Senin, 26 Agustus 2013

Drama Korea MASTER'S SUN Episode 1 Part 2




Ahjumma pemilik gedung mengantar seorang pria ke kamar 404, dia adalah Kang Woo.
Ahjumma: “Ini kamar terbaik yang kami miliki. Tapi, apa kau benar-benar hanya tinggal untuk satu bulan?”
Kang Woo: “Ya.”
Ahjumma berkata dengan semangat: “Jika kau pergi ke atap, kau bisa mencuci baju dan berolahraga. Pemandangannya juga bagus!”
Kang Woo hanya tersenyum.


Lalu Kang Woo pergi ke atap. Dia melihat Gong Shil yang tertidur di kursi goyangnya. Kang Woo mendekatinya, dan melihat wajah Gong Shil yang terkena matahari. Kang Woo menggeser letak kain jemuran di depan Gong Shil untuk menghalangi matahari.
Gong Shil terbangun, dan terkejut melihat bayangan Kang Woo di balik kain jemuran. Gong Shil mendorongnya, “Pergi!”
Kang Woo terjatuh dan terbelit kain, dia tampak kesal.
Gong Shil menyembunyikan wajahnya, “Pergi! Apa kau manusia?”
Kang Woo berdiri, “Ya.”
Gong Shil tampak lega, “Kau manusia..”

Kemudian Gong Shil di bantu Kang Woo merapikan kembali kain jemurannya.
Gong Shil: “Oh, kau tinggal di kamar 404. Karena nenek sudah pergi, kau bisa tidur dengan nyenyak.”
Kang Woo: “Apakah yang tinggal sebelumnya adalah seorang nenek?”
Gong Shil: “Dia tidak tinggal disana, dia hanya berada disana. Aku sudah tinggal disini untuk waktu yang lama, jadi jika kau mempunyai masalah, beritahu aku.”
Gong Shil tersenyum malu-malu.
Gong Shil: “Dan juga, aku minta maaf jika sebelumnya aku membuatmu takut. Aku kira kau bukan manusia.”
Kang Woo: “Aku juga tidak berpikir kau manusia. Aku kira kau seekor kucing. Tertidur dengan tenang dan terlihat bahagia seperti seekor kucing.”
Gong Shil tersipu malu, “Jadi seperti itu. Mengapa kau mengganggu seekor kucing yang tertidur? Meow!”
Kang Woo pun pamit pergi.
Gong Shil tersenyum memandangi punggung Kang Woo yang menjauh, “Dia tampan.”

Senyumnya menghilang ketika dilihatnya hantu wanita itu di balik kain.
“Orang itu temui dia untukku.” Suara hantu wanita.
***
Orang yang di maksud di hantu wanita, sedang melakukan pemotretan dengan calon pengantinnya.

Ada wartawan yang mewawancarainya.
“Setelah pernikahan, akankah kau lebih dulu masuk kembali ke Liga Eropa dengan sepenuhnya?”
Hae Seong: “Tidak, aku akan membuat kontrak dengan agensi yang baru.”
Hae Seong tersenyum, tapi tunangannya Yi Ryeong tampak terkejut.

Mereka kemudian berbicara berdua.
Yi Ryeong: “Kau mengatakan tidak akan kembali ke Eropa. Kau mengalami cidera dan usiamu juga perlu di khawatirkan. Jika kau pergi lagi, kau hanya turun dari pekerjaanmu sebagai bintang. Kau akan terbakar dan menurun.”
Hae Seong: “Sebelum menjadi seorang bintang. Aku adalah seorang atlit sepak bola. Dan itu membuat aku ingin pergi ke pertandingan yang lebih besar.”
Yi Ryeong: “Hae Seong…orang…mengatakan bahwa kita adalah Victoria dan Beckham korea. Victoria tidak ingin menganjurkan Beckham untuk menghancurkan diri sendiri. Lagipula kau tidak mempunyai kepercayaan diri.”

Cermin yang digunakan Yi Ryeong bergerak karena engselnya agak terlepas. Ketika cermin kembali tegak, tampak sesosok hantu wanita di cermin itu. Tapi mereka tidak melihatnya. (ia mereka, aku kaget!)
Hae Seong beranjak pergi, “Kita bicarakan lagi nanti.”
Yi Ryeong: “Aku mendengar tidak ada seorang pun yang mencarimu lagi. Apakah managermu tidak memberitahumu?”
Yi Ryeong berbalik menghadap cermin, dan hantu itu seakan keluar dari cermin. Wajahnya berhadapan langsung dengan Yi Ryeong.
Hae Seong bergegas pergi.
(disini aku tidak yakin, Hae Seong cepat pergi untuk menemui managernya atau karena melihat sosok hantu wanita itu?”
*** 

Hae Seong berada di lapangan sepak bola.
Hae Seong: “Hyung, tidakkah kita melanjutkan untuk mencari?”
Manager: “Menyerahlah. Daripada dengan tidak bijaksana pergi ke Eropa, lebih aman untuk tinggal disini bersama Yi Ryeong sebagai pasangan bintang.”
Hae Seong: “Lupakan. Jika kau tidak akan pergi untuk mencari, aku akan mencari sendiri.”
Manager: “Kau tidak bisa mengkhawatirkan hal semacam itu sekarang. Ini datang lagi.”
Manager menyerahkan sebuah amplop. Hae Seong membukanya dan melihat fotonya bersama seorang wanita. Dia tampak mengenang sesuatu.
Flashback.
Seorang gadis mengubur kotak di tanah bersama seorang pria. Pria itu adalah Yoo Hae Seong dan gadis itu adalah kekasihnya Kim Mi Kyeong.
Hae Seong: “Mengapa kita melakukan ini?”
Mi Kyeong: “Nanti, jika kau menyingkirkanku, ini adalah sesuatu yang akan aku kirimkan padamu sebagai surat gelap.”
Hae Seong: “Apa yang sedang kau katakan? Mengapa aku akan meninggalkanmu?”
Mi Kyeong tidak menjawab, malah memberikan kunci pada Hae Seong yang digantungkan pada sebuah gelang: “Kau simpan kuncinya.”
Flashback end.
“Saat aku bersama Mi Kyeong itu adalah saat masa sulitku berlangsung. Aku sudah melakukan banyak hal, jika mereka menemukannya, orang akan mengacungkan jarinya padaku. Semua keburukan masa laluku mungkin ada disana.” Ujar Hae Seong sambil duduk menyandar ke tiang gawang.
Manager: “Ah, apa kau mencarinya? Ada dimana barang itu?”
Hae Seong: “Tidak ada di sana. Dia pasti sudah mengambilnya. Apakah kau pikir dia akan mengirimkan surat gelap dengan itu?”
Manager: “Jangan khawatir. Percaya saja padaku. Selama aku bersamaku, aku akan mengurus semuanya.
***
Gwi Do membuka kunci mobil dengan remote dari jauh. Dia sangat kaget begitu akan menuju pintu mobil, ada Gong Shil yang bersembunyi disana.
Gwi Do: “Kau mengagetkanku nona.”
Gong Shil dengan perlahan berdiri dan berkata: “Mungkinkah, Presiden akan bertemu dengan Yoo Hae Seong?”
Gwi Do: “Sejauh yang aku tahu, mereka ada jadwal bertemu hari ini. Tapi aku tidak bisa mengajakmu.”
Gong Shil memberikan sebuah amplop: “Lalu, bisakah kau memberikan ini pada Yoo Hae Seong? Saat Yoo Hae Seong melihatnya, dia akan datang menemuiku. Kumohon berikan padannya.”
Lalu terdengar langkah kaki Joong Won. Gong Shil segera bersembunyi dan lari dari sana.
***
Gong Shil menunggu Hae Seong di bawah pohon tempat Hae Seong dan Mi Kyeong mengubur barang.
Gong Shil: “Aku berharap ini akan segera berakhir, jadi aku bisa tidur.”
Gong Shil melihat di kejauhan ada papan reklame besar yang memasang poster Hae Seong.
Gong Shil: “Disini pasti dimana dia terus melihat orang itu.”
“Melihat apa?” Joong Won mengagetkan Gong Shil.
Gong Shil bergumam: “Aku pikir dia adalah pria yang baik.”
Jong Won menunjukan kertas yang tadi Gong Shil titipkan pada Gwi Do, “Apa ini? Wajah siapa ini? Apakah gadis ini, mungkinkah, Kim Mi Kyeong?”
Gong Shil: “Bagaimana kau tahu Kim Mi Kyeong?”
Joong Won: “Dia adalah wanit yang telah mengancam Yoo Hae Seong.”
Gong Shil: “Apa maksudmu mengancam? Tidak seperti itu.”
Joong Won melihat ke sekeliling, “Dimana gadis itu?”
Gong Shil: “Dia tidak ada di sini sekarang.”
Joong Won: “Kemana dia pergi?”
Gong Shil: “Dia…sudah meninggal.”
Joong won: “Dia sudah meninggal?”
Gong Shil mengangguk.
Joong Won: “Lalu apakah kau yang mengancam kami?”
Gong Shil: “Tidak! Aku hanya ingin menyampaikan perasaannya.”
Di tempat lain, di sebuah bar, Hae Seon tengah minum sendirian. Lalu, wuusshh…ada hantu Mi Kyeong dibelakang mengawasinya dengan sedih.
Suara Gong Shil: “Sepanjang waktu, dia hanya ingin melindunginya dan memberinya semangat, itu yang dia katakan. Jadi dia akan mengetahui bagaimana perasaannya yang sesungguhnya.”
Gong Shil menyerahkan kertas itu lagi pada Joong Won, “Tolong berikan ini pada Yoo Hae Seong.”
Joong Won mengambil kertas itu, melihatnya sebentar, lalu merobeknya.
Gong Shil: “Jangan!”
Joong Won berkata: “Jika dia sudah meninggal, maka sudah berakhir. Jangan menyusahkan orang yang masih hidup.”
Joong Won melemparkan sobekan kertas ke atas, kemudian Joong Won pergi.
***
Gong Shil berjalan di trotoar, dia melihat seorang pria membawa segepok uang dan menciumnya. Dia adalah putra nenek hantu.
Gong Shil menghampirinya, “Ahjussi.”
Pria: “Kau wanita yang waktu itu. Terima kasih.”
Gong Shil: “Bukankah ini tempat perjudian? Nenek mengatakan untuk tidak menggunakan uangnya untuk berjudi.”
Pria: “Urus saja kepentinganmu sendiri!”
Gong Shil menahan tangan pria itu yang akan masuk ke dalam: “Ahjussi! Bagaimana bisa kau melakukannya? Nenek memintamu berkali-kali untuk tidak menggunakan uang itu untuk berjudi. Aku bahkan memberitahukanmu.”
Pria: “Mengapa kau begitu peduli pada ibuku yang sudah meninggal? Lepaskan!”
Gong Shil hanya bisa memandanginya pasrah.
Gong Shil berjalan di stasiun kereta. Dia mengeluh.
“Yah.. Aku pergi berkeliling melakukan hal yang tidak berguna. Apa pentingnya tentana apa yang ingin dikatakan orang yang sudah meninggal? Tidak ada seorang pun yang akan mendengar.”
Gong Shil melihat hantu Mi Kyeong di peron sebrang, menatapnya dengan wajah sendu.
Gong Shil akan berjalan lagi, dia menoleh ke kiri, ada hantu Mi Kyeong yang membuatnya terkejut. Lalu dia berbalik ke kanan, ada lagi hantu Mi Kyeong yang membuatnya terkejut.
Gong Shil menumpahkan kekesalannya, “Pergi! Jangan ikuti aku! Berhenti menggangguku! Orang-orang memperlakukanku seperti orang gila karena orang sepertimu! Tinggalkan aku sendiri agar aku bisa hidup!”
Gong Shil berlari, di bawah tatapan aneh orang-orang di sekitarnya.
***
Joong Won bertemu dengn Hae Seong di sebuah restoran.
Joong Won: “Apakah kau yakin yang mengirim surat gelap itu adalah Kim Mi Kyeong? Aku pikir kau salah.”
Manager: “Tidak, ini pasti wanita itu. Dia melihatnya berdiri di luar dekat kantor.”
Joong Won: “Kau melihatnya sendiri?”
Manager tidak menjawab, hanya mendesah.
Lalu Joong Won teringat perkataan Gong Shil yang mengatakan bahwa Mi Kyeong sudah meninggal, dan menyadari sesuatu.
Manager pada Hae Seong: “Aku akan menghentikannya, jadi jangan terlalu memikirkannya. Aku akan berada disisimu dan semuanya akan teratasi.”
Hae Song menerawang: “Aku mencintainya, jadi aku tidak tahu mengapa dia melakukan hal ini padaku.”
Joong Won: “Mungkin karena uang. Apakah ada hal lain yang diinginkan orang hidup selain uang? Bukankah kau melakukannya karena kau takut kehilangan apa yang kau miliki sekarang?”
Hae Seong: “Aku takut dengan apa yang dia rasakan.”
Joong Won tertawa, “Mengapa kau takut pada perasaan yang tidak bisa kau lihat? Kau seharusnya takut pada orang yang bisa kau lihat. Bagaimanapun, aku pikir kau melakukannya dengan baik.”
Joong Won menatap manager dengan curiga. Dan manager tampak sedikit gugup ditatap seperti itu oleh Joong Won.
***
Kang Woo sedang bertelpon dengan seseorang.
Kang Woo: “Aku sudah melamar di Kongdom dan aku lolos. Ya, aku akan terus mengawasi.”
*** 
Gong Shil menerima undangan pernikahan dari Yi Ryeong, “Akhirnya aku bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu Yoo Hae Seong. Terima kasih Yi Ryeong.”
Tapi, raut wajah Gong Shil tidak menampakan kegembiraan.
***
 
Hari pernikahan tiba. Semua panitia sibuk melakukan persiapan terakhir. Para fans yang ingin melihat dari dekat pun sudah banyak berkumpul.
Joong Won datang bersama rombongan staffnya.
Joong Won: “Hari ini bukanlah hari pernikahan Tae Yi Ryeong, tapi hari dimana kita mengadakan iklan Kingdom.”
Seok Chul: “Kami telah menempatkan logo Kingdom jadi saat pemotretan pengantin, tidak ada cara menghindarinya.”
Joong Won: “Bahkan jika mereka bisa melihat hanya satu, gantung yang sangat besar sehingga semua orang bisa melihatnya dengan jelas. Buat menjadi BESAR seperti uang yang kita gunakan.”
***
Yi Ryeong memandangi dirinya yang menggunakan gaun pengantin di depan cermin. Sedangkan Hae Seong duduk melamun memegangi gelang di tangannya.
***
Gong Shil di rumah abu Mi Kyeong. Dia mengambil kotak kenangan yang disimpan di samping abu Mi Kyeong.
Gong Shil: “Kau harus datang juga. Aku tidak tahu ini akan berhasil atau tidak, tapi kau akan sangat menyedihkan jika kita membiarkannya tetap salah paham.”
Gong Shil tersenyum.
***
Gong Shil mendatangi mall Kingdom. Joong Won dan Gwi Do melihatnya.
Joong Won: “Wanita itu bahkan datang kesini.”
Gwi Do: “Mengapa dia sangat gigih untuk bertemu dengan Yoo Hae Seong?”
Joong Won: “Sesuatu tentang menyampaikan perasaan orang yang sudah meninggal. Beritahu security untuk mengurusnya jadi dia tidak bisa masuk.”
Gwi Do: “Ya.”
*** 
Ruang Security.
Security: “Pimpinan Tim, tamu di kamera empat dari blok A, kita mendapat perintah untuk mengikutinya.”
Kang Woo kemudian memerintahkan anak buahnya di lapangan untuk mengikuti Gong Shil. Kang Woo kemudian menatap layar, dan menyadari wanita itu adalah Gong Shil.
Kang Woo: “Kucing?”
***
Yi Ryeong sedang ditemui oleh teman-teman sekolah menengahnya.
Yi Ryeong: “Kalian boleh mengambil gambar. Dan juga tidak apa-jika jika kalian membaginya dengan orang lain bahwa kita adalah kolega.”
Teman 1: “Terima kasih.”
Teman 2: “Ku terlihat cantik.”
Yi Ryeong: “Tae Gong Shil belum datang?”
Teman 1: “Gong Shil? ‘matahari besar’? Dia datang?”
Teman 2: “Itu beanr. Tae Gong Shil adalah ‘matahari besar’, dan kau adalah ‘matahari kecil’.”
Yi Ryeong: “Itu benar. Aku penasaran bagaimana dia sekarang.”
Teman 1: “Aku dengar dia berubah menjadi sangat aneh.”
Teman 2: “Mengapa?”
Yi Ryeong: “Tae Gong Shil?”
***
Gong Shil di periksa oleh security, tapi Gong Shil memiliki kartu undangan pernikahan itu.
Gong Shil: “Aku berteman dengan pengantin wanita.”
Security: “Kau ada di dalam daftar. Silahkan masuk.”
***
Gwi Do menghadap Joong Won.
Gwi Do: “Wanita itu adalah tamu yang menghadiri pernikahan Yi Ryeong.”
Joong Won tak percaya: “Wanita itu?”
Gwi Do mengangguk.
Joong Won: “Apakah dia ada dalam daftar tamu? Kau sudah memeriksanya?”
Gwi Do: “Ya. Dia pergi ke sekolah yang sama dengan sekolah menengah atas Tae Yi Ryeong. Mereka memanggilnya Tae Gong Shil.”
Joong Won: “Tae Gong Shil? Jadi kau membiarkannya masuk?”
***
Gong Shil masuk ke sebuah ruangan. Ruang pengantin pria.
Gong Shil: “Permisi.”
Hae Seong: “Siapa kau?”
Hae Seong kemudian melihat kotaknya, “Mengapa kau memilikinya? Orang yang mengancamku adalah kau?”
Gong Shil tidak berani menjawab.
Hae Seong: “Bagaimana dengan Mi Kyeong? Dimana Mi Kyeong berada? Dia pasti datang kesini  bersamamu. Dimana dia?”
Hae Seong mengambil kotak kenangan yang sedang di pegang Goong Shil.
Hae Seong: “Jadi kau yang mengirimkan surat gelap padaku dengan ini dan apa, apa kau menginginkan uang?”
Gong Shil diam saja.
Hae Seong: “Baik. Aku akan memberikanmu uang. Dimana Mi Kyeong? Dimana dia?”
Hae Seong melemparkan kotaknya dengan penuh rasa marah.
Kotak itu terbuka, dan keluarlah isi di dalamnya, sepatu bola.
Gong Shil: “Mi Kyeong sudah meninggal.”
Hae Seong: “Apa?”
Gong Shil berkata dengan suara rendah: “Dia sedang sakit saat kau berpisah dengannya. Hatinya sakit sekali sampai dia meninggal. Kau sangat salah paham. Jadi aku datang kemari untuk memberitahu perasaan Mi Kyeong yang sebenarnya.”
Hae Seong terlihat gemetaran.
***
Yi Ryeong menunggu Hae Seong yang tak kunjung datang dengan cemas, “Mengapa Hae Seong tidak datang?”
Ada seorang ahjumma mendekatinya.
Yi Ryeong: “Bagaimana Hae Seong?”
Ahjumma: “Yi Ryeong, Yoo Hae Seong menghilang.”
Yi Ryeong: “Apa?”
***
Semua orang mencari Hae Seong.
Seok Chul: “Mereka mengatakan dia pergi keluar beberapa saat yang lalu. Mungkinkah pengantin prianya kabur? Ah, pengirim surat gelap itu pasti muncul.”
Manager: “Tidak ada caranya untuk dia muncul. Dia sudah meninggal--. Ah…maksudku bukan begitu.”
Manager keceplosan bicara.
Joong Won: “Aku menduga bahwa kau yang mengirim surat gelap. Jika kau melakukannya, kau seharusnya sudah melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Sepertinya kau adalah orang yang mengirim surat gelap padanya!”
Manager ketakutan dan menatap Seok Chul: “Tapi…”
Seok Chul akan memukul: “Apa yang kau lihat?”
Joong Won lalu teringat sesuatu “Tae Gong Shil…”
***
Gong Shil sedang duduk bersama hantu Mi Kyeong di bawah pohon kenangan.
Gong Shil: “Aku pasti telah salah menyampaikan perasaanmu. Kau menyimpan semua kenanganmu disini, sendirian. Aku penasaran bagaimana perasaanmu.”
Hantu Mi Kyeong memandang papan reklame Hae Seong.
Flashback.
Mi Kyeong di rumah sakit. Di depannya ada kotak kenangan itu, dan Mi Kyeong menangis sambil memandangi fotonya bersama Hae Seong.
“Hae Seong, aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu.”
Flashback di dalam flashback.
Mi Kyeong meninggalkan Hae Seong di altar, “Mari kita berpisah. Berjalan lebih jauh lagi sedikit…”
Hae Seong: “Mi Kyeong, apa yang kau katakan?”
Mi Kyeong: “Aku tidak bisa memilihmu lagi. Pergilah sendiri.”
Mi Kyeong berjalan pergi. Hae Seong memanggilnya, “Mi Kyeong!”
Mi Kyeong sejenak berhenti, dia menjatuhkan buket bunganya kemudain berjalan lagi sambil menangis.
Hae Seong terus memanggilnya, “Mi Kyeong!”
Flachback end.
Hantu Mi Kyeong melihat ke suatu arah dengan terkejut, Gong Shil mengikuti arah pandangnya. Dan ternyata Hae Seong datang dengan memakai sepatu yang ada di kotak.
Suara Gong Shil: “Mi Kyeong ingin menunjukan padamu bagaimana perasaannya.”
Flashback.
Hae Seong keluar dari kantor polisi Seoul. Wajahnya babak belur seperti habis di pukuli.
Mi Kyeong datang menghampirinya.
Hae Seong: “Pergilah. Hidupku sudah berakhir.”
Mi Kyeong mengalungkan sepatu di leher Hae Seong: “Belum berakhir. Kau akan melanjutkan sepak bola, oke? Aku tahu kau suka sepak bola.”
Hae Seong tersenyum, hatinya terhibur oleh Mi Kyeong, “Ini hal yang bagus kan?”
Mereka pun tertawa bersama.
Suara Gong Shil: “Sepatu itu adalah hal pertama yang pernah dia berikan padamu.”
Flashback end.
Mi Kyeong berjalan menghampiri Hae Seong, dan berdiri tepat di hadapannya. Hae Seong menjulurkan tangannya, seperti hendak menyentuh Mi Kyeong.
Mi Kyrong menjulurkan tangannya, tapi tidak bisa menyentuh Hae Seong. Flashback saat Hae Seong menikah dengan Mi Kyeong, Hae Seong mencium kening Mi Kyeong, sekarang Hae Seong seperti hendak mencium kening Mi Kyeong juga, tapi ternyata Hae Seong melewati Mi Kyeong.
 
Tentu saja, Hae Seong tidak melihat Mi Kyeong.
Hae Seong menyentuh pohon, seolah-olah itu adalah Mi Kyeong.
Hae Seong menangis: “Mi Kyeong, aku merindukanmu.”
Mi Kyeong menyentuh pundak Hae Seong. Hae Seong seperti merasakan sentuhan itu dan berbalik. Dia menatap ke depan. Hae Seong seperti melihat Mi Kyeong yang menangis. (tapi aku pikir dia melihat papan reklame deh..)
Gong Shil memperhatikan mereka dari jauh dengan haru.
Suara Gong Shil: “…dan meninggalkanmu adalah hal terakhir yang bisa dia lakukan untukmu.”
Dan ternyata tidak hanya Gong Shil, Joong Won juga ada disana melihat Hae Seong. Gong Shil berbalik dan menyadari kehadiran Joong Won. Joong won terlihat menyelahkan Gong Shil, sedangkan Gong Shil hanya bisa memasang wajah tak bersalah. (‘mau bagaimana lagi?’)
***
Hae Seong kembali ke Kingdom. Manager menyongsong kedatangannya, tapi Hae Seong memukulnya di hadapan semua orang. Hae Seong pun di buru wartawan.
Hae Seong menemui Yi Ryeong.
Yi Ryeong berkaca-kaca: “Aku sudah menenunggu tanpa menghancurkan apapun. Jadi, bicaralah padaku.”
Hae Seong: “Aku..aku tahu ini terlalu berlebihan, tapi aku ingin tetap bermain sepak bola. Wanita yang ada di dalam hatiku, terus memberiku harapan.”
Yi Ryeong menangis, dia melemparkan buket bunganya dan menampar Hae Seong. Yi Ryeong terluka.
Hae Seong kemudian menemui Joong Won.
Hae Seong: “Aku akan mengganti kerugian. Karena skandal surat gelap itu, manager ku setuju untuk bertanggung jawab tanpa keluhan.”
Joong Won: “Ketika orang yang sudah meninggal masih ada di sekitar, pada akhirnya orang yang masih hidup yang menderita.”
Hae Seong: “Walaupun acaramu sudah hancur, tapi pernikahanku terselamatkan. Ini adalah pernikahanku yang sebenarnya.”
Hae Seong menunjukan foto pernikahannya dengan Mi Kyeong yang sebelumnya dalam surat gel, wajah Mi Kyeong di lubangi.
Joong Won: “Di usiamu, dengan cideramu, itu tidak akan mudah untuk kembali bermain dalam liga besar. Kau akan menyesali kejadian ini berkali-kali.”
Hae Seong: “Itu tidak akan terjadi.”
Joong mendekatkan wajahnya pada Hae Seong, “Itu akan terjadi. Romantisme yang dibawa oleh orang yang sudah meninggal mungkin akan memberikanmu keberanian, tapi itu tidak memberikanmu kemampuan. Aku akan menikmati melihatmu terjatuh dala setiap pertandingan. Melihat sepak bola sepertinya akan lebih menyenangkan.”
Hae Seong: “Apa kau sedang memberiku kutukan?”
Joong Won: “Benar. Jadi ambil dendam itu untuk melawanku, dan cobalah hidup dengan baik, jadi aku bisa melihatmu seperti sebelumnya. Pergilah.” Joong Won sedikit tersenyum.
Hae Seong berjalan pergi, lalu dia teringat sesuatu dan berbalik, “Ah, Tae Gong Shil memintaku untuk memberitahumu sesuatu.”
***
Kang Woo melihat jamnya dan hendak keluar dari areal gedung apartemen. Lalu masuk mobil Joong Won. Joong Won keluar dari mobilnya dan menatap ke atap gedung.
Gong Shil terlihat sangat kelelahan, hingga dia susah hanya untuk sekedar membuka matanya.
Gong Shil: “Tolong, jangan ada yang datang hari ini. Aku sangat lelah hingga hampir mati! Aku harap aku bisa lari ke suatu tempat dan tidur dengan tenang.”
Baskom berisi air sabun disampingnya bergejolak seperti air mendidih.
Joong Won naik ke atap dan melihat Gong Shil yang terantuk-antuk, dan gelembung sabun yang berterbangan di sekitarnya.
Gong Shil mengigau: “Jangan datang! Pergi!”
Flashback.
Joong Won: “Apa yang dikatakan Tae Gong Shil?”
Hae Seong: “Orang ayng sudah meninggal tidak mempunyai kemampuan, tapi perasaan mereka yang tertinggal. Ada seseorang yang seperti itu untukmu juga. Joo Gun, apakah kau juga memiliki seseorang di hatimu, yang sudah meninggal dan tidak bisa kau lupakan?”
Flashback end.
Joong Won mengingat masa lalunya lagi. Ada seorang gadis yang berada dalam mobil yang terbakar. Joong Won memanggil gadis itu dan ingin menghampirinya, tapi beberapa orang menahannya.
“Hee Joo! Cha Hee Joo! Hee Joo!”
Lalu mobil itu meledak.
 
Joong Won menghampiri Gong Shil, “Tae Gong Shil! Tae Gong Shil!”
Gong Shil tidak menjawab, lalu Joong Won menarik Gong Shil untuk berdiri.
Joong Won: “Tae Gong Shil! Apa yang kau katakan tentang yang dekat denganku? Apa yang kau lihat di sekitarku?”
Gong Shil: “Aku mengantuk.”
Joong Won menggoyang-goyang badan Gong Shil: “Katakan padaku. Apa yang ada di sampingku?”
Gong Shil sangat lemas: “Aku ingin tidur disampingmu.”
Lalu Gong Shil terjatuh ke pelukan Joong Won.
Joong Won terkejut, tangannya mengambang di udara, dan hanya memandangi Gong Shil dengan heran.
Gelembung sabun berterbangan di sekitar mereka.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar