Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 18 part 2


Di Part 1 Hae Woo menunggu ayah mertuanya, dan berkata agar ayah mertuanya segera sehat, tetap bertahan karena dia yakin ayah mertuanya orang yang kuat. Hae Woo juga bilang kalau dia sudah menerima pesan foto yang Ayah mertua tinggalkan untuknya, dan dia paham pesan itu. Dia berterima kasih pada ayah mertuanya.

Part 2

Joon Young masuk ke kamar rawat ayahnya dan melihat Hae Woo ada disana. Pandangan mata Joon Young terlihat sangat kesal pada Hae Woo. Walau tadi dia memang membela istrinya, tapi hati Joon Young sangat sakit saat ini.

Hae Woo yang tahu ada suaminya bertanya kapan Joon Young datang.? Joon Young hanya melengos saja. Joon Young langsung bertanya kenapa Hae Woo ada disini dan bukannya pulang? Hae Woo menjawab kalau dia merasa khawatir pada ayah mertua, dan dia juga mengkhawatirkan Joon Young. Joon Young dengan sangat tidak ramah berkata khawatir pada ayahnya? Joon Young menyuruh Hae Woo pulang. Hae Woo memegang lengan suaminya dan berkata ayo mereka bicara, namun Joon Young menepis itu dan berkata sambil lalu kalau ga ada yang perlu mereka bicarakan. Hae Woo jelas terkejut mendapat sambutan dingin dari Joon Young.




Hae Woo keluar dari ruang ayah mertuanya dengan perasaan galau sekali, dia berharap Joon Young belum melihat foto ciumannya bersama Yi Soo.


Soo Hyun terlihat sedang menelpon seorang detektif bernama Lee, Soo Hyun berkata apa detektif Lee sudah mendapatkan apa yang dia minta? Dia meminta agar detektif Lee meeriksa latar belakang Han Young Man, dan kirimkan itu melalui emailnya.


Yi Hyun sedang melihat bintang melalui teleskopnya. Dia kemudian teringat akan Soo Hyun yang berkata kalau Soo Hyun juga menyukainya, Yi Hyun tersenyum karena itu. Tersenyum malu mengingat kejadian itu.


Tiba-tiba hidung Yi Hyun mengeluarkan darah lagi. Yi Hyun langsung mengambil tisu dan membersihkan darah di hidungnya. Dia sedikit heran, kenapa dia mimisan lagi?


Yi Soo diapartemennya, sedang terlelap diatas Sofa. Yi Soo bermimpi tentang ayahnya. Bermimpi saat-saat dimana dia terakhir bersama ayahnya, dan saat dia mendapati ayahnya tergeletak dijalan tak bernyawa. Mimpi itu bercampur dengan Sang Gook, dan juga Hae Woo. Juga saat dimana kecelakaan maut itu menimpanya.

Mimpi Yi Soo bergulir dimana tadi Soo Hyun bertanya mengapa Byung Gi menggunakan metode yang beda saat membunuh ayahnya? Yi Soo benar-benar gelisah dengan mimpi itu, sampai akhirnya dia membuka mata.


Yi Soo yang sudah terjaga melihat ada amplop putih di dekat pintu apartemennya. Yi Soo mengambilnya dan menjadi sangat pensaran sekali, dia menuju pintu dan melihat siapa yang menyelipkan ini masuk ke dalam kamarnya. Ternyata saat membuka pintu Yi Soo melihat Hae Woo.


Yi Soo mendekati Hae Woo dan memegang lengannya. Hae Woo yang sepertinya sedang mabuk berkata kalau Yi Soo bener-bener sialan. Tiba-tiba tubuh Hae Woo limbung, dan Yi Soo langsung menangkapnya.


Yi Soo pun langsung menggendong Hae Woo dan menidurkan di atas tempat tidurnya.
(Nah Lo itu Hae Woo kurang kerjaan juga pake mabuk terus ke tempat Yi Soo..modus banget lo..-_-)
Yi Soo bahkan melepas sepatu Hae Woo, agar Hae Woo bisa merasa nyaman. Dia juga membenarkan pakaian Hae Woo yang sedikit terbuka di bagian atasnya.

Tak hanya itu Yi Soo juga membenarkan letak bantal di kepala Hae Woo agar Hae Woo bisa nyenyak dengan tidurnya malam ini. Entah efek mabuk atau efek mimpi, Hae Woo menggenggam tangan Yi Soo, seolah ga ingin Yi Soo jauh darinya. Mungkinkah Hae Woo merasa itu suaminya?
Dan malam itu Yi Soo seranjang berdua dengan Hae Woo.


Dia memandang Hae Woo yang sedang terlelap dengan tangan Yi Soo berada sebagai alasnya. Tiba-tiba Hae Woo mendekatkan tubuhnya kearah Yi Soo, semakin dekat, dan terus mendekat. (Ampun..saya yang ngiri jadinya..-_-)
Yi Soopun yang sudah tidak mampu menahan perasaannya, memeluk tubuh Hae Woo dnegan erat. Diapun mencoba terpejam menikmati sensasi yang memang dia inginkan. Yi Soo tersenyum karenanya.


Tiba-tiba Hae Woo tersadar dan sangat terkejut mendapati dia dalam pelukan Yi Soo. Dia yang awalnya terbangun, membaringkan kembali kepalanya di tangan Yi Soo, dan menatap Yi Soo yang sedang terpejam. Hae Woo menyentuh rambut Yi Soo, dan membelainya dengan lembut. (Pengen ngelempar Joon Young deh ke mukanya Hae Woo..hihihi)


Pagi harinya, Yi Soo sudah sendiri tanpa Hae Woo disampingnya. Mungkin baru kali ini Yi Soo tidur tanpa rasa takut atau khawatir. Saat Yi Soo membuka matanya, dia terkejut dan langsung bangun. Dia melihat ke sekeliling dan mendapati kamarnya kosong. Tiba-tiba Yi Soo melihat amplop putih itu, dan langsung mengambilnya untuk melihat isinya.


Yi Soo membuka kertas itu, dan terdapat data seorang polisi yang ternyata itu adalah Han Young Man, ayah Yi Soo. (Pasti Soo Hyun yang ngirim)
Yi Soo terkejut membaca data itu. Ternyata ayahnya adalah anggota polisi di Gyeonggi-geonpo, dan pernah menjadi karyawan Hotel Gaya.


Hae Woo pulang dengan lesu ke rumahnya, dan Ny. Park langsung menyambut Hae Woo. Ny. Park berkata kalau Joon Young pulang saat subuh, bagaimana ini bisa terjadi? (Hae Woo dan Joon Young yang terlihat sedang tidak akur)
Hae Woo hanya bilang maafkan aku.

Saat Hae Woo akan melangkah ke kamarnya, Ny. Park menyentuh lembut pundak Hae Woo, membuat Hae Woo menoleh menatap Ny. Park. Ny. Park berkata kalau dia sudah bilang pada Joon Young kalau Hae Woo lembur semalaman. Hae Woo hanya tersenyum dan berkata ya.
Lalu dia kembali melangkahkan kaki keatas menuju kamarnya.


Eui Sun yang melihat putrinya langsung bertanya apa Hae Woo baru pulang, Hae Woo menjawab singkat Ya. Eui Sun pun mendekati Ny.Park, dan bertanya darimana Hae Woo semalam? Ny.Park menjawab kalau Hae Woo lembur dikantornya semalam. Eui Sun berguman, kalau Hae Woo seperti sedang menyelamatkan Negara saja. Eui Sun kemudian bertanya dimana ayahnya? Ny. Park menjawab ayah Eui Sun sedang dikebun.


Joon Young yang sudah ada diruang santainya dengan Hae Woo, dan melihat Hae Woo yang masuk. Joon Young bertanya kalau dia dengar Hae Woo lembur semalam? Pasti Hae Woo lelah, jadi mandi dan segera istirahat. Setelah itu Joon Young pergi.
Tiba-tiba Hae Woo berkata kalau semalam dia ga lembur. Pernyataan itu membuat langkah Joon Young terhenti.

Hae Woo berkata kalau dia bingung bagaimana harus mengatakan ini pada Joon Young. Joon Young yang tanpa menoleh sedikitpun pada Hae Woo berkata dengan kesal, bagaimana Hae Woo bisa begitu kejam? “Tidak bisakah kau lihat, betapa aku berusaha bertahan mengatasi masalah ini? Aku berusaha melewati masalah ini, menganggapnya seolah tidak ada yang sedang terjadi. Dan ini bukanlah apa-apa. Apa kau bisa melakukan yang sama sepertinya? Kau semestinya bisa melakukan yang sama.”

Joon Young langsung pergi dan Hae Woo merasa sangat sedih, tahu kalau suaminya sangat kecewa padanya.
Joon Young masuk ke kamarnya dan juga terlihat sedih dengan apa yang terjadi dengan dia dan istrinya.


Yi Soo yang sudah rapi dengan pakaiannya mendapat telepon, dan tertulis di layar kalau yang menelpon adalah sekretaris Kim. (Woo…sekretarisnya Joon Young..ada apakah ini?)
Yi Soo tentu langsung menerima panggilan itu. Sekretaris Kim berkata kalau dia mendapat kabar Chairman Jo akan mendelegasikan semua kekayaannya kepada Joon Young.
Yi Soo berterima kasih atas info itu,dan langsung menutup teleponnya.’


Yi Soo langsung menelpon Soo Hyun dan bertanya Soo Hyun ada dimana? Soo Hyun menjawab kalau dia sedang mengambil mobil sewaan, karena ada masalah dengan mobilnya. Ada apa memangnya?
Yi Soo berkata agar Soo Hyun mencari tahu nama dan segala detail tentang polisi yang bekerja dibawah Cho Byung Gi ditahun 1980.
Soo Hyun tersenyum dan bertanya untuk apa?
Yi Soo hanya menjawab kalau itu adalah sesuatu yang sedang dia cari tahu, jadi dia berharap Soo Hyun mau membantunya.


Soo Hyun yang sedah memilih-milih mobil ditanya oleh karyawan tempat sewa mobil itu apa Soo Hyun sudah memutuskan mau mengambil mobil yang mana?
Soo Hyun bertanya bukankah kendaraan sewa punya nomer plat Heu?
Karyawan rental mobil itu menjawab kalau sejak bulan maret kendaraan yang disewa memiliki pilihan plat seperti Ha dan Ho. Soo Hyun kemudian berkata kalau dia pilih yang ini. (Tampaknya ada sesuatu yang akan direncanakan Soo Hyun dengan menyewa mobil)


Dong Soo masuk dengan mengendap-endap ke ruang CEO nya. Dia bergumam kalau hatinya berdebar sangat keras saat ini. Dong Soo mengingat kembali saat Young Hee berkata akan menaruh alat penyadap di kantor Kim Joon.
Dong Soo kemudian menyemangati dirinya, kalau dia melakukan ini untuk kebahagian semua orang.

Segera Dong Soo bergerak mencari dimana alat penyadap itu, dia membuka-buka sofa, dan melihat bagian dalamnya, dan ternyata nihil.
Dong Soo beralih ke tempat lain, yaitu di bawah meja. Dia memeriksa tempat itu, dan ternyata juga kosong.


Saat sedang asik itu, Young Hee masuk dan memanggil nama Dong Soo. Dong Soo yang sedang ada dibawah meja jadi kaget dan terbentur kepalanya saat akan keluar. Dong Soo memegang kepalanya yang sakit karena kejedot, dan Young Hee bertanya apa yang sedang Dong Soo lakukan? Dong Soo salah tingkah dan bilang kalau dia ga mencari apa-apa. Young Hee meminta Dong Soo untuk jujur.
Dong Soo akhirnya berkata kalau Young Hee harusnya ga begitu. Dia memang ga tahu apa kelemahan Young Hee yang diketahui Yoshimura, tapi Young Hee ga seharusnya melakukan hal itu, bahkan jika Young Hee diancam akan dibunuh. (Keren deh Dong Soo)

Young Hee bertanya heran apa yang sedang Dong Soo bicarakan? Dong Soo tidak menjelaskan dan hanya bilang kalau CEO itu hanya orang yang sangat kesepian. Tidak punya teman, saudara, dan bahkan pacarnya hanya kaum minoritas(Gay), jadi tentu Kim Joon menjalani cintanya dengan tidak mudah, makanya Kim Joon merasa kesepian.
Young Hee semakin heran.

Dong Soo pun kembali berkata kalau sepertinya itu tidak cukup, bahkan Kim Joon hanya mempercayai dia dan Young Hee, jadi kenapa Young Hee seperti itu pada Kim Joon? Bukan orang lain, tapi sekretaris CEO nya sendiri yang menusuk dari belakang. Young Hee sangat terkejut. Dong Soo kembali bilang kalau itu adalah induk dari semua jenis pengkhianatan, apa Young Hee ga tahu?
Dia masih ga habis pikir, kenapa orang sebaik dan seramah Young Hee tega akan menyadap kantor Kim Joon.
Dia berjanji akan menyembunyikan rahasia itu sampai kapanpun tapi itu adalah perbuatan yang tidak benar. Mengertikah Young Hee?

Young Hee hanya diam, merasa memang kalimat Dong Soo itu benar. Dia sudah mengkhianati Kim Joon. Kembali Dong Soo dengan berapi-api bilang, ga peduli seberapa tingginya posisi Yoshimura dalam struktur perusahaan, seharusnya Young Hee tetap bisa dengan tegas menolak melakukan hal yang seharusnya tidak Young Hee lakukan. Paling hal terburuk yang akan terjadi adalah dipecat. Sebelum pergi, Dong Soo berkata kalau dia sangat kecewa pada Young Hee.


Dong Soo yang sudah diluar kantor Kim Joon, merasa menyesal saat berkata kecewa pada Young Hee, seharusnya dia tidak mengatakan bagian kecewa itu tadi.


Sementara Young Hee masih terdiam di kantor Yi Soo, dan meresapi semua yang Dong Soo katakan. Semua itu benar. Dia pengkhianat. Yi Soo tidak bersalah dalam hal ini, CEOnya itu hanya merasa kesepian, tapi dia bahkan menusuk CEOnya itu dari belakang. Young Hee sedih dan menyesal dengan yang dia lakukan.


Eui Sun ada bersama Kim Joon pagi ini. Eui Sun berkata kalau awalnya Kim Joon kan ga peduli padanya, jadi kenapa pagi ini Kim Joon datang menemuinya? Kim Joon menjawab Memang dia ada rencana bisnis Hotel, dan dia merasa Gaya adalah rekan yang baik jika bisa bekerja sama nantinya.

Eui Sun bertanya kenapa Kim Joon tiba-tiba berubah pikiran? Kim Joon menjab kalau Chairman Yoshimura sangat percaya pada Eui Sun. Jadi dia merasa salah menilai Eui Sun selama ini. Eui Sun mulai menyombongkan dirinya. Dia berkata kalau sekarang dia sedikit sulit untuk memutuskannya. Tapi dia berjanji akan memikirkannya, dan akan menghubungi Kim Joon. (Jual mahalll..)


Saat Yi Soo sudah berdiri dan berbalik pergi,dia tiba-tiba tersenyum dan menoleh lagi pada Eui Sun sambil berkata kalau dia dengar Chairman Jo sedang mempersiapkan mendonasikan seluruh kekayaannya pada masyarakat, dengan membuat yayasan. Apakah berita itu benar? Eui Sun kaget tentu saja, dia bertanya siapa yang mengatakan berita itu?
Kim Joon dengan santai bilang kalau dia hanya dengar desas-desus saja, tapi bila itu memang benar, maka pasti sulit bagi Eui Sun untuk mendapatkan dana.
Eui Sun menjawab kalau itu ga akan terjadi.
Kim Joon lagi-lagi tersenyum dan berkata kalau Eui Sun mengalami kesulitan masalah dana, Eui Sun bisa menghubunginya kapan saja, karena dia akan membantu Eui Sun.
Eui Sun masih sedikit syok menjawab kalau dia masih punya kekuasaan untuk mengurus dirinya sendiri.


Eui Sun langsung menemui ayahnya. Eui Sun bertanya apa benar ayahnya mendonasikan seluruh kekayaan untuk membuat yayasan? Sang Gook bertanya siapa yang bilang begitu?
Eui Sun masih dengan emosinya meminta agar ayahnya mengatakan saja apakah itu benar atau tidak? Sang Gook menjawab kalau itu benar. Eui Sun yang awalnya emang udah ngamuk, semakin marah dengan bilang atas ijin siapa ayahnya melakukan itu?
Sang Gook menjawab kalau dia melakukan itu untuk Eui Sun.

Eui Sun yang sedang emosi meminta ayahnya berkata sesuatu yang masuk akal saja. Ayahnya harus memberikan posisi Chairman padanya.
Apakah ayahnya pikir dia ga tahu apa yang sedang ayahnya rencanakan? Bukannya membuat dia jadi seorang Chairman, tapi ayahnya berniat membuat dia menjadi seorang pengelola yayasan kan? Sehingga bisa hidup sebagai seorang pahlawan. Begitu kan?
Sang Gook geram dan membentak anaknya. Dia menyuruh Eui Sun tutup mulut.

Eui Sun sudah ga takut lagi pada ayahnya dan berkata kalau ayahnya terus seperti ini, maka dia juga sudah punya rencana. Akan dia katakan pada seluruh dunia tentang siapa ayahnya sebenarnya. Sang Gook sangat marah mendengar hal itu, nafasnya naik turun melihat Eui Sun. Dia berkata lakukan sesuka hati Eui Sun saja.

Eui Sun kaget, dan bertanya apa ayahnya berfikir dia ga mampu melakukan itu? Sang Gook menjawab kalau Eui Sun memang ga akan mampu melakukannya. Eui Sun bilang kalau dia sanggup untuk itu.
Sang Gook berkata kalau Eui Sun tetap ga akan mampu melakukannya. Dia adalah orang yang selalu membantu Eui Sun sampai saat ini. Maka jika dia jatuh, Eui Sun juga akan terjebak disudut.
Eui Sun berkata kalau dia akan tetap melakukannya.
Sang Gook dengan tegas bilang kalau Eui Sun dan bahkan Hae Woo ingin menjadi anak dan cucu dari seorang gadungan, maka lakukan saja.


Eui Sun sangat kesal, sampai melempar jasnya ke meja kerja. Dia mondar-mandir di kantornya, dan saat Sekretaris Kim masuk, Eui Sun langsung menarik sekretaris Kim dan bertanya sekretaris Kim tahu kan rekening bangunan yang di Jepang dan Amerika? Sekretaris Kim membenarkan. Eui Sun berkata itu juga termasuk dana yang akan digunakan untuk Merjer dengan Grand Bleu dulu kan?
Eui Sun meminta Sekretaris Kim untuk mencari tahu.
Jika sekretaris Yoo dengar hal ini, maka sekretaris Yoo akan segera memberitahu Chairman, makanya dia minta tolong sekretaris Kim. Sekretaris Kim pun menyanggupinya.


Setelah keluar dari ruangan Eui Sun, sekretaris Kim langsung menelpon Yi Soo dan mengabarkan kalau semua berjalan sesuai rencana. Yi Soo menjawab baiklah.


Saat ini Yi Soo sedang ada di suatu tempat, dia melongok melihat kedalam. Dan saat itu ada seorang Ahjussi yang bertanya siapa itu? Yi Soo pun menoleh melihat pada Ahjussi itu. Yi Soo bertanya apa benar Ahjussi ini bernama Prof Do Jin Gook? Ahjussi itu membenarkan. Prof Do bertanya siapa ini?
Yi Soo menjawab kalau namanya Shin Hyuk.


Yi Soo dan Prof Do pindah ke sebuah tempat untuk bisa bicara lebih nyaman. Yi Soo bertanya apa benar di tahun 1980 Prof Do bekerja dengan Choi Byung Gi di departemen yang sama di kepolisian? Prof Do membenarkan dan bertanya kenapa? Yi Soo berkata kalau ini mungkin sedikit lancang, tetapi pada saat pemberontakan Gwangjoo apakh Prof Do ….
Kalimat Yi Soo terputus karena Prof Do langsung bertanya sebenarnya apa yang ingin Shin Hyuk ingin ketahui?

Yi Soo kemudian tanpa basa-basi bertanya apa Prof Do mengenal Han Young Man? Young Man bekerja di departemen yang berbeda dengan Choi Byung Gi tapi juga dari kepolisian. Dan juga merupakan pasukan polisi pertahanan yang sama dengan Byung Gi.

Prof Do menjawab kalau dia tidak ingat nama itu. Yi Soo kemudian langsung mengeluarkan foto yang dia temukan di toko buku bekas itu, dan menunjukkannya pada Prof Do. Prof Do melihat dengan cermat, pria yang disebut Han Young Man itu.
Dia tertawa dan berkata jadi ini yang bernama Han Young Man.

Yi Soo bertanya apa Prof Do sudah mengingat pria itu? Prof Do menjawab kalau Young Man mengalami masa yang sulit di Gwangjoo. Saat itu kepala polisinya Byung Gi. Saat Young Man berkata ingin keluar, Byung Gi menegurnya dengan keras. Meskipun awalnya Young Man seperti itu, tapi Young Man kemudian menjadi orang yang berbeda. Yi Soo terkejut dan bertanya apa maksudnya berbeda?

Prof Do menjawab kalau awalnya Young Man adlah orang yang sangat santun, tapi dia berubah menjadi jahat. Yi Soo bertanya apa Prof Do tahu yang terjadi dengan Young Man? Prof Do menjawab tidak.
Yi Soo berkata kalau terakhir Young Man pensiun di tahun 1980. Prof Do menjawab kalau itu tahun 1980, maka itu tahun yang sama dengan Byung Gi pensiun.
Prof Do berkata kalau mungkin Han Young Man dan Choi Byung Gi sama-sama pergi ke Namyeongdong.
Yi Soo kaget dan terkejut dia hanya berkata kalau itu tidak mungkin. Setelah itu Yi Soo pergi dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada Prof Do.


Joon Young yang ada di kantornya, mendapatkan kabar dari sekretarisnya kalau ada artikel mengenai yayasan. Joon Young kaget, dan sekretaris Kim berkata kalau dia ga tahu apa yang sedang terjadi. Joon Young bilang kalau ga banyak yang tahu masalah ini, jadi bagaimana bisa? Sekretaris Kim menjawab kalau dia sudah berusaha menutup mulut semua orang. Joon Young meminta agar sekretaris Kim mencari tahu darimana sumber bocornya berita ini?


Soo Hyun terlihat sedang berbicara di telepon dengan Yi Soo, dia berkata kalau dia sedang ada bersama Jaksa Jo, dan ga tahu alasan apa Hae Woo mengajaknya kesini. Soo Hyun bertanya Yi Soo sedang apa? Yi Soo menjawab kalau dia harus menemui seseorang. Dia berpesan agar Soo Hyun kembali dengan selamat.


Hae Woo sedang bersama aseorang ahjumma, Ahjumma itu bercerita kalau orang itu sudah lama meninggal. Apa hubungan Hae Woo dengan orang itu? Hae Woo menjawab kalau dia adalah cucu orang itu.

Ahjumma itu menggeleng tidak percaya dan berkata kalau orang itu berkata ga punya anak, jadi bagaimana bisa punya cucu? Hae Woo bertanya apa neneknya, Yang Sun Ok, hidup sendirian selama hidupnya?
Ahjumma itu menjawab saat nenek Hae Woo tua, ada seseorang yang dia anggap sebagai anaknya sendiri. Orang itulah yang mengatur pemakaman dan segala seuatu tentang nenek Hae Woo.
Dengan hati-hati Hae Woo bertanya, dimana dia bisa bertemu dengan orang baik itu?


Hae Woo beralih lagi ke suatu tempat, dengan tetap ditemani Soo Hyun. Lalu keluarlah seorang pria yang bertanya apa Hae Woo mencarinya? Hae Woo bertanya apa benar laki-laki ini bernama Kim Chul Soo? Laki-laki itu mengangguk.
Hae Woo berkata kalau dia kemari ingin bertanya tentang nenek Yang Sun Ok pada Chul Soo.


Hae Woo dan Chul Soo pindah tempat, dan bicara hanya berdua saja.
Chul Soo bilang kalau awalnya nenek Yang bilang ga punya anak. Tapi beberapa hari sbeelum meninggal nenek Yang bercerita kalau punya seorang anak laki-laki. Hae Woo bertanya apa nenek Yang ga bilang kenapa Nenek Yang ga mencari anaknya? Chul Soo menjawab kalau saat itu nenek Yang berkata kalau inilah yang terbaik untuk anaknya.
Hae Woo bertanya apa Chul Soo masih punya barang peninggalan nenek Yang?

Chul Soo menjawab kalau harta benda nenek Yang hanya sebanyak tas untuk bepergian saja. Nenek Yang menjalani kehidupan yang sangat sepi.
Chul Soo berkata kalau Hae Woo memberikan alamat Hae Woo, maka dia akan mengirimkan barang nenek Yang itu. Hae Woo mengangguk senang.
Chul Soo memberikan sesuatu pada Hae Woo, yang ternyata foto Nenek Yang. Nenek asli Hae Woo. Hae Woo memandang foto itu. Chul Soo berkata kalau itu adalah foto yang digunakan saat pemakaman nenek Yang, Hae Woo bisa mengambilnya jika mau.


Setelah selesai, Hae Woo dan Soo Hyun keluar dari tempat itu. (Baju yang Hae Woo pakai, yang dibeliin Joon Young kan?baguuss..^^)
Soo Hyun bertanya apa Hae Woo baik-baik saja? Hae Woo menjawab kalau mereka masih punya harapan. Soo Hyun menjawab apa maksudnya? Hae Woo menoleh dan tersenyum pada Soo Hyun sambil berkata kalau mereka harus bergegas jika ingin segera sampai di Seoul.


Joon Young sedang dirumah sakit menunggu ayahnya, namun tiba-tiba Joon Young mengambil jasnya dan terlihat akan pergi. Joon Young berkata pada ayahnya kalau dia akan segera kembali. Hyun Shik hanya memandang tanpa bisa menjawab kalau dia ingin ada Joon Young disini, dan jangan meninggalkannya. Dia tidak mampu berkata-kata. Hanya matanya saja yang memancarkan ketakutan. Joon Young berkata kalau ibu akan segera datang.
Hyun Shik seolah ingin berkata sesuatu, dan Joon Young tahu isyarat ayahnya sehingga Joon Young bertanya apa ayahnya ingin mengatakan sesuatu padanya? Hyun Shik memejamkan mata tanda iya.

Joon Young kaget dan bertanya apa ini tentang penjahat itu? Lagi-lagi Hyun Shik memejamkan matanya tanda itu benar. Joon Young semakin kaget, dia tidak jadi pergi dan langsung duduk disamping ayahnya.
Dia meminta agar ayahnya menjawab pertanyaannya dengan mengedip seperti tadi jika benar, tapi jika tidak maka ayahnya diam saja. Ayahnya mengerti dan mengedipkan mata tanda setuju.

Joon Young bertanya apa ayahnya tahu tentang Kim Joon yang merupakan CEO hotel Giant? Hyun Shik hanya diam. Joon Young berkata kalau Kim Joon adalah Han Yi Soo. Joon Young bertanya apa menurut ayahnya Yi Soo yang merencanakan semua ini? Hyun Shik tetap diam, menandakan kalau bukan seperti itu.

Joon Young bingung tentu saja, dan kembali bertanya apa ayahnya tahu siapa pelakunya? Hyun Shik mengedipkan matanya membenarkan. Joon Young tanya lagi, apa ayahnya tahu nama pelaku itu? Hyun Shik membenarkan dengan isyarat mata.


Joon Young bagaimana ini, ayahnya ga bisa ngomong jadi bagaimana dia bisa tahu nama pelaku itu. Joon Young langsung mengeluarkan Tabletnya dan berkata kalau dia akan menuliskan nama keluarga satu persatu. Hyun Sik setuju.


Tertulis Kim disana, dan Hyun Shik diam tanda bukan. Joon Young menulis lagi, kali ini nama Lee. Hyun Shik masih tetap diam. Masih tetap berusaha, Joon Young kali ini menulis nama keluarga Park. Hyun Shik belum mengedipkan matanya tanda benar.
Joon Young bingung, dan ga tahu nama keluarga apa lagi yang harus dia tulis.


Joon Young mencoba lagi, dengan menulis nama keluarga Jo, dan Hyun Shik langsung mengedipkan matanya. Fakta ini semakin mengagetkan Joon Young. Joon Young menulis Jo Eui Sun, namun ayahnya diam tanpa respon, yang berarti bukan.

Joon Young berfikir, dia bergumam kalau bukan ayah mertuanya, maka satu-satunya yang tersisa hanya ….
Dia pun langsung menuntaskan rasa penasarannya dengan berkata apa itu berarti kakek Hae Woo? Hyun Shik mengedipkan mata tanda iya. Joon Young syok.
Joon Young memastikan dengan bertanya lebih jelas, apa Chairman Jo Sang Gook orangnya? Hyun Shik membenarkan dengan isyarat mata.
(Haduhh..menegangkan banget....)


Yi Soo ada di depan apartemen Robert Yune. Yi Soo sedikit ragu apakah dia akan memencet bel apa tidak, namun Yi Soo membulatkan tekadnya. Tidak ada jawaban sehingga Yi Soo memencet bel lagi.
Lalu terdengarlah pertanyaan dari dalam siapa?
Yi Soo menjawab kalau namanya adalah Han Yi Soo.


Hae Woo masih berada dalam perjalanan menuju Seoul bersama Soo Hyun. Soo Hyun bertanya kalau ini pasti membosankan bagi Hae Woo. Hae Woo tersenyum dan menjawab kalau dia ga apa-apa, dan bertanya Soo Hyun pasti lelah? Soo Hyun menjawab kalau dia baik-baik saja.

Tiba-tiba ponsel Hae Woo Berderng, dan Hae Woo langsung menerimanya. Ternyata Bang Jin yang menelpon, Hae Woo berkata kalau dia sudah sampai di Seoul.
Bang Jin mengabarkan kalau dia mendapat catatan yang menyebut Han Young Man juga pernah ada dalam anggota kepolisian walau hanya satu tahun.
Hae Woo menjawab dia juga sudah memeriksa itu. Bang Jin bilang karena itulah dia jadi ga pernah memikirkan ini. Mereka belum pernah berfikir seberapa pentingnya Han Young Man dalam kasus ini? Soo Hyun jelas tahu kalau Hae Woo membicarakan Young Man.

Hae Woo bingung dan bertanya apa maksudnya? Bang Jin menjelaskan kalau Han Young Man dengan Choi Byung Gi memiliki banyak kesamaan. Hae Woo bertanya tepatnya seperti apa?
Bang Jin kembali menjelaskan kalau Byung Gi dan Young Man sama-sama anggota pasukan polisi pertahanan selama masa pemberontakan Gwangjoo tahun 1980. Kedua orang itu juga pensiun di tahun yang sama, dan juga ga aktif di periode yang sama.
Hae Woo langsung bertanya apa maksud Bang Jin, mungkin saja Ayah Yi Soo termasuk salah satu penyiksa? Kali ini Soo Hyun menoleh menatap Hae Woo.


Robert Yune menemui Yi Soo dan Yi Soo langsung menunjukkan foto itu, dan bertanya apa Robert Yune kenal dengan kedua pria ini? Robert Yune menjwab kalau dia ga tahu apa kaitan Yi Soo dengan orang-orang ini, tapi ini sudah masa lalu, jadi lebih baik tetap membiarkan masa lalu itu. Yi Soo bersikeras agar Robert Yune menjawabnya.

Robert Yune menjawab kalau orang itu adalah penyiksa yang disebut Si Bayangan. Yi Soo semakin ingin tahu, dan berkata penyiksa? Robert Yune membenarkan.
Yi Soo menunjuk ke wajah Byung Gi, dan bertanya inikah si Bayangan itu? Robert Yune melihat arah jari Yi Soo, dan menggeleng lalu menunjuk ke wajah laki-laki disamping Byung Gi. Han Young Man.

Yi Soo sangat syok. Dia kemudian pergi dan berjalang limbung. Robert Yune memanggilnya namun Yi Soo ga peduli. Kenyataan ini menusuk relung hatinya. Ayahnya adalah si Bayangan. Penyiksa itu, dan mungkin yang menyiksa ayah Soo Hyun. Ini benar-benar ga bisa dipercaya. Yi Soo ga ingin mempercayainya.


Yi Soo berjalan kehilangan focus, dan tidak sadar sudah menabrak seorang pejalan kaki. Pikirannya sedang tidak ada di tempatnya kali ini. Dia mengingat kembali saat ayahnya tergeletak tak bernyawa di hadapannya. Juga saat dia menculik Man Chul dan membunuhnya. Saat itu dia berkata kalau dunia perlu diseimbangkan. Jika hanya satu pihak yang merasa tak adil, maka keseimbanagn akan runtuh.

Dia juga teringat kata-kata Sang Gook yang berkata agar masa lalu itu dikubur karena itu juga demi ayahnya. Yi Soo seolah mendengar suara-suara itu berdengung di telinganya, membuat dia semakin frustasi dan menutup telinganya menghentikan suara-suara itu.


Dia melihat kesekelilingnya, mencari sumber suara itu. Suara yang mengganggunya. Yi Soo berteriak sekencang-kencangnya saat itu,dia berkata hentikan. Semua orang dijalan terkejut melihat tingkah anehnya. Tapi kemudian Yi Soo berlari sekencang-kencangnya.
Yi Soo hanya terdiam di tempat ini, tanpa tahu apa yang ada dipikirannya. Semua terasa kacau.


Hae Woo yang sudah sampai di Seoul dan akan menemui Bang Jin, tiba-tiba mendapat telepon dari Robert Yune yang mengabarkan kalau baru saja datang seorang laki-laki bernama Han Yi Soo menemuinya, dan menunjukkan sebuah foto, yang ada penyiksa itu. Hae Woo jelas kaget. Soo Hyun masih disampingnya dan tentu mendengar percakapan itu.
Hae Woo bertanya apa Robert Yune mengataka pada Yi Soo tentang siapa si Bayangan? Robert Yune membenarkan, dan Hae Woo memejamkan matanya seolah tahu saat ini Yi Soo pasti merasakan sakit.

Soo Hyun bertanya apa yang terjadi? Hae Woo bilang kalau dia ingin minjam mobil Soo Hyun. Soo Hyun meminta agar Hae Woo memberitahunya dulu apa yang terjadi. Hae Woo tetap hanya berkata kalau dia ingin pinjam mobil Soo Hyun, dan Soo Hyun ga bisa membantah. Dia langsung menyerahkan kunci mobilnya pada Hae Woo.


Yi Soo masuk ke apartemennya, dan menuju laci mejanya. Disana dia mengeluarkan pistol yang dia punya. Dia mengambil pistol itu dan memandangnya penuh makna. Lalu ponsel Yi Soo Berdering, pasti Hae Woo yang menelponnya. Yi Soo hanya terdiam dan malah mengalihkan pandangannya ke lukisan Chagall miliknya.


Di jalan Hae Woo masih cemas, karena Yi Soo sama sekali ga mengangkat teleponnya. Dia berharap Yi Soo baik-baik saja.


Sementara itu Yi Soo mendekati lukisan Chagall miliknya, dia memandang lukisan itu sambil bergumam “Jangan menengok ke belakang, kau harus menyelesaikannya Han Yi Soo.”

Setelah itu Yi Soo pergi dengan masih memegang senjata di tangannya



Bersambung episode 19

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar