Minggu, 18 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 2

Episode 2 dibuka dengan Han Young Ma yang membuka loker nomer 22, dan menaruh sebuah amplop cokelat di dalamnya. Sepertinya itu dokumen penting.

Episode 2
Yi Soo yang tadi kehujanan bersama Hae Woo segera masuk ke dalam Vila. Dia langsung menelepon Nyonya Park untuk mengabarkan kalau Hae Woo bersamanya, dan sekarang Hae Woo sedang tertidur. Yi Soo berjanji akan membawa Hae Woo pulang setelah cukup tidurnya. Jadi jangan khawatir.

Yi Soo menutup telepon dan menatap Hae Woo yang terlelap. Dia mendekati Hae Woo dan membenarkan letak selimut Hae Woo.



Terlihat Yi Soo tertidur disamping Hae Woo, beralaskan tangannya. Tanpa diduga ada dua orang yang datang dan mencengkeram Yi Soo. Yi Soo heran lalu bertanya mereka siapa? Hae Woo tahu kalau itu adalah orang suruhan ayahnya. Dia kesal melihat Yi Soo diseret paksa seperti itu.



Pria yang bernama Junichiro Yoshimura datang menemui Jo Sang Deuk. Sang Deuk meminta maaf karena membuat Yoshimura lama menunggunya.
Yoshimura menjawab itu tidak masalah, dia malah berterimakasih karena Sang Deuk mau meluangkan waktu untuknya. Yoshimura memperkenalkan dirinya. Sang Deuk mempersilakan Yoshimura duduk.

Sang Deuk duduk di kursinya dan berkata kalau selama ini dia bertanya-tanya siapa CEO Hotel Giant. Sepertinya Junichiro ini adalah CEO Hotel Giant.
Yoshimura merendah dan berkata kalau hotel Giant tidak ada apa-apanya dengan Hotel milik Sang Deuk.
Sang Deuk berkata kalau sepertinya Yoshimura orang Korea Jepang, karena bahasa korea Yoshimura begitu lancar.

Dengan perlahan Yoshimura bertanya apa Sang Deuk tidak ingat dengannya? Sang Deuk sedikit terkejut dan berkata kalau sepertinya dia baru sekali ini bertemu Yoshimura.
Dengan senyum, Yoshimura bertanya apa Sang Deuk ingat dengan Kim Yoon Shik?



Wajah Sang Deuk langsung berubah mendengar nama itu. Sang Deuk berkata kalau Yoon Shik adalah teman masa kecilnya. Yoshimurapun menjelaskan kalau Yoon Shik adalah ayahnya. Sang Deuk semakin terkejut.



Eui Sun pulang ke rumah dalam kondisi mabuk, dia sempoyongan saat keluar dari mobilnya. Saat itulah datang sebuah mobil dan Yi Soo ditarik keluar dari dalamnya. Hae Woo juga ada disana. Eui Sun memandang dengan tidak suka pada Yi Soo. Hae Woo membalas tatapan ayahnya dengan mata penuh amarah.



Yoshimura menjelaskan kalau orang tuanya meninggal karena insiden kebakaran. Itu terjadi begitu saja, dan dia tidak bisa berbuat apa-apa. Sang Deuk mengangguk dan berkata kalau dia mengerti itu. Yoshimura berkata kalau saat itu dia pergi ke Jepang tanpa pamit.
Sang Deuk memuji Yoshimura yang berhasil di negeri orang dan membuktikan kalau Yoshimura pria yang hebat.

Yoshimura tersenyum dan berkata kalau Sang Deuk terlalu memujinya. Sang Deuk mengelak kalau dia bukan hanya memuji, dia menjelaskan kalau hotel-hotel bertaraf internasional sedang melihat perkembangan Hotel Giant saat ini. Banyak yang menyebut CEO nya adalah orang yang sangat energik.

Yoshimura merendah dan berkata kalau orang-orang hanya berlebihan dalam menilai keberhasilannya, dia adalah Yakuza rendahan. Sang Deuk menggeleng dan bilang kalau setiap orang memiliki masa lalu. Tapi yang terpenting adalah masa sekarang. Yoshimura tersenyum membenarkan.



Eui Sun menampar Yi Soo, membuat Hae Woo terkejut. Nyonya Park juga tidak percaya tuannya akan melakukan tindakan itu. Yi Soo menatap Eui Sun dengan pandangan tidak suka, Eui Sun marah karena Yi Soo berani menatapnya seperti itu, dia akan kembali melayangkan tamparannya pada Yi Soo, tapi Hae Woo langsung berdiri di depan Yi Soo, menantang ayahnya.

Eui Sun meminta putrinya minggir, tapi Hae Woo menolak. Hae Woo bertanya kenapa ayahnya menampar Yi Soo? Salah apa dia?
Ayah Yi Soo kemudian masuk kedalam.Terkejut melihat keadaan yang terjadi.
Tidak ada yang sadar kehadiran ayah Yi Soo. Hae Woo berkata kalau mereka tidak melakukan kesalahan apapun, jadi Yi Soo tidak layak mendapat tamparan.



Nyonya Park mencoba memberitahu kalau Eui Sun ada tamu. Eui Sun tak peduli dan berkata kalau dari awal dia memang tidak menyukai Yi Soo. Dia berkata kalau dia tidak suka dengan ekspresi mata Yi Soo.
Yi Soo benar-benar sakit hati mendengarnya. Masih karena mabuk, Eui Sun meminta Yi Soo mendengarnya baik-baik, Jika Yi Soo bergaul dengan Hae Woo lagi, dia akan membuat Yi Soo menyesal. Apa Yi Soo mengerti?
Nyonya Park merasa Eui Sun sudah sangat keterlaluan, dan berkata kalau Eui Sun mabuk cukup berat.



Yi Soo dengan berani menjawab kalau dia tidak mengerti kenapa Ayah Hae Woo sangat membencinya? Hae Woo dan dirinya tidak melakukan kesalahan apapun. Dia juga tidak mengerti kenapa Ayah Hae Woo memperlakukannya seperti ini?
Yi Soo tanpa takut berteriak pada Eui Sun. Ayah Yi Soo membentak mengingatkan Yi Soo agar tidak kurang ajar.

Yi Soo akhirnya patuh dan menoleh menatap ayahnya. Young Man berkata pada Eui Sun, kalau dia akan menasihatinya putranya, bahkan Young Man meminta maaf pada Eui Sun. Yi Soo menatap ayahnya dengan pandangan kecewa. Kenapa Ayahnya begitu mau diperlakukan seperti itu? Diinjak-injak, ini namanya harga diri. Tangan Yi Soo mengepal menahan marah.



Eui Sun dengan angkuh berkata kalau tidak ada yang perlu dimaafkan. Dengan lagaknya Eui Sun meminta Yi Soo dan keluarganya untuk meninggalkan rumahnya. Eui Sun bahkan berkata apa Yi Soo dan keluarganya tidak punya uang untuk pindah? Dia akan memberikannya pada keluarga Yi Soo.
Yi Soo marah, dan dengan berani berkata kalau dia akan tetap bergaul dengan Hae Woo. Hae Woo terkejut dan menoleh menatap Hae Woo. Yi Soo bahkan menepis tangan ayahnya yang mengajaknya untuk segera keluar.
Dengan penuh percaya diri Yi Soo menambahkan kalau Hae Woo adalah temannya jadi dia yang akan memutuskan apakah dia akan berteman atau tidak dengan Hae Woo.
(Kereennnn)



Eui Sun sudah siap mengambil lampu meja dan akan melayangkannya kearah Yi Soo, tapi Sang Deuk keluar dan bertanya ada apa ini? Yoshimura bahkan ikut keluar menyaksikan pertunjukan itu. Sang Deuk memarahiu Eui Sun yang berani bertingkah seperti itu, saat dia ada tamu.

Eui Sun tanpa berani memandang ayahnya menjawab kalau dia tidak tahu ayahnya sedang ada tamu. Dengan sempoyongan Eui Sun berlari ke keluar. Sang Deuk juga meminta Hae Woo segera naik kekamar. Hae Woo awalnya menolak, tapi kakek memerintahnya dengan tegas.
Sebelum naik kekamarnya, Hae Woo masih menyempatkan diri menoleh pada Yi Soo.
Yoshimura melihat tatapan Hae Woo yang penuh rasa pada Yi Soo.



Sang Deuk juga meminta agar Young Man dan Yi Soo segera pulang. Han Young Man memninta maaf atas kekacauan yang putranya timbulkan. Sang Deuk menjawab tidak masalah.
Young Man menatap pada Yi Soo, dan Yi Soo paham, dia langsung membungkuk hormat pada Kakek Hae Woo.

Yoshimura seolah paham tentang gejolak rasa yang ada di hati Hae Woo dan Yi Soo, dia memandang kepergian dua remaja itu dalam diam.
Saat semua sudah pergi, Sang Deuk meminta maaf atas kejadian tadi pada Yoshimura. Yoshimura tersenyum dan berkata tidak apa-apa.



Yi Soo masih berdiri di luar rumah Hae Woo, sedih atas semua yang terjadi. Tiba-tiba pintu rumah Hae Woo terbuka dan Yoshiumura berjalan keluar dari rumah itu. Yoshimura menyadari kehadiran Yi Soo, dan menatapnya.
Dia kemudian mendekati Yi Soo, dan bertanya benarkah nama Yi Soo adalah Han Yi Soo? Kakek Hae Woo sudah menceritakan semuanya tentang Yi Soo padanya. Yi Soo sudah dianggap cucu sendiri oleh kakek Hae Woo.

Yoshimura menebak kalau Yi Soo tidak bisa percaya orang lain. Tapi, walaupun begitu Yi Soo harus bisa memahami ayahnya. Yoshimura berkata kalau ayah Yi Soo bukannya pengecut, tapi hanya tidak punya kekuatan, jadi itu satu-satunya cara untuk melindungi Yi Soo.
Yi Soo berbalik akan pergi, tapi kemudian Yoshimura menyebutkan namanya. Dia berkata kalau suatu saat nanti dia yakin akan bertemu lagi dengan Yi Soo.
(Dan sepertinya itu benar, karena dia kan yang akan membantu Yi Soo merubah wajah dan identitas Yi Soo, setelah Yi Soo kecelakaan di Boot Telepon malam itu.)

Yi Soo yang heran bertanya, apa maksud Yoshimura? Yoshimura hanya tersenyum tanpa menjelaskan apapun.



Yoshimura yang sudah siap masuk ke dalam mobilnya, berhenti sejenak, lalu mengarahkan pandangannya lagi ke rumah Sang Deuk. (Sepertinya dia juga punya dendam sama keluarga ini..dan Yi Soo nantinya bisa membantu untuk membalaskan dendamnya itu)



Han Young Man sedang mempersiapkan buku-buku pelajaran Yi Hyun. Yi Hyun berkata pada ayahnya kalau dia membutuhkan beberapa pensil untuk besok. Young Man berkata kalau dia akan mencarinya sekarang, mungkin masih ada toko buku yang buka.
Terlihatlah Yi Soo di depan pintu, dan Yi Hyun langsung menyapa kakaknya itu.
Yi Soo berkata kalau dia yang akan ke toko buku untuk mencari pensil yang Yi Hyun butuhkan. Yi Soo mungkin merasa bersalah pada ayahnya. Apa yang Yoshimura katakan adalah benar.

Ayah menolak, dan berkata kalau dia yang akan pergi ke toko buku, karena dia ingin menghirup udara segar.
Han Young Ma keluar melewati Yi Soo, dan Yi Soo seolah ingin memanggil ayahnya dan mengungkapkan penyesalannya. Tapi itu semua tertahan, tak bisa dia keluarkan.



Di kediaman keluarga Hae Woo. Sang Deuk kedatangan tamu. Seorang pria dengan sebuah amplop cokelat. Pria itu berkata kalau Sang Deuk pernah berkata tidak terlalu tahu tentang sejarah. Dia kecewa sekali dengan penyataan Sang Deuk itu. Dia mengira orang seperti Sang Deuk sangat paham akan sejarah. Sang Deuk bertanya kenapa pria itu berfikir seperti demikian? Pria itu menjawab kalau itu tidak penting. Yang terpenting adalah agar mereka bisa memperbaiki sejarah Korea.



Sang Deuk memandang ke amplop cokelat yang tergeletak diatas meja. Pria itu berkata kalau orang yang telah melakukan kesalahan saat ini masih hidup dengan baik, dan dunia hanya membiarkan saja. Pria itu menjelaskan kalau sebenarnya memang ini adalah dendam pribadinya saja.

Sang Deuk berkata “Waktu begitu berharga saat dia sudah berlalu”
Pria itu balas menjawab “Hal yang paling ditakutkan orang adalah membicarakan masa lalu”
Dia menambahkan kalau orang sukses seperti Sang Deuk mungkin akan sulit dalam memahami ketakutan masa lalu seperti yang dia katakan tadi. Pria itu juga berterima kasih karena Sang Deuk mau meluangkan waktu untuknya. Dia bersuiap akan pergi sepertinya. Sang Deuk meminta maaf kalau dia ternyata tidak bisa membantu. Pria itu menjawab tidak masalah, karena kebenaran tetap akan terungkap nantinya. Sang Deuk sedikit terkejut mendengar jawaban mantap sang Pria di hadapannya ini.



Young Man menyerahkan barang yang Yi Hyun pesan tadi pada Yi Soo dan berpesan agar Yi Soo tidak menunggunya, dan tidur lebih dulu. Young Ma kemudian meminta maaf pada putra kesayangannya itu. Dia tahu kalau Yi Soo tidak berslah, tapi dia tidak bisa membantu Yi Soo. Yi Soo hanya terdiam mendengar apa yang ayahnya katakan.
Yi Soo kemudian memanggil ayahnya, dan berpesan agar hati-hati dijalan.



Saat ayahnya telah pergi, Yi Soo melihat barang-barang yang ayahnya belikan untuk adiknya. Ada sebuah kotak music lucu bergambar Hello Kitty yang juga dibelikan ayahnya untuk Yi Hyun. Yi Hyun pasti sangat senang.



Sang Deuk diruangannya memikirkan semua yang terjadi. Kedatangan Yoshimura dan juga tamu terakhir tadi.



Di dalam mobil, Young Man sedang mengantar tamu terakhir Sang Deuk tadi. Pria itu bertanya pada Young Man, sudah berapa lama Young Man bekerja pada keluarga Jo Sang Deuk? Young Man menjawab kalau sudah lama sekali. Pria itu bertanya apa pendapat Young Man tentang orang seperti Sang Deuk? Apa Young Man percaya Sang Deuk adalah orang hebat seperti yang diidolakan para mahasiswa Korea? Young Man mempercayai itu.

Pria itu berkata kalau di dunia ini ada berbagai jenis penipu. Pertama adapah penipu yang bekerja pada skala kecil, dan kedua penipu yang menipu seluruh negeri. Para penipu besar selalu waspada pada orang-orang kecil seperti mereka. Bhakan terkadang penipu besar itu dipuji sebagai pahlawan.
Pria itu mengambil amplop cokelat yang dia bawa tadi.



Yi Soo sedang ada diluar rumah, dia sendiri menatap bintang dilangit. Yi Soo mengingat tamparan Eui Sun dipipinya tadi. Hinaan Eui Sun menyakitkan untuknya. Dia bahkan mungkin tidak akan bisa melupakannya.
Tiba-tiba terdengar langkah kaki, dan Yi Soo menoleh. Ternyata Hae Woo berjalan menghampirinya. Hae Woo melihat pipi Yi Soo yang ditampar ayahnya, dan bertanya pasti sakit rasanya? Yi Soo menjawab tidak juga. Hae Woo meminta maaf. Yi Soo menjawab tidak apa-apa kok.
Dengan sedikit menahan tangis Hae Woo juga mengucapkan terima kasih pada Yi Soo karena dengan tegas mengatakan kalau tetap akan berteman dengannya. Dia berterima kasih untuk itu.



Yi Soo duduk di sisi jembatan, dan Hae Woo mengikutinya. Mereka sama-sama memandang langit malam ini.
Hae Woo bertanya apa yang Yi Soo cari di langit? Yi Soo menjawab bintang utara. Hae Woo menoleh memandang Yi Soo dengan tatapan bingung.
Yi Soo masih tetap memandang langit berkata kalau namanya memang bintang utara karena letaknya tepat diatas langit kutub utara. Bintang itu juga disebut Polaris. Merupakan bintang yang digunakan sebagai navigasi oleh para wisatawan.

Hae Woo bertanya apa maksud bintang navigasi? Yi Soo memandang Hae Woo dan tersenyum. Yi Soo menjelaskan karena bintang itu selalu menunjuk ke utara saat kita tersesat. Kita bisa menemukan kembali jalan kita dengan melihat Bintang Utara. Hae Woo dengan tiba-tiba berkata kalau itu sama seperti Yi Soo. Dengan tersenyum Hae Woo menjelaskan kalau Yi Soo adalah bintang navigasinya dan teman terdekatnya.

Hae Woo berkata “Tapi siapapun yang hilang hari ini, mungkin tidak akan menemukan jalannya”



Han Young Man sudah selesai dengan tugasnya mengantar tamu Sang Deuk sampai ke tempatnya.
Young Man masuk kembali ke mobil, dan melihat ke belakang. Terkejut, karena amplop cokelat pria itu tertinggal di mobilnya.



Eui Sun mabuk-mabukkan, dan sedang digandeng dua wanita seksi yang sepertinya menemaninya minum malam ini di bar. Eui Sun minta dilepaskan dan berkata kalau dia tidak sedang mabuk. Eui Sun berniat menyetir sendiri dan merebut kunci dari tangan supirnya. Supirnya mengingatkan kalau Eui Sun sedang mabuk berat, tapi Eui Sun mana peduli. Dia memasang sabuk pengamannya, dan bersiap tancap gas.



Pria yang diantar Young Man tadi masuk kedalam rumahnya, dia mengambil minuman di kulkas. Tiba-tiba terlihat sebuah tangan yang menggenggam erat sebuah pena.Pena beracun sepertinya. Pemegang pena beracun itu berada di dalam rumah, bersiap untuk melancarkan aksinya. Melenyapkan si pemilik rumah.



Pria itu terkejut seolah teringat akan dokumennya tadi yang tertinggal di mobil, dia segera keluar, dan tepat saat itu, Young Man datang dan menyerahkan apa yang dia cari. Saking gugupnya pria itu menjatuhkan dokumennya, dan Young Man mengambilkan untuknya. Pria itu mengucap terima kasih. Young Man menjawab tidak masalah.



Saat Young Man pamit akan pergi, Pria itu berkata tunggu dulu. Dia mendekat dan bertanya bukankah dia pernah bertemu dengan Young Man sebelum ini? Pria itu berkata kalau wajah Young Man terlihat tidak asing untuknya. Dia mencoba mengingat-ingat. Dan matanya membelalak saat dia sudah tahu siapa Young Man.
Pria itu berkata “Bayangan itu..aku ingat mata itu..”

Young Man tidak mengerti apa yang pria itu bicarakan. Dia terlihat bingung. Pria itu melanjutkan “Bayangan itu..itu kau..itu pasti kau.”

Pria itu maju mendekat, membuat Young Man reflek mundur menjauh.
Pria itu berkata kenapa dia tidak bisa mengenalinya. Dia selalu melihat wajah Young Man bahkan dalam mimpinya.
Pria itu bernama Kang Hee Soo.
Hee Soo bertanya apa Young Man tidak mengenalinya? Dia memegang tangan Young Man dengan erat. Young Man ketakutan karena itu.



Di dalam mobil, Eui Sun yang sedang mabuk, menelpon istrinya, meminta istrinya kembali sekalipun itu hanya untuk Hae Woo. Eui Sun bahkan bilang kalau dia akan menceraikan Sun Young jika memang iutu yang diinginkannya. Karena sedang mabuk, dan tidak memperhatikan jalan. Eui Sun menabrak seorang pejalan kaki. Pria itu tertabrak dnegan hebat, dan sekektika itu meninggal di jalan.



Young Man mencoba melarikan diri setelah berhasil mengambil dokumen yang Hee Soo bawa tadi. Dia seolah ketakutan. Dia segera membuka mobil dengan paniknya. Tapi mungkin karena panik, pintu mobil tidak berhasil dibuka. Saat itulah Young Man teringat masa lalunya.



Flashback

Terlihat seorang pria dengan peralatan-peralatan bertegangan tinggi yang terhubung ke tubuh = seorang pria.
Saat tombol on ditekan, pria yang terhubung dengan kabel-kabel itu berkelojotan tubuhnya.



Flashback End

Young Man mengingat itu, dan sangat ketakutan. Apakah Young Man yang melakukan hal itu? Dia emnangis karena menyesalinya, sepertinya Young Man sudah bertobat. Tapi kebenaran kan belum terungkap.



Eui Sun yang tahu menabrak seseorang, turun dari mobilnya untuk melihat yang terjadi pada korban. Saat itulah tanpa disadari jam tangan Eui Sun terlepas dan jatuh ke jalan. Eui Sun mendekat melihat korban yang tergeletak tak bernyawa. Dia ketakutan, dan langsung masuk kembali kedalam mobil.
Seorang bocah laki-laki melihat semua kejadian itu dari balkon rumahnya.
Saksi kunci dari kematian pria pejalan kaki itu.



Anak laki-laki itu melihat dari atas rumahnya, dia terdiam melihat si pejalan kaki yang tewas ditempat, dan sebuah jam tangan milik si penabrak.



Young Man mengemudikan mobil dalam kondisi kalut. Sementara itu Eui Sun juga mencoba memulihkan kesadarannya agar bisa kembali sampai di rumah, tanpa ada yang curiga dia sudah membunuh orang malam ini.
Mereka berdua dalam keadaan yang sama, dengan alasan yang berbeda.



Di kediaman Kang Hee Soo. Si pemilik rumah ditemukan tidak bernyawa dengan mata terbuka.
Lalu terlihatlah tangan itu lagi, yang memegang pena beracun. Pena itulah yang sepertinya menyebabkan Hee Soo meninggal.
Tidak ada yang tahu siapa pemegang pena beracun itu.



Pembunuh itu akan meninggalkan rumah Hee Soo dengan sebelumnya menelepon seseorang. Ternyata dia mengabarkan pada Jo Sang Deuk bahwa Kang Hee Soo sudah berhasil dilenyapkan.
Jo Sang Deuk ternyata dalang dibalik kematian Kang Hee Soo. Sepertinya Kang Hee Soo mempunyai sesuatu yang bisa membuat Sang Deuk terbongkar kejahatannya, dan tercoreng nama baiknya selama ini.



Yi soo yang baru pulang membeli sesuatu melihat Eui Sun masuk kedalam rumah dengan terburu-buru dan sempoyongan karena mabuk berat. Lalu terlihat ada seorang pria di balik pohon melihat kejadian di itu.



Eui Sun masuk ke kamarnya diliputi rasa cemas. Dia menangis akan kebodohannya. Lalu dia menyadari jam tangannya yang sudah tidak ada. Dia tidak percaya dan menaikkan lengan bajunya untuk memastikan (Ampun bego banget, ini jam tangan bapak..bukan peniti yang bisa nyelip..-_-)



Seorang polisi menemukan jam tangan Eui Sun di TKP. Dia melihat dengan seksama bukti ini. Di belakang jam itu terdapat ukiran nama hotel dan sebuah inisial J.E.S
Polisi itu sepertinya tahu siapa pelaku tabrak lari ini.
Polisi itu tersenyum, sepertinya dia polisi yang tidak adil, curang, dan korup.



Terlihat seorang pria bernama Oh Hyun Shik yang berprofesi sebagai jaksa, mendapat telepon dari seseorang. Ternyata polisi tadi yang menghubungi jaksa Oh Hyun Shik dan berkata kalau sepertinya Hyun Shik harus tahu tentang ini.
Polisi itu berkata ini tentang Jo Sang Deuk.



Oh Hyun Shik menemui Sang Deuk di rumahnya. Sang Deuk berkata untuk menyelesaikannya secara legal. Dia akan bertemu dengan direktur Jung minggu depan. Sang Deuk merasa Oh Hyun Shik pantas berada di posisi teratas kantor kejakasaan. Jadi sekarang dia sedang mempertimbangkan posisi mana yang tepat untuk Hyun Shik. (Nyogok ceritanya..)

Sang Deuk dengan bijak berkata kalau Hyun Shik yang akan bertanggungjawab dengan keadilan di negeri ini (Woo…parah,,habis jadi dalang pembunuhan kok ngomong keadilan lo..^^)
Dia tdak akan memaksa Hyun Shik untuk mengambil posisi ini jika terasa sulit. Hyun Shik hanya tertunduk diam. Dia jelas tergoda dengan naik jabatan yang berarti uangnya juga akan bertambah.



Han Young Man sampai di suatu tempat. Dia melihat tempat itu dengan perasaan yang berkecamuk didadanya. Kemudian dia beralih ke amplop cokelat yang sepertinya berisi bukti kejahatan masa lalunya.



Sang Deuk berdiri menatap ke luar jendela, di ruang kerjanya.
Sementara itu Han Young Man membuka amplop cokelat dan membaca isinya. Dia benar-benar terlihat cemas setelah membaca semua yang tertulis disana.
Lalu ponsel Young Man berdering dan tertera nama Jo Sang Deuk disana.



Dan Scene selanjutnya adalah scene pembuka di episode 2 ini, dimana Young Man menyembunyikan dokumen di loker dengan kunci bernomor 22, adalah document berisi bukti kejahatan itu, yang membuatnya kalut, dan menyesal.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar