.

Kue itu Seung Hyun berikan pada Min Young, Min Young yang menerima hal itu tentu saja senang. Min Young mengatakan pada aera kalau waktu aera mabuk mereka janjian untuk minum teh, tapi sepertinya ia harus mengecewakan Seung Hyun hari ini, karna hari ini ia sedikit sibuk ia menerima banyak pesanan.

Seung Hyun yang mendengar hal itu tersenyum, ia malah blang kalau ia akan membantu Min young.

Seung Hyun dan Min Young sibuk membuat pesanan untuk custumer Min Young mereka sama sekali tidak memperdulikan AeRa yang disna bagaikan kacang goreng kering. bahkan ketika aera mengatkan apa Min Young butuh abntuan, min young mengatakan jangan, sedangkan ketika ia mengatkan pada seung hyun, seung hyun mengatakan tidak.

Karna terus di cuekin akhirnya aera mendekat sendiri, ia menempel diantara Min Young dan Seung Hyun. karna tidak tahan AeRa lalu mencoba membantu Min Young untuk membuat pesanannya tapi apa yang terjadi? AeRa malah melukai Seung Hyun yang terkena cairan yang panas dari benda yag AeRa pegang. Melihat hal itu Min Young kesal, ia memukul mukul aera marah.

Karna kelakuannya aera harus mengobati Seung Hyun, Seung Hyun yang di obati aera terus merengek kesakitan.

Seung Hyun tersenyum melihat AeRa meniup niup lukanya, i senang dengan perhatian AeRa yang seperti ini padanya. AeRa tersenyum ia lalu meminta Seung Hyun untuk beristirahat saja.

Min Young meminta Seung hyun untuk mengambilkan lilin, Seung Hyun yang mendengar hal itu tentu saja mau. saat sedang emngambil lilin, tanpa sengaja Seung hyun melihat sebuah album. penasaran Seung Hyunpun membukanya.

Seung hyun begitu kaget ketika melihat foto apa yang ada di dalamnya, foto JungW oo bersama aera. lebih kaget lagi ketika ia membuka halaman demi halaman album foto itu yang ternyata ada sebuah foto pernikahan disana, yaitu Jung Woo dan aera.

Seung Hyun shock melihat kenyataan ini, ia lalu melihat kearah aera.


Setelah melihat kenyataan bahwa aera adalah mantan istri Jung woo tampaknya raut wajah yang selama ini seung Hyun tampilkan sedikit menghilang, entah kenapa rasanya Ada yang berbeda dari dirinya.

Saat seung Hyun berada di studio barunya, Ia sedang melukis dirinya Dan aera. Yeo jin datang ke studio seung Hyun, seung Hyun yang melihat kakaknya Ada disana lalu bilang kenapa kakaknya datang dengan Tangan kosng padahal kakkanya kan bru pertama Kali kesini.

Mendengar Hal itu yeo jin hanya tersenyum, Ia malah bilang pada seung Hyun. " seung Hyun ahhh

"ya?"

"bisakah Kau melakukan sesuatu untukku?" seru yeo jin penuh harap pada adiknya.




Kali ini saat Jung woo Dan seung Hyun bermain judo, seung Hyun terlihat begitu emosi. Tenaga yang Ia gunakan Kali ini terlihat berlipat lipat lebih kuat dari kemarin kemarin, sampai sampai Jung woo kewalahan untuk mengimbanginya.




Saat istirahat Jung woo Tanya apa yang seung Hyun inginkan, karna taruhan adalah taruhan. Seung Hyun yang mendengar Hal itu lalu bilang, "apa Kau ingat hyung. Saat aku mempunyai masalah dengan temanku, hari itulah dimana kita minum bersama"

"saat aku mempunyai masalah dengan temanku. Hyung berkata "ketika memilih teman harus berhati hati Dan ketika meninggalkan teman lebih harus berhati hati"

Jung woo yang mendengar Hal itu tidak ingat kalau Ia pernah mengatakan Hal itu, Jung woo lalu bilang kalau seung Hyun terlalu muda untuk mengkhawatirkan teman,. Seung Hyun yang mendnegar Hal itu hanya diam, Jung woo lalu Tanya apa ini tentang wanita itu?

Mendengar Hal itu seung Hyun hanya diam menatap kearah ;ung woo, Jung woo yang ditatap seperti itu diam, seperti tau kalau tebakannya benar. Masih tetap tidak menjawab seung Hyun bilang kalau Ia akan memikirkan apa yang Ia akan pinta lalu pergi.




Ayah mencoba menghibur ibu dengan membelikan ibu bunga Dan beberapa makanan, bukannya senang ibu langsung menuduh Ayah, uang dari mana yang Ayah dapatkan? Apa dari tabungannya? Mendengar Hal itu Ayah diam, ibu langsung berteriak memarahi Ayah, kenapa Ayah terus mengambil uang tabungan. Di saat seperti itu keluarga itu di kejutkan, dengan kedatangan seseorang.




Jung woo datang ke restorant sepertinya Ia kesana untuk meminta maaf pada keluarga aera karna kedatangan ibu Dan kakaknya kesini. Ibu yang melihat niat Jung woo yang baik itu tidak serta merta menerima Jung woo, ibu bahkan menolak makanan pemberian Jung woo. Ia bilang bagaimana sekarang Jung woo, apa Ia senang setelah sukses.

" setelah aera menceraikanmu, dia tidak tau itu siang ataupun malam, Ia terus bekerja untuk melunasi hutang" Jung woo yang mendengar Hal itu kaget, "hutang?"




"hutang dari Bisnis, aku.........." belum selesai Jung woo berbicara ibu memotng. "wanita tanpa pendidikan. Dia menafkahi Rumah tangga selama 4 tahun dari awal, apa masuk akal jika tidak mempunyai hutang" seru ibu dengan nada tinggi.

"apa Kau tau betapa beratnya aku melihatnya hidup bersama temannya Dan berusaha melunasi hutang hutang itu" Ayah yang mendengar Hal itu mencoba menenangkan istrinya, Ia bilang kalau Jung woo sudah bilang kalau Ia menyesal, soo chul yang Ada disana ikut nimbrung, Ia bilang kalau tidak baik melakukan Hal seperti ini dengan orang yang datang untuk meminta maaf. Ibu yang mendengar Hal itu meminta keduanya diam, apalagi soo chul yang dengan tega memakan uang tunjangan adiknya sendiri. Mendnengar Hal itu Jung woo kembali kaget, ternyata tanggapannya pada aera kembali salah.

"aera Ku memang seperti itu. Walaupun dia bertingkah seperti Ia tidak Ada masalah , dia tidak menunjukkan kesakitannya Dan menderita seorang diri " Jung woo yang mendengar Hal itu lalu bilang "maaf kan aku" tapi ibu sudah terlanjur sakit hati, Ia tidak menerima permintaan maaf dari Jung woo, ibu bahkan ingin semuanya berakhir disini.

Jung woo yang mendengar Hal itu mencoba membujuk ibu aera dengan menyebutnya eomoni, tapi ibu yang mendengar Hal itu tidak terima, siapa yang eomoni?




Aera datang, Ia kaget Jung woo Ada disni, ibu yang melihat aera langsung berkata pada aera untuk segera berhenti dari perusahaan Jung woo, akhiri semuanya sekarang.




Aera berbicara pda Jung woo, Ia Tanya apa Jung woo terluka, Jung woo yang mendengar Hal itu lalu bilang kalau ibu aera wjar melakukan Hal itu padanya, Ia tau pasti ibu aera membenci dirinya. Aera yang mendnegar Hal itu lalu bilang kalau Ia sudah sering mendengar pembicaraan seperti ini. Jung woo lalu ingin berbicara serius pada aera tapi aera langsung memotongnya kalau Ia akan mencari pekerjaan lain, Ia akan keluar setelah proyek ini selesai. Jung woo ingin berbicara lagi tapi lagi lagi kembali dipotong oleh aera yang mengatakan bahwa seharusnya Ia berhenti dari awal.




Saat aera akan kedalam Jung woo menghentikan aera, Ia bilang kalau Ada gantungan ponsel aera dikantornya, aera yang mendnegar Hal itu bilang kalau Ia tidak tau kalau itu terjatuh. Jung woo seperti ingin mengajak aera untuk keluar tapi aera bilang kalau Ia bisa mengambilnya nanti. Jung woo juga ingin mengajak aera untuk pulang bersama tapi aera malah bilang kalau Ia memang kesini untuk tidur dengan ibunya.




Saat keluar dari restorant aera, Jung woo bertemu dengan seung Hyun yang menghamprinya sambil membawa sebuah lukisan. Jung woo Dan seung Hyun saling bertatapan, Jung woo menoleh kearah restorant aera lalu kembli melihat kearah seung Hyun, kenapa Kau disini?" seru Jung woo pada seung Hyun.




"seung Hyun..."

"hyung.... Aku sudah berfikir untuk menceritakan tentang wanita itu padamu."


"hyung, aku........."


"tidak, jangan" seru Jung woo menatap tajam kearah seung Hyun.



Tidak ada komentar :

Poskan Komentar