Selasa, 27 Agustus 2013

Drama Korea Who Are You Episode 6 Part 2





Gun-woo berbalik, dia terkejut melihat Shi-on yang mengambang tak bergerak.
Gun-woo segera masuk kembali kesungai dan menggendong tubuh Shi-on. Semua orang ikut terkejut dibuatnya.



Shi-on sudah terduduk dengan tangan yang masih menopang kepalanya. Gun-woo menghampiri Shi-on dan memberikan handuk, “Jika kau tidak bisa berenang,, seharusnya kau bilang. Aku sangat terkejut.”
Shi-on mengatakan kalau saat dia tenggelam, dia melihatnya, penembakan. Gun-woo tak tau alur pembicaraan Shi-on. Gun-woo bingung, apa maksudmu?
Shi-on tak menjawab, Gun-woo menyadari kalau Shi-on dalam kondisi yang tak baik. Dia terlihat menahan diri untuk bertanya lebih. Sebuah suara intruksi terdengar, “Kita akan makan malam dalam 30 menit! Setelah makan malam, mohon bersiap-siap untuk latihan luar ruangan malam. “
~~~


Seung-ha  dan Seong-chan sedang menuju ke tempat konsultasi cinta. Seong-chan melihat papan tempat konsultasi bertulis ‘Kuil Hee Bin.’ Seong-chan mengeluh kenapa namanya sama dengan Hee-bin.
Seong-chan ragu, “Tapi ini adalah pertama kali aku datang ke tempat seperti ini. Ini akan baik2 saja kan? Aku seorang kristen, kau tahu?”


Ini juga merupakan pertama kalinya untuk Seung-ha. Seong-chan tersenyum, ayo kita masuk bersama. Seung-ha jelas menolak, kenapa?
Seong-chan tetap menarik Seung-ha untuk masuk bersama.


Hee-bin memberikan saran pada pengunjungnya. Konsultasi selesai dan menyuruh masuk pada pengunjung berikutnya.


Seong-chan masuk dan duduk, dia tak menyadari kalau konsul’nya adalah Hee-bin karena Hee-bin duduk menunduk dengan menopang kepala dengan tangan.
Seong-chan menceritakan masalahnya, “Ya, aku bertemu dengan seorang wanita beberapa waktu yang lalu. Aku membuat kebohongan kecil.”


Seong-chan masih terus menunduk gelisah hingga dia tak menatap wajah Hee-bin. Hee-bin memberi saran, “Dalam sebuah hubungan hal yang paling buruk adalah berbohong. Jika kamu melakukan apa yang aku katakana, kamu tidak akan punya masalah. Pertama, mintalah maaf dengan berlutut. Itu cara yang termudah.”



Seong-chan tersenyum mendengar saran Hee-bin dan menegakkan kepalanya. Begitu pula dengan Hee-bin.
Seong-chan seketika terkejut melihat siapa orang dihadapannya, Hee-bin juga sama. Bohongnya ketahuan juga. Mereka sama-sama diam dalam keterkejutan.
~~~


Semua orang berkumpul, Ketua Tim sedang memberikan instruksi. “Untuk latihan tim kerja malam, setiap ketua tim akan berangkat pertama, lalu anggota tim akan memberitahu mereka arahnya. Ini adalah peraturannya. Apakah kalian mengerti?”
Serempak semua orang meng-iya-kan.



Gun-woo bertanya apakah Shi-on tak apa, “Jika kamu tidak bisa, aku akan melakukannya.”
Shi-on tersenyum menenangkan karena ini bukan pertama kalinya bagi Shi-on. Pelatihan pun dimulai dengan tim 1, mereka menyelesaikan pelatihan dalam waktu 21 menit 40 detik. Tim selanjutnya menyelesikan dalam waktu 23 menit dan 51 detik.




“Berikutnya adalah... Lost and Found Center, kalian siap?” ucap ketua Tim, Shi-on mengangguk. Gun-woo mengepalkan tangannya dengan tanpa suara Gun-woo memberi Shi-on semangat. “fighting”. Shi-on membalasnya dengan mengepalkan tangannya juga.
Shi-on bersiap di garis keberangkatan, Ketua tim memberi aba-aba. Setelah stopwatch dinyalakan Shi-on segera berlari.


Shi-on masuk ke hutan untuk menemukan petunjuk. Sebuah pita kuning diikatkan ke ranting, Shi-on melihatnya dan tersenyum senang. Gun-woo memberi instruksi lewat talking’nya, “Jika kau menemukan pohon dengan pita kuning, Dari situ...belok kanan dan lurus dari situ.”
Gun-woo menyuruh Shi-on untuk jangan takut, Shi-on mengatakan kalau dia tak takut sama sekali dan melanjutkan perjalanannya.



Shi-on terus melanjutkan jalannya, jika ada tanjakan kau harus terus lurus.
Shi-on berhenti sebentar karena kelelahan, Gun-woo memberi arahan lagi, “Pergi lurus lagi sekitar 40 meter.” Dengan tersengal-sengal Shi-on meng-iya-kan.


Shi-on menemukan sebuah bendera merah yang tertancap dipohon, “aku menemukan bendera merah”
Gun-woo membaca denah, “Um, dari bendera merah, belok kanan.”


Gun-woo bertanya apakah Shi-on baik-baik saja. Shi-on mengatakan baik-baik saja. Gun-woo memberitahu kalau waktunya tidak banyak lagi. “Pergi seperti ini 1, 2, 1, 2”
Shi-on mengulanginya, 1,2...1,2...


Shi-on menemukan sebuah rumah tua, Gun-woo menyuruhnya masuk dan keluar lah. Shi-on naik menuju ke rumah tua, Gun-woo memberitahu kalau mereka adalah tim yang tercepat untuk saat ini. Shi-on tersenyum dan memasuki rumah itu.


Setelah Shi-on masuk, tampaklah seorang dengan stelan jas tengah mengikuti Shi-on.



Shi-on berkeliling didalam rumah itu, sangat berantakan tentunya. Beneran serem deh, mana tuh backsoundnya kek gitu. Gun-woo melalui Talking’nya menyuruh Shi-on untuk menuju kelantai atas. Shi-on berjalan perlahan dengan hanya menggunakan senter sebagai penerangan. Shi-on memberitahu kalau dia sudah dilantai atas. Gun-woo memberi intruksi untuk menulis nama di di daftar dan ambil badgenya.



Shi-on merasa ada kejanggalan, dia melihat kesekitar dan dengan mengendap-endap menyusuri ruangan di rumah kosong itu. Dengan gelap-gelapan, sampai sebuah suara mengagetkan Shi-on.
Shi-on berbalik, “meeeooww” Shi-on jantungan dibuatnya oleh kucing penghuni rumah itu, gue ikutan kaget. Shi-on bertanya pada Gun-woo apakah tim belum pergi.



Gun-woo melihat temannya, belum. Shi-on agak ketakutan, disini sedikit aneh...
Perlahan seseorang mendekati Shi-on dari belakang, Shi-on tak menyadarinya. Shi-on berbalik, orang itu segera memukul Shi-on.




Gun-woo memanggil-manggil Shi-on, namun tak ada jawaban. Tak salah lagi, Shi-on sekarang sudah tak sadarkan diri karena dipukul. Orang yang memukul Shi-on mendengar suara Gun-woo segera memutuskan hubungan talki’nya.
Gun-woo merasa ada yang aneh segera berlari, Ketua Bong menegur Gun-woo kalau Gun-woo pergi berarti mereka didiskualifikasi. Gun-woo melempar denahnya, “baik, aku tak perduli”



Gun-woo menemukan pita kuning yang terikat diranting, dia mengingat-ingat instruksi yang dia katakan pada Shi-on. Gun-woo lalu segera melanjutkan pencarianya dengan tergesa-gesa.
 Pria berjas sudah mengendong Shi-on yang tak sadarkan diri keluar dari rumah kosong.



Gun-woo memasuki rumah kosong, dia memanggil-manggil Shi-on, namun nihil. Gun-woo mengecek ke lantai dua dan melihat sudah ada nama Shi-on di daftar.
Gun-woo keluar rumah, dia masih mencari. Gun-woo mengarahkan senternya kesemak, ada sebuah badge yang terjatuh. Gun-woo sadar kalau itu milik Shi-on.



Shi-on masih belum sadar dari pingsannya, sedang si Pria Berjas sudah menggalikan lubang untuk Shi-on. Orang ini sepertinya akan mengubur Shi-on hidup-hidup, ugh sadis.



Hantu ganteng ternyata sudah berdiri tepat dibelakang pria berjas, dia menatap pria itu tanpa ekspresi. Pria berjas akan mengangkat tubuh Shi-on, Hyung-joon jelas ingin menahannya dan menarik lengan pria itu tapi tak bisa. Namun pria itu merasakan sesuatu, dia mengurungkan niatnya dan melihat sekeliling. Hyung-joon masih berusaha dan memukul wajah pria berjas namun hanya hembusan angin yang menerpa pria itu.



Shi-on perlahan mulai sadar, dia melihat kabur Hyung-joon yang berdiri tak jauh darinya. Pria berjas agaknya sedikit merasa heran dengan apa yang terjadi padanya. Shi-on mulai sadar dan menggengam talki yang ada disampingnya. Kok aneh yah, masa masih dibawa bukannya tadi pas digendong Shi-on udah dalam kedaan gak sadar dan lagi pula pria tadi juga udah matiin yah. Masa iya sih pria berjas yang ngebawanya.



Hyung-joon melihat ketakutan saat Pria Berjas akan mengangkat Shi-on, namun beruntung Shi-on sudah sadar dan segera memukul Pria Berjas sampai jatuh. Shi-on mencoba kabur tapi Pria Berjas masih bisa menjangkau kaki Shi-on dan menahannya. Shi-on menendang Pria Berjas lagi, pria berjas jatuh. Shi-on mengambil kesempatan dan kabur.



Shi-on berlari ketakutan. Dari arah depan ada orang yang menghadang Shi-on dan menahan lari Shi-on. Shi-on menunduk ketakutan, tapi orang yang menangkap Shi-on bertanya apa Shi-on tak apa, apa yang terjadi?
Shi-on mengangkat wajahnya, itu Gun-woo. Gun-woo memapah Shi-on berdiri.
~~~



Mobil polisi mulai datang, Shi-on masih terduduk shock. Moon-sik menghampiri Shi-on dan bertanya apa yang terjadi. Gun-woo mengatakan kalau ini adalah serangan.
Moon-sik : “Apa yang sedang kau bicarakan? Apakah kamu melihat orangnya?”
Shi-on menjawab kalau dia tak melihatnya, Gun-woo merasa kalau ini sudah direncanakan.
Moon-sik menyuruh mereka berdua untuk kembali ke Seoul, “Kita mungkin akan mengetahuinya ketika kita menyelidikinya. Kami sudah menutup jalan masuk, dan Kami akan memeriksa dengan teliti seketika setelah hari terang.”



Shi-on masih dengan keadaan ketakutan, Gun-woo melihatnya prihatin dan memberikan air putih.
~~~



Pria berjas berjalan dengan tertatih, dia terus memegangi perutnya yang ditendang Shi-on. Pria berjas segera masuk kemobil dan melaju pergi.



Hyung-joon mengikuti si Pria dan memperhatikan no plat mobilnya. ’57 -8639’
~~~



Shi-on masih teringat dengan Hyung-joon yang dilihatnya tadi. Gun-woo mendekati Shi-on untuk mengajaknya pulang, tapi Shi-on tak ingin semuanya khawatir. Gun-woo sudah memberitahu pengawas.



Gun-woo mengantar Shi-on sampai depan rumahnya. Gun-woo khawatir dengan keadaan Shi-on hingga menyuruhnya pergi kerumah sakit. Shi-on menolak dan menyuruh Gun-woo untuk pulang. Gun-woo bertanya apa Shi-on tak apa sedirian. Shi-on merasa Gun-woo sudah melalui banyak masalah (jadi jangan khawatir padanya). Gun-woo menyuruh Shi-on untuk istirahat.
Seperti biasa Gun-woo tak langsung pulang namun sejenak dia memperhatikan rumah Shi-on.



Shi-on bermimpi buruk lagi, dia bermimpi saat dia berlari menuju kekapal dan juga saat dia berlari dihutan tadi. Shi-on juga bermimpi saat dia berada dikapal dan dikejar segerombolan orang, Shi-on berbalik dan langsung dipukul. Kejadian itu mirip dengan saat dia di hutan.
Shi-on tersadar dengan nafas tersengal-sengal.
~~~



Penyelidik mulai menyisir di sekitar tempat kejadian, tak terkecuali Moon-sik. Dia menyisir dan melihat sebuah benda yang terjatuh, itu sebuah jam. Moon-sik yang melihatnya segera mengambil namun ketika seseorang mendekat dan bertanya apa ada yang ditemukan, Moon-sik menjawab belum dan memasukkan jam tangan itu ke sakunya. What? Moon-sik, Who Are You?
~~~


Moon-sik kembali kekantor. Gun-woo segera menghampirinya, kau tak menemukan apapun?
Moon-sik : “Menurut tim investigasi, Mereka bilang ini akan memakan waktu.”
Gun-woo : “Ketika dia bersembunyi di villa gunung, dan dia menyerangnya dan membawanya ke lembah, Bukankah itu artinya mereka tahu Ketua Tim Yang akan pergi kesana?”
Moon-sik : “Jika Ketua Tim Yang adalah sasaran mereka, maka itu bisa saja. Ei...Tapi apakah Ketua Tim melakukan sesuatu yang mengakibatkan dendam seperti itu? Lagipula, kita sedang mencari apa ada kasus yang serupa disekitar villa gunung dan jalan menuju ke gunung. Kita tidak tahu jika ini hanya pencurian biasa atau kecelakaan tak terduga. “
Gun-woo : “seorang polisi yang merupakan salah satu dari kami telah mendapat cedera, Mengapa penyelidikan begitu longgar?”



Moon-sik membentak Gun-woo, kita butuh bukti. Sedangkan mereka hanya mengandalkan perkataan Shi-on. Gun-woo menanyakan tentang CCTV, Moon-sik jelas kesal , bagaimana mungkin mereka menempatkan CCTV dipohon. Gun-woo menyadarinya dan menggaruk leher yang tak gatal.
Moon-sik merasa Gun-woo sekarang aneh karena sangat memperhatikan Shi-on. Gun-woo seolah tak percaya, aku?



Moon-sik merasa kalau Gun-woo sangat agresif jika itu menyangkut ketua Tim Yang. Gun-woo merasa tak demikian dan meminta Moon-sik untuk mengatakan hal yang masuk akal. Moon-sik bertanya apa Ketua Tim Yang tau kalau Gun-woo belum masuk.
Gun-woo segera melihat jam tangannya dan segera berdiri, “Aku pergi! Beritahu aku bagaimana penyelidikan berjalan, oke? Aku akan pergi!”


Moon-sik melirik kesekitar, dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Perlahan dia membuka benda yang digenggamnya,jam tangan. Moon-sik kembali melirik kesekitar dan menggenggam erat jam tangan itu.
~~~



Shi-on berangkat ke kantor seperti biasa, Hyung-joon lewat didepannya. Tentu saja ini membuat Shi-on segera berlari mengejar Hyung-joon, tunggu!
Hyung-joon menghentikan langkahnya sebentar dan menoleh, seolah memberi tanda agar Shi-on mengikutinya.



Shi-on mulai bingung dimana keberadaan Hyung-joon. Shi-on melihat melongok keruang interogasi namun Shi-on sedikit ragu. Shi-on berbalik, sudah ada Hyung-joon dibelakangnya. Shi-on menatap Hyung-joon, Hyung-joon melirik kearah ruang introgasi.




Shi-on mengingat introgasinya dengan dua orang polisi saat dia baru bangun dari komanya.
FLASHBACK
Polisi 1 : “Petugas polisi Yang Si On, pada malam tanggal 20 Juli 2007, Apa yang terjadi disana?”
Shi On sudah ditanya seperti itu terus menerus sepertinya, membuat dia jengah. “Berapa kali saya harus bilang kalau saya tidak ingat?”
Polisi 2 : “Kalau begitu, pikirkan hal ini. Ada dua polisi bersama intel yang bertugas menyamar malam itu. Tapi, seorang polisi ditemukan ditembak mati. Dan Petugas Yang Si On, anda ditemukan hanya 20 meter jauhnya dari dia, yang juga tidak sadarkan diri. Bukankah menurut anda jelas kenapa kami bertanya hal ini pada anda?”

Shi On benar-benar bingung apa yang harus dikatakannya karena memang dia tak tau. Kedua polisi menunjukkan foto Hyung-joon.
FLASHBACK END



Shi-on melirik kearah Hyung-joon, agak terkejut. Shi-on mengingat kembali foto yang diambilnya dulu, Shi-on tambah terkejut dibuatnya ketika sadar kalau orang difoto yang dilihatnya saat itu adalah Hyung-joon. Tiba-tiba kepala Shi-on kembali pusing, puzzle kejadian dalam kapal kembali menemukan satu letaknya, Shi-on kemarin hanya mengingat punggung orang yang ditembak dan sekarang telah mengingat wajah orang yang ditembak didalam kapal, dia Hyung-joon hantu yang ditemuinya beberapa hari ini.





Hyung-joon memandang Shi-on dengan mata berkaca-kaca. Sedang Shi-on masih dengan keterkejutannya, “kau...kau...?”
Hyung-joon mulai meneteskan air matanya.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar