Rabu, 28 Agustus 2013

Drama Korea I Miss You Episode 4

Soo Yeon menghilang dan Jung Woo menyesali apa yang sudah dia lakukan, yaitu meninggalkan Soo Yeon sendiri di gudang. Sampai-sampai dia terus bermimpi, tentang Soo Yeon. Kasihan Jung Woo, apalagi ayahnya tidak mau membantu mencari Soo Yeon, malah ayahnya berusaha menutup-nutupi kalau kejadian itu tidak pernah ada.


Pada penayangannya yang ke empat ini, drama I Miss You mendapat rating nationwide 8.4 % dan di Seol sendiri mendapat rating 9.9 %, data ini didapat dari TNmS Media Korea sedangakan data yang didapat dari AGB Nielsen, rating nationwide 7.0 % dan di Seol sendiri mendapat rating 8.4 %.




Dengan tubuh penuh luka, dan pandangan menerawang, Jung Woo terus memikirkan Soo Yeon, adik tirinya yang tidak tega melihat kakaknya seperti itu, terus memintanya untuk berhenti menangis, namun Jung woo tidak bisa menghentikannya, air matanya terus jatuh. 

Di lantai bawah, CEO Han dan Ibu Hwang mendapat saran dari dokter untuk membawa Jung Woo dikirim ke rumah sakit jiwa. karena kalau dibiarkan terus seperti itu, itu tidak akan baik untuk kesehatan fisik dan mental Jung Woo, tetapi Ibu Hwang menolak dia mengatakan bagaimana kalau ada orang yang tahu putra dari CEO Han masuk RSJ, itu akan menjadi rumor yang buruk. 

Tanpa kata, CEO Han pergi, dia memberi tanggung jawab pada Ibu Hwang untuk mengurus Jung Woo seperti yang diinginkannya.

Kembali di kamar Jung Woo, adiknya mencoba untuk menghibur Jung Woo, dia menyanyikan sebuah lagu untuk JUng WOo, ketika tiba-tiba, di luar ada seseorang yang memanggil namanya.

Suara itu adalah suara ibu Soo Yeon dan kali ini, Jung Woo bereaksi mendengarnya, tapi tiba-tiba dia menjadi  ketakutan.
Di luar, ibu Soo Yeon terus memanggil2, sedangkan  Eun Joo bersembunyi. Ibu Soo Yeon sedikit skeptis dengan rencana ini, namun Eun Joo mengatakan kalau semua itu akan berhasil. Saat itu, dua orang anak buah CEO Han datang pada  ibu Soo Yeon dan mengusirnya, Ibu Soo Yeon berpura-pura mundur, dan membawa orang-orang menjauh dari gerbang bersamanya.

Eun Joo pun menggunakan kesempatan ini untuk masuk ke rumah. Eun Joo bergegas mencari kamar Jung Woo,  adik Jung Woo yang ada disana mengatakan kalau ada sesuatu yang salah dengan Jung Woo.
Eun Joo berlari ke kamarnya dan mengunci pintu. Dia melihat sekeliling kamar untuk mencari Jung Woo dan akhirnya dia melihat Jung Woo meringkuk dan bersembunyi di bawah meja. Eun Joo pada awalnya akan marah dengan Jung Woo, namun saat melihat keadaan Jung Woo diapun mengurungkan niatnya. 
Tidak kehilangan fokus, Eun Joo langsung bertanya kepadanya tentang Soo Yeon dan apa yang terjadi, Eun Joo berkata "Kau berjanji padanya kalau kau tidak akan mengabaikannya lagi," saat dia menarik keluar buku harian Soo Yeon dan menunjukkan pada Jung Woo, Eun Joo mengatakan kalau Soo Yeon menyukainya.

Jung Woo akhirnya mengangkat kepalanya, namun tiba-tiba Ibu Hwang masuk dan menyeret Eun Joo pergi. Dalam perjalanan keluar, Eun Joo terus bertanya di mana Soo Yeon dan itu membuat Jung Woo mulai menangis.

Detektif Kim dan anak buahnya berjalan menyusuri hutan. Mereka menerima berita kalau kendaraan yang dicurigai milik penculik, sudah ditemukan namun didalamnya sudah tidak ada penculik itu lagi. 

Berharap untuk bisa menemukan beberapa petunjuk, mereka mencari van, tapi van  itu benar-benar kosong.
Pemilik van ternyata sedang  disiksa oleh CEO Han, yang memutuskan untuk mengintrogasi penculik.

Dia menuntut untuk mengetahui di mana Perawat Hye Mi, tetapi penculik mengatakan kalau mereka tidak tahu.
Kembali ke rumah, Jung Woo akhirnya mendapat keberanian untuk melihat buku harian Soo Yeon, dan dia melihat setiap lembarnya dan dia melihat  gambar-gambar yang dibuat Soo YEon, dan itu membuat air mata mulai jatuh.
"Aku menyukainya.
aku tidak menyukainya.
Aku menyukainya.
aku tidak menyukainya.
Aku menyukainya.
aku tidak menyukainya.
Jika aku melihat riak di air, itu berarti aku menyukaimu.
Ini sedikit memalukan, tapi aku akan memberitahumu ketika mulai hujan.
aku akan datang."
Terlihat flashback saat Jung Woo dan Soo Yeon bersama-sama, saat mereka belajar bersama, saat Jung Woo melakukan gerakan sulap didepan wajah Soo Yeon, semua kenangan indah itu ditulis Soo Yeon dalam buku hariannya. 

Jung Woo terus menangis, membaca tentang semua yang Soo Yeon tulis bahkan hal-hal kecil tentang Jung Woo. 
"Saat angin bertuip kencang, aku memikirkamu.
Karena angin mataku saku, dan aku jadi memikirkamu.
Ketika aku  berjalan terengah-engah, aku teringat padamu.
Saat lampu jalan berkedip-kedip, aku teringat padamu.
Dari lampu jalan ke rumah saya - ada 280 langkah. dan saat itu akupun memikirkamu.
Aku memikirkanmu, untuk menghapus semua kenangan burukku"
Jung Woo teringat saat hujan salju pertama dan saat  ia melanggar janjinya untuk bertemu dengannya. jung Woo menangis, dan masih dipenuhi dengan rasa bersalah.
Eun Joo menyambut ayahnya dengan beberapa pertanyaan tentang Soo Yeon, Detektif Kim mengatakan kalau semua barang bukti terdapat sidik jari Jung Woo. Detektif Kim mengatakan kalau dia akan mengatakan pada atasannya kalau harus mendapatkan lencana kehormatan seorang detektif lagi, dan Eun Joo mengatakan pada ayahnya untuk mendapatkan kehormatannya kembali.

Detektif Kim mendapat telepon dari departemen forensik tentang sepatu Soo Yeon. Detektif Kim mendapat konfirmasi bahwa itu adalah sepatu Soo Yeon, dan dia juga mendapat kabar kalau Soo Yeon diperkosa.

Detektif Kim Syok mendengarnya dan dia juga sampai terjatuh lemas. Eun Joo bertanya apa yang terjadi, Detektif Kim memegang tangan Eun Joo. dan dia mulai mengutuk para penculik.

Kemudian ia berpaling dari  Eun Joo dan mengatakan kepadanya, "Mulai sekarang, aku tidak akan hanya mencari Soo Yeon, tapi aku akan mencari mu. Aku sekarang bukan sebagai detektif, tetapi sebagai seorang ayah. Jadi aku akan melakukan segalanya. Aku akan menangkap mereka"

Eun Joo mengatakan pada ayahnya "Pastikan untuk menemukannya. Pastikan untuk membawa Soo Yeon kembali. "

Detektif Kim mengancam atasannya kalau dia akan membuka kasus Lee Tae Soo kalau  ia tidak mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Jung Woo. Pilihan yang diberikan detektif Kim membuat bingung atasannya, Detektif Kim mengakui kalau  ia akan hidup sebagai seorang polisi, tapi setelah apa yang bajingan lakukan untuk Soo Yeon, ia memutuskan kalau ia tidak bisa untuk tidak melakukan penyelidikan.

Dia tidak peduli kalau harus dipecat, karena ia akan berhenti menjadi polisi ketika ia mencoba untuk menutupi kasus Lee Tae  Soo.
Polisi tiba di kediaman CEO Han, dan Detektif Kim dengan  percaya diri menunjukkan pada keluarga Han sebuah surat perintah penangkapan. CEO Han dan Detektif Kim saling memberi pandangan tajam, ketika terdengar suara seseorang yang mengatakan, "Kenapa kau datang sekarang?"

Semua orang menoleh ke arah suara itu, dan orang yang berkata itu adalah  Jung Woo.
Mengabaikan perintah orangtuanya untuk kembali ke kamarnya, Jung Woo berjalan mendekati  Detektif Kim dan mengangkat tangannya, "Tangkap aku."

Detektif Kim meminta maaf sebelumnya dan kemudian memborgol tangan Jung Woo. CEO Han melotot marah pada Detektif Kim, dan berkata "Beraninya kau?!"

Di luar, Detektif Kim memerintahkan petugas polisi lain untuk tidak mengikutinya.
Jelas, kalau sebenarnya rencana Detektif Kim hanya akan menginterogasi Jung Woo, namun dia harus membawa Jung Woo keluar  rumah terlebih dulu.

CEO Han mengikuti polisi keluar, dan dia mengatakan kalau dia adalah  ayah Jung Woo, jadi dia akan mengikuti  mereka ke kantor polisi. Detektif Kim mencemooh dan menjawab, "Silakan ikuti kami jika kau bisa."

Brigade Polisi pergi, meninggalkan CEO Han dan anak buahnya yang hanya bisa melihat Jung Woo dibawa pergi.

CEO Han kemudian memerintahkan asistennya untuk membiarkan Detektif Kim  menemukan Soo Yeon. entah encana kotor apa yang ada dikepalanya?

Ditempat umum, penculik menemukan penculik satunya yang pecandu obat-obat dan pemerkosa Soo Yeon. Penculik1 bertanya mengapa penculik2  tidak mengangkat telepon nya. Tapi sebelum mereka dapat ngobrol anak buah CEO Han sudah mengelilingi dua penjahat itu lagi.
Asisten CEO Han melempar sweater Soo Yeon yang bernoda. Ini terlalu banyak bukti DNA untuk diabaikan.

Detektif Kim  membawa Jung Woo ke sebuah sungai dan Jung Woo perlahan-lahan semuanya yang terjadi pada malam itu.

Detektif Kim  mengakui pada Jung Woo kalau dia memiliki sesuatu yang ingin dia katakan pada Soo Yeon, dan begitu juga Jung Woo. Detektif Kim  mengaku pada  Jung Woo kalau Soo Yeon bukanlah putri seorang pembunuh dan itu semua adalah kesalahannya karena  menutupinya.

Detektif Kim meminta maaf pada Jung Woo karena sudah menangkapnya, Detektif Kim  memberitahu jung Woo kalau dia ingin  menemukan Soo Yeon  secara pribadi.

Jung Woo terus menceritakan semua detail tentang kejadian malam itu.
Eun Joo mengetahui ada salah satu gaun Soo Yeon yang jatuh dari tempat laundri. Tanpa kata, Eun Joo menutup gaun itu dengan benar.

Di dalam rumah, ibu Soo Yeon tergeletak di sebelah seragam sekolah Soo Yeon dan dia terus menangis, membelai pakaian Soo Yeon.

Jung Woo terus mengingat-ingat ciri-ciri penculik itu dan dia mengingat kalau ujung jari keempat penculik itu hilang. Dia juga mengatakan penculik menggunakan  narkoba. Detektif Kim buru-buru mengeluarkan gambar mobil yang melanggar batas kecepatan dan dia bertanya pada  Jung Woo apakah ia dapat mengidentifikasi pengemudi tersebut adalah penculiknya.

Meskipun wajah pada gambar tidak jelas, Jung Woo menegaskan kalau orang yang ada digambar itu adalah penculik, ituu semua membawa mereka selangkah lebih dekat dalam memecahkan kasus.
Detektif Kim memberikan sepatu Soo Yeon pada Jung Woo , satu-satunya hal tersisa setelah gudang terbakar. Detektif Kim menjelaskan kalau  para penculik berusaha untuk menyingkirkan bukti, namun Jung Woo mengatakan kalau bukan seperti itu yang terjadi, karena CEO Han menangkap kedua penculik dan menuju ke gudang.

Mencurigai satu atau dua hal, Detektif Kim buru-buru bergumam kalau mereka harus melakukan penyelidikan lebih lanjut, namun Jung Woo mengatakan dia akan mencari tahu tentang ayahnya.

Detektif Kim mengatakan pada Jung Woo untuk tidak menarik kesimpulan terlebih dulu tentang ayahnya. detektif Kim  kemudian menepuk kepala Jung Woo dan menyuruhnya untuk tersenyum, ketika ia menerima panggilan kalau saksi mata telah muncul.

Detektif Kim tiba di stasiun, para anak buah detektif Kim banyak mengeluh karena mereka merasa diberi tugas yang suli dan secara tidak langsung mereka mengutuk Detektif Kim yang selalu  merasa benar sendiri. Mengabaikan pernyataan itu, Detektif Kim mulai bertanya tentang saksi mata yang melihat Soo Yeon, Saksi mata itu mengungkapkan kalau dia melihat Soo Yeon, dia juga mengungkapkan ciri-ciri Soo Yeoon dengan benar, namun dia sedikit mencurigakan sehingga Detektif Kim bertanya  mengapa tiba-tiba dia memutuskan untuk melaporkan semuanya sekarang dan apakah  dia berbohong.

Saksi mata mengungkapkan pada polisi kalau dia melihat Soo Yeon, namu detektif Kim masih belum bisa percaya karena tempat dimana saksi melihat Soo Yeon itu  terlalu jauh dari tempat ia menemukan sepatu Soo Yeon.
Sementara itu, Jung Woo masih berada di sungai, melempar batu ke dalam air dan melihat riak air itu. dengan mengatakan, "datang ... tidak datang ... datang ... tidak datang."



Anjing Polisi mulai menggonggong dan polisi buru-buru berlari dan mereka menemukan sweater Soo Yeon yang berlumuran darah sudah terkubur di dalam tanah. Detektif Kim segera mengakui kalau sweater adalah milik putrinya.
hmmm,,,,, apa inilah cara CEO Han membantu Detektif Kim  menemukan Yeon Soo?

Jung Woo melihatnya dari kejauhan, dimana Detektif Kim memeluk sweater itu dan mulai menangis. Saat itu, Detektif Kim diberitahukan kalau tersangka penculikan sudah diketemukan.
Sendirian, Detektif Kim langsung mendatangi lokasi penculik itu, sedangkan  CEO Han terus mencari Perawat Hye Mi. Jung Woo memutuskan untuk bertanya langsung pada ayahnya tentang penculik itu dan di mana mereka berada.

Asisten CEo Han mengatakan pada Jung Woo kalau mereka berhasil lolos. Disaat asisten sedang memberi penjelasan pada Jung Woo, CEO Han dengan dingin berjalan pergi tanpa menjawab pertanyaan Jung Woo. Sebelum pergi mengikuti CEO Han, Asisten mengatakan pada Jung Woo untuk kembali ke Amerika.

Merasa kalau hubungan dia dan ayahnya sekarang sudah terasa ada jarak, Jung Woo menempatkan fotonya lebih dekat dengan foto ayahnya di atas meja.
Penculik1 datang ke ruang karoke, untuk menyambut penculik 2. Penculik 1 mengatakan pada penculik 2 untuk melakukan apa yang dia bilang, atau mereka berdua akan mati. tepat pada saat itu, Detektif Kim dengan santai masuk ke ruangan itu dan langsung mengunci pintu.

Detektif Kim memperkenalkan dirinya sebagai ayah Soo Yeon dan dia bertanya di mana Soo Yeon sebelum dia berusaha mengalahkan kedua penculik itu. Dia memborgol salah satu penculik ke meja, sementara penculik yang satunya mencoba untuk melawan detektif Kim dengan pisau.
Penculik 1 yang diborgol mengakui kalau mereka sudah melakukan penculikan, namun penculik 2 tidak mau menyerah begitu saja, "Penculikan, pemerkosaan. Berapa tahun aku akan dipenjara? Tujuh tahun ?", penculik 2 menambahkan "kalau aku menyerah dan mengakui semuanya apakah hukuman untukku bisa menjadi tiga atau dua tahun?"

Detektif Kim dengan cepat bisa memborgol penculik 2, ketika ia melihat kalau penculik 2 hanya mempinyai 4 jari, dia dapat memastikan kalau orang ini yang sudah memperkosa Soo Yeon.

Detektif Kim tidak bisa menahan amarahnya pada penculik itu dan  langsung menginjak area pribadi milik penculik 2 itu, dengan geram detektif Kim bertanya, "Apakah itu sakit?"

Detektif Kim bertanya sekali lagi, diia bertanya pada mereka di mana Soo Yeon sekarang, karena geram dengan apa yang diperbuat detektif Kim padanya, penculik 2 mengakui kalau dia sudah membunuh Soo Yeon.
Kedua pelaku dibawa ke TKP, untuk mempraktekkan apa yang sudah dia lakukan pada Soo Yeon. Sedangkan Jung Woo, duduk di ruang tunggu, dia hanya terdiam, sementara Detektif Kim menatap ke luar, mendengar berita.

Untuk reka ulang peristiwa, tubuh Soo Yeon digantikan dengan patung dan atas pengakuan penculik, tubuh Soo Yeon ditenggelam ke dasar sungai karena kejadian itu sudah terlalu lama, jadi tidak di lakukan pencarian. Saat polisi bertanya di mana penculik mengubur sweater Soo Yeon, dan penculik itu  menjawab kalau  dia tidak tahu persis di mana tempatnya.
Ibu Soo Yeon menyaksikan reka ulang peristiwa itu. Dia berjalan mendekati penculik dan mengungkapkan kalau dirinya adalah  ibu Soo Yeon. Ibu  bertanya pada penculik mengapa ia melakukan semua itu, Ibu mulai menangis, dan menyuruh penculik untuk mengatakan yang sebenarnya dan mengatakan kalau Soo Yeon masih hidup.

Saat semuanya ditayangkan di televisi Jung Woo menutup matanya.
Ibu Hwang datang untuk membawanya ke bandara, tapi Jung Woo mengabaikan dirinya dan langsung lari.

Jung Woo pergi ke taman bermain. Dia duduk di bawah perosotan, dia berharap Soo Yeon akan menemukannya, tapi tidak ada yang datang. Tiba-tiba  ia mendengar suara Soo Yeon yang menanyakan apakah dia akan datang lagi besok.
Soo Yeon tersenyum manis pada Jung Woo, sedangkan Jung Woo tidak bisa menahan tangisnya.
Jung Woo menjawab: "Tidak.....Besok, lusa, dan hari setelah itu ... karena aku akan datang setiap hari”
Bayangan  Soo Yeon menghilang saat Jung Woo mendengar suara derit ayunan.
Jung Woo meminta  Soo Yeon keluar, Jung Woo terus bertanya di mana Soo Yeon.

Jung Woo duduk di bawah perosotan, karena ia teringat kembali pada semua yang  dia dengar tentang insiden itu. Tiba-tiba kecurigaannya  muncul dan Jung Woo bangkit untuk kembali ke rumah.
Tanpa berpikir lagi, ia pergi ke kantor ayahnya dan mulai mencari sesuatu diantara barang-barang milik  ayahnya. Adiknya yang ada disana memperingatkan Jung Woo kalau CEO Han akan datang dan dia akan mendapat masalah jika ketahuan. Akhirnya Jung Woo menemukan laci meja yang terkunci. Dia mencari kunci dan menemukannya dan dia langsung membuka laci .....

Didalam laci itu berisi gambar detektif Kim dan semua informasi pribadinya. Sepertinya CEO Han telah menyelidiki siapa detektif Kim sebenarnya.

Kemudian di bagian belakang laci, Jung Woo menemukan kantong plastik. Di dalamnya ada ponsel, ponsel miliknya, yang belum dia lihat semenjak kejadian itu.

Jung Woo kemudian menangis dan menyebut nama Soo Yeon.
Tiba-tiba, telepon berdering.

Setelah menatapnya kaget, Jung Woo menekan tombol panggilan dan dengan hati-hati mengatakan halo.

Ada keheningan, sampai suara yang tak asing lagi untuknya berkata, "Jung Woo. Han Jung Woo. "

Jung Woo mulai menangis lagi, dan menanyakan apakah itu benar-benar Soo Yeon, tapi sebelum dia bisa bertanya di mana Soo Yeon berada sekarang, telepon disampar darinya.
Demikian juga di tempat Soo Yeon, Perawat Hye Mi mendorong Soo Yeon untuk menjauh dari telepon (Soo Yeon masih hidup!). melihat Soo Yeon diperlakukan seperti itu, Hyung Joon bergegas ke sisinya, dan Perawat Hye Mi berteriak kalau mereka tidak seharusnya membawa Soo Yeon  bersama mereka.
Seluruh wajah Soo Yeon  dibalut perban.

Jung Woo meminta pada ayahnya untuk mengembalikan teleponnya, tetapi CEO Han mengatakan kalau Soo Yeon sudah mati. Tapi Jung Woo terus bersikeras kalau  Soo Yeon masih hidup, tak bisa mengontrol emosinya CEO Han menampar Jung Woo  dan mengatakan kalau Jung Woo sudah gila.
Jung Woo bertanya apakah ayahnya benar-benar berpikir seperti itu?.

Jung Woo mengatakan kalau  ia membutuhkan telepon karena ia memiliki sesuatu untuk dikatakan  kepada Soo Yeon. Jung Woo  menambahkan kalau  dia tidak bisa hidup jika Soo Yeon benar-benar sudah mati, karena CEO Han mengatakan, semua itu adalah  kesalahan Jung Woo.

Adik Jung Woo menangis dan mengatakan kalau telepon itu benar-benar  berdering dan meminta ayahnya untuk percaya pada Jung Woo. CEO Han mengatakan putrinya untuk tenang dan dia juga melempar ponsel ke lantai.

Ibu Hwang  datang dan membawa adik pergi sehingga di ruang itu hanya  Jung Woo dan CEO Han.

Jung Woo mengambil ponselnya di lantai dan berkata kalau ayahnya tidak pernah berusaha mencari Soo Yeon seperti yang dijanjikan.

CEO Han mengakui itu, dan dia juga mengatakan kalau Jung Woo seharusnya tidak terjerat cinta dengan sampah seperti Soo Yeon, putri si pembunuh.

CEO Han memberitahu Jung Woo untuk berkemas dan berangkat ke Amerika, tetapi tiba-tiba ekspresi Jung Woo berubah.

Jung Woo bangkit dan berjalan menghadap CEO Han, Jung Woo menatap langsung ke mata ayahnya, dan bertanya: "Kau bilang kau hanya mempercayaiku, kan?"
CEO Han mengatakan, ya. Hanya anaknya, Han Jung Woo.

Jung Woo: "Jangan percaya padaku. Karena aku tidak akan mempercayaimu”

Jung Woo berjalan ke kamarnya, dan meraih buku harian Soo Yeon di mejanya, lalu dia keluar untuk pergi.

CEO Han mengatakan kalau Jung Woo memilih pergi, dia tidak akan bisa kembali lagi.
Tanpa berpikir panjang, Jung Woo langsung meninggalkan rumah, dan mengabaikan kata-kata ayahnya.

Sebelum meninggalkan rumah, Jung Woo sempat berbalik untuk melihat rumahnya, namun dia sudah memantab kan hati dan terus melanjutkan perjalanannya. (woooow.... aku suka karakter ini, walaupun dia masih remaja, tapi Jung Woo sudah tegas dengan sikapnya, dia tidak akan bisa diperalat oleh ayahnya)

Di kantor polisi, Atasannya datang dan berteriak kalau hasilnya keluar, kasus ditutup, tapi Detektif Kim berteriak kalau kasus belum dimulai. Atasananya berteriak mengatakan kalau Detektif Kim dipecat, dengan senang hati detektiif Kim melempar lencananya, borgol, dan surat pengunduran diri, dia mengatakan kalau dia malu menjadi seorang detektif.

Detektif Kim marah karena kasus ditutup terlalu mudah, hanya karena seseorang datang dan mengakui kejahatan, tetapi dengan tidak ada bukti atau alasan apapun untuk menjelaskan mengapa semua itu terjadi. "Apakah Soo Yeon benar-benar mati?" Detektif Kim berteriak "Orang-orang yang tahu segalanya tapi tidak melakukan apapun bahkan lebih buruk!"

Detektif Kim berjanji kalau dia akan menemukan Soo Yeon dan menunjukkan pada orang-orang kebenarannya.

Saat itu, Jung Woo masuk ke kantor polisi. Dia menatap mata Detektif Kim, Jung Woo mengatakan kalau Soo Yeon masih hidup. Detektif Kim mengatakan kalau dia tahu. Jung Woo mengatakan apa yang dia katakan itu benar dan Detektif Kim mengulangi kalau ia tahu.
Jung Woo berlutut di depan Detektif Kim.

"Kumohon temukan Soo Yeon. Aku  percayamu"
Jung Woo berbalik ke arah petugas polisi yang lain dan memberitahu mereka bahwa ia percaya mereka juga..

Jung Woo berteriak mengatakan "aku punya  sesuatu untuk aku katakan padanya,”
Jung Woo dengan erat memegang buku harian Soo Yeon dan mengatakan "Aku rindu Soo Yeon ..."

Detektif Kim berlutut di samping Jung Woo dan memeluk dia.
Sementara itu, Perawat Hye Mi bertanya apakah Hyung Joon mau ikut bersama dengannya atau tidak


Hyung Joon menolak pergi karena dia tidak ingin meninggalkan Soo Yeon sendiri.

Perawat Hye Mi mengambil kalung milik Hyung Joon dan berniat akan pergi, tapi Hyung Joon berteriak kalau perawat Hye Mi  tidak akan bisa melakukan apa-apa dengan kalung itu tanpa dirinya, karena uang hanya bisa dikeluarkan   ketika ia berusia 18 tahun.
Hyung Joon mengatakan kalau dia tidak akan pergi jika Soo Yeon tidak diajak.

Hyung joon kemudian mendekati  Soo Yeon dan menunjukkan padanya sebuah artikel surat kabar yang memberitakan  kematiannya. Hyung Joon mengatakan padanya untuk bangun dan menyadari mengapa Jung Woo tidak menelponnya balik, "Itu karena dia sudah membuangmu." (oooh.... kata-kata hyung Joon jahat banget, keliatan banget kalau dia benar-benar gak suka sama Jung Woo)
Dengan rasa tak percaya dengan semuanya, Soo Yeon mulai menangis meraung-raung. Dia menjerit kesakitan saat ia mengingat apa yang terjadi malam itu dan bagaimana Jung Woo melepaskan tangannya dan memilih pergi.
Adegan beralih ke scenen di masa depan yang memperlihatkan Jung Woo dewasa berjalan mendekat dan memeluk Soo Yeon dewasa. Dia mengatakan kalau dia tidak akan melepaskan tangannya saat ini.
Scene berubah dimana Hyung Joon dewasa yang menangis menyedihkan.

Sebuah tembakan terdengar, dan Jung Woo jatuh.
Soo Yeon dan Hyung Joon berjalan bersama-sama menyusuri jalan, dan tiba-tiba Soo Yeon memudar dan menghilang.

Soo Yeon meminta maaf, dan Jung Woo bertanya mengapa.

"Aku tidak menangis karena aku sedih. Tapi itu karena angin. "

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar