Selasa, 27 Agustus 2013

Drama Korea Who Are You Episode 5 Part 1








Shi-on memasuki kantor masih dengan terus memijat-mijat kepalanya yang pusing. Shi-on berselisih arah dengan seseorang. Dia Hyung-joon yang kekasih Shi-on yang telah lama meninggal, dia tampak sangat pucat. Shi-on sempat melirik namun tak mengingat siapa dia.
Setelah mereka berselisih, Shi-on seperti sedikit curiga. Dia berbalik menatap Hyung-joon tapi Shi-on hanya bisa menatap punggung Hyung-joon. Shi-on pun melanjutkan jalannya.


Hyung-joon menoleh, dia menampakkan wajah sedihnya. (hantunya handsome chingu..)
~~~



EPISODE 5
Gun-woo selesai merapikan basement. Sebuah panggilan masuk, itu dari detektive entah siapa. Gun-woo mengatakan kalau dia akan segera datang kesana.
Kemudian tampaklah kotak cincin yang ditinggal Gun-woo tergeletak diatas tumpukan kertas.
~~~



Gun-woo keluar dari lift dengan membawa amplop bonus yang didapatkannya. Moon-sik mendekat membuat Gun-woo segera memasukkan amplop kedalam saku jaketnya.
Moon-sik tau Gun-woo menyembunyikan sesuatu. Gun-woo heran kenapa Moon-sik tau.
Moon-sik membanggakan dirinya kalau dia adalah antena kantor polisi. “belikanlah aku minum dengan itu”
Gun-woo menyuruh Moon-sik jangan menyentuh bonusnya. Gun-woo akan mentraktir Ketua Tim Yang dengan ini. “Dialah yang mengutusku untuk bergabung dengan Tim investigasi.”



Moon-sik tertawa mengatai Gun-woo itu aneh. Gun-woo bertanya kenapa dia aneh, “siapa yang tahu? ini bisa membuatku kembali ke kejahatan yang serius.”
Moon-sik merangkul Gun-woo, “Hey,apa kau mendengar beberapa info bagus. kau tahu aku kan?”
Gun-woo mengangguk, Gun-woo menunggu kata-kata Moon-sik tapi dia malah hanya meminta Gun-woo untuk mentraktirnya. Gun-woo kesal dan pergi, “Apa? apa yang kau bicarakan? pergilah kemana kau ingin pergi. Bye!”
Moon-sik kembali mengatai Gun-woo, Sangat Aneh !!
~~~



Ganteng banget sih..


Shi-on berjalan dikoridor kantor.
Tiba-tiba ada aura aneh, Shi-on merasakannya. Shi-on berbalik untuk melihat apakah ada sesuatu dibelakangnya, namun nihil. Shi-on kembali berjalan dan masuk keruangannya.
Perasaan Shi-on tadi memang benar, ternyata dibelakangnya memang ada Hyung-joon yang mengikuti Shi-on. Tapi perlahan tubuh Hyung-joon pun memudar dan hilang.
~~~



Shi-on masuk keruangannya, Gun-woo segera berdiri dan mengajak semua tim untuk makan malam. Shi-on dingin, apa?
Gun-woo dengan semangat mengatakan kalau untuk merayakan kuartal kedua,Gun-woo akan mentraktir.


Seong-chan heran dan berbisik pada Seung-ha, apa kau dengar?
Seung-ha mengangguk, “Ya, Inspektor Cha bilang dia akan mentraktirku.”



Shi-on bertanya kenapa Gun-woo mengajak tim untuk makan malam bersama.
Gun-woo menunjukkan amplop bonusnya, “aku diakui karena kepintaranku dalam kontribusi kasus ini jadi aku mendapat bonus.”
Shi-on tersenyum, dia menolak makan malam ini. Gun-woo masih terus mengajaknya.



Seong-chan mengeluh kenapa harus hari ini.
“Apa yang kau katakan? Ketua Cha yang pelit akan mentraktir kita”
Seung-ha berjalan mendekati Shi-on dan mengajaknya makan bersama, tapi Shi-on menolak. Seong-chan menyuruh untuk mengakhiri kerja lebih awal, Shi-on berasalan dia ada tugas. Seung-ha berinisiatif untuk menarik Shi-on yang terus tak mau ikut makan bersama.
~~~



Seong-chan dan Seung-ha makan daging dengan sangat lahap. Gun-woo menyuruhnya untuk makan satu potong saja, tapi mereka tak perduli dan terus makan.
Shi-on mengacungkan gelasnya, “terima kasih atas kerja keras kalian. lakukan yang terbaik dengan tim kita.”
Mereka pun bersulang.



Seong-chan terlihat gusar dan melihat jam tangannya. Gun-woo bertanya apa Seong-chan memiliki acara. Seong-chan menjawab tidak.
Gun-woo kemudian menyuruh Seung-ha untuk segera pergi. Sepertinya Gun-woo sedang mencari alasan supaya bisa berdua dengan Shi-on.





Shi-on menyuruh Gun-woo jangan mengganggu orang makan, Gun-woo tersenyum.
Gun-woo melotot pada Seong-chan dan Seung-ha. Seong-chan mengerti maksud Gun-woo, dia segera menyeret Seung-ha yang sedang lahap makan untuk pergi.


Shi-on sedikit kesal melihat kepergian Seong-chan dan Seung-ha. Gun-woo dengan sok polosnya menawarkan minum pada Shi-on.
~~~



Gun-woo sudah mabuk. Gun-woo penasaran kenapa Shi-on bisa tau kalau korbannya adalah tunangan Jaksa Park.
Shi-on : “Kasus ini ditutup, jadi kenapa kau sekarang repot.”
Gun-woo : “ini belum di tutup bagiku. sejak aku menemukan tubuhnya. sampai identitas korban terungkap. kau selalu selangkah lebih maju”
Shi-on mengaku kalau dia hanya beruntung.



Gun-woo tertawa tak percaya, “bagaimanapun kau menyembunyikan intel dan diam-diam menyelidikinya . aku harus tau untuk membantumu.”
Shi-on bertanya apakah Gun-woo akan percaya jika dia akan mengatakan yang sebenarnya. Gun-woo mengangguk, Aku Cha Gun-woo. Sahabat sejati bukan?





Shi-on seolah ragu, tapi dia akhirnya mengatakan kalau dia bisa melihat roh.
Gun-woo tak terkejut mendengar kata-kata Shi-on. Dia sudah mabuk berat dan bahkan untuk mengangkat kepalanya saja sudah tak kuat. Gun-woo menjatuhkan kepalanya ke meja.
Shi-on masih terus bercerita meski Gun-woo sudah tak sadar. “aku melihatnya sejak 3bulan yang lalu. sejak aku bangun dari koma. aku melihat orang mati.”
~~~




Hyung-joon berjalan memasuki basement, dia menuju tumpukan buku yang terdapat kotak cincin diatasnya. Hyung-joon menatap kotak itu dalam diam. (beneran deh. Ganteng banget)
~~~




Seong-chan bergegas kembali kekantor dan menyalakan komputernya. Dia terlihat begitu terburu-buru. Pas pertama liat aku kira dia penyusup, kenapa harus nyalain komputer, malem-malem, buru-buru lagi.Tenyata Seong-chan melakukan videocall dengan Hee-bin. Haha
Hee-bin : “Sayang, mengapa kau terlambat?”
Seong-chan : “Maaf, aku kerja. HeeBin-ku, apa yang kau lakukan?”
Hee-bin : “aku menyelesaikan latihan dance dan mandi. aku belum pernah ke kantor polisi seumur hidupku. kapan-kapan bolehkan aku kesana?”
Seong-chan ragu, tapi kemudian dia menyutujui asalkan Hee-bin memberitahunya dulu sebelum datang. Hee-bin setuju.
~~~



Shi-on menghela nafas kesal, Yak.. Cha Gun-woo!
Shi-on kesal dengan Gun-woo yang mabuk disampingnya. Dia tidur sambil mendengkur keras. Shi-on kesal, “Bangunlah!”
Gun-woo tak merespon dan menjatuhkan kepalanya kepundak Shi-on. Shi-on menyingkirkan kepala Gun-woo tapi kepala Gun-woo bersender dipundak Shi-on lagi. Shi-on kesal, “Dia membuatku gila.”




“Dimana rumahmu? dimana itu? apakah di Shillim-dong?” Shi-on bertanya pada Gun-woo sambil menahan kepala Gun-woo agar tak bersender dipundaknya lagi.
Tak ada jawaban membuat Shi-on pasrah dan melepaskan kepala Gun-woo sehingga Gun-woo kembali bersender dipundak Shi-on.
~~~




Shi-on memapah Gun-woo menuju ke apartemennya. Shi-on kesal melempar badan Gun-woo.
Shi-on bertanya berapa code apartemen Gun-woo, tapi percuma saja karena Gun-woo mabuk berat. Shi-on melihat ID Gun-woo, ada nomor ID’nya. Shi-on hanya mencoba memasukkan code itu, “nol delapan satu dua”
Pintu terbuka, Shi-on benar-benar tak percaya code Gun-woo sangat mudah.



Shi-on menjatuhkan Gun-woo karena tak kuat lagi memapahnya. Shi-on menyeret Gun-woo dan mencoba membangunkan tapi tak sengaja Shi-on menjatuhkan gardus debelakangnya membuat isinya jatuh berantakan.





Shi-on memunguti barang-barang yang terjatuh namun saat Shi-on mengambil tape recorder tiba-tiba kepalanya pusing.
Shi-on foto-foto Gun-woo yang terjatuh pula, dia tersenyum melihatnya. Shi-on kembali melihat tape recordernya, “kapan dia memutar kaset? kenapa kau masih mempunyai ini?”


Shi-on menyuruh Gun-woo bangun agar bisa tidur di ranjang, tapi dia tetap tak berkutik. Shi-on yang memang tak akan kuat mengangkat Gun-woo mengambil selimut untuk menyelimuti badan Gun-woo yang tidur dilantai.
~~~


Shi-on keluar dari apartemen Gun-woo. Shi-on terlihat begitu lelah.
Melihat kedatangan Shi-on, seseorang yang tadinya duduk dipinggir jalan segera berdiri mengikuti Shi-on. Shi-on menoleh karena merasa diikuti. Orang yang mengikuti Shi-on ikut menoleh tapi setelah Shi-on berbalik orang itu mengikuti Shi-on lagi.
~~~




Shi-on tertidur dengan ekspresi wajah ketakutan. Dia memimpikan saat dia dikejar banyak orang di kapal dan juga melihat sebuah pistol diacungkan. Tapi Shi-on tak melihat siapa yang ditembak.
Shi-on terbangun dengan nafas tersengal-sengal(?).
~~~



Keesokan harinya Gun-woo terbangun, dia seketika terkejut. Gun-woo mengingat kalau sebelum dia tertidur Shi-on mengatakan sesuatu padanya, tapi Gun-woo hanya melihat gerak bibir Shi-on tapi lupa kata-kata apa yang didengarnya.
Gun-woo menunduk frustasi.
~~~



Gun-woo masuk kantor dengan lesu. Tapi setelah dia melihat Shi-on sudah ada dia segera merubah sikapnya menjadi tegas. Gun-woo bertanya kemari Shi-on pulangkan.
Shi-on : “Ya. kau akan pulang juga kan?”
Gun-woo : “tentu saja. aku punya insting pulang yang kuat.”
Shi-on : “tempatmu lebih bersih dari yang aku bayangkan.”
Gun-woo membulatkan matanya, sadar kalau Shi-on telah mengantarnya pulang.


Shi-on berjalan keluar ruangan, tapi sebelumnya dia menoleh. “aku hampir lupa, mengapa kau tidak mengganti kode pintunya? yang menggunakan tanggal lahirnya sebagai kode pintunya saat ini. bukankah kau seorang polisi?”



Gun-woo mengejar Shi-on keluar, “bagaimana bisa kau tidak adil masuk ke tempat seorang pria lajang? dan siapa yang memintamu untuk mengantarku pulang?”
Shi-on : “Hey, apa ada seorang petugas polisi meninggalkan orang yang mabuk?”
Gun-woo : “baiklah. terima kasih sudah mengantarku pulang. Mari kita pergi sarapan. Aku yang traktir.”
Shi-on heran, lagi. Gun-woo mengangguk karena mereka harus melanjutkan penjelasannya tadi malam. Shi-on mengatakan kalau dia sudah menjawab pertanyaan Gun-woo. Gun-woo membela diri kalau dia tak mendengarnya.



Shi-on tersenyum. Shi-on menoleh dia terkejut melihat sesuatu.
Shi-on melihat orang yang kemarin mengikuti Shi-on saat keluar  dari apartement Gun-woo. Dia berlari dan terlihat seperti akan menabrak Gun-woo. Shi-on menarik tubuh Gun-woo, namun orang tadi tak menabrak Gun-woo namun perlahan tubuhnya menghilang.




Gun-woo mengira kalau Shi-on akan mengatakan sesuatu yang rahasia pada Gun-woo. Gun-woo mendekatkan telinganya pada Shi-on, “Apakah itu rahasia? Pengintaian, kan? Katakan padaku, katakan padaku!”
Shi-on mendorong tubuh Gun-woo menjauh, dia melihat sekeliling tapi tak ada apapun. Gun-woo mengeluh kalau Shi-on telah membuatnya dekat maka Shi-on harus mengatakan sesuatu.
Shi-on mengalihkan, ayo kita makan.
~~~



Gun-woo makan dengan lahap dan sekarang dia merasa lebih baik.
Lain dengan Shi-on yang tak makan apapun, dia diam termenung. Shi-on bertanya pada Gun-woo apakah ada seseorang yang menaruh dendam padanya.Gun-woo tak mengerti maksud Shi-on.
Shi-on : “saat kau berada di tim detektif. kau menyebabkan kematian tersangka karena kesalahan atau karena kecelakaan. sesuatu seperti itu”



Gun-woo berfikir kemudian menggeleng, tidak..tidak ada. Gun-woo menyuruh Shi-on untuk mengalihkan pembicaraan, “Bagaimana mungkin kau tahu petunjuk besar?”
Shi-on menunduk, dia tak ingin mengatakan semuanya pada Gun-woo.





Shi-on mendengar suara ketukan meja membuat Shi-on mencari sumber suaranya. Shi-on melihat Hantu yang akan menabrak Gun-woo, Hantu tersenyum lebar kearah Shi-on dengan terus mengetuk-ngetukkan tangannya ke meja.
Shi-on bertanya pada Gun-woo, apa kau mendengar suara sesuatu?
Gun-woo melihat sekeliling, tidak. Shi-on kembali melirik si hantu, Shi-on menirukan mengetuk-ngetuk meja. “kau mendengar suara seperti ini?”
Gun-woo kembali menggeleng. Shi-on menatap hantu lagi yang sekarang tersenyum semakin lebar.


Shi-on menatap takut si Hantu. Gun-woo bertanya apa masalah Shi-on.
Gun-woo mengerti dan akan mencari tahu sendiri jawabannya. Gun-woo meninggalkan Shi-on.
Shi-on kembali memandang kekursi di pojok tapi sudah tak ada siapapun.
~~~


Hee-bin berjalan dihalaman dimana Lost and Found Center (aku nyebutnya pake bahasa inggris aja yah. Terasa janggal kalau disebut pake translate.)
Gun-woo juga sedang berjalan sambil menelfon ibunya, Gun-woo mengatakan pada ibunya kalau dia akan datang lain kali. Gun-woo mengakhiri panggilannya.



Hee-bin berpapasan dengan Gun-woo, Hee-bin bertanya dimana Lost and Found Center.
Gun-woo : “apa ada barang yang hilang?”
Hee-bin : “kau tidak perlu tahu itu, tuan. beri tahu saja dimana.”
Gun-woo menyuruh Hee-bin untuk mengikutinya.
~~~



Gun-woo mengantar Hee-bin sampai keruangan. Seong-chan yang melihat kedatangan Hee-bin segera menarik leher Seung-ha untuk sembunyi.
Hee-bin bertanya dimana inspektur Cha Gun-woo. Gun-woo dengan malas mengatakan kalau Gun-woo ya dia.




Hee-bin melihat Gun-woo, tidak mungkin. Dia tidak terlihat seperti ini. Bukan kau, tuan. aku mencari Inspektur Cha Gun Woo. Inspektur!
Seung-chan melongok cemas melihat apa yang dilakukan Hee-bin. Hee-bin masih belum percaya kalau Gun-woo adalah Gun-woo. Gun-woo kesal mengeluarkan ID’nya, aku Inspector Cha Gun Woo! Inspector!
Hee-bin membaca namanya, benar. Hee-bin terlihat bingung.




Seung-chan kembali melongok dengan cemas.
Hee-bin berjalan mendekati papan pekerja, dia mencari wajah Seong-chan. Hee-bin menemukannya, dia hanya seorang petugas. Hee-bin tersenyum kesal, tau kalau dirinya telah dibodohi.


Hee-bin berbalik pada Gun-woo, dia permisi lalu pergi. Gun-woo memanggil Hee-bin, Hee-bin berbalik tersenyum sambil membungkuk lagi. Gun-woo heran melihat tingkah Hee-bin.



Seong-chan keluar dari persembunyiannya. Gun-woo bertanya kenapa Seong-chan keluar dari kolong. Seong-chan menjawab, “aku mengikat renda sepatu Seung Ha. benarkah, Seung Ha?”
Seung-ha membenarkan kata-kata Seong-chan. Gun-woo diam memandang mereka berdua, sedikit tak percaya.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar