Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 9 part 1

pisode ini dibuka dengan seseorang yang sedang melihat-lihat album foto. Dia terus membolak-balik album foto itu. Sampai dia berhenti tepat di sebuah foto yang sudah terlihat usang. Foto 2 orang pria. Dia mengambil foto itu, dan melihatnya lebih jelas, lalu dibalik foto itu tertulis “10 Mei 1950 bersama Jo Sang Deuk”

Episode 9

Hae Woo yang merasa aneh dengan apa yang dilihatnya pada diri Kim Joon. Kim Joon yang seolah memiliki bekas luka di pundak dan bahunya, tepat seperti apa yang disebut-sebut oleh kakek Okinawa tentang anak laki-laki yang Hae Woo yakinin adalah Yi Soo. Dia mendekati Kim Joon, dan Kim Joon sendiri seolah sadar sedang diawasi sehingga menoleh dan mendapati Hae Woo sedang menatapnya tajam.

Saat mereka sudah berhadapan, Hae Woo bertanya siapa Kim Joon sebenarnya. Kim Joon menjawab bahwa harusnya Hae Woo yang lebih tahu tentang dia yang sebenarnya.



Hae Woo terkejut mendengar jawaban Kim Joon. Pikirannya semakin penuh tanda tanya, apakah benar Kim Joon adalah Yi Soo? Hae Woo berkata kalau dia tidak berbicara mengenai CEO Kim Joon yang dikenal semua orang.

Kim Joon menjawab tidak ada Kim Joon yang dikenal semua orang. Hae Woo bertanya apa maksudnya? Kim Joon menjelaskan kalau setiap orang berbeda dalam menilai dan memahami orang lain. “Kim Joon yang dikenal Jo Hae Woo adalah Kim Joon yang hanya diketahui oleh Jo Hae Woo, sama seperti saya hanya mengenal Jo Hae Woo yang saya ketahui. Jadi tidak ada seorang pun yang dikenal oleh semua orang” (Ngelesnya ga banget deh Yi Soo, namanya sifat kan bawaan orok..hihi)

Hae Woo bilang kalau dia sedang tidak sedang bermain kata saat ini. Kim Joon pun menjawab cepat kalau dia juga ga suka permainan kata. (Yawda..aku aja yang suka main kata..hihi)

Kim Joon bertanya, emang jawaban apa yang mau Hae Woo dengar darinya? Hae Woo hanya diam, membuat Kim Joon berkata kalau wajahnya sedikit pucat. Apa Hae Woo sedang ada masalah?
Hae Woo tidak mengindahkan pertanyaan itu dan malah bailk menanyai Kim Joon. Apa Kim Joon dulu pernah terluka? Karena bahu dan kaki Kim Joon kelihatan sakit saat dia melihatnya tadi.
Kim Joon menjawab singkat kalau dia pernah kecelakaan. Kejadiannya dulu sekali.
Kalimat itu membuat Hae Woo bertanya kembali, kecelakaan seperti apa?
Kim Joon menjawab kalau dulu ada perang kecil. Bagi seseorang di Yakuza, perang speerti itu hal biasa. Apa jawabannya sudah memuaskan pertanyaan Hae Woo?

Hae Woo jelas terlihat kecewa, karena dia salah dalam mengenali orang (Bukannya salah neng, kamu kecepetan nanyanya..diselidiki dulu kek..*Itu perintah sutradara kalii..*)

Kim Joon bertanya apa ada hal lain lagi yang ingin Hae Woo ketahui darinya? Hae Woo menjawab tidak, dan dia juga meminta maaf karena sudah menanyakan hal pribadi seperti ini pada Kim Joon.

Kim Joon hanya tersenyum dan berkata kalau sepertinya mereka sudah membuat suami Hae Woo menunggu lama. Hae Woo kaget dan bertanya apa Kim Joon datang kesini untuk bertemu Joon Young? Kim Joon bilang kayaknya Hae Woo ga tahu ya kalau dia akan datang kesini?

Hae Woo berkata kalau suaminya sedang bersama seorang teman saat ini. Kim Joon tahu dan bertanya apa teman maksud Hae Woo adalah Kim Dong Soo? Hae Woo jelas tidak bisa menyembunyikan rasa herannya. Kok bisa Kim Joon kenal Dong Soo?

Kim Joon yang melihat keheranan diwajah Hae Woo menjelaskan kalau dia tahu ada Kim Dong Soo setelah Joon Young menyebutkannya saat Joon Young meneleponnya tadi. Hae Woo bertanya bagaimana caranya Kim Joon kenal sama Dong Soo?
Dengan tersenyum Kim Joon menjawab kalau Dong Soo adalah salah satu karyawan hotel Giant.
Kim Joon pun mengajak Hae Woo untuk segera pergi.



Hae Woo terlihat masih terdiam di tempatnya, menganggap semua ini terasa janggal. Saat mereka berdua sudah berada di dalam lift, Hae Woo berkata apakah suatu kebetulan juga masuk dalam rencana Kim Joon?
Kim Joon melirik Hae Woo yang berdiri sedikit lebih di depan, dan Hae Woo melanjutkan kalimatnya kalau Kim Joon pernah bilang bahwa semua yang Kim Joon kerjakan itu sesuai rencana. Tetapi sepertinya dia merasa ada banyak kebetulan yang berkaitan tentang Kim Joon.

Kim Joon menjawab kalau itu hanya karena Hae Woo semakin tertarik dirinya, makanya Hae Woo berfikir seperti itu.
Hae Woo menjawab “Itu bukanlah sebuah ketertarikan, tetapi lebih pada keingintahuan. Mungkin saya ingin tahu apakah anda merencanakan suatu kebetulan juga?”

Hanya tersenyum sedikit, Kim Joon pun menajwab kalau itu rencana Tuhan. “Karena suatu kebetulan yang berulang kali terjadi, bukan lagi merupakan sebuah kebetulan”


Dong Soo sudah agak mabuk dan masih berceloteh apa saja yang nyantol diotaknya. Dia bilang kalau anak-anak nakal saat ini tidak ada yang romantis. Mereka dulu selalu bermain dan setia pada teman. Tapi anak-anak sekarang kerjanya mempermainkan orang baik-baik, memukuli, dan menjadikan anak-anak itu seorang yang penyendiri.
Joon Young hanya tersenyum mendengar kata-kata Dong Soo.

Dong Soo berkata kalau ada satu anak nakal, yang merupakan pemberontak sejati, yaitu Oh Joon Young. Oh Joon Young hanya tersenyum menanggapi Dong Soo, dan menyuruhnya minum lagi. Haha.


Lalu terlihatlah Kim Joon yang memasuki bar itu, disusul dibelakangnya Hae Woo. Joon Young tentu terkejut melihat istrinya bisa bersamaan datang dengan Kim Joon.

Kim Dong Soo langsung berdiri untuk menyambut Kim Joon, dan Joon Young pun juga melakukan hal yang sama. Joon Young menatap mereka dengan pandangan seolah tidak percaya. Terlebih Hae Woo tadi bilang tidak akan datang, lalu mengapa dia ada bersama Kim Joon?


Young Hee memasuki apartemen Kim Joon, dengan diam-diam. Dia yang tahu Kim Joon tidak ada di kamarnya, menyelinap masuk dan mendekati Lukisan Chagall milik bos nya itu.
Sepertinya ada sesuatu yang buruk yang akan dilakukan Young Hee di kamar Kim Joon. Saat Young Hee sudah ada di depan lukisan Chagall itu, dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya. Sebuah alat peremkam, atau pelacak, atau sejenisnya. Dia sepertinya harus mengetahui apa-apa saja yang dibicarakan Kim Joon dan apa yang sedang dia rencanakan.

Young Hee berjalan mendekati lukisan Chagall Kim Joon, membalikkan bingkai lukisan itu, dan menaruh alat perekamnya disana. Dia yakin tempat ini, adalah tempat yang paling aman untuk menyembunyikan alat ini, tanpa diketahui Kim Joon.


Saat Young Hee akan keluar, tiba-tiba ponselnya berdering membuatnya terkejut. Dia segera menerima panggilan itu yang ternyata dari Dong Soo. Dan itu membuatnya merasa lega.

Dong Soo berkata kalau ini agak mengganggu untuknya karena hanya Young Hee yang satu-satunya ga ada di sini. Dia berharap Young Hee tidak sibuk sehingga bisa datang, dan dia akan sangat berterima kasih, kalau saat sibuk pun Young Hee tetap menyempatkan untuk datang. (Maksa itu Mas Bro namanya.)

Young Hee sepertinya bertanya apa Kim Joon tahu Dong Soo meneleponnya? Dong Soo pun menjawab kalau Kim Joon tidak tahu menahu tentang ini. Ini adalah keinginannya sendiri. Telepon pribadi, karena dia teringat pada Young Hee.


Joon Young, Hae Woo,dan Kim Joon berada di satu meja. Hae Woo terlihat canggung, sedang Joon Young dan Kim Joon sedang terlibat percakapan. Joon Young berkata kalau dia cukup terkejut mengetahui Kim Joon mempekerjakan Dong Soo. Menurutnya ini suatu kebetulan yang tidak biasa. Kim Joon menajwab kalau dia tak kalah terkejut mengetahui Dong Soo adalah sahabat Joon Young.

Joon Young bilang kalau Dong Soo adalah teman baiknya. Dong Soo setia dan juga mempunyai hati yang baik. Dia mohon agar Kim Joon bisa menjaga Dong Soo dengan baik.
Hae Woo yang sedari tadi seolah memikirkan sesuatu, tiba-tiba berkata pada suaminya kalau dia ingin menelepon sebentar. Joon Young pun mempersilakannya.

Saat Hae Woo mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, tidak sengaja ukiran Hiu itu terjatuh. Hal itu membuat Kim Joon secara reflek ikut mengambilnya, dan tepat saat itu tangannya bersentuhan dengan tangan Hae Woo yang juga bertujuan sama. (Ciieee..kalau di sinet Indonesia..jatuh cinta dimulai dengan mengambil benda yang jatuh bersama-sama,tangan saling bersentuhan, dan mata saling menatapa..Ihihihi..)

Hae Woo dan Kim Joon sama-sama saling lirik walau hanya sebentar. Mereka tentu sama-sama merasa ga enak dan canggung, terlebih Hae Woo.


Joon Young tidak suka, tentu saja. Tapi dia mulai kembali bersikap biasa dengan menanyakan tentang perkembangan Hotel Giant yang katanya sedang dibangun di Seoul. Harusnya kalau Kim Joon memang melakukan pembangunan, maka aka nada kemajuan yang terlihat.
Kim Joon hanya tersenyum, tepat saat itu Dong Soo datang dan berkata kalau kamar mandinya sangat bersih, jauh dari yang dia kira. (Hellloo..ini kan hotel di Bar lo mas..bukan toilet umum..atau toilet di pasar..-__-)


Joon Young bertanya kenapa Dong Soo lama sekali? Dong Soo menjawab kalau dia punya beberapa alasan sehingga dia lama di kamar mandi. Dong Soo berlaih ke Kim Joon, dia berucap kalau dia senang bertemu Kim Joon.

Diluar Hae Woo ternyata menghubungi Soo Hyun, dia meminta Soo Hyun untuk mencari tahu latar belakang dan semua hal yang berkaitan dengan CEO Hetel Giant. Yoshimura Joon atau Kim Joon.
Di mana SMAnya, dan sebagainya. Jangan sampai ada yang terlewatkan.

Soo Hyun yang mendengar semua itu, mencatatnya dan akan segera melaksanakannya. Dia bertanya apa orang ini berkaitan dengan kasus Jung Man Chul? Hae Woo menjawab kalau dia juga belum tahu, yang penting Soo Hyun lakukan saja apa yang dia inginkan.


Hae Woo kembali ke dalam, dan Joon Young langsung menarik kursi yang akan diduduki Hae Woo, Kim Joon melihat itu tentu saja. Kemesraan mereka berdua.

Dong Soo masih berceloteh ini dan itu, terlebih dia sedang mabuk,jadi seolah tidak sadar kalau terlalu cerewet.
Dong Soo melihat Hae Woo yang hanya diam saja, membuat Dong Soo berkata kalau Hae Woo satu-satunya disini yang melihat minuman dan memegangnya, seperti sedang menghadiri upacara pemakaman.

Hae Woo hanya tersenyum sedikit, membuat Dong Soo berkata kalau Hae Woo seperti sedang sedih. Jika Hae Woo sedih, maka dia juga akan sedih, dan jika dia sedih, maka Yi Soo juga akan merasakan hal yang sama. Dia yakin itu. Joon Young meminta agar Dong Soo berhenti minum, karena sudah terlalu mabuk. Dong Soo menjawab kalau dia tidak mabuk.

Kim Joon mencoba biasa saja bahkan saat namanya diucap oleh Dong Soo. Dong Soo berkata pada Kim Joon kalau Joon Young adalah orang yang sangat dia kagumi di muka bumi ini, dan Hae Woo adalah cinta pertamanya. Hae Woo dan Joon Young merasa ga enak dengan tingkah Dong Soo di depan Kim Joon. Harusnya Dong Soo bisa lebih sopan.

Dong Soo berkata lagi, kalau setiap dia melihat Joon Young dan Hae Woo, dia jadi teringat dengan teman yang sudah dia kubur di dalam hatinya.
Joon Young meminta agar Dong Soo membicarakan itu saat hanya bersama dia dan Hae Woo saja.
Dong Soo menjawab kalau dia yakin kalau mungkin saja CEO akan mengerti semuanya.

Dong Soo bertanya pada Kim Joon, pasti Kim Joon ga punya banyak teman kan? Kim Joon menjawab masak sih? Apa dia terlihat seperti itu?
Dong Soo membenarkan kalau Kim Joon memang terlihat seperti orang yang penyendiri. “Sepertinya anda memiliki kecemasan, yang tidak diketahui orang lain, tetapi ikan dan lukisan tidak akan mampu diajak berbicara”
(Kayaknya kalau lagi mabuk, Dong Soo jenius deh.)

Mendengar kalimat Dong Soo tentang ikan dan lukisan membuat Hae Woo langsung melirik Kim Joon dengan tajam. Dong Soo masih berkata agar Kim Joon berbicara dengan manusia, bukan dengan ikan atau lukisan. Haha..
Joon Young meminta maaf karena Dong Soo sepertinya sangat mabuk, Kim Joon hanya tersenyum dan tidak mempermasalahkan itu.


Hae Woo bertanya apa benar Kim Joon menyukai lukisan? Kim Joon langsung menjawab Ya. Hae Woo bertanya kembali apa ada artis tertentu yang Kim Joon sukai? Kim Joon tahu maksud pertanyaan Hae Woo ini, apa Hae Woo ingin dia mengucap kalau dia menyukai Lukisan Orpheus Chagall? Belum sempat Kim Joon menjawab, tiba-tiba Dong Soo berkata “Teman..aku merindukanmu”
Kata-kata itu membuat semua berpaling menoleh pada Dong Soo. Kim Joon tahu itu adalah untuk Yi Soo.

Dong Soo berkata kalau sekarang setelah dia memikirkannya, dia bahkan belum pernah minum dengan Yi Soo. Joon Young berdiri dan mengajak Dong Soo keluar, sebelum bicaranya semakin ngawur. Dong Soo tidak mau, dan terus melanjutkan kalimatnya dengan perasaan sedih, kalau dia bahkan tidak sempat mengucapkan selamat tinggal pada Yi Soo. Dia juga tidak pernah melakukan hal-hal baik pada Yi Soo. “Yi Soo kita yang lebih baik hati dari siapapun di dunia ini”

Dong Soo benar-benar menangis setiap dia mengenang sahabatnya yang dia sayangi itu, dan Yi Soo hanya menatapnya saja, tanpa bisa ikut menenangkan Dong Soo seperti apa yang Joon Young sedang lakukan saat ini. Dia mencoba tetap tenang sambil meminum birnya, mencoba tidak terpengaruh dengan kesedihan Dong Soo.


Dong Soo akhirnya diantar pulang oleh supir setelah mabuk sangat berat. Joon Young langsung berkata agar Kim Joon bisa memaklumi sikap Dong Soo tadi. Yi Soo memang adalah teman terdekat Dong Soo, jadi wajar dia seperti itu. Kim Joon sendiri menjawab kalau dia mengerti dan tidak apa-apa.

Joon Young bertanya apa Kim Joon masih mau melanjutkan minum di tempat lain? Kim Joon menjawab sepertinya tidak, dia akan pulang.

Datanglah Young Hee yang langsung memanggil Kim Joon. Dengan senyum manisnya Young Hee berkata kalau sepertinya dia datang tepat waktu. Kim Joon bertanya apa yang dilakukan Young Hee disini? Young Hee menjawab kalau tadi Dong Soo meneleponnya mengajak bergabung, namun dia merasa tidak enak dan memutuskan datang karena mungkin Kim Joon mabuk sehingga butuh untuk diantar sampai rumah.

Joon Young memuji Young Hee yang merupakan sekretaris yang handal. Kim Joon bertanya apa maksudnya? Joon Young menjelaskan kalau dia mendengar dari Dong Soo bahwa Young Hee lah yang menemukan Dong Soo untuk menjadi supir pribadi Kim Joon.
Kim Joon mulai merasa ga enak, dan Young Hee langsung menjawab dengan berkata kalau itu memang benar, dia yang menemukan Dong Soo.
Joon Young berkata kalau Dong Soo adalah teman yang menyenangkan dan Young Hee melanjutkan kalau Doo Soo juga agak gila. Haha..betul..


Young Hee berkata kalau Hae Woo dan Joon Young akan pulang, dia bisa mengantar sekalian, karena apartemen starville searah dengan rumah Hae Woo dan Joon Young.
Hae Woo berkata kalau dia bawa mobil, dan kebetulan dia juga tidak minum tadi, jadi dia bisa mengendara dengan baik. Young Hee heran dan bertanya kenapa Hae Woo ga minum? Apa Kim Joon membuat Hae Woo merasa ga nyaman?

Hae Woo menjawab bukan begitu, dia punya banyak dokumen yang harus dia baca dirumah. Young Hee menyebut kalau pekerjaan jaksa sepertinya pekerjaan yang 3D : Difficult(Sulit), Dangerous(Berbahaya), Dirty(Kotor)
Hae Woo tersenyum membenarkan.

Joon Young berkata pada Kim Joon kalau mereka akan bertemu lagi di perayaan Hotel Gaya. Kim Joon menjawab Ya, dan segera pergi meninggalkan pasangan itu, diikuti oleh Young Hee.

Joon Young yang melihat Kim Joon dan Young Hee berjalan beriringan berkata pada istrinya kalau Kim Joon dan Young Hee untuk beberapa alasan terlihat sangat serasi sebagai pasangan. (Tapi,,kok Young Hee jahhaatt..-__-)


Hae Woo ternyata tidak telalu focus dengan apa yang suaminya ucapka, sehingga saat Joon Young berpaling menatap istrinya, dia melihat mata Hae Woo masih terarah pada Kim Joon.
Hae Woo seolah tersadar dan kemudian bertanya apa mereka bisa jalan-jalan sebentar sebelum pulang? Joon Young menjawab kalau itu ide yang bagus.


Di apartemennya, tepat di depan lukisan Chagall, Young Hee mengabarkan kalau Chairman Yoshimura akan datang langsung ke Hotel Gaya, saat perayaan hari jadi Hotel itu. Kim Joon menatap lukisannya dengan serius.
Young Hee lalu bertanya apa Kim Joon baik-baik saja, karena Kim Joon tidak merespon sama sekali. Kim Joon bertanya baik-baik saja mengenai apa memangnya?
Young Hee menajwab kalau menurut dia Kim Joon jadi dekat dengan Hae Woo dan suaminya, apa itu tidak masalah untuk bisnis mereka?
Kim Joon bukannya menajwab dia malah berkata kalau bingkai lukisannya terlihat miring. Young Hee kaget, dan mungkin takut.
Apa Kim Joon akan mengetahuinya?


Kim Joon mendekati lukisannya dan langsung membenarkan bingkai yang miring itu. Young Hee hanya diam di tempatnya dengan perasaan cemas. Setelah selesai dengan bingkainya, Kim Joon berbalik menatap Young Hee dan berkata kalau bisnis adalah bisnis, jadi Young Hee ga perlu khawatir.

Young Hee langsung pergi setelah mengucapkan selamat istirahat pada Kim Joon. Sedang Yi Soo bergegas mendekati lukisan Chagallnya, karena dia yakin miringnya bingkai tadi karena sudah terjadi sesuatu.
Dia melihat bagian belakang lukisan itu, yang ternyata tidak ada apa-apanya. Yi Soo tersenyum tipis, dan mungkin berfikir kalau sepertinya itu hanya perasaannya saja.
(Bukaaannn sayangg..itu bener..^^)


Young Hee yang sudah keluar dari apartemen Kim Joon, masih terlihat sedikit khawatir. Dia kemudian mengingat saat dia menaruh perekam tadi di balik lukisan itu.


Flashback

Tadi saat Dong Soo selesai menelponnya, Young Hee kembali lagi ke dinding di mana lukisan Chagall itu dipasang. Dia mengambil perekam itu, dan melihat ke sekeliling, mungkin mencari-cari dimana seharusnya dia menaruh perekam ini, agar tidak menimbulkan kecurigaan Kim Joon.


Flashback End

Joon Young dan Hae Woo yang sedang berjalan berdua sambil bergenggaman tangan, seolah menikmati kencan sederhana mereka. Joon Young bertanya apa dia boleh menanyakan sesuatu pada Hae Woo yang mungkin terdengar picik. Hae Woo bercanda dengan berkata kalau itu hal picik, ya jangan ditanyakan saja. Tapi kemudian Hae Woo penasaran dan lalu bertanya memangnya apa itu?

Joon Young menjawab kalau bukan apa-apa sebenarnya, mungkin dia hanya sedikit mabuk. Hae Woo menarik lengan Joon Young dan membuat mereka saling berhadapan, lalu berkata kalau apapun pertanyaannya dia tahu kalau Oppanya ini bukan orang yang picik.

Joon Young akhirnya berkata “Jika saja..dulu kau tahu Yi Soo masih hidup, akankah Jo Hae Woo tetap menikah dengan Oh Joon Young?”

Hae Woo tentu saja terkejut dengan pertanyaan seperti ini, tidak menyangka Joon Young punya pikiran seperti ini. Joon Young yang tahu ekspresi Hae Woo berubah, berkata kalau dia tahu itu pertanyaan picik, jadi Hae Woo tidak perlu menjawabnya.

Saat Joon Young akan melangkah, Hae Woo berkata kalau dia akan tetap melakukannya—menikah dengan Oh Joon Young. Joon Young berhenti dan menatap Hae Woo. “Ketika aku mengalami kesusahan, orang yang berdiri disampingku adalah Oh Joon Young. Sekarang, orang yang berdiri disampingku juga Oh Joon Young. Tidak ada kata andai saja seperti Oppa ucapkan. Hanya ada sekarang”

Hae Woo berkata kalau alasan dia tidak melepaskan kasus ini adalah bukan karena dia masih punya perasaan pada Yi Soo. Joon Young memotong kata-kata Hae Woo dan mengucap kalau di tahu itu.

“Setiap kali kau menemui masalah, kau selalu masuk ke dalam inti masalah itu. Aku lebih tahu dari orang lain bahwa seperti itulah Jo Hae Woo.”

Joon Young tersenyum setelah mengucapkan kalimat itu, dia beralasan karena itulah dia merasa sedikit cemas, tetapi dia selalu mempercayai dan mendukung Hae Woo.
Saat Joon Young akan mendekati dan terlihat seperti ingin mencium Hae Woo, ponsel Hae Woo Berdering, membuat Hae Woo meminta maaf karena gangguan kecil ini. Joon Young hanya tersenyum.


Ternyata Bang Jin yang merupakan gangguan kecil mereka. Bang Jin menelepon dan berkata kalau Hae Woo kan pasti punya fotonya Yi Soo, kenapa ga Hae Woo coba kirim ke Kakek Okinawa? Hae Woo menjawab kalau dia sudah melakukan itu, dan kakek bilang wajahnya berbeda. Hae Woo berkata dia juga bingung akan apa yang terjadi sebenanrnya.

Joon Young yang mendengar percakapan tadi jadi bertanya apa orang yang di Okinawa bukan Han Yi Soo? Hae Woo tidak mampu menjelaskannya


Rekan Man Chul dulu, sewaktu masih sama-sama di kepolisian datang, namanya Detektif Oh. Bang Jin mendekati detektif Oh yang akan masuk ke dalam, dan bertanya sejak kapan Detektif Oh mengendarai motor? Detektif Oh ga menjawab dan malah balik bertanya apa Bang Jin menunggunya untuk bertanya sesuatu tentang kasus Jung Man Chul?

Bang Jin membenarkan dan berkata kenapa detektif Oh tidak menceritakan padanya kalau Jung Man Chul mencoba menutupi kasus tabrak lari 12 tahun yang lalu itu setelah menerima suap dari CEO Jo Eui Sun.
Detektif Oh bertanya apa maksud Bang Jin? Bang Jin dengan santai berkata apa detektif Oh juga terlibat? Detektif Oh langsung membantah dan berkata kalau dia tidak terlibat sama sekali.
Bang Jin menataopa detektif dengan tatapan tidak percaya, dan detektif Oh tidak nyaman dengan tatapan itu. Dia lalu berkata kalau selama ini yang dia punya hanya praduga saja. Bang Jin menjawab kalau pekerjaan mereka ini selalu dimulai dengan yang namanya praduga. Detektif Oh bilang kalau sampai media tahu, bahwa kepolisian menerima suap dan menutupi sebuah kasus, maka Bang Jin juga tahu seperti apa yang akan terjadi. Bang Jin menjawab kalau di akan terjadi skandal yang heboh di media massa, kepercayaan masyarakat juga akan menurun pada polisi dan beberapa senior akan mencopot seragam mereka. Detektif Oh berkata seperti itulah, dan langsung berjalan meninggalkan Bang Jin.


Bang Jin kemudian bertanya apa Jung Man Chul adalah yang mengambil kunci loker pada saat itu?(Saat kecelakaan Yi Soo maksudnya ya..^^)
Detektif Oh yang mendapat pertanyaan seperti itu, tidak berbalik, bola matanya berputar-putar tanda dia juga sedang memikirkan kemungkinan yang Bang Jin katakan. Sepertinya ada sesuatu yang detektif Oh ketahui.

Saat detektif Oh berbalik, Bang Jin berkata kalau dia ingin mendengar asas praduga dari detektif Oh. Detektif Oh menjawab, kalau dia sama sekali tidak memiliki praduga apapun tentang bagian yang ini.


Saat detektif Oh sudah melangkah ke dalam, dia menolehkan kembali kepalanya, dan terlihat seolah sedang terngiang dengan kata-kata Bang Jin tadi. Kunci loker? Apa maksudnya?


Detektif Oh teringat sesuatu dan langsung bergegas pergi, ternyata dia pergi ke Room Business Club, yang didatangi Man Chul dimalam dia terbunuh. Dan Bang Jin ternyata mengikutinya.
(Kereeeennn…Bang Jin..Go Go Go..)


Detektif Oh masuk ke ruang dimana Man Chul pernah disana bersamanya. Dia menatap lukisan yang ada di dinding ruangan itu. Ingatan malam saat terakhirnya bersama Man Chul pun hadir kembali di otaknya.


Flashback

Malam itu Man Chul berkata “Jika aku buka mulut, ada lebih dari satu atau dua yang akan hancur. Aku tidak bercanda. Aku memegang rahasia, banyak orang berkuasa”

Detektif Oh bertanya siapa orang-orang berkuasa itu? Man Chul menjawab kalau dia mana bisa langsung memeritahu nomer lotere yang akan menang dengan begitu mudahnya pada detektif Oh. Man Chul juga bilang kalau dia sudah merahasiakan ini selama bertahun-tahun.
Detektif Oh berkata kenapa harus menyimpan rahasia terlalu lama? Harusnya Man Chul sudah mencairkan lotere itu dan menyekolahkan anak kedua Man Chul di luar negeri.

Man Chul menjawab “Yang paling penting adalah, waktunya. Jika kau tidak hati-hati, tiket yang menang itu hanya akan jadi tiket lotere yang kalah. Untuk melakukannya dengan benar, kau harus mempunyai bukti yang mendukungnya.”

Detektif Oh yang memanggil Man Chul dengan sebutan senior, mengingatkan Man Chul kalau sekarang ini Man Chul hanya warga biasa bukan detektif lagi. Mereka pun tertawa saat itu.

Man Chul kemudian memandangi detektif Oh, dan bertanya bukankah detektif Oh pernah bilang mau punya kapal pesiar? Man Chul melanjutkan kalimatnya kalau saat detektif Oh pensiun nanti, dia yang akan mengurus detektif Oh. “Kau kan tahu..aku adalah pelindungmu.”

Man Chul kemudian memandangi lukisan itu penuh makna tanpa sedikitpun berkata-kata.


Flashback End

Hanya karena berdasar Man Chul yang memandangi lukisan itu dengan tatapan penuh arti, detektif Oh mengira bahwa pasti ada yang disembunyikan Man Chul di balik lukisan itu. Diapun langsung melihat bagian belakangnya, dan tidak mendapati sesuatu apapun. Saat sedang asik memeriksa, detektif Oh dikagetkan dengan seseorang yang bertanya apa yang sedang dia cari?

Detektif Oh menoleh, dan mendapati Bang Jin sudah ada di ruangan yang sama dnegannya. Detektif Oh bertanya apa Bang Jin mengikutinya?
Bang Jin menjawab bukan itu masalahnya saat ini, tapi apakah tidak ada yang ingin detektif Oh katakan padanya?


Diluar Business Club itu, terlihat seseorang dengan pakaian serba hitam, membawa pena beracun. Yup, siapa lagi kalau bukan si Kakek pemilik Toko Buku Bekas.


Bang Jin dan detektif Oh sudah hanya berdua di ruangan itu. Mereka sama-sama memandang lukisan yang menurut detektif Oh menyimpan sesuatu yang penting. Bang Jin berkata katakanlah benar, ada sesuatu di balik lukisan ini, apa itu isi di dalam loker? Detektif Oh menjawab kalau dia benar-benar tidak tahu. Dia hanya ingat percakapannya bersama Man Chul setelah Bang Jin menanyainya tadi. Bang Jin berkata jadi maksudnya Detektif Oh sama sekali tidak memiliki bukti apapun? Detektif Oh membenarkan, dan Bang Jin masih menatapnya dengan tidak percaya. Bang Jin lalu jujur bilang kalau dia tidak percaya pada detektif Oh. Menurutnya ini tidak masuk akal? Untuk alasan apa detektif Oh melakukuan tindakan seperti ini seorang diri?

Detektif Oh menarik nafas, dia sedikit kesal, lalu menjawab mungkin untuk sebagian orang Man Chul sangat tercela sikapnya, tapi untuk dia Man Chul adalah rekan pertama yang dimilikinya saat dia menajdi polisi. Man Chul selalu menjaganya ketika dia baru memulai menjadi polisi. Tanpa bukti seperti ini, hanya berdasarkan pada praduga saja, dia tetap tidak ingin rekannya direndahkan.
Bang Jin mengangguk tanda dia memahami rasa persahabatan Detektif Oh. Dia kemudian bertanya lalu bagaimana? Apa kalau detektif Oh menemukan bukti itu, maka detektif Oh akan memusnahkannya.

Detektif Oh menjawab kenapa dia harus melakukan hal itu? Dia hanya ingin menemukan siapa pembunuh Man Chul, sudah itu saja. Dengan sedikit kesal, detektif Oh berkata kalau dia sama seperti Bang Jin ingin memnemukan siapa pembunuh sebenarnya. Sebenarnya dibandingkan pembunuh itu, korupsi yang dilakukan Man Chul tidaklah seberapa.

Bang Jin berkata kalau 12 tahun yang lalu, jika Man Chul tidak mengambil kunci loker itu, jika mereka bisa menemukan bukti yang sangat ingin disembunyikan Han Yi Soo, maka Man Chul tidak akan terbunuh seperti sekarang ini. Detektif Oh menjadi sangat terkejut akan fakta ini. Bang Jin melanjutkan kalimatnya, kalau korupsi yang detektif Oh katakan tidak seberapa itu, berakibat terbunuhnya banyak orang, dan akhirnya identitas penjahat yang sebenarnya pun hampir terkubur selamanya.


Sang Deuk sedang berbicara dengan si kakek pemilik toko buku melalu telepon. Sang Deuk bertanya apa mungkin Detektif Oh atau Bang Jin mengetahui sesuatu? Sang Deuk bilang jangan lakukan sampai sejauh itu. (Mungkin berinisiatif membunuh salah satu dari mereka—detektif Oh atau Bang Jin, tapi Sang Deuk melarang)
Sang Deuk berkata kalau kadang dengan mengamati sebuah jawaban akan muncul.

Sang Deuk pun bertanya apa Han Yi Soo sudah ditemukan? Sepertinya kakek toko buku bekas menjawab kalau dia belum menemukan Yi Soo, Sang Deuk bilang dia tahu kalau menemukan Yi Soo tidak akan mudah. Tapi dia mempercayakan itu pada kakek itu untuk segera menemukan Yi Soo. Semua ini akan berakhir jika Yi Soo sudah ditemukan.


Han Yi Soo, mengambil minuman di kulkasnya, dan meminumnya. Pundaknya masih terasa tidak enak, sehingga dia menggerak-gerakkan pundaknya itu. Tiba-tiba Ponsel Yi Soo Berdering, dan tertulis kata “TEMAN” di layar ponsel Yi Soo. Yi Soo pun langsung menerimanya.


Di lain tempat terlihat Young Hee dengan earphone ditelinganya, dia mendengar percakapan Kim Joon yang di apartemennya sedang menerima telepon. Perekam itu benar-benar ditaruh di apartemen Kim Joon.
Dan saat ini dia leluasa mendengar apa yang akan di lakukan Kim Joon


Yi Soo yang sedang berbicara di telepon dengan entah siapa, hanya berkata “Jalankan sesuai rencana”


Yi Hyun terlihat asik dengan teleskopnya, dia mengarahkan teleskopnya kelangit melalu jendela kamarnya, dan dia bisa melihat bintang dengan jelas. Yi Hyun terlihat senang karena ini.

Kemudian masuklah Bang Jin yang berkata “putriku..ayah disini”

Yi Hyun senyum melihat ayahnya dan bertanya kapan ayahnya datang? Bang Jin emnajwab baru saja, dan gantian bertanya pada Yi Hyun, apa yang sedang Yi Hyun lakukan malam-malam begini? Yi Hyun menjawab dengan senang sambil memandang langit kalau dia sedang berkomunikasi.

Bang Jin heran dan ikut melongokkan kepalanya memandang langit, lalu bertanya emang Yi Hyun berkomunikasi dengan siapa?
Yi Hyun dengan santai mengucap “Ayo jawab aku..Han Yi Soo..”
Sambil matanya tidak lepas memandang bintang-bintang di langit itu.

Ekspresi wajah Bang Jin langsung berubah mendengar jawaban anaknya itu, dan Yi Hyun berkata kalau wajahnya ayahnya berubah serius lagi, dan dia tidak suka. Kalau ayahnya seperti itu, dia malah ga mau mengatakan apapun lagi. Bang Jin mengelak, dan menjawab kalau dia tidak terlihat serius. Biasa saja.

Bang Jin menyuruh Yi Hyun segera tidur seperti bayi.
Yi Hyun protes dan bilang kalau dia sudah bukan bayi lagi. Bang Jin berkata lalu apa Yi Hyun sudah dewasa? Yi Hyun membenarkan kalau dia tentu saja orang dewasa. Yi Hyun berkata kalau dia akan segera tidur, maka ayahnya juga harus tidur yang nyenyak.

Saat Bang Jin sudah akan keluar dari kamar Yi Hyun, dia kemudian berbalik dan menanggil putrinya itu lagi. Yi Hyun yang awalnya ingin melihat bintang dan mungkin melanjutkan komunikasi dengan Oppanya, berbalik dan menatap ayahnya.

Bang Jin bertanya apa Yi Hyun benar-benar percaya kalau Yi Soo masih hidup? Yi Hyun menjawab apa dia bisa mengatakan yang sebenarnya pada ayahnya? Bang Jin mengangguk

Yi Hyun berubah serius dan berkata “Aku..sampai sekarang..pikiran tentang Oppa meninggal, aku bahkan tidak pernah memiliki pikiran seperti itu sekalipun”

Bang Jin bertanya apa Yi Hyun sangat yakin tentang hal itu? Atau ada alasan yang membuat Yi Hyun yakin? Yi Hyun menjawab “Tidak ada alasan..tetapi jika sesuatu itu yang sangat penting, seseorang akan mengetahuinya begitu saja. Hanya..aku mengetahuinya..Seolah kami bisa berkomunikasi satu sama lain.”


Bang Jin mengajak istrinya masuk ke ruang kerjanya tanpa berisik. Young Joo heran dan bertanya ada apa ini? Bang Jin meminta agar istirnya mengawasi Yi Hyun dengan seksama. Young Joo bertanya kenapa memangnya? Apa ada yang terjadi dengan Yi Hyun?

Bang Jin menjawab bukan seperti itu, hanya apa mungkin Yi Hyun mendapatkan telepon aneh atau orang aneh yang tiba-tiba mendekatinya, hanya dia ingin Young Joo mengamati hal-hal seperti itu.
Young Joo berkata bagaimana bisa Bang Jin menyuruhnya tanpa memberitahu apapun? Kenapa Bnag Jin seperti ini?
Bang Jin hanya meminta lakukan saja dulu apa yang dia minta dan jangan sampai Yi Hyun tahu.


Pagi hari di kediaman keluarga Jo. Hae Woo sedang di dapur, dan Nyonya Park datang mendekati lalu bertanya apa Hae Woo sibuk akhir-akhir ini? Hae Woo menjawab setiap hari juga seperti ini. Nyonya Park dengan hati-hati bertanya tentang kasus yang sedang Hae Woo tangani. Apa benar kalau itu berhubungan dengan Han Yi Soo?

Hae Woo tidak menjawab dan balik bertanya apa Nyonya Park mendengar ini dari Yi Hyun? Nyonya Park membenarkan. Hae Woo berkata kalau sampai saat ini dia benar-benar belum bisa untuk memberitahu Nyonya Park. Hae Woo meminta maaf untuk itu. Nyonya Park tersenyum, dan berkata kalau dia paham akan posisi Hae Woo, jadi Hae Woo ga perlu minta maaf. Seharusnya memang dia tidak bertanya.


Tiba-tiba terdengar suara Eui Sun yang keras berkata “Apa yang kau katakana?!”
Hae Woo dan Nyonya Park tentu kaget dengan keributan di pagi hari ini, sehingga mereka langsung ke ruang tengah dan mendapati Eui Sun sedang berbicara dengan marah di telepon. Eui Sun bertanya pada si penelepon apa sumbernya sudah ditemukan? Kalau belum, maka segera temukan.
Hae Woo mendekati ayahnya yang sudah selesai berbicara, dan bertanya ada apa? Eui Sun hanya memandang putrinya itu, lalu berlari seperti anak kecil mencari ayahnya.


Sang Deuk sedang menikmati pagi di taman depan rumahnya bersama Joon Young. Mereka memperbincangkan bisnis tentu saja. Sang Deuk bertanya kenapa tiba-tiba Hae Woo dan Joon Young kembali lebih awal dari rencana sebelumnya? Dia mendengar kalau Hae Woo memutuskan kembali setelah mengunjungi beberapa tempat di Okinawa? Ada apa sebenarnya?


Joon Young agak ragu apa dia harus memberitahu kakek mertuanya ini. Datanglah Eui Sun dengan tergopoh-gopoh, mengabarkan sesuatu yang buruk pada ayahnya. Sang Deuk bertanya apa itu? Eui Sun menjawab kalau Koran Pasar Finansial baru saja menerbitkan cerita yang aneh-aneh.
Joon Young bertanya cerita yang aneh apa maksudnya?


Sementara itu Han Yi Soo sedang memberi makan ikan-ikan di akuariumnya. Di meja tergeletak beberapa kertas yang bertuliskan berita yang ternyata menghebohkan keluarga Jo pagi ini.

Kertas-kertas itu bertuliskan
“24 Juni 2013, Berita Finansial.
CEO Grup G, Tuan J adalah orang terakhir yang menelepon seorang mantan pensiunan polisi yang terbunuh. Putrinya Saat ini adalah seorang Jaksa..
Besannya kepala kejaksaan..
Dicurigai telah menyewa seorang pembunuh..”

Bersambung ke Part 2



Tidak ada komentar :

Poskan Komentar