Rabu, 28 Agustus 2013

Drama Korea I Miss You Episode 12 part 1




Jung Woo memeluk Soo Yeon  dan kemudian dia melepaskannya  ketika dia mengingat Ibu mengatakan kalau Soo Yeon membenci untuk menjadi Soo Yeon lagi. Jung Woo pun menyuruh Soo Yeon berbalik dan pergi. 
Soo Yeon melakukannya, namun ternyata berbalik lagi dan melihat Jung Woo sudah membelakanginya juga. Soo Yeon melakukan gerakan tangan menghapus memori buruk kepada Jung Woo dari belakang. Karena Soo Yeon tahu kalau Jung Woo pasti juga terluka dengan semua yang terjadi.  Jung Woo menangis, dia mengatakan pada dirinya sendiri kalau  ini bukan air mata karena dia sedih, tapi karena angin yang telah membuat matanya meneteskan air mata.

Soo Yeon mengatakan : "aku  sudah berusaha keras untuk melupakan mu .. tapi sampai sekarang aku masih merasakan rasa sakit itu"
Soo Yeon terus menangis di dalam mobilnya. Sedangkan Jung Woo berdiri di sana di tempat yang sama, untuk waktu yang cukup lama sebelum ia berjalan ke kantor polisi dan meminta untuk mengambil alih interogasi ibu Bora. Jung Woo  berjalan ke dalam ruangan. Jung Woo langsung  bertanya pada ibu Bora  mengapa dia membunuh Sang Deok.
Beralih ke Soo Yeon yang menyeka air mata saat di  lift dan merapihkan dirinya agar Hyung Joon tidak mengiranya habis menangis. Ketika dia berjalan ke dalam rumah, Soo yeon merasa aneh, karena tidak ada siapa-siapa. Dia kemudian berjalan ke kamar Hyung Joon dan menemukan dia meringkuk di bawah selimut dan sepertinya Hyung Joon  tertidur.
Soo Yeon berjalan mendekatinya dan duduk disampingnya, melihat Hyung Joon yang seperti itu, Soo Yeon merasa Hyung Joon sedang tidak enak badan. Soo Yeon langsung  menyentuh dahi Hyung Joon dan Soo Yeon langsung khawatir karena Hyung Joon ternyata  demam. Soo Yeon meraih termometer dan melihat kalau  suhu tubuh Hyung Joon  mencapai 40 derajat C. Soo Yeon pun berniat  membawa Hyung Joon  ke dokter. Hyung Joon berkata dengan lemah kalau  dia sudah ke dokter dan juga suudah minum obat.
Hyung Joon bertanya apakah Soo Yeon  pergi ke pojanmacha dan minum sendiri. Dia juga mengatakan kalau hatinya sakit dan ia ingin tidur nyenyak malam ini. Hyung Joon meminta Soo Yeon melakukan gerakan menghapus memori buruk untuknya  dan Soo Yeon ragu-ragu melakukannya dan akhirnya Soo Yeon mengakui kalau gerakan menghapus memori itu bukanlah buatannya , dia belajar dari orang lain.
Hyung Joon mulai menangis dan meminta maaf pada Soo Yeon. Hyung Joon meraih tangan Soo Yeon dan mengatakan ia juga takut kalau Soo Yeon akan meninggalkannya dan kembali menjadi Soo Yeon yang dulu. Soo Yeon langsung menyebutnya konyol, mana mungkin ia bisa pergi. Hyung Joon memeluk Soo Yeon dan mulai menangis. Soo Yeon menyuruh Hyung Joon untuk  tidak menangis. Hyung Joon memeluk Soo Yeon erat  dan meminta dia untuk tidak pergi ke mana pun. Soo Yeon tidak menjawab secara langsung tetapi dia hanya memegangi Hyung Joon.

Jung Woo bertanya apakah ibu Bora sudah menewaskan tiga orang. Ibu Bora meralat kalau dia hanya membersihkan, dia hanya membersihkan kotoran dalam masyarakat. Orang-orang seperti itu seharusnya tidak dibiarkan  keluar. Jung Woo teringat saat Soo Yeon mengatakan kalau Sang Deuk memang  layak untuk mati.
Ibu mengatakan "Aku hanya membersihkan .. kau tahu aku sangat  baik dalah hal bersih bersih .. Apa masalahnya? Mereka layak untuk mati ... Mengapa kau membiarkan orang-orang itu hidup setelah membunuh anak ku? Sekarang aku tidak bisa berada di sini. Setelah sebulan akan ada dua orang lagi yang akan  dilepaskan.. Tolong  bunuh  mereka bukan aku .. "

Jung Woo tidak percaya dengan apa yang di katakan ibu Bora, dia mengatakan pada ibu kalau Bora tidak menginginkan semua itu. Bora pasti tidak ingin ibunya menjadi pembunuh. Karena ibu sudah membunuh Sang Deuk, dia tidak akan menerima pelanggaran hukum yang sudah ibu lakukan.
Sebenarnya Jung Woo   ingin membuat Sang Deuk  meminta maaf pada  ibu Soo Yeon. Ditambah Jung Woo masih penasaran mengapa Sang Deuk harus berbohong dulu pada publik tentang kematian Soo Yeon. Namun sekarang semuanya sudah berakhir karena ibu Bora sudah merusak rencananya untuk terus menyelidiki masalah itu. Sekarang ibu Bora sudah jadi  kriminal dimatanya karena itu Jung Woo ingin Ibu Bora menceritakan setiap detailnya, bagaimana dia melakukan pembunuhan. (ternyata ibu Bora ingin balas dendam pada semua pemerkosa, dan kalau dia tidaak ditangkap bakal ada pembunuhan berantai)
Kilas balik pada malam pembunuhan Sang Deuk. Dimana saat itu Sang Deuk  membukakan  pintu dan langsung disetrum oleh Ibu Bora yang saat itu  mengenakan wig rambut panjang. Ibu Bora sudah  membaca berkas kasus Lee Soo Yeon dan dia tahu kalau Sang Deuk  menyukai  gadis-gadis muda. Setelah itu Ibu Bora menyeret Sang Deuk  ke kamar mandi dan memasukkannya ke bak mandi. Jung Woo bertanya bagaimana Ibu Bora mempunyai kekuatan untuk menyeretnya? Ibu Bora mengatakan kalau kekuatan datang karena dia berfikir tentang Bora.
Setelah itu, dia mempersiapkan es kering untuk membakar wilayah kemaluannya. Setelah itu, dia memasak nasi untuk makan Sang Deuk  karena orang yang akan mati harus diberi kesempatan makan sekali lagi. Ibu Bora kemudia  memberitahu Sang Deuk kalau  tidak ada alasan baginya untuk melanjutkan hidup. Ibu juga mengungkapkan kalau putrinya  bernama  Choi Bora dan dia adalah ibunya. Ibu mengatakan kalau dia akan  mengirim Sang Deuk neraka dan ibu  akan segera menyusulnya. Begitu dia bertemu dengan Sang Deuk di neraka, dia akan membunuhnya lagi. (hahhaha.. aneh-aneh ajaaaa... mana bisa gitu...)
Jung Woo menunjukkan foto Sang Deuk yang sudah tewas dan bertanya mengapa Sang Deuk juga dicekik?, bukankah  dengan  menggunakan es kering sudah cukup untuk membunuhnya.
Ibu mengatakan kalau seseorang datang saat dia membunuh Sang Deuk  karena itu  dia bersembunyi di lemari. Orang itu menyalakan lampu dan dia mendengar langkah kakinya.
Ibu Bora teringat  kembali saat dia membawa  Soo Yeon ke kantor polisi, suara lanngkah Soo Yeon sama persis dengan suara langkah orang yang datang pada malam itu. Namun ibu tidak memberitahukannya pada Jung Woo.
Sebaliknya ia bertanya pada Jung Woo apakah  ia menyukai Lee Soo Yeon? Jung Woo mengatakan pada ibu  untuk tetap pada topik utama. Karena itu, ibu mengakhiri percakapan itu dengan  mengatakan kalau dia ingin membunuh Sang Deuk dengan  cepat. Ibu meralat kata-katanya, dia mengatakan kalau orang yang datang itu, tidak membunuh Sang Deuk. (Ibu Bora sepertinya ingin melindungi Soo Yeon, karena saat meihat Soo Yeon dia merasa seperti melihat anaknya Bora)

Jung Woo bertanya mengapa ibu  mengambil ponsel Soo Yeon, Ibu hanya bilang itu karena dia sedang membersihkan barang bukti. Jung Woo bertanya di mana dia membuang ponsel itu? Ibu Bora  tidak ingat dan dia bertanya apakah Jung Woo  ingin ibu  mengatakan kalau  dia menyesal sudah membunuhnya dan tidak akan melakukannya jika dia bisa memutar kembali waktu? Ibu mengakhiri introgasi dan meminta sesuatu untuk dimakan.
Beralih pada Soo Yeon yang menjaga Hyung  Joon yang sedang  sakit sepanjang malam. Hyung Joon bangun duluan dan melihat Soo Yeon tidur  di pinggir  tempat tidurnya. Hyung Joon membelai wajah Soo Yeon yang masih tertidur  dan mengatakan padanya walaupun Soo Yeon berada dekat  di sampingnya, tapi Hyung Joon masih merasa takut.
Hyung Joon  meminta Soo Yeon untuk tidak goyah lagi. Lain kali, jangan goyah lagi.

Hyung Joon sedang  chatting dengan teman rahasianya tentang buku keuangan perusahaan Tae Joon. Dan semua itu sudah  bocor ke  media-media, sehingga banyak yang mencari tae Joon untuk membicarakan perihal kebenarannya.
Hwang Mi Ran berada di  rumahnya, dia melihat  banyak orang yang datang dan keluar rumahnya. Mereka mendengar kalau direktur  Nam telah hilang. Melihat semua itu, Ah Reum tidak memiliki sedikitpun simpati pada  ayahnya, karena ayahnya tidak perduli pada Jung Woo.
Han Tae Joon di ruang kerjanya meminta seorang jaksa untuk melakukan  penyelidikan  dan saat itu juga dia mendengar kalau direktur  Nam dan keluarganya telah melarikan diri ke Newzeland dan ia juga sudah mengambil uang di bank yang rencananya akan digunakan  untuk dibayarkan pada  Hyung Joon. Han Tae Joon menyuruh jaksa itu untuk mencari keberadaan direktur Nam di Newzeland .
Detektif Joo terlihat senang karena orang tuanya melihat dia  di TV kemarin. Namun sang  kapten mengatakan kalau dia tidak begitu senang  karena Ibu Bora sudah memberinya kesulitan. Detektif Joo kemudian melihat sebuah kotak yang berisi barang-barang Jung Woo di atas meja dan bertanya  apa yang sudah terjadi.
Ibu Soo Yeon di rumah, dia sedang mengemasi semua barang-barang milik Jung Woo, Eun Joo terkejut mengetahui kalau ibu ingin mengusir Jung Woo. Eun Joo  bertanya ke mana Jung Woo akan pergi dan ibu mengatakan kalau Jung Woo  memiliki sebuah rumah untuk kembali dan dia juga mempunyai orang tua yang merindukannya. Eun Joo mengatakan kalau Jung Woo tidak bisa pergi karena ia masih harus membantunya menemukan orang yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya. Ibu mengatakan untuk membiarkan Jung Woo pergi, dan dia akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk Eun Joo mulai  sekarang. (hmmmm.... gimana akan terungkapnya yah, kasus kematian detektif Kim, cz waktu itu Hyung Joon yang masih kecil salah paham, dia kira detektif Kim adalah orang suruhan Tae Joon, jadi dia menaruh kaleng bekas minuman di pedal rem mobil detektif Kim)
Di dalam kantor polisi, Jung Woo masih di ruang introgasi bersama ibu Bora. Ibu  mengatakan kalau dia sudah mengakui semuanya  dan dia juga sudah  bertemu ibu Soo Yeon. Ibu Bora mengatakan pada Jung Woo untuk percaya pada apa yang dia katakan dan jangan  percaya pada apa pun yang mungkin akan dia temukan di komputer atau apa yang akan orang lain katakan padanya. Tanpa sepengathuan mereka detektif Joo mengintip mereka dari pintu.
Jung Woo mengatakan jika Bora  kuat dan masih hidup saat ini, Jung Woo  mungkin akan benar-benar menjadi anak ibu Bora. Ibu Bora  bertanya bagaimana dengan Lee Soo Yeon? Jung Woo mengatakan kalau  sekarang ia sudah bisa merelakan Soo Yeon pergi, dia meminta ibu Bora untuk  melakukannya bersama-sama sekarang. Ibu melupakan  Bora dan Jung Woo melupakan  Lee Soo Yeon, dan semua ini akan menjadi rahasia mereka. Jung Woo meminta maaf pada ibu Bora  atas nama polisi karena kegagalannya dalam men dapatkan keadilan untuk  Bora. Ibu Bora  mengatakan kalau saja dia punya seorang perwira polisi seperti Jung Woo dulu 5 tahun yang lalu, ibu pasti tidak akan menjadi seperti ini.
Jung Woo meminta ibu Bora untuk membiarkan semuanya pergi sekarang, dan semua itu untuk Bora. Jung Woo meraih tangannya dan menangis. Dan Ibu Bora  meminta Jung Woo  untuk tidak menangis untuknya. Jung Woo meminta ibu  untuk melupakan semua kenangan yang menyakitkan demi Bora. Ibu  meraih tangan Jung Woo dan mengatakan kalau  Jung Woo sudah menunggu begitu lama untuk Lee Soo Yeon dan sekarang dia tahu kalau Soo Yeon masih hidup dan sekarang Jung Woo masih  berharap untuk terus menunggu.
Jung Woo tidak boleh  berakhir seperti Bora, Ibu Bora menyentuh tangan Jung Woo dan  dia berkata "tahu kah kau  mengapa aku tidak membunuhmu? Kau sudah menunggu  Soo Yeon  selama bertahun-tahun dan mencintainya .. Tolong jaga hatimu untuknya selamanya .."
Jung Woo sedang bersama detektif Joo, dimana Jung woo terus saja minum, dan Detektif Joo berusaha menghentikannya. Jung Woo bertanya  apakah ia harus minum setiap hari, agar dia bisa membuat waktu berlalu dan semuanya akan terasa baik-baik saja. Jung Woo bertanya mengapa dia tidak pernah berpikir untuk melupakan Soo Yeon? Jung Woo mengaku kalau ia sudah mengatakan pada Soo Yeon untuk pergi. Jung Woo sangat menyukai Soo Yeon, tapi Soo Yeon membencinya, Soo Yeon  membenci masa lalu dan Jung Woo adalah bagian dari masa lalunya. Jung Woo bertanya pada Detektif Joo, apa yang dia bisa lakukan?
Jung Woo berbicara pada gelas soju dan menyebutnya sebagai orang jahat. Jung Woo  mengancam untuk minumnya  dan mulai bertanya pada Soju apakah  dia akan datang atau tidak datang. Tiba-tiba telepon berdering dan yang menelponnya adalah Hyung Joon, Hyung Joon meminta Jung Woo untuk bertemu dengan nya dan membahas beberapa masalah mengenai  laporan otopsi Perawat Hye Mi. Jung Woo mengatakan kalau dia sekarang sedang keluar dan  minum-minum. Jung Woo meminta hari lain untuk bertemu. Tapi Hyung Joon bertanya lagi apakah Jung Woo  bisa datang karena itu sangat penting.
Karena Hyung Joo memaksa, akhirnya Jung Woo pergi ke rumah  Hyung Joon dan melihat Soo Yeon, yang memberi tahu Jung Woo  kamar Hyung Joon. Soo Yeon dapat mengetahui kalau Jung Woo habis minum, dan Soo Yeon terlihat khawatir.  Jung Woo  mengatakan tidak ada sesuatu yang tidak dapat dilakukan jika ia terbiasa untuk itu. Jung Woo  menyarankan mereka bisa minum Soju bersama lain waktu.
Di dalam kamar Hyung Joon, Hyung Joon memulai percakapan dengan mengatakan kalau  ia juga memiliki kenangan  yang sama, Hyung Joon mengatakan  280 langkah dari rumah Soo Yeon samapi lampu jalan. Jung Woo terkejut mengetahui Hyung Joon juga mengetahui tentang itu.
Hyung Joon mengulurkan tangannya dan Jung Woo menyambutnya, untuk membantunya  sehingga Hyung Joon bisa turun dari tempat tidur dan berdiri. Hyung Joon mengajak Jung Woo minum bersama, namun Jung Woo menolak karena dia sudah minum, dan dia tidak ingin mabuk dihadapan Harry. Tapi karena Hyung Joon memaksa, jadi Jung Woo menyetujui.  Hyung Joon meminta komputernya dan Jung Woo mengambilkannya. Hyung Joon menyalakan komputer dan tersenyum, dia lalu melihat ke arah Jung Woo, seperti nya sesuatu yang baik untuk Hyung Joon akan terjadi hari ini.
Di tempat lain,  Han Tae Joon sedang berada didalam mobilnya dan menuju suatu tempat dan dia bertanya di mana Hyung Joon tinggal.
Jung Woo pergi ke dapur mengambil es untuk minuman dan Soo Yeon menawarkan diri untuk membantu tapi Jung Woo menolaknya. Soo Yeon  mengambilkan untuk Jung Woo beberapa serbet dan Jung Woo dapat melihat kalau Soo Yeon membawa sepatu ibunya. Jung Woo bisa menebak kalau  Soo Yeon akan menemui  ibunya dan dia mengatakan pada Soo Yeon  untuk melakukan pertemuan yang baik. Soo Yeon terkejut melihat   Jung Woo yang  bersikap biasa saja. Setelah Soo Yeon pergi, Jung Woo berkata pasti  Ibu akan senang.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar