Rabu, 28 Agustus 2013

Drama Korea I Miss You Episode 9 part 1




Jung Woo terbelalak, tak dapat mempercayai penglihatannya, saat melihat Soo Yeon nampak di CCTV black box itu. Buru-buru ia menutup laptop dan menggenggamnya erat, seolah takut ada yang melihatnya.



Tanpa sadar ia menangis, menyadari apa yang mungkin telah dilakukan Soo Yeon untuk mengatasi penderitaannya selama 14 tahun ini.


Walau memiliki bukti yang memberatkan Zoe, Jung Woo hanya tetap diam di dalam mobil, memejamkan mata. Tapi ia tak tidur.


Ia teringat saat 14 tahun yang lalu, di hari pertamanya sekolah, teman-temannya menghina Soo Yeon sebagai si nomor 27  yang menjadi anak pembunuh. Tapi si nomor 27 itu mengaku kalau ia tak akan membunuh siapapun.


Dan kalimat itulah yang membuat Jung Woo bergerak. Ia segera menjalankan mobilnya, tapi ia menghentikan mobilnya saat melihat rekannya, Detektif Park, masuk ke dalam gedung apartemen. Ia tahu tujuan Detektif Park pasti untuk menemui pramugari untuk meminta black box (yang telah ada ditangannya). Dan itu berarti ia harus bertindak cepat.


Di sebuah jalan sepi, ia mencari sidik jari Zoe yang pernah duduk di mobilnya. Walau diulang berkali-kali, tapi hasilnya nihil. Hingga ia teringat kalau Zoe pernah memegang ujung pintu mobil saat akan menutup pintu. Ia akhirnya mencari sidik jari itu dan ketemu.


Tim Jung Woo sedang meluncur untuk menangkap Zoe. Tapi Jung Woo menelepon atasannya, meyakinkan kalau Zoe bukanlah pelakunya.


Ia minta agar polisi tak membesar-besarkan masalah ini. Ia yang akan membawa Zoe ke kantor polisi. Dan sebelum terlambat, ia langsung pergi menuju ke tempat pesta Harry, mendahului tim-nya.


Sebelum meninggalkan mobil, ia meninggalkan borgol dan pistolnya di laci meja, berniat untuk membawa Zoe tidak dengan cara kekerasan.


O iya.. dan berganti pakaian, sehingga ia bisa tampak keren. :p


Saat berjalan untuk memasuki ruang pesta, kata-kata Soo Yeon ‘Aku tak akan membunuh siapapun’ dan ia menjawa dalam hati kalau ia tahu. Jung Woo benar-benar tahu itu.


Jung Woo melihat Soo Yeon dan Hyung Joon, tapi ia juga melihat ayahnya hadir di pesta itu. Kebetulan teman Seo Yeon memanggil ‘Zoe’, sehingga Soo Yeon menoleh, melihat kehadirannya. Maka ia pun mendekati mereka berdua.


Soo Yeon menatap Jung Woo, bersiap menghadapi kelakuan Jung Woo, tapi Jung Woo hanya memandangnya dan terkejut melihat Jung Woo malah menghampiri tamu Hyung Joon.


Jung Woo menyapa ayahnya, bertanya keadaan ayahnya. Tapi Tae Joon yang kesal karena dicuekkan, mengatakan kalau ia datang ke pesta yang sangat kacau. Ia semakin kesal melihat Harry malah menyapa Jung Woo yang ingin berbicara padanya,

“Apa aku harus menunggu lagi? Mungkin karena aku tak terbiasa di posisi ini, sangat tak nyaman rasanya.”


Harry meminta Jung Woo untuk menunggunya sebentar, ia akan berbicara pada Tae Joon. Jung Woo meminta agar Harry tak lama.


Jung Woo melihat ayahnya dan Harry masuk ke ruangan tertutup, dan ia berbalik melihat Zoe yang sedari tadi tak melepaskan pandangan darinya. Buru-buru Soo Yeon mengalihkan pandangannya, melihat ke arah lain. Tapi Jung Woo sempat melihatnya.


Jung Woo hanya bisa menghela nafas memandangi gadis itu.


Di dalam ruangan, Hyung Joon tak dapat konsentrasi pada kata-kata Tae Joon yang ingin berinvestasi pada proyek Kamboja yang sedang ditangani oleh Hyung Joon. Tapi ia tahu maksud Tae Joon.


Dan Hyung Joon mengatakan kalau salah satu rekanannya, Shiosa, akan menanamkan 5 milyar Won pada proyek ini (yang berarti Tae Joon tak memiliki kesempatan untuk menanamkan modalnya di proyek Hyung Joon). Namun ternyata Shiosa berniat menunda investasi itu.

Sesama pebisnis, ia akan menunggu kepastian dari Shiosa dulu sebelum menjawab tawaran Tae Joon. Dan Hyung Joon pun meminta diri untuk pergi.


Soo Yeon menyibukkan diri menemui para tamu, namun pandangannya bertemu dengan Jung Woo yang terus memandanginya. Ia pun mencoba tak mempedulikan Jung Woo walau ia menyadari kalau pandangan Jung Woo tak pernah lepas darinya.


Setelah beberapa saat, ia menyadari kalau Jung Woo menghilang, maka ia melihat ke segala arah, mencari Jung Woo. Dan betapa kagetnya ia, ternyata Jung Woo malah muncul di hadapannya, dengan tangan terbentang, menghalanginya  sama seperti 15 tahun yang lalu.

Sambil tersenyum, Jung Woo bertanya, “Bagaimana tampangku?”


Soo Yeon mengingatkan Jung Woo dengan memanggilya Detektif Han. Tapi Jung Woo malah mengoreksinya, “Han Jung Woo, 29 tahun,” dan ia menambahkan “Apa aku tak tampak keren?”


Berada di situasi yang sama, ingatannya tak ayal kembali lagi ke masa 14 tahun yang lalu, saat Jung Woo menghalangi agar angin tak mengenainya, sehingga ia tak dapat menangis, “Pasti karena angin, kan, yang membuat matamu berair?”


Soo Yeon hanya bisa memandangi Jung Woo. Handphone Jung Woo berbunyi dan Jung Woo melihat SMS dari atasannya yang akan datang untuk menjemput Zoe sekarang juga.


Jung Woo menatap Soo Yeon, tahu kalau waktunya sudah habis. Soo Yeon yang tak tahan dipandangi oleh Jung Woo segera memisahkan diri dan menelepon Harry. Namun Jung Woo ternyata mengejarnya dan mengambil handphone  Soo Yeon.


Soo Yeon mencoba mengambil handphone itu kembali, tapi Jung Woo malah mengenggam tangannya dan berkata pada Harry, “Tak ada waktu lagi, aku akan membawa Zoe sekarang juga. Aku akan menghubungimu saat di jalan.” Dan ia mematikan handphone itu.


Soo Yeon ingin marah pada Jung Woo, tapi Jung Woo malah meraih bahunya dan berkata kalau polisi akan datang untuk menangkapnya, “Kau adalah tersangka pembunuhan. Wajahmu tertangkap kamera CCTV saat kau ada di tempat parkir apartemen Kang Sang Deuk.”


Kaki Soo Yeon serasa lunglai, dan Jung Woo segera memegang bahu Soo Yeon lebih erat. Refleks, Soo Yeon menggenggam tangan Jung Woo erat, seolah mencari perlindungan dan berkata, “Itu bukan aku.”


Jung Woo mengangguk dan berkata kalau ia juga tahu kalau bukan Soo Yeon pelakunya. Tapi Soo Yeon yang panik, mencoba memanggil Harry. Tapi Jung Woo memintanya untuk tegar, karena mereka tak ada waktu lagi menemui Harry. Polisi sebentar lagi datang dan akan langsung menangkapnya,

“Aku tak ingin tanganmu diborgol, jadi ikutlah denganku dan katakan padaku yang sebenarnya. Hanya itu satu-satunya cara aku bisa menolongmu. Aku tak ingin melihatmu terluka lagi.”

Soo Yeon menggeleng-geleng tak percaya, dan Jung Woo berteriak memohon Soo Yeon untuk mempercayainya. Tapi Soo Yeon melepaskan tangan Jung Woo dan berteriak-teriak memanggil Harry.


Harry muncul dan segera memeluk Soo Yeon yang menangis dan berkata, “Bukan aku.” Harry menenangkan Soo Yeon dan bertanya apa yang sedang Jung Woo lakukan? Bersamaan itu muncul para polisi yang akan menangkap Zoe.


Jung Woo tahu tak ada waktu lagi, maka ia mengambil satu tangan Zoe, dan di depan para rekannya, ia berkata, “Zoe Lou, kau ditahan atas pembunuhan Kang Sang Deuk.”


Tanpa melepas pandangan dari Jung Woo, Harry berkata kalau ia akan menjemput Zoe, “Kau percaya padaku, kan?”


Dan betapa terlukanya Jung Woo melihat Soo Yeon mengangguk-angguk yakin.
Atasan Jung Woo sudah mendekati mereka, namun Jung Woo menghentikannya, “Aku yang akan membawanya pergi.”


Tetap memandang Soo Yeon, ia berkata, “Kali ini aku tak akan melepaskanmu,” dan ia pun membawa Soo Yeon pergi, tanpa borgol di tangan.


Tae Joon menyuruh Sekdir Nam untuk menyelidiki wanita yang tinggal bersama Harry Borrison, karena wanita itu ditangkap atas tuduhan pembunuhan Kang Sang Deuk di pesta tadi. Ia merasa janggal, dan Sekdir Nam berkata kalau ia akan menyelidikinya. Tae Joon mengingatkan kalau ia tak ingin kejadian seperti lepasnya Kang Hyung Joon dulu terulang lagi.


Di luar Mi Ran menanyakan tentang pertemuan yang ingin ia lakukan dengan Harry. Sekdir Nam berkata kalau ia sedang mengusahakannya dan pamit.


Ah Reum ternyata mendengar pembicaraan mereka. Ia menyarankan ibunya agar tak percaya dengan Sekdir Nam dan mengingatkan ibunya kalau Sekdir Nam itu akan menusuk ibunya dari belakang.

Tapi ibunya malah memarahi Ah Reum dan menyuruhnya membuang boneka besar pemberian Jung Woo. Tentu saja Ah Reum tak mau.


Ibu Soo Yeon merasa hatinya tak tenang. Ia berteriak memanggil Eun Joo dan menyuruhnya untuk menelepon Jung Woo. 


Eun Joo menelepon dan muncul nada sibuk. Dengan acuh ia mengatakan kalau sepertinya Jung Woo sedang menelepon gadis yang mirip dengan cinta pertamanya. Dan ia langsung meninggalkan ibu yang bertanya-tanya siapa gadis yang sedang dibicarakan Eun Joo.


Ibu pun menelepon detektif Joon, namun Detektif Joon mengatakan kalau ia tak dapat menelepon lama-lama karena ia sedang dalam sibuk. Ibu malah semakn khawatir.


Jung Woo dan Soo Yeon sudah ada di depan kantor polisi. Soo Yeon ingin menelepon Harry, tapi Jung Woo berkata kalau hal itu tak memungkinkan karena Soo Yeon sudah masuk dalam penahanan.

Ia mengambil jaket dari belakang, dan menaruhnya ke pangkuan Soo Yeon sambil berkata kalau tak biasanya ia meminjamkan jaket itu pada orang lain,

“Aku telah menaruh mantra jubah menghilang di jaket itu, jadi janganlah ragu untuk memakainya. Akan ada banyak reporter di luar sana.”


Soo Yeon melihat Jung Woo keluar dari mobil, dan melihat jaket menghilang itu ia teringat pada apa yang pernah ia tulis di dalam buku hariannya, 


Jung Woo-ya, apa impianmu? Apa yang ingin kau lakukan setelah kau dewasa? Aku tak berani memimpikan apapun. Tapi ada satu hal yang aku ingin lakukan. Yaitu orang yang tak kelihatan.


Aku ingin menjadi orang yang tak kelihatan oleh orang lain, jadi orang tak akan membenciku. Tapi aku hanya akan menunjukkan diriku padamu saja. Walau semua orang tak dapat melihatku, aku akan selalu nampak olehmu.


Karena aku telah merubah mantra dalam jubah menghilangku. Han Jung Woo, kau tak termasuk dalam orang-orang yang tak melihatku.”


Tanpa sadar Soo Yeon menangis sambil menggenggam jaket itu, mengingat hal itu.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar