Selasa, 27 Agustus 2013

Drama Korea Who Are You Episode 5 Part 2





Shi-on memasuki kantor, Shi-on terlihat begitu tak nyaman karena Hantu tadi terus mengikutinya.
Apalagi dia terus-terusan mengetuk-ngetukkan tangannya, membuat Shi-on terlihat frustasi.



Shi-on berjalan berselisih arah dengan Hee-bin, Shi-on tadinya tak menyadarinya tapi Hee-bin menyapa. “eonni.. kau berada di kepolisian?”
Shi-on meng-iya-kan, “Apa yang membawamu kemari?”
Belum dijawab oleh Hee-bin tapi Shi-on kembali bertanya sambil melongok si Hantu. “Apa kau melihat sesuatu yang aneh sekarang?”
Hee-bin menunduk, “ya. Aku melihat sesuatu yang tidak seharusnya. aku ingin bertanya padamu.”
~~~


Shi-on dan Hee-bin duduk di bangku depan gedung Lost and Found Center. Sepertinya Hee-bin menyuruh Shi-on untuk menutupi apa pekerjaan Hee-bin yang sebenarnya. Shi-on mengeluh karena dalam percakapan Hee-bin memakai bahasa informal padahal Hee-bin terlihat jauh lebih muda darinya.
Hee-bin tersenyum lalu menyuruh Shi-on untuk menggunakan bahasa informal juga. Hee-bin permisi harus pergi karena ada pengunjung di tempatnya.




Shi-on menahan Hee-bin. Shi-on bertanya apakah hantu bisa membuat suara. Hee-bin balik tanya apa hantu itu mencoba bicara dengan Shi-on.
Shi-on : “yah, bukan bicara padaku. Dia hanya membuat suara yang sama berulang-ulang.”
Hee-bin : “Jadi dia sedang mencoba untuk berbicara padamu.”
Shi-on : “Apakah dia harus berkata untuk berbicara?”
Hee-bin : “Orang bilang sesuatu dengan mata dan tindakan mereka. Hal yang sama juga pada para hantu.”
Shi-on : “Lalu, apa karena dendam juga? sebelumnya Kau bilang, bahwa hantu muncul karena kebencian. Kemudian hantu kali ini ....”



Hee-bin menghentikan pertanyaan beruntun Shi-on, eon ayo bicara lebih detai lain waktu. buat janji. Dan dengan biaya.
Hee-bin pun pergi meninggalkan Shi-on yang masih menyimpan banyak pertanyaan.
~~~





Hee-bin keluar dari toilet setelah mengeluh tentang Shi-on yang membuat konsultasi gratis dengannya.
Hee-bin berjalan namun tak sengaja tubuhnya menyenggol seseorang, dia Hyung-joon. Hee-bin mengeluh, bagaimana dengan matamu?
Hyung-joon terlihat terkejut dan berbalik menatap Hee-bin. Hee-bin memandang lekat Hyung-joon sampai akhirnya dia menyadari kalau Hyung-joon bukan manusia.



Seong-chan tak sengaja lewat melihat Hee-bin. Seong-chan segera sembunyi dan mengintip Hee-bin. Dia bertanya-tanya apa yang dilakukan Hee-bin.




Hyung-joon seolah akan mengatakan sesuatu, Hee-bin menahannya. “Ini bukan waktu yang baik bagiku.”
Hee-bin mengambil kartu nama dan menunjukkannya pada Hyung-joon. Hee-bin tersenyum, “kau tidak butuh ini, kan? temui aku lain kali.”
Hee-bin pergi tapi dia kemudian berbalik dan melambai pada Hyung-joon. Hyung-joon masih terus menatap kepergian Hee-bin.
~~~



Gun-woo sedang sibuk mencari tahu tentang Shi-on, Gun-woo masih kepo. Shi-on masuk, Gun-woo segera berpura-pura sedang membaca sebuah dokumen. Shi-on bertanya dimana semua orang. Gun-woo menjawab kalau dia tak tau.



Shi-on memandang Gun-woo yang berpura-pura cuek sama Shi-on, masih jual mahal karena Shi-on gak mau cerita rahasianya.



Sebuah suara ketukan kembali terdengar, Shi-on merasa sangat terganggu. Shi-on melirik si hantu dengan sebal.




Shi-on melihat Hantu lagi, Shi-on mencoba mengikuti irama ketukan Hantu dengan mengetukkan pensilnya. Hantu tertawa senang. Gun-woo yang melihat apa yang dilakukan Shi-on dan berkata, “Cha Gun Woo?”



Shi-on heran. Gun-woo ikut heran, “Kau bilang, Cha Gun Woo.”
Shi-on bingung kapan dia melakukannya. Gun-woo menunjuk kalau yang Shi-on ketukkan tadi berarti Cha Gun-woo. “Itu kode morse.”
Shi-on baru sadar. Gun-woo tersenyum dan permisi keluar.
~~~



Gun-woo ternyata menemui Moon-sik. Dia mengajak Moon-sik untuk duduk di bangku taman. Gun-woo celingukan. Gun-woo kemudia bertanya pada Moon-sik, bagaimana pendapatmu tentang Ketua Tim Yang?
Moon-sik : “apa maksudmu, apa aku memikirkannya?”
Gun-woo : “Aku sudah mengawasi dia, Dalam kasus Oh Reum dan kasus tunangan Jaksa Park. Ketua tim Yang menemukan petunjuk penting.”
Moon-sik memuji kalau Shi-on adalah detektif yang berkapasitas.
Gun-woo : “Ini melampaui itu. Sebelum hasil otopsi keluar, dia tahu tentang korban!  Di atas semua itu, ia bahkan tahu kode morse..”
Moon-sik bingung, kode morse?



Gun-woo yakin kalau tak banyak orang yang mengetahui kode morse. Bahkan dia hanya tau satu kata ‘Cha Gun-woo’ dari ayahnya. Moon-sik bertanya jadi apa sebenarnya apa yang ingin ditanyakan Gun-woo.
Gun-woo celingukan: “Saya berpikir Ketua Tim Yang terhubung ke seseorang di atas. dan langsung saat itu, Seseorang yang tidak bisa kita temui.”
Moon-sik : “Jadi, kenapa orang seperti itu datang ke pusat Lost and Found?”
Gun-woo : “undercover. Dia pasti punya misi khusus. Terus terang, dia pembaca pidato perpisahan di kelas lulusan universitas polisi dan menjadi inspektur senior termuda. Jadi tidak masuk akal dia di pusat Lost and Found?”
Gun-woo yakin sekali dengan analisanya sendiri.
~~~




Shi-on melihat profil Gun-woo, ikutan kepo. Perhatian Shi-on kemudia teralih pada profil ayah Gun-woo, “Cha Myung Soo. meninggal 12 August 2002.”
Shi-on tak mengenal foto ayah Gun-woo tapi setelah diperhatikan, Shi-on terkejut.



Gun-woo masuk keruangan, Shi-on langsung stay cool. Gun-woo duduk lalu perlahan mendekat untuk melihat apa yang dilakukan Shi-on, “nah, apa kau menyelidikinya lagi sendiri?”
Shi-on bertanya bagaimana penyelidikan Gun-woo sendiri (maksud Shi-on nyindir Gun-woo biar dia gak ikut campur). Gun-woo mengerti, baik.
Mereka berdua sama-sama terdiam untuk beberapa saat, Shi-on melirik Gun-woo. Mereka sama-sama memiliki berbagai pertanyaan dibenak mereka. Gun-woo seperti ingin bertanya sesuatu, Ketua Tim Yang. Tepat saat itu, Shi-on juga memanggil Gun-woo, inspektur Cha..



Seong-chan masuk ruangan, membuat Gun-woo dan Shi-on sama-sama diam. Gun-woo berbicara tanpa suara, Pergi ke luar?
Shi-on mengangguk.
~~~




Shi-on mengatakan kalau ada yang harus diketahui Gun-woo, Gun-woo jelas senang. Gun-woo menyuruh Shi-on untuk mengatakan semuanya. Shi-on terlihat ragu, Gun-woo menyuruh Shi-on untuk percaya padanya.
Shi-on memberitahu kalau dia bertemu dengan ayah Gun-woo. Gun-woo mengatakan kalau ayahnya sudah meninggal lama. Shi-on akhirnya mengaku, aku melihat orang yang sudah mati.



Gun-woo tersenyum tak percaya. Shi-on mencoba meyakinkan.
Shi-on : “aku bilang aku bisa melihat roh. Oh Reum dan tunangannya Jaksa Park, begitulah aku mengetahuinya. Dan kode Morse sebelumnya juga dari ayahmu .”
Gun-woo masih tak percaya dan menyuruh Shi-on untuk jangan mengatakan omong kosong. “kau berharap aku percaya itu? kau melihat ayahku? bagaimana ayahku? dia terlihat seperti apa? aku kira kau bisa mencari tahu. kau memiliki jaringan intelijen yang menakjubkan. Aku tidak tahu siapa yang kau kenal. Dengar, ketua Tim Yang Si Ohn! aku tidak tahu rahasia apa yang coba kau sembunyikan. tapi kau melampaui batas membuat ayah orang lain untuk melakukan itu! ini alasan yang konyol yang kau buat dari otakmu?”


Gun-woo marah lalu memperingatkan Shi-on untuk jangan membawa-bawa ayahnya. Gun-woo pergi meninggalkan Shi-on.
~~~




Ayah Gun-woo sedang jongkok dengan cemas, dia berada didepan gedung Lost and Found Center.
Shi-on keluar dari gedung, Ayah Gun-woo segera berdiri dan tersenyum lebar pada Shi-on. kemudian ayah Gun-woo berjalan seolah minta Shi-on untuk mengikutinya. Shi-on masih diam, Shi-on tampak sangat malas. Ayah Gun-woo berbalik dan tersenyum lagi pada Shi-on. Akhirnya Shi-on meyakinkan dirinya dan mengikuti Ayah Gun-woo.
~~~


Meskipun Gun-woo terlihat tak percaya dengan kata-kata Shi-on tapi dia tetap kepikiran.




FLASHBACK
Gun-woo sedang pulang sekolah, ada beberapa anak nakal sedang mengganggu ayahnya dengan menyebar selebaran yang dibawa ayah Gun-woo. Gun-woo mencoba untuk membiarkan ayahnya, Gun-woo agaknya malu dengan keadaan ayah yang sepertinya memiliki keterbelakangan mental.
Tapi bagaimanapun juga dia tak bisa begitu saja membiarkan ayahnya diganggu. Gun-woo berbalik, “baj*ngan ini..”



Gun-woo berkelahi melawan anak-anak yang mengganggu ayahnya, meski kalah jumlah Gun-woo masih bisa mengalahkan mereka semua.
Gun-woo menarik kerah salah satu anak, “terlambat? siapa yang terlambat? Ayahku baik-baik saja sebelum kecelakaan. apa yang kau tahu?”
Gun-woo memperingatkan semua anak itu untuk jangan mengolok-olok ayahnya lagi ataupun mengganggu karena Gun-woo akan membunuh mereka.



Ayah Gun-woo merapikan selebaran yang tadi disebar oleh anak-anak nakal. Ayah Gun-woo melihat Gun-woo datang, dia segera berdiri dengan senang namun dia terkejut melihat anaknya babak-belur.
Ayah Gun-woo mencoba memegang lukanya, tapi Gun-woo melengos menolak. Ayah Gun-woo mengerti, “Tidak apa-apa,, Gun Woo. kau bisa mengoleskan salep di atasnya. .”




Gun-woo mengambil selebaran yang dirapikan ayahnya dan menyebarnya lagi. Gun-woo menyuruh ayahnya berhenti karena tak akan ada orang yang menyuruh Ayah untuk mencari uang. Ayah Gun-woo menenangkan kalau dia tak apa.
Gun-woo kesal, Bagaimana ini baik-baik saja?
Gun-woo mengambil bros yang dipakai ayahnya dan membuangnya, “Hari orang tua berlalu lama, jadi mengapa kau masih memiliki ini? Inilah sebabnya mengapa anak-anak mengolok-olokmu!”
FLASHBACK END


Gun-woo sedih mengingat apa yang telah dilakukan pada Ayahnya sendiri.
~~~



Shi-on masih mengikuti ayah Gun-woo sampai malam. Ayah Gun-woo masih mencari suatu tempat, dia tersenyum setelah menemukan tempat itu. Shi-on ikut mendekati Ayah Gun-woo kesebuah toko barang bekas atau antik yah, terlihatlah sebuah tape recorder dijendela.


Seseorang ada yang mengikuti Shi-on dan mengambil gambar Shi-on kemudian mobil itu pergi.

Disana juga ada Hyung-joon yang sedang memperhatikan Shi-on dari kejauhan.
~~~





Shi-on sedang mencuci piring, dia terlihat lelah. Kemudian sebuah suara ketukan terdengar. Ayah Gun-woo sudah ada dimeja makan, Shi-on kesal.
Shi-on beralih menonton TV, Ayah Gun-woo sudah ada disampinya sambil mengetuk-ngetuk meja. Shi-on benar-benar kesal segera pergi kekamar. Ayah Gun-woo ikut lagi, dia tak masuk kekamar tapi mengetuk-ngetuk pintunya, membuat Shi-on frustasi dan mengacak rambutnya kesal.
~~~


Sampai dengan jam 6 pagi, Shi-on masih belum tidur. Dia kesel banget deh kayaknya, dia bergegas keluar kamar.



Ayah Gun-woo berjalan dengan semangat, diikuti Shi-on yang terpaksa membantu Ayah Gun-woo. Ayah Gun-woo melambai pada Shi-on agar Shi-on cepat datang, Shi-on malas. “Oke, aku datang.”



Shi-on menuju ke apartemen Gun-woo, dia memencet bel’nya tapi tak ada respon. Shi-on  putus asa mengatakan kalau Gun-woo tak ada dirumah. Ayah Gun-woo menunjuk-nunjuk pintunya lagi, Shi-on malas akhirnya masuk dengan kode yang diketahuinya.




Shi-on masuk kerumah Gun-woo, Ayah Gun-woo menunjukkan sebuah gerdus dan mengangguk. Shi-on membuka gardus itu dan memandang ayah Gun-woo yang mengangguk, membenarkan. Shi-on mengernyitkan dahinya, ingat kalau kemarin dia memegang tape recorder itu dia pusing. Shi-on segera mengambil tape recorder itu ketika mendengar suara pintu terbuka.



Gun-woo masuk menemukan Shi-on sudah ada di apartementnya. Gun-woo marah, “Apa yang kau lakukan? apa ini gaya Yang Si Ohn? Datang ke rumah orang lain tanpa diundang dan pergi sesukanya. apa seperti ini kau memecahkan kasus.”
Shi-on akan menjelaskan kalau ini karena ayah Gun-woo, tapi Gun-woo terlanjut tak percaya. “aku bilang padamu untuk tidak membawa-bawa itu(ayah Gun-woo)! keluar sekarang juga. sebelum aku lapor polisi karena masuk tanpa izin.”


Shi-on hanya menghela nafas kesal, bagaimana pun juga dia tak bisa balik melawan kata-kata Gun-woo. Shi-on akhirnya pergi.
~~~



Shi-on keluar rumah Gun-woo, dia mengambil tape recorder untuk mencoba menyalakannya. Tapi barangnya sudah rusak, Shi-on membuka Tapenya. Ada sebuah kaset.
~~~



Shi-on memasuki basement untuk mencari tape recorder untuk memutar kasetnya. Shi-on pun menemukan dan mencoba mendengar isi kaset itu.
~~~




Moon-sik masuk keruangan Gun-woo, kenapa kantor sangat sepi? apa dia(Shi-on) pergi kesuatu tempat?
Gun-woo mengira kalau Shi-on sedang melakukan tugas. Moon-sik melihat wajah Gun-woo yang sedih, aku akan membayar makan malammu. aku kira tidak ada orang yang memiliki wajah sedih pada ulang tahunnya.
Gun-woo mengatakan kalau dia baik-baik saja. Tapi Moon-sik tetap mengajak Gun-woo pergi dan menariknya.



Gun-woo akhirnya setuju. Diluar Gun-woo dan Shi-on berpapasan. Shi-on terlihat tergesa-gesa, Inspector Cha, ayo bicara. Gun-woo mengatakan kalau tak ada yang harus dibicarakan. Shi-on berjanji kalau ini hanya lima menit. Gun-woo berfikir, Moon-sik mengatakan kalau dia ke tempat daging babi.
~~~





Shi-on menyerahkan tape recordenya pada Gun-woo. Gun-woo bertanya apa ini. Shi-on mengatakan kalau itu adalah alasan kenapa ayah Gun-woo datang pada Shi-on. Gun-woo benar-benar tak habis pikir dengan Shi-on yang masih terus berbicara seperti itu padanya.
Gun-woo beranjak pergi tapi Shi-on menahannya.


Shi-on memperlihatkan tape recorder yang diambilnya dirumah Gun-woo, “ayahmu memberikan ini untukmu untuk hari ulang tahunmua kan? Pada hari kecelakaan itu Aku mencoba untuk memperbaikinya,  tapi aku diberitahu aku tidak bisa. Jadi aku membawanya kembali.”
Gun-woo mengambil tape record’nya, aku tau kalau ini dihancurkan. Gun-woo berjalan pergi, Shi-on mengatakan kalau didalamnya ada rekaman.



Gun-woo kembali duduk dan mendengarkan rekaman itu.



FLASHBACK
Ayah Gun-woo pergi kesebuah toko untuk membeli tape recorder, tapi si pemilik toko menolak untuk dibayar. Dia bertanya apa yang dilakukan ayah Gun-woo dengan tape record itu, ayah Gun-woo mengatakan kalau itu sebagai hadiah untuk ulang tahun anaknya. Ayah Gun-woo pun keluar toko dengan senang.




Ayah Gun-woo merekam suaranya dijalan, “Gun Woo,  aku merekam ini. Gun Woo, aku bisa merekam ini. “
Tanpa disadari, lampu hijau pejalan sudah berkedip-kedip. Sebuah truk melintas, ayah Gun-woo yang sedang merekam suaranya tak sadar akan itu.
Saat lampu truk menyorotnya, ayah Gun-woo barulah terkejut. Dan terjadilah insiden kecelakaan ayah Gun-woo dan tape record yang sedari tadi di genggamnya pun terpental.


Flashback ke kejadian saat Gun-woo kesal karena teman-teman sekolah mengejek Ayah. Ayah mengatakan kalau dia benar baik-baik saja. dan mengambil bros bunganya. di BTS adegan buang bros ini diulang-ulang terus loh, keliatanya sih simple yah.



Ayah Gun-woo terkapar dijalan dengan berlumuran darah, tape record’nya terpental tak jauh dari Ayah. Ayah berucap, “Ayah baik-baik saja. selama aku memiliki Gun Woo, aku baik-baik saja.”
Adegan ini beneran buat aku nangis, bagaimanapun kekurangan seorang ayah. pastilah dia begitu menyayangi anaknya. Tak ada yang lebih berharga selain anaknya.
FLASHBACK END



Gun-woo menunduk sedih, “jadi ayahku mengatakan ini padamu? Itu omong kosong. Kau bohong, kan?”
Shi-on : “Tentang bunga anyelir.”
Gun-woo : “Apa ... anyelir?”
Shi-on : “yang di kemeja ayahmu. kau memberinya satu kan?”




Gun-woo semakin sedih mendengar penuturan Shi-on, bagaimana kau tahu itu?
Gun-woo tak bisa lagi menahan air matanya dan menangis terisak sambil menggenggam erat tape record.




Gun-woo sudah tenang, dia sedikit menyalahkan dirinya. Shi-on mengatakan kalau itu hanya sebuah kecelakaan. Gun-woo berharap kalau dia tak ada hari ulang tahun. Shi-on menenangkan, “Aku yakin ayahmu datang sehingga kau menghilangkan pikiran itu.”
Shi-on : “Oh Reum, Yoon Hee. dan bahkan ayahmu. Aku merasa seperti aku tertarik pada sesuatu sampai sejauh ini. Seperti takdir.”





Tiba-tiba lampu ruangan mati, Gun-woo berdiri untuk menge-cek. Tapi lampu menyala lagi, Gun-woo heran. Shi-on terlihat shock dan ketakutan.
Ternyata diatas ada Hyung-joon yang memperhatikan Gun-woo dan Shi-on.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar