Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 19 part 1


Episode ini dibuka dengan 12 tahun lalu saat Kang Hee Soo yang kaget bertemu Han Young Man di depan rumahnya. Hee Soo langsung berkata “Bayangan”

Young Man sendiri hanya diam melihat Hee Soo, dan Hee Soo berkata lagi kalau Young Manlah si penyiksa itu. Dia yakin sekali.
Hee Soo maju mendekati Young Man, dan Young Man reflek mundur ke belakang. Hee Soo berkata kalau dia yakin sekali Young Man lah si penyiksa itu.
YoungMan jelas terkejut dan Hee Soo kembali berkata kenapa butuh waktu lama untuknya mengenali Young Man.

Hee Soo dengan marah berkata kalau wajah itu ga pernah bisa dia lupakan, bahkan dalam mimpi. Apa Young Ma ga tahu siapa dia? Hee Soo memegang lengan Young Man dan bertanya lagi, apa Young Man ga ingat dia?
Young Man mencoba melepas cekalan tangan itu, namun cengkraman tangan Hee Soo begitu kuat, membuat Young Man ga mampu menghindar. Lalu Hee Soo menarik kerah Young Man dan berkata coba lihat dia lebih dekat. Young Man ketakutan dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Hee Soo masih dengan berteriak bertanya apa Young Man ga ingat dia. Dasar bajingan.




Young Man langsung menutup mulut Hee Soo dan mendorongnya masuk kembali ke dalam rumah, dokumen itu pun terjatuh. Setelah sampai di dalam, Young Man berkata kalau dia minta maaf. Terlihat kalau Young Man saat menyesali saat itu.
Hee Soo yang memegang kerah Young Man dengan geram menjawab “Aku memohonmu untuk membunuhku saja, aku sangat memohon saat itu. Aku merasa seperti mayat hidup. Tapi kau membunuhku lagi, dan kemudian membawaku hidup kembali.”

Kali ini Hee Soo hampir menangis berkata apa setelah menyiksanya, Young Man bisa tidur dan makan dengan nyenyak? Dia bahkan ga pernah bisa tidur nyenyak setiap malamnya. Young Man membuatnya hidup seperti sampah.
Young Man ga tahan mendengar semua kalimat itu, membuatnya menutup kedua telinganya dengan tangan, berharap dia ga mendengar apa yang Hee Soo katakan padanya. Dia sungguh-sungguh menyesali masa itu.
Tapi Hee Soo semakin mendekatkan wajahnya pada Young Man, membuat Young Man semakin takut (Aku juga..tu Hee Soo ga mirip banget ma Soo Hyun, kan anaknya cakep maksimal gitu. Heran -_-)


Hee Soo berkata kalau semua ini Young Man lah yang melakukannya. Young Man langsung menutup mulut Hee Soo dan mendorongnya, hingga terjatuh di lantai. Young Man yang geram mencekik leher Hee Soo kuat-kuat. Young Man bener-bener kalap saat itu, dia sudah lupa, dan seolah kembali keasalnya, kasar dan tidak berperasan. Atau dia hanya kesal, karena Hee Soo tidak bisa memaafkannya dan malah mengingatkannya kembali pada masa lalu yang sudah di coba untuk dikubur selama ini.
Young Man berkata tolong berhenti.


Hee Soo masih mencoba memberontak, dengan mencoba memegang lengan Young Man, tapi tenaga Young Man yang sangat kalap itu, tidak bisa dilawannya, sehingga akhirnya tubuh Hee Soo melemah, dan dia berhenti bergerak. Hal itu mengagetkan Young Man. Awalnya dia tidak ingin seperti ini. Sungguh, dia hanya ingin membuat Hee Soo berhenti berteriak-teriak dan menyalahkannya. Tapi kenapa malah jadi begini?


Young Man syok, dan langsung mundur ke belakang. Dia terkejut dan tak percaya. Dia hanya menatap wajah Hee Soo dengan mata terbuka. Young Man langsung berlari keluar dan tak lupa mengambil dokumen itu.


Saat itulah keluar seorang pria yang sedari tadi bersembunyi di dalam Lemari. Dia mendengar semua percakapan Young Man dan Hee Soo. Pria itu yang tentu saja adalah Byung Gi, dia langsung mendekati mayat Hee Soo, dan tersenyum memandang Hee Soo yang sudah terbujur kaku, bahkan tanpa perlu dia yang melakukannya.


Episode 19

Yi Soo yang diapartemennya mengambil sebuah pistol dan sambil memandang lukisan Chagallnya hanya berkata “jangan menengok ke belakang,kau harus menyelesaikannya, Han Yi Soo.”


Setelah mengatakan kalimat mengerikan itu, Yi Soo melangkah keluar dari apartemen. Langkahnya seperti biasa, mantap dan tak tergoyahkan.
Young Hee melihat Yi Soo yang berjalan keluar, dan memasuki mobil. Young Hee merasa heran dan takut saja jika sesuatu terjadi pada Yi Soo.


Hae Woo masih mencoba menelpon Yi Soo, namun tetap tidak bisa. Tiba-tiba ponsel Hae Woo Berdering, Hae Woo mengira itu Yi Soo, namun ternyata Bang Jin.

Bang Jinlah yang menelpon Hae Woo dengan Soo Hyun didekatnya, saat Hae Woo sudah menjawab teleponnya, Bang Jin bertanya apa Hae Woo yakin jika Yi Soo sudah tahu kebenaran dari Robert Yune itu?
Soo Hyun langsung menoleh menatap Bang Jin.


Yi Soo mengemudikan mobilnya, sambil teringat akan foto yang dia dapatkan di toko buku Byung Gi. Foto yang membuatnya sangat syok dengan kenyataan ini, dan tentang fakta bahwa ayahnyalah yang menyiksa Hee Soo dulu.
Yi Soo mencoba mengenyahkan pikiran itu. Ponselnya terus Berdering namun Yi Soo ga peduli.


Young Hee masuk ke apartemen Yi Soo. Dia menuju meja TV itu dan meraba bagian bawah yang mana terdapat alat penyadap yang sudah dia pasang beberapa waktu lalu. Young Hee mengambilnya, dan saat dia menoleh ke samping, Young Hee terkejut. Untuk memastikan penglihatannya Young Hee mendekati meja itu, dan mendapati kalau tempat penyimpanan pistol Yi Soo terbuka, dan isinya ga ada.

Tiba-tiba ponsel Young Hee Berdering dan nama Jaksa Jo lah yang tertera dilayar ponselnya. Young Hee langsung mengangkat telepon itu. Hae Woo meminta maaf jika dia mengganggu Young Hee, tapi apa bisa Young Hee melihat ke kamar Kim Joon, apa Kim Joon ada di kamarnya? Young Hee menjawab kalau Kim Joon baru saja keluar, ada apa memangnya?
Hae Woo bertanya apa Young Hee tahu kemana Kim Joon?
Young Hee menjawab kalau Kim Joon ga ngasih tahu kemana dia pergi. Tapi kenapa Hae Woo ga coba menghubungi Kim Joon secara langsung?
Hae Woo menjawab kalau Kim Joon ga mengangkat teleponnya.

Kali ini Young Hee pun terlihat khawatir dan bertanya apa ini sangat penting? Hae Woo hanya berkata kalau nanti dia akan menghubungi Young Hee lagi. Saat Hae Woo akan menutup teleponnya, Young Hee langsung memanggil Hae Woo membuat Hae Woo ga jadi memutus percakapan itu. Dia mendengarkan apa yang ingin Young Hee katakan.

Young Hee berkata kalau Kim Joon membawa pistol saat pergi tadi. Kalimat itu cukup membuat Hae Woo terkejut. Dia berharap Yi Soo ga nekat melakukan hal-hal yang berbahaya.


Ternyata Yi Soo mendatangi rumah Jo Sang Gook, dan Ny. Park langsung bertanya apa yang membawa Kim Joon kemari? Yi Soo langsung bertanya dimana Chairman Jo? Ny. Park menjawab kalau Sang Gook ada di ruangannya. Dia akan memberitahu Sang Gook, kalau Kim Joon ingin bertemu.
Kim Joon menjawab ga usah, dia akan langsung menemui Chairman Jo di ruangannya. Tapi Ny. Park langsung memegang lengan Kim Joon, menghentikannya.
Kim Joon pun memandang Ny. Park yang berkata ayo bicara dengannya dulu sebentar. Tapi Kim Joon hanya melepaskan tangan Ny. Park yang sedang memegangnya, tanda dia ga mau.


Sang Gook jelas terkejut mendapat tamu yang ga diundang ini. Yi Soo pun langsung saja mengunci pintu dari dalam. Dia mendekati Sang Gook.(Jadi inget sama hewan yang suaranya guk-guk-guk itu lo..hahaha)

Sang Gook bertanya ada apa? Yi Soo tanpa basa-basi langsung mengeluarkan senjata yang sudah disimpannya di balik jas. Dengan mantap dia mengarahkan pistol itu kearah Sang Gook. Yi Soo berkata kalau dia harusnya menyelesaikan ini dari awal.


Di luar, Ny. Park mencoba membuka pintu yang terkunci. Datanglah Hae Woo, dan Ny. Park langsung berkata kalau Yi Soo ada bersama kakek Hae Woo. (Busyet..Ny. Park langsung tahu itu Yi Soo..siip ga usah pake penyelidikan ya Buuuu…^^)

Hae Woo tentu kaget terlebih Ny. Park berkata kalau Yi Soo mengunci pintunya dari dalam. Hae Woo meminta Ny. Park menemukan kunci cadangan untuknya. Ny. Park berkata kalau hanya Kakek Hae Woo lah yang memiliki kunci di ruang itu.


Kembali ke Yi Soo dan Sang Gook.
Yi Soo berkata “laki-laki sepertimu,seharusnya tidak ada didunia ini. Bukti kebenaran itu hanya membuang-buang waktu. Jujurlah dengan dirimu sendiri. Kamu sudah kehilangan kepercayaan bahkan dalam kebenaran kan? Kamu bahkan ga memiliki hak untuk mengucapkan kata tentang kebenaran.”

Sang Gook tidak takut dengan pistol Yi Soo yang terarah kepadanya dan bertanya apa Yi Soo pikir Yi Soo juga memiliki untuk berkata tentang kebenaran itu?
Dengan geram Yi Soo menjawab kalau dia dan Sang Gook jelas berbeda. (Iyalah..yang satu cakepnya mempesona banget, nah yang satunya..keriputnya maksimal..jahat pula..)

Yi Soo berkata kalau Young Bo hidup dengan layak seperti sekarang diatas kuburan banyak orang yang ga bersalah, yang sudah Young Bo injak-injak begitu lama.
Young Bo menjawab kalau kata-kata Yi Soo seperti seorang pejuang kemerdekaan saja. Dia mengejek Yi Soo yang seperti seorang pria menyedihkan karena tidak bisa mengatasi hal-hal sepele seperti balas dendam. Yi Soo kesal dan menyuruh Young Bo menutup mulutnya.
Saat Yi Soo akan menarik pelatuk pistolnya, ada yang berkata "jangan lakukan itu Yi Soo."


Hae Woo yang ada diluar pintu berkata itu hanya akan menjadi sia-sia jika Yi Soo menyelesaikannya seperti ini. Mereka ga akan tahu mana yang benar dan mana yang salah jika berakhir seperti ini. Hae Woo juga berkata kalau pada akhirnya Yi Soo lah satu-satunya yang akan menjadi seorang pembunuh. Yi Soo hanya mencoba melarikan diri saja saat ini kan? Sama seperti dia, yang juga sedang melarikan diri saat ini. Hae Woo meminta agar Yi Soo berfikir tentang kebenaran yang sudah Yi Soo cari selama ini. Bahkan jika ternyata Yi Soo menemui kebenaran yang menakutkan, yang tidak pernah Yi Soo bayangkan. Tapi Yi Soo ga harus melarikan diri untuk itu. Ini bukan mereka yang melakukannya. Mereka hanya perlu melakukan apa yang mereka bisa lakukan.
Hae Woo berkata lagi, kalau Yi Soo ga bisa mengakhiri ini dengan membunuh orang, karena itu hanya akhir yang sia-sia.

Young Bo mendegarkan dengan geram sedang Yi Soo mendengar dengan perasaan sedih, dan dengan senjata yang masih mengacung kearah Young Bo.


Tangan Yi Soo bergetar, dia tahu apa yang Hae Woo katakan benar. Hae Woo kemudian berkata lagi, kalau ayah Yi Soo mencoba membawa cahaya kebenaran itu. Ayah Yi Soo mencoba bertobat dari kesalahan dan meminta pengampunan untuk apa yang ayah Yi Soo perbuat, dan itu bukanlah sesuatu yang sembarang orang bisa lakukan. Hae Woo berkata jangan membuar ayah Yi Soo mati sia-sia dengan apa yang Yi Soo lakukan. “Tolong jangan lakukan itu Yi Soo”

Akhirnya Yi Soo menurunkan senjatanya, dan Young Bo berkata tembak saja aku. Tidak akan buruk jika dia mati ditangan Yi Soo. Young Bo masih bisa mengejek Yi Soo dengan berkata kalau fakta yang ga akan bisa dirubah adalah bahwa Yi Soo anak seorang pembunuh. Pada akhirnya itu juga akan terbukti.
Provokasi Young Bo berhasil membuat Yi Soo kembali mengarahkan pistolnya kearah laki-laki tua itu.
Young Bo membentak dan bertanya kenapa Yi Soo ragu-ragu? Hanya ada mereka berdua disini.
Dan di luar masih terdengar larangan Hae Woo, agar Yi Soo tidak melakukannya.

Young Bo berkata kalau dia mati, dia juga ga akan menyesal. Dia juga ga akan menyesal dengan kehidupan yang sudah dia jalani selama ini.(Emang,kan kamu bukan manusia kek..makanya ga punya hati..*Ini aku dibikin emosi lo ama kakek, padahal kan lagi puasa..huufftt*)

Untuk bertahan di era yang mengerikan itu, dia harus dengan terpaksa mengambil keputusan yang bijaksana. (Whaaatt bijaksana? Kayak begitu..hadehh..)

Yi Soo berkata dengan tertawa menurut Young Bo siapa yang membuat masa itu menjadi masa yang mengerikan? Yi Soo berkata Young Bo lah orangnya. Young Bo balik bertanya siapa menurut Yi Soo yang membuat generasi sekarang bisa hidup dalam kemewahan? Untuk masa depan sebuah negara yang dulu isinya hanya perang, dia sudah melakukan yang terbaik bahkan sampai detik ini. Jadi ga ada yang bisa menghakimi dia karena dia seorang pahlawan. Young Bo bahkan sampai berteriak mengatakan kalimat-kalimat menjijikkan itu.

Yi Soo tersenyum tipis, dia berkata kalau seperti yang dia duga, Young Bo akan tetap bersikap seperti ini, dan menurutnya Young Bo ga layak untuk mati dengan damai. Yi Soo langsung menekan pelatuk pistolnya, membuat Hae Woo dan Ny. Park yang berada diluar terkejut mendengra suara tembakan itu.

Young Bo awalnya juga terlihat takut, namun saat membuka mata dia sama sekali tidak terluka, peluru itu hanya menembus dan memecahkan kaca jendela di belakangnya.
Yi Soo mengulangi lagi kalimatnya kalau Young Bo ga pantas mati dengan damai. Tangan Young Bo bergetar, mungkin efek dari rasa kejutnya tadi.


Setelah itu Yi Soo keluar meninggalkan Young Bo. Hae Woo hanya menatapnya, dan segera masuk melihat kakeknya itu. Hae Woo langsung bertanya apa kakeknya baik-baik saja?(Ngapain juga ditanya, dia pantes mati lo.)

Sang Gook langsung berdiri dan menampar Hae Woo dengan keras. Sang Gook berkata kalau dia menyesal, mempercayai dan mengabdikan hidupnya pada Hae Woo.


Yi Soo yang berjalan keluar dipanggil Ny. Park dan berkata agar Yi Soo ga berfikir tentang hal-hal buruk. Yi Soo hanya tersenyum pada Ny. Park akan kepedulian pada dirinya.


Setelah itu Ny. Park masuk ke kamar Hae Woo, dan mendekati Hae Woo. Dia bertanya apa Hae Woo baik-baik saja? Hae Woo menjawab kalau dia ga baik-baik saja. Dia menangis karena ini. Ny. Park langsung memeluk Hae Woo, dan berkata kalau ini pasti sulit untuk Hae Woo. Ny. Park mengelus-elus pundak Hae Woo tanda dia peduli pada Hae Woo.


Joon Young masih menunggui ayahnya di rumah sakit. Dia teringat lagi dengan kesaksian ayahnya tentang perbuatan Kakek mertuanya. Ingatan Joon Young juga kembali pada saat Hae Woo yang berkata kalau pelaku kecelakaan ayah Joon Young dan penculikan itu dilakukan dua orang yang berbeda. Juga saat ayah mertuanya yang habis diculik berperilaku sangat aneh. Ingatan-ingatan itu mengganggu Joon Young, membuatnya mengambil jas dan pergi keluar.


Soo Hyun dan Bang Jin sedang bersama saat ini di kantor. Bang Jin berkata kalau sekarang awal dan akhir kasus ini mulai sedikit jelas. Han Young Man membunuh Kang Hee Soo, dan mendapatkan dokumen itu. Soo Hyun bertanya apa menurut Bang Jin Chairman Jo menggunakan Young Man untuk membunuh Hee Soo lalu mendapatkan dokumen itu? Bang Jin menjawab kalau menurutnya ga seperti itu.
Soo Hyun bertanya lalu apa maksud Bang Jin? Bang Jin menjawab kalau melihat lokasi TKP, sepertinya itu pembunuhan yang ga disengaja. Tapi yang mengganggunya adalah kenapa ga ada bukti yang tertinggal? Soo Hyun berkata kalau ga ada sidik jari saat itu, sudah dipastikan itu pembunuhan berencana.

Bang Jin berkata kalau dia juga gay akin, tapi menurutnya, jika memang Han Young Man yang membunuh, pasti itu pembunuhan yang tidak disengaja. Soo Hyun bertanya apa maksud Bang Jin?
Bang Jin menjelaskan kalau sebelum Young Man dibunuh, Young Man meberitahu Yi Soo bahwa Young Man akan mengungkapkan sebuah kebenaran. Menurutnya kalimat itu ditujukan pada dokumen yang Hee Soo punya, dan dimiliki Young Man saat itu. Namun, dia juga yakin Young Man akan mengakui kalau dia membunuh Hee soo. Lagipula, dia juga terbunuh di depan kantor polisi. Soo Hyun berkata kalau itu ga akan bisa mengubah fakta bahwa Han Young Man lah yang membunuh Kang Hee Soo kan? Atau tentang fakta bahwa Young Man dulunya adalah penyiksa.

Bang Jin menjawab kalau yang Soo Hyun ucapkan ga salah, tapi tidak semua orang bisa dengan mudah mengakui kesalahannya. Saat itu Han Youg Man juga berkata bertemu seseorang untuk terakhir kalinya, dia yakin kalau Young Man bertemu dengan keluarga Kang Hee Soo. Soo Hyun menjawab sinis kalau itu ga mungkin. Bang Jin bertanya kenapa Soo Hyun berfikir seperti itu.
Soo Hyun menjawab kalau itu hanya fikirannya saja.


Tiba-tiba Joon Young datang, dan Bang Jin bertanya kenapa Joon Young ada disini? Joon Young menjawab kalau ada yang ingin dia tanyakan pada Bang Jin. Joon Young berali pada Soo Hyun dan berkata kalau dia hanya ingin berbicara sebentar dengan Bang Jin. Soo Hyun paham dan langsung meninggalkan mereka berdua.

Saat sudah berdua Bang Jin bertanya apa yang ingin Joon Young ketahui? Joon Young menjawab kalau dia ingin mendnegar yang sebenarnya, tanpa ada yang disembunyikan sedikitpun.


Soo Hyun yang sudah diluar kantor, berfikir tentang semua yang Choi Byung Gi katakankalau Young Man lah pembunuh ayahnya dan dia saksi yang melihat saat itu. Soo Hyun merasa ini aneh.


Kembali ke Bang Jin dan Joon Young.
Bang Jin berkata kalau ga ada bukti untuk itu, tentang Byung Gi yang kerja di bawah Kakek mertua Joon Young. Bang Jin juga bilang, kalau saat ini mereka berhadapan dengan Chairman Jo, orang yang memiliki kekuasaan, sehingga bahkan sulit untuk bisa melacak keuangan Chairman Jo.
Joon Young berkata kalau rasanya dia ga bisa percaya tentang semua ini. Tidak orang lain, tapi kakek mertuanya yang melakukan ini. Itu yang membuatnya sulit untuk percaya. Bang Jin mengangguk, dan berkata kalau Hae Woo juga merasa seperti yang Joon Young rasakan.

Bang Jin berkata kalau saat ini ga ada cra lain selain menangkap Byung Gi untuk mendapat pengakuan bahwa Byung Gi bekerja dibawah perintah Chairman Jo.
Joon Young bertanya apa Bang Jin tahu tentang isi document itu? Bang Jin menggeleng, kalau belum ada yang tahu, dan sekarang mereka hanya bisa berasumsi saja. Joon Young bertanya apa asumsi Bang Jin tentang isi dokumen itu? Bang Jin menjawab kalau lebih baik Joon Young ga tahu dulu sekarang.

Joon Young protes dan Bang Jin tetap pada keputusannya, dan berkata kalau saat kebenaran itu terungkap, belum terlalu lambat untuk Joon Young megetahuinya, jadi Joon Young nanti pasti juga akan tahu.


Hae Woo ditelepon Bang Jin. Bang Jin bertanya apa Hae Woo masih belum bisa menghubungi Yi Soo? Hae Woo menjawab kalau ponsel Yi Soo dimatikan. Bang Jin kaget, dan berkata apa yang akan dilakukan Yi Soo saat ini? Hae Woo menjawab kalau ini pasti sulit untuk Yi Soo,saat ini Yi Soo sedang terguncang. Hae Woo berkata kalau dia juga jadi sangat khawatir. Bagaimana jika Yi Soo melakukan hal-hal yang berbahaya. Dia benar-benar takut.

Kemudian Bang Jin bilang kalau tadi Joon Young baru saja datang menemuinya? Hae Woo terkejut dan bertanya kenapa Joon Young menemui Bang Jin?


Joon Young yang baru keluar dari kantor polisi, memandang langit. Terlihat bulan bersinar terang diantara langit yang terlihat gelap. Bulan purnama.


Han Yi Soo sedang ada di suatu tempat menunggu seseorang. Dan ternyata sekretaris Kim lah orang yang ditunggu Yi Soo. Saat sekretaris Kim datang, dia langsung memberikan Flashdisk yang berisi informasi tentang keuangan CEO Jo.
Yi Soo menerima itu dan memandangnya, Sekretaris Kim menjelaskan kalau semua keterangan ada di dalamnya. Yi Soo menjawab kalau sekretaris Kim sudah bekerja keras.
Sekretaris Kim menjawab ga apa-apa kok.

Yi Soo bertanya apa sekretaris Kim akan ada di pesawat dengan penerbangan besok pagi? Sekretaris Kim membenarkan. Yi Soo berkata semoga itu menjalani perjalanan yang menyenangkan untuk sekretaris Kim.
Sekretaris Kim pun pamit dan langsung meninggalkan Yi Soo.
Yi Soo memandang lagi flashdisk itu.


Sang Gook yang ada di ruangannya geram sekali dengan semua yang terjadi tadi. Dia teringat kembali akan kata-kata Yi Soo tentang dialah yang membuat masa itu menjadi era yang mengerikan. Dia bahkan memukul meja saking geramnya. (Jangan kek..copot tulang-tulangmu entar..hihihi)

Tiba-tiba ponsel Sang Gook Berdering, dan Sang Gook langsung menerima. Penelpon itu bukan dari nomer yang dikenal olehnya. Penelpon itu bernama apa benar ini Chairman Jo? Sang Gook bertanya ini siapa? Penelpon itu berkata kalau dia adalah Soo Hyun,dan dia anak Kang Hee Soo. Sang Gook berkata kalau dia tidak merasa Soo Hyun punya alasan untuk menelponnya. Soo Hyun menjawab kalau dia punya kesepakatan yang ingin ditawarkan pada Sang Gook.
Sang Gook bertanya apa itu?

Soo Hyun menjelakan kalau Sang Gook kan sudah tahu dia selama ini ditipu oleh Han Yi Soo. Saat ini dia berfikir bagaimana caranya dia bisa membalas semua yang Yi Soo lakukan padanya. Oleh sebab itu dia memutuskan menghubungi Sang Gook.
Sang Gook berkata jadi kesepakatan apa yang ingin ditawarkan Soo Hyun padanya?
Soo Hyun menjawab kalau dia akan melakukan apa yang Sang Gook inginkan, jadi dia mau Sang Gook juga memberi apa yang dia inginkan sebagai imbalannya. Sang Gook terdiam sangat lama, membuat Soo Hyun berkata kalau Sang Gook ga mau, ya sudah. Sang Gook bertanya benarkah itu? Soo Hyun menjawab iya.

Sang Gook bertanya apa Soo Hyun pikir bisa menyingkirkan Han Yi Soo? Soo Hyun tersenyum tipis dan menjawab apa hanya itu?
Soo Hyun berkata kalau boleh jujur dia juga ingin menyelesaikan jaksa Jo juga. Karena itu akan cukup membuat Han Yi Soo merasa sangat sakit dan terluka. Sang Gook marah dan berkata jangan pernah menyentuh Hae Woo. Cukup hanya dengan menyingkirkan Yi Soo saja.
Soo Hyun menjawab baiklah.

Sang Gook kemudian bertanya apa yang diinginkan Soo Hyun? Soo Hyun menjawab dia ingin uang sebesar 5 miliar won. Sang Gook kali ini tersenyum tipis mendengar permintaan Soo Hyun, yang menurutnya sangat gampang. Dia berkata pada akhirnya,itu hanya senilai uang? Soo Hyun menjawab santai, kalau ga ada cara yang bisa membuat seorang pembunuh untuk bisa tinggal di korea kan?
Soo Hyun berkata $50.000 kirim tunai dan sisanya melalui cek yang diantar Choi Byung Gi. Sang Gook heran dan bertanya melalui Byung Gi? Soo Hyun berkata kalau dia juga ingin mneyingkirkan Byung Gi dengan tangannya sendiri, karena bagaimanapun Byung Gi juga sudah menghancurkan hidup ayahnya. Bukankah Sang Gook juga menginginkan itu? Mneyingkirkan Byung Gi dan Yi Soo, jadi biarkan dia yang menangani kedua orang itu.

Sang Gook berkata kalau ada satu syarat untuk itu semua? Soo Hyun harus bisa menunjukkan bukti kalau Yi Soo sudah mati, dan uang datang setelah adanya bukti itu. Soo Hyun menyanggupinya, dan mengingatkan Sang Gook untuk ga merubah kata-katanya, karena dia merekam semua pembicaraan ini.
Sang Gook menjawab setelah Soo Hyun berhasil bisa langsung menghubunginya.

Setelah telepon itu usai Sang gook bergumam, kalau semua berjalan baik, maka akan ada dua burung dalam satu batu. Bahkan jika terjadi kesalahan, minimal masih bisa menangkap satu dari dua burung itu. (Strategi catur Korea.)


Yi Soo masih belum beranjak ditempatnya, dia teringat kembali 12 tahun yang lalu, dimana dia terakhir bertemu ayahnya dan saling berbincang. Saat itu ayahnya berkata kalau hari itu ayahnya sudah bertemu seseorang dan dia sangat lega.

Saat Yi Soo akan masuk ke mobil Soo Hyun menelponnya. Yi Soo merasa bimbang apakah dia harus menerima panggilan ini. Dia merasa bersalah pada Soo Hyun. Dengan keberanian, Yi Soo menerima telepon itu. Soo Hyun bertanya dimana Yi Soo?Apa Yi Soo ada dirumah? Yi Soo menjawab kalau dia lagi keluar. Soo Hyun berkata kalau dia ingin menemui Yi Soo, ingin melihat Yi Soo.
Yi Soo bertanya kenapa? Apa sesuatu terjadi?
Soo Hyun menjawab ga kok, dia hanya ingin bertemu dan minum bersama Yi Soo,hanya itu. Yi Soo menjawab kalau kayaknya sekarang dia ga bisa. Dia akan menemui Soo Hyun besok.

Saat Soo Hyun akan menutup teleponnya, tiba-tiba Yi Soo memanggil Soo Hyun, membuat Soo Hyun mendengarkan kembali apa yang akan dikatakan orang yang dia panggil Hyung ini.
Yi Soo berkata maaf. Soo Hyun bertanya kenapa Yi Soo berkata seperti itu? Yi Soo hanya menjawab kalau dia akan menghubungi Soo Hyun besok.


Yi Soo kembali ke apartemen Robert Yune. Dia menunggu sang Prof, dan saat Robert Yune sudah datang, Yi Soo langsung berkata maaf karena malam-malam begini dia mengganggu Robert Yune. Robert Yune bertanya ada apa? Yi Soo bertanya apa ada orang yang Robert Yune kenal waktu dipenjara, yang tinggal di dekat stasiun Goo Doon? Karena atas alasan itulah dia ingin bertemu dengan Robert Yune.
Robert Yune bertanya kenapa Yi Soo ingin tahu?
Yi Soo menjawab kalau ayahnya pernah meninggalkan sesuatu di stasiun itu. Pasti ada orang yang ingin ayahnya temui saat itu. Yi Soo berkata kalau dia sepertinya tahu siapa itu. Robert Yune menjawab kalau dia ga ngerti maksud yang dikatakan Yi Soo. Yi Soo menggigit bibir bawhnya tanda gugup, dan berkata kalau penyiksa yang disebut dengan bayangan adalah ayahnya. Robert Yune jelas kaget.


Bersambung ke part 2

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar