Senin, 26 Agustus 2013

Drama Korea MASTER'S SUN Episode 3 Part 1



 

Joong Won: “Kau…gadis…nakal.”
Gong Shil: “Apa kau baru saja memaki?”
Joong Won: “Ya. Katakan itu padanya…pada ‘hantu’ yang kau lihat.”
Gong Shil: “Aku kira kau marah karena ditinggal sendirian..kau sangat menyukainya..sehingga kau memakinya.”
Joong Won: “Apa?”
Gong Shil: “Jika aku bertemu dengannya, aku akan mengatakan padanya…bahwa kau masih menyukainya.”
Joong Won: “Jangan menambahi cerita sesukamu. Itu jelas sebuah makian. Gadis nakal.”
Gong Shil tersenyum: “Aku tahu. ‘orang jahat…orang jahat...’ mengatakan hal semacam itu, mereka tetap merindukannya.”
Joong Won menggoyangkan jari: “Itu tidak benar, itu tidak benar. Jika kau mengatakan padanya seperti itu, menghilanglah kau Nona Tae.”
Gong Shil: “Tetap saja, aku sangat senang kau percaya padaku.”
Joong Won menggeleng dan tersenyum sinis, “Aku tidak percaya padamu. Jangan merasa senang.”
Gong Shil: “Sebelumnya, aku merasa sangat takut dan kesepian. Saat aku bertemu denganmu, itu seperti sebuah sinar cahaya. Kau tidak tahu bagaimana rasanya aku mendapatkan sebuah tempat perlindungan yang hebat dimana aku bisa bersembunyi, saat aku merasa sangat ketakutan.”
Joong Won: “Itu juga tidak benar. Aku adalah tempat perlindunganmu, kau mengatakan itu? Cobalah berlari padaku dan mengetuk. Aku tidak akan pernah membukanya.”

Gong Shil memasang wajah memelas, “Tolong bukalah..”
Jong Won menggeleng, “Aku tidak akan membukanya, tidak akan pernah.”
Gong Shil masih memelas, “Aku hanya memilikimu untuk melarikan diri. Aku sangat takut. Tolong bukalah.”
Tiba-tiba lampu di sekitar patung air mancur di dekat mereka menyala. Dan dari jauh, Kang Woo mengawasi mereka.
***

Asisten Ahn berjalan di lorong, sepertinya dia hendak pulang. Pulpennya terjatuh, dia berjongkok untuk mengambilnya, dan menemuka sepatu buatan desainer tergeletak disana, hanya sebelah kanan. Asisten Ahn yang mengira itu adalah barang hilang, dia membawanya dan akan memberikannya di bagian informasi.

Saat Asisten Ahn berjalan, dia merasa ada seseorang mengikutinya, tapi setelah menoleh tidak ada seorang pun di belakangnya. Dia kembali berjalan, dan ternyata di belakangnya ada sesosok hantu wanita.
Hantu itu menjulurkan tangannya, “Sepatuku…..sepatuku….”
Asisten Ahn menunggu lift. Lampu di sana hidup-mati sendiri. Terdengar suara kaki melangkah dengan sepatu hak. Lalu banner di sampingnya terjatuh tanpa adanya angin. Asisten Ahn ketakutan, dia berlari menuju tangga darurat dan dengan cepat menuruninya. 


Tiba-tiba ada yang menahan kakinya, sehingga dia berteriak dan terjatuh. Ada tangan berlumuran darah yang mengawasinya dari atas.
 

Teriakannya terdengar oleh Gong Shil dan Joong Won yang masih berada di tempat yang sama. Kang Woo juga.

Gong Shil dan Joong Won bergegas ke sumber suara dan mendapati Asisten Ahn yang terjatuh di lantai.
Gong Shil: “Apa kau baik-baik saja?”
Ast. Ahn: “Ya..”
Gong Shil: “Apa yang terjadi?”
Ast. Ahn menunjuk ke atas tangga: “Aku jatuh tersandung dari sana.”
Joong Won segera memeriksa ke atas. Gong Shil juga melihat ke atas. Lalu Kang Woo datang, “Apa yang terjadi?”
Gong Shil: “Oh, Kang Woo. Dia mengatakan bahwa dia terjatuh dari tangga.”
Kang Woo meminta Asisten Ahn untuk menggerakan kakinya, tetapi kakinya terasa sakit. Joong Won kembali dari atas dan mengatakan tidak ada apa-apa di atas sana.
Ast. Ahn: “Aku yakin disana ada sesuatu, Presiden.”
Joong Won menggosok-gosok kakinya di lantai, “Lantainya licin…masih ada lilin di sini.”
Joong Won lalu meminta Gong Shil untuk membersihkannya kembali.
Gong Shil memanyunkan (>.<) bibirnya, “Sekarang?”
Joong Won mengiyakan, dan meminta Kang Woo membawa Ast. Ahn ke rumah sakit.

Joong Won pergi, dan ketika membuka pintu dia mendengar obrolan Kang Woo dan Gong Shil yang sepertinya mengganggunya.
Kang Woo: “Sepertinya kita tidak bisa pergi bersama hari ini.”
Gong Shil tersenyum: “Aku juga harus membersihkan kembali tempat ini. Temani dia dengan baik.”
Kang Woo: “Aku akan menemuimu di rumah.”
Gong Shil: “Sampai jumpa di rumah.”

Kang Woo pun pergi dengan memapah Ast. Ahn dan melewati Joong Won yang tadi berhenti di depan pintu. Joong Won kemudian menoleh ke Gong Shil.
Gong Shil tersenyum malu-malu dan berkata: “Kang Woo da aku…di tempat yang sama—“
Joong Won: “Oke, aku tidak tertarik.”
Joong Won pergi meninggalkan Gong Shil yang masih tersenyum malu-malu.
***

Joong Won dan Gwi Do berjalan bersama.
Asisten Manager Kang mengatakan dia mempunyai dokumen yang akan diberikan pada Vice President. Sepertinya aku harus pergi.”
Joong Won: “Pergilah. Aku akan pulang sendiri.”
Gwi Do: “Apakah kau akan baik-baik saja?”
Joong Won: “Tentu saja.”
Joong Won meminta kunci mobil pada Gwi Do. Gwi Do dengan ragu akhirnya memberikan kunci pada Joong Won.

Joong Won tiba diparkiran. Dia menekan tombol kunci untuk membuka pintu, tapi yang terbuka malah pintu bagasi. Di menekan tombol lagi, kali ini mobilnya berbunyi tanda alarm menyala. Dia menekan lagi, dan mobil makin berbunyi.
Joong Won: “Apaakah aku tidak pernah mengandarai mobil ini?”

Sementara itu, Gong Shil berada di tangga darurat untuk kembali membersihkan lantai.
Gong Shil menggerutu: “Aku pikir, untuk pertama kalinya, aku akan pulang ke rumah bersama seorang pria seperti orang normal.”
Gong Shil kemudian melihat ada sepatu pink di pojokan, yang tadi terjatuh saat Ast. Ahn tejatuh di tangga. Gong Shil mengambilnya, “Cantik. Aku ingin mengenakan sepatu seperti ini dan pergi kencan.”
Gong Shil mencoba sepatu itu, dan mencari pasangan sepatu itu. Kemudian Gong Shil melihat hantu wanita yang menakutkan ada di tangga bawah. Gong Shil yang belum sempat mengenakan kembali sepatunya berlari sambil membawa sepatu pink itu.

Gong Shil terus berlari, hantu itu juga terus mengikuti Gong Shil dengan bergerak merangkak (Seperti suster ngesot). Gong Shil berlari semakin kencang, hantu itu kemudian berdiri dan berlari mengejar Gong Shil dengan tertatih karena hanya menggunakan sebelah sepatu.
(syerem…. >.<)
Gong Shil berhasil sampai masuk lift, dia menekan tombol dengan cepat. Tapi hantu itu berhasil mengejar dan memasukan sebelah tangannya ke dalam lift.
 

Pintu lift tertutup. Gong Shil merasa lega. Tapi ternyata lift tidak bergerak turun. Gong Shil menekan tombol kembali. Lampu lift berkedip, pintu lift terbuka lagi.
***

Joong Won berusaha membaca GPS yang ada di mobilnya, dan berhasil menekan pilihan jalan menuju rumah. Joong Won merasa lega, dia menepuk-nepuk dadanya dan juga GPS nya, “Kau melakukannya dengan baik…kau melakukannya dengan baik.”
***

Gong Shil melihat ke luar. Kemudian lampu lift berkedip lagi, dan tampaklah hantu itu di belakang Gong Shil. Hantu itu membisikan sesuatu ke telingan Gong Shil, yang membuat Gong Shil ketakutan dan dia pun berlari keluar.
Gong Shil berlari ke parkiran, tepat saat Joong Won baru menjalankan mobilnya. Gong Shil mengetuk kaca jendela mobil Joong Won dan membuatnya terkejut.
Gong Shil berseru ketakutan: “Presiden, buka pintunya…buka pintunya…”
Joong Won: “Aku tidak akan membukanya. Pergilah!”
Joong Won kembali menjalankan mobilnya. Gong Shil yang ketakutan berlari mengejar. Gong Shil yang mendengar suara kaki hantu itu berhenti mengejar Joong Won.

Joong Won mengerem  mobilnya dan melihat Gong Shil yang menundukan kepala sambil menutup kuping. Joong Won sepertinya tahu Gong Shil benar-benar ketakutan.

Hantu itu datang dan berdiri di belakang Gong Shil.

Joong Won: “Apa ini? Hal apa di dunia ini yang membuatmu sibuk dengan hal-hal remeh?”

Gong Shil berlari dan memeluk Joong Won, dengan erat. Joong Won tak bisa berkata apa-apa, dia memegang lengan Gong Shil sepertinya hendak melepaskan pelukan Gong Shil. Tapi Gong Shil memeluknya dengan erat.

Di ruang control CCTV, anggota security Lee Han Joo melihatnya, dan sepertinya dia salah paham.

Gong Shil yang tersadar melepaskan pelukannya dan berterima kasih.
Joong melihat kaki Gong Shil yang tidak memakai sepatu sebelah kanan.
Joong Won: “Apa kau menghilangkan sepatumu? Sepatu apa yang ada di tanganmu?”
Gong Shil: “Pemilik sepatu ini mengejarku. Aku pikir…pemilik sepatu ini…telah meninggal….”
Joong melirik sepatu pink itu dan melirik wajah Gong Shil bergantian. Dia masih kurang percaya pada Gong Shil.

Di jalanan, ada sebuah kecelakaan. Seorang wanita yang diduga mengendarai mobil dengan mabuk, sehingga menjatuhkan sebelah sepatunya di suatu tempat. Sepatu yang dipakai wanita itu sama persis dengan sepatu yang sekarang di pegang Gong Shil, tapi sebelah kirinya.

Kang Woo masih menemani Asisten Ahn di rumah sakit. Kang Woo kemudian di minta menunggu di luar karena Ast. Ahn diminta untuk mengangkat roknya oleh suster.
Kang Woo berdiri di luar rumah sakit. Ada seseorang berjaket biru keluar dan menabrak Kang Woo dengan acuhnya. Kemudian orang itu bersembunyi di belakang Kang Woo begitu ada orang lain yang lewat. Kang Woo heran dengan orang yang menutup wajahnya itu. Kang Woo kemudian mengejar orang itu yang kini telah lari ke parkiran.

Orang itu menghampiri sebuah mobil dan memanjatnya berusaha menggapai sesuatu di dalam mobil. Ternyata dia adalah Tae Yi Ryeong.
Kang Woo: “Apa yang kau lakukan?”
Yi Ryeong: “Jangan pedulikan. Lanjutkan saja perjalananmu.”
Kang Woo: “Hentikan apa yang kau lakukan, atau kalau tidak aku akan menahanmu.”
Yi Ryeong menendang Kang Woo. Lalu Kang Woo menarik Yi Ryeong, “Aku mengenalmu.”
Yi Ryeong merasa kesakitan di kepalanya yang terbentur mobil, “Bagaimana bisa kau melakukan itu padaku?”
Kang Woo: “Tindakanmu pasti terlihat mencurigakan, bagi siapapun yang melihatnya.”
Yi Ryeong: “Ini mobilku! Aku perlu membeli sesuatu, tapi managerku tidak ada di sini. Aku melihat dari kamarku bahwa atap matahari mobilku terbuka, jadi aku turun ke sini untuk mengambil sedikit uang dari mobilku.”

Yi Ryeong melihat ke dalam mobilnya dari balik jendela, “Lihatkah dompet itu. Ada uang disana! Aku hanya ingin mengambil sedikit uang.”
Kang Woo ikut melihat ke dalam mobil: “Itukah yang kau perlukan?”
Yi Ryeong merajuk, “Ya..”
Kang Woo dengan tangkas memanjat mobil dan masuk ke dalamnya mengambil dompet itu. Yi Ryeong tersenyum senang.
Kang Woo: “Hanya ada 1000 won.”
Yi Ryeong terkejut: “Apa? Benarkah?”
Kang Woo menghela nafas, “Apa yang kau butuhkan?”

Kini mereka di depan sebuah toko. Yi Ryeong masih menyembunyikan wajahnya. Kang Woo memberikan pesanan Yi Ryeong: 2 botol soju, 1 cumi-cumi kering, 1 ikan kering.
Kang Woo: “Jika kau bisa meminum 2 botol soju, mengapa kau harus di rawat di rumah sakit?”

Yi Ryeong sewot disindir Kang Woo: “Benar, aku berbohong. Peristiwa yang terjadi merupakan waktu yang tepat untuk ku untuk berpura-pura sedih dan merasa terjatuh. Kenapa? Apa kau akan mengatakannya pada reporter?”
Kang Woo: “Tidak. Aku mengerti bahwa kau seharusnya merasa sedih.”
Yi Ryeong tertawa sinis, “Apa kau sedang mengasihaniku? Jika kau merasa kasihan padaku karena ditinggalkan di altar pernikahan, jangan lakukan.”
Kang Woo: “Apa kau berpura-pura sangat sedih dan patah hati karena ingin dikasihani orang?”
Yi Ryeong tidak menanggapi pertanyaan Kang Woo, dia mengeluarkan ponselnya dan meminta nomor ponsel Kang Woo agar nanti dia bisa membayarnya.
Kang Woo bilang tidak perlu, dia hanya berharap 2 botol soju bisa membatu Yi Ryeong memulihkan diri dari kesedihan lebih baik dari pada rumah sakit.
Kang Woo pergi. Yi Ryeong tertawa heran, melihat Kang Woo yang menolak bertukar nomor ponsel dengannya. (Artis gitu lho…)
***

Seorang pria bergegas masuk ke ruang UGD dan menemui detektif beserta dokter. Dia adalah suami dari Choi Yoon Hee, korban kecelakaan yang hantunya mengejar Gong Shil. Pria itu sangat terkejut mengetahui istrinya sudah meninggal. Dia membuka penutup wajah jenazah istrinya dan terlihat syok. Lalu dia menangis.
***

Gong Shil turun dari mobil bersama Joong Won di parkiran rumah sakit.
Joong Won: “Apa kau yakin wanita yang meninggal itu ada disini?”
Gong Shil: “Ya, bisakah kita pergi?”
Joong Won menghentikan langkah Gong Shil, “Tapi…kau! Apa kau benar-benar akan pergi kesana seperti itu?”
Gong Shil: “Apa yang bisa ku lakukan? Aku tidak mempunyai sepatu..lagi pula, kotak tissue ini sangat nyaman.”
Gong Shil menghentakan kakinya yang dibungkus kotak tissue.
(Aku ngakak lihat adegan ini… :D)

Joong Won: “Aku tidak peduli itu nyaman atau tidak. Aku mengkhawatirkan tentang penampilanmu. Apa kau tidak merasa malu?”
Gong Shil tersenyum malu: “Tidak apa-apa. Suatu saat, aku pernah lari dari spa dengan telanjang, aku pergi ke rumah dengan tubuhku yang ditutupi kardus. Dibandingkan dengan kejadian itu, kotak tissue ini tidak memalukan sama sekali. Ayo pergi.”
Joong Won menunjuk Gong Shil: “Jika pemilik sepatu itu tidak ada disini, aku akan membuatmu mengakui pada rumah sakit dengan kotak tissue itu di kakimu.”
(Oya, Joong Won punya kebiasaan melambaikan tangan di depan wajahnya, jika dia berkata atau berbicara mengenai sesuatu yang menyangkut tentang diri.)

Joong Won dan Gong Shil masuk ke UGD. Gong Shil mengatakan dia benci mendatangi ruangan itu. Gong Shil melihat hantu seorang pria yang sedang memndangi tubuhnya sendiri yang sedang ditolong oleh seorang dokter.
Gong Shil bersembunyi di balik tubuh Joong Won.
Joong Won: “Dimana pemilik sepatu itu?”
Gong Shil melihat-lihat ke sekeliling, lalu ada tangan hantu wanita itu yang menunjukan arahnya.
Ada seorang jenazah yang di dorong keluar. Sepatu yang dikenakan jenazah itu terjatuh, dan diambil oleh suami hantu wanita itu.
Gong Shil mengenali sepatu itu sebagai pasangan sepatu yang kini ada di tangannya. Joong Won juga terkejut menyadarinya.

Mereka keluar dari ruangan itu.
Gong Shil: “Sekarang kau sudah memastikannya sendiri dengan matamu, kau akhirnya bisa percaya padaku dan mengerti bagaimana takutnya aku, benar kan? Apakah kau tidak takut bahwa hantu itu benar-benar ada?”
Joong Won: “Tidak, aku tidak takut. Siapa yang peduli saat aku tidak bisa melihatnya? Aku tidak membuang-buang waktu untuk berimajinasi sesuatu yang tidak berguna.”
Gong Shil memperagakan cara hantu itu berjalan dengan kaki yang tertatih, “Tapi itu hantu! Dia menyerat kakiknya seperti ini dan datang kepadaku!”
Joong Won memalingkan wajahnya.
Gong Shil: “Bahkan saat aku mengatakan pada hantu itu untuk tidak melakukannya, dia tetap muncul dihadapanku seperti ini!”
Gong Shil melompat-lompat di depan Joong Won, membuatnye tersudut ke kaca.
Joong Won: “Jangan lakukan itu! Baik, aku akan mengakuinya bahwa itu mungkin menakutkan untukmu.”

Gong Shil mendekat dan menarik baju Joong Won, “Saat aku merenggutmu seperti ini, hantu itu pergi. Apakah kau akhinya kau mengerti mengapa aku memegangmu seperti ini?”
***

Kim Gwi Do: “Tuan Joo jangan biarkan seseorang tinggal di sampingnya. Dia meneliti apakah orang itu berguna, atau akan berguan di masa depan. Dan membuka mata dan telinganya hanya saat dia memutuskan seseorang yang sesuai dengan standarnya. Dia hanya sedikit melilih mengenai istrinya kelak dalam sikap yang sama.”
Sung Ran: “Jadi, kau mengatakan bahwa..Joo Gun tidak menghindari wanita karena pacarnya yang dulu, Hee Joo?”
Gwi Do mengangguk.
Ternyata yang di maksud Vice President (wakil presiden) itu Do Seok Chul, kini Gwi Do sedang bersamanya dan Sung Ran.
Seok Chul yang sedang membaca berkas menimpali: “Dengan kata lain, itu berarti bahwa Joo Gun hanya belum menemukan wanita yang tepat yang dia pikir akan sangat berguna untuk bisnisnya. Aku yakin dia akan menemukan seseorang yang sesuai dengan standarnya.”
Gwi Do: “Tapi terkadang…ada orang yang tidak bisa sesuai dalam cara yang normal…”
(mungkin maksdunya Gong Shil…)

Gong Shil masih menempel pada Joong Won: “Ini bukan kerena uangmu, maupun karena karena kau tampan…tapi ini karena aku melihat hantu. Aku bukan Candy yang menempel padamu untuk merayumu.”

Joong Won menempelkan kedua tangannya di dadanya dan mengatur nafas.
Gong Shil: “Apa kau seorang Kristen?”
Ternyata tangannya itu untuk menyingkirkan pegangan Gong Shil di badannya. Joong Won mengangkat sambil membuka tangannya ke atas, membuat Gong Shil tersingkir menjauh.
Joong Won: “Apa kau sedang mengatakan kau mempunyai indera ke enam?”
Gong Shil: “Ya..”
Joong Won: “Aku pikir Candy yang murung sedang menggoda, tapi kau bertingkah seperti itu hanya karena indra ke enam mu? Jika kau menempel padaku karena han---(Joong Won menggelengkan kepala dan mengganti kata-katanya) hal itu, mengapa kau mereka menempel padamu?”

Gong Shil menjelaskan semuanya pada Joong Won sambil berjalan, bahwa hantu datang padanya untuk meminta beberapa pertolongan.
Gong Shil: “Mereka tidak menjelaskan dengan sopan situasi mereka atau meminta dengan meminta maaf terlebih dahulu seperti orang yang masih hidup lakukan. Mereka muncul tidak beraturan. Dan setelah mengatakan apa yang ingin mereka katakan, mereka tetap muncul tidak beraturan dan menyiksaku sampai aku melakukaan apa yang mereka mau.”
Joong Won: “Apa yang diinginkan pemilik sepatu itu darimu?”
Gong Shil: “Dia menginginkan aku untuk memberikan sepatu ini pada suaminya. Dia bilang dia akan melihatnya dan menjagaku tetap aman.”

Lalu Gong Shil melihat seorang pria yang sedang duduk, “Pria itu seperti suaminya, kan?”
Joong Won melihatnya juga, “Aku tahu pria itu. Dia pemilik salah satu toko di Kingdom.”
Gong Shil: “Benarkah? Mungkin, dia pasti kehilangan sepatunya saat dia datang untuk menemui suaminya. Aku yakin jika sepatu ini mempunyai arti khusus untuknya.”

Si pria beranjak pergi, Gong Shil dan Joong Won mengikutinya. Pria itu sedang menelpon seseorang. Gong Shil dan Joong Won memperhatikan dari balik dinding.

Pria suami tersenyum: “Dia sudah mati. Ini sebuah keajaiban! Bagaimana tepatnya dia mati!”
Gong Shil merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan jalan menjauh.

Gong Shil: “Wajah tersenyum suaminya lebih menakutkan daripada hantu. Saat aku ketakutan sebelumnya, aku meninggalkan sepatuku karena aku bergebas pergi dan berlari. Pasti hal yang sama juga terjadi padanya. Apa menurutmu yang dia lihat saat dia meninggalkan sepatu ini?”
Joong Won: “Aku tidak membiarkan imaginasiku menjalankan pikiran liar tentang hal-hal tidak berguna.”
Gong Shil masih berpikir: “Entah bagaimana, aku merasa dia meliah sesuatu yang membuatnya marah dan merasa tidak adil.”
Flashback.
Suami: “Dia mati. Aku mengatakannya padamu, dia mati. Hahaha, ini benar-benar keajaiban. Aku bilang wanita itu mati untuk kita dalam jalannya sendiri.”
Hantu istrinya memperhatikannya.
Flashback end.
Gong Shil: “Dia tidak akan tertawa jika aku mengatakan padanya istrinya yang meninggal sedang mengawasi di dekatnya, benar kan?”
Gong Shil kemudian berdiri dan mengajak Joong Won untuk pergi menemui pria itu lagi. Tapi Joong Won menyuruh Gong Shil melakukannya sendiri.
 

Gong Shil menahan tangan Joong Won yang akan pergi, “Kau mau kemana? Kau harus ikut denganku.”
Joong Won: “Mengapa kau harus ikut?”
Gong Shil: “Aku tidak bisa kembali masuk sendirian. Itu menakutkan dan hantu-hantu lain mungkin akan menempel padaku. Aku membutuhkanmu.”
Joong Won: “Ah, tempat persembunyian special yang aman. Saat kau menyentuhku, kau tidak bisa melihat hantu, benar? Saat kau ketakutan, kau ingin lari dan berpegangan padaku, benar?”
Joong Won menjulurkan tangannya. Gong Shil tersenyum dan akan memegangnya, tapi tangan itu ditarik oleh pemiliknya ke atas.
Joong Won: “Tapi apakah para hantu pernah memberimu informasi yang berguna juga? Seperti…saham mana yang bisa kau investasikan, dimana kau akan menemukan minyak, dimana kau akan menemukan harta karun yang tenggelam, atau…nomor lotre pemenang minggu depan?”
Gong Shil menggeleng.

Joong Won: “Maka aku tidak membutuhkanmu. Jika indera ke enam mu hanya membuatnya melihat hantu yang tidak berguna, maka indera ke enam yang kau miliki tidak bermanfaat untukku. Bagaimanapun, aku akan memberi sebuah nasehat berdasarkan hal-hal yang aku lihat dan aku dengar setelah datang ke mari. Orang-orang melihatmu seperti orang gila karena kau berlari di sekitar mengatakan bahwa kau melihat hantu dengan menggunakan sebuah kotak tissue di kakimu. Sadarkan dirimu dan bersihkan wajahmu.”
Joong Won beranjak pergi meninggalkan Gong Shil.
Belum jauh, Gong Shil memanggilnya, “Presiden, kau tahu aku tidak gila. Kau melihatnya, jadi kau percaya padaku.”
Joong Won: “Tidak. Aku hanya melihat apa yang ingin ku lihat, dan percaya apa yang ingin aku percayai. Aku melihatmu sebagai perempuan gila dan tidak percaya pada kata-katamu.”
Joong Won pergi. Gong Shil sepertinya terluka dengan perkataan Joong Won.
***

Gong Shil berjalan di trotoar dengan kotak sepatu itu. Dia di tertawakan oleh orang-orang yang melihatnya. Gong Shil terlihat kesal dengan hantu yang mengikutinya. Dia seperti berbicara sendiri dan malah membuat orang-orang semakin tertawa. Gong Shil mengatakan pada hantu itu untuk memberitahunya nomor lotre sebelum memintanya melakukan sesuatu.
***

Joong Won akan pulang dari rumah sakit. Dia kembali melakukan kesalahan dengan membuka pintu bagasi. Ketika akan menutupnya, dia baru menyadari ternyata dia memiliki sandal (yang bisa digunakan Gong Shil). Kemudian dia melihat kotak tissue, dan mengingat Gong Shil yang mengenakan itu.
Joong Won mengambil tissue itu dan menimbang-nimbangnya dan memukul-mukulnya.
“Ini kokoh, juga nyaman.” Tapi kemudian kotak tissue itu robek. Dan kotak tissue yang di kaki Gong Shil juga robek.

Gong Shil mencoba memperbaikinya, tetap tidak bisa. Kang Woo melihat Gong Shil dari halte bis dan menghampirinya. Kang Woo baru saja dari rumah sakit dan akan pulang ke rumah. Dia lalu melihat keadaan kaki Gong Shil.
Kang Woo: “Apa ini?”
Gong Shil: “Aku kehilangan sepatuku. Aku terlihat seperti oran gila karena mengenakan ini, iya kan?”
Kang Woo: “Tidak. Kau pintar menggunakan kotak tissue untuk melindungi kakimu.”

Gong Shil tersenyum: “Kau juga berpikir seperti itu? Seperti yang kau katakan, aku mempunyai alasan yang bagus untuk menggunakan ini. Aku tidak menggunakannya karena aku gila. Aku akan dalam masalah jika ini robek lagi. Apa yang harus ku lakukan?”
Kang Woo tersenyum manis: “Aku pikir kotak tissue itu sudah menjalankan tugasnya dengan patuh dan tewas. Kita harus melepaskannya dan menghubungi cadangan kita. Ada taksi disini, mengapa kita tidak mengambilnya?”
Kang Woo pun segera mencari taksi.

Gong Shil tersenyum sendiri: “Tempat perlindunganku menendangku keluar, tapi aku rasa aku menemukan penyelamat baru.”
Gong Shil melepaskan tangan tak terlihat yang menyentuhnya dari belakang dan menyuruhnya diam.
***

Joong Won tidak pulang ke rumah, dia mencari Gong Shil untuk memberikan sepatu. Suara GPS memberitahukan bahwa Joong Won salah mengambil jalan, jalan yang di lalui Joong Won bukan arah ke rumah.
Joong Won tiba di depan halte, tapi Gong Shil sudah pulang. Suara GPS kembali mengatakan Joong Won salah arah.
Kemudian tissue yang ada di kotak tissue yang rusak yang Gong Shil tinggalkan terbang dan menempel di mobil Joong Won. Ketika Joong Won akan pulang, GPS mengatakan untuk berbelok ke kanan. Joong Won heran bukankah itu akan membuatnya kembali ke tempat semula (rumah sakit).
***

Di rumah sakit, detektif memberikan keterangan pada suami dan ibu hantu wanita itu.
Detektif: “Kami menduga istrimu minum saat mengendarai karena dia hanya mengenakan sebelah sepatunya, tapi terlihat dia masih tidak mabuk.”
Suami: “Apakah ada masalah?”
Detektif: “Tidak, tapi kami menemukan itu aneh bahwa dia mengendarai dengan satu sepatu.”
Detektif pun pergi.
Ibu: “Menantu Choi, apakah polisi itu mengatakan bahwa kecelakaan mobil putriku bukan sebuah kecelakaan?”
Suami: “Tenanglah ibu. Aku yakin dia hanya kehilangan sepatunya di suatu tempat. Aku akan mencarinya.”
Ibu menangis.
 

Suami pergi keluar dan berbicara di telpon, “Sudahkah kau mencari sepatu yang hilang itu? Tidak ada? Baiklah.”
Suami menutup telponya dan tersenyum. Dia kemudian membuang sebelah kiri sepatu itu ke dalam tong sampah.
***

Gong Shil sampai di apartemen, dia sudah mengenakan sandal. Gong Shil berterima kasih pada Kang Woo.
Gong Shil: “Terima kasih, aku pulang dengan selamat. Terima kasih.”
Kang Woo: “Sebagai balasannya, bisakah aku menanyakan sesuatu padamu?”
Gong Shil: “Tentang apa?”
Kang Woo: “Saat kau mengatakan padaku bahwa kau mempunya orang special di mall Kingdom, apakah yang kau maksud adalah CEO Joo Joong Won?”
Gong Shil: “Ya.”
Kang Woo: “Apakah dia juga alasan kau mulai bekerja di mall Kingdom?”
Gong Shil: “Well..ya.”
Kang Woo: “Aku melihat bahwa dia pernah datang ke sini untuk menemuimu. Apakah kalian berada dalam hubungan khusus?”
Gong Shil tampak berpikir, dia bingung bagaimana harus menjelaskannya pada Kang Woo.
Kang Woo: “Maafkan aku, aku hanya ingin mengetahuinya, apakah tidak apa-apa untuk kita terus pulang bersama sepulang kerja. Itu akan menjadi aneh…melakukan itu dengan pekerja wanita, kau tahu.”
Gong Shil: “Aku bukan seorang wanita special. Pada CEO, aku…hanya seorang wanita yang membingungkan.”
Kang Woo sejenak berpikir: “Kalau begitu, mari pulang bersama lain waktu.”
Kang Woo pamit pergi duluan, Gong Shil kembali mengucapkan terima kasih.

Ada kakak Gong Shil melihat mereka. Gong Ri menghampiri Gong Shil.
Gong Ri: “Siapa pria manis itu?”
Gong Shil tidak menjawab, hanya tersenyum.
***

Gong Shil dan Gong Ri sudah sampai di rumah.
Gong Ri: “Dia kepala keamanan di Kingdom? Dan dia tinggal di apartemen 404?”
Gong Shil: “Ya.”
Gong Ri: “Apaka dia mengetahui…dunia kejiwaanmu?”
Gong Shil: “Jika dia tahu, aku tidak berpikir dia akan menawarkan untuk pulang bersama sepulang kerja bersamaku.”
Gong Ri mendekati Gong Shil: “Gong Shil, alasan kau seperti ini…mungkin karena kau tidak memliki energi ‘yang’ yang cukup. Bertemanlah dengan pria itu dan dapatkan energi pria darinya.”
Gong Shil: “Energi pria?”
Gong Ri: “Dalam dongeng, ada hal yang mengatakan bahwa fisik seseorang yang melihat arwah kehilangan energinya dan menendangnya saat mereka menjalin hubungan dengan seorang pria. Siapa tahu, jika kau mendapatkan beberapa energi pria, kau mungkin akan kembali normal juga.”
Gong Shil: “Begitukah? Hmm..aku berpikir bahwa pria itu special karena dia memiliki energi pria yang kuat.” (maksudnya Joong Won)
Gong Ri: “Siapa pria itu?”
Gong Shil: “Hanya seseorang.”
Gong Ri: “Siapapun dia, dekati dia! Hisap energi itu dari dia!”
Gong Shil: “Bagaimana bisa aku melakukannya di saat dia bahkan tidak membiarkan aku memegang tangannya?”
Gong Ri: “Baiklah, kita mulai dari pria di apartemen 404 itu. Tidurlah.”

Gong Shil: “Aku tidak bisa tidur. Jika aku tidur nyenyak, hantu itu akan datang untuk menggangguku.”
Gong Ri melihat ke sekitar dan sedikit ketakutan, “Apakah ada….sesuatu disini?”
Gong Shil tidak menjawabnya dan melihat sepatu pink yang dia bawa.
***

Joong Won berkeliling mall dan mendengarkan penjelasan dari Seok Chul yang mengatakan bahwa keuntungan mereka di musim panas ini sangat tinggi. Joong Won mengingatkan bahwa mall Giant akan buka, jadi yakinkan untuk memiliki strategi yang kuat untuk terus meningkatkan keuntungan.
Kemudia Seok Chul menunjukan toko-toko pada Joong Won.
Toko pertama merupakan toko yang memberikan keuntungan peringkat tiga. Dan inilah reaksi Joong Won pada pemiliknya. Hanya tersenyum.

Kemudian toko yang tidak memberikan keuntungan, hanya dilewati Joong Won begitu saja.

Dan toko yang paling banyak memberikan keuntungan. Joong Won menyalaminya sambil tersenyum dan membungkuk, serta beberapa kali mengucapkan terima kasih.

Joong Won kemudian melihat poster Tae Yi Ryeong yang masih dipasang. Dia meminta untuk membiarkannya. Seok Chul berkata bagaimana jika Yi Ryeong complain. Joong Won mengatakan, mereka sudah membayar Yi Ryeong untuk iklan, mengapa dia harus complain.

Gong Shil mendatangi toko hantu pemilik sepati, tapi toko itu tutup. Gong Shil kemudian pergi.

Joong Won tiba disana. Seok Chul mengatakan bahwa istri pemilik toko meninggal dalam kecelakaan beberapa hari yang lalu.
Seok Chul: “Toko ini berada di peringkat empat. Mall Giant sepertinya menghubunginya beberapa kali dengan maksud mengajaknya pindah kesana. Tapi dia tidak akan melakukannya karena dia setia padaku.”
Joong Won: “Aku melihat sesuatu, jadi aku tidak bisa percaya padanya terlalu banyak.”
***

Di café tempat Gong Ri bekerja.
Han Joo: “Apakah kau mendengar bahwa istri pemilik toko meninggal minggu lalu?”
Rekan: “Aku mendengar bahwa pria itu sangat baik pada istrinya.”
Gong Ri: “Aku melihat pasangan itu sebelumnya. Mereka datang kemari untuk kencan dan mereka merencanakan hiking dan akan pergi dalam perjalanan yang berbeda di akhir pekan. Pria itu sangat baik.”

Han Joo: “istrinya juga sangat kaya, dan dia menjadi sangat baik sejak istrinya membuka toko untuknya. Mertuanya rupanya lebih kaya. Aku mendengar dia memiliki banyak gedung di Gangnam. Mari kita lihat. Satu-satunya anaknya sudah meninggal, dan yang tersisa hanya menantunya. Maka semua keuntungan..sangat banyak! Beruntungnya!”
Gong Ri: “Bagaimanapun, dia seorang suami yang baik pada istrinya. Dia berhak mendapatkannya.”

Gong Ri berbalik dan terkejut ternyata ada Gong Shil di belakangnya.
Gong Shil: “Unnie..jika aku mengatakan bahwa seseorang jahat dimana semua orang mengatakan dia baik, mereka tidak akan percaya, kan?”
Gong Ri menunjuk kepalanya: “Apakah terjadi sesuatu lagi?”
Gong Shil muram: “Tidak.”
Gong Ri: “Gong Shil, mari hidup lama disini. Kau harus baik-baik disini jadi kau bisa pulang ke rumah bersama pria tampan..dan mendapatkan beberapa energi.”
Gong Shil: “Aku mengerti. Maafkan aku, aku pergi.”

Gong Ri berkata sendiri, bahwa dia selalu merasa ada sesuatu saat Gong Shil datang kesana. Lalu botol kopi disampingnya terjatuh seperti tertiup angin dan membuat Gong Ri terkejut.
Gong Ri: “Apakah ada sesuatu disini? Pergilah! Pergi!”

Han Joo mendekati Goong Ri dan menanyakan apakah Gong Shil adalah adiknya. Gong Ri mengiyakan, dan bertanya mengapa Han Joo menanyakannya. Han Joo bilang dia hanya ingin mengenal lebih dekat Gong Ri. Han Joo kemudian membantu memberekan botol yang terjatuh.
(Han Joo mengenali Gong Shil sebagai wanita yang dilihatnya di peluk Joong Won)

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar