Senin, 26 Agustus 2013

Drama Korea MASTER'S SUN Episode 3 part 2



Manager Yi Reong marah karena pihak Kingdom masih memajang gambar Yi Ryeong di saat Yi Ryeong di rumah sakit. Manager mengajak Yi Ryeong untuk melakukan complain.
Tapi ternyata Yi Ryeong tidak masalah dengan itu. Menurutnya menggunakan pakaian itu lebih baik, dari pada mengenakan pakaian pasien dan menerima simpati.
Yi Ryeong: “Haruskah kita mencari gadis yang mengacaukan pernikahanku disini? Mari kita pikirkan itu setelah makan.”

Yi Ryeong berbalik pergi, dan melihat Gong Shil yang sedang lewat sambil (terlihat) berbicara sendiri. Manager menanyakan apakah dia seseorang yang Yi Ryeong kenal, tapi Yi Ryeon menyangkalnya.
***

Gong Shil menemui Ast. Ahn.
Gong Shil: “Apa kau baik-baik saja?”
Ast. Ahn: “Ya. Aku tidak bisa cuti kerja karena cidera ini.”
Gong Shil: “Um..kau mengatakan bahwa kau tersandung sesuatu di tangga. Waktu itu, apakah mungkin kau melihat ini?”
Gong Shil menunjukan sepatu pink itu.
Ast. Ahn: “Aku mengambilnya di lorong!”
Gong Shil: “Dimana kau melihatnya?”
Ast. Ahn tampak berpikir.
***

Suami dan Ibu mertua sedang di ruamh abu Yeon Hee (hantu sepatu). Ibu menangis tersedu-sedu dan suami menenangkannya.
***

Gong Shil berjongkok di lorong mall, berbicara dengan hantu yang tidak bisa kita lihat, dan bahkan dia sampai berbaring memperagakan kejadian jatuhnya si hantu.

Joong Won menghampirinya.
Gong Shil masih jongkok: “Dia mengatakan sepatu ini terjatuh disini. Dan aku pikir tempat ini sangat dekat dengan toko suaminya.”
Joong Won: “Sepatu itu terjatuh disini? Maka itu adalah sampar, dank au bagian dari tim kebersihan. Itu pekerjaanmu untuk membuang sampah ke tempatnya.”
Gong Shil: “Ini bukan sampah. Kau tahu apa yang ingin aku lakukan!”

Joong Won berjongkok: “Tidak, aku tidak tahu. Bagiku, kau terlihat seperti pemalas yang mengerjakan sesuatu yang aneh. Seorang pekerja yang sangat dekat sekali dengan pemecatan.”
Joong Won menekan kepala Gong Shil dengan telunjuknya, hingga Gong Shil terduduk.

Lalu ada sepasang kaki wanita melewati mereka. Kaki itu mengenakan sepatu yang sama dengan yang di pegang Gong Shil.
Gong Shil: “Sepatu itu…kau melihatnya juga kan? Mereka sama.”
Gong Shil menunjukan sepatunya, “Mereka sama kan?”
Joong Won ikut memperhatikan kaki wanita yang lewat itu.
Joong Won: “Jadi?”
Gong Shil: “Walaupun aku berpikir aku tidak ingin tahu, tapi..aku tidak bisa mengabaikanya jika aku melihatnya sendiri. Aku seperti itu.”
Gong Shil pun pergi meninggalkan Joong Won yang masih jongkok dan mengikuti wanita itu.
Joong Won kesal: “Lagi, lagi, lagi! Melakukan hal yang tidak berguna.”

Wanita yang diikuti Gong Shil masuk ke dalam toko suami Yeon Hee. Tak lama, suami Yeon Hee juga masuk ke dalam. Gong Shil yang melihatnya tampak curiga. Dia bersembunyi di samping toko, dan berusaha mengintip ke dalam lewat kaca yang terhalangi tas-tas yang di pajang di dalam toko.
Gong Shil melihat hak sepatu pink yang tinggi. Dia pun berjinjit mengintip ke dalam, dan berhasil melihat suami Yeon Hee yang sedang berpelukan dengan wanita tadi.
Suami Yeon Hee seperti menyadari sedang di awasi, dia menoleh ke arah Gong Shil. Gong Shil dengan cepat merundukan badannya. Kemudian dia mendapatkan penglihatan Yeon Hee di malam itu.

Flashback.
Yeon Hee melihat suaminya bermesraan dengan salah satu pegawai tokonya. Yeon Hee mengintip sama persis dengan tempat Gong Shil mengintip.
Wanita: “Apakah kau akan pergi hiking lagi minggu ini?”
Suami: “Aku harus bersamanya…jadi aku tidak akan menjadi tersangka jika disana terjadi kecelakaan.”
Wanita: “Apakah istrimu menyukai hiking?”
Suami: “Dia menyukainya. Dan akan menjadi tempat dimana dia akan mati.”
Mereka tertawa.

Suami Yeon Hee menyadari kehadiran Yeon Hee. Dia segera berdiri dan keluar untuk menemui Yeon Hee. Yeon Hee berlari menghindari suaminya yang terus memanggil dan mengejarnya. Yeon Hee bersembunyi di balik gantungan pakaian. Saat suaminya lengah, dia berlari kea rah yang berlawanan. Di lorong, sepatunya terlepas sebelah kanan, dan dia meninggalkannya begitu saja.

Yeon Hee pergi ke parkiran dan mengendarai mobilnya dengan menangis. Dia tidak focus, sehingga sempat akan menabrak mobil lain tapi berhasil dihindarinya. Lalu di belakang ada mobil yang mengklakson terus menerus. Itu suaminya. Suaminya juga menelpon ponsel Yeon Hee.
Yeon Hee yang kalut mengemudi sambil menangis dengan kecepatan tinggi, dan berkali-kali menoleh ke belakang. Yeon Hee menabrak truk yang mengangkit besi yang sedang parkir. Yeon Hee meninggal dunia, dengan hanya mengenakan sebelah sepatunya.
Flashbackend.

Gong Shil tertegun begitu mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Suami: “Kau sekarang menggunakan sepatu itu?”
Wanita: “Istrimu sudah mati. Aku takut tertangkap karena ini sepatu yang sama. Sekarang baik-baik saja.”
Suami: “Hati-hati. Masih ada ibu mertua. Saat wanita tua itu mati, siapa yang kau pikir akan mewarisi ini semua?”
Wanita: “Dia terlihat sehat. Mengapa kau pikir itu akan terjadi?”
Suami: “Setelah putrinya meninggal, dia tidak akan baik-baik saja. Itu akan terjadi segera. Kita sangat beruntung.”

Suami Yeon Hee tersenyum licik dan membelai rambut wanita itu. Dan tanpa mereka sadari, Yeon Hee berada di dekat mereka menyaksikan dan mendengarkan semuanya dengan menangis.
***

Joong Won meneropong ke arah Giant mall.
Joong Won: “Mall Giant sedang berusaha mencuri perjanjian kontrak sewa kita. Kita harus memastikan itu tidak akan terjadi.”
Sekertaris Kim: “Itulah mengapa kita berkeliling menyapa semua penyewa kita.”
Joong Won: “Mulutku sakit karena terus tersenyum pada mereka.”
Sekertaris Kim: “Itu harga kecil yang harus dibayar untuk memastikan mereka tetap tinggal, terutama toko Dahlia.”
Joong Won masih meneropong: “Hmm..aku pikir mulutku mungkin akan lebih terluka saat aku melihat pemilik toko itu.”
Sekertaris Kim: “Omong-omong, wanita yang diikuti Tae Gong Shil…dia adalah pekerja di Dahlia. Istri pemilik toko baru saja meninggal..aku harap Tae Yang tidak membuat masalah apapun.”

Joong Won terkejut dan tampak berpikir.
***

Ibu Yeon Hee datang ke toko Dahlia.
Suami: “Ibu, kau pasti lelah, mengapa kau disini?”
Ibu: “Aku tidak punya lagi putrid yang bisa menemaniku makan siang..jadi aku hanya membawakan beberapa makanan untukmu.”
Suami: “Ibu, hanya ada kita berdua sekarang. Kita harus hidup dengan baik. Apa kau mau pergi hiking bersamaku, seperti yang aku lakukan bersama Yeon Hee?”
Ibu hanya tersenyum.

Gong Shil berjalan ke arah mereka dan menyodorkan sepatu pink Yeon Hee.
Suami: “Ini…?”
Gong Shil: “Ini sepatu istrimu yang sudah meninggal. Dia memintaku untuk memberikannya padamu.”
Suami dan wanita itu terlihat tegang.
Ibu: “Tunggu, apakah ini sepatu Yeon Hee?”
Gong Shil: “Dia datang kesini sebelum kecelakaan, dan dia melihat suaminya berselingkuh. Dia sangat terkejut sehingga dia berlari tanpa mengetahui sepatunya tertinggal di belakang.”
Ibu: “Chi Seop, apa yang dia bicarakan?”
Suami: “Apa kau mengatakan bahwa istriku datang kesini? Kau salah. Dan juga, sepatu itu bukan milik istriku.”
Gong Shil: “Tolong berhenti berbohong.”
Suami: “Aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan. Ibu, aku menemukan sepatu Yeon Hee.”
Suami Yeon Hee mendekati si wanita, dan member kode. Dia mengambil sepatu si wanita yang sama dengan milik istrinya.
Suami: “Polisi memberikan ini padaku dan mengatakan bahwa mereka menemukannya di lokasi kecelakaan. Ini adalah sepatu istriku yang hilang.”
Gong Shil: “Itu tidak benar. Sepatu itu milik wanita lain. Wanita itu ada di toko ini!”
 

Gong Shil akan mendekati si wanita tapi ditahan.
Suami: “Siapa kau? Apa yang kau inginkan?”
Gong Shil: “Dia mengatakan bahwa dia akan tetap mengawasimu.”
Gong Shil pada ibu: “Aku ingin melindungimu. Dia orang jahat!”
Suami Yeon Hee pura-pura akan menangis, “Mengapa kau seperti ini? Ini hanya seminggu sejak kematian istriku. Aku juga ingin mati saja. Mengapa kau melakukan ini pada seseorang yang hidup dalam kepedihan?”
Gong Shil tersenyum sinis: “Bisakah kau mengatakan semua itu bahkan jika istrimu ada disini bersama kita?”
Suami: “Jika dia ada disini bersama kita, dia akan tahu bagaimana besarnya aku mencintainya, bagaimana besarnya aku menderita dalam kepedihan…aku yakin dia akan tahu.”
Dan hantu istrinya memang ada menyaksikan semua itu sambil menangis.

Gong Shil: “Bohong. Air mata itu adalah kebohongan!”
Gong Shil akan menyerang suami Yeon Hee tapi ditahan oleh pegawai toko.
Gong Shil: “Aku melihat semuanya! Aku melihat kau tersenyum saat kau menemukan istriku meninggal! Istrimu ada disini melihat kebohonganmu!”
Gong Shil memberontak dan berusaha memberitahu ibu bahwa suami Yeon Hee adalah orang jahat dan dia diminta melindungi ibu oleh Yeon Hee. Ibu yang bingung harus percaya siapa hanya diam. Dan gong Shil diseret keluar toko.

Ruang pengawasan. Kang Woo diberitahu bahwa yang melakukan kegaduha di toko Dahlia adalah anggota tim kebersihan, Tae Gong Shil.

Gong Shil terus saja ditarik dan dia berontak.
Han Joo dan rekannya melihat Gong Shil dan segera menghampiri.
Yi Ryeong juga mengenali Gong Shil.
Yi Ryeong: “Itu adalah  Tae Gong Shil yang aku lihat sebelumnya.”
Manager: “Gadis yang lebih cantik dan lebih pintar daripada kau saat di sekolah menengah?”
Yi Ryeong: “Rumor mengatakan dia menjadi aneh…aku rasa mereka benar.”

Gong Shil di dorong oleh si pegawai pria yang kesal, sampai Gong Shil terjatuh di lantai. Pegawai pria itu meminta Han Joo dan rekannya membawa Gong Shil.
Orang-orang yang melihatnya membicarakan Gong Shil. Mereka mengatakan Gong Shil orang gila. Gong Shil terlihat sangat sedih mendengarnya. Dia tidak beranjak bangun. Terlalu malu dan sedih. Lalu ada yang memanggilnya.

“Tae Gong Shil.” Joong Won berdiri di sampingnya.
“Mengapa kau duduk disana seperti orang gila? Berdiri.”
Gong Shil akan menangis.
“Aku bilang bangunlah.” Joong Won mengulurkan tangannya. Gong Shil pun berdiri dengan bertumpu pada tangan Joong Won.

Joong Won: “Apakah kau sudah menemukan pemilik sepatu itu?”
Gong Shil menunjuk suami Yeon Hee, “Ya. Aku menemukan pemiliknya, tapi pria itu menolak bahwa ini milik istrinya.”
Suami menunjukan sepatu yang dipegangnya: “Aku tidak berbohong! Ini adalah sepatu istriku yang sudah meninggal. Wanita itu mengatakan hak yang tidak masuk akal.”
Joong Won tersenyum sinis: “Aku rasa kita bisa mengetahui apakah dia gila atau kau yang berbohong dengan menyatukan sepatu itu bersama.”
Sekertaris Kim memberikan sebelah sepatu pink pada Joong Won.
Joong Won: “Ini adalah sepatu yang istrimu kenakan saat dia meninggal. Aku mengambilnya setelah kau membuangnya di tempat sampah di luar rumah sakit.”
 

Joong Won mendekati suami Yeon Heed an mengambil sepatu yang dipegangnya. Joong Won menyandingkan sepatunya.
“Oh, itu tidak pas!”
“Kau benar! Itu tidak pas!”
Joong Won: “Sepatumu tidak pas.”

Lalu Joong Won meminta sepatu Gong Shil. Semua yang melihatnya tidak menyangka itu akan pas.
Joong Won: “Disatukan dengan yang satu ini…membuatnya sangat cocok.”
Ibu terkejut: “Apakah ini benar-benar milik Yeon Hee?”
Ibu mengambil sepatu itu.
Ibu ke suami Yeon Hee: “Lalu, apa yang kau miliki?”

     

Joong Won melihat si wanita bersembunyi, dan meminta petugas keamanan untuk membawanya.
Wanita itu hanya mengenakan sebelah sepatunya.
Joong Won: “Sepatu yang kau pegang sepertinya miliknya.”
Ibu: “Kau berbohong…selama ini?”
Ibu merasa pusing, dia di pegangi oleh Han Joo.
Suami Yeon Hee tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia telah terbukti berbohong.

Gong Shil maju dan menunjuk suami Yeon Hee: “Istrimu akan terus mengawasimu, dan dia akan akan melihatmu saat akhir hidupmu…seperti kau melihat kematiannya.”
Joong Won dan Gong Shil saling pandang.
***

Gong Shil menyerahkan sepatu Yeon Hee pada ibu.
Ibu: “Apakah putriku sedang melihat kita?”
Gong Shil: “Ya..”
Ibu menangis sedih  memeluk sepatu itu. Yeon Hee memeluk ibunya dari belakang. Yeon Hee menangis. Gong Shil juga ikut menangis.
Lalu arwah Yeon Hee terbang ke angkasa.
***

Manager: “Presiden nampaknya benar! Dia mengambil sisi pegawainya.”
Yi Ryeong: “Presiden Joo Joong Won bukan orang dengan karakter seperti itu…”

Yi Ryeong melihat Kang Woo lewat di depannya, lalu mencoba memegang tangannya dari belakang. Yi Ryeong langsung di telikung Kang Woo.
Yi Ryeong kesakitan, “Ini aku! Tae Yi Ryeong! Lepaskan!”
Yi Ryeong marah.

Kang Woo: “Kau memegangku sangat tiba-tiba.”
Yi Ryeong: “Kau melakukan hal yang sama terakhir kali…kau pasti seorang security yang berdedikasi. Kau bekerja disini?”
Yi Ryeong melihat nama Kang Woo di jasnya: “Kang Woo? Apakah namamu Kang Woo? Ini bagus bertemu dengamu, karena kejadian terakhir---”
Kang Woo memotong: “Aku harus pergi. Aku sedang bertugas sekarang.”
Kang Woo beranjak pergi.
Manager: “Apa kau mengenalnya?”
Yi Ryeong tak percaya: “Apakah dia baru saja mengabaikanku?”
***

Kang Woo menuju toko Dahlia.
Kang Woo: “Apa yang terjadi?”
Han Joo: “Joo Gun sudah menyelesaikan semuanya.”
Kang Woo: “Presiden sendiri?”
Han Joo mengangguk dan mohon diri.
Han Joo berkata pada rekannya, yang terdengar oleh Kang Woo.
Han Joo: “Aku bersumpah Tae Yang adalah cinta rahasianya Joo Gun! Aku percaya dengan apa yang ku lihat! Tapi, aku tidak memegangnya terlalu keras, kan? Itu akan membuatnya terganggu…”
Rekan: “Ayo pergi.”
Kang Woo tampak berpikir.
*** 

Gong Shil berada di kantor Joong Won.
Gong Shil: “Terima kasih banyak untuk bantuanmu, walaupun kau mengatakan kau tidak akan mempercayainya dan mengabaikannya.”
Joong Won: “Tidak perlu berterima kasih, aku hanya melakukannya untuk bals dendam. Pria itu bukan hanya menghianati istrinya, tapi juga menghianati Kingdom ku. Dia menandatangani kontrak pindah dengan mall Giant. Bajing*n itu….Aku hanya membalas dendam untuk penghianatannya.”
Gong Shil: “Tapi bukankah kau melihatnya karena kau juga menyelidikinya?”
Joong Won: “Tidak, aku hanya datang ke tempat yang tidak seharusnya karena salah arah.”

Flashback.
Joong Won kembali ke rumah sakit setelah Gong Shil yang dia cari sudah pulang.
Joong Won: “Apa? Apakah ini rumah sakit lagi? Ayo pulang ke rumah, hmm?”
Saat akan memundurkan mobilnya, Joong Won melihat suami Yeon Hee membuang sepatu.
“Aku pergi ke arah yang salah dan melihatnya, jadi aku mengambilnya.”
Flashback end.

Gong Shil: “Terkadang orang menemukan apa yang mereka cari di tempat yang luar biasa, atau mendatangi tempat yang luar biasa karena kehilangan arah. Kita bisa berpikir itu sebagai keberuntungan atau kemalangan dari sebuah kebetulan. Tapi tidak semuanya merupakan kebetulan.”
Joong Won: “Apa kau sedang mengatakan bahwa aku kehilangan arah bukan karena kebetulan?”
Gong Shil: “Belok kanan.”
Joong Won menoleh ke Gong Shil.

Flashback.
Sebelum sampai di rumah sakit, saat Joong Won mencari Gong Shil.
“Belok kanan.”
Joong Won: “Apa? Belok kanan lagi? Lalu, bukankah itu tempat sebelumnya?”
Ternyata itu bukan suara GPS, tapi hantu Yeon Hee.
Flashback end.

Joong Won sepertinya merasa takut, dia menegakan duduknya.
Gong Shil tersenyum. Lalu terlihat ketakutan melihat ke arah atas di belakang Joong Won. Joong Won ikut menoleh ke belakang.
Joong Won: “Berhenti. Jangan katakan padaku hal yang tidak berguna lagi.”
Gong Shil: “Presiden…coba pikirkan…aku pikir itu adalah jalan untukku untuk menjadi orang yang special bagimu.”
Gong Shil tersenyum malu.




Joong Won: “Kau bisa menjadi special bagiku? Mengapa? (mata Joong Won melirik ke samping) Apakah dia mengatakan padamu beberapa nomor lotre?”
Gong Shil: “Cha Hee Joo, dia orang yang sangat special untukmu, kan? Aku punya kemampuan untuk melihatnya.”
Joong Won: “Benar. Kau bilang Hee Joo ada di sampingku, kan? Jika kau selalu berada di sekitarku, kau bisa melihatnya lagi, kan?”
Gong Shil: “Ya..aku akan menjadi special jika aku bisa melihat Cha Hee Joo lagi, kan? Jika aku melihatnya lagi, aku akan mengatakannya padamu!”
Gong Shil kemudian mengucapkan terima kasih sekali lagi, dan pergi sambil tertawa senang.
Joong Won berkata sendiri: “Aku akan bertemu dengan Hee Joo lagi?”
***

Bibi Joo: “Apakah kau merasakan sesuatu dari kejadian ini?” (kejadian di toko Dahlia)
Direktur Do: “Aku?”
Bibi Jo: “Aku tidak peduli jika kau melihatku lebih dulu karena uang. Kau hanya karus terus melihatku sampai akhir. Payudara wanita cantil bisa rusak karena usia mereka..Akan tetapi, uangnya tidak akan pernah kering. Jadi, kau hanya perlu menjaga kepercayaan dan kesetiaan dari awal, dan tidak melihat kemanapun lagi. Itu semua yang aku inginkan.”

Direktur Do: “Aku tidak akan pernah…mengubah perasaanku tentang mencintaimu. Aku hanya melihatmu.”
Bibi Jo: “Oke.. jika kau miring sedikit saja…(Bibi Joo menggerakan tangannya di leher) aku hanya akan membuangmu tanpa melihat kembali.”
Direktur Do: “Itu tidak akan pernah terjadi. Tidak akan.”
(lucu..Bibi Joo mengancamnya dengan uang..hehe)
***

Han Joo memberikan minuman pada Gong Shil.
Han Joo: “Kami akan berkumpul bersama dengan anggota tim keamanan hari ini. Akankah kau bergabung?”
Gong Shil tertawa: “Berkumpul? Minum dan pergi karaoke?”
Han Joo tertawa: “Ya, Ya!”
Gong Shil: “Aku ingin pergi tapi—“
Gong Ri: “Jika ini tim keamanan, Kang Woo pasti datang kan?”
Han Joo: “Ya.”

Gong Ri: “Gong Shil, ayo pergi dan terima semangat.”
Gong Shil: “Unnie…kau tahu aku tidak bisa minum. Akan jadi masalah jika aku tak sadarkan diri.”
Gong Ri: “Kau bisa hanya memakan makana ringan disana.”
Han Joo: “Benar. Jadi aku akan menganggapmu ikut? Aku ingin melakukan ini karena aku ingin lebih dekat denganmu!”
Han Joo tertawa.
***

Di café tempat berkumpul.
“Cheers!”
“Suasananya menjadi hidup karena ada kau disini! Gong Shil, apa yang kau pikirkan tentang pria sepertiku?”
Han Joo terus mengoceh dan membuat Gong Shil dan Gong Ri tertawa. Diam-diam Kang Woo mengawasi Gong Shil.

Minuman dituang. Cola untuk Gong Shil karena dia tidak bisa minum.
Han Joo menukar cola Gong Shil dengan minuman tanpa sepengetahuan orang lain, dan memberikannya pada Gong Shil.
Gong Shil meminum habis minuman itu. (masa gak terasa bedanya ya?)

Kemudian, Gong Shil terlihat pusing. Gong Ri memindahakn duduk Gong Shil ke samping Kang Woo agar Gong Shil bisa berbaring.
Gong Shil berkata sendiri: “Apakah aku lelah? Mengapa kepalaku sakit?”

Kang Woo: “Apa kau baik-baik saja?”
Gong Shil: “Ya, aku baik-baik saja. Ini sudah lama sekali sejak terakhir kali aku berkumpul bersama orang lain.”
Kang Woo: “Apa kau sungguh baik-baik saja? Apakah kau tidak mabuk?”
Gong Shil mengurut-ngurut kepalanya, “Aku tidak minum alcohol. Aku tidak bisa minum. Aku takut akan menjadi orang lain.”
Kang Woo: “Semua orang akan menjadi seperti itu jika mereka mabuk.”
Gong Shil: “Aku benar-benar akan menjadi orang lain kadang-kadang.”
***

Joong Won masih di kantornya. Dia melamun.

Flashback.
Joong Won remaja sedang bersama Hee Joo.
Joong Won: “Cha Hee Joo. Apakah benar kau menyukaiku hanya karena aku berasal dari keluarga kaya? Apa kau terganggu? Aku bersalah?”
Hee Joo: “Aku hanya ber[ura-pura seperti aku sedang terganggu, jadi kau tidak akan merasa bersalah. Jika aku menerimanya, kau akan terluka.”
Joong Won terlihat marah dan pergi meninggalkan Hee Joo.

Hee Joo: “Apa kau marah? Kau akan memaafkanku jika aku memanggilmu tiga kali.”
“Joo Joong Won (one)…”
“Joo Joong Two…”
“Joo Joong Three…”
Joong Won tersenyum dan berbalik, “Itu tidak lucu.”
Hee Joo: “Itu tidak lucu, tapi kau memaafkan aku, kan?”
Joong Won tertawa.
Flash back end.

Joong Won keluar dari kantornya dan terlihat kesal, “Gadis itu..”
Di belakangnya ada Gong Shil yang masih memegang kepalanya karena pusing.

Gong Shil melihat ada hantu Hee Joo dibelakang Joong Won.
“Gadis itu? Aku mengatakan padanya akan membuatnya (Joong Won) bertemu dengannya (Hee Joo).”

Hantu Hee Joo menatap Joong Won dengan sedih. Lalu dia berbalik dan menatap Gong Shil.
***

Kang Woo menelpon seseorang.
“Aku pikir gadis yang aku laporkan sebelumnya memiliki hubungan special dengan Presiden Joo Joong Won. Aku akan terus mengawasinya untuk melihat jika dia mempunyai hubungan lain atau informasi tentang Cha Hee Joo.”
***

Gong Shil (?) berjalan dan berhenti di depan sebuah gedung. Dia menatap lantai atas. Itu adalah rumah Joong Won.

Joong Won menemui Gong Shil di bawah.
Joong Won: “Mengapa kau datang kesini? Bagaimana kaubisa tahu tentang tempat ini? Kau menumpang mobilku, datang ke Kingdom ku, sekarang kau dengan berani membunyikan bel pintu rumahku?”
Gong Shil diam saja di tempat.
Joong Won: “Aku sudah memperingatkanmu. Apakah aku tidak memberitahumu untuk berhenti?”

Gong Shil berbalik dan tersenyum, “Joong Won.”
Joong Won tertawa, “Joong Won? Kau pasti sudah keluar dari akal sehatmu.”

Gong Shil menghampiri Joong Won dan berdiri di hadapannya.
“Kau marah padaku, kan?”
Joong Won: “Benar. Aku marah padamu. Kau di pecat. Jangan pernah muncul lagi di hadapanku. Menghilanglah!”
Gong Shil: “Akankah kau tetap memaafkanku jika aku memanggilmu tiga kali?”

“Joo Joong Won (one)…”
“Joo Joong Two…”
“Joo Joong Three…”
(cara memanggilnya sama dengan Hee Joo remaja)

Gong Shil tersenyum.
Joong Won berbalik: “Ini tidak lucu. Kau. Siapa kau?”
Gong Shil: “Ini aku. Gadis nakal-mu.”

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar