Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 16 part 2


Yi Soo yang sudah diapartemennya sedang berbicara dengan Soo Hyun. Dia berkata kalau Sang Gook pasti sanggup melakukan hal-hal yang kejam, bahkan jika itu harus menyingkirkan Byung Gi, tangan kanan nya yang paling setia. Untuk itu, mereka harus bisa menemukan Byung Gi lebih dulu sebelum Sang Gook yang menemukannya.

Part 2

Yi Hyun yang sudah mandi dan berganti pakaian, ada di ruang tengah bersama ibu dan ayahnya. Bang Jin bertanya apa Yi Hyun ingat dengan wajah si penculik? Yi Hyun menjawab kalau wajahnya ga jelas, karena penculik itu memakai masker. Dan dia juga terlalu takut untuk menatap penculik itu secara langsung.
Yi Hyun pun meminta maaf, Bang Jin menggeleng cepat dan berkata kalau itu ga apa-apa, wajar jika Yi Hyun takut dan ga berani menatap wajah si penculik.
Kemudian Bang Jin bertanya lagi,apa Yi Hyun mengingat sesuatu lainnya? Yi Hyun menjawab kalau penculik itu berbicara di ponsel. Bang Jin bertanya dengan siapa? Yi Hyun menjawab dia ga yakin sih. Bang Jin kemudian bertanya lagi, apa Yi Hyun ingat apa yang dibicarakan penculik itu?

Yi Hyun mengingat-ingat, dan kemudian menjawab kalau penculik itu berkata tentang sebuah dokumen yang harus dibawa. Bang Jin bertanya benarkah? Yi Hyun pun membenarkan?
Dia kemudian juga mengatakan kalau selama pembicaraan di ponsel itu, dia yakin sekali Penculiknya bilang agar jangan membawa-bawa Jaksa Jo. Apa itu Hae Woo unni,tanya Yi Hyun pada ayahnya?


Bang Jin menjawab kalau untuk itu dia dan timnya harus melakukan penyelidikan terlebih dahulu.
Kali ini Young Joo lah yang bertanya, apa Yi Hyun tahu siapa yang menyelamatkan Yi Hyun? Bang Jin pun menanti jawaban Yi Hyun. Apakah putrinya ini akan bilang, kalau Yi Soo lah yang telah menolongnya? Dengan gugup Yi Hyun menjawab kalau yang menyelamatkannya, adalah orang yang tidak dia kenal. Young Joo bilang kalau mereka harus berterima kasih pada orang itu. Kemudian Young Joo meminta suaminya untuk bisa menemuka siapa orang itu.
Yi Hyun pun meminta ijin untuk istirahat karena dia merasa lelah.


Young Joo ingin menemani Yi Hyun tidur, karena Yi Hyun pasti mengalami syok, namun Bang Jin melarangnya, dan meminta istrinya untuk mendengarkan apa yang dia katakan. Setelah itu Bang Jin berpesan agar mengunci pintu dengan baik, karena dia harus pergi ke suatu tempat.



Yi Soo terlihat bimbang saat ada panggilan yang masuk ke ponselnya. Apakah dia harus menerima panggilan ini? Sepertinya Bang Jin yang menghubungi Yi Soo.


Hae Woo terlihat sedang dalam perjalanan menuju StarVille, apartemen Yi Soo. Wajahnya menyiratkan kekhawatiran yang teramat sangat. Dia mengingat kalimat Yi Hyun yang mengatakan kalau Yi Soo terluka, dan banyak mengeluarkan darah.

Tiba-tiba Hae Woo menghentikan mobilnya, dan merenung. Apakah yang dilakukannya adalah tindakan yang benar? Hae Woo mulai merasa bimbang dengan perasaannya.


Yi Soo memutuskan menerima ajakan Bang Jin untuk bertemu. Dengan sekuat hati, Yi Soo mendekati Bang Jin yang sudah menunggunya. Yi Soo bertanya apa yang ingin Bang Jin katakan padanya?

“Kau bajingan busuk” tanpa basa-basi kalimat itulah yang pertama kali terlontar dari mulut Bang Jin. Kemudian Bang Jin bertanya apa Yi Soo tahu apa yang sudah Yi Soo lakukan? “Rasa sakit yang sedang kau alami, kau membuat Yi Hyun juga merasakannya.”

Bang Jin bilang kalau dia tahu, Yi Soo tidak menginginkan itu demi Yi Hyun. Jika hanya untuk Yi Hyun yang 12 tahun sudah menunggu Yi Soo, seharusnya cukup untuk membuat Yi Soo berubah pikiran. Itu bukan peran Yi Soo untuk menghakimi orang lain.
Yi Soo menjawab, meskipun Bang Jin mengatakan kata-kata yang sama 12 tahun lalu, tapi pada akhirnya, kebenaran masih belum terungkap, dan semakin dalam terkuburnya. (Bener juga, Bang Jin ma Hae Woo 12 tahun ngublek-ngublek
apaan siih?-_-)

Bang Jin dengan terpaksa membenarkan apa yang Yi Soo bilang. Tapi dia melanjutkan kalau kebenaran ga akan selamanya terkubur. (keburu mati Sang Gooknya kalii,padahal aku mau dia disiksa berdarah-darah dulu..hihihi)
Bang Jin bertanya apa Yi Soo ga bisa untuk sekali lagi mempercayainya, dan meletakkan semua beban Yi Soo di pundaknya? Yi Soo dengan dingin berkata kalau dia ga percaya siapapun. (Soo Hyun?) dan dia juga ga akan membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
Walau kecewa dengan jawaban Yi Soo, Bang Jin berkata kalau dia ga ingin memborgol Yi Soo dengan tangannya sendiri. Yi Soo dengan enteng menjawab, kalau itu ga akan terjadi, karena dia sendirilah yang akan menyerahkan dirinya pada Bang Jin, setelah semuanya selesai. Bang Jin semakin terkejut dengan keteguhan hati Yi Soo.
Kemudian Yi Soo berkata kalau nama orang yang menculik Yi Hyun adalah Choi Byung Gi, dan orang itu menjalankan usaha toko buku bekas di dekat kediaman Chairman Jo. Tapi mungkin untuk saat ini dia ga akan muncul di toko bukunya itu.

Bang Jin bertanya kenapa Yi Soo memberitahunya hal ini? Yi Soo menjawab karena menangkap pelaku kan pekerjaan Bang Jin. Bang Jin bertanya apa yang sedang Yi Soo pikirkan? Yi Soo ga menjawab dan hanya bilang, kalau dia akan segera pergi jika Bang Jin sudah selesai mengatakan apa yang Bang Jin inginkan.
Dengan mantap Bang Jin berkata kalau pembunuh Man Chul adalah Yi Soo kan? Dia bertanya seperti ini karena tugasnya sebagai detektif.

Yi Soo tetap terlihat tenang dan menjawab jika Bang Jin memang ingin dia menjawabnya maka Bang Jin harus melalui proses hukum dulu. Bang Jin ga bisa membantah karena apa yang Yi Soo katakan adalah benar.
Yi Soo kemudian berbalik dan Bang Jin berkata “Maafkan aku, Yi Soo”


Yi Soo tersentak dan berhenti melangkah, namun tanpa berbalik menatap Bang Jin, dia hanya mendengarkan apa kalimat selanjutnya yang akan Bang Jin katakan. “Jika 12 tahun yang lalu, aku bisa menemuka kebenaran itu..jika aku tiba di lokasi kecelakaan itu tepat waktu..kau tidak akan semenderita ini..Aku snagat menyesal Yi Soo”

Yi Soo tersentuh, dan hampir menangis. Kemudian Bang Jin berkata terima kasih, karena sudah mengembalikan Yi Hyun tanpa luka.
Dengan mata berkaca-kaca Yi Soo menghadap Bang Jin dan berkata seharusnya dialah yang berterima kasih. Untuk membesarkan Yi Hyunnya menjadi gadis yang bersinar seperti sekarang.

“Terima kasih” Yi Soo pun membungkukkan badannya dalam-dalam pada Bang Jin. Air mata itupun menetes di pipi Yi Soo, dan Yi Soo langsung pergi meninggalkan Bang Jin. Bang Jin pun tak mampu berkata apapun dan hanya melihat kepergian Yi Soo.


Joon Young menuntaskan rasa penasarannya dengan memilih datang ke StarVille, dimana apartemen Kim Joon ada di gedung ini.


Yi Soo yang sudah sampai di lantai apartemennya, yaitu lantai 15 (Ga kebayang..kalau gempa..hadeehh tinggi banget..-_-) terkejut melihat Hae Woo yang menunggu di depan pintu.
Hae Woo yang awalnya memunggungi Yi Soo, kemudian berbalik karena sepertinya berniat pulang saja, tapi dia melihat Yi Soo sudah ada didepannya.
Yi Soo sendiri menutupi rasa terkejutnya dan berjalan mendekati Hae Woo. Dia mencoba untuk cuek.


Saat Yi Soo sudah dekat, Hae Woo bertanya benarkah Yi Soo terluka? Apa Yi Soo sudah mendapat perawatan untuk lukanya? Yi Soo tidak menjawab, dan langsung melangkah menuju pintu apartemennya, sekarang posisi Yi Soo membelakangi Hae Woo. Hae Woo bertanya lagi, apa Yi Soo baik-baik saja?Hae Woo kemudian berkata maafkan aku. Dia akan segera pergi.

Yi Soo tidak menjawab ataupun menoleh sama sekali, sepertinya dia berhasil mengendalikan perasaannya dan masuk ke dalam kamarnya.
Meninggalkan Hae Woo sendiri.


Hae Woo sedih tentu saja, dia pun berbalik dan memilih pergi. Di dalam kamar, keteguhan Yi Soo tidak sesuai seperti hatinya, dia merasa menyesal menolak dan tidak memperhatikan Hae Woo. Dia ingin Hae Woo disampingnya.


Hae Woo menunggu lift terbuka, karena apartemen Yi Soo berada di lantai 15, butuh waktu lama bagi Hae Woo menunggunya dan memilih turun lewat tangga saja. Air matanya Hae Woo sudah mulai berjatuhan, dan saat Hae Woo membuka pintu menuju tangga, Yi Soo melihatnya, dan mengejar Hae Woo.


Hae Woo menahan tangisnya sambil menuruni anak tangga, dan tiba-tiba datanglah Yi Soo yang langsung memeluk Hae Woo dari belakang. Hae Woo jelas kaget. Diapun hanya terdiam. Yi Soo berkali-kali bilang jangan pergi. Hae Woo hanya bisa menangis, dia membalikkan dirinya,menghadap Yi Soo.
Hae Woo pun akhirnya memeluk Yi Soo, mencoba memberikan ketenangan pada Yi Soo. Pria yang menjadi cinta pertamanya. Hae Woo bahkan mengusap lembut rambut Yi Soo saat memeluknya, dan mereka berdua sama-sama menangis, karena ga bisa membendung perasaan mereka masing-masing.
Yi Soo pun membalas pelukan Hae Woo.


Joon Young yang sepertinya menyesal karena sudah mencurigai istrinya memilih untuk berbalik pulang, namun saat itulah, tepat saat berbalik itulah mata Joon Young menemukan mobil putih yang sangat dikenalnya, mobil Jo Hae Woo, istri yang sangat dicintainya sedari dulu. Kecurigaan dan keterkejutan membayang di wajah Joon Young.
Itu benar mobil Hae Woo, melihat dari plat nomenya. Joon Young pun memilih masuk menyusul istrinya, untuk melihat kebenaran itu.

Tiba-tiba muncullah sesosok laki-laki yang merupakan sekretaris setia Yoshimura.


Hae Woo ada di kamar Yi Soo, dengan Yi Soo yang sudha tertidur pulas. Dia terlihat menyesal, karena berkali-kali Hae Woo memegang cincin pernikahannya dengan Joon Young. Salahkah dia?
Hae Woo memilih keluar dan meninggalkan Yi Soo yang sedang terlelap.


Ternyata Yi Soo tidak benar-benar tertidur, dia membuka matanya tepat saat Hae Woo melangkah pergi.


Joon Young yang sudah sampai di lantai 15, langsung menoleh, dan terkejut menyadari memang ada Hae Woo yang baru keluar dari kamar Kim Joon. Karena Hae Woo tidak menyadari Joon Young, dengan cepat Joon Young masuk kembali ke dalam lift yang masih terbuka. Dia masih belum bisa menghilangkan rasa kejut di hatinya. Dan pintu liftpun akhirnya menutup, memisahkan Joon Young dengan Hae Woo.


Hae Woo yang tidak tahu suaminya sudah memergokinya, menunggu lift itu membuka,dia menyandarkan kepalanya di dinding dan merasa sangat menyesal.


Joon Young keluar dengan langkah gontai. Tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Dia bahkan merasa sangat kesal saat sedang menyetir. Cinta ini membunuhnya (Kayaknya itu judul lagu deh Ay..hihihi)


Sementara itu Hae Woo yang juga baru sampai di bawah, melangkah dengan tanpa semangat. Diapun berpapasan dengan Hwa Young selingkuhan ayahnya. Hae Woo terkejut begitu pula Hwa Young. Tapi Hae Woo mencoba ga peduli, dia terus melangkah, namun Hwa Young bertanya apa Hae Woo datang kesini untuk menemuinya?Hae Woo menjawab tidak, dan terus melangkah, tapi Hwa Young lagi-lagi berkata yang membuat Hae Woo berhenti melangkah. Hwa Young bilang agar Hae Woo jangan terlalu membencinya. Hae Woo kemudian berbalik, dan Hwa Young berkata kalau dia tahu dimata Hae Woo mungkin dia terlihat menyedihkan. Tetapi mengendalikan perasaan itu tidak semudah kelihatannya. “Sejujurnya..yang kau katakan padaku 12 tahun lalu,masih seperti bekas luka untukku. Aku tahu, aku telah banyak menyakitimu. Aku bahkan tidak berharap kau memahaminya..Aku hanya berharap ayahmu dan aku..tidak dipandang negative olehmu.”

Hae Woo hanya terdiam, dan kemudian bilang kalau dia ga ingin ikut campur dengan masalah Hwa Young dan ayahnya.
Kemudian Hae Woo langsung pergi.


Hae Woo masuk ke mobilnya dengan perasaan hancur, badannya bergetar, bahkan dia harus mencoba berkali-kali menghidupkan mobilnya. Dia gugup karena merasa sangat bersalah, dia seolah seperti Hwa Young, atau merasa seperti ayahnya yang sudah mengkhianati ibunya.
Hae Woo kemudian teringat saat dia dengan berani mendatangi Hwa Young 12 tahun lalu, dan berkata kalau cinta Hwa Young adalah cinta seorang pengecut, dan itu bukan cinta melainkan dosa. Cinta yang dibangun dengan menghancurkan perasaan orang lain. Saat itu bahkan dengan lantang Hae Woo berkata kalau menyakiti orang yang kita cinta, sama saja itu dosa. Dan itu adalah jenis dosa yang paling buruk.

Hae Woo merasa seperti itulah dirinya saat ini. Cintanya atau apapunlah nama perasaannya pada Yi Soo saat ini, yang jelas ini dosa, dan tentu akan menyakitkan hati Joon Young, laki-laki yang sudah dipilihnya.


Sekretaris Yoshimura menyampaikan apa yang baru di lihatnya tadi pada Yoshimura. Setelah itu datanglah Eui Sun yang memang sudah ditunggu Yoshimura. Eui Sun bertanya apa Yoshimura mengajaknya bertemu karena masalah bisnis yang sempat dia katakan tempo lalu? Yoshimura menjawab kalau dia sebenarnya mengundang Eui Sun untuk memberikan sesuatu.

Eui Sun pun melihat pemberian itu yang ternyata sebuah Flashdisk. Eui Sun pun bertanya ini apa? Yoshimura berkata kalau di dalamnya ada dokumen sangat penting, dan dia yakin akan menarik perhatian Eui Sun. Eui Sun hanya menatap Flashdisk itu dengan heran.


Bang Jin langsung mendatangi toko buku bekas yang Yi Soo bilang, dan benar jika toko itu terkunci, karena pemiliknya tidak ada. Bang Jin sambil menelepon menjelaskan secara rinci nama pemilik toko buku bekas ini. Bang Jin juga bilang, kalau Byung Gi ini tersangka penculikan Yi Hyun. Saat ini dia ingin agar hal ini diselidiki lebih dulu. Detektif Na pun menyetujuinya. Dia berkata kalau ada panggilan dari pelabuhang Gwang Jin yang bilang menemukan truk yang sudah dibuang.
Detektif Na juga bilang kalau truk ditemukan setelah ada laporan mengenai suara tembakan di pelabuhan itu. Bang Jin menjawab, kalau kemungkinan itu adalah truk yang digunakan Byung Gi untuk menculik Yi Hyun. Jadi dia meminta detektif Na mencari sidik jari atau apapun itu di truk tersebut. (Sidiknya Soo Hyun nempel ga ya..? Cemas akunya..^^)

Dan ternyata Byung Gi melihat Bang Jin yang sedang berdiri di depan toko buku bekas miliknya. Masih dengan penutup wajah, dan pena ditangannya. Byung Gi menatap Bang Jin dengan tatapan tidak suka.


Hae Woo yang sudah sampai rumah, langsung menanyakan keberadaan suaminya pada Nyonya Park. Nyonya Park bilang kalau Joon Young sudah ada di atas. Hae Woo pun langsung menemui suaminya itu.

Sang Gook keluar dari ruangannya, dan dengan senyum bertanya apa Hae Woo terlambat? Hae Woo membenarkan. Hae Woo menjawab datar-datar saja setiap pertanyaan kakeknya itu. Sang Gook berpesan sesibuk apapun Hae Woo, tetap harus menyempatkan makan. Hanya menatap kakeknya Hae Woo kemudian beralih menuju kamarnya di lantai atas. Diam dan cueknya Hae Woo pada kakeknya itu membuat Ny. Park semakin curiga pada Sang Gook.


Hae Woo masuk ke kamarnya yang gelap, dan saat menghidupkan lampu, Hae Woo melihat ternyata ada Joon Young. Hae Woo pun bertanya kenapa Oppanya gelap-gelap seperti ini? Joon Young menjawab kalau dia sedang berfikir. Joon Young kemudian bertanya Hae Woo habis darimana? Joon Young berharap Hae Woo jujur padanya, sehingga mungkin dia bisa memaklumi Hae Woo, tapi ternyata Hae Woo menjawab kalau dia baru saja dari kantor.
Joon Young masih mencoba bersikap biasa dengan bertanya pasti ada sesuatu yang mendesak? Dengan perasaan tidak enak Hae Woo membenarkannya.
Hae Woo kemudian mengalihkan pembicaraan dengan bertanya tentang ayah mertua yang sudah pindah kamar. Joon Young membenarkan, dan kemudian Hae Woo berkata kalau mulai besok dia akan berada di rumah sakit. Joon Young terkejut mendengarnya. Hae Woo berkata kalau dia benar-benar minta maaf pada Joon Young. Kemudian tiba-tiba Joon Young berkata kalau dia akan tidur di rumah sakit malam ini. Hae Woo gantian kaget, dan Joon Young menjelaskan kalau mungkin ibunya lelah sedang kondisi ayahnya belum stabil, jadi dia harus ada disana.
Hae Woo berkata kalau dia akan menemani Joon Young, tapi Joon Young langsung menolaknya. Hae Woo bersikeras, dan Joon Young tetap pada keputusannya. Dia juga berkata kalau kehadiran Hae Woo mungkin malah akan membuat ayahnya semakin tidak nyaman.


Hae Woo menyusul Joon Young, dan bilang kalau dia ingin mengatakan sesuatu pada Joon Young. Joon Young dengan cuek berkata nanti saja. Hae Woo berkata kalau dia harus mengatakannya sekarang. Joon Young tetap menolak dan bilang, dia ga tahu tentang apa itu, tapi tidak sekarang, nanti saja. Dia sedang khawatir pada ayahnya, dan tidak ingin mendengar apapun.


Sesampainya di luar, Joon Young semakin galau dengan hatinya. Setelah memantapkan hatinya, Joon Young langsung masuk ke mobil dan melajukan mobilnya. Hae Woo sendiri hanya bisa memandang kepergian Joon Young dari jendela kamarnya.


Tiba-tiba Ny.Park masuk dan memanggil Hae Woo. Hae Woo berbalik dan menatap Ny. Park. Nyonya Park berkata kalau Joon Young sedikit sensitive akhir-akhir ini karena kondisi ayahnya. Hae Woo menjawab dia tahu itu. Ny. Park kemudian berkata kalau dia tahu Hae Woo pasti sangat lelah tapi dia ingin agar Hae Woo juga bisa menunjukkan perhatian Hae Woo pada Joon Young walau itu hanya sedikit.

Tiba-tiba Ny. Park mengulurkan secarik kertas pada Hae Woo, Hae Woo dengan bingung menerima dan melihatnya. Ny. Park menjelaskan kalau dulu saat almarhum Nyonya sakit, tanpa sepengetahuan kakek Hae Woo, sekali-sekali nenek Hae Woo pernah mengirim uang ke alamat itu beberapa kali.

Hae Woo pun melihatnya kembali, dan Ny. Park berkata kalau ini sih hanya dugaannya saja, tapi sepertinya orang di alamat itu adalah ibu kandung ayah Hae Woo. Hae Woo jadi kaget mendengarnya.
Ny. Park melanjutkan kalimatnya, kalau setelah mendengar cerita Hae Woo, dia berusaha menemukan catatan kecil itu. Dia memang ga tahu apa yang sedang terjadi, tapi dia berharap setidaknya bisa membantu Hae Woo.
Hae Woo pun mengucapkan terimakasih pada Ny. Park.


Setelah Ny. Park keluar, Hae Woo membaca kembali catatan itu. 173-27, Yanghang-ri, Namha-Myun, Geochan-gun,Gyeongsangnam-do (Wis pokoke maksudnya, kecamatan, kelurahan..gitu kayaknya…hahaha)
Ini mencurigakan, dan Hae Woo yakin ada sesuatu tersembunyi di balik ini.


Eui Sun penasaran sekali dengan apa yang diberikan Yoshimura padanya. Dia langsung menancapkan Flashdisk itu ke laptopnya, dan membuka dokumen penting menurut Yoshimura tadi.

Di awal pembuka dokumen itu tertulis “Fakta Tentang Cheon Young Bo”
Eui Sun merasa tidak tertarik, karena tidak mengenal nama itu. Tapi setelah terus membaca, Eui Sun kaget sekali dengan kebrutalah Young Bo. Dia terlihat takut dan merasa ngeri dengan yang dilakukan Young Bo. Apakah Eui Sun tahu kalau itu adalah ayahnya? Entahlah, mengingat Eui Sun yang tidak terlalu pintar -_-


Young Hee menemui Yoshimura di bar. Yoshimura bertanya apa benar Joon kena luka tembakan? Young Hee membenarkan, dan bilang kalau untungnya itu hanya menyerempet saja, sehingga lukanya ga parah.
Yoshimura berkata kalau Young Hee masih ingat kan tentang foto itu? Young Hee bertanya foto mana yang Yoshimura maksud? Yoshimura menjelaskan foto dimana Joon bersama dengan Hae Woo. Young Hee bertanya kenapa tiba-tiba Yoshimura menanykan foto itu?
Dengan mengejutkan Yoshimura berkata agar Young Hee mengirimkan foto itu ke pimpinan editor surat kabar. Young Hee sontak kaget. Dia berkata kalau itu nantinya akn mempersulit CEO saja. Bahkan jika dia mengirimkannya ke pimpinan editor, bukankah chairman Jo akan melakukan sesuatu untuk menghalanginya. Yoshimura berkata kalau itulah sebabnya dia ingin Young Hee mengirimkan foto itu ke surat kabar.

Young Hee bertanya apa sebenarnya maksudnya Yoshimura? Yoshimura menatap Young Hee dan bertanya apa Young Hee lupa akan apa yang pernah dia bilang beberpa waktu lalu? Bahwa yang terpenting adalah bagaimana membuat Chairman Jo jatuh. Apalagi Joon sedang bimbang saat ini, dan mereka harus membuat Joon tegak kembali. Lagipula dia sangat ingin mengetahui pilihan apa yang akan dibuat Chairman Jo. Jadi dia ingin Young Hee ga perlu ragu melakukannya, karena ini adalah untuk Joon.

Young Hee tahu ini bertentangan dengan kata hatinya, tapi dia juga harus melakukan itu, agar Yoshimura tetap percaya padanya, mengingat kemarin Yoshimura mulai menaruh curiga padanya.


Yi Soo masih memandang Flashdisk yang seharusnya ada di tangan Byung Gi tadi. Dia teringat dengan kalimat Yoshimura yang berkata kalau dia dan Yoshimura memiliki tujuan yang sama yaitu menghancurkan Chairman Jo. Tapi kemudian Yi Hyun menelponnya, Yi Soo tentu langsung menerima panggilan itu. Yi Hyun bertanya apa Oppanya sudah pergi ke rumah sakit? Yi Soo menjawab tentu saja sudah, dan pihak rumah sakit berkata kalau lukanya ga apa-apa kok. Yi Soo bertanya kenapa Yi Hyun belum tidur juga? Yi Hyun menjawab kalau dia ga bisa tidur. Yi Soo bertanya apa karena Yi Hyun takut?

Yi Hyun tersenyum dan berkata bukan begitu, dia ga bisa tidur karena sangat bahagia. Dia snagat bahagia mengetahui Oppanya masih hidup, sampai rasanya sulit untuk memejamkan mata. Yi Soo berkata kalau Yi Hyun harus tetap mencoba untuk tidur, karena Yi Hyun sudah mengalami banyak hal hari ini. Yi Hyun mengiyakan dan bertanya kalau apa yang sedang Yi Soo lakukan saat ini? Yi Soo berfikir dan menjawab kalau dia hanya sedang bersiap-siap untuk tidur?

Yi Hyun bertanya apa teleponnya sudah mengganggu Yi Soo? Yi Soo tersenyum dan berkata tidak. Diapun menyuruh Yi Hyun tidur, dan diluar Bang Jin mendengar percakapan kakak beradik itu.

Yi Soo menyuruh adiknya tidur nyenyak sampai tidak bermimpi. Yi Soopun tersenyum.


Bang Jin masuk ke kamar putrinya, dan berkata kalau dia tahu yang menyelamatkan Yi Hyun adalah Yi Soo. Maka dia ingin Yi Hyun ga usah menyembunyikan itu dari dia. Yi Hyun berkata sambil menangis kalau Oppanya tidak melakukan kesalahan. Yang Oppanya lakukan hanyalah menyelamatkan dia. Bang Jin mengangguk tanda dia juga tahu.

Yi Hyun meminta agar Bang Jin membantu Oppanya. Sambil menangis Yi Hyun benr-benar ingin ayahnya membantu Yi Soo. Bang Jin langsung memeluk putrinya dan berkata baiklah. Dia akan melakukan segalanya yang dia bisa untuk membantu Yi Soo. Yi Hyun menangis dalam pelukan ayahnya.


Young Hee melihat kembali foto Kim Joon mencium Hae Woo.
Joon Young minum-minum sendiri di Bar, frustasi dengan kenyataan ini.


Setelah selesai minum, Joon Young pergi ke suatu tempat dengan sempoyongan. Ternyata dia pergi ke tempat abu Joon Ho dimakamkan. Joon Young menangis sambil memanggi nama adiknya itu. Dia berkata kalau dia benar-benar merindukan Joon Ho. Untuk beberapa alasan, hari dia benar-benar merindukan Joon Ho.


Keesokan paginya, seorang editor sebuah surat kabar menerima kiriman yang menurut petugas datang dengan paket kilat pagi ini.
Editor itu melihat amplop cokelat itu, dan bergumam ga ada alamat pengirimnya. Saat membuka amplop itu terpampanglah foto Jaksa Jo sedang berciuman mesra dengan seorang pria. Foto itu tidak hanya satu, tapi banyak.


Sang Gook kaget mendapat telepon yang memberitahukan tentang datangnya kiriman foto itu. Sepertinya itu dari editor surat kabar. Si editor mengabarkan kalau foto itu bukan foto yang pantas untuk dilihat public. Sang Gook bertanya bisakah foto itu dikirimkan padanya? Editor langsung menyanggupinya.


Young Hee berkata kalau Kim Joon ga bisa kerja hari ini, maka jangan dipaksakan. Lebih baik Kim Joon beristirahat. Kim Joon menjawab kalau berkat sekretaris Jang maka dia bisa sembuh dengan baik.
Dong Soo yang melihat bosnya langsung menghampiri dan memberi hormat. Kim Joon bertanya kenapa Dong Soo terlihat lesu hari ini? Dong Soo menjawab kalau dia baru ditolak cintanya kemarin. Kim Joon bertanya ditolak? Dong Soo membenarkan. Dia berkata kalau dia biasanya gampang tidur hanya 5 detik setelah kepalanya menyentuh bantal. Tetapi kemarin dia benar-benar ga bisa tidur.

Dengan tersenyum Kim Joon bertanya siapa yang menolak Dong Soo? Dong Soo mengambil tangan Kim Joon dan memegangnya lembut. Dia berkata kalau Kim Joon jangan bertanya. Karena dia ingin mempunyai rahasia yang ingin dia simpan.
Kim Joon terpana dengan tingkah Dong Soo, sehingga tangannya masih mengambang diudara. Dan setelah Dong Soo pergi, Kim Joon bertanya kira-kira Young Hee tahu siapa yang menolak Dong Soo? Young Hee menjawab tidak, dan langsung berlalu.


Ponsel Yi Soo Berdering dan ternyata ada kiriman MMS untuknya, Yi Soo langsung mengklik pesan itu, dan terlihatlah foto itu, foto saat pertama kali dia mencium Hae Woo. Yi Soo terkejut. Dan Young Hee yang tadi sudah berjalan akan keluar, menoleh melihat keterkejutan CEOnya itu. Dia tentu tahu apa yang membuat CEOnya.


Joon Young menunggui ayahnya di rumah sakit, sepertinya dia tidak tidur semalaman. Ponsel Joon Young Berdering dan sepertinya itu panggilan dari Hae Woo. Tapi Joon Young tidak menerima telepon Hae Woo itu, dan Hae Woo tentu sedih karena suaminya bahkan tidak mengangkat teleponnya.


Soo Hyun masuk ke ruangan Hae Woo, dan Hae Woo langsung bertanya kemana saja Soo Hyun kemarin, kenapa ga bisa dihubungi? Soo Hyun menjawab kalau dia sedang berusaha menemukan orang yang tertangkap kamera CCTV tapi sepertinya dia berada di tempat yang salah. Soo Hyun pun meminta maaf, dan Hae Woo menjawab tidak apa-apa. Soo Hyun sudah melakukan tugasnya dengan baik. Soo Hyun mengelak dan bilang kalau dia tidak melakukan banyak hal, tapi dia bersyukur Yi Hyun pulang dengan selamat.


Bang Jin datang dan bertanya apa Hae Woo punya waktu? Hae Woo pun menyuruh Bang Jin masuk, dan Soo Hyun sadar diri segera keluar. Bang Jin berkata kalau dia tadi malam sudah bertemu Yi Soo. Dia bertanya sudah berapa lama Hae Woo tahu kalau Kim Joon adalah Yi Soo? Yi Soo tidak menjawab dan hanya berkata maaf.
Bang Jin kemudian bertanya apa Hae Woo kenal dengan seorang bernama Choi Byung Gi? Hae Woo menjawab kalau itu pertama kalinya dia mendengar nama Byung Gi, memang siapa orang itu?
Bang Jin menjawab kalau Byung Gi adalah tersangka penculikan Yi Hyun, dan juga pemilik toko buku bekas yang dekat dengan Rumah Hae Woo. Hae Woo kaget tentu saja. Dan bertanya apa maksud Bang Jin kakek itu adalah tersangka penculikan semalam?
Bang Jin balik bertanya apa Yi Hyun mengenal baik kakek itu?


Yi Soo masih kaget dan kesal dengan adanya foto itu. Siapa yang berani melakukan ini padanya? Diapun mondar mandir di kantornya, dan saat itu telepon Yi Soo Berdering dan tertera nama Chairman Jo dilayar ponselnya. Yi Soo langsung menerimanya.


Sang Gook berkata apa Yi Soo yang mengirimkan foto itu ke surat kabar? Yi Soo menarik nafas dan balik bertanya apa pertanyaan itu ditujukan untuknya? Sang Gook terkekeh geli dan bilang kalau siapa lagi yang bisa melakukan hal kekanak-kanakan seperti ini? Yi Soo balas bertanya apa alasan Sang Gook mengirim foto itu padanya?
Sang Gook menjawab “Jika foto itu sampai dipubliksikan, maka Hae Woo tidak akan bisa lagi menjadi jaksa. Dan juga tidak akan bisa diterima dengan baik di masyarakat. Lebih dari itu, Hae Woo juga akan mengalami banyak kesulitan.”

Yi Soo menjawab kalau dengan kuasa Sang Gook, bukannya itu mudah untuk melindungi cucu kesayangan Sang Gook itu.
Sang Gook menjawab kalau yang bisa melindungi Hae Woo adalah Yi Soo. “Jika kau tidak ingin Hae Woo mengalami keterpurukan,maka kubur semuanya.”

Yi Soo melonggarkan dasinya dan bertanya apa sekarang ini Sang Gook sedang mengancam dirinya dengan menggunakan Hae Woo?
Dengan tegas Sang Gook menjawab kalau ini bukan ancaman tapi negosiasi. Yi Soo menjawab kalau Sang gook mengancam orang yang salah. “Aku adalah orang yang paling ingin melihat cucu anda menderita.”

Sang Gook bertanya apa Yi Soo yakin? Yi Soo menjawab tentu saja. Sang Gook berkata kalau dia memiliki pikiran berbeda. “Kau bisa menipu orang lain, tetapi kau tidak akan bisa menipu cinta.”
Sang Gook terkekeh geli. Dan Yi Soo pun terpana mendengarnya.



Bersambung episode 17

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar