Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 19 part 2


Part 1 kemarin berakhir saat Yi Soo menemui Robert Yune dan berkata kalau si bayangan itu adalah ayahnya.

Part 2

Young Hee yang sedang cemas di apartemennya, memutuskan memberitahu Yoshimura. Chairman Yoshimura sedang bersama Eui Sun, dan langsung bertanya pada Young Hee ada apa? Young Hee bertanya Yoshimura ada dimana? Yoshimura menjawab kalau dia sedang bersama tamu penting saat ini, kenapa? Young Hee langsung berkata kalau CEO membawa pistol pas keluar tadi. Yoshimura kaget dan bertanya untuk alasan apa? Young Hee menjawab dia ga tahu pasti alasannya, tapi semoga CEO ga ke rumah Chairman Jo. Yoshimura bertanya lalu? Young Hee menjawab kalau dia hanya merasa kalau Yoshimura perlu tahu tentang ini.
Yosimura menjawab baiklah.
Setelah telepon itu usai, Young Hee tiba-tiba memutuskan pergi.




Yoshimura yang sedang ada bersama Eui Sun ditanya kenapa Yoshimura ga mau menjalankan bisnis bersama dengan Hotel Gaya, karena dia sedang tahap pengumpulan dana saat ini. Yoshimura bertanya apa Chairman Jo setuju? Eui Sun menjawab kalau Yoshimura ga perlu khawatir tentang itu, karena dalam waktu dekat ini dialah yang akan menjadi Chairman.


Young Hee masuk ke sebuah tempat, dan mendekati kotak yang ada di meja ruang itu, kayaknya ini kamarnya Yoshimura. Young Hee mencari sebuah Flashdisk, di dalam kotak tersebut dan akhirnya berhasil menemukan benda itu.


Sang Gook bertemu dengan Joon Young di ruangannya. Sang Gook bertanya kalau tadi dia dengar Reporter Kim menemui Joon Young? Dia juga bilang kalau reporter Kim diminta oleh atasannya untuk meminta maaf pada Joon Young.
Joon Young menjawab kalau dia juga dengar Sang Gook sudah memblokir berita itu?

Sang Gook dengan wajah penuh menyesal berkata kalau yang dia takutkan adalah jika Joon Young tahu, tapi sekarang rasanya sia-sia karena akhirnya toh Joon Young tahu juga. Joon Young hanya memandang kakek mertuanya itu dengan persaan kesal.
Sang Gook berkata kalau dia sudah bertanya berulang kali pada Pimpinan Editor sat itu, tapi rasanya pimpinan editor sedang mabuk.
Sang Gook langsung menunjukkan foto itu pada Joon Young (Maksudnya apa coba,ini Kakek kayaknya ga takut adzab kubur ya?)

Joon Young langsung memalingkan mukanya melihat foto itu. Sang Gook berkata kalau dia tahu ini mengejutkan untuk Joon Young, tapi alasannya menceritakan ini pada Joon Young walau dia tahu Joon Young akan terkejut adalah karena Joon Young satu-satunya cahaya bagi Hae Woo (Teruussss,kalau emang gitu, kenapa diliatin engkong? Gemes de aku..-_-)

Sang Gook juga bilang kalau Kim Joon hanya memanfaatkan Hae Woo saja. Orang yang menyebarkan foto ini juga Kim Joon. Joon Young bertanya apa Sang Gook sudah memstikan kalau yang menyebarkan Kim Joon? Sang Gook berkata kalau dia bahkan sudah berbicara langsung dengan Kim Joon, dan pria itu tidak membantah. Dia juga bilang kalau Hae Woo pasti ga akan mau mendengar apa yang dia katakan saat ini. Tapi jika orang lain yang memberitahu Hae Woo, mungkin cucunya itu akan mendengarkan. Sang Gook mengungkapkan pendapatnya kalau lebih baik Joon Young dan Hae Woo pergi keluar negeri dulu untuk sementara. Menurutnya itu adalah yang terbaik bagi Joon Young dan juga Hae Woo untuk meninggalkan Korea.

Joon Young menjawab kalau dia akan memikirkan hal itu. Sang Gook kemudian berkata kalau dia benar-benar malu ketemu Joon Young.
Joon Young hanya bilang kalau foto itu biar dia yang menyimpannya.


Ny. Park yang sedari tadi menunggu diluar, saat Joon Young keluar langsung saja Joon Young bertanya apa Hae Woo ada dirumah? Ny. Park menjawab kalau Hae Woo baru saja keluar.

Saat Joon Young akan naik keatas, Ny. Park memanggilnya, membuat Joon Young berbalik menatap Ny. Park. Ny. Park hanya terdiam membuat Joon Young bertanya ada apa? Ny. Park akhirnya berkata kalau tadi Yi Soo datang ke rumah ini. Joon Young jelas kaget.


Yi Hyun sedang bermasker dengan Ibunya. Tiba-tiba ada telepon dan ternyata itu Oppanya. Yi Hyun kaget dan maskernya pun langsung terlepas.
Yi Hyun berlari ke kamar membuat Young Joo bertanya siapa yang menelpon kok Yi Hyun sampai masuk ke kamar? Yi Hyun menjawab kalau ini temannya. Young Joo berfikir pasti itu Kepala Bagian Kim Soo Hyun.


Yi Soo bertanya Yi Hyun lagi apa? Yi Hyun menjawab kalau dia lagi sama ibunya. Yi Hyun kemudian bertanya kenapa suara Yi Soo terdengar lemah sekali, apa Oppanya sedang sakit? Yi Soo menjawab sambil tersenyum kalau dia hanya merasa kekurangan energy saja.
Yi Hyun kemudian mengajak Yi Soo untuk ziarah ke kuburan ayah mereka. Apa kakaknya ga ingin menemui ayah mereka? Yi Hyun juga bilang kalau Soo Hyun menjemputnya, dia pasti boleh keluar rumah.

Yi Soo menjawab kayaknya dia besok ga bisa. Yi Hyun sedikit kecewa dan bertanya benarkah? Tapi kemudian Yi Hyun kembali ceria an meminta agar jika Oppanya sudah punya waktu langsung memberitahunya. Yi Soo menyetujui itu. Yi Hyun berkata kalau ayah mereka pasti senang sekali mereka bisa datang bersama.
Yi Soo tersenyum kemudian bilang walaupun bosan, Yi Hyun jangan pernah pergi sendirian. Yi Hyun menjawab baiklah, dan meminta agar Yi Soo besok menelponnya lagi. Yi Soo pun menyanggupinya.


Yi Soo yang selesai menelpon Yi Hyun tiba-tiba teringat saat dia bertemu dengan Robert Yune.

Flashback

Yi Soo yang mau pergi dicegah Robert Yune dengan berkata kalau Yi Soo pasti terguncang. Tapi ada sesuatu yang harus dia katakan pada Yi Soo. Yi soo bertanya apa itu? Robert Yune menjawab, kalau ada orang yang juga datang menemuinya dan membawa foto yang sama persis seperti milik Yi Soo. Yi Soo jelas merasa tertarik dan Robert Yune berkata kalau pria yang menemuinya itu berumur sekitar 20 tahunan.
Yi Soo langsung tahu itu adalah Soo Hyun. Jadi Soo Hyun sudah tahu. Yi Soo terlihat sangat sedih.
Robert Yune berkata kalau pria itu juga bertanya tentang Si Bayangan, apa mungkin pria itu adalah orang yang Yi Soo kenal?


Flashback End

Yi Soo tiba-tiba melihat mejanya, dan merasa aneh. Bukankah saat pergi tadi, tempat penyimpanan pistolnya dalam keadaan terbuka, kenapa sekarang tertutup. Yi Soo yakin sekali. Yi Soo langsung mengira kalau Young Heel ah yang masuk ke apartemennya tadi, diapun bergegas ke bawah Meja TV untuk mengecek masihkah alat penyadap itu. Ternyata alat penyadap itu sudah ga terpasang ditempatnya.
Tapi saat itu ada yang menekan bel rumahnya.


Yi Soo membuka pintu dan ternyata Hae Woo yang menemuinya.(Tuh kan Hae Woo modus lagi.)
Hae Woo hanya berkata kalau dia khawatir karena dari tadi Hae Woo ga bisa dihubungi. Yi Soo menyuruh Hae Woo masuk, tapi Hae Woo menolak dan bilang kalau dia sudah cukup dengan melihat wajah Yi Soo. Saat Hae Woo akan berbalik pergi, Yi Soo langsung menarik tangan Hae Woo, dan membawanya masuk ke dalam.


Yi Soo memandang Hae Woo penuh makna, dia memegang lembut rambut Hae Woo. Menyentuh lembut pipi Hae Woo, dan Hae Woo hanya diam. (Ini cewek..alarm nikahnya kayaknya uda Off..-_-)

Yi Soo langsung mengecup bibir Hae Woo tanpa Hae Woo sempat menolaknya. Tapi ciuman itu tidak berlangsung lama, Yi Soo langsung menyudahinya. Terlihat Hae Woo sedikit kecewa.


Yi Soo berkata, jangan pernah kesini lagi. Yi Soo melangkah meninggalkan Hae Woo. Hae Woo langsung bertanya apa rencana Yi Soo sekarang? Yi Soo hanya menjawab pokoknya jangan datang kesini lagi. Hae Woo berkata kalau ini bukan salah Yi Soo. Jadi jangan menyalahkan diri terus menerus. Yi Soo berbalik memandang Hae Woo, dan bertanya kenapa Hae Woo berfikir kalau dia menyalahkan dirinya? Dibandingkan dengan kejahatan kakek Hae Woo, kejahatan ayahnya ga seberapa. Hae Woo berkata dia tahu itu ga benar. Yi Soo langsung berkata “Kebenaran..aku goyah karenamu itu benar. Tapi sekarang tidak akan lagi. ”

Hae Woo mulai akan menangis dan memanggil nama Yi Soo. Yi Soo langsung menyela dengan berkata kalau Hae Woo hanya halangan baginya. Jadi tolong jangan pernah muncul di depannya lagi. Hae Woo ga mempedulikan itu dan tetap bertanya apa sebenarnya rencana Yi Soo? Yi Soo meminta Hae Woo meninggalkannya. Hae Woo masih bersikeras, dan Yi Soo tetap menyuruh Hae Woo pergi.
Saat Yi Soo akan melangkah, Hae Woo berkata kalau besok dia akan datang lagi menemui Yi Soo.

Hae Woo terlihat sedih, tapi dia berbalik dan akan keluar. Yi Soo sebenarnya juga sedih. Tapi dia langsung menggelengkan kepalanya, tanda dia ga boleh goyah lagi. Yi Soo kemudian dengan tegas berkata jangan pernah datang lagi.


Hae Woo keluar dari gedung StarVille dalam perasaan sangat sedih, dan ternyata Joon Young sudah ada diluar menunggunya. Hae Woo jelas kaget melihat suaminya ada disini. Joon Young yang melihat Hae Woo keluar dari gedung apartemen itu langsung mendekatinya. Joon Young berkata kalau mereka harus pulang sekarang.
Hae Woo pun tidak membantah.


Di dalam mobil, Hae Woo dan Joon Young awalnya hanya saling diam. Kemudian Joon Young berkata meskipun dia berfikir Han Yi Soo sudah mati, tapi entah mengapa Hae Woo dan Yi Soo seolah selalu terhubung oleh benang yang tidak terlihat. Sebenarnya dia sudah mengetahui itu bahkan sejak lama, tapi dia selalu berfikir bahwa itu akan baik-baik saja selama dia mencintai Hae Woo.
Joon Young bilang “Tidak akan ada yang berubah, aku akan tetap melindungimu,sehingga kamu tidak akan terluka. Itulah bukti cintaku padamu”

Hae Woo menangis dan berkata kalau dia tidak pernah melakukan apapun untuk Joon Young. Bahkan tidak pernah berusaha untuk memberikan yang terbaik. Dia hanya membuat Joon Young menunggunya dengan rasa sakit yang tidak hanya sedikit. Dia benar-benar menyesal. Joon Young menjawab kalau yang seperti itu juga bukti cinta. Apa Hae Woo ga menyadarinya? (Sediihh..)

Hae Woo menjawab kalau dia ga ingin memberi Joon Young banyak lagi luka. Joon Young menggeleng dan bilang kalau dia ga akan bisa melepaskan Hae Woo, atau membiarkan Hae Woo pergi. Meskipun dia tahu Yi Soo akan selamanya hidup di hati Hae Woo, tapi dia tidak bisa meninggalkan Hae Woo.


Keesokan paginya, Yi Soo terdiam dengan posisi kesukaannya di sofanya. Dia teringat sesuatu dan langsung pergi.


Sementara itu, di kejaksaan seorang staf memberikan Flashdisk berisi detail tentang keuangan Hotel Gaya. Pimpinan bertanya siapa yang memberikan laporan ini? Staf itu menjawab kalau laporan itu dikirim ke rumahnya tadi malam dan tanpa nama. Pimpinan bertanya lagi, siapa saja yang sudah tahu tentang ini? Staf itu menjawab kalau Jaksa Park sudah membacanya tapi ga semua. Pimpinan kesal dan bertanya kenapa stafnya ini begitu ceroboh? Stafnya menjawab kalau ini berhungungan dengan Hotel Gaya, dan dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk pimpinannya ini.


Joon Young yang sudah sampai di kantor bertanya dimana sekretaris Kim? Staf perempuan Joon Young menjawab kalau sekretaris Kim belum datang dan belum bisa diihubungi. Joon Young jelas kaget.


Setelah staf itu keluar, Joon Young dihubungi oleh Pimpinan Ahn yang mengabarkan kalau kantornya menerima laporan tentang keuangan Hotel Gaya. Joon Young semakin kaget mendengarnya.


Jo Eui Sun sedang menikmati main golfnya dikantor pagi ini. Joon Young langsung masuk ke ruang ayah mertuanya itu. Eui Sun jelas kaget dan bertanya kenapa Joon Young ada disini? Dengan nada marah Joon Young bertanya apa benar ayah mertuanya mempunyai dana rahasia? Eui Sun menjawab kalau sekretaris Kim sepertinya ga bisa jaga rahasia. Dia minta Joon Young ga bilang pada ayahnya, biar dia yang menangani masalah ini. Joon Young berkata kalau kejakasaan sudah punya file berisi catatan keuangan Hotel Gaya. Eui Sun tentu langsung kaget dan berniat pergi. Joon Young pun bertanya Eui Sun mau kemana? Eui Sun menjawab kalau dia harus bertemu ayahnya, agar ayahnya menghentikan ini semua.


Eui Sun pulang dan berlari-lari menemui ayahnya, tapi dia melihat ayahnya sedang berbicara dengan orang-orang penting di kejaksaan itu. Sang Gook hanya menatap kesal anaknya itu.


Setelah urusan Sang Gook selesai untuk membungkam kejaksaan, dia berkata dengan geram pada putranya itu. Apa sekarang putranya sudah sadar, siapa yang melindungi putranya selama ini? Eui Sun harus ingat kalau Eui Sun ga akan berarti apa-apa tanpa dia.


Young Hee sedang menunggu Dong Soo, dan saat Dong Soo datang, Young Hee langsung berkata kalau dia ingin minta tolong pada Dong Soo. Dong Soo bertanya minta tolong apa? Young Hee memberikan amplop kecil pada Dong Soo dan meminta Dong Soo memberikannya pada Jaksa Jo. Harus Jaksa Jo yang menerimanya. Dong Soo bertanya apa ini? Young Hee menjawab kalau ini adalah hal yang sangat penting, jadi jangan pernah memberikannya pada orang lain. Dia tahu kalau Dong Soo adalah orang yang dekat dengan Hae Woo. Dong Soo senang karena dipuji Young Hee dan bilang kalau untuknya itu ga terlalu sulit. Dong Soo bercanda dan bilang kalau dia kan seorang pengantar barang, apa Young Hee lupa itu? Young Hee meminta agar Dong Soo berhati-hati. Dong Soo menjawab agar Young Hee ga perlu khawatir. Saat Dong Soo akan pergi, dia tiba-tiba berkata maaf atas kalimatnya kemarin yang bilang dia kecewa pada Young Hee. Dia benar-benar ga bermaksud seperti itu.

Young Hee menjawab kalau itu ga masalah, Dong Soo senang dan berkata kalau ada banyak hal sebenarnya yang ingin dia katakan pada Young Hee, tapi dia tetap harus menyampaikan ini dulu pada Hae Woo. Kemudian Dong Soo pun pergi. Dia melangkah dengan tegap bak seorang yang sedang upacara bendera. LOL


Yoshimura membuka kotak penyimpanan Flashdisknya dan mendapati kalau Flashdisk itu sudah ga ada di tempatnya. Siapakah yang mengambil?


Han Yi Soo berdiri di depan sebuah rumah, saat dia akan mencoba masuk ke dalam, tiba-tiba ada seorang ahjumma yang membukanya.


Yi Soo diantar oleh Ahjumma itu menemui seorang nenek yang ternyata ibu si Ahjumma. Ahjumma itu berkata kalau pria ini adalah anaknya Han Young Man. Nenek itupun memandang Yi Soo. Yi Soo langsung membungkuk hormat menyapa sang Nenek.


Yi Soo dan nenek pindah duduk diluar rumah. Nenek kemudian bercerita, saat Hee Soo nya ditangkap karena melakukan demonstrasi, dan kemudian ditangkap. Dia berfikir bahwa semuanya akan baik-baik saja, setelah Hee Soo bebas pasti Hee Soo akan baik-baik saja. Tapi ternyata dugaannya salah. Hee Soo lebih seperti mayat hidup saat itu.
Nenek itu kembali bercerita kalau saat sepulang dia mengubur anaknya, dia bertekad akan membunuh pelaku itu dengan tangannya sendiri.
Yi Soo masih setia mendengarkan cerita nenek yang bilang bahwa sekitar 3 tahun kemudian penyiksa itu datang menemuinya. Penyiksa itu meminta maaf sambil menangis padanya. Saat itu dia menjawab jika penyiksa itu bisa mati di depannya maka dia akan memaafkan penyiksa itu. Tapi Young Man berkata kalau Young Man memiliki anak, sehingga ga bisa untuk melakukannya.

Setelah itu Young Man terus kembali setiap bulannya. Tapi dia ga pernah mengizinkan Young Man untuk menemuinya. Young Ma terus datang tanpa henti selama sekitar 10 tahun, meskipun dia ga pernah mau menemui Young Man.

Lalu suatu hari, Young Man datang tepat saat Hee Soo meninggal. Young Man berkata kalau dia ingin mengucapkan selamat tinggal padanya. Saat dia melihat Young Man menangis didepannya, dia jadi berfikir bahwa pasti sulit memiliki perasaan bersalah terus menerus di dalam hati. Itu sama saja seperti berada di neraka. Yi Soo bahkan ikut merasakan kesedihan dan penyesalan itu.
Kemudian nenek bertanya apa Yi Soo anak Young Man? Yi Soo membenarkan. Nenek berkata kalau dia ga tahu kenapa Yi Soo ingin membicarakan masa lalu itu. Tapi karena Yi Soo sudah datang menemuinya, dia jadi ingin minta tolong pada Yi Soo. Yi Soo pun bertanya minta tolong apa? Nenek menjawab “Beritahu dunia, bahwa ada orang-orang malang seperti anakku..Karena aku sudah tua, maka ga akan ada yang mendengarkanku. Aku ga tahu harus memulainya dari mana. Karena kau masih muda, maukah kau melakukan itu untukku? Itu permintaanku.”
Saat akan pulang pun Yi Soo membungkuk sangat dalam pada nenek itu. Ibu Hee Soo.


Yi Soo ditelepon Soo Hyun. Yi Soo pun menerimanya. Soo Hyun yang sedang ada di suatu tempat berkata kalau ada yang ingin dia katakan pada Yi Soo. Kapan dia bisa bertemu Yi Soo? Yi Soo menjawab kapan saja dia bisa. Soo Hyun berkata kalau begitu nanti malam saja, karena dia ga mungkin bertemu Yi Soo siang hari seperti ini. Yi Soo menyetujuinya dan bertanya dimana mereka harus bertemu? Soo Hyun menjawab nanti dia akan menelpon Yi Soo lagi.
Yi Soo menyetujuinya.


Setelah selesai bicara dengan Yi Soo, Soo Hyun menelpon Sang Gook. Soo Hyun berkata kalau Sang Gook harus menyiapkan uang itu karena hari ini adalah saatnya.


Sang Gook setelah berbicara dengan Soo Hyun menelpon kaki tangannya dan berkata agar kaki tangannya itu melakukan seuatu untuknya.


Eui Sun menjelaskan pada Joon Young kalau semua sudah ditangani ayahnya. Jadi Joon Young ga perlu khawatir lagi. Joon Young hanya diam. Kemudian Eui Sun berkata pasti sekretaris Kim keluar karena sudah mengkhianatinya kan? Kalimat itu tidak ditanggapi oleh Joon Young, tiba-tiba dia hanya keluar meninggalkan ayah mertuanya itu.


Dong Soo sampai di kantornya Hae Woo, dan langsung ditanya ada urusan apa? Dong Soo langsung melihat ke ruang Hae Woo, dan bersyukur karena Hae Woo ada di tempatnya. Dong Soo menjawab kalau dia hanya ingin bertemu Jaksa Jo. Rekan Hae Woo melarang Dong Soo yang ingin langsung masuk, namun Dong Soo malah memanggil nama Hae Woo. Hae Woo mendengar panggilan itu dan melihat kalau ternyata ada Dong Soo di kantornya.

Hae Woo langsung keluar dan bertanya kenapa Dong Soo ada disini? Dong Soo membisikkan sesuatu pada Hae Woo kalau dia membawa sesuatu untuk Hae Woo dari sekretaris Jang. Hae Woo kaget dan langsung menyuruh Dong Soo masuk ke ruangannya. Dong Soo dengan gayanya berkata kalau rekan Hae Woo ga perlu membawakan kopi untuknya. LOL
Soo Hyun hanya melihatnya saja dari tempatnya


Setelah di dalam, Hae Woo bertanya apa yang ingin diberikan Young Hee padanya? Dong Soo langsung memberikan amplop kecil itu. Hae Woo melihat kalau itu adalah Flashdisk, dia penasaran sehingga langsung membuka file itu di laptopnya.
Saat Hae Woo melihat file itu ternyata berisi dokumen yang selama ini dia cari. Dokumen yang berisi fakta tentang Cheon Yeong Bo. Kakeknya.
Hae Woo jelas terkejut.

Dong Soo yang melihat keterkejutan Hae Woo bertanya memang apa isinya? Hae Woo langsung menutup laptop dan mengucapkan terima kasih pada Dong Soo.


Young Hee masih mencoba menelpon Yi Soo, namun ternyata nomer Yi Soo ga bisa dihubungi. Dia masih khawatir dengan CEO nya itu.
Tepat setelah Young Hee menutup telepon Hae Woo menghubunginya. Young Hee pun langsung menerima panggilan itu.


Hae Woo dan Young Hee bertemu diluar dan Hae Woo bertanya apa Flashdisk yang Young Hee kirim melalui Dong Soo itu dari Kim Joon? Young Hee menjawab bukan. Hae Woo kembali bertanya apa itu dari Yoshimura? Young Hee menjawab kalau untuk itu dia ga bisa memberitahu.
Hae Woo berkata kalau dia mengerti posisi Young Hee, tapi kenapa Young Hee mengirimkan itu padanya?

Young Hee menjawab kalau menurutnya hanya Hae Woo yang bisa menyelesaikan semua ini. Hae Woo bertanya apa maksudnya? Young Hee menjawab kalau Kim Joon juga punya file yang sama seperti yang Hae Woo terima tadi, tapi dia tahu Kim Joon ga bisa memberikan itu secara langsung pada Hae Woo karena Kim Joon ga ingin menyakiti Hae Woo lagi.
Young Hee bilang kalau dia hanya ingin membantu Kim Joon, tapi dia ga tahu bagaimana caranya untuk membantu. Lagipula dia tidak dalam posisi yang memungkinkan untuk membatu Kim Joon. Dia tahu ini akan menjadi lebih sulit untuk Hae Woo. Tapi dia yakin Hae Woo lebih kuat darinya. Jadi dia yakin hae Woo bisa mengatasinya.

Hae Woo tiba-tiba bertanya apa Yi Soo tahu bagaimana perasaan Young Hee? (Hae Woo nyebutnya juga bukan Kim Joon lagi, tapi Yi Soo, mungkin Hae Woo juga yakin Young Hee udah tahu kalau Kim Joon adalah Yi Soo. )

Young Hee kaget dan bertanya aapa maksud Hae Woo? Hae Woo ga menjelaskan dan hanya mengucapkan terima kasih karena Young Hee sudah mempercayaninya. Hae Woo mengajak Young Hee untuk segera pergi, karena pasti banyak yang akan mereka kerjakan mulai sekarang.


Hae Woo menemui seorang yang berkecimpung di media massa. Laki-laki itu bernama Jae Myung, dia membaca dokumen Hae Woo. Membaca setiap paragrafnya membuat Jae Myung syok, dan Hae Woo hanya diam menunggu.
Melihat Hae Woo hanya diam, Jae Myung menggerak-gerakkan tangannya di depan wajah Hae Woo. Hae Woo pun tersadar dari lamunannya, dan Jae Myung bertanya apa ini baik-baik saja jika disiarkan?
Hae Woo menjawab alasan dia memberikannya pada Jae Myung adalah supaya Jae Myung mempublikasikan artikel itu. Bisakan Jae Myung menulis artikel itu? Buktinya adalah foto hitam putih tadi. Jae Myung menjawab kalau bukti itu sebenarnya sangat lemah, tapi karena ini berita eksklusif maka pasti banyak yang suka.

Jae Myung kembali bertanya apa yakin ini ga apa-apa dipublikasikan? Hae Woo menjawab sebenarnya memang ga baik, tapi seseorang harus mengungkapkannya. Jae Myun bertanya apa Joon Young tahu tentang ini? Hae Woo menjawab kalau dia akan memberitahu Joon Young. Jae Myung berkata jujur dia ga tahu kenapa Hae Woo melakukan ini, tapi dia akan melakukannya dan akan menghubungi Hae Woo jika semua sudah siap. Hae Woo mengucapkan terima kasih pada Jae Myung.


Bang Jin yang sedang mencari info tentang anak Hee Soo menunggu dengan sabar. Datanglah seorang staf yang membawa catatan itu, dan berkata kalau nama anak yang ayahnya dulu ada dipenjara adalah Kim Soo Hyun. Setelah kelas 9, ga ada catatan lagi mengenai Soo Hyun. Bang Jin yang kaget langsung mengambil data tentang Kim Soo Hyun, dan terlihat foto Kim Soo Hyun yang merupakan kepala bagian di kasus Kriminal. Soo Hyun yang sedang mendekati putrinya.


Hae Woo yang sudah sampai di kantornya, ditelpon Bang Jin yang mengabarkan informasi mengenai Soo Hyun. Bahwa Soo Hyun adalah anak Kang Hee Soo. Hae Woo jelas kaget, dan Bang Jin berkata kalau dia yakin yang menolong Yi Soo selama ini adalah Soo Hyun. Dia juga bilang kalau Soo Hyun juga sudah menemukan fakta bahwa ayah Yi Soo lah yang menyiksa dan membunuh ayahnya. Bang Jin berkata lagi kalau dia hanya khawatir jika Soo Hyun akhirnya balas dendam pada Yi Soo.
Hae Woo jelas syok, dan berharap ga akan terjdi sesuatu yang buruk pada Yi Soo.
Hae Woo ga bisa menghubungi kedua orang itu, Yi Soo maupun Soo Hyun,membuat Hae Woo makin cemas, dan langsung keluar berniat mencari mereka.


Terlihat Yi Soo sedang berdiri diatas sebuah gedung. Dia benar-benar terlihat frustasi dan galau dengan semua ini. Lalu Ponsel Yi Soo Berdering dan Soo Hyunlah yang menelponnya, Yi Soo menjawab kalau dia akan menemui Soo Hyun ditempat itu.


Soo Hyun mengendarai mobilnya dan melihat pistol yang ada di samping tempat duduknya, dan kemudian Soo Hyun melihat ke kaca spion mobilnya dan tahu kalau suruhan Sang Gook sedang mengikutinya. Soo Hyun mempercepat mobilnya dan suruhan Sang Gook juga melakukan hal yang sama.


Jae Myung menyerahkan dokumen yang diberikan Hae Woo pada atasannya, dan atasannya langsung melempar dokumen itu ke meja. Atasan Je Myung bahkan menyuruh Jae Myung membuang dokumen itu, Jae Myung tentu kaget dan bertanya masak dibuang? Ini layak berada di halaman depan. Berita ini eksklusif.
Atasan Jae Myung bertanya apa berita Eksklusif itu hanya berdasar pada asumsi saja?
Jae Myung menjawab tapi ada bukti foto didokumen itu?

Atasan Jae Myung menjawab bisa saja itu palsu. Rekayasa. Jae Myung berkata kalau dia sudah mengecek foto itu, dan itu bukan rekayasa kok.
Atasan Jae Myung berkata kalau mereka sedang berurusan dengan orang yang bernama Jo Sang Gook.
Jae Myung tahu betul kan bagaimana pengaruh dan kekuasaan Sang Gook? Jadi jangan membuang wajtu dengan menulis artikel tanpa bukti seperti itu.
Jae Myung bertanya jadi maksudnya mereka bahkan ga bisa menyentuh Jo Sang Gook sama sekali?
Atasan Jae Myung kesal dan menjawab itu benar.

Jae Myung gantian yang kesal dan bertanya bagaimana jika ini benar?Atasan Jae Myung ga menjawab dan Jae Myung langsung pergi meninggalkan atasannya sambil tidak lupa membawa dokumen itu.


Hae Woo dan Bang Jin berada di satu mobil dan sedang mencari keberadaan Yi Soo serta So Hyun dengan alat pelacak yang bekerja di ponsel.
Hae Woo yang menyetir, dang Bang Jin yang melihat arah pelacak menuju kemana.
Bang Jin melihat Hae Woo yang sangat cemas, dan berkata agar Hae Woo ga khawatir, karena ga akan terjadi sesuatu pada Yi Soo.


Di sebuah tempat, dengan air yang menggenang luas di sana. Sungai dibawah jembatan. Terlihatlah Yi Soo dan Soo Hyun. Yi Soo berkata kalau dia sudah menunggu Soo Hyun dari tadi. Yi Soo meminta maaf pada Soo Hyun. Soo Hyun menjawab kalau Yi Soo bisa meminta maaf pada ayahnya setelah Yi Soo mati. Soo Hyun langsung mengarahkan pistolnya kearah Yi Soo. Yi Soo hanya tersenyum dan berkata terima kasih. Soo Hyun menjawab kalau Yi Soo ga perlu berterima kasih padanya, karena dia bisa mendapatkan 5 miliar won dengan membunuh Yi Soo.
Suruhan Sang Gook melihat itu dari kejauhan


Bang Jin berkata pada Hae Woo agar menghentikan mobilnya disini, karena tandanya berhenti di sekitar sini. Hae Woo jelas mematuhi itu. Dia kemudian menepi, dan segera keluar mobil melihat dimana Yi Soo dan Soo Hyun. Kemudian Hae Woo beralih ke jembatan dan melihat kebawahnya. Disana dia melihat Yi Soo dan Soo Hyun. Tepat saat Hae Woo dan Bang Jin akan menyusul Yi Soo, terdengar suara tembakan, membuat Hae Woo dan Bang Jin kembali melihat diatas jembatan dan terkejut karena Soo Hyun menembak Yi Soo, dan membuat Yi Soo jatuh kesungai, lalu tenggelam. Hae Wo tentu kaget, begitupula Bang Jin.
Mereka langsung berlari menyusul Yi Soo dan Soo Hyun, sebelumnya Bnag Jin juga menelpon bantuan untuk segera datang.


Soo Hyun yang sudah dengan tugsnya hanya melihat ketempat dimana suruhan Sang Gook ada disana. Dia tidak peduli dan langsung masuk ke mobilnya dan pergi.
Sementara itu Sang Gook tersenyum puas setelah mendapat kabar jika rencana Soo Hyun berjalan sukses, dengan matinya Yi Soo.
Dia tertawa senang dan merasa hidupnya akan damai saat ini.


Hae Woo dan Bang Jin sudah sampai di TKP. Soo Hyun jelas sudah ga ada disana. Hae Woo tentu langsung mencari Yi Soo yang sudah ditelan air tadi. Dia melihat kesegala sudut, mencari mungkin Yi Soo masih ada. Tapi ternyata memang hanya ada air yang luas tergenang. Tidak ada Yi Soo disana.

Kemudian saat Hae Woo melihat ke bawah, dia mendapati sesuatu yang menarik perhatiannya. Hae Woo pun mendekat, dan mengambil benda itu. Ternyata itu adalah hiasan Hiu milik Yi Soo.



Bersambung episode 20

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar