Selasa, 27 Agustus 2013

Drama Korea Who Are You Episode 6 Part 1





Seseorang melihat foto Gun-woo dan Shi-on yang sedang berjalan berdampinga kemudian orang itu mencari dokumen namun sepertinya tak ada. Orang itu pun beranjak pergi.

Tiba-tiba kertas-kertas yang ada di meja berhamburan terkena angin kencang. Seseorang masuk, itu Hyung-joon. Hyung-joon menatap foto Shi-on dan Gun-woo, dia terlihat memikirkan sesuatu.
~~~




Shi-on menceritakan apa yang dia alami. Shi-on merasa kalau takdirlah yang membawanya kemari. Penerangan dibasement tiba-tiba padam, Gun-woo segera berdiri. “ada apa ini?”
Namun seketikan itu pula lampu kembali menyala, ternyata ini akibat kehadiran Hyung-joon yang memperhatikan Shi-on dan Gun-woo. Gun-woo heran, Shi-on sangat terkejut dengan kejadian itu.


EPISODE 6
Shi-on keluar dari basement dengan Gun-woo. Shi-on sibuk mencari-cari sesuatu ditasnya. Gun-woo bertanya apa yang terjadi. Shi-on mengatakan kalau ponselnya ketinggalan di kantor. Gun-woo menyuruh Shi-on mengambilnya dan Gun-woo akan menunggu di mobil.



Shi-on kembali ke kantor, Shi-on akan menganmbil ponselnya. Namun penerangan di kantor menjadi padam-nyala-padam. Shi-on terkejut sehingga membuatnya waspada. Dalam kegelapan Shi-on melihat tubuh seorang laki-laki berdiri tak jauh dari meja kerjanya. Shi-on takut, “siapa kau?”
Pertanyaan Shi-on tak mendapat jawaban, lampu kembali menyala. Sudah tak ada apapun didekat meja kerjanya.


Shi-on perlahan mendekati meja-nya masih dengan celingukan. Shi-on mengambil ponsel yang tertinggal dan pergi.


Lampu dalam ruangan kembali padam, perlahan sosok Hyung-joon kembali nampak.
~~~ 


Gun-woo mengantarkan Shi-on sampai kerumah, Gun-woo bertanya sejak kapan Shi-on melihat hantu. Shi-on menjawab kalau dia melihat sejak 3  bulan yang lalu saat dia terbangun dari koma. Gun-woo sudah mempercayai apa yang dikatakan oleh Shi-on, Gun-woo menyuruh Shi-on untuk masuk kerumahnya.


Shi-on berjalan meninggalkan Gun-woo, Gun-woo menghentikan langkah Shi-on. “Tunggu, tentang kesalah pahaman?”
Shi-on berkata itu tak masalah. Shi-on menyuruh Gun-woo untuk pulang. Gun-woo mengangguk dan meminta maaf, “Sampai ketemu besok.”


Gun-woo tak langsung pergi, dia masih memperhatikan rumah Shi-on untuk beberapa saat.
~~~



Shi-on masuk kerumahnya dengan masih penasaran akan hantu yang dilihatnya dikantor tadi. Shi-on sepertinya penasaran.
~~~



Shi-on bertemu seseorang, dia sepertinya seseorang dengan pangkat yang tinggi. Orang itu bertanya bagaimana keadaan Shi-on, “Cukup sulit untuk makan bersamamu,”
Shi-on meminta maaf. Shi-on berkata kalau dia sesekali merasakan sakit kepala tapi bukan sesuatu yang besar dan juga beberapa hari ini mengalami mimpi buruk.


Shi-on menceritakan kalau dia melihat adegan-adegan tertentu dalam mimpinya. menurut dokter, itu bisa sebagai pertanda akan kembalinya ingatan Shi-on. Ketua menyuruh Shi-on untuk datang kepadanya jika masalah menjadi sulit karena semua muridnya di Akademi Kepolisian dan diantara semuanya, Shi-on adalah yang tercerdas. Shi-on tersenyum, terimakasih Ketua.
~~~


LOST AND FOUND CENTER
Shi-on berkeliling di basement. Shi-on berkata dalam hati, “Oh-Reum, Yoon-Hee, dan Ayah Detektif Cha. Aku merasa seolah-olah takdir, membawa mereka kesini.”


Shi-on ingat kilasan saat dia memegang kotak cincin dan membuatnya pusing. Shi-on melihat kotak cincin itu ada di atas tumpukan dokumen. Shi-on berniat untuk mengambilnya, namun urung karena kedatangan Seong-chan yang memberitahu  kalau Ketua Tim akan akan membuat rapat. Shi-on pun menuju ruang rapat meninggalkan kotak cincin.


Gun-woo resah menunggu Shi-on yang sangat terlambat.
Shi-on masuk dan segera duduk disamping Gun-woo. Ketua Bong yang melihat keterlambatan Shi-on membuatnya memandang tak suka. Gun-woo berbisik pada Shi-on, kenapa kau sangat terlambat. Shi-on berkata kalau dia dari basement.
Ketua Tim : “Baiklah, sekarang hampir musimnya kerjasama dan kesatuan, dan saatnya wrokshop musim panas. Departemen Ketertiban Masyarakat”
Semua anggota rapat bertepuk tangan, Gun-woo dan Shi-on hanya bingung karena tadi tak mendengarkan. Tapi tanpa tau apapun akhirnya mereka bertepuk tangan juga.




Ketua Tim : “Bagamana kita harus mempersiapkannya Untuk workshop tahun ini?”
Ketua Tim Bong mengangkat tangan dan mengusulkan kalau departemen akan membuat program. Ketua Tim beralih, “baiklah, bagaimana dengan tinjauan lapangan..?”
Ketua Tim melirik kearah Shi-on dan memandang seolah memaksa. “Lost and Found Center harus mempersiapkannya.melakukannya.”
Shi-on tergagap, tapi melihat tatapan Ketua Tim membuat Shi-on menyanggupi. Gun-woo hanya menghela nafas kesal. Sedang Ketua Tim Bong tersenyum puas.
~~~


Gun-woo menyalah Shi-on setelah rapat selesai, karena keterlambatan Shi-on membuat mereka harus mengerjakan ini. Shi-on tidak ingin ambil pusing, “Aku akan pergi sendiri dan kau bisa pergi dengan yang lain, karena yang harus aku lakukan hanya memastikan reservasi. Puas?”



Moon-sik berpapasan dengan Gun-woo dan Shi-on, “Aku dengar kalian akan pergi ke workshop?”
Gun-woo membenarkan. Moon-sik tersenyum penuh arti pada Gun-woo, “Lapangan terbuka itu lebih baik dibandingkan tempat sampah. Kenapa kau mengeluh? Ini adalah kali pertama pergi ke loka karya untuk kalian berdua kan?”
Gun-woo melihat Moo-sik dengan curiga. Moon-sik masih tersenyum, “Pergilah dengan hati-hati. beberapa orang pergi berlibur ketika seseorang sedang sibuk bertugas.. selamat bersenang-senang.”
Moon-sik berjalan pergi, Gun-woo masih curiga dengan maksud Moon-sik. Hehe
~~~


Gun-woo akhirnya menemani Shi-on untuk ke tempat reservasi. Gun-woo memuji kalau tempat reservasinya bagus. Shi-on tersenyum, Kau sebelumnya bilang tidak ingin datang kesini. Gun-woo beralasan kalau seperti kata Moon-sik, Ini lebih baik dibandingkan tempat sampah.
~~~



Gun-woo terkejut setengah mati, “Tidak ada reservasi?! “
Karyawan mengatakan kalau dia telah memberitahu mereka sebelumnya sehingga tak ada lagi ruang yang kosong. Shi-on mencoba lebih tenang, “Kau berbicara dengan siapa?”
 “Ketua Tim Bong Min Ho dari Departemen Ketertiban Masyarakat di administrasi kepolisian.” Tutur Karyawan. Gun-woo mendesis kesal dengan ulah Ketua Tim Bong.



Gun-woo dan Shi-on pergi meninggalkan tempat reservasi dengan dongkol. Gun-woo segera menghubungi seseorang, Shi-on bertanya siapa yang dihubungi Gun-woo.
Gun-woo : “Detektif Choi, Aku tahu ini sedikit mencurigakan. Dia pasti tahu sesuatu.”
Panggilan terhubung, Moon-sik segera memberitahu. “Ini tradisi workshop. Ini seperti inisiasi bagi Ketua Tim baru.”
Gun-woo mengatakan kalau dia akan menemui Moon-sik setelah kembali. Moon-sik tertawa.
~~~


Moon-sik tersenyum dan bergumam, Aku bilang si bodoh ini akan menolongnya.
Sebuah panggilan masuk, Moon-sik mengangkatnya. Seketika wajah Moon-sik terkejut dan meng-iya-kan panggilan itu.
~~~


Gun-woo mengajak Shi-on untuk kembali karena sangat mustahil menemukan tempat untuk puluhan orang di waktu liburan seperti ini. Shi-on menyuruh Gun-woo mengikutinya saja, “Jadi haruskah kita menyerah begitu saja? Apa kau ingin mendengar kalau workshop nya hancur karena Lost and Found Center? Ayo mulai mencari di penginapan sekitar sini.”
Gun-woo mendesis dengan kekeras kepalaan Shi-on.





Shi-on dan Gun-woo berkeliling mencari tempat. Namun tak ada yang kosong, Shi-on mencoba menghubungi tempat reservasi dan Gun-woo mencarinya di internet. Gun-woo memberitahu kalau dia tak ada tempat yang kosong dimana pun. Shi-on menyuruhnya tetap mencari, Gun-woo kesal. Saat Shi-on berbalik, Gun-woo mengangkat bogem’nya ke arah Shi-on. Shi-on berbalik Gun-woo langsung pura-pura browsing lagi. dan kembali memeletkan lidah saat Shi-on berbalik.


Mereka berdua berhasil menemukan kamar yang kosong. Shi-on melihat tempat itu dan yakin kalau tempatnya terlalu kecil. Gun-woo menyuruh Shi-on untuk melihatnya sekali lagi, Shi-on menolak dan pergi.



Gun-woo terkapar di depan sebuah toko. Shi-on memberikannya minuman untuk mendinginkan pikiran. Gun-woo putus asa, Kita akan pergi kemana lagi?
Shi-on : “Kenapa? Ibu penjaga toko bilang ada tempat bagus di sekitar sini. “
Gun-woo bertanya apa Shi-on tak lelah. Shi-on menggeleng dan beranjak pergi. Gun-woo masih diam ditempat membuat Shi-on berbalik memandangnya. Gun-woo kesal, “Pergi, pergi, pergi.”



Akhirnya pencarian mereka berujung juga, Shi-on memandang bahagian tempat yang ditemukannya. Shi-on menyuruh Gun-woo untuk memberitahu pada semua orang kalau mereka telah menemukan tempatnya. Gun-woo meng-iya-kan dan Gun-woo bertanya dimana mereka akan tidur malam ini. Shi-on menunjuk tempat reservasi.
Gun-woo : “Di tempat besar ini, hanya ada aku dan kamu?”
Shi-on : “Berhenti cari msalah. Apa kamu lapar?”
Gun-woo : “Aku lapar. Bagaimana bisa kau menyeret aku kesana kemari tanpa memberiku makan?”
~~~



Ditinggal oleh Ketua Tim dan Gun-woo membuat para junior mereka, Seung-ha dan Seong-chan berleha-leha di basement. Dengan chicken dan kaki yang direndam sambil ditemani alunan musik. (lagi buat puisi mba?keke) Seong-chan mengeluh merasa kalau lagu yang diputar saat ini sangat sesuai dengan kisahnya. Seung-ha menyela apa boleh dia mematikan musiknya karena ini merusak suasana.
Seong-chan menolak karena ini sesuai dengannya sekarang yang terluka. Seung-ha mengatakan bukankah Seong-chan hanya ketahuan bohong.


Seong-chan mengingat Hee-bin, “Rambutnya yang basah. dan matanya yang seperti kucing selalu hadir di pikiranku ketika aku menutup mata, dan aku tidak bisa mengejarnya.”
Seung-ha memberitahu kalau kakaknya baru saja putus. Seong-chan menolak keras kalau dia sudah melihat foto kakak Seung-ha itu laki-laki bukan perempuan. Seung-ha bukan bermaksud untuk menjodohkan Seong-chan tapi dia memberitahu kalau kakaknya datang ke konseling dan membuat kakaknya kembali rujuk. Seung-ha menolak karena dia ahli konseling (cinta). Seung-ha tak memaksa, tapi akhirnya Seong-chan tertarik, dimana?
~~~


Shi-on mengganti bajunya diruang reservasi, Gun-woo tiba-tiba masuk dengan membawa makanan. “makana disini”
Gun-woo menyadari Shi-on yang sedang berganti pakaian dan segera berbalik, Shi-on menyuruhnya keluar. Gun-woo keluar dan mengatakan kalau dia membawa beer dan makanan. Gun-woo menunggu dibelakang.


Gun-woo berjalan masih memikirkan Shi-on yang berganti pakaian, dia malah merinding sendiri memikirkan itu. “Sejak kapan dia mengganti pakaiannya setelah tidur? “



Gun-woo segera mengambilkan bir untuk Shi-on yang menemuinya di taman belakang. Gun-woo masih dengan canggung memberikan bir tanpa menatap Shi-on. Shi-on tertawa melihat tingkah canggung Gun-woo, “Di luar sangat indah. Ada banyak bintang dan udara malam terasa segar.”
Gun-woo menatap Shi-on yang sedang memandang langit, Shi-on berbalik memandang Gun-woo. Gun-woo terkejut, langsung berbalik dan meminum birnya. Tapi karena terburu-buru minum bir membuatnya tersedak dan bir yang ada di botol muncrat kewajah Gun-woo. Shi-on tertawa melihatnya.
~~~


Hyung-joon berada didekat meja kerja Shi-on sambil memandangi secarik kertas bertulis ‘Alamat Pusat Pelatihan Polisi’
Gun-woo memandangnya kemudia seperti memikirkan sesuatu.
~~~



Gun-woo dengan ragu bertanya pada Shi-on, kenapa orang mati menampakkan dirinya. Shi-on menghela nafas, karena mereka punya alasan untuk menampakkan diri. Gun-woo masih bingung dan penasaran, “Apa yang aku coba katakan adalah.. Menurutmu apa alasan mereka muncul di hadapanmu?”
Shi-on menjawab singkat, entahlah.



Shi-on menatap kesekitar, matanya menangkap sosok Hyung-joon. Shi-on terkejut, dia melirik kearah Gun-woo tapi Gun-woo tak menyadari kehadiran Hyung-joon. Hyung-joon melirik Gun-woo juga dan kemudian mengangguk pada Shi-on. Shi-on perlahan berdiri dengan terus menatap Hyung-joon. Gun-woo yang tak menyadari kehadiran Hyung-joon hanya melihat Shi-on heran.



Gun-woo berdiri menghalangi pandangan Shi-on. Gun-woo bertanya penasaran, apa yang kau lihat. Apa ada hantu disini?
“tidak” jawab Shi-on singkat. Meskipun seperti itu ternyata Hyung-joon masih menampakkan dirinya dibelakang Gun-woo.



Shi-on masih belum bisa tidur, sama halnya dengan Gun-woo yang tidur bersebelahan dengannya. Gun-woo bertanya apa Shi-on sudah tidur. Shi-on meng-iya-kan meskipun dari tadi dia juga masih terjaga. Gun-woo memuji Shi-on telah bekerja dengan baik, Shi-on tersenyum tanpa menjawab.


Gun-woo kesal karena Shi-on tak bertanya balik ataupun mengatakan sesuatu, “Apakah sangat sulit untuk menjawab "Ya"?”
Gun-woo mendekatkan obat nyamuk pada Shi-on dan menyuruh Shi-on tidur dengan nyenyak. Gun-woo menarik selimutnya kesal.
~~~




Esoknya, Shi-on terbangun lebih dulu dibanding dengan Gun-woo. Shi-on berjalan perlahan dan menuju ke sungai yang tak jauh dari tempat reservasi. Shi-on berjongkok disana dengan masih penasaran akan alasan Hyung-joon menampakkan dirinya pada Shi-on. Shi-on mengingat jelas wajah Hyung-joon.


Gun-woo mendekati Shi-on namun tak menyapanya, Gun-woo hanya memandang punggung Shi-on. Gun-woo sepertinya tau akan kegundahan Shi-on dan hanya menghela nafas.




Rombongan telah sampai, Gun-woo dan Shi-on menyambut mereka. Ketua Tim memuji kerja Gun-woo yang bisa menemukan tempat yang bagus seperti ini.
Gun-woo : “Tapi aku pikir kita memesan tempat yang salah.”
Ketua Tim heran, kenapa?
Gun-woo : “Hanya saja.. Pakaianmu Terlihat seolah-olah anda mau pergi ke Hawaii.”
Shi-on mencoba menahan tawanya sedang Ketua Tim cengo denger kritikan Gun-woo. “Disini juga bagus.”



Semua orang berkumpul ditepi sungai. Ketua Tim memberi pengumuman, “Perhatian! Targer terbesar dari Departemen Ketertiban Masyarakat kita untuk kuarter selanjutnya adalah Untuk saat ini, Aku akan menjelaskannya ketika kita kembali ke kantor”
Ketua Tim kemudian melirik kearah Ketua Tim Bong, Ketua Tim Bong mengerti (aku aja gak tau)dan membuat tanda ‘ok’ dengan tangannya.




Ternyata maksud Ketua Tim adalah untuk menceburkan Gun-woo kesungai, pagi hari seperti ini dikorea pasti dingin yah chingu. Semua orang menggotong Gun-woo dan menceburkannya kesungai, Gun-woo kesal balas mencipratkan air. Shi-on yang melihatnya hanya tertawa ikut bahagia.
Mereka bermain dan bersenang-senang kecuali Shi-on yang memang hanya perempuan sendiri. Shi-on memadang mereka dari kejauhan.



Ketua Tim berbisik pada Ketua Tim Bong untuk menceburkan Shi-on juga. Ketua Tim Bong jelas setuju. Ketua Tim Bong mendekati Gun-woo dan mengajaknya untuk menceburkan Shi-on, Gun-woo awalnya menolak tapi akhirnya setuju juga. Gun-woo dan Ketua Bong mendekati Shi-on, “Ketua Tim, apakah kau tidak ikut? Ini sangat menyegarkan.”





Gun-woo tetap memaksa Shi-on yang sebenarnya sudah menolak. Gun-woo dan Ketua Bong mengangkat Shi-on lalu diceburkan kesungai.
Shi-on tak langsung berenang, Shi-on tenggelam dan dalam keadaan itu Shi-on menemukan kembali sedikit ingatannya. Saat dikapal dia berlari dan melihat seseorang yang menodongkan pistol dan kali ini Shi-on melihat ada orang yang tertembak. Shi-on melihat punggung orang itu tapi wajahnya masih belum jelas, namun kita tahu siapa itu kan? hantu yang ditemui Shi-on akhir-akhir ini, Hyung-joon.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar