Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 8 part 2


Yi Soo yang sedang berada di apartemennya terlihat sedang menghubungi seseorang melalui ponselnya. Saat telepon itu tersambung, Yi Soo berkata “Ini aku..Han Yi Soo..”

Part 2

Di lain tempat Sang Deuk juga sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon. Apakah dia berbicara dengan Yi Soo? Tentu saja tidak..

Sang Deuk mungkin menghubungi kakek tua pemilik toko buku bekas yang biasa Hae Woo temui. Kakek yang kemungkinan besar merupakan kaki tangan Sang Deuk dalam menyingkirkan Young Man dan Prof Kang 12 tahun lalu.

Sang Deuk berkata pada orang yang diteleponnya bahwa Han Yi Soo masih hidup, dan halaman di dokumen itu bukan karena salah cetak, tapi memang Yi Soo yang merobeknya dan menyimpannya di loker yang berbeda. Sang Deuk terkekeh dan berkata kalau anak itu si Han Yi Soo memang pintar dan hanya Yi Soolah yang mampu melakukan semua ini padanya. Halaman yang hilang itu tentu saja juga penting, walaupun jika ternyata tidak, halaman itu tetap harus ditemukan. Lubang kecil seperti ini harus dicegah sebelum menjadi tambah besar. Sang Deuk menyuruh agar halaman yang hilang itu segera ditemukan, bagaimanapun caranya.



Kembali lagi ke Yi Soo, dia berkata kalau foto itu harus ditemukan sebelum Sang Deuk yang menemukannya. (Kayaknya foto yang di maksud ya yang di halaman 28—sama seperti yang sedang Sang Deuk cari)



Hae Woo dan Bang Jin masih terlibat pembicaraan serius. Bang Jin masih seolah tak percaya kalau Yi Soo masih hidup hanya dengan Hae Woo yang mendengar cerita dari kakek tua di Okinawa, dan bukti adanya kalung Hiu itu.
Hae Woo membenarkan dan berkata lagi kalau Yi Soo benar-benar masih hidup.

Bang Jin mencoba mengingatkan Hae Woo kalau hanya keajaiban saja yang bisa membuat orang selamat dari kecelakaan maut seperti yang Yi Soo alami 12 tahun lalu itu. Bahkan Hae Woo juga sudah melihat lokasi kecelakaan itu kan? Kalaupun iya Yi Soo masih hidup, apa itu mungkin dengan luka yang sangat parah dia jalan-jalan ke Okinawa?

Hae Woo tahu itu mustahil, dia sendiri juga bingung. Tapi kenyataan Yi Soo masih hidup, dia yakin sekali tentang hal itu. Bang Jin berkata terlalu dini untuk Hae Woo menyimpulkan hal seperti ini, karena bagaimanapun ini masalah yang penting. Bukan main-main.

Bang Jin bilang, jika Yi Soo masih hidup, maka kemungkinan besar Yi Soo lah pelaku dari pembunuhan Jung Man Chul. Hae Woo mencoba menyangkalnya, karena tidak ada bukti yang bisa mengatakan Yi Soo pelakunya.
Hae Woo berkata kalau dia yakin Yi Soo ingin mereka mencari kebenaran 12 tahun yang lalu agar terungkap.

Bang Jin menjawab dan Hae Woo sendiri yang akan mencari kebenaran itu kan? Hae Woo tahu apa maksud kata-kata Bang Jin. Dia mengerti kalau hal ini bukan sesuatu yang bisa diakhiri begitu saja.

Bang Jin akhirnya berkata baiklah anggap saja Yi Soo memang benar-benar masih hidup. Dia meminta agar Hae Woo fokus saja pada Yi Soo, sedangkan dia akan mencoba melanjutkan penyelidikan. Hae Woo mengangguk tanda setuju.
Hae Woo berkata kalau Bang Jin pasti akan mengalami banyak kesulitan karena hal ini.

Bang Jin mengangguk dan mendesah, dia lalu bilang walaupun dia tahu orang yang sudah meninggal hidup lagi, tapi dia tidak bisa berhenti mendesah karena mengetahuinya.
Bang Jin meminta agar mereka tetap salng menghubungi dan dia segera beranjak dari tempatnya untuk pergi.

Hae Woo berkata tentang Yi Hyun yang membuat Bang Jin kembali menoleh. Bang Jin meminta agar Yi Hyun tidak tahu dulu tentang Yi Soo yang masih hidup. Hae Woo mengerti tapi dia yakin Yi Soo sudah pernah menemui Yi Hyun walaupun itu hanya sekali. Hae Woo bertanya apa Yi Hyun pernah mengatakan sesuatu yang aneh pada Bang Jin?

Bang Jin kemudian teringat soal Teleskop yang tiba-tiba dimenangkan oleh Yi Hyun. Dia pun mengatakan hal itu pada Hae Woo.


Yi Hyun sedang asik bekerja, lalu datanglah Yi Soo dengan senyum manisnya.
Yi Hyun mengucap selamat datang pada pelanggannya ini. Dia kemudian bertanya Jus apa yang Yi Soo sukai waktu itu? Yi Soo menjawab kalau semua rasanya memang lumayan. Yi Hyun mana mau dibilang kalau Jus ditempatnya kerja hanya lumayan saja rasanya, dan dia pun protes pada Yi Soo. Yi Soo tersenyum dan meralat ucapannya, kalau semua rasanya memang enak.

Yi Hyun bertanya kali ini mau pesan apa? Yi Soo menjawab kalau dia ingin Yi Hyun saja yang memilihkannya lagi. Yi Hyun pun tidak menolak.


Tapi tiba-tiba hidung Yi Hyun mimisan, dan Yi Soo langsung memegang pinggiran meja dengan erat saat mengetahu adiknya mengeluarkan darah. Dia terlihat sangat cemas. Yi Soo bertanya apa Yi Hyun baik-baik saja? Yi Hyun mencoba tersenyum sambil terus menutupi hidungnya dengan tangan, mencegah agar darah tidak terus keluar.

Yi Hyun akhirnya mencoba memanggil temannya agar menggantikannya sebentar, karena dia sedang mimisan.
Yi Soo yang ditanyai oleh pengganti Yi Hyun malah tidak menjawab dan terus menatap kepergian adiknya itu. Dia sangat khawatir. Tentu saja.


Saat keluar dari tempat itu, Yi Soo berpapasan dengan Soo Hyun, tapi mereka kan tidak saling mengenal jadi ya cuek aja.


Yi Hyun yang sudah membereskan masalah dengan hidungnya, kembali ke tempatnya bekerja, dan temannya berkata kalau orang yang memesan tadi tiba-tiba pergi begitu saja.

Soo Hyun yang langsung menyapa Yi Hyun, hanya berkata tunggu sebentar pada Soo Hyun, kemudian mengambil pesanan Yi Soo dan mencoba menyusulnya keluar, mungkin masih bisa terkejar, dan Soo Hyun hanya menatap heran.


Yi Soo masih teringat soal Yi Hyun yang mimisan, dia masih khawatir dengan kondisi adiknya itu. Lalu tiba-tiba Yi Hyun datang sambil membawa minuman untuk Yi Soo, minuman yang dipesannya tadi, dan Yi Soo kaget melihat adiknya ini. Yi Hyun menyerahkan minuman itu, dan Yi Soo menerimanya. Tangan mereka tentu bersentuhan saat itu.

Sebelum pergi Yi Hyun berkata semoga hari Yi Soo menyenangkan, dan Yi Soo langsung dengan cepat bertanya apa Yi Hyun baik-baik saja. Yi Hyun menjawab Ya, dia baik-baik saja. Yi Soo bertanya lagi dengan nada cemas apa Yi Hyun sakit? Yi Hyun menjawab tidak, dia sehat kok. Yi Soo berkata kalau ada baiknya Yi Hyun memeriksakan diri ke dokter.
Yi Hyun menjawab masak hanya karena mimisan dia harus bertemu dokter.
Yi Hyun berbalik dan melangkah pergi, tapi kemudian dia menoleh lagi menatap Yi Soo dan mengucapkan terima kasih karena Yi Soo sudah mengkhawatirkannya. Yi Hyun pun membungkuk hormat pada Yi Soo yang tidak lain adalah kakaknya.


Yi Hyun kemabli ke tempatnya bekerja dan Soo Hyun ada disana. Seolah masih menunggunya. Yi Hyun bertanya kalau bukankah Hae Woo Unni ada di Jepang, kenapa Soo Hyun malah ada disini? Soo Hyun menjawab simple kalau dia mau minum jus.
Yi Hyun tertawa mendengar jawaban Soo Hyun. Dia bertanya apa Soo Hyun sudah pesan? Soo Hyun menjawab kalau dia sengaja menunggu Yi Hyun yang mencatat pesanannya (Aiihh..apakah ada cerita cinta untuk mereka berdua..aku setujuuuuu pake banget..^^)

Yi Hyun menatap Soo Hyun heran dan bertanya kenapa Soo Hyun menggunakan bahasa Informal saat bicara dengannya? Apalagi mereka kan belum akrab, dan baru kenal.
Soo Hyun malah balik bertanya sejak kapan dia bicara dengan bahasa formal pada Yi Hyun?


Tiba-tiba Hae Woo menelepon Soo Hyun dan Soo Hyun langsung menerimanya. Soo Hyun pun segera kebali ke kantornya menemui Hae Woo.


Hae Woo bertanya pada Soo Hyun apa ada rumah sakit yang ditutup atau dipindahkan di TKP kecelakaan Han Yi Soo? Tidak hanya rumah sakit, tapi mungkin dokter atau perawat yang mungkin tinggal disekitar tempat itu. Hae Woo meminta Soo Hyun memeriksa semuanya.

Soo Hyun heran dan bertanya kenapa tiba-tiba Hae Woo pengen tahu?
Hae Woo menjawab kalau sekarang ini belum saatnya dia memberitahu Soo Hyun.
Soo Hyun menjawab kalau dia mengerti. Hae Woo menambahkan mulai sekarang segala sesuatu yang berhubungan dengan kasus Jung Man Chul tidak perlu dilaporkan lagi padanya.


Masuklah penyelidik wanita yang aku tidak tahu namanya. Dia senang melihat Hae Woo dan bertanya kalau Hae Woo ternyata kembali lebih cepat. Hae Woo membenarkan hal itu. Penyelidik melihat berkas yang menumpuk di samping meja Hae Woo dan berkata kalau melihat berkas-berkas itu saja membuatnya kepanasan, bahkan kantor-kantor jaksa yang lain, khawatir kalau kantor mereka akan melimpahkan beberapa kasus.

Hae Woo bertanya apa tugas pertama mereka? Penyelidik itu menjawab kalau interogasi kasus Chungjido dijadwalkan hari senin. Dokumennya sudah ada di meja Hae Woo.


Hae Woo segera membuka berkas yang ada di mejanya, dan mulai sibuk mempelajari kasus yang harus dia tangani. Lalu tiba-tiba ada yang menelepon Hae Woo, dan saat mendengar Kim Joon lah yang mengubunginya, Hae Woo sedikit kaget.


Sementara itu Yi Soo menelepon Hae Woo sambil memandangi lukisan Chagallnya. Dia berkata kalau niatnya menelepon Hae Woo hanya ingin tahu kesehatan Hae Woo saja. Hae Woo menajwab kalau dia baik-baik saja. Hae Woo juga minta maaf karena tidak sempat menyapa Kim Joon karena buru-buru kembali ke Seoul.
Kim Joon menjawab tidak masalah, dia hanya khawatir saja pada Hae Woo. Tapi setelah mendengar suara Hae Woo dia jadi lega. Hae Woo mengucapkan terima kasih karena Kim Joon mengkhawatirkannya. Kim Joon bertanya apa besok Hae Woo ada dirumah? Woo menjawab dia belum tahu besok dirumah atau ga.
Kim Joon menjelaskan kalau Chairman Yoshimura memintanya melakukan sesuatu, jadi besok dia akan mengunjungi kakek Hae Woo. (Lah mu ketemu kakeknya, kok yang ditanya cucunya..Modus^^)

Hae Woo menjawab kalau mungkin besok dia masih ada di kantor karena dia sedang banyak pekerjaan. Kim Joon diseberang sana mengangguk dan berkata kalau dia mengerti.


Joon Young yang sedang ada diruangannya. Terlihat sedang mencoba fokus pada pekerjaannya, tapi pikirannya malah melayang saat Hae Woo menceritakan kenyataan Yi Soo yang masih hidup. Hae Woo bahkan berkata kalau banyak orang yang terlibat untuk kasus ini, maka kebenarannya akan terkubur lagi.

Joon Young beralih tempat mendekati jendela, dan disana pikirannya kembali lagi saat dia melihat ayahnya di ruang ayah mertuanya. Ayahnya yang terlihat canggung dan kaku.
Joon Young mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran buruknya tentang dua kejadian itu, semoga saja ayahnya tidak terlibat dalam apapun yang bersifat tidak baik.


Bang Jin memeriksa teleskop yang da yakini didapat Yi Hyun dengan cara aneh. Dan masuklah orang yang berwenang tentang hal ini. Seorang pria, yang bertanya ada masalah apa sehingga Bang Jin datang ke tempat ini? Bang Jin menunjukkan ID cardnya dan menjawab kalau dia ingin menanyakan beberapa hal pada pria ini.

Bang Jin langsung berkata kalau sepertinya perusahaan ini memberikan sebuah teleskop seharaga 10 juta sebagai hadiah undian, apakah itu benar? Pria itu membenarkan dan menjelaskan kalau itu sebagai acara promosi.

Bang Jin berkata kalau dia sudah memeriksa keuangan dan melihat kalau keuangan perusahaan sedang kritis, kenapa malah memberi hadiah undian semahal itu? Bahkan ada pajak yang belum dibayar oleh perusahaan ini.

Orang itu mulai ketakutan, dan berkata kalau acara seperti itu kan ga melanggar hukum, jadi dimana letak permasalahannya? Bang Jin membenarkan, tapi dia melanjutkan kalimatnya, kalau Pria ini melakukan perjudian, maka itu bisa dianggap illegal, dan tentu melanggar hukum.

Pria itu menjawab mana mungkin dia berjudi. Bang Jin berkata kalau dia akan melihatnya saat invetigasi nanti. Pria itu semakin kaget, apa maksudnya investigasi? Bang Jin bilang kalau pria ini mau berkata jujur, maka tidak akan ada investigasi.

Pria itu akhirnya jujur, dan menjelaskan kalau memang ada seseorang yang menyuruhnya melakukan itu. Bang Jin bertanya siapa orangnya? Pria itu menjawab kalau dia juga tidak tahu. Pembayarannya bahkan dengan uang tunai dan orang itu tidak memberitahukan siapa namanya.
Bang Jin bertanya setidaknya ada nomer yang bisa dihubungi kan? Pria itu mulai gugup.


Bang Jin datang ke suatu tempat bersama Hae Woo. Tempat yang seperti lorong dengan tangga yang panjang. Hae Woo melihat papan nama di depan tempat itu. Papan itu bertuliskan “Komunitas Untuk Meluruskan Sejarah Kita”
Bang Jin berkata ayo masuk pada Hae Woo.


Tepat saat Hae Woo dan Bang Jin melangkah masuk, terlihat seorang pria dengan pakaian serba hitam yang ditangannya memegang sebuah pena. Yup, si kakek tua dengan pena beracun akan mulai beraksi. Hihi
Kakek tua itu sepertinya datang terlambat karena Hae Woo dan Bang Jin sudah lebih dulu berada ditempat itu.


Hae Woo dan Bang Jin masuk ke ruangan itu, dan heran melihat seorang pria yang seolah sedang mencari sesuatu di sudut ruangan.
Dan saat pria itu sudah menemukan yang dia cari, dia menoleh melihat Bang Jin dan Hae Woo. Pria itu terkejut. (Pria ini yang dulu di interogasi sama Bang Jin saat Prof Kang ditemukan meninggal..masih inget kan?)


Pria itu mendekati Bang Jin dan Hae Woo, lalu bertanya kalau Bang Jin detektif yang menyelidiki kasus Prof Kang kan? Bang Jin membenarkan. Hae Woo bertanya pada Bang Jin, ternyata Bang Jin kenal pria ini?
Bang Jin pun menjawab iya dan dia akan menjelaskan pada Hae Woo lengkapnya nanti.

Bang Jin langsung bertanya soal teleskop pada pria ini. Pria itu menjawab kalau memang dia yang memintanya untuk dikirimkan pada Yi Hyun. Bang Jin bertanya apa alasannya? Pria itu menjawab kalau dia juga diminta untuk melakukan itu.

Kali ini Hae Woo yang bertanya siapa yang meminta hal itu?Pria itu menjawab kalau dia juga ga tahu siapa yang memintanya. Bang Jin meminta pria itu jujur mengatakan yang sebenarnya. Pria itu kembali berkata kalau dia benar-benar ga tahu.
Bang Jin bertanya jadi Pria ini dengan mudahnya melakukan sesuatu oleh orang yang bahkan tidak dikenal?

Pria itu menjawab kalau orang itu datang langsung menemuinya dan dia tidak ada alasan untuk menolak. Terlebih lagi orang itu sangat tertarik untuk meluruskan sejarah kita.
Bang Jin kembali mengancam kalau dia akan melakukan investigasi pada pria ini.

Pria itu tanpa takut menjawab lakukan saja, dia tidak merasa menyembunyikan sesuatu kok. Hae Woo bertanya apa orang itu punya nomer yang bisa dihubungi? Pria itu lagi-lagi menjawab kalau dia tidak tahu. Bang Jin dengan segera bilang kalau dia akan memeriksa catatan panggilan pria ini. Pria itu pun mempersilakan Bang Jin melakukannya.

Pria itu berkata kalau dia boleh bilang sesuatu lebih baik Bang Jin segera menangkap orang yang membunuh Prof Kang, daripada mengurus hal-hal semacam ini. “Orang yang benar-benar hebat meninggal dengan tidak adil, tapi kenyataan bahwa pelakunya masih dan sehat, itu sungguh tidak masuk akal.”

Hae Woo tidak mempedulikan kalimat pria itu dan malah bertanya kira-kira berapa usia orang itu? pria tersebut menajwab kalau usianya sekitar 29 atau 28 atau mungkin 30 tahun.

Hae Woo yakin itu Yi Soo dan kemudian bertanya lagi, apa pria tu melihat bekas luka pada orang itu? Seperti mungkin wajahnya, atau pundanya, atau mungkin kakinya yang terlihat sakit?
Pria itu menjawab orang itu tidak mempunyai bekas luka, dan kondisinya bisa dikatakan baik-baik saja. Orang itu juga terlihat seperti orang baik.

Hae Woo meminta pria itu memberitahunya secara spesifik. Pria itu menjawab kalau yang dia tahu ya hanya sebatas itu saja.
Hae Woo menghela nafas,merasa lagi-lagi menemui jalan buntu.


Yi Soo terlihat sedang berbicara dengan seseorang ditelepon. (Aku yakin..itu orang yang ditemui Bang Jin dan Hae Woo tadi..satu-satunya yang tahu kalau Kim Joon adalah Han Yi Soo, selain Yoshimura..)

Yi Soo berkata kalau ternyata Hae Woo dan Bang Jin datang lebih awal daripada yang dia perkirakan. Pria itu berkata kalau dia menelpon di telepon umum seperti yang Yi Soo minta. Yi Soo pun mengucapkan terima kasih dan bilang kalau nomernya yang ini tidak akan dia pakai lagi. Dia akan menghubungi kalau dia memerlukan bantuan lagi.


Bang Jin dan Hae Woo berada di mobil sehabis dari komunitas itu, dan mendapati fakta bahwa mereka masih melewati jalan buntu.

Bang Jin berkata kalau tidak ada rekaman CCTV juga di tempat itu. Dia benar-benar bisa gila karena kasus ini. Bang Jin bertanya pada Hae Woo, apa menurut Hae Woo, Yi Soo lah yang mengirimkan teleskop itu?

Hae Woo menjawab kalau Yi Soo yang dia kenal sangat tertarik dengan bintang dan alam semesta lebih dari siapapun. Alasan Yi Hyun ingin belajar astronomi juga karena Yi Soo. Bang Jin berujar setidaknya ada satu hal yang jelas. Motifnya sama dengan kasus pembunuhan Hee Soo dan Young Man.
Hae Woo bertanya apa maksudnya tentang dokumen itu? Bang Jin menjawab iya.

Bang Jin kemudian menjelaskan kalau siapa yang membaca dokumen itu pasti terbunuh atau hampir terbunuh tepatnya.
Hae Woo kemudian berkata kalau dia merasa wajah Yi Soo tidak berubah. Pria tadi bilang kalau orang yang memintanya kelihatan seperti orang baik, dan dia yakin itu Yi Soo. Wajah Yi Soo bukan wajah orang jahat.

Bang Jin berkata bahkan orang-orang yang melakukan kejahatan keji, semua kelihatan seperti orang baik, jika Hae Woo bertemu mereka. (Betul, termasuk kakeknya sendiri, dan kakek tua di toko buku.)

Bang Jin melanjutkan kalimatnya “Saat seseorang merasa benar, dia dapat dengan tenang melakukan perbuatan keji. Begitulah manusia. Dan itu tidak terkecuali Yi Soo.”


Hae Woo mengunjungi sekolah SMA nya dulu. Dia melihat undakan itu, tempat dimana dia mendengar MP3 bersama Yi Soo dengan berbagi earphone, dan tempat ini juga ternyata yang didatangi Yi Soo hari ini, tepat saat dia berbicara dengan pria yang dikunjungi Bang Jin dan Hae Woo tadi.
Apakah mereka akan bertemu?

Hae Woo seolah melihat lagi bayangannya bersama Yi Soo saat itu, dan kerinduan terpancar jelas dimatanya. Kebahagiaan karena Yi Soo setidaknya masih hidup.


Yi Soo yang masih ada di SMA nya dulu, memasuki perpustakaan sekolah itu. Tempat ini penuh kenangan akan Hae Woo. Dia duduk di tempatnya dulu, dan seolah melihat Hae Woo remaja yang terkena silau mentari pagi. Dia melihat ilusi dimatanya itu tanpa ekspresi. Apakah rindu? Entahlah..
Tapi senyum Yi Soo tersungging walau hanya sebentar.


Yi Soo pindah ke meja lain, meja yang tentunya masih menyimpan kenangan dia bersama Hae Woo dulu.
Dia memegang meja itu, seolah merasakan bahwa rasanya tidak berbeda dengan saatnya remaja dulu.

Lalu perlahan merebahkan kepalanya di meja, dengan wajah sendu. Dia mengingat saat Hae Woo yang tertidur diatas buku Chagallnya, dan dia menatap Hae Woo yang sedang terpejam. Perlahan Yi Soo pun memejamkan matanya.


Hae Woo memasuki ruang perpustakaan SMA nya dulu. Dia juga melihat ke meja dimana dia dan Yi Soo pernah disana. Perpustakaan terlihat sepi seperti yang dia harapkan, karena dia ingin mengenang Yi Soo tanpa merasa terganggu dengan kehadiran orang lain.
Hae Woo mengitari meja itu, dan mulai duduk di bangkunya dulu. Dia mengeluarkan ukiran hiu itu di dalam tas, dan mulai memandanginya. Hae Woo teringat saat dia memberikan itu sebagai hadiah untuk Yi Soo.


Hae Woo lalu merebahkan kepalanya di meja, dan seolah mengingat saat Yi Soo menatapnya. Dan dalam bayangan Hae Woo dia bisa melihat Yi Soo remaja tersenyum kearahnya.
Hae Woo memejamkan matanya menikmati kerinduan itu dihatinya.


Ternyata Yi Soo sedang bersembunyi di balik tembok,dia sepertinya tahu saat Hae Woo akan datang dan memasuki perpustakaan sehingga segera menyingkir. Mengingat Yi Soo mempunyai insting yang tajam, bukan hal aneh kalau dia tahu sinyal-sinyal orang yang akan mendekat.

Yi Soo melihat Hae Woo dari tempat persembunyiannya. Walau dia tahu Hae Woo juga merasakan yang sama sepertinya, namun tangan Yi Soo tetap terkepal erat seolah menahan segala macam perasaan romantisme yang bermunculan di otak dan pikirannya


Hae Woo membuka mata dan seolah teringat sesuatu, membuat Hae Woo bergegas pulang dan Nyonya Park langsung menyambutnya dengan pertanyaan ada masalah apa, kok Hae Woo cepat-cepat kembali dari Jepang?
Tapi karena Hae Woo buru-buru, dia hanya menjawab tidak ada masalah apa-apa pada Nyonya Park.
Hae Woo langsung menuju lantai atas dan Nyonya Park hanya menatapnya heran. (Dalam hati..aku kan juga kepengen tau kaliii..^^)

Sang Deuk yang keluar dari ruangannya juga menatap aneh pada Hae Woo.


Hae Woo masuk ke ruang kerjanya, mengambil sebuah buku dan membuka-buka halaman di buku itu, seolah mencari sesuatu.
Hae Woo menemukan yang dia cari, foto Yi Soo. Dia memandang foto itu dan memasukkannya ke dalam tas.


Di bawah, Sang Deuk terlihat sedang menunggu Hae Woo turun. Dan saat Hae Woo sudah didekatnya, dia berkata pada kakeknya kalau dia kembali ke Seoul hari ini, lebih cepat dari yang dia rencanakan. Sang Deuk membenarkan dan bilang kalau dia sudah dihubungi Yoshimura tentang hal ini. Memangnya ada masalah apa,kok Hae Woo buru-buru pulang? Hae Woo menjawab kalau ada masalah yang harus dia kerjakan.
Sang Deuk mengajak Hae Woo bicara sambil minum teh. Hae Woo menolaknya dengan sopan dan berkata kalau dia harus pergi lagi, jadi ga bisa menemani kakek minum Teh. Hae Woo pun minta maaf untuk itu.

Kakek berkata kalau Hae Woo ga perlu minta maaf sama dia, tapi harusnya sama Chairman Yoshimura, karena tindakan Hae Woo bisa dibilang tidak sopan. Hae Woo menjawab iya dia tahu itu.
Sang Deuk berkata kalau Yoshimura akan hadir saat Hotel Gaya merayakan ulang tahun, jadi dia harap Hae Woo bisa meminta maaf secara resmi pada Yoshimura saat itu.
Hae Woo menyetujui saran kakeknya itu.
Nyonya Park yang kebetulan ada di tempat itu, menatap Sang Deuk dengan tatapan penuh benci.


Hae Woo keluar rumahnya sambil menelepon seseorang. Dia menelepon si kakek yang ada di Okinawa, tempat dimana Yi Soo tinggal ditempat itu selama sebulan. Hae Woo meminta maaf karena dia tidak pamit dengan sopan pada kakek itu, karena dia merasa terkejut dengan apa yang dia dapat disana.

Hae Woo masuk kedalam mobilnya sambil masih terus berbicara pada si Kakek Okinawa. Hae Woo berkata kalau dia akan mengirim foto ke rumah Kakek itu. Dia hanya ingin memastikan apa foto yang dikirimnya sesuai dengan wajah anak yang 12 tahun lalu datang ke rumah kakek itu.

Hae Woo bertanya apa kakek punya ponsel? Akan lebih cepat kalau dikirim lewat ponsel. Hae Woo kecewa karena sang kakek Okinawa tidak punya ponsel, sehingga Hae Woo berkata kalau dia akan mengirim lewat pengiriman Ekspress agr cepat sampai.
Tapi ternyata si Kakek berkata kalau dia sudah meminjam ponsel tentangga, jadi Hae Woo bisa langsung mengirim lewat ponsel. Hae Woo senang sekali.


Bang Jin pulang ke rumah dengan cepat, membuat Young Joo bertanya apa suaminya ini dipecat? Bang Jin heran dengan apa yang istrinya bicarakan. Young Joo menjawab aneh saja melihat Bang Jin pulang lebih awal.

Bang Jin bertanya dimana Yi Hyun? Young Joo menjawab kalau Yi Hyun lagi mandi. Young Joo berkata kalau sepertinya dia harus memberikan tonik pada Yi Hyun, karena tubuh Yi Hyun lemah dia jadi sering mimisan.
Bang Jin menjawab agar istrinya membawa Yi Hyun ke dokter tradisional, agar bisa segera mendapat tonik. Young Joo menjawab, kalau perlu dia akan menyeret Yi Hyun ke dokter itu. Tapi Yi Hyun kan ga suka ke dokter tradisional.


Yi Hyun yang sehabis mandi dan keramas keluar dari kamar, dan sedang mengeringkan rambutnya. Dia menyapa ayahnya yang baru saja pulang. Yi Hyun bertanya kenapa ayahnya pulang lebih awal? Bang Jin menjawab karena dia merindukan putrinya. Yi Hyun terlihat senang sekali dan menjawab kalau dia juga merindukan ayahnya.

Young Joo menyela mereka dan menyuruh Yi Hyun mengeringkan rambutnya dulu. Yi Hyun menjawab iya, dan saat Yi Hyun akan masuk ke kamarnya dengan gaya lucu Yi Hyun berkata pada Bang Jin, kalau Bang Jin merindukan dia tahan saja dulu.
Haha.

Young Joo menyuruh Bang Jin segera mandi dan setelah itu makan, dia akan menyiapkan makan malam untuk Bang Jin. Bang Jin pun tidak menolak. Saat Bang Jin akan beralih untuk mandi, dia melihat Yi Hyun yang sedang asik mengeringkan rambutnya sambil bercermin. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini?


Hyun Shik terlihat merenung di ruang kerjanya.
Lalu ada yang mengetuk pintunya, dan ternyata itu Joon Young. Joon Young langsung masuk dan tersenyum pada ayahnya.

Hyun Shik sedikit merasa terkejut karena Joon Young datang bahkan tanpa menelepon terlebih dulu. Joon Young menjawab kalau dia hanya mampir dalam perjalanan pulang. Karena dia juga tidak sempat mengucapkan selamat tinggal pada ayahnya saat di Hotel tadi. Hyun Shik berkata kayak gitu kok dipikirin, kan bukan sesuatu yang besar.

Joon Young berkata kalau sudah lama sejak terakhir kali mereka minum bersama, jadi dia kesini sebenarnya untuk mengajak ayahnya minum bersama.
Hyun Shik menolak, dan berkata kalau dia ada janji. Mungkin Hyun Shik ga mau ditanya-tanya sama Joon Young.

Hyun Shik melihat jamnya, dan Joon Young bertanya apa ayahnya harus pergi sekarang? Hyun Shik menjawab kalau dia masih punya waktu sekitar 30 menit. Dia pasti merasa ga enak juga menolak permintaan anaknya.


Mereka pun pindah duduk ke sofa, di ruang kerja Hyun Shik. Setelah mereka sama-sama duduk, Hyun Shik bertanya bagaimana Hae Woo? Joon Young menjawab kalau ayahnya pasti tahu, pekerjaan jaksa kan sangat sibuk.
Hyun Shik mengangguk dan berkata apalagi Hae Woo di bagian kasus Kriminal, pasti sibuk sekali. Hyun Shik menatap anaknya dan berkata kalau sepertinya ada yang ingin Joon Young katakan padanya?
Joon Young tersenyum lalu menjawab kalau sebenarnya dia sedikit merasa bersalah pada ayahnya.

Hyun Shik bingung dan bertanya apa maksudnya? Joon Young menjelaskan ketika dia bekerja di Hotel Gaya, ayah sangat menentangnya. Walaupun dia tahu apa yang ayahnya khawatirkan, tapi dia tetap bersikeras kerja disana. Jadi dia minta maaf untuk itu.

Hyun Shik bertanya apa ini artinya Joon Young menyesal? Joon Young menjawab kalau dia sama sekali tidak menyesal, dia malah sangat senang kerja di Hotel. Menyenangkan menurutnya.
Hyun Shik pun bertanya lagi, kenapa tiba-tiba Joon Young menyinggunya sekarang?
Joon Young menjawab kalau dia hanya jadi bertanya-tanya, apa ayah jadi tidak nyaman karena ayahnya bekerja di sektor publik. Orang-orang mungkin akan menilai, ayahnya punya motif tertentu.

Hyun Shik melepas kacamatanya dan berkata jangan khawatir. Apa gunanya memikirkan apa yang orang lain bicarakan? Yang terpenting adalah Joon Young bahagia menjalani semua.

Hyun Shik berdiri dan berkata kalau dia harus pergi sekarang.
Joon Young berniat mengantar ayahnya.Tapi ayahnya menolak, karena tempatnya dekat, dia akan berjalan kaki saja.
Tiba-tiba Joon Young berkata kalau dia sangat mengagumi ayahnya. Termasuk yang berkaitan dengan adiknya, Joon Ho. Bagaimanapun dia akan menjadi anak yang hidup tanpa membuat ayahnya merasa malu.

Hyun Shik tidak menjawab apapun, dia hanya berlalu begitu saja dihadapan anaknya itu. Apakah Joon Young menyindir ayahnya, agar jangan sampai ayahnya melakukan sesuatu yang bisa membuatnya ayahnya malu.


Hae Woo yang kembali ke kantor, memotret foto Yi Soo yang masih di miliki. Dia akan mengirimkannya pada kakek di Okinawa, untuk memastikan apakah benar anak laki-laki itu Yi Soo? Soo Hyun masuk dan bertanya apa Hae Woo belum selesai bekerja? Hae Woo kaget dan langsung menyembunyikan foto Yi Soo. Soo Hyun langsung bertanya foto siapa itu?
Hae Woo hanya menjawab foto teman.


Joon Young menelepon Hae Woo. Joon Young memberitahu Hae Woo kalau Dong Soo ingin minum bersama, jadi dia mengundang Dong Soo ke Hotel. Dong Soo juga ingin bertemu dengan Hae Woo. Hae Woo bisa kan datang? Hae Woo menolak, dan berkata kalau pekerjaannya masih banyak. Di minta maaf tidak bisa ikut bergabung.
Joon Young menjawab, tidak apa-apa, kalau Hae Woo sudah selesai bekerja, dia ingin Hae Woo menghubunginya.
Hae Woo menyetujuinya dan meminta agar Joon Young menyampaikan salamnya untuk Dong Soo.


Soo Hyun meminta agar Hae Woo menemui Joon Young. Hae Woo kan pengantin baru, tidak baik jika Hae Woo terus mengabaikan Joon Young hanya demi pekerjaan. Hae Woo tersenyum dan berkata seharusnya memang begitu.
Dia terlihat sedikit menyesal.


Dong Soo senang sekali bertemu Joon Young. Joon Young juga terlihat sama. Joon Young bertanya apa kabar Dong Soo baik-baik saja? Dong Soo menjawab kalau tentu saja dia baik-baik saja.
Dong Soo bilang kalau dia datang ke kantor Joon Young waktu itu, untuk urusan bisnis.
Tapi Joon Young tidak ada, makanya dia merasa merindukan Joon Young.

Joon Young bertanya urusan bisnis apa itu? Dong Soo menjawab kalau dia dapat pekerjaan di Hotel Giant, sebagai supir pribadi CEO Kim Joon.
Joon Young kaget, dan dengan senang Dong Soo bilang kalau tiket ke Okinawa itu dia yang membawanya untuk diberikan pada Joon Young.
Ketika dia dengar Joon Young kembali lebih awal, dia langsung menelpon Joon Young dan merasa harus menyapa Joon Young.
Joon Young sendiri masih terlihat terpana dengan cerita Dong Soo.


Joon Young bertanya bagaimana bisa Dong Soo kerja di Hotel Giant? Dong Soo menjelaskan kalau dia ikut wawancara, dan lulus semua tes. Joon Young pun mengucapkan selamat pada Dong Soo.

Dong Soo bertanya apa Joon Young kenal baik dengan CEO nya itu? Joon Young menjawab iya, dia bertemu dengan Kim Joon beberapa kali. Terlebih kakek dan ayah mertuanya punya hubungan yang erat dengan Chairman Hotel Giant. Dong Soo berkata kalau sepertinya ini memang takdir, siapa sangka dia bisa kerja di hotel?
Sedikit aneh memang. Joon Young juga membenarkan kalimat Dong Soo tadi.

Joon Young berkata kalau dia dengan Hotel Giant akan membuka cabang di Seoul. Apa Dong Soo tahu dimana kantornya?
Dong Soo menjawab kalau setiap Kim Joon menghubunginya, dia menjemput di tempat tinggal Kim Joon. Dan bisa saja setelah hotel itu dibangun diSeoul, dia juga akan ditempatkan di Hotel.

Joon Young berkata kalau dia belum mendengar apapun soal pembangunan atau pembukaan hotel itu? Dong Soo hanya menjawab kalau nona sekretaris bilang padanya, kalau mereka akan segera buka di Seoul.
Dong Soo langsung beralih topic, dengan bertanya tentang Hae Woo.
Joon Young menjawab kalau Hae Woo sedang sibuk, jadi dia tidak bisa datang.


Hae Woo mengendarai mobilnya dengan perasaan cemas, dia menunggu-nunggu kabar dari kakek Okinawa itu. Dia meminta agar kakek itu bisa menghubunginya agar dia bisa mengirim foto itu pada si Kakek.

Ponsel Hae Woo pun Berdering, dan Hae Woo sudah siap menerimanya. Dia menepikan mobilnya sebentar agar bisa fokus berbicara dengan sang Kakek.
Setelah mobil menepi, Hae Woo langsung mengirimkan foto Yi Soo pada kakek itu.
Hae Woo menunggu dengan tegang. Kira-kira benarkah dia akan mendengar kabar positif dari sang Kakek, kalau anak laki-laki itu memang sesuai dengan foto yang dia kirimkan.

Saking cemasnya, Hae Woo bahkan keluar dari mobil dan berjalan mondar-mandir sambil terus memegang ponselnya. Jawaban itu kenapa tidak kunjung datang?


Yi Soo terlihat habis berbicara dengan seseorang di telepon. Dia hanya berkata “Tidak apa-apa..tentu saja”
Siapa yang berbicara dengan Yi Soo?


Joon Young lah yang menghubungi Yi Soo, Joon Young meminta Kim Joon untuk bergabung bersama dia dan Dong Soo. Dong Soo yang tahu bosnya akan datang, mengeluh dan berkata kalau dia sebenarnya hanya ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan Joon Young. Joon Young menjawab kalau Dong Soo tidak perlu canggung, lagipula dia berhutang maaf pada Kim Joon.
Dong Soo berkata kalau posisi Joon Young beda dengan dia, dia hanya pegawai saja, makanya dia pasti merasa canggung dengan Kim Joon.
Joon Young menjawab “Tanpa pegawai, tidak akan ada bos”

Joon Young juga bilang, bukankah bagus kalau Dong Soo dekat dengan Kim Joon? Dong Soo menajwab kalau dia mana boleh dekat dengan Kim Joon. Joon Young bertanya kenapa tidak boleh? Dong Soo berbicara dengan sedikit pelan, kalau Kim Joon sepertinya suka dengan laki-laki
(Hahahaha…konyol ini anak..dia salah ngira sama yang Yi Soo tanyain waktu Dia pertama kali kerja..^^)

Joon Young heran, dan Dong Soo mengulangi kata-katanya, kalau Bosnya itu suka sama laki-laki. Joon Young hanya bisa terpana mendengar penjelasan Dong Soo. (Gaya kaget nya Joon Young juga lucu..hihi..)

Dong Soo yang melihat ekspresi Joon Young melanjutkan kalimatnya kalau dia sendiri memang belum yakin, tapi jika ternyata Kim Joon sampai menyukainya, maka dia akan berada dalam masalah besar. (Wkwkwkwk…pengen tak jitak juga ini Dong Soo..^^)
Kali ini Joon Young tertawa mendengar celotehannya Dong Soo.


Hae Woo masuk ke mobilnya, dengan masih tetap menunggu jawaban dari si Kakek Okinawa. Dan saat kakek menghubunginya, Hae Woo langsung bertanya apa itu orangnya yang tinggal di rumah kakek selama sebulan?
Kakek Okinawa menjawab kalau sepertinya bukan. Anak laki-laki yang ada di rumahnya dulu, bukan seperti foto yang Hae Woo kirimkan.

Hae Woo kecewa, dia bingung dengan semua ini. Dia bertanya apa kakek yakin? Kakek menjawab wajahnya sama sekali tidak mirip dengan foto ini. Hae Woo bahkan masih meminta sang kakek untuk memeriksanya sekali lagi, dan kakek menjawab dengan kalimat yang sama, kalau dia sangat yakin bukan seperti ini wajah anak laki-laki itu.


Hae Woo mengakhiri pembicaraan dengan mengucap terima kasih pada sang kakek. Dia mengeluarkan ukiran Hiu itu di dalam tas dan memandanginya.
Dia masih yakin ini satu-satunya tanda bahwa Yi Soo masih hidup, tapi kenapa Kakek Okinawa itu bilang, kalau yang tinggal di rumahnya dulu bebeda dengan foto yang dia kirimkan. Ada apa ini? Bagaimana bisa?


Hae Woo sepertinya berubah pikiran, dia menemui Joon Young di hotel. Saat memasuki hotel, dia berjalan sambil terus memikirkan bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana bisa anak laki-laki itu bukan Yi Soo, padahal ukiran Hiu itu adalah milik Yi Soo.

Saat itulah di depan Hae Woo ada Kim Joon yang tidak sengaja kesenggol seorang pria yang berlawanan arah dengannya. Menyenggol lengan kiri Kim Joon. Pria yang menyenggol Kim Joon meminta maaf, dan Kim Joon tidak mempermasalahkannya. Hae Woo melihat semua itu.


Hae Woo kaget ada Kim Joon di Hotel Gaya, dan lebih kaget lagi saat Kim Joon memegang pundaknya bekas kesenggol tadi seperti merasakan sakit. Dia melihat Kim Joon menggerak-gerakkan pundaknya itu seperti memang ada yang tidak beres dengan pundaknya.

Hae Woo menatap Kim Joon dengan seksama, dia juga melihat kaki Kim Joon, yang berjalan dengan pelan. Dia merasa kaki Kim Joon juga ada masalah. Dan tiba-tiba teringat tentang kata-kata kakek Okinawa, bahwa anak laki-laki itu memiliki Cidera di Pundak dan kakinya.

Hae Woo merasa itu persis dengan apa yang dia lihat pada Kim Joon. Hae Woo bahkan melihat Kim Joon yang berulang kali memegang pundaknya, seolah menahan rasa sakit, dan itu semakin membuat dia yakin.
Kemudian terlintas ingatan saat pertama kali dia berbicara dengan Kim Joon di balkon hotel pada malam pernikahannya. Saat itu Kim Joon juga menyebut Polaris. Polaris yang selalu menunjuk arah utara dan merupakan penunjuk arah bagi wisatawan yang tersesat.

Hae Woo juga mengingat saat Kim Joon ada di danau dekat Villanya. Juga saat di kedai malam itu. Bahkan saat Kim Joon yang tiba-tiba mencium bibirnya. Dia mengingat semua itu, dan merasa kalau dialah Yi Soo. Han Yi Soonya.

Ingatan Hae Woo yang terakhir berada saat di Tonogura. Di hutan itu. Saat dia pingsan, dan waktu terbangun dia mencari-cari ukiran hiunya yang ternyata dipegang Kim Joon.
Hae Woo yang tersadar dari semua ingatannya itu, masih melihat Kim Joon memegang pundaknya. Dia yakin dan semakin percaya dengan analisanya kali ini.


Yi Soo yang selalu bisa merasa jika diawasi, menoleh kebelakang dan medapati Hae Woo sedang menatapnya. Hae Woo mulai melangkah mendekati Kim Joon. Kim Joon sendiri hanya diam ditempatnya, menanti apa yang akan Hae Woo katakan padanya.


Saat mereka sudah semakin dekat, Hae Woo bertanya “Siapa kau..siapa kau sebenarnya?”
Kim Joon hanya menatap Hae Woo dan kemudian berkata “Mengenai siapa aku..aku rasa kau tahu dengan baik Jo Hae Woo.”

Jawaban Kim Joon itu semakin membuat Hae Woo terkejut..
Benarkah Kim Joon adalah Yi Soo, itu yang kini ada dipikiran Hae Woo.


Bersambung ke episode 9

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar