Senin, 26 Agustus 2013

Drama Korea MASTER'S SUN Episode 1 part 1

Di suatu malam berhujan dengan petir yang sesekali menyambar. Tampak seorang wanita yang sedang membuang sampah berdasarkan materialnya, dia adalah Tae Gong Shil. Lalu ada ahjumma yang memanggilnya dari tangga atas.
“Tae Yang! Tae Yang! Nona Tae!”
Gong Shil menengadahkan kepalnya, “Ya?”
Ahjumma: “Sore ini, penghuni kamar 404 keluar lagi. Tolong di bersihkan.”
Gong Shil menjauhkan plastik yang dipegangnya, dia terkejut: “Kamar 404?”
Ahjumma: “Aku tidak mengerti mengaapa yang tinggal di kamar itu tidak bisa lama tanpa dikosongkan. Apakah kamar itu membawa tidak keberuntungan? Tae Yang, keluarkan juga meja rias dari kamar itu.”
Gong Shil mengiyakan, tapi raut wajahnya menampakan keraguan. Lalu dengan pelan dia berjalan menuju kamar 404. Sesampainya disana, Gong Shil sejenak ragu tapi akhirnya dia membuka pintu kamar itu.
Kamarnya gelap dan banyak sampah berserakan. Tiba-tiba pintu lemari sedikit terbuka, krek…. Lalu ada petir menyambar dan cahayanya menampakan ada seseorang yang duduk di atas lemari hias. Gong Shil terkejut lalu menyalakan lampu, tidak ada orang disana.
Gong Shil jongkok dan memunguti sampah. Lampu kamar meledak dan mati, Gong Shil berteriak kaget. Gong Shil melanjutkan pekerjaanya.
Gong Shil menenangkan dirinya sendiri: “Pura-puralah tidak melihat! Pura-puralah tidak melihat!”
Petir menyambar lagi, Gong Shil terjengkang karena terkejut. Saat dia melihat ke atas, dibelakangnya ada hantu berbaju putih, di atas lemri rias itu. Gong Shil segera berlari menuju pintu, sebelum keluar dia melihat lagi ke belakang, dan disana memang ada hantu itu yang tiba-tiba mendekatinya.
Gong Shil berlari ketakutan. Saat dia berlari, lampu-lampu lorong yang dilewatinya padam dan memercikan api. Gong Shil menaiki tangga, hantu itu masih mengejarnya. Gong Shil masuk ke rumahnya dan segera menutup pintu yang terdapat bawang putih di sampingnya. Dia memegang erat gagang pintunya. Pintu itu bergetar, seperti ada seseorang yang mencoba membukanya dari luar.
Gong Shil: “Pergi! Aku bilang padamu, pergi!”
 
Pintu berhenti bergetar. Gong Shil mengira hantu itu sudah pergi padahal ada di belakangnya. Gong Shil melihat ke sekeliling, dan bertemu muka dengan hantu itu. Perlahan wajah hantu yang menyeramkan itu berubah menjadi wajah seorang nenek.
Sekarang Gong Shil berdiri di depan sebuah rumah yang sedang berkabung. Gong Shil menatap tajam ke dalam dan memegang erat barang yang ada di tangannya. Gong Shil perlahan masuk ke dalam.
Saat Gong Shil berjalan, lampu-lampu yang dilewatinya bergoyang. Dan rumput-rumput di sampingnya juga bergoyang, diterpa asap tipis yang bergerak bersama dengan Gong Shil.
Gong Shil melihat foto yang ada di altar, benar itu foto nenek hantu.
Gong Shil: “Permisi.”
Seorang pria yang diduga anaknya nenek hantu mendekat.
Gong Shil: “Seorang nenek memintaku untuk memberikanmu uang ini.”
Gong Shil menyerahkan buku tabungan yang di genggamnya. Lalu ada flashback sebuah tangan yang membuka laci lemari rias dan mengeluarkan buku tabungan itu.
Pria: “Ibu kami?”
Gong Shil mengangguk.

Pria itu membuka buku tabungannya dan terkejut: “Uang ini…ini sepuluh juta won!”
Dua orang perempuan yang awalnya hanya memperhatikan dari belakang, segera berdiri dan menghampiri sang kakak.
Perempuan 1: “Ini benar!”
Perempuan 2: “Omo~”
Gong Shil: “Dia mengatakan untuk menggunakan uang itu untuk mengurus pemakaman dan gunakan sisanya untuk membayar hutangmu.
Pria tampak terharu: “Ibu…”
Gong Shil: “Ada hal lain yang ingin dia sampaikan padamu.”
Pria: “Katakan saja.”
Gong Shil mencengkram kerah baju si pria dengan marah: “Kau bajing*n! Jika kau menyentuh judi  lagi, aku akan datang dan memotong tanganmu, kau bajing*n! Jangan berjudi lagi!”
Semua orang kaget mendengar Gong Shil berteriak.
Gong Shil: “Itu yang ingin dia katakan.”
Perempuan 1 mengambil buku tabungannya, “Ini benar buku tabungannya ibu. Ya ampu, 10 juta!”
Perempuan 2: “Bagaimana bisa dia mempunyai uang sebanyak ini?”
Mereka tersenyum senang.
Anak yang pria merebutnya kembali. Kemudian mereka bertiga memperebutkan uang itu, dan saling menuduh apa yang sudah mereka berikan pad ibunya sehingga mereka menginginkan bagian. Dan daat diketahui juga. Anak nenek yang pria suka berjudi dan menghabiskan barang-barang dirumah, lalu salah satu anak perempuannya bercerai.
Gong Shil berbalik dan akan pergi. Dia melihat nenek hantu berdiri di pintu luar dan memandangi anak-anaknya yang sedang bertengkar memperebutkan uang peninggalannya. Nenek hantu lalu melihat Gong Shil dan menganggukan kepalanya, dan di balas oleh Gong Shil. Lalu nenek hantu menjadi asap dan menghilang.
***
Joong Won sedang duduk di sebuah rumah dan berhadapan dengan seorang pria tua.
Joong Won: “Kau mengatakan bahwa ada arwah disini sekarang?”
Pria: “Itu benar. Istriku yang sudah meninggal tetap ada di sini. Aku sudah pernah mengatakan tentang anak-anak, dan aku sudah pernah mengatakan tentang menjual rumah. Tapi itu bukan sesuatu yang di inginkan oleh arwah istriku.”
Joong Won: “Jadi, kau akan tinggal sebagai batu sandungan di tengah pembuatan lapangan golfku? Baik, mari berunding.”
Pria: “Jika istriku disini sekarang, bagaimana bisa aku mengusirnya.”
Joong Won: “Orang mati ada disini? Baik. Jika dia benar ada disini, mari kita berunding bersama. Apa yang dia katakan?”
Pria menunjuk suatu tempat: “Kau akan tahu jika kau melihat bunga itu. istriku menghargai bunga itu. Saat aku memutuskan untuk menjual rumah ini, bunga itu layu dan akan mati. Tapi, saat aku memutuskan untuk tidak jadi menjualnya, bunga itu mekar kembali dengan cantik seperti itu.”
Joong Won melihat bunga itu: “Istrimu mengungkapkan pendapatnya melalui bunga itu? Itu yang kau katakan, kan?”
Pria: “Itu benar.”
Joong Won memukul meja dengan semangat: “Kalau begitu, aku kira aku harus berunding dengan bunga itu.”
Joong won berdiri dan menghampiri meja bunga itu. Dia juga mengambil gunting tanaman yang ada di sampingnya.
Joong Won pada bunga: “Bunga istri, dengarkan baik-baik dan jawablah. Suamimu tidak mau menjual rumah ini, tapi aku harus membeli rumah ini. Bisakah kau menjual rumah ini? Jika iya, tolong anggukan tangkai bungamu. Jika tidak, aku akan memotong bungamu.”
Pria cemas: “Apa yang sedang kau lakukan?!”
Joong Won: “Tidak bisakah kau melihat aku sedang berunding?”
Joong Won menjepitkan gunting di tangkai bunga: “Aku akan memberimu tiga detik untuk memutuskan. 1, 2, 3.”
Joong Won memotong bunga itu.
Pria tua itu berdiri dan marah: “Apa kau gila?!”
Joong Won: “Yang gila adalah kau. Mencoba menjatuhkan perjanjian di antara orang yang hidup dengan menyeret orang yang sudah mati, apa itu tidak gila?”
Sekertaris Joong Won, Kim Gwi Do menyerahkan berkas pada Joong won.
Joong Won: “Karena aku sudah menghapus keingingan istrimu yang sudah meninggal, tolong ikuti keinginan anakmu yang masih hidup. Tolong..tanda tangan.”
Joong Won menunjukan berkas jual beli dengan tersenyum. Pria tua itu marah dan mengepalkan tangannya.
 
Joong Won keluar dari rumah itu. Pria tua menyusulnya dari belakang.
Pria tua: “Kau bajing*n. Apapun yang kau katakan, istriku ada disini!”
Joong Won berbalik: “Tidak, dia tidak ada disini. Tolong kembali ke akal sehatmu.”
Pria tua: “Jika kau anggap enteng hati seseorng dan mengbaikanny seperti ini karena kau tidak bisa melihatnya, kau akan di sambar petir!”
Joong Won: “Aku akan melanjutkan hidupku dengan tangkas dan baik, mengbaikan hal-hal yang tidak bisa aku lihat. Jika yang aku katakan salah, ku siap menerima sambaran petir.”
Joong Won membuka lebar tangannya dan menengadahkan kepalanya ke langit. Petir menggelegar, tapi tidak ada yang menyambarnya.
Joong Won pada pria tua: “Tidak ada petir yang menyambarku. Kau baru saja menjual rumah ini. Selamat.”
Joong Won bertepuk tangan dan berjalan pergi.
Pria tua berkata sendiri: “Jika ada arwah, mereka akan datang dan mengambil seseorang sepertimu.”
***
Mobil yang di kemudikan Gwi Do melaju di jalanan gelap yang masih di guyur hujan.
Gwi Do: “Apakah kau sungguh tidak takut pada hantu, Joo Gun?”
Joong won: “Mengapa aku harus takut pada orang mati? Orang hidup lebih menakutkan. Aku harus mengkonfirmasi ulang isi kontrak. Tolong berikan aku rekamannya.”
Gwi Do menyerahkan rekamannya: “Oh ya. Aku membaca semua isi dokumen dan menyimpannya di file nomor 4.”
Joong Won mendengarkan rekaman isi kontraknya sambil melihat berkas dokumennya. Tulisan di dokumen terlihat bergerak-gerak.
Gong Shil sedang berdiri di pinggir jalan. Gwi Do melihatnya dari dalam mobil.
Gwi Do: “Apa itu? apakah itu orang? Sepertinya dia mencoba mendapatkan tumpangan. Haruskah aku berhenti?”
Joong Won: “Tidak usah di perhatikan dan jangan berhenti.”
Gong Shil yang berusaha menyetop mobil Joong Won kecewa karena mobil itu melaju begitu saja. Gwi Do melihat Gong Shil dari kaca spion. Lalu saat dia melihat ke depan, tiba-tiba seperti ada cahaya yang melintas. Gwi Do mengerem mendadak, membuat Joong Won kepalanya terbentur ke depan.
Joong Won: “Apa itu?”
Gwi Do: “Bukan apa-apa, hanya ada cahaya terang. Apakah itu sambaran petir?”
Tiba-tiba Gong Shil membuka pintu mobil mengagetkan Joong Won dan masuk.
Gong Shil: “Terima kasih.”
Gong Shil masuk duduk jas hujannya, “Aku pikir kau terus melaju tanpa melihatku, tapi kau berhenti."
Gwi Do ke Joong Won: “Apa yang harus ku lakukan?”
Joong Won memandangi Gong Shil yang memasang wajah memelas.
Joong Won menurunkan pembatas kursi dan meminta Gwi Do melanjutkan perjalanan.
Gwi Do pada Gong Shil: “Mengapa kau berada diluar saat hujan seperti ini?”
Gong Shil: “Baru saja, seorang wanita datang dan bicara padaku.”
Gwi Do: “Wanita itu harusnya melakukan hal yang benar, jika dia seorang hantu.”
Gong Shil tertawa: “Benar, dia pasti seorang hantu. Dia mengatakan bahkan jika kau bisa menghindari petir, kau tidak akan bisa menghindariku. Aku kira dia benar.”
Gong Shil membuka jas hujannya, “Tapi..apakah mobil ini menuju ke Seoul?”
Gwi Do dan Joong Won menjawab bersama: “Ya”---“Tidak.”
Joong Won: “Turunkan dia di daerah dekat sini.”
Gwi Do: “Ya, tuan.”
 
Gong Shil kemudian melihat berkas yang dipegang Joong Won.
Gong Shil menunjuk berkas: “Kingdom? Apakah itu kan, tuan CEO?”
Joong Won menepis tangan Gong Shil.
Gong Shil terkejut dan memegang tangannya, “Kau merasakan getarannya, kan?”
Joong Won: “Tidak.”
Gong Shil: “Oh, tadi benar-benar ada getaran hebat. Bukankah tadi getaran hebat?”
Joong Won: “Tidak!”
Gong Shil salah tingkah, dia membuka percakapan dengan bertanya pada Gwi Do, karena Joong Won terlihat acuh.
Gong Shil: “Apakah itu Kingdom tempat perbelanjaan yang besar itu? aku tinggal di dekat situ. Jika kau akan pergi kesana-“
Joong Won: “Persimpangan di depan terlihat cocok. Tolong turun disana.”
Gong Shil mengangguk: “Baiklah, aku akan turun.”
Lalu Gong Shil melihat hantu di tengah jalan, dia berteriak. Gwi Do mengere mendadak. Hantu itu tertabrak dan posisinya jadi di dalam mobil, berhadapan dengan Gong Shil yang menutup mukanya.
Gong Shil: “Lanjutkan! Tolong jangan berhenti!”
Gwi Do memangilnya: “Nona..”
Gong Shil perlahan membuka matanya dan melihat hantu itu tepat di depan wajahnya. Gong Shil berteriak dan spontan memegang lengan Joong Won. Hantu itu menghilang menjadi asap.
Joong Won menyingkirkan kepala Gong Shil dengan jijik dari pundaknya.
***
Gong Shil kini duduk di depan sebuah gedung. Gwi Do memberinya minuman.
Gwi Do: “Nona, apa kau baik-baik saja?”
Gong Shil: “Ya, terima kasih.”
Lalu Gong Shil pamit sebentar. Dia berjalan menjauhi Joong Won dan Gwi Do.
Joong Won: “Di tengah-tengah kebingungannya dia berteriak, sehingga kita membawanya kesini. Tidakah dia berteriak dengan alasan karena aku mengatakan padanya untuk turun?”
Gwi Do: “Sepertinya tidak seperti itu. apa yang dia lihat sehingga membuat dia begitu ketakutan?”
Gong Shil memegang tangannya, dia mengingat kejadian saat di mobil tadi hantu menghilang saat dia memegang tubuh Joong Won, kemudian dilihatnya hantu itu di belakangnya. Gong Shil memejamkan matanya ketakutan.
***
Joong Won berjalan, lalu melihat Gong Shil yang sedang jongkok sendirian dengan gelas dan botol minuman di depannya.
Joong Won: “Apa yang dia lakukan?”
Gong Shil menuangkan minumannya ke gelas, dia seperti bicara sendiri: “Kau mengatakan kau mengalami kecelakaan setelah minum. Aku benar-benar tidak mengerti bagaimana kau bisa tetap bertahan untuk alkohol setelah kejadian itu.”
Joong Won yang melihat dari jauh celingukan mencari orang yang di ajak bicara oleh Gong Shil.
Gong Shil: “Tidak, tidak apa-apa. Aku tidak bisa minum sekarang, maafkan aku.”
Tapi akhirnya Gong Shil minum juga. Joong Won geleng-geleng kepala.
Gong Shil terlihat sedih: “Tidak apa-apa, lagipula aku belum menikah.”
Lalu Gong Shil tersenyum, bahkan sampai tertawa, “Aku cantik? Benarkah?”
Kemudian Gong Shil melihat kehadiran Joong Won yang mengamatinya dari jauh. Gong Shil berdiri dan akan menghampiri Joong Won, “Uh! Presiden..!”
Gong Shil mengusir hantu itu yang terus mengikutinya, “Jangan ikuti aku! Pergi! Aku bilang jangan mengikutiku.”
Gong Shil memeluk Joong Won dari belakang, hantu itu menghilang menjadi asap, Wusshh…
Joong Won berhenti menyadari Gong Shil yang memegang lengannya, dia tidak nyaman.
Gong Shil melihat ke belakang lagi, “Dia tidak mengikutiku. Dia pergi.”
Gong Shil memegang-megang tangan Joong Won, masih merasa aneh dengan apa yang terjadi. Ada apa dengan tubuh Joong Won?
Joong Won: “Ada dua hal yang tidak aku sukai. Pertama, seseorang yang menyentuh uangku. Kedua, seseorang yang menyentuh badanku. Aku memotong bunga yang menyentuh uangku, tapi apa yang harus aku lakukan dengan tangan yang menyentuh badanku?”
Gong Shil: “Oh, maafkan aku jika aku membuatmu merasa tidak nyaman. Aku melakukannya karena pria yang mengikutiku, dia membuatku takut.”
Joong Won: “Aku tidak melihat siapapun.”
Gong Shil memegang lengan Joong Won lagi, “Dia ada disini dan mengikutiku. Saat aku menyentuhmu seperti ini, dia menghilang. Tapi dia masih mendengarkan kita, bulu kuduk ku merinding sekali.”
Gong Shil tampak benar-benar ketakutan.
Joong Won: “Hantu wanita itu, apakah dia berteman dengan pria yang mengikutimu? Pergilah minum lagi dengan wanita dan pria itu.”
Gong Shil tersenyum: “Sekarang tidak ada siapapun disini. Aku pikir ini karena kau.”
Joong Won merasa risih lengannya di pegang lagi.
Joong Won: “Dan lagi, aku mempunyai kemampuan khusus untuk menyingkirkan gangguan yang terus mengikutiku. Apa kau ingin melihatnya?”
Gong Shil tersenyum dan mengangguk.
Mobil yang di kemudikan Gwi Do mendekat
Joong Won melepaskan tangan Gong Shil dengan perlahan: “Mari kita lihat…dan tetaplah disini. Jangan takut, dan lihatlah baik-baik.”
Gong Shil tersenyum, lalu senyumnya menghilang saat dilihatnya Joong Won pergi dengan mobilnya.
 
Gwi Do mengatakan pada Joong Won bahwa Gong Shil mengikutinya, tapi Joong Won memintanya untuk jalan terus dan mengatakan bahwa Gong Shil gila.
Di dalam mobil, jas hujan Gong Shil tertinggal. Joong Won menyingkirkannya ke kursi sebelah. Ternyata ada bunga mawar di balik jas hujan itu. Joong Won teringat saat dia memotong bunga itu di rumah pria tua, lalu teringat perkataan Gong Shil tentang seorang wanita yang mengatakan padanya bahwa dia bisa menghindari petir tapi tidak bisa menghindarinya.
***
Seorang pria menggali sesuatu di tanah di tengah malam berhujan. Pria itu terlihat kecewa, “Mengapa tidak ada disini? Dimana?!”
Pria itu berteriak frustasi. Dari atas pohon, ada mata yang mengawasinya.
***
Gong Shil terbangun karena suara petir, dia ketakutan, “Aku berharap hujan akan berhenti dan matahari segera terbit.
*** 
Joong melihat berita di tabletnya.
“Pernikahan antara pemain bola Yoo Hae Seong dan bintang top Tae Yi Ryeong telah menjadi pusat perhatian. Kami akan melihat dari dekat lokasi dan detail pernikahan pasangan ini.”
Joong Won terlihat kesal dan melemparkan tabletnya ke kursi mobil di sampingnya.
***
 
Joong Won berjalan bersama staffnya di mall.
Do Seok Chul: “Apakah kau  melihat berita pagi ini? Ada berita entertainment melaporkan bahwa pernikahan Tae Yi Ryeong dan Yoo Hae Seong akan di adakan di Kingdom.”
Joong Won: “Hanya 15 detik saja Kingdom disebut.”
Seok Chul: “Itu karena laporan tentang pernikahan Tae Yi Ryeong, bukan iklan untuk Kingdom kita.”
Joong Won berhenti berjalan dan memukul poster Yi Reong yang ada di dinding.
Joong Won: “Jika ini adalah pernikahan model yang aku sponsori untuk perusahaanku, ini adalah iklan perusahaan. Kumpulkan sebanyak mungkin kita membayarnya.”
Seok Chul: “Kami akan mendapatkan sepuluh waktu. Tapi, ada satu masalah.”
Joong Won, Gwi Do, dan Seok Chul sekarang ada di ruangan Joong Won.
Seok Chul: “Ada surat tanpa nama yang mengirimkan ini ke gedung pernikahan.”
Joong Won melihat surat yang diberikan Seok Chul, isinya adalah selembar foto seorang pria dan wanita yang bagian wajahnya di lubangi.
Joong Won: “Laki-laki ini….Yoo Hae Seong?”
Seok Chul: “Benar. Akan tetapi, dua orang dalam foto bukankah itu terlihat seperti mereka telah menikah?”
Joong Won tampak berpikir, “Jika foto ini asli, maka Yoo Hae Seong harus menemukan sendiri masa lalunya dan akan diam.”
(Do Seok Chul adalah suami dari bibinya Joong Won, yang menjabat sebagai Direktur.)
***
Tae Yi Ryeong sedang memilih teman-teman sekolah menengahnya yang akan di undang ke pernikahannya. Di buku kelulusan itu, ada foto Gong Shil. Yi Ryeong agak ragu.
Yi Reong: “Tae Gong Shil. Gadis ini….”
Ahjumma: “Jika ini Tae Gong Shil, maka nama marganya sama denganmu. Dia cantik. Apakah kau dekat dengannya?”
Yi Ryeong menjawab dengan angkuh, “Aku tidak dekat dengannya. Tapi, undang saja dia.”
*** 
Gong Shil menaiki tangga. Dia terkejut mendapati dua orang anak kecil berdiri di ujung tangga.
Kini mereka ada di atap. Gong Shil membukakan kaleng makanan yang tadi di bawa kedua anak laki-laki itu.
Kakak: “Jika kau sudah membuka kalengnya, kami bisa makan sendiri.”
Gong Shil: “Tidak, karena aku juga akan makan, mari kita makan bersama. Bagaimana dengan ibumu? Dia tidak pulang sejak kemarin?”
Kakak: “Ibu sudah pulang, tapi dia sibuk jadi dia pergi lagi! Tapi, wanita di kamar 202 mengatakan bahwa noona aneh. Dia juga mengatakan noona seorang gelandangan gila.”
Gong Shil terlihat sedih: “Tidak. Itu karena setelah kecelakaan hebat di masa lalu, aku menjadi sedikit berbeda dari orang lain. Walaupun begitu, aku bahkan sudah mencoba hidup normal dan bekerja.”
Flashback. Goong Shil menyiapkan kopi untuk boss dan tamunya. Saat dia akan  menyimpan kopi di meja untuk bossnya, dia melihat hantu duduk disamping bosnya. Gong Shil berteriak menumpahkan kopinya yang mengenai badan bosnya. Dan dia dimarahi.
Gong Shil akan berciuman dengan seorang pria. Lalu dia membuka mata dan melihat ada hantu di belakang pria itu. Gong Shil yang terkejut mendorong laki-laki itu.
Suara Gong Shil: “Tapi hantu yang muncul tiba-tiba terus saja mengikutiku. Tapi bagaimanapun juga mencoba untuk tetap hidup dan aku mencoba untuk bekerja.”
 
Gong Shil menjadi sopir taksi. Ada seorang wanita memasuk taksinya. Saat Gong Shil menanyakan tujuan wanita itu, wajahnya berubah menjadi hantu menakutkan. Gong Shil keluar dari taksi dan berlari dijalanan, lalu dia menabrak hantu seorang pria. Gong Shil berhenti berlari dan melihat ke sekelilingnya.
Suara Gong Shil: “Karena aku tidak tahu kapan mataku akan melihat hantu menakutkan mengikutiku, aku selalu ketakutan. Sangat sulit untuk tetap berjalan dengan mengangkat kepala. Aku berhrapa paling tidak ada satu tempat di dunia ini dimana kau bisa lari dan sembunyi.”
Gong Shil di kelilingi oleh hantu-hantu yang ada di jalanan. Dia pun menutup wajahnya, tidak ingin melihat.
Flashback end.
Kakak: “Dapatkan seorang pria (cari pacar). Ibuku mengatakan dia akan menemui seorang pria karena dia lelah dan kesepian. Kau harus melakukannya juga.”
Gong Shil: “Seorang pria?”
Gong Shil lalu mengingat Joong Won yang ketika dia bersamanya hantu-hantu menghilang, “Akankah pria itu melihatku?”
***
Yoo Hae Seong diperlihatkan foto dari surat anonim itu.
Hae Seong: “Wanita ini…adalah pacarku ketika aku belum terkenal dan kemudian dia meninggalkanku.”
Kamera memperlihatkan gelang yang dipakai Hae Seong.
Manager: “Untuk berpikir dia yang mengirimnya ke gedung pernikahan.. tolong hati-hati angan sampai hal ini bocor pada wartawan. Wanita ini menyebarkan gosip yang jahat.”
Joong Won: “Jika ini gosip yang jahat, kau seharusnya menghentikannya. Mengapa kau hidup seperti ini?” Joong won melihat gelang yang di pakai Hae Seong.
Hae Seong menunjukan gelangnya, “Aku tetap memakainya karena kejengkelanku. Kebencian untuk wanita yang meninggalkanku menjadi bahan bakar untukku terus berjalan.”
Joong Won: “Jika kau terus berjalan agar dia melihatnya, dan jika kau menikah agar dia melihatnya, maka wanita itu mungkin akan datang ke pernikahan.”
Manager: “Tolong berikan perhatian lebih pada keamanan.”
Joong Won: “Biaya tambahan untuk perhatian lebih, akan di tambahkan pada tagihanmu.”
Joong Won mengangguk pada Gwi Do. Gwi Do keluar dari ruangan bersama seorang staff wanita. Dan di luar ternyata ada Gong Shil yang melihatnya. Setelah Gwi Do menjauh. Gong Shil mendekati ruangan itu dan mengintip ke dalam lewat celah pintu yang sedikit terbuka.
 
Gong Shil melihat Joong Won, Hae Seong, manager, dan seorang wanita bergaun putih yang membelakanginya. (Tidak ada wanita itu lho sebelumnya.)
Gong Shil: “Itu adalah pemain sepak bila yang sangat penting.”
Gong Shil akan mengintip lagi, tapi di depannya muncul hantu wanita (yang tadi duduk di samping Hae Seong) yang membuatnya kaget sampai terjatuh dan lari. Teriakan Gong Shil membuat semua orang di ruangan terkejut. Joong Won dan manager keluar untuk memeriksa, tapi sudah tidak ada orang disana.
Gong Shil berdiri dan berpegangan pada teralis, ada dua orang security lewat di sampingnya menatap heran pada Gong Shil.
Gong Shil berkata dengan nada ketakutan: “Siapa kau? Mengapa kau melakukan ini padaku?”
Ada kaki yang menggantung di atas.
Gong Shil mengawasi Hae Seong dan manager yang berada di depan lift dari balik tembok. Dan hantu wanita itu juga ikut mengawasi mereka.
Gong Shil pada hantu wanita: “Jadi, aku hanya perlu mengtakan pada pemain bola itu tentang benda yang dikubur di bawah pohon? Kita mungkin bisa berbicara dengannya jika kita memasuki lift itu.”
Pintu lift terbuka, Hae Seong berjalan masuk. Gong Shil berlari, “Tunggu! Tunggu sebentar!”
Belum sampai, ada seseorang yang menjambak dan menarik  rambutnya. Dia adalah Joong Won.
Joong Won: “Apa yang kau lakukan? Siapa kau?”
Gong Shil menyadari kalau itu adalah Joong Won, dia tersenyum dan merapikan rambutnya, “Ini aku..”
Joong Won tampaknya mengenali, tapi pura-pura tidak tahu. Tiga security menghampiri mereka.
Security: “Apa yang terjadi?”
Joong won: “Ini ada orang yang mencurigakan. Bawa dia keluar.”
Gong Shil di tarik security, “Presiden tunggu, ini aku! Presiden! Ah, tunggu sebentar! Kita pernah bertemu saat hari hujan!”
Joong Won berhenti.
Gong Shil: “Hari itu kau terganggu karena aku menyentuhmu. Kau tidak mengingatnya? Kita bahkan memiliki momen bergetar saat di mobil! Aku bahkan meninggalkan bajuku hari itu. Kau mengingatnya, kan?”
Joong Won berbalik dan melihat security yang salah paham dengan perkataan Gong Shil.
 
Gong Shil dan Joong Won berbicara.
Gong Shil: “Aku datang untuk bertemu denganmu, tapi aku mengalami sesuatu yang mengharuskanku bertemu dengan Yoo Hae Seong.”
Joong Won: “Kau harus bertemu dengan presiden dan kau harus bertemu dengan idola. Kau pasti sangat sibuk.”
Gong Shil: “Aku tidak bertemu dengn Yoo Hae Seong karena aku menginginkannya. Orang spesial untukku adalah kau. Jika kau berada di dekatku, aku tidak harus bertemu dengan orang itu.”
Goong Shil mencoba menyentuh Joong Won.
Joong Won: “Apakah kau seekor rubah betina yang terus menempel setelah sekali pertemuan?”
Gong Shil mengeleng takut.
Joong Won: “Atau apakah kau seorang wanita gila yang seharusnya tetap tinggal dirumah, tapi kabur dari waktu ke waktu?”
Gong Shil kembali menggeleng.
Joong Won: “Jika yang pertama, aku akan memanggil mobil polisi untuk menjemputmu. Jika yang terakhir, aku akan memanggil ambulance. Kendaraan macam apa yang kau ingingkan untuk mengantarmu pulang? Huh?!”
Gong Shil: “Aku pernah naik mobil polisi, dan ambulance beberapa kali juga. Tapi aku tidak mau menaiki keduanya lagi.”
Joong Won: “Kalau begitu, pergilah dengan tenang. Jika kau tetap berkeliaran di sekitar, kau akan mendapatkan perlakuakn lebih kasar. Huh?!”
Gong Shil: “Berkeliaran di sekitar dan menyusahkan adalah benar-benar sesuatu menjengkelkan, benar kan? Kau hanya menatapnya sekali, tapi mereka dengan mengerikan mengikutimu. (Gong Shil melihat manekin di belakang Joong Won yang seperti tertiup angin, wussh..) Dan tetap meminta sesuatu yang tidak bisa aku lakukan. Aku mengetahuinya sejak aku tidak menyukai bertemu orang seperti itu juga. Aku akan pergi.”
Joong Won memandang Gong Shil yang berjalan menjauh, dan melihat spanduk yang dilewati Gong Shil seperti diterpa angin. Wushh…wushh..
***
 
Joo Sung Ran menunjukan sebuah foto pada suaminya Do Seok Chul, sambil makan malam.
Sung Ran: “Oppa mengatakan dia sedang berada di Spanyol.”
Seok Chul: “Pacar Hyung-nim lebih muda kali ini. Oh, dia cantik.”
Seok Chul tertawa, tapi  tawanya hilang melihat istrinya yang menatap tajam padanya.
Seok Chul: “Aku rasa Presiden Joo tidak mirip sama sekali dengan Hyung, melihat bahwa dia tidak memiliki banyak wanita di sekitarnya.”
Sung Ran: “Aku berharap, jika dia tidak memilikinya bukan karena hantu gadis yang meninggal itu menghalanginya. Perlukah aku mengadaan ritual untuknya. Aku harus mengambil bagian dan menemukan seorang pendamping untuknya.”
Seok Chul: “Itu akan sulit. Pernahkah kau mendengar bahwa pemilik Kingdom terperangkap dalam kutukan cinta pertamanya? Setiap kali pernikahan Presiden Joo di bahas, keluarga wanita menderita kehancuran, mendapat kecelakaan, atau ditangkap polisi. Kata yang keluar dari semua itu adalah karena kutukan, jadi akan sulit untuk mengadakan pernikahan biasa.”
Sung Ran menatap tajam suaminya: “Apa maksudmu kutukan? Kutukan pada keponakanmu?”
Seok Chul jadi gugup: “Aku tahu, kan? Kutukan? Tidak, itu karena kepribadiannya jadi dia tidak memiliki kekasih. Dia bahkan tidak pernah memangilku paman.”
Sung Ran: “Itu karena kau terlihat muda, sayang.”
Sung Ran tersenyum pada istrinya.
(aku penasaran, kenapa Seok Chul terlihat takut pada istrinya…)
***
Joong Won belajar membaca dari notebuk-nya. Dia menggunakan kacamata. Pertama satu kata, terus berlanjut ke sebuah kalimat. Tapi dia tidak tahan mlihat huruf-huruf yang bergerak. Joong Won pun menyerah menjauhkan notebuk-nya.
Di mejanya ada daftar riwayat hidup milik seorang pria bernama Kang Woo.
***

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar