Rabu, 28 Agustus 2013

Drama Korea I Miss You Episode 5 part 1






Dengan wajah masih diperban, Soo Yeon termenung teringat Jung Woo mengembalikan payungnya dan berjanji untuk tidak mengacuhkannya lagi.  

Ia juga teringat saat-saat terakhir ia melihat Jung Woo, saat Jung Woo meninggalkannya. Teringat kata-kata Jung Woo kalau Soo Yeon adalah teman satu-satunya.


Hyung Joon yang terbaring di sisinya memegang ujung celana Soo Yeon, memintanya untuk tidak pergi meninggalkannya karena Ibu yang ia tunggu telah meninggal dan ia tak punya siapa-siapa lagi.


Soo Yeon teringat kata-kata Jung Woo dulu yang membesarkan hatinya untuk tak menunduk lagi karena Soo Yeon sudah memiliki Jung Woo sebagai teman. Maka Soo Yeon membesarkan hati Hyung Joon dan berkata kalau ia tak akan meninggalkan Hyung Joon.


Bersama Jung Woo, Detektif Kim pergi ke sebuah tempat bilyar yang mirip seperti markas orang-orang yang sering melakukan tindak kejahatan.

Karena begitu orang-orang di situ melihat Detektif Kim, orang yang taruhan, langsung menyembunyikan barang-barang mereka. Bahkan salah satu dari mereka langsung bersembunyi.


Tapi Detektif Kim tak berniat melakukan apapun. Seorang bapak tua muncul. Pada Jung Woo, Detektif Kim memperkenalkan kalau bapak tua pemilik tempat bilyar itu adalah orang yang dianggap seperti ayahnya sendiri. 


Detektif Kim meminta bantuan bapak tua itu untuk meminjamkan anak-anak (buah)nya mencari Soo Yeon, anak Lee Tae Soo. Mendengar nama itu, semua orang di tempat bilyar langsung menoleh dan Detektif Kim mengatakan kalau mereka harus membayar hutang mereka dengan menemukan gadis itu. 

Hmm.. berarti semua orang di situ adalah bekas detektif atau orang-orang yang berkaitan dengan polisi.


Tae Joon mendapat kabar kalau nomor yang menelepon Jung Woo adalah Hye Mi. Maka Tae Joon menyuruh anak buahnya untuk melacaknya. Dan tentang Jung Woo, Tae Joon menyuruh anak buahnya untuk tak menyebutkan nama Jung Woo lagi di hadapannya. Untung ia menemukan tentang ketidakbecusan Jung Woo sekarang, “Kalau aku tetap membesarkannya sebagai anakku, aku pasti akan menyesal di kemudian hari.”

Uhhh… nyebelin nih orang ini. Jung Woo beneran anaknya, nggak sih?


Detektif Kim memberikan semua dokumen bukti-bukti yang dia miliki pada semua orang yang ada di tempat bilyar itu.  Dan salah satu orang (yang tadi bersembunyi) di sana heran melihat salah satu nomor dan bergumam, “Ini nomor Mangchi”.


Jung Woo kebetulan mendengarnya dan bingung mendengar nama itu. Tapi orang itu tak mau menyebutkan lebih detail. Untung Detektif Kim datang dan Jung Woo langsung memberitahukan apa yang tadi ia dengar. Mangchi.


Dan segera Detektif Kim dan orang itu mendatangi tempat yang disebut-sebut Mangchi. Ternyata memang benar, Hye Mi membuat paspor palsu di Mangchi.


Jung Woo yang masih tinggal di tempat bilyar memandangi handphonenya, menunggu-nunggu handphone itu berbunyi. Tapi yang terdengar malah suara Eun Joo yang memanggilnya. Saat melihat ada lap di meja Jung Woo, Eun Joo marah-marah karena bapak tua itu mempekerjakan orang yang sedang terluka.

Bapak tua yang mendengar teriakan Eun Joo, menyindir Eun Joo yang tidak menyapa padanya. Sambil bersungut-sungut Eun Joo menyapa kakek itu dengan suara bervolume megaphone, “Selamat tinggal!” dan menarik Jung Woo pergi.


LOL.


Eun Joo menyuruh Jung Woo untuk beristirahat di rumah dan ia akan masuk untuk melihat kondisi di rumah. Ibu Soo Yeon sekarang sedang mabuk, jadi tak akan memperhatikan. Dan ia meminta Jung Woo untuk tidak pergi dulu.


Jung Woo memang tak pergi, karena ia melihat tulisan tangan Soo Yeon di dinding. Ia terpana melihat tulisan itu Aku merindukanmu,  yang juga mencerminkan perasaannya sendiri.


Jung Woo memaksakan senyumnya dan berkata pada (tulisan) Soo Yeon, “Aku tak menangis, tapi mataku berair karena tiupan angin.”


Tiba-tiba ibu keluar dan melempar payung kuning Soo Yeon. Walaupun Eun Joo mencoba mencegahnya, ibu tetap memukuli Jung Woo, menyalahkan Jung Woo,
 “Kalau ia tak bertemu denganmu, hari itu ia tak akan lari seperti orang gila dan kejadian ini tak akan terjadi padanya! Kembalikan Soo Yeon! Ia mati karenamu!”  

Jung Woo diam menerima semua pukulan ibu yang akhirnya kelelahan dan terduduk namun masih menangis, “Ia belum sempat hidup dengan baik. Betapa malangnya nasib Soo Yeon..”


Eun Joo mencoba menenangkan ibu, mengatakan kalau Soo Yeon pasti akan kembali dan memohon agar ibu tidak menangis. Akhirnya Ibu terjatuh di pelukanEun Joo.

Jung Woo kembali ke tempat bilyar, dan mendadak handphone-nya berdering. Ia bergegas mengangkat telepon, menyangka Soo Yeon meneleponnya kembali. Tapi ternyata Detektif Kim yang meneleponnya.


Sambil memegang paspor palsu Hye Mi, Detektif Kim memberitahu Jung Woo kalau sepertinya ia menemukan sesuatu. Tapi ia tak mau memberitahukan lebih detail. Kali ini ia tak mau gegabah seperti dulu.


Mendengar Jung Woo menjawab tanpa semangat, ia menghardiknya, “Bagaimana kau bisa menjadi partnerku jika kau seperti ini.”

Aww.. paman ini so sweet banget, sudah menganggap Jung Woo sebagai partner kerjanya.


Detektif Kim kemudian malah menyanyi di telepon. Anjing menggonggong guk guk, Kucing mengeong meong.


Jung Woo geli namun tak mengerti mengapa Detektif Kim menyanyikan lagu itu. Maka Detektif Kim menjelaskan kalau lagu itu menjelaskan jika anjing harus berlaku seperti anjing, manusia berlaku sebagai manusia dan polisi harus berlaku seperti polisi, “Han jung Woo. Kau itu pingar, jadi jangan pernah lupakan kata-kata itu.”


Sebelum menutup telepon, Jung Woo mengatakan kalau ia meramal kalau Soo Yeon akan kembali. Ia melihat dari lingkaran air saat ia mencuci kaos kaki. Soo Yeon yang mengajarkan cara meramal seperti itu.


Detektif Kim senang mendengarnya. Mereka berpisah setelah memberi hormat ala polisi pada satu sama lain.


Keesokan harinya, bersama Mangchi, Detektif Kim pergi ke stasiun. Di sana Hye Mi sudah menunggu. Dan Mangchi menukar paspor palsu itu dengan uang yang ditaruh di tas kertas.


Tugas Mangchi selesai, maka Detektif Kim kemudian membuntuti Hye Mi.


Sementara itu Tae Joon mendatangi daerah yang menurut anak buahnya, pernah didiami oleh Hye Mi. Saat melihat salah satu dinding rumah yang ada gambar anak-anak, Tae Joon teringat akan gambar yang mirip di rumah yang terbakar dulu.


Mereka langsung memeriksa rumah itu, tapi rumah ternyata sudah kosong.


Hye Mi menyuruh Hyung Joon dan Soo Yeon untuk bersiap-siap. Namun handphonenya berdering dan ia terpaku ketakutan karena mendengar suara Tae Joon yang mengancamnya.


Hyung Joon buru-buru mengambil telepon itu dan mendengarkan suara kakak tirinya itu. Tapi ia buru-buru menutup telepon saat ada kereta lewat. 


Namun terlambat, Tae Joon masih sempat mendengar suara klakson kereta.



Detektif Kim berhasil membuntuti Hye Mi. Ia mencoba mengintip ke dalam rumah. Walau kacanya buram, tapi ia masih bisa melihat sosok Soo Yeon di dalamnya. Namun sayang, Hyung Joon juga mendengar kedatangannya. 


Saat itu Jung Woo kebetulan meneleponnya. Detektif Kim mengatakan kalau ramalan Jung Woo benar. Ia berhasil menemukan Soo Yeon. Sesaat ia terbatuk-batuk dan mengatakan kalau bubuk batubara membuatnya tenggorokannya serak.


Terdengar suara kaca jendela pecah, dan ia buru-buru menutup telepon dan memeriksa jendela itu. Ternyata di dalam rumah, tak ada siapapun. Hyung Joon meminum soda dari kaleng dan melihat ke mobil Hyung Joon.


Sesaat kemudian terlihat ada mobil lewat.  Detektif Kim menduga kalau mobil itu  yang membawa lari Soo Yeon, dan ia langsung membuntuti mobil itu.


Jung Woo senang mendengar kabar dari Detektif Kim. Ia berlari dan melewati lampu jalan yang biasa berkedip-kedip. Tapi saat itu lampu itu mati, dan ia mengencangkan lampu hingga menyala.


Detektif Kim mengejar mobil Hye Mi yang mengarah ke luar kota. Hye Mi mencoba melepaskan diri, tapi cukup susah. Bahkan mobil Detektif Kim berhasil menjajarinya dan ia melihat Soo Yeon di bangku belakang. Ia memanggil-manggil Soo Yeon tapi Soo Yeon yang melamun, tak mendengarnya.


Hingga mereka sampai ke jalan yang curam dan bertebing. Dan Detektif Kim tak dapat mengerem, karena ada kaleng soda yang mengganjal tangkai remnya.


Ia mencoba mengangkat rem tangan, tapi mobil tetap saja melaju kencang. Dan mobilnya pun terjatuh, tepat saat Soo Yeon menoleh ke belakang.


Tapi mobil itu sudah jatuh ke jurang. Dengan tenang, Hyung Joon menyandarkan kepalanya di bahu Soo Yeon.


Yang terjadi selanjutnya adalah Jung Woo dan Ibu menemani Eun Joo yang menaburkan abu ayahnya. Hanya ibu yang sesekali mengusap air matanya. Tapi Eun Joo sama sekali tak meneteskan air mata.


Begitu pula Jung Woo. Ia memberi penghormatan dengan melemparkan bunga dan bertekad dalam hati, “Paman, terima kasih. Mulai sekarang.. aku yang akan mencari Soo Yeon.”

Jung Woo dewasa mengunjungi kembali Detektif Kim ke tempat dimana abu nya ditaburkan.


Dan kita melompat ke tahun 2012, dengan penculik yang bukan pemerkosa sekarang menjadi kaya dan naik mobil mewah. Ia ingin menyewa ruang VVIP di sebuah karaoke, tapi pegawai karaoke itu berkata kalau hari ini adalah saat cutinya si kelinci gila dan ia menyewa ruang VVIP itu.

Penculik itu frustasi karena si kelinci gila itu juga menyewa ruang VVIP dari kemarin dan kemarinnya lagi.


Si kelinci gila itu ternyata adalah Jung Woo yang menyanyi dengan penghayatan yang tinggi. Sayang suaranya tidak. Keras dan nyaring sih iya. Tapi merdu?


Ini adalah Jung Woo, saudara-saudara. Bukannya Micky Yoo Chun JYJ yang bersuara merdu, yang bahkan Onew-nya SHInee pun tak bisa mengalahkan.


Hasilnya? 62. LOL.


Jung Woo berteriak frustasi, membuat penculik yang sedang mengintipnya juga frustasi. Ia buru-buru masuk dan mengancam akan memanggil polisi.


Tapi lagu berikutnya sudah muncul, dan Jung Woo pun mulai menyanyi. Tak sabar, penculik itu mematikan playernya dan sepertinya ia tahu siapa Jung Woo, karena ia bertanya apakah Jung Woo tak berkencan saja kalau ia sedang cuti?


Jung Woo yang juga mengenal penculik itu hanya menjawab santai, “Sebenarnya aku juga ingin berkencan. Jadi pergi dan  carilah pacarku itu.”


Penculik itu berkilah kalau bukan ia pelakunya. Ia tak tahu apa-apa tentang itu. Dan Jung Woo langsung beringas mendorong penculik itu, membuat penculik itu ketakutan.


Tapi wajah beringas itu hanya sesaat karena setelah itu ia berkata manis, “Maka dari itu, jangan potong laguku.”

LOL.


Dan Jung Woo pun menyambangi pemerkosa yang sudah dipenjara selama 14 tahun. Sepertinya ia sangat santai saat melihat penjahat itu. Ia bahkan menyambut penjahat itu seperti teman lama.


Tapi penjahat itu sebenarnya enggan menemui Jung Woo. Walaupun ramah, setelah sipir pergi, Jung Woo mendorong kursi penjahat itu hingga penjahat itu jatuh terjengkang.


Bukannya takut, penjahat itu malah mendorongnya mengejeknya kalau ia tak akan mengaku apapun padanya, “Kau masih belum bisa menemukannya? Kasihan… padahal ia gadis yang cantik.


Maka Jung Woo pun marah, ia memukuli penjahat itu sambil berkata, “Aku sekarang menjadi detektif agar aku bisa membunuhmu,” sambil menunjukkan pistolnya, ia melanjutkan, “secara legal.”


Penjahat itu mendorong Jung Woo hingga terjatuh dan mengatakan kalau Jung Woo tak bisa menyentuhnya karena ada CCTV di atas yang merekam perbuatan Jung Woo. Tapi Jung Woo sudah mempersiapkan semuanya, “CCTV? CCTV itu sedang makan sundae.”

Ternyata kamera itu telah tertutup rapat.


Penjahat itu sekarang menjadi ketakutan melihat kamera CCTV itu sudah ditutup, sehingga perbuatan mereka tak akan terekam. Ia berteriak memanggil sipir, tapi terlambat karena Jung Woo sudah mengejarnya.


Dan Jung Woo menangkap penjahat itu, memukulinya dengan buas hingga ia babak belur,

 “Aku sabar menunggu walaupun aku ingin membunuhmu sekarang. Tiga hari lagi kau akan bebas? Jika kau keluar dan ingin bunuh diri, kau akan mampus! Karena aku yang akan membunuhmu. Karena itu, tanpa ijin dariku, bahkan jika kau ingin mati, jangan mati!” 

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar