Selasa, 27 Agustus 2013

Drama Korea Who Are You Episode 3 Part 2






Shi-on sedang mencari artikle di internet dengan keyword ‘Aku bisa melihat hantu.’

Shi-on membaca salah satu artikle, “Saat hantu menyadari seseorang dapat melihatnya.  dia akan terus mengikutimu. jadi biarpun kau melihatnya, bertindaklah normal seperti biasa. dan pura-pura tidak melihat apapun.”
Shi-on bingung bagaimana dia bisa melakukannya.
Shi-on melihat salah satu komentar yang menyuruhnya untuk konsultasi dengan ahlinya.
~~~



Seorang Perempuan keluar dari rumah dengan pakaian olahraganya. Dia akan jogging.
Dijalan perempuan itu bertemu dengan Shi-on, Shi-on mengingat kalau perempuan itu yang memberi saran di komentar untuk pergi keahlinya. Shi-oh bertanya apa disini?Shi-on menunjuk tempat gadis itu keluar. Seperti tempat praktek paranormal.
Perempuan itu mengatakan kalau belum buka. Shi-on akhirnya melanjutkan jalannya. Tapi perempuan itu berfikir sesuatu dan memanggil Shi-on, “Unnie”
~~~




Shi-on berkonsultasi dengan perempuan tadi.
Prmpuan : “Dendam. Hanya itu alasan yang sudah mati kembali hidup. Untuk meminta bantuan.”
Shi-on bertanya kenapa aku.
Perempuan : “Hantu juga hanya pergi ke orang yang mengenali mereka.”
Shi-on sedikit berteriak : “Jadi apa yang aku tanyakan adalah... kenapa aku bisa melihat hal itu?”
Perempuan : “Bukankah itu kau yang ingin melihat mereka?”



Shi-on menyuruh perempuan itu jangan bercanda, “kenapa aku ingin melihatnya?”
Shi-on pergi, perempuan tadi hanya tersenyum melihat kepergian Shi-on.
~~~



Gun-woo resah menunggu seseorang, dari arah belakang datang Moon-sik yang memuji kerja Gun-woo dan Shi-on tapi Gun-woo tak perduli. Gun-woo langsung mengeluh meminta untuk dipindahkan. Moo-sik bertanya memangnya ada apa. Gun-woo menjelaskan kalau dia tak cocok. Moon-sik menyuruh Gun-woo menunggu bahkan masa hukuman Gun-woo belum selesai. Gun-woo memohon.




Moon-sik menyapa seorang yang datang, itu seorang jaksa yang bernama Park Woon Joon. Moon-sik menyuruh Gun-woo untuk berkenalan. Gun-woo mengulurkan tangannya, “Aku Inspektur Cha Gun Woo dari bagian keamanan publik.”
Jaksa Park seolah tak mau menjabat tangan Gun-woo, dia hanya melirik tangan Gun-woo. Gun-woo seolah tau, tapi akhirnya Jaksa Park menjabatnya pula.
Jaksa Park : “Kau melakukan dengan baik dibukit dijam-jam seperti itu.”
Gun-woo malu-malu : “Aku hanya tidak bisa melewatkan hal-hal yang membuatku penasaran...”
Moon-sik menyenggol tangan Gun-woo untuk berhenti bicara. Jaksa Park permisi karena akan ada rapat.


Gun-woo kesal karena Jaksa Park sombong. Moon-sik menjelaskan, “Dia tidak seperti itu sebelumnya... dia biasanya pria yang baik. Dia berubah setelah itu.”
“setelah itu?” tanya Gun-woo.
“Pasangan pengantinnya menghilang sehari sebelum pernikahannya. tunangannya merubah pikirannya. Itu pasti membuat dia syok berat.”
Gun-woo bertanya kenapa wanita itu melakukannya. Moon-sik jelas tak tau.
~~~


Seong-chan sedang bersantai di basement sambil menyuruh petugas lain untuk menyelesaikan tugas dengan cepat, tapi kemudian Shi-on datang. Seong-chan langsung mengangkati barang-barang.
Shi-on menyuruh untuk membuka barang baru yang ditemukan dan melihat isinya. Kalau tidak bisa dibuka, Shi-on menyuruhnya untuk dibobol saja.



Gun-woo masuk ke basement, dia berjalan melewati Shi-on. Gun-woo seolah menganggap kalau Shi-on tak ada disana.
Gun-woo bertanya pada Seong-chan, apa yang kau lakukan. Shi-on mengatakan kalau mereka sedang membuka tasnya.
Gun-woo mendekati Shi-on, “Jadi kenapa mereka membuka semuanya tanpa alasan saat itu sudah tersimpan dengan baik disini?”
Shi-on : “Karena mungkin ada barang yang mencurigakan didalam.”
Gun-woo : “Apa kau membuat kekacauan ini karena apa yang terjadi semalam?”
Shi-on kesal : “Kekacauan? Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, dan kau menganggap ini sebagai kekacauan?”



Gun-woo berbalik kearah Seong-chan dan temannya yang sedang melihat pertengkaran Shi-on dan dirinya. Gun-woo menyuruh mereka keluar, tapi mereka masih diam ditempat. Gun-woo mengulang perintahnya, mereka pun segera keluar.



Gun-woo meminta Shi-on untuk memindahkannya entah itu dibagian pelayanan masyarakat atau bagian patroli yang penting secepatnya. Shi-on bertanya apa Gun-woo tak mau terlibat dengan wanita gila lagi.
Gun-woo : “Ya, aku tak bisa menangani wanita gila dengan sikapku tapi wanita gila sepertimu, yang sombong membuat orang lain seperti orang bodoh. Aku takkan pernah ingin terlibat dengannya. “
Shi-on bertanya apa hanya itu yang ingin Gun-woo katakan.



Ternyata Seong-chan dan petugas satunya masih didepan pintu untuk menguping pembicaraan Gun-woo dan Shi-on.
Gun-woo keluar dari basement dengan kesal, dia berjalan keluar. Seong-chan langsung menjauh dari pintu. Tapi Gun-woo balik lagi kearah Seong-chan, “Kalian tinggal hari ini.”
~~~



Gun-woo mengajak mereka berdua untuk minum, jelas Seong-chan dan Petugas jadi heran. Seong-chan memberi tanda pada temannya untuk mengatakan sesuatu, tapi temannya tetap diam. Akhirnya Seong-chan yang meminta izin untuk pergi.
Gun-woo melarang, kalian tetap disini malam ini. Seong-chan bertanya apa tak apa jika tak ada izin dari ketua tim. Gun-woo mengatakan kalau ini pesta perpisahan, kata-kata Gun-woo membuat Seong-chan bertanya-tanya.
Gun-woo : “Aku. Aku dipindahkan ke tim lain. Ini akan menjadi malam terakhir kau melihatku di Pusat Informasi. jadi kita begadang dan minum-minum, mengerti?”
Gun-woo mengajak mereka berdua untuk minum.


Seong-chan tetap ingin meminta izin dulu, “Formulir permintaan izin keluar malam, kami perlu tanda tangan. Jika kami tidak tanda tangan sendiri, itu akan menjadi berpengaruh negatif pada peninjauan kinerjamu.”
Gun-woo mendengarkan alasan Seong-chan dengan malas walau akhirnya dia mengizinkan mereka pergi. Seong-chan jelas sangat senang, dia bergegas pergi meski kawannya masih terus makan.


Gun-woo meneruskan acara minumnya sendiri.
~~~


Seong-chan keluar, aku bisa muntah karena bosan. Dia hanya akan pindah bagian, apanya yang pesta perpisahan? Menurutmu begitukan?”
Petugas hanya meng-iya-kan. Seong-chan merangkul Seung Ha (nama petugas), “Seung Ha, bagaimana kita menghabiskan malam emas kita malam ini? Ingin pergi ketempat yang bagus?”
~~~



Seong-chan membawa Seung-ha ke club. Seung-ha bertanya bukankah mereka seharusnya kekantor. Seong-chan merangkul Seung-ha, “Jika kita kembali, kenapa kita repot-repot mengisi laporan untuk izin? Tapi Inspektur Cha adalah...”
Seong-chan menghentikan kata-katanya, kemudian melanjutkan dengan kata-kata Gun-woo yang pernah diucapkan padanya. “Hei, yang menentukan kebahagiaanmu di Pusat Informasi adalah aku, bukan Inspektur Cha, Mengerti?”



Seong-chan turun untuk dance(menari/joget?), dia melirik salah seorang wanita disana. Setelah berbalik ternyata itu si paranormal. Seong-chan dan wanita itu akhirnya menari bersama.



Seong-chan memuji dance wanita tadi, wanita itu juga memuji Seong-chan. Seong-chan mengatakan kalau dia dulu juga seorang trainee. Wanita bertanya apa yang dikerjakan Seongchan sekarang. Seong-chan mengatakan kalau dia seorang polisi Agensi kepolisian Metropolitan Seoul.
Seong-chan berbisik ke Wanita, “Inspektur Cha Gun Woo.”
~~~



Gun-woo kembali kekantor, dia kesal karena Seong-chan dan Seung-ha tak kembali untuk menemaninya minum.  Gun-woo masuk keruangannya, dia mendapati tak seorang pun disana. Di berkata pada dirinya sendiri, “Cha Gun Woo, bagaimana kau bisa  berakhir seperti ini? Hidupmu menjadi seperti jelly. Baiklah, Aku akan pergi saat aku bisa. Aku akan mengorganisir semua dokumen sebelum aku pergi.”



Shi-on sampai didepan rumahnya, dia terlihat banyak pikiran dan hanya memandang gerbang rumah.
Shi-on ternyata kembali kekantor, dia melihat Gun-woo sudah tertidur dengan pulas dikantor. Dia melambaikan tangannya ke muka Gun-woo, mengetes apa dia benar tidur. Ternyata tak ada reaksi, Shi-on tersenyum lalu mengambilkan jaket Gun-woo dan menjatuhkannya kebadan Gun-woo.



Shi-on melihat hasil dokumen yang dikerjakan Gun-woo, dia melihatnya kemudian bergumam bahkan belum selesai setengahnya.
Shi-on tersenyum memandang laporan Gun-woo. Shi-on melanjutkan menyelesaikan dokumen Gun-woo.
~~~






Paginya, Gun-woo  terbangun dan menemukan Shi-on tidur didepan komputer. Gun-woo melihat dokumennya yang kosong, isinya ditindih Shi-on. “ini milikku. Dia menyelesaikannya”
Shi-on dalam tidurnya menggerakkan tangannya membuat cangkir yang ada disampingnya akan terjatuh. Gun-woo mencoba menangkapnya, namun posisi mereka seperti Gun-woo yang sedang menindih Shi-on.
Disaat yang tak tepat seperti ini, Seong-chan masuk keruangan.  Seong-chan bengong melihat posisi Gun-woo dan Shi-on. Gun-woo menjelaskan, aaah.. tidak..tidak...ini..
Seong-chan tak mendengarkan, dia hanya tersenyum lalu mengangkat jempolnya. “lanjutkan”


Seong-chan keluar ruangan, Gun-woo segera mengejarnya. “berhenti”
Shi-on malah terbangun dengan polosnya.
~~~



Gun-woo berhasil menangkap Seong-chan dan menarik kerah bajunya. Gun-woo mendorong Seong-chan dan menyuruhnya untuk jangan menyebarkan rumor tak berguna. Seong-chan tersenyum.
Seong-chan : “Maaf, tapi aku tak bisa berbohong. Ayahku mengajarkan aku, tak apa berkelahi, tapi dia bilang tidak untuk berbohong...”
Gun-woo mengancam : “Petugas Im Seong-Chan yang hanya bicara kebenaran? Apa yang kau lakukan semalam? Jadi tak ada formulir permintaan melewati malam, kan? Dan tidak ada tanda tangan, kan? Oh, dan aku melihat Seung Ha di lorong tadi. Apa dia bilang apa yang dia lakukan semalam? Klu....”




Seong-chan langsung mengaku kalau dia tak melihat apapun tadi. Gun-woo langsung tersenyum lalu memegang pipi Seong-chan, kau memang tak boleh bohong. Gun-woo seolah berbicara sendiri, waah.. mejaku tadi berantakan..
Seong-chan segera menawarkan diri membersihkannya. Gun-woo pura-pura khawatir kalau kuku Seong-chan yang bersinar nanti kotor. Seong-chan merasa itu tak apa. Gun-woo lalu berbalik dengan merubah wajahnya garang lagi, apa yang kau lakukan?!
Seong-chan segera hormat dan pergi.
~~~



Shi-on sedang membasuh wajahnya dikamar mandi. Dia menatap kaca lalu terkejut melihat Hantu sudah ada disana. Tapi Shi-on mencoba menguatkan diri untuk menutupi kalau dia melihat hantu, tak ada apa-apa..tak ada apa-apa..



Shi-on berjalan keluar namun ternyata disana Hantu sudah menunggu Shi-on, diam menatap seperti meminta tolong. Shi-on menunduk tapi kemudian dia teringat kata Wanita kalau ‘Hanya itu alasan orang mati akan kembali hidup. Untuk membantu dendamnya.’
Shi-on menegakkan wajahnya tapi si Hantu sudah tak ada.
~~~



Inspektur Lee sedang memeriksa dokumen-dokumen, telefonnya berdering. Itu dari Shi-on yang menanyakan tentang perkembangan identifikasi mayat yang baru ditemukan.
Ins.Lee : “Kami menerima hasilnya dari badan Forensik Nasional tapi mereka tak bisa mengidentifikasi tubuh itu karena sidik jarinya rusak. Ya, Pembunuh seperti sengaja merusak sidik jarinya. Dan tidak ada DNA yang cocok dengan database yang kami punya. Jadi kami memeriksa laporan orang hilang dalam setahun ini tapi kau juga tahu,Itu seperti mencari jarum di Sungai Han.”
Shi-on terlihat putus asa, tak ada petunjuk sama sekali. Dia pun mengakhiri panggilannya.
~~~



Shi-on memutuskan pergi kebadan forensik.
Gun-woo melihat kepergian Shi-on hanya bergumam kalau dia tak akan perduli lagi masalah Shi-on.



Gun-woo makan ramen, saat itu sebuah reporter melaporkan tentang penemuan mayat yang mungkin ada hubungannya dengan tangan yang ditemukan dibukit.
Gun-woo mengingat saat dia menemukan sebuah tangan dibukit. Gun-woo akhirnya memutuskan pergi.
~~~


Ditempat penemuan, banyak petugas berdatangan. Police line sudah dipasang.
Dibalik tiang terlihat seorang berjas yang mengubur tangan sedang mengintai. Dia menelfon seseorang, “Maafkan aku. Itu bukan polwan yang sama, kali ini pekerja konstruksi. Tapi itu tetap saja tubuh itu sulit di identifikasi.”


Shi-on menemui petugas forensik. Dia memperhatikan tangan yang dibekukan di es, kenapa warnanya seperti itu?
Petugas : “Ini sudah dibuang setelah dibekukan sekali. Dari potongan ini, kau bisa lihat kalau itu dipotong setelah dibunuh lalu ini dibiarkan membeku. “
Shi-on : “Jadi tubuhnya dipotong untuk dibuang dan itu dibiarkan membeku untuk waktu yang lama. Apa itu maksud anda?”
Petugas membenarkan analisa Shi-on.



Gun-woo juga datang menemui petugas, “Bagian tubuh yang ditemukan ditempat konstruksi apartemen hari ini. apa dari orang yang sama dengan bagian ini(tangan)?”
Kedatang Gun-woo juga ternyata diikuti Jaksa Park dan Inspektur Lee .  Jaksa Park bertanya apa yang dilakukan Gun-woo disini.
Gun-woo kesal : “Kami yang pertama menemukannya, jadi kami ingin tahu tentang identitas tubuh ini.”
Jaksa park bertanya pada petugas, kenapa karena mereka ingin tahu, kau memberikan informasi?”
Jaksa Park menyuruh Shi-on dan Gun-woo keluar.


Shi-on angkat bicara. Namun saat akan mengatakan sesuatu, dari tubuh Jaksa Park nampak bayangan Hantu.  Shi-on bergumam, “Apa itu?”

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar