Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 9 part 2


Yi Soo diapartemen sedang memberi makan ikan-ikan di akuariumnya, dan diatas meja apartemen Yi Soo tergeletak berlembar-lembar kertas berisi berita Koran finansial pagi ini. Berita yang tentunya menghebohkan pagi keluarga Jo.
Part 2
Hae Woo dikantornya juga terlihat sedang membaca artikel berita di Koran itu. Dia kesal, siapa yang berani menyebarkan berita seperti ini tentang dia dan keluarganya?

Penyelidik wanita rekan kerja Hae Woo tahu kegundahan Hae Woo dan berkata kalau Koran Pasar Finansial memang hanya mengandalkan gossip saja. Hae Woo sudah mengusahakan dengan keras menangkap pelakunya, jadi jangan terlalu dipikirkan.

Soo Hyun ikut masuk dan berkata kalau sepertinya gossip ini ga akan cepat mereda. Hae Woo bertanya, adakah cara untuk menemukan siapa pelaku atau dari mana sumber berita ini?
Soo Hyun menjawab kalau Koran-koran seperti ini bukan hanya mempunyai satu sumber dan sangat sulit untuk melacak siapa darimana gossip itu berasal. Tapi dia berjanji akan melakukan yang terbaik dalam masalah ini. Soo Hyun berkata kalau dia yakin seseorang dari kepolisian atau kejaksaan pasti sudah membocorkan informasi dari dalam.
Karena berita ini berisi informasi yang hanya tersedia untuk kepolisian dan kejaksaan.

Hae Woo menarik nafas, dan kemudian bertanya apa acara hari ini? Dan jam berapa itu? Penyelidik menjawab kalau sekitar jam 3 sore. Hae Woo pun mencoba mengalihkan perhatiannya pada kasus lain yang dijadwalkan sore ini.



Eui Sun marah-marah dikantornya, dia meminta Joon Young menghubungi Departemen Legal untuk mengkonfirmasi berita ini. Dia juga berkata kalau dia akan menemukan siapa pelakunya, menuntunya untuk pencemaran nama baik.
Joon Young berkata kalau lebih baik sekarang mereka menunggu dan melihat.
Eui Sun semakin kesal, apa gunanya menunggu dan melihat saja? Mereka harus melakukan sesuatu.

Joon Young menjawab nanti itu hanya akan menambah buruk keadaan. Eui Sun bertanya bagaimana bisa?
Joon Young menjelaskan kalau mereka bereaksi terlalu berlebihan dalam menangani gossip ini, maka orang-orang akan melihatnya sebagai pembenaran.

Eui Sun bertanya dengan berteriak lalu dia harus bagaimana? Apa dia harus diam saja? (Duh..jijik pak teriak-teriak gitu..sampe muncrat lo..hiiiiyy)

Joon Young menjawab kalau gossip itu tidak benar maka akan menghilang dengan sendirinya kok. Dia meminta ayah mertuanya untuk tenang saja.
Eui Sun bertanya apa yang sudah Joon Young dengar dari Hae Woo? Joon Young menjawab kalau dia belum mendengar apa-apa dari Hae Woo.



Joon Young masuk ke ruang kerjanya diikuti sekretaris Kim yang mengabarkan kalau wartawan sudah menghubungin Departemen Humas untuk menanyakan kebenaran gossip ini? Joon Young berkata kalau pasti akan ada fluktuasi harga saham saat ini. Sekretaris Kim menjelaskan kalau para semut (Investor kecil) sudah mulai bergerak. Sangat menghkawatirkan karena hal ini terjadi sebelum akuisisi Hotel Gaya dengan Grand Bleu. Joon Young meminta agar sekretarisnya segera mengubungi Direktur Humas untuk menemuinya sekarang juga. Jangan lupa untuk menjadwalkan juga Direktur Bagian Legal, dan Pelayanan Pelanggan untuk menemuinya setelah 30 menit.



Joon Young yang sudah sendiri membaca artikel Gosip itu, dia melihat kalimat “..Fakta bahwa besannya adalah kepala kejaksaan..”
Kalimat itu benar-benar mengganggu Joon Young, apa jangan-jangan ayahnya juga terlibat?


Hyun Shik sedang bersama rekannya membicarakan Gosip ini yang sudah merambah ke wilayah mereka. Rekan Hyun Shik bilang kalau mereka ga bisa terus menutupinya seperti ini. Lagipula gossip ini melibatkan Hyun Shik dan menantunya. Efeknya akan sangat serius pada kejaksaan. Terutama saat ini ketika kepercayaan public terhadap departemen mereka sangat rendah.

Hyun Shik mendengarkan semua kata rekannya itu, dan kemudian dia bertanya menurut rekannya ini seberapa jauh mereka harus bertindak?
Rekan Hyun Shik menjawab kalau paling tidak harus ada hitam diatas putih, mereka harus mengulang kembali penyelidikan kasus Jung Man Chul. Dan tentunya CEO Eui Sun harus dihadirkan ke kejaksaan. Hyun Shik melirik temannya sedikit terkejut.

Hyun Shik sepertinya tidak mampu menolak, dan hanya berkata kalau semoga Eui Sun bisa diajak bekerja sama dengan baik. Tapi, dia berfikir mungkin penyebar berita ini adalah orang dalam.
Rekan Hyun Shik menolak dan berkata kalau bukan orang-orang mereka sepertinya, tetapi mungkin salah seorang dari kepolisisan.


Byun Bang Jin dan rekannya mendatangi kembali lokasi dimana Man Chul ditemukan terbunuh. Rekannya ngomel-ngomel dan bilang kalau istrinya tahu, bisa-bisa istrinya pergi meninggalkan dia. Apa ini mereka harus melakukan penyelidikan ulang?
Bang Jin hanya tersenyum.

Rekan Bang Jin bilang kalau tempat ini sudah dibersihkan, jadi apa mungkin mereka masih bisa menemukan bukti atau apapun itu namanya? Dia bahkan mencoba mengajak Bang Jin untuk mencoba restoran yang enak di dekat tempat ini, tapi Bang Jin cuek dan tidak menanggapi. Bang Jin mencoba melihat dengan seksama, apa yang mungkin saja tersisa dari tempat ini.

Saat itulah mata Bang Jin melihat pada sesuatu, dan dia menunduk untuk mengambil sesuatu itu.
Dan saat dia sudh mendapatkannya, dia menunjukkan pada rekannya dan bertanya apa ini?


Rekannya menjawab kalau itu kunci apartemen. Bang Jin bertanya apa rekannya tahu kunci apartemen ini berasal dari mana? Rekannya menjawab kalau itu kunci apartemen serbaguna, dan hanya orang-orang kaya yang tinggal disana. Rekannya berkata kalau mungkin sidik jarinya sudah ga ada, tetapi mereka tetap harus membawanya untuk diselidiki.


Tiba-tiba Hae Woo menelpon Bang Jin, dan Bang Jin langsung saja menceritakan tentang kunci apartemen serbaguna yang baru saja dia temukan di TKP Man Chul. Hae Woo kaget. Bang Jin menjelaskan kalau kunci ini untuk apartemen Starville, yang merupakan apartemen serbaguna.

Hae Woo tiba-tiba teringat, kalau kemarin Young Hee bilang bahwa apartemen Straville adalah apartemen dimana Kim Joon tinggal. Ini membuat otak jaksanya langsung berfungsi dan merangkai kalau mungkin itu kunci apartemen Kim Joon.

Bang Jin berkata kalau dia nanti akan menelpon Hae Woo lagi, tapi Hae Woo langsung bertanya apa Bang Jin masih memegang kunci itu? Bang Jin mengiyakan. Hae Woo langsung meminta Bang Jin membawa kunci itu, dan dia akan menemui Bang Jin di depan gedung StarVille. Nanti dia akan menjelaskan detailnya pada Bang Jin.


Hae Woo menghubungi Dong Soo, dan menanyakan berapa nomer kamar apartemen Kim Joon. Dong Soo bertanya kenapa? Hae Woo menjawab kalau ada sesuatu yang harus dia berikan pada Kim Joon. Dong Soo pun menyebutkan nomer kamar apartemen Kim Joon. Dan Hae Woo mengucapkan terima kasih pada sahabatnya itu.


Ternyata saat Hae Woo menelpon, Young Hee ada disamping Dong Soo, dan bertanya apa yang akan Hae Woo berikan pada CEO? Dong Soo malah bertanya kemana dia harus mengantar Kim Joon hari ini? Young Hee yang terlihat sedang berfikir, kemudian menjawab kalau Kim Joon mengemudi sendiri hari ini. Dong Soo bertanya lalu kenapa dia disuruh kesini? Young Hee tersenyum manis dan menjawab kalau dia sebenarnya ingin mengajak Dong Soo makan siang bersama, kalau Dong Soo mau. (Pastii mau kepoo..-_-)

Dong Soo seolah tidak percaya, dan Young Hee membenarkan keinginannya tadi. Young Hee berkata kalau sepertinya Dong Soo sangat mabuk semalam, jadi dia akan mencari makanan yang bisa menjadi penawar mabuknya Dong Soo. Dong Soo menjawab kalau sebenarnya dia tidak seperti itu, tapi semalam dia tiba-tiba teringat temannya dan terbawa perasaan.

Young Hee bertanya apa teman yang bernama Yi Soo itu? Dong Soo membenarkan dan berkata sekarang setiap dia memikirkan Yi Soo, dia masih merasa ingin menangis.
Young Hee bertanya apa Yi Soo masih memiliki keluarga yang masih hidup? Dong Soo menajwab kalau Yi Soo memiliki adik perempuan yang sangat cantik dan baik hati. Young Hee bertanya lagi, apa aktifitas adik Yi Soo sekarang? Dong Soo menjawab kalau adik Yi Soo sedang cuti kuliah, dan bekerja paruh waktu di Café Jus.
Young Hee kaget dan langsung teringat kejadian beberapa malam yang lalu, saat Kim Joon datang dan membeli banyak Jus, lalu memberikan semua Jus itu padanya.

Dong Soo memuji Young Hee yang memiliki hati yang baik, karena Young Hee ingin tahu masalah temannya. Tidak semua orang melakukan hal seperti itu (Hadeww..mending Dong Soo mabuk aja kalii ya..biar otaknya agak bener dikit..hihi)

Young Hee menjawab kalau dia sebenarnya bukan orang yang baik. Dong Soo tahu kalau Young Hee hanya merendah, mana ada orang baik hati bilang-bilang sama semua orang kalau dia orang yang baik.
Young Hee hanya tersenyum dan berkata bagaimana kalau mereka minum Jus di tempat adiknya Yi Soo sebagai penutup acara makan siang mereka hari ini?Dong Soo senang dan menyetujuinya.


Soo Hyun datang lagi ke tempat Yi Hyun bekerja, dan Yi Hyun berkata kalau Hae Woo unni sangat sibuk belakangan ini, tapi kenapa rekan kerjanya malah asik-asik datang ke Café Jus tempatnya bekerja?

Soo Hyun berkata kalau Yi Hyun sibuk ga? Yi Hyun heran dan bertanya kenapa Soo Hyun mau tahu? (Harusnya jawab gini doong..mau tahu aja…apa mau tahu bangeett? Haha..^^)
Soo Hyun menjawab kalau dia Cuma pengen tahu aja. Yi Hyun bertanya, kenapa Soo Hyun mau tahu? Soo Hyun ga menjawan dan langsung berkata kalau Yi Hyun Sibuk, yaudah ga apa-apa. Yi Hyun semakin heran dan bertanya apa maksudnya ga apa-apa?

Soo Hyun bingung menjawabnya dan hanya bilang kalau dia akan datang lagi. Saat Soo Hyun akan pergi, Yi Hyun memanggil Soo Hyun dengan sebutan Ahjussi dan bilang kalau kayaknya Ahjussi Soo Hyun ini banyak menganggur, ga kayak Unnienya.
Soo Hyun yang sudah siap pergi, menoleh dan menjawab kalau dia sekarang malah super sibuk.


Saat Soo Hyun melangkah keluar, terlihat Dong Soo yang akan masuk bersama Young Hee. Soo Hyun yang sudah ada di depan pintu berhenti lalu menoleh ke belakang melihat Young Hee dengan tatapan aneh. Young Hee yang sudah ada di dalam Café merasa kalau dia diamati, ikut menoleh dan melihat Soo Hyun memalingkan wajah padanya.


Young Hee segera menuju tempat Dong Soo, dan Dong Soo langsung memperkenalkan Young Hee pada Yi Hyun. Young Hee tersenyum manis pada Yi Hyun, begitu juga sebaliknya. Young Hee berkata kalau mata Yi Hyun mirip dengan seseorang yang dia kenal. Sangat mirip bahkan.


Han Yi Soo sedang termenung di apartemennya, masih dengan posisi favoritnya. Dia seolah sedang berfikir. Tapi kemudian dia berpindah ke lemari pakaiannya dan memilih satu kemeja yang akan dia kenakan. Sepertinya dia akan pergi ke suatu tempat hari ini.


Hae Woo dan Bang Jin sudah sampai di Apartemen Starville, dan Bang Jin bertanya apa ada orang yang Hae Woo curigai terkait kunci ini? Hae Woo menggeleng dan menjawab kalau dia juga belum yakin. Mereka langsung melangkah ke dalam, dan menuju apartemen Kim Joon.


Hae Woo yang sudah tahu ini apartemen Kim Joon, merasa tidak enak sebenarnya. Bang Jin sudah bersipa menekan bel, tapi Hae Woo melarangnya dan meminta kunci apartemen yang Bang Jin temukan tadi.
Bang Jin mencoba menolak, dan berkata mungkin saja ada orang di dalamnya, mereka tidak boleh gegabah seperti ini. Hae Woo menjawab tidak apa-apa. Bang Jin pun mengalah dan langsung menyerahkan kunci yang diminta Hae Woo.
Hae Woo menerimanya dengan sedikit gugup, dia mengarahkan kunci itu pada pintu berharap kunci itu cocok.


Yi Soo yang ada di apartemennya dan bersiap akan keluar, merasa ada yang aneh. Atau memang hanya perasaannya saja, yang selalu waspada terhadap setiap hal. Tapi dia yakin ada seseorang di depan pintu apartemennya.


Diluar, Hae Woo sudah mulai menarik gagang pintu apakah akan bisa terbuka. Tapi ternyata pintu apartemen Kim Joon tidak bisa dibuka. Hae Woo langsung menatap Bang Jin, dan Bang Jin bilang kalau berarti ini bukan kuncinya.
Hae Woo masih ngeyel dan akan mencoba lagi, tepat saat itu, Kim Joon membuka pintunya, dan Hae Woo langsung terkejut.


Kim Joon menatap mereka dengan tajam, dia kemudian bertanya apa yang dilakukan Jaksa Jo ditempatnya? Apakan Hae Woo ingin bertemu dengannya? Hae Woo tidak mampu menjawab karena saking malunya, dan Bang Jin akhirnya bilang kalau sepertinya dia dan Hae Woo salah apartemen saja.
Bang Jin langsung memperlihatkan ID Cardnya pada Kim Joon.

Kim Joon melirik pada kunci yang di pegang Hae Woo, dan Hae Woo langsung menarik tangannya kebelakang agar Kim Joon tidak tahu, tapi terlambat Kim Joon sudah melihatnya.

Kim Joon bertanya kalau Hae Woo sepertinya sedang melakukan penyelidikan sebuah kasus? Hae Woo menjawab Ya dengan singkat. Kim Joon bertanya apa Hae Woo baik-baik saja? Karena dia melmbaca Koran Pasar Finansial pagi ini. Hae Woo menjawab kalau dia baik-baik saja.

Kim Joon berkata walau dia tahu Hae Woo dan Bang Jin sudah datang dari jauh, tapi dia sedang ada urusan penting jadi dia tidak bisa mengajak Hae Woo dan Bang Jin untuk minum teh.
Hae Woo berkata tidak apa-apa. Kim Joon pun berucap sampai jumpa di perayaan Hotel Gaya nanti. Hae Woo hanya mengangguk dan menjawab ya.


Hae Woo yang merasa malu, menyandarkan tubuhnya di dinding, dan Bang Jin bertanya apa yang terjadi sebenarnya? Apa laki-laki tadi berhubungan dengan kasus ini? Hae Woo menggeleng dan berkata kalau dia mungkin hanya terlalu bersemangat untuk kasus ini.

Kemudian terdengar panggilan Kim Joon pada Hae Woo, membuat Hae Woo menoleh.
Kim Joon bertanya apa Hae Woo sedang mencari rumah hanya berdasarkan pada kunci elektrik saja? Bang Jin yang menjawab ya. Kim Joon menyarankan agar Hae Woo dan Bang Jin menanyakannya pada petugas, karena pasti akan diberitahu kunci itu milik apartemen nomer berapa.
Bang Jin mengucapkan terima kasih.


Setelah Kim Joon pergi, Bang Jin bergumam kalau dia pasti sudah semakin tua, karena bisa melupakan hal sepenting ini. Mereka bisa mencari tahu di petugas keamanan dan tidak akan salah kamar seperti sekarang.
Sedangkan Hae Woo masih menatap kepergian Kim Joon dengan pandangan yang tajam. Atau kecewakah Hae Woo karena pikiran atau analisanya salah kali ini.


Saat sampai di bawah, nafas Yi Soo memburu, dia tidak menyangka Hae Woo akan langsung mencurigainya atas kasus Man Chul. Nafasnya naik turun dengan cepat, dan pandangan mata Yi Soo terlihat cemas. Apa yang sudah diketahui Hae Woo sejauh ini?


Hae Woo dan Bang Jin yang sudah menanyai petugas keamanan kemudian berjalan untuk kembali ke apartemen yang sesuai dengan kunci ini. Bang Jin bertanya kenapa Hae Woo berfikiran kalau laki-laki itu pemilik kunci apartemen ini? Hae Woo menjawab kalau ini sedikit sulit untuk dijelaskan. Bang Jin bertanya lagi, kenapa sulit? Hae Woo menjawab kalau sebenarnya itu lebih dari sekedar alasan. Laki-laki itu adalah orang yang menarik perhatiannya.

Bang Jin penasaran dan bertanya pasti ada alasannya kan kenapa laki-laki itu menarik perhatian Hae Woo? Hae Woo menjawab kalau ada beberapa hal lainnya yang bisa membuatnya tambah yakin, maka dia akan memberitahu alasannya pada Bang Jin. Bang Jin tidak menolak, dan tahu kalau percuma tetap memaksa Hae Woo menceritakan segalanya, jika Hae Woo sendiri belum merasa perlu.


Sampailah mereka di depan kamar apartemen yang sesuai dengan info yang mereka dapat dari petugas tadi. Bang Jin sudah memencet bel, namun belum ada tanggapan apapun. Pemilik kamar bertanya melalui intercom siapa mereka? Bang Jin menjawab kalau dia polisi. Bang Jin ditanya lagi kenapa datang kesini? Dia menjawab kalau ada sesuatu yang ingin ditanyakan pada pemilik kamar ini, dan itu tidak lama kok.
Lalu terbukalah pintu apartemen, dan Hae Woo terkejut saat melihat siapa yang keluar di dalamnya.


Pemilik kamar iru ternyata Lee Hwa Young. Mantan Pembaca berita yang terlibat skandal dengan ayah Hae Woo. Mereka berdua sama-sama kaget. Bang Jin yang langsung melihat perubahan ekspresi mereka berdua, merasa aneh. Hae Woo bertanya bagaimana ini bisa terjadi? Hwa Young berkata kalau dia juga ingin menanyakan hal itu pada Hae Woo.

Bang Jin yang sedari tadi hanya diam, akhirnya bertanya apa wanita ini adalah orang yang Hae Woo kenal? Hae Woo tidak menjawab dan meminta pada Hwa Young untuk mau bicara dengannya sebentar.
Hwa Young menolak, dan berkata tidak ada yang perlu dibicarakan. Hae Woo bilang kalau dia hanya ingin menanyakan sesuatu pada Hwa Young dan ini berkaitan dengan kasus pembunuhan.

Hwa Young kaget. Kasus pembunuhan? Hae Woo bertanya apa dia bisa masuk ke dalam sebentar.? Hwa Young dengan cepat menjawab kalau ada kedai kopi yang enak di sekitar sini, mereka bicara disitu saja.


Sementara itu di rumah kelauarga Jo, Yi Soo terlihat ada disana. Sedang memandang penghargaan yang banyak diraih oleh Sang Deuk. Yi Soo tersenyum sinis saat melihat foto Sang Deuk yang dikelilingi oleh mahasiswa, karena merupakan sosok yang dikagumi.


Kemudia masuklah Sang Deuk yang bertanya kenapa Kim Joon ga menelponnya terlebih dahulu? Apa ada hal penting? Kim Joon tersenyum dan berkata kalau ada sesuatu yang harus dia berikan pada Sang Deuk, kebetulan dia juga sedang lewat daerah ini, makanya dia mampir sebentar.
Kim Joon bertanya apa Sang Deuk habis dari suatu tempat? Sang Deuk menjawab kalau dia habis dari toko buku bekas di dekat sini. Hae Woo yang memberitahunya tempat itu, dan sekarang dia jadi pelanggan rutin di toko buku bekas itu.

Kim Joon berkata kalau Sang Deuk sepertinya sangat hemat. Sang Deuk berkata bukan seperti itu sebenarnya. Dia hanya senang akan perasaan yang diberikan oleh buku-buku tua itu kepadanya.
Karena dia sendiri sudah tua, dia merasa jalan yang dia lalui ke toko buku itu, membuatnya selalu ingin kembali kesana. Lagipula barang-barang antik merupakan daya tarik tersendiri baginya.

Kim Joon berkata itu karena semua masa dan kenangan di masa lalu yang biasanya lebih kuat. Sang Deuk membenarkan dan menjawab pasti memang karena itu.
Kemudian Nyonya Park mengatakan kalau Teh nya sudah siap dan mengantarkannya. Sang Deuk lalu mempersilakan Kim Joon duduk.

Sang Deuk membuka bingkisan yang Kim Joon bawa yang ternyata merupakan sebuah guci. Sang Deuk terkejut sekali melihatnya. Kim Joon berkata kalau ini adalah keramik putih Korea yang dengan susah payah dia temukan di Jepang. Sang Deuk berkata benda berharga seperti ini, dia tidak yakin bisa menerimanya.
Kim Joon dengan tenang menjawab kalau guci itu hanya kembali pada pemilik yang sebenarnya. Jadi tentu saja Sang Deuk bisa menerimanya.
Sang Deuk bertanya apa maksudnya?
Kim Joon bertanya apa benda ini tidak terlihat akrab bagi Sang Deuk?
Sang Deuk menjawab, kalau sepertinya dia baru pertama kalinya melihat guci ini. Apa ini barang yang pernah dia lihat sebelumnya?

Kim Joon menjelaskan kalau orang Jepan pemilik keramik ini sebelumnya mengatakan, bahwa ini adalah keramik yang sangat disayangi ayah Sang Deuk. Sang Deuk sedikit kaget, dan melihat kembali keramik itu. Kim Joon yang tahu ekspresi Sang Deuk berubah langsung berkata, mungkin orang Jepang itu salah.
Sang Deuk yang melihat-lihat guci ini, berkata kalau setelah dilihat-lihat, sepertinya memang bukan benda yang asing untuknya. (Plin plan lu Kek, pasti ada sesuatu deh..-_-)
Sang Deuk beralasan karena itu kenangan di masa lampau, jadi jujur saja dia tidak ingat.

Kim Joon menjawab yah tentu saja Sang Deuk tidak ingat. Sang Deuk bertanya bagaimana Kim Joon bisa kenal orang Jepang iut? Kim Joon tersenyum dan menjawab kalau Orang Jepang itu adalah pelanggan VIP Hotel Giant dan kebetulan adalah kolektor keramik. Dia tidak sengaja mendengar cerita tentang keramik putih ini, dan dengan susah payah membujuk agar Orang Jepang itu mau memberikan keramik putih ini padanya.
Sang Deuk tersenyum dan berkata kalau Kim Joon sebenarnya ga perlu repot-repot seperti itu. Kim Joon menjawab walaupun dia tidak melakukannya, keramik putih ini tetap akan kembali kepada Sang Deuk. Sang Deuk bertanya kenapa?
Kim Joon menjawab “Segala hal yang terjadi akan terulang kembali. Pada akhirnya, mereka akan kembali ke tempat asalnya. Demikianlah alam.”

Sang Deuk terpana kaget dengan kalimat Kim Joon. Kim Joon melanjutkan kata-katanya. Dia bilang terlebih guci ini berisi jiwa dari ayah Sang Deuk, yang pasti akan menemukan jalan untuk kembali ke tempatnya.
Sang Deuk tersenyum tipis dan mengangguk. Dia lalu berkata karena Kim Joon sudah berfikir sejauh itu, maka dia tentu sangat berterima kasih.
Kim Joon tersenyum dan menjawab itu bukanlah apa-apa. Dia merasa cukup senang, mampu menunjukkan sedikit penghargaannya pada orang yang dia hormati. (Habis ini pasti muntah nih Yi Soo, udah bilang Sang Deuk orang yang dia hormati.)


Setelah Kim Joon pergi, Sang Deuk melihat guci itu, bahkan menyentuhnya. Dia mungkin masih merasa heran, atau aneh, atau mungkin merasa melupakan sesuatu. Entahlah..
Dia berkata “Jiwa dari ayahku..”
Sambil menatap keramik itu dengan tatapan tajam. (Sepertinya ada rahasia tentang ayah Sang Deuk kaliii ya..)


Di kedai kopi dekat Starville, Hae Woo, Bang Jin dan Lee Hwa Young terlibat pembicaraan. Interogasi tepatnya. Bang Jin bertanya apa baru-baru ini Hwa Young kehilangan kunci apartemennya? Hwa Young menjawab tidak. Dia bahkan menunjukkan kunci apartemennya pada Hae Woo dan Bang Jin. Tanda kalau dia tidak berbohong.
Bang Jin bertanya lagi, apa Hwa Young pernah kehilangan kunci, lalu menggantinya dengan yang baru? Hwa Young juga menjawab tidak. Bang Jin berkata bisa ga dia memastikan ini dengan petugas keamanan nanti? Hwa Young mempersilakan Bang Jin melakukannya.

Bang Jin kembali bertanya apakah Hwa Young memiliki keluarga? Hwa Young sepertinya mulai ga suka, tapi dia tetap menjawab kalau dia hidup sendirian. Hae Woo sendiri masih diam, dan menatap Hwa Young dengan tegang. Hwa Young yang kesal langsung protes karena Bang Jin sudah lancang menanyakan hal-hal pribadi padanya.
Hae Woo yang dari tadi diam akhirnya bilang kalau di lokasi pembunuhan, ditemukan kunci apartemen Hwa Young.
Hwa Young sama sekali tidak terlihat takut, dia menjawab kalau dia tidak tahu menahu tentang hal itu. Bang Jin melihat catatannya dan bertanya pada tanggal 19 bulan lalu, antara jam 4-6 pagi, Hwa Young ada dimana?
Bang Jin yang melihat tatap tidak suka Hwa Young menjelaskan kalau seperti inilah prosedur standartnya.

Hwa Young menjawab kalau dia tidak ingat untuk hari itu. Hae Woo langsung menyela, kalau hari itu adalah hari dimana dia menikah. Hwa Young terdiam, tapi kemudian dia menjawab kalau hari itu dia ada di apartemennya, tidur.
Bang Jin meminta Hwa Young untuk jujur saja. Hwa Young menjawab kalau dia tidak punya alasan untuk berbohong.
Bang Jin sedikit mengancam, kalau ini diselidiki, dan ternyata apa yang Hwa Young bilang tidak sesuai dengan yang sebenarnya, maka Hwa Young bisa jadi orang yang dicurigai. Dia juga akan melihat CCTV untuk memastikan kebenaran yang Hwa Young bilang.
Hwa Young mulai merasa sedikit cemas.
Hae Woo menoleh menatap Bang Jin, dan meminta Bang Jin meninggalkan dia bersama Hwa Young sebentar. Bang Jin pun tidak menolak, dia berjalan keluar kedai.


Saat hanya tinggal berdua, Hae Woo langsung bertanya apa yang sebenarnya sedang disembunyikan Hwa Young?
Hwa Young terlihat sedikit ragu, namun akhirnya dia bicara kalau di hari pernihakan Hae Woo, ayah Hae Woo sedang bersamanya. Hwa Young juga jujur kalau memang beberapa waktu yang lalu ayah Hae Woo sempat kehilangan kunci apartemen. Tetapi di waktu yang Hae Woo tanyakan tadi, ayah Hae Woo dan dirinya memang sedang bersama.
Hae Woo seketika memegang kepalanya yang mungkin tidak merasa sakit, hanya dia sedikit kaget mengetahui fakta ini. Apalagi Hwa Young berkata kalau Eui Sun pulang sekitar jam 6 pagi.

Hwa Young bilang kalau Eui Sun sebenarnya ga ingin ketahuan oleh Hae Woo.
Tetapi sepertinya hal seperti ini memang ga bisa disembunyikan lebih lama lagi.
Hae Woo bertanya apa sampai sekarang Hwa Young dan ayahnya masih berhubungan? Hwa Young menjawab sekitar 5 tahun yang lalu, semenjak dia memutuskan berhubungan lagi dengan ayah Hae Woo. Dimana pada saat itu dia juga sudah bercerai dnegan suaminya.
Hwa Young berkata kalau dia tahu, Hae Woo ga bisa memahaminya. Dia juga tidak ingin Hae Woo memahami hal ini. Akhirnya Hwa Young pergi karena dia merasa semua sudah cukup dia jelaskan pada Hae Woo.


Bang Jin yang tahu kalau Hwa Young dan Hae Woo sudah selesai berbicara, masuk kembali ke dalam kedai, dan melihat Hae Woo yang terlihat pusing karena berfikir setelah dia bicara dengan Hwa Young. Bang Jin tentu bertanya apa yang Hae Woo bicarakan dengan Hwa Young tadi?
Setelah lama terdiam, akhirnya Hae Woo berkata “Kunci itu..tolong kuburkan untuk beberapa saat.”
Bang Jin kaget.


Eui Sun yang dikantornya mendapat telepon dari Hwa Young yang menceritakan semua. Eui Sun kaget kenapa Hwa Young membeberkan semua pada Hae Woo. Apalagi tentang kunci apartemen itu.
Eui Sun sangat marah karena kebodohan Hwa Young. Dia bahkan membanting dan menginjak-nginjak lampu meja yang tersedia di ruangannya. Geram dan kesal sekali.


Hae Woo dan Bang Jin sudah berpindah tempat. Mereka terlihat sedang berdebat tentang masalah penemuan kunci ini, dan fakta bahwa ayah Hae Woo lah pemiliknya.
Hae Woo beranggapan kalau ini adalah jebakan untuk membuat ayahnya tertuduh sebagi pembunuh. Lokasi pembunuhan juga sudah disisir dengan cermat saat itu, dan tidak mungkin sebuah kunci bisa terlewatkan begitu saja.

Bang Jin menjawab kalau dia juga memiliki pemikiran yang sama, tapi bagaimnapun mereka tetap harus melakukan penyelidikan ulang, terkait apa-apa saja yang harus diselidiki. Pada saat terjadi pembunuhan, Hwa Young bilang kalau dia sedang bersama Ayah Hae Woo.
Hae Woo berkata kalau berita ini akan menyebar cepat seperti api ke media massa. Bang Jin bertanya jadi Hae Woo ingin dia mengubur soal kunci ini?

Hae Woo dengan nada memohon berkata hanya untuk sementara saja, sampai semua menjadi jelas. Dia yakin sekali, kalau reaksi seperti inilah yang di inginkan pelaku sebenarnya.
Bang Jin menjawab dengan tidak sabar, kalau dia tahu maksud Hae Woo, tapi dengan sengaja menutup mata juga akan membuat ini semakin berbahaya.
Bahkan jika memang bukan ayah Hae Woo pelakunya, tetapi ayah Hae Woo sudah menyembunyikan kebenaran alibinya saat itu.
Saat itu jelas-jelas Eui Sun beralibi kalau dia ada dirumah.

Hae Woo bertanya apa Bang Jin tahu kenapa alasan ayahnya seperti itu? Bang Jin menjawab dia tahu mungkin Eui Sun ingin menutupi skandal hubungannya dengan Hwa Young.
Kali ini Bang Jin sedikit kesal, dengan Hae Woo yang keras kepala, sehingga Bang Jin berkata kalau bagaimanapun di TKP ditemukan kunci apartemen yang ternyata milik ayah Hae Woo.

Hae Woo masih ngeyel dengan bilang kalau ini sudah disusun dengan cermat oleh pelaku asli. Terlebih hal ini bersamaan dengan artikel yang menyebar di Koran Pasar Finansial tentang keluarganya.
Bang Jin dengan tegas bertanya, apa Hae Woo ada bukti?”Asumsi..yang tidak bisa dibuktikan, sama saja tidak berguna”

Hae Woo terpana menyadari kebenaran kata-kata Bang Jin, atau mungkin dia kecewa karena Bang Jin tidak sependapat dengannya. Hae Woo lalu berkata walau hanya sebentar, tolong beri dia waktu. Dia pasti akan menemukan sesuatu yang bisa dijadikan bukti.
Bang Jin seolah menolak dengan berkata kalau kasus ini bukan sesuatu yang bisa dikubur begitu saja. Bahkan detektif Na juga tahu tentang keberadaan kunci ini. Hae Woo masih mencoba mempertahankan pendapatnya, kalau Detekfif Na memang tahu keberadaan kunci ini, tapi Detektif Na kan ga tahu, apa yang terjadi dengan mereka hari ini.

Bang Jin sudah sangat kesal dengan kengeyelannya Hae Woo, dia berkata yang jelas dan pasti ayah Hae Woo sudah membuat kesaksian palsu, dan hal itu berakibat pada penahanan ayah Hae Woo yang bisa segera dilakukan. Dia yakin Hae Woo sangat tahu prosedur ini.

“Apakah ini jebakan atau tidak, karena itu adalah kesaksian palsu, kita tidak bisa menghentikan penyelidikan atas CEO Jo Eui Sun. Sebagai seorang detektif, aku mempunyai kewajiban melakukan penyelidikan secara adil, dan aku tidak bisa melakukan pengecualian, bahkan untuk ayahmu sekalipun”

(Huiii, Bang Jin kereeeeeennn..^^)


Bang Jin yang meninggalkan Hae Woo sendiri, di telepon Detektif Na yang menanyakan kunci apartemen sebagai barang bukti itu, dan Bang Jin menjawab agar hal itu dibiarkan saja dulu. Sepertinya Bang Jin juga ga tega dengan Hae Woo, dan mau memberikannya waktu, walau tadi dia mengatakan hal yang sebaliknya.

Detektif Na heran dan dengan kesal Bang Jin bilang kalau ini tidak masuk akal menurutnya, karena dari awal kunci itu tidak ditemukan, dan sekarang tiba-tiba ada. Ini aneh.
Bang Jin langsung memutus percakapan mereka.


Soo Hyun berbicara dengan Hae Woo ditelepon dan mengabarkan Hae Woo agar tidak kembali ke kantor dulu, karena keadaan tidak sedang baik, ada banyak wartawan yang sedang menunggu. Wakil kepala juga sudah setuju agar Hae Woo tidak datang ke kantor dulu. Hae Woo menyetujuinya. Dia juga berkata kalau dia baik-baik saja saat ini.
Kemudian Hae Woo teringat permintaannya tentang latar belakang Kim Joon, apa Soo Hyun sudah mendapatkan semua? Kalau sudah tolong kirimkan ke emailnya.


Yi Soo yang diapartemennya sedang memberi makan ikan-ikan diakuarium miliknya. Sepertinya ini merupakan salah satu kegiatan favorit Yi Soo. Apartemen juga terlihat sama, remang tanpa cahaya yang cukup.
Tiba-tiba ponsel Yi Soo Berdering, dan Hae Woo lah yang menelponnya. Walau terlihat ragu saat akan menerima panggilan itu, namun Yi Soo tetap menerimanya.

Hae Woo yang sedang menelpon Kim Joon,sambil melihat latar belakang Kim Joon yang dikirimkan Soo Hyun padanya. Dia bertanya apa mereka bisa bertemu malam ini?


Sementara itu, Detektif Oh mengunjungi rumah Jung Man Chul rekan yang sekaligus sahabatnya. Istri Man Chul menyambut hangat Detektif Oh, karena tahu suaminya bersahabat baik dengan Detektif Oh.
Istri Man Chul bertanya kenapa tiba-tiba Detektif Oh datang kesini? Dengan tersenyum detektif Oh menjawab kalau dia sedang lewat daerah sini, jadi sekalian mampir.
Istri Man Chul mempersilakan Detektif Oh untuk duduk, karena dia akan menyediakan Gingseng Merah untuk Detektif Oh.
Detektif Oh setuju, dan saat akan duduk terlihat di meja ada album foto yang tergeletak.

Istri Man Chul berkata, kalau dia rindu pada suaminya, makanya dia melihat-lihat kembali foto mereka dulu. Dia berharap agar pelaku pembunuh Man Chul segera ditemukan, agar dia bisa tidur nyenyak.


Detektif Oh pun duduk, dan melihat-lihat album keluarga Man Chul. Istri Man Chul sedang menyiapkan minuman untuk Detektif Oh. Detektif Oh senyum-senyum sendiri melihat album foto itu, ada banyak foto Man Chul, bersama istri dan anaknya.
Saat Detektif Oh melihat foto dirinya yang sedang tersenyum bersama Man Chul, detektif Oh merasa sedih. Dia teringat lagi kenangannya bersama seniornya itu. Lalu saat itulah, saat detektif Oh membalik album foto itu, untuk melihat foto selanjutnya, ada satu foto yang terlihat usang dan sudah berumur lama. Foto dua orang pria dari generasi yang berbeda, karena yang satunya laki-laki tua, yang satunya laki-laki muda.

Detektif Oh tertarik melihat foto itu, tapi istri Man Chul datang dan akhirnya detektif Oh bertanya foto siapa ini? Kok sudah keliahtan kuno? Istri Man Chul ikut melihatnya dan menjawab kalau dia juga kurang tahu. Setelah itu, istri Man Chul kembali ke dapur.


Detektif Oh yang penasaran, akhirnya mengambil foto itu untuk melihatnya dari dekat. Dia merasa tidak kenal dengan kedua pria di foto ini. Saat Detektif Oh ingin melihat bagian belakangnya, ternyata disitu tertulis “10 Mei 1950 bersama Jo Sang Deuk”
Detektif Oh heran, kok Man Chul punya foto lama Chairman Jo Sang Deuk? Sepertinya ini aneh.


Yi Soo menyetujui keinginan Hae Woo untuk bertemu dengannya. Dia sudah sampai di taman yang Hae Woo sebutkan. Yi Soo menatap Hae Woo dari jauh, karena Hae Woo sepertinya belum tahu kehadirannya.
Saat Hae Woo berbalik, Yi Soo melangkah mendekati Hae Woo. Dan merekapun saling berhadapan satu sama lain.


Hae Woo berterima kasih karena Kim Joon mau menemuinya. Kim Joon menjawab kalau harusnya dia yang berterima kasih. Hae Woo heran, dan Kim Joon langsung menjelaskan, kalau dia sangat sulit untuk mencari0cari alasan agar bisa bertemu dengan Hae Woo, dan ternyata sekarang dia bisa bertemu tanpa harus mencari alasan untuk apa.
Hae Woo terpana mendengar penjelasan Kim Joon. Merasa seolah Kim Joon selalu ingin bertemu dengannya.


Preview Episode 10
Yi Soo menelpon “TEMAN” nya dan meminta agar TEMAN nya itu segera menemukan Detektif Oh, mungkin ini berkaitan dengan Detektif Oh yang sudah menemukan foto kuno itu.
Detektif Oh menjelang kematiannya,berteriak minta dikasihani agar tidak dibunuh. Namun dia akhirnya dibunuh oleh Kakek Tua pemilik Toko Buku Bekas. 
Jo Eui Sun marah-marah pada Kim Joon, karena ternyata Hotel Grand Bleu sudah diambil alih oleh Kim Joon. Eui Sun merasa ini pengkhiantan.

Bersambung ke episode 10

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar