Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 17 part 1


Di episode 16 kemarin, Sang Gook yang sedang berbicara di telepon dengan Yi Soo, berkata dengan mantap kalau Yi Soo bisa menipu semua orang, tapi Yi Soo ga akan pernah bisa menipu cinta.

Episode 17

Joon Young terlihat masih galau dengan kenyataan ini. Hal itu terlihat sekali di wajahnya.



Sementara itu Sang Gook dan Yi Soo masih saling berbicara di telepon. Sang Gook bilang kalau sepertinya Yi Soo berfikir kalau Hae Woo adalah titik kelemahannya. Tetapi Yi Soo salah. Dia adalah orang yang bisa bertahan dari apapun untuk tujuan yang lebih besar yang akan dia dapatkan.
Yi Soo pun tidak kalah mantapnya menjawab kalau Sang Gooklah yang salah. Sambil tertawa Yi Soo berkata cinta? Apa itu cinta? Lagipula, apa Sang Gook mengatakan itu cucu perempuan Sang Gook? Bahkan seekor anjingpun akan tertawa jika mendengarnya.

Yi Soo dengan berani berkata kalau Sang Gook mau mempublikasikan foto itu, lakukan saja. Isi dokumen itu, mengenai skandal Sang Gook dan cucu Sang Gook, jika ditulis di surat kabar sepertinya akan menjadi berita yang menarik.
Sang Gook menjawab hanya bukti yang bisa memperkuat apa yang ada di dalam dokumen itu,dan itu mungkin ga pernah Yi Soo miliki. Yi Soo berkata kalau dia tahu jika hanya dengan dokumen itu, ga akan cukup untuk menghancurkan popularitas Sang Gook.


Sang Gook tersenyum dan berkata tidak, dokumen itu hanyalah sebuah cerita fantasi yang dikarang oleh Chairman Yoshimura.
Yi Soo menjawab kalau banyak orang suka membuat novel fantasi menjadi kenyataan. Dengan kesal Snag Gook berkata kalau warga Negara Korea tidak sebodoh Yi Soo. Warga Korea adalah orang-orang yang menderita kerugian karena perang, dan berhasil mencapai perkembangan seperti sekarang. Jadi dia cukup percaya pada kebijaksanaan warga Negara di Korea ini.
Yi Soo bertanya, kalau begitu apa lebih baik mereka jalankan saja rencana ini untuk membuktikan seberpa kuat analisa Sang Gook?

Sang Gook berkata kalau lagi-lagi yang disayangkan dalam hal ini nantinya adalah Hae Woo. Yi Soo kesal sekali mendengarnya, karena Sang Gook terus membawa nama Hae Woo untuk menggoyahkannya.
Sang Gook melanjutkan kalimatnya, kalau Hae Woo dengan bodoh telah memilih jalan kehancurannya sendiri demi Yi Soo. Hae Woo bahkan mengatakan kalimat itu secara langsung padanya. “Demi cucuku yang malang, aku akan menyimpan foto itu untuk saat ini. Tetapi, pastikan kau mengingatnya..Hae Woo sekarang bukanlah kelemahanku. Tetapi kelemahanmu.”

Yi Soo yang geram menjawab kalau sang Gook secara fantastis masih mencoba menipu diri sendiri. Sang Gook tertawa dan menjawab kalau semua akan segera diketahui setelah mereka menunggu dan melihat.
Yi Soo berkata “Cheon Young Bo, anda adalah pria yang benar-benar tidak bisa dimaafkan.”

Sang Gook kesal menjawab kalau ga ada satu orangpun yang layak untuk menghakiminya. (Ada pak, TUHAN noh..)
Yi Soo membalas mantap, kalau orang yang layak menghakimi Sang Gook adalah dia, dan sejarahpun akan menghakimi Sang Gook. Sang Gook lagi-lagi tertawa sinis mendengar kata-kata Yi Soo dan menjawab kalau sejarah hanya ditulis oleh pihak yang menang.


Setelah percakapan sengit dengan Yi Soo berakhir, Sang Gook menelpon Byung Gi dan berkata kalau ada pekerjaan yang harus Byung Gi lakukan, dan kali ini pastikan agar Byung Gi ga membuat kesalahan.


Yi Soo mondar mandir di kantornya memikirkan bagaimana bisa foto itu ada ditangan Snag Gook, padahal jelas-jelas dia sudah menghapus foto itu dari sumbernya. Bukankah malam itu dia sudah menghajar anak buah CEO Moon yang mengambil foto itu di ponsel pria itu, dan bahkan mengambil kartu memory dan memusnahkannya? Jadi bagaimana bisa?
Tiba-tiba Joon Young menelpon Yi Soo, dan Yi Soo hanya memandangi layar ponselnya melihat nama Joon Young tertera di layar. Apakah Joon young sudah melihat juga foto itu?


Hae Woo masih memikirkan semua ini. Bagaimana bisa Ahjussi pemilik toko buku itulah tersangka penculikan Yi Hyun? Berarti Ahjussi itu memiliki hubungan dengan kakeknya?
Hae Woo juga mengingat penjelasn Bang Jin tentang latar belakang Byung Gi yang juga mantan anggota polisi, namun sudah pensiun. Tetapi anehnya tidak ada catatan apapun mengenai Byung Gi setelah dia pensiun 8 tahun yang lalu. Catatan pribadi Byung Gi disegel dan tidak boleh dilihat.
Saat itu Hae Woo bertanya apa Bang Jin mendengar penjelasannya dari Yi Soo? Bang Jin mengangguk membenarkan.

Bang Jin berkata kalau dia akan menemui beberapa anggota senior di kepolisian yang seangkatan dengan Byung Gi dan akan bertanya mengenai Byung Gi. Hae Woo diminta Bang Jin untuk menyelidinya juga, Hae Woo pun berjanji akan melakukannya.
Bang Jin juga bilang kalau Yi Soo mungkin juga punya dokumen itu. Hae Woo tentu saja kaget. Dan Bang Jin pun menjelaskan kalau Yi Hyun cerita bahwa saat Yi Hyun disekap dia mendengar penculik itu meminta Yi Soo membawa dokumen itu.

Mengingat semua itu membuat Hae Woo langsung bangkit, dan mengambil tasnya. Dia akan segera pergi, tepat saat Hae Woo akan keluar, Soo Hyun masuk dan berkata kalau mengenai catatan telepon yang Hae Woo minta utuk ditelusuri, dia sudah melakukannya, namun tidak ada satupun yang digunakan atas nama Choi Byung Gi. Hae Woo kemudian bertanya kalau toko buku bekas itu? Soo Hyun menjawab kalau toko buku itu menggunakan nama istri Byung Gi. Soo Hyun berkata kalau kemungkinan Byung Gi menggunakan telepon temporer.

Hae Woo kemudian menulis sesuatu di secarik kerts, dan meminta Soo Hyun memeriksa catatan dari nomer telepon ini selama sebulan kemarin. Soo Hyun dengan hati-hati bertanya, nomer siapakah ini? Hae Woo menjawab kalau itu nomer telepon kakeknya. Dia juga meminta agar Soo Hyun melakukannya dengan diam-diam. Soo Hyun pun mematuhinya.


Yi Soo setuju untuk bertemu Joon Young di suatu tempat. Mereka saling memandang dan setelah mendekat, Yi Soo bertanya ada apa? Tanpa basa-basi Joon Young langsung menghajar Yi Soo, membuat Yi Soo terjatuh, karena jelas dia tidak menyangka akan diserang oleh Joon Young secara tiba-tiba seperti ini.
Tidak hanya sekali, saat Yi Soo sudah bangkit berdiri, Joon Young kembali memukulnya. Dengan mencengkeram erat kerah jas Yi Soo, Joon Young berkata bagaimana bisa Yi Soo melakukan ini pada Hae Woo? Joon Young berteriak-teriak marah saat menanyakannya. Bagaimana bisa Yi Soo menggunakan Hae Woo? Apakah menurut Yi Soo ini adalah bentuk keadilan, dimana Yi Soo ingin mengembalikan sebanyak derita yang Yi Soo terima?
Yi Soo sih hanya diam-diam aja. Dia ga melawan sedikitpun. Apa Yi Soo sudah puas melakukan itu pada ayahnya? Apa Yi Soo sudah merasa cukup dengan apa yang ayahnya terima saat ini?
Joon Young bertanya apa Yi Soo pikir dia akan memaafkan Yi Soo?
Yi Soo menjawab enteng, kalau begitu Joon Young ga usah memaafkannya.

Joon Young siap meninju Yi Soo, tangannya sudah terkepal. Namun,tiba-tiba Joon Young terhenti, dia menurunkan tinjunya, dan melepaskan cekalannya di jas Yi Soo.
Yi Soo yang sudah merasa cukup, akan berbalik pergi. Namun, Joon Young tiba-tiba berkata kalau dulu dia juga mencari orang itu setiap malam, orang yang sudah menabrak adiknya Joon Ho sampai mati, lalu kabur begitu saja. Yi Soo menoleh, menatap Joon Young. Joon Young kembali berkata, kalau dulu, dia juga ingin bajingan yang menghabisi Joon Ho juga mendapat hal yang setimpal. Setiap malam dia bahkan melewati depan rumah bajingan itu. Tetapi, dia ternyata ga bisa melakukannya. Apa Yi Soo tahu kenapa alasanya? “Saat Joon Ho meninggalkan dunia ini..aku tidak sanggup jika satu-satunya yang ditinggalkannya untukku adalah rasa haus balas dendam. Tetapi apa yang Joon Ho tinggalkan untukku, bukanlah itu. Kenangan yang tak terhitunglah yang ditinggalkan Joon Ho untukku. Dan aku tak bisa menukarnya dengan rasa haus balas dendam”

Joon Young berharap Yi Soo segera sadar, namun Yi Soo menjawab kalau apa yang Joon Young katakan tadi adalah untuk menghentikannya, maka itu percuma. Karena dia sudah berjalan di atas jalan yang dia pilih.
Joon Young berkata “Yi Soo dimasa lalu adalah orang yang bersinar, tetapi sekarang hanya ada kegelapan di dalam dirimu.”

Yi Soo menjawab kalau itu tidak masalah, karena dia sudah terbiasa dengan kegelapan. Joon Young berkata agar Yi Soo jangan membawa Hae Woo juga kedalam kegelapan itu. Dia-- Joon Young hanya bisa sampai disini memperlihatkan rasa kasihnya pada temannya--Han Yi Soo, dan setelah itu dia ga akan membiarkan Yi Soo melakukan yang lebih. Dan apa yang terjadi pada ayahnya, Yi Soo pasti akan menerima tanggung jawab untuk semua itu.
Yi Soo hanya diam dan ga membela diri.
Setelah Joon Young pergi, Yi Soo mengapus darah yang sempat menetes di sudut bibirnya karena pukulan Joon Young tadi.


Joon Young yang sudah meninggalkan Yi Soo dan akan masuk ke dalam mobilnya, memandang kembali tangannya yang dia gunakan menghajar Yi Soo tadi. Dia juga ga menginginkan hal ini, menghajar Yi Soo disaat dia tahu kalau temannya itu masih hidup, Joon Young sedih karenanya.


Sementara itu Yi Soo masih belum beranjak dari tempatnya, dia menelepon CEO Moon. Yi Soo bahkan mengancam CEO Moon.


Dong Soo sedang ada di bar hotel Giant, bersama seorang bartender. Dong Soo bertanya berapa harga anggur ini? Bartender menjawab kalau itu harganya 10.000.00 won. Dong Soo jelas kaget, apa satu botol ini harganya semahal itu? Bartender menjawab kalau bukan untuk satu botol, tapi untuk satu gelas. Dong Soo semakin kaget mendengarnya.

Bartender menyuruh Dong Soo pergi karena dia bisa mendapat teguran dari bos. Dong Soo ga mau, dan berkata kenapa sesama pekerja kayak gitu sih?
Tiba-tiba terlihat Chairman Yoshimura masuk bersama Young Hee, Dong Soo kaget dan langsung bersembunyi di bawah meja bar.


Yoshimura dan Young Hee tentu ga tahu jika ada Dong Soo disana. Yoshimura meminta dua gelas bir dan setelah itu dia meminta ditingalkan berdua saja dengan Young Hee. Bartender itupun mematuhinya.
Saat akan meninggalkan Chairman, bartender itu melirik ke bawah, ke tempat Dong Soo bersembunyi.


Setelah mengira hanya berdua saja dengan Young Hee, Yoshimura berkata kalau Young Hee bisa berhenti dari tugasnya mengawasi Joon. Dong Soo langsung kaget begitu mendengar nama bosnya disebut-sebut.
Yoshimura beralasan, karena setelah acara pembukaan hotel Giant, maka lebih baik Young Hee Fokus saja pada pekerjaan di hotel. Young Hee bertanya apa itu artinya Yoshimura akan mencari orang lain untuk mengawasi tuan CEO? Yoshimura membenarkan.

Young Hee memita agar tugas itu tetap diserahkan padanya. Yoshimura berkata kalau dia pikir, Young Hee ga menyukai pekerjaan seperti ini. Young Hee mengiyakan, namun jika ini untuk Chairman Yoshimura maka dia tetap akan melakukannya.
Young Hee pun menjelaskan alasannya, daripada Yoshimura menyerahkan ini kepada orang lain, maka akan lebih aman jika dia yang tetap melakukannya. Apalagi mengingat Kim Joon adalah orang yang sangat sensitive. Kim Joon pasti akan tahu jika ada perubahan-perubahan kecil seperti itu nantinya. Jadi itu hanya akan menyulitkan Yoshimura saja.
Yoshimura tersenyum dan bertanya, benarkah Young Hee melakukan itu untuknya? Young Hee membenarkannya. Yoshimura berkata kalau dia ga menyangka, Young Hee sekhawatir itu padanya.
Young Hee menjawab, itu karena Yoshimura adalah pelindung baginya.

Young Hee kemudian berkata kalau dia juga sudah merencakan akan memasang alat penyadap di kantor Kim Joon, seperti yang Yoshimura perintahkan. Dong Soo lagi-lagi kaget mendengar kalimta Young Hee itu. Jadi dia ingin Yoshimura percaya dan menyerahkan segala sesuatu itu padanya.
Yoshimura tersenyum senang dan mengangguk. Lalu sebelu pergi dia berkata baiklah, lakukan seperti itu, jika memang Young Hee menginginkannya.
Yoshimurapun berlalu pergi meninggalkan Young Hee, yang langsung terduduk lemas. Sedang Dong Soo masih berada di bawah meja, mendengar semua yang dikatakan Yoshimura dan juga Young Hee. Dia tidak percaya, bahwa CEOnya bahkan ditusuk dari belakang, oleh orang-orang terdekat CEOnya itu.


Yi Soo yang sedang mengendarai mobilnya, ditelepon Hae Woo. Yi Soo yang awalnya bimbang, memutuskan untuk menerima panggilan itu.
Hae Woo berkata ayo ketemu, karena dia sudah ada didepan gedung apartemen Yi Soo. Yi Soo bertanya ada masalah apa emangnya? Hae Woo balik bertanya apa benar Yi Soo memiliki dokumen itu? Jika memang Yi Soo memilikinya, maka Yi Soo bisa menyerahkan itu padanya, dan tolong untuk percaya padanya.
Yi Soo menjawab kalau Hae Woo ga bisa membuktikan apapun hanya dengan dokumen itu. Hae Woo menjawab kalau dia akan mencari buktinya, jadi serahkan saja padanya. Yi Soo menjawab tidak untuk saat ini. Dia juga ga percaya pada Hae Woo. Hae Woo menghela nafas, dan berkata paling tidak berikan dia salinan dari dokumen itu. Yi Soo menjawab kalau tidak untuk saat ini. Dia ga bisa. Hae Woo bertanya kenapa ga bisa? Bukankah Yi Soo juga ingin dia mengetahui isi dokumen itu?
Yi Soo yang ga mau berpanjang lebar lagi hanya berkata kalau dia sibuk, dan dia akan bicara dengan Hae Woo lagi nanti.
Yi Soo pun langsung memutus percakapan itu.


Hae Woo yang selsai bicara dengan Yi Soo, langsung menelpon Soo Hyun. Dia bertanya apa Soo Hyun sudah mendapatkan catatan panggilan telepon yang dia minta tadi? Hae Woo ga meminta semuanya, dia meminta hanya pada hari dimana Yi Hyun diculik. Soo Hyun menjawab kalau dia akan mengirimkannya pada Hae Woo, nomer-nomer yang tidak terdaftar di catatan panggilan itu. Soo Hyun juga berkata kalau sepertinya telepon temporer, jadi kemungkinan jika mereka menelpon maka pemilik telepon itu tidak akan mengangkatnya. Hae Woo hanya menjawab kalau dia sudah punya rencana.


Yi Soo ternyata menemui orang yang dulu disewa CEO Moon untuk memotretnya saat mencium Hae Woo. Yi Soo geram dan langsung mencengkram kerah baju si laki-laki itu. Memepetkannya ke dinding dan bertanya sebenarnya untuk siapa laki-laki itu bekerja? Laki-laki itu berkata, saat itu sekretaris Yi Soo juga memotret dan mengikuti Yi Soo. Yi Soo mengancam kalau laki-laki itu berbohong, maka dengan tangan kosongpun dia bisa membunuh laki-laki itu. Laki-laki itu menjawab kalau untk apa dia berbohong? Dia sungguh-sungguh.

Yi Soo langsung melepaskan laki-laki itu, dan laki-laki itu tidak menyia-nyiakan kesempatan sehingga langsung berlari. Sedang Yi Soo syok dnegan kenyataan yang baru diketahuinya ini. Ini membuatnya semakin tidak bisa mempercayai siapapun yang ada didekatnya. Semuanya hanya kedok.


Yi Soo yang sudah tahu itu, langsung ke apartemennya dan menatap seluruh ruangan itu. Dia yakin Young Hee menaruh alat penyadap di ruangannya ini, dan dia harus menemukannya. Yi Soo melihat tempat tidurnya, dan memeriksan disana. Dia juga memeriksa meja di samping tempat tidurnya, dan tidak mendapati apapun disana.


Yi Soo pun beralih ke rak-rak yang ada di kamarnya itu, memeriksanya satu persatu, dan masih tidak menemukan alat penyadap tersebut.


Masih terus mencari, Yi Soo pergi ke mejanya, dan memeriksan kembali di bawah meja itu, namun hasilnya pun sama, nihil.


Tanpa menyerah, Yi Soo beralih ke meja TVnya, dia melihat dibagian belakang TV, meraba-raba bagian itu, namun tidak menemukan apapun disana. Lalu saat Yi Soo beralih ke bawah meja TV, tangannya menyentuh sesuatu benda. Yi Soo pun mengambil benda yang tertempel di bawah meja TV nya.


Dia melihat benda itu dengan kesal, seolah ingin menghancurkannya. Tapi Yi Soo menahan keinginannya itu. Dia menjadi sedih dan merasa bodoh karena sudah dipecundangi oleh Yoshimura.
Kemudian Yi Soo memasang kembali alat penyadap itu ditempatnya semula, membiarkan saja agar Young Hee tetap mengira dia tidak mengetahui hal ini.


Langkah Yi Soo seketika gontai, dia terduduk lemas mengetahui kenyataan ini. Namun, matanya berubah tajam, mengingat saat hari dimana dia masuk ke kamar Yoshimura, dan mengingat apa yang Yoshimura katakan, bahwa dia dan Yoshimura mempunyai satu tujuan yaitu menghancurkan Sang Gook.


Young Hee masuk ke ruang kerja Kim Joon, dan mengingat kembali saat Yoshimura berkata di bar hotel tadi. Namun kemudian masuklah Dong Soo yang mengagetkan Young Hee. Dia membawa dua gelas minuman, satu tentu untukknya, dan satu untuk Young Hee. Young Hee berkata kalau CEO sedang tidak ada disini. Dong Soo menjawab, kalau dia kesini untuk bertemu sekretaris Jang. Lalu Dong Soo menyerahkan minuman yang dia bawa, dan Young Hee jelas mau menerimanya.

Young Hee bertanya apa Dong Soo sudah bertemu dengan Yi Hyun? Dong Soo menjawab kalau dia dengan Yi Hyun sedang sakit. Young Hee bertanya apakah parah sakitnya? Dong Soo berkata dia juga belum tahu secara pasti. Tapi nanti setelah pulang kerja dia akan mengunjungi Yi Hyun di rumahnya.
Young Hee bertanya apa Dong Soo terluka dengan apa yang dia katakan waktu itu?
Dong Soo berkata tidak, hubungan pria dan wanita memang kadang tidak berjalan sesuai dengan keinginan. Jadi wajar saja.
Tiba-tiba Dong Soo berkata kalau hidup ini benar-benar sulit kan? Young Hee hanya tersenyum lalu berjalan pergi meningglkan Dong Soo.

Dong Soo kemudian bergumam kalau hati seseorang adalah hal yang sulit ditebak, walaupun kita merasa kita mengetahuinya.


Hae Woo masuk ke ruangan kakeknya. Ruangan itu kosong,sehingga Hae Woo langsung menjalankan rencananya. Dia mengambil telepon kakeknya, dan memutar nomer itu. Nomer yang ternyata sering dihubungi kakeknya. Hae Woo melihat berkali-kali ke pintu berharap kakeknya tidak masuk.

Hae Woo menunggu panggilan itu dijawab. Dia yakin kalau Ahjussi pemilik toko buku itulah yang akan mengangkatnya. Saat sudah tersambung dan diangkat Byung Gi, Hae Woo langsung berkata halo. Dia berkata kalau ini adalah dirinya pada Ahjussi itu. Hae Woo mengajak Byung Gi untuk bertemu dan bicara dengannya. Byung Gi hanya diam. Byung Gi hanya bilang saja tempatnya dimana, maka dia akan datang menemui Byung gi sendirian. Hae Woo juga bilang kalau Byung Gi ga bisa sembunyi selamanya.
Byung Gi langsung mematikan telepon, membuat Hae Woo kecewa.


Ternyata diluar ruangan Sang Gook, Ny. Park terlihat menjaga agar saat Sang Gook datang, Hae Woo ga ketahuan. Dan benarlah, datang si Sang Gook, yang bertanya apa benar ada Hae Woo? Ny. Park membenarkan, dan saat Sang Gook akan masuk ke ruangannya, Ny. Park mencegah dengan bertanya apa Sang Gook ga menjenguk kepala jaksa lagi? Kalau iya, dia juga ingin ikut menjenguk. Sang Gook yang belum tahu apa yang terjadi, menjawab kalau saat ini dia hanya merasa menjadi pengganggu untuk kepala jaksa, jadi dia belum berniat menjenguk.

Sang Gook mulai akan melangkahkan dirinya lagi masuk ke ruangannya, dan Ny. Park lagi-lagi mencegah dengan bertanya apa kepala jaksa sudah bisa makan? Karena dia berencana juga akan membawa makanan untuk kepala jaksa. Sang Gook menjawab kalau untuk itu, lebih baik Ny. Park menghubungi istri kepala jaksa.
Kali ini Ny. Park ga bisa lagi menahan Sang Gook, tapi tepat saat Sang Gook akan masuk, Hae Woo keluar dan sedikit terkejut.
Sang Gook bertanya apa Hae Woo mendapatkan Buku yang Hae Woo cari? Hae Woo hanya menjawab singkat Ya.
Saat Hae Woo akan pergi, Sang Gook berkata kalau ada hal penting yang ingin dia bicarakan dengan Hae Woo.


Sebelum mengikuti kakeknya masuk, Hae Woo mengirim pesan pada Soo Hyun.


Soo Hyun berkata di telepon kalau dia menemukan mobil yang dikendarai Byung Gi. Soo Hyun juga bilang kalau dia ga merasa ini kampungnya Byung Gi, namun dia akan melihat-lihat disekitar sini dulu.
Setelah berakhir percakapan itu, mungkin dengan Yi Soo. Soo Hyun menerima pesan Hae Woo yang berisi agar Soo Hyun melacak lokasi nomer ponsel yang dia kirimkan ini, karena ini snagat mendesak.


Hae Woo yang sudah ada bersama kakeknya terkejut medapat foto saat dia dan Yi Soo berciuman. Sang Gook berkata kalau ada orang yang mengirimkan foto ini ke Media. Dengan liciknya Sang Gook berkata agar Hae Woo merasa bersalah dengan bilang kalau dia berfikir Hae Woo cukup merasa sakit hati dengan pengkhianatan ayah Hae Woo, tapi ga nyangka ternyata Hae Woo malah melakukan hal yang sama. Sang Gook juga bilang kalau dia sudah menahannya dari media untuk saat ini. Tetapi dia cemas, karena dia ga bisa memprediksikan apakah Kim Joon telah mengirimkan foto-foto ini ke tempat lain. Sang Gook sengaja bilang gini, biar Hae Woo mencurigai Yi Soo.

Hae Woo bertanya apa menurut kakeknya foto ini berasal dari Kim Joon?Sang Gook menjawab kesal siapa lagi memangnya yang bisa berbuat seperti ini?
Sang Gook langsung memegang tangan Hae Woo dan berakting dengan berkata agar Hae Woo ga terseret kedalam masalah ini. Hae Woo saat ini sedang diperalat oleh Kim Joon.
Hae Woo dengan berani menjawab kalau dia ga diperalat oleh siapapun. Dia hanya bertindak sesuai dengan kemauannya sendiri. Hae Woo menaruh foto itu, tanpa peduli pada kakeknya. Dan saat Hae Woo melangkah Snag Gook berkata paling tidak Hae Woo harus bisa memikirkan perasaan Joon Young. Mengingat Joon Young adalah orang yang paling lama berada di sisi Hae Woo, dan yang paling mempercayai Hae Woo.

Kali ini Hae Woo tanpa basa-basi langsung berkata pda kakeknya, kalau orang yang telah merampas ayah Joon Young dan membuatnya seperti sekarang adalah kakeknya. Hae Woo bahkan menekankan sekali kalimat itu. Membuat Sang Gook syok.
Sang Gook yang udah ketauan belangnya, masih berakting dengan bilang kalau dia benar-benar frustasi, karena bagaimana bisa Hae Woo menjadi begitu tersulut emosinya dengan sesuatu yang bahkan tidak diketahui kebenarannya.
Sang Gook mengucap kalau hatinya menjadi sakit sekali, dan Hae Woo dengan wajah sedih juga berkata kalau hatinya lebih sakit.
Setelah itu Hae Woo langusng keluar meninggalkan Sang Gook yang geram sekali karena Hae Woo tidak bsa mempercayainya. Ini jelas berbahaya.


Setelah sampai diluar, Ny.Park menanyakan ada apa sebenarnya pada Hae Woo, namun hae Woo hanya diam dan terus berjalan meninggalkan Ny. Park yang sangat ingin tahu.


Sementara itu Joon Young juga galau sekali mengingat Hae Woo yang keluar dari apartemen Kin Joon, yang dia tahu adalah Yi Soo. Dia memejamkan mata, mencoba melupakan semua kejadian malam itu.


Hae Woo menelpon suaminya, dan bertanya kapan Joon Young selesai kerja hari ini? Dia ingin bertemu Joon Young. Joon Young menjawab kalau dia akan ke ruamh sakit lagi nanti sepulang kerja. Hae Woo berkata kalau begitu dia juga akan ke rumah sakit.
Hae Woo berkata kalau ada yang ingin dia bicarakan dnegan Joon Young. Joon Young akhirnya mengalah dengan berkata kalau dia akan menjemput Hae Woo nanti sepulang dia kerja. Hae Woo menjawab kalau dia akan menunggu Joon Young.


Yi Soo bersama Yoshimura di Bar Hotel, dan Yoshimura bercerita kalau ayahnya satu kampung dulunya dengan Sang Gook. Ayahnya dan Sang Gook adalah teman dekat. Ayahnya juga adalah satu-satunya orang yang mengetahui wajah Cheon Young Bo. Yoshimura bilang kalau meskipun ayahnya berjanji akan menjaga rahasia Sang Gook. Tapi Sang Gook ga bisa mempercayai ayahnya. “Karena biasanya seseorang yang memiliki banyak rahasia, tidak mempercayai siapapun.”

Yi Soo yang sedari tadi mendengarkan bertanya, apa ayah Yoshimura adalah tuan Kim Yoon Shik, yang nama itu juga tercantum di dalam dokumen?
Yoshimura membenarkan. Diapun melanjutkan ceritanya kalau Cheon Young Bo, telah membunuh orang tuanya. Dia percaya kalau saat itu, ayahnya sudah curiga jika Cheon Young Bo akan menyulut kebakaran sebagai cara untuk membunuh ayahnya. Dia yakin itu karena ayahnya sudah menyembunyikan dokumen yang berisi catatan tentang Cheon Young Bo, di dalam sebuah jambangan yang dikubur dalam tanah. Yi Soo bertanya kenapa Yoshimura ga langsung mempublikasikannya saat itu juga? Yoshimura berkata menurut Yi Soo apa yang akan terjadi jika dia langsung membuka kedok Sang Gook, disaat Sang Gook dipercaya semua orang dan memiliki kekuasaan?

Yi Soo hanya diam dan bertanya kenapa Yoshimura memilihnya, dan bukan melakukan balas dendam itu sendiri? Yoshimura dengan pede menjawab kalau bukan dia yang memilih Yi Soo, tapi lebih tepatnya Yi Soo yang datang kepadanya. (Kok bisa? Kayaknya Yoshimura ini ga ngaku, kalau dia juga memperalat Yi Soo untuk dendamnya sendiri, jadi seolah-olah itu dendam Yi Soo, padahal dia juga menikmati.-_-)

Yoshimura berkata, kalau melihat Yi Soo seperi melihat tiruan akan dirinya sendiri. Dia tahu Yi Soo salah paham padanya, tapi yang ingin dia lakukan hanyalah membantu Yi Soo, karena dia bisa mengerti dengan baik apa yang Yi Soo rasakan.(Ciyuusss?)
Yi Soo berkata kalau Yoshimura memberitahunya lebih dulu, mungkin dia ga akan salah paham seperti ini pada Yoshimura. Yoshimura berdalih itu karena dia menghormati metode yang Yi Soo gunakan. Itu artinya dia memiliki kepercayaan yang besar pada Yi Soo. Yi Soo menjawab kalau dia sangat bersyukur jika Yoshimura percaya padanya.
Yoshimura bertanya ap yang akan Yi Soo lakukan sekarang, karena identitas Yi Soo sudah terungkap, dan itu berari posisi Yi Soo sangat merugikan.
Yi Soo tersenyum sinis dan menjawab kalau Sang Gook juga sama. Identitas Sang Gook juga sudah mulai terungkap, dan itu tentu merugikan untuk Sang Gook.


Eui Sun masih memegang flashdisk yang di berikan Yoshimura padanya, yang berisi catatan tentang Cheon Young Bo. Dan dia tahu itu adalah ayahnya.
Tiba-tiba Yi Soo menelpon Eui Sun. Eui Sun yang ga tahu itu Kim Joon, bertanya ini siapa? Yi Soo menjawab ini Kim Joon. Eui Sun bertanya apa yang Kim Joon inginkan? Kim Joon menjawab kalau dia menelpon karena dia mendengar Eui Sun sudah mendiskusikan bisnis dengan Yoshimura.
Eui Sun yang ga suka dengan Kim Joon menjawab kalau untuk urusan itu biar dia yang berhubungan langsung dengan Yoshimura, jadi Kim Joon ga perlu ikut campur.
Kim Joon menjawab kalau otoritas untuk bisnis sudah diserahkan Yoshimura padanya. Eui Sun masih ngotot kalau dia sendiri yang akan menghubungi Yoshimura. Apalagi mereka bukan dari kelas yang sama, maka dia ga ingin berhubungan dengan Kim Joon. Kim Joon tersenyum sangat manis(LOL), dan menjawab sinis kalau dia senang mendengarnya. Sebenarnya dia menelpon karena Yoshimura yang memintanya, tapi karena dia paham bahwa otoritas hotel Gaya kan ada pada Chairman Jo bukan Eui Sun.

Eui Sun kesal dan bertanya siapa yang mengatakan sampah seperti itu? Kim Joon dengan tenang menjawab kalau semua pelaku bisnis juga sudah tahu, dan itu kan sudah jadi rahasia umum. Jadi kenapa Eui Sun heran? Eui Sun semakin geram mendengarnya dan bertanya lalu apa maksud Kim Joon, akan sia-sia saja berdiskusi dengannya?

Kim Joon dengan enteng berkata bukannya tadi Eui Sun sendiri yang bilang kalau ga mau berdiskusi dengannya, karena mereka berasal dari kelas yang berbeda. Eui Sun bertambah kesal, karena Kim Joon membalikkan kata-katanya, dan saat akan membalas, Yi Soo langsung berkata kalau dia akan berpura-pura kalau percakapan ini ga terjadi, dan Yi Soo langsung menutup teleponnya.
Setelah percakapan usai, Eui Sun yang awalnya kesal, tiba-tiba seolah mendapat ide yang cemerlang.


Hae Woo yang sampai di kantor bertanya pada rekannya apa Soo Hyun menelpon? Rekan Hae Woo menjawab tidak. Saat Hae Woo akan masuk ke ruangannya, rekan Hae Woo berkata kalau apakah Hae Woo sudah tahu, kalau Hae Woo dipindah tugaskan ke Balai kota Jeju? Hae Woo membenarkan. Rekannya berkata kalau waktunya hanya sebulan untuk Hae Woo pindah, maka apa yang akan Hae Woo lakukan? Hae Woo dengan senyum menjawab, kalau masih sebulan penuh kan waktunya, maka dia akan melakukan apa yang harusnya dia lakukan.

Saat akan masuk ke ruangannya, Soo Hyun menelpon dan mengabarkan kalau dia sudah dapat tempatnya, tapi jikapun Hae Woo datang ke tempat ini, maka Hae Woo ga akan menemukan si Byung Gi disini.
Hae Woo seperti biasa tetap ingin kesana mengeceknya.


Yi Soo yang juga ditelepon Soo Hyun langsung kaget kalau Hae Woo akan pergi mencari Byung Gi sendirian. Yi Soo bertanya dimana tempatnya?Soo Hyun berkata kalau Yi Soo ga perlu khawatir, karena dia akan menemani Hae Woo. Tetapi karena jalannya jauh maka Hae Woo lah yang pergi duluan.
Ternyata Byung Gi mengintip di balik pohon apa yang sedang dilakukan Soo Hyun.


Yi Soo langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa menyusul Hae Woo. Dia teringat kata-kata Sang Gook yang bilang kalau Hae Woo bukanlah kelemahan Sang Gook, dan Yi Soo takut kalau Sang Gook tega untuk menghabisi Hae Woo. Membayangkannya saja Yi Soo ga berani.


Hae Woo sudah sampai di tempat itu. Dan memang benar tidak ditemukan Byung Gi disana. Hae Woo terus melangkah untuk menuntaskan perasaannya. Saat itulah Yi Soo muncul sambil berlari-lari dan Hae Woo tentu kaget. Bagaimana bisa Yi Soo tahu dia disini? Yi Soo lega melihat Hae Woo baik-baik saja. Diapun mendekati Hae Woo. Yi Soo langsung berkata kenapa Hae Woo begitu ceroboh? Kalau Hae Woo ketemu Byung Gi, emang apa yang akan Hae Woo lakukan? Yi Soo berkata agar Hae Woo jangan pernah lagi melakukan tindakan seperti ini sendirian. Byung Gi itu adalah pembunuh, dan lebih menakutkan daripda yang Hae Woo kira.

Saat akan berbalik pergi, Hae Woo berkata mengenai foto itu. Orang yang telah mengirimkan foto itu, dia yakin itu bukan Yi Soo. Apa alasan Yi Soo ga mau memberikan dokumen itu padany adalah karena foto itu? Apakah kakeknya mengancam Yi Soo? Hae Woo berkata kalau dia memang ga tahu apa yang kakeknya katakan, tapi dia bisa menyelesaikan ini. Cukup percaya saja padanya.

Yi Soo mengingat kembali kata-kata Sang Gook, bahwa Hae Woo bahkan rela memilih jalan kehancurannya sendiri demi dirinya. Yi Soo sedih sebenarnya. Lalu Hae Woo berkata kalau Yi Soo ga perlu mengkhawatirkan dirinya.
Yi Soo menjawab bukankah dia juga sudah bilang, kalau dia ga percaya siapapun.


Yi Soo yang mulai melangkah, langsung dicegah Hae Woo dengan menarik lengannya. Yi Soo berpaling melihat Hae Woo yang berkata kalau semua bermula melalui dokumen itu. Tapi tanpa membiarkan Hae Woo melanjutkan kalimatnya, Yi Soo langsung memeluk Hae Woo. (Kirain mencium hihihi..*puasa Ay..puasa..*)

Hae Woo hanya terdiam di pelukan Yi Soo. Yi Soo berkata “Satu-satunya orang yang harus menyelesaikan rencanaku adalah kau. Itu sebabnya kau..jangan terluka atau menghilang. Jaga dirimu.”

Hae Woo maish bertanya apa yang terjadi? Yi Soo melepaskan pelukannya, dan masih memegang bahu Hae Woo, dia berkata jangan memaafkan dia. Hae Woo bertanya, kalau pasti sesuatu sedang terjadi kan? Yi Soo ga menjawab dan langsung pergi, membiarkan Hae Woo yang terus memanggilnya.


Soo Hyun datang disaat Hae Woo sedang mencari Yi Soo yang tadi meninggalkannya. Soo Hyun meminta maaf karena terlmbat. Hae Woo menjawab ga masalah, sambil matanya terus mencari keberadaan Yi Soo. Soo Hyun pun bertanya apa Hae Woo sedang mencari seseorang karena Hae Woo celingukan terus daritadi? Hae Woo menjawab ga kok.


Sang Gook sedang berbicara di telepon dengan Byung Gi berkata pria itu entah siapapun dia sekarang, Yi Soo atau bukan, apakah Byung Gi sudha menemukan sesuatu tentang pria itu?
Byung Gi pun mengabarkan informasi menarik yang membuat Sang Gook berkata kalau ini berita mengejutkan. Sang Gook pun terkekeh dan lagi-lagi berkata kalau ini sangat mengejutkan.


Bersambung ke part 2

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar