Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 10 part 1


Episode ini diawali dengan Detektif Oh yang sedang berada di suatu tempat. Sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Terlihat sepertinya Detektif Oh diikuti oleh seseorang. Detektif Oh melihat ke belakang dan tidak mendapati apapun, karena saat itu memang keadaan sedang sepi.

Detektif Oh mengirim sms yang mengabarkan kalau dia sedikit akan terlambat. Saat itulah ada yang mendekat. Seorang laki-laki menggunakan tongkat berjalan kearah detektif Oh.

Detektif Oh berbalik melihat siapa yang dibelakangnya, dan ternyata seorang kakek yang kita tahu..dia adalah si kakek Pemilik pena beracun..




Episode 10

Hae Woo dan Kim Joon bertemu di sebuah taman. Hae Woo yang bilang terima kasih karena Kim Joon mau menemuinya dibalas dengan ucapan yang sama oleh Kim Joon. Hae Woo heran kenapa malah Kim Joon yang ikut berterima kasih padanya. Kim Joon pun menjelaskan kalau baginya sangat sulit untuk mencari alasan yang masuk akal, biar bisa ketemu Hae Woo, tapi sekarang dia bahkan bisa melihat Hae Woo tanpa perlu alasan apapun, karena Hae Woo yang mengajaknya bertemu.

Hae Woo merasa aneh, dan berfikir apakah Kim Joon ingin selalu bertemu dengannya? Tapi kenapa? Hae Woo hanya menatap Kim Joon, membuat Kim Joon bertanya kenapa Hae Woo memandangnya seperti itu?



Hae Woo tidak menajwab dan malah beralih ke sebuah bangku yang ada di sana, Kim Joon tentu langsung mengikuti Hae Woo.
Kim Joon sudah duduk disamping Hae Woo, dan Hae Woo memberikannya minuman kaleng. Kim Joon tidak menolak.

Saat Hae Woo mencoba membuka minuman kalengnya, Kim Joon langsung membantu. Dia mengambil minuman Hae Woo dan membukanya. Hae Woo menerima minuman yang sudah dibuka Kim Joon, tanpa mengucapkan terima kasih.



Mereka yang awalnya hanya diam, membuat Hae Woo akhirnya berkata sesuatu. Dia menyebut tentang 12 tahun yang lalu. Hae Woo bercerita kalau saat itu dia kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya karena sebuah kecelakaan. Kim Joon yang tahu, itu dirinya, mencoba bersikap tenang, walau gerak matanya, tidak menunjukkan ketenangan itu.

Hae Woo bercerita kembali kalau temannya itumenghilang begitu saja setelah kecelakaan. Tidak ada mayat atau apapun yang tersisa. Dan semenjak saat itu..dia menjadi orang yang tidak dapat tersenyum.
Kim Joon menoleh menatap Hae Woo, tidak menyangka kalau Hae Woo begitu kehilangan dirinya, bahkan kebahagiaannya.

Hae Woo bilang kalau alcohol adalah pelariannya semenjak hari itu. Dia merasa Alkohol adalah penyelamatnya, karena dengan mabuk dia jadi bisa mengatakan hal-hal yang lucu dan akhirnya bisa tertawa.

Kim Joon melihat Hae Woo dengan perasaan sedih dan mungkin ingin memeluknya. Menenangkan Hae Woo dan berkata bahwa dia adalah Yi Soo.
Sehingga kesedihan itu sirna dari mata Hae Woo.



Kim Joon bertanya apa teman Hae Woo itu yang bernama Han Yi Soo? Hae Woo menoleh dan menjawab itu benar. “Meskipun sekarang..dia mungkin telah dipanggil dengan nama yang berbeda.”

Hae Woo bercerita kalau saat di Okinawa dia menemukan fakta bahwa Yi Soo masih hidup. Kemarin dia bahkan mengirim foto Yi Soo ke kakek Okinawa. Kim Joon bertanya lalu apa jawaban Kakek itu? Hae Woo menjawab dengan wajah kecewa, kalau Kakek Okinawa berkata wajah yang difoto sangat berbeda dengan remaja laki-laki yang datang ke rumah Kakek itu dulu.

Kim Joon yakin Hae Woo merasa kecewa. Tapi Hae Woo dengan mantap berkata sambil menatap Kim Joon bahwa dia sangat yakin yang datang ke rumah Kakek di Okinawa itu adalah Han Yi Soo.
Kim Joon bertanya mengapa Hae Woo bisa berfikir demikian?

Hae Woo hanya bilang kalau dia juga heran kenapa wajah Yi Soo berbeda?Tapi menurutnya hanya ada dua kemungkinan yang muncul. Yang pertama adalah Kakek Okinawa mungkintelah berbohong saat melihat foto Yi Soo yang dia kirimkan pada kakek itu. Dan kemungkinan kedua adalah..
Kalimat Hae Woo terhenti..dia menatap tajam Kim Joon, lalu bertanya apa Kim Joon adalah nama asli?

Kim Joon menjawab tidak. Nama aslinya adalah Murakama Shinji atau dalam korea Shin Hyuk. Hae Woo hanya mengangguk membuat Kim Joon bertanya apa alasan Hae Woo menanyakan nama aslinya, dan kenapa Hae Woo menceritakan semua ini padanya?
Hae Woo berkata kalau saat ini, atau saat dia bertemu dengan Kim Joon di depan apartemen tadi siang, Kim Joon bahkan tidak menanyakan apapun padanya. Seolah sepertinya Kim Joon sudah tahu kalau dia akan datang ke apartemen Kim Joon.

Kim Joon menjawab kalau yang terpenting, Hae Woo pasti datang karena alasan yang tepat kan? Dan dia merasa tidak perlu menanyakan alasannya pada Hae Woo.
Hae Woo bilang kalau orang pada umumnya, akan bereaksi tidak seperti Kim Joon. Kim Joon menjawab kalau semua orang tidak pernah ada yang sama. Hae Woo jangan lupakan itu.

Kim Joon bertanya apa Hae Woo mengira dia menyembunyikan sesuatu pada Hae Woo? Hae Woo menjawab kalau dia juga tidak yakin. Kim Joon bertanya apa boleh dia memberi saran untuk Hae Woo?

“Saat anda tidak percaya pada seseorang, Anda harus dapat menutupi rasa ketidak percayaan itu padanya. Karena kebanyakan orang yang berhubungan dengan Anda, memiliki banyak hal yang disembunyikan”

Kalimat itu membuat Hae Woo jadi bertanya apakah Kim Joon juga menyembunykikan sesuatu padanya? Kim Joon hanya diam, membuat Hae Woo menarik nafas kemudian berkata kalau dia selalu berfikir bahwa dia dapat mengenali Yi Soo. Apapun wajah yang dimiliki Yi Soo, dia rasa dia akan mampu untuk mengenalinya.
Tapi, sekarang dia jadi tidak tahu, apakah memang Yi Soo yang sudah berubah, atau malah dia yang sudah berubah?



Saat Hae Woo berdiri, Kim Joon berkata “Kebanyakan orang, ingin percaya akan apa yang dapat mereka lihat”
Kim Joon ikut berdiri dan menatap Hae Woo sambil melanjutkan kalimatnya “Tetapi bagi Anda Nona Jo Hae Woo, sepertinya anda ingin mempercayai apa yang anda yakini.”

Hae Woo akhirnya ikut menatap Kim Joon dan menjawab kalau dia mungkin hanya berusaha melihat kebenaran yang sebenarnya tidak ingin dia percayai. Kim Joon bertanya kenapa Hae Woo harus berusaha melihat sesuatu yang Hae Woo sendiri tidak mau mempercayainya?

Hae Woo menjawab kalau dengan itulah dia akan bisa menemukan Han Yi Soo. Kim Joon tanpa ekspresi bertanya kenapa Hae Woo berusaha sekuat tenaga untuk bisa menemukan Yi Soo?
Hae Woo menjawab karena dia harus menghentikan Yi Soo. Dia tahu kalau Yi Soo ingin, dia mencari keberadaan Yi Soo. Dan saat dia berhasil menemukan Yi Soo, dia akan menghentikannya.



Tangan Kim Joon terkepal mendengar pernyataan Hae Woo. Entahlah, apakah dia merasa marah akan kalimat Hae Woo?
Hae Woo pun berbalik, dan meninggalkan Kim Joon.
Kim Joon juga hanya terdiam, tanpa berniat menahan Hae Woo atau lainnya. Dia juga sudah merasa apa yang dikatakan Hae Woo cukup sampai disini saja. Dia mungkin tidak tahan mendengar kata-kata Hae Woo tentang Yi Soo. Tentang dirinya.



Walapun menolak, Yi Soo seolah ingin mengejar Hae Woo. Kakinya telah melangkah, namun otaknya masih mencegah perintah untuk mengejar Hae Woo. Ini tidak boleh.



Hae Woo masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan yang bercampur aduk, dia juga ga tahu kenapa, dia bisa mempunya sekelebat pikiran bahwa Kim Joon adalah Yi Soo, dan bahkan menceritakan semua perasaannya untuk Yi Soo pada Kim Joon. Hae Woo dilemma dengan semua ini.
Dia berusaha mengenyahkan pikiran-pikiran aneh itu.



Yi Soo yang masih belum beranjak dari taman, memandang hiasan Hiu ditangannya. Hiasan Hiu yang selalu mengingatkan bahwa jati dirinya adalah Han Yi Soo, bukan Kim Joon. Yi Soo menggenggam Hiasan Hiu itu dengan erat. Pandangan matanya terlihat sendu.

Tiba-tiba ponselnya Berdering dan lagi-lagi orang yang dia beri nama “TEMAN”
Yi Soo langsung menerimanya, dan pandangan matanya yang sedih tadi berubah berganti tajam. Sepertinya apa yang disampaikan TEMAN nya ini sesuatu yang serius.


Detektif Oh yang menemukan foto Sang Deuk masa lampau, membawanya dan merasa ini bisa menjadi petunjuk untuknya.
Disekitar tempat itu, sang Kakek dengan Penanya berdiri melihat Detektif Oh dalam diamnya.


Sang Deuk sedang berbicara ditelepon dengan Kakek pemilik Pena Beracun dan bertanya kira-kira siapa yang mengirimkan foto kuno itu ke Kang Hee Soo?
Dia benar-benar berusaha keras memikirkan siapa orang itu, tapi tidak pernah ada jawabannya.
Sang Deuk berkata kalau masalah ini tidak sesederhana itu untuk diselesaikan. (Aku rasa kakek Pena menyarankan agar Detektif Oh dibunuh saja, nah Sang Deuk menolak, kalau tidak sesederhana itu saja menyelesaikan masalah ini.)
Sang Deuk bertanya bagaimana Man Chul saat ditemukan matinya dulu??


Bang Jin datang ke café Jus Yi Hyun, untuk menjemput putrinya itu. Di perjalanan Detektif Oh menelponnya dan bertanya apa Chairman Jo terkait kasus Man Chul? Bang Jin heran mendapat pertanyaan seperti ini. Bang Jin menjawab kalau Chairman Jo sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasus Man Chul, kenapa emangnya?Pasti ada alasan kan Detektif Oh menanyakan hal seperti ini padanya? Detektif Oh menjawab kalau dia akan menceritakannya nanti pada Bang Jin. Bang Jin tidak mau sebenarnya. Tapi detektif Oh tetap pada keputusannya, kalau dia harus mencari tahu dulu, baru bisa menceritakannya pada Bang Jin. Detektif Oh langsung menutup telepon, dan Bang Jin tentu tidak bisa berbuat apa-apa untuk itu.


Detektif Oh mencari berita di internet, dan menemukan beberapa artikel terkait Sang Deuk. Dia melihat banyak foto Sang Deuk di internet, dan membuka salah satunya, lalu membandingkan foto kuni itu dengan foto Sang Deuk yang ada di internet. Detektif Oh bergumam dan berkata kalau orangnya berbeda. (What? Apakah Sang Deuk asli bukan Sang Deuk yang sekarang? *Penasaran banget*)

Detektif Oh menelepon seseorang dan meminta bantuan untuk mendeteksi sebuah foto yang dia miliki



Bang Jin dan Soo Hyun bertemu di Café Jus tempat Yi Hyun bekerja, dan ternyata Soo Hyun ditugaskan Hae Woo untuk mengawasi Yi Hyun (Pupuslah harapanku..kalau diantara mereka ada segaris cinta..^^)

Bang Jin yang mendengarkan itu mengangguk tanda mengerti, karena dia juga bahkan meminta istrinya untuk mengamati Yi Hyun dengan seksama. Bang Jin bertanya bagaimana dengan keadaan Hae Woo? Apa Hae Woo baik-baik saja? Soo Hyun tersenyum dan menjawab kalau mana mungkin Hae Woo baik-baik saja. Wartawan seharian ini terus mencari dan merecoki Hae Woo. Sehingga bahkan Hae Woo tidak dapat keluar dari gedung kejaksaan.

Yi Hyun kemudian datang dan ikut bergabung. Dia melihat Soo Hyun, dan bertanya kenapa Ahjussi masih disini? Soo Hyun malah balik bertanya kenapa dia dipanggil Ahjussi? Kenapa Yi hyun ga memanggilnya dengan sebutan Oppa saja? (Ngarep lu mas..^^ eh liat ekspresi Bang Jin denger percakapan Soo Hyun dengan Yi Hyun, lucu..^^)

Yi Hyun bilang dia ga bisa memanggil sembarang orang dengan sebutan Oppa? Soo Hyun ga terima dianggap sembarang orang oleh Yi Hyun.


Diluar kafe itu, terlihat Yi Soo tersenyum melihat kelucuan adiknya. Adiknya yang cantik dan sangat dia sayangi. Tapi, Yi Hyun yang berada persis di jendela, melihat Kim Joon. Melihat orang yang suaranya indah sampa sepertinya Yi Soo—Oppanya.

Bang Jin yang melihat anaknya serius menatap keluar jendela, ikut melihat apa yang menarik perhatian Yi Hyun. Atau ada yang dikenalnya. Bang Jin melihat laki-laki itu, walau hanya punggungnya saja.


Yi Hyun bergumam, apa laki-laki itu tidak membeli jus hari ini? Bang Jin heran dan bertanya siapa? Yi Hyun dengan polos berkata seorang pelanggan yang memiliki suara indah seperti Oppanya.
Bang Jin awalnya tersenyum mendengar jawaban anaknya ini, namun dia langsung teringat pesan Hae Woo, tentang mungkin Yi Soo sudah menemui Yi Hyun. Bang Jin langsung berdiri dan mencoba mengejar pelanggan yang dimaksud Yi Hyun tadi.


Soo Hyun ikut mengejar Bang Jin, dan heran kenapa Bang Jin tiba-tiba berlari keluar? Bang Jin hanya menggeleng dan bilang ga ada apa-apa, lalu masuk ke dalam. Soo Hyun masih merasa aneh, dan tiba-tiba melihat seorang laki-laki yang juga menatapnya walau sekilas.
Soo Hyun tentu tidak mengenal Kim Joon. Kim Joon hanya melihat sekilas, lalu melanjutkan langkahnya.


Joon Young sedang minum bersama ayahnya. Hyun Shik langsung meminta Joon Young bertanya saja apa yang ingin Joon Young ketahui, karena dia tahu maksud Joon Young mengajaknya minum. Pasti ini juga ada kaitannya dengan Gossip Pasar Finansial itu kan?

Hyun Shik sambil mengusap-ngusap rambutnya berkata kalau sebagian berita itu benar. Joon Young kaget, dan ayahnya melanjutkan kalau sebagian memang hanya spekulasi saja yang tidak masuk akal sama sekali. Joon Young bertanya bagian mana yang benar dari berita itu? Ayahnya menjawab fakta bahwa ayah mertua Joon Young merupakan orang terakhir yang di telepon Man Chul, itu adalah bagian yang benar. Juga tentang Hae Woo yang merupakan Jaksa yang bertanggung jawab atas kasus ini.

Joon Young menjawab kalau bagian itu dia sudah mendengarnya dari Hae Woo. Hyun Shik bertanya apa Hae Woo menceritakan hal lain? Joon Young heran dan balik menanyai ayahnya, apa yang dimaksud hal lain? Hyun Shik mulai bersikap hati-hati dengan menjawab bukan apa-apa kok. Smeua juga akan segera berlalu. Setelah ramai diberitakan, pada akhirnya semua akan berheti dengan sendirinya. Itulah Gossip.

Joon Young bilang walau memang melegakan karena itu hanyalah sebuah gossip. Hyun Shik bertanya, memangnya ada yang memberatkan Joon Young? Joon Young menjawab kalau sejujurnya, dia sedikit merasa tidak tenang, karena bagaimanapun nama ayahnya terlibat di dalam gossip itu.

Hyun Shik jadi bertanya apa itu artinya Joon Young tidak mempercayainya ayahnya sendiri? Joon Young mengelak dan berkata bukan seperti itu, dia hanya khawatir saja. Hyun Shik berkata kalau dia bukanlah orang yang lemah, dan lagipula dia tidak melakukan sesutau yang melanggar hati nuraninya. (Seriiuusss?)

Joon Young meminta agar ayahnya jangan salah paham, dia percaya pada ayahnya. Bahkan dia selalu percaya. Hyun Shik yang galau karena anaknya mungkin mencurigainya, langsung bangkit dan mengakhiri pertemuan mereka.


Yi Soo yang sudah sampai di Gedung StarVille, apartemennya. Sedang berjalan menuju kamarnya. Dia teringat kata-kata Hae Woo tadi, yang mengatakan ingin menghentikan Yi Soo. Menghentikannya. Lalu terdengar panggilan Young Hee dengan dua gelas plastic minuman ditangannya. Young Hee bertanya apa Kim Joon habis dari suatu tempat?
Dengan senyum ceria Young Hee berkata kalau Kim Joon suka Jus Mangga kan? Dia membelikannya untuk Kim Joon. Young Hee juga cerita kalau Dong Soo lah yang memberitahunya Kafe Jus yang enak.

Young Hee mengaku kalau dia teringat Kim Joon makanya dia membelikan Kim Joon Jus ini. Kim Joon tersenyum dan menerima pemberian Young Hee.
Tepat saat itu Kim Joon berpapasan dengan Lee Hwa Young.


Di dalam Lift, Young Hee menyebut tentang Hwa Young. Bukankah Hwa Young adalah wanita yang lewat tadi dan merupakan Pembaca berita?
Kim Joon pura-pura tidak tahu, dan Young Hee menjawab iya, tadi itu Hwa Young. Young Hee bahkan bilang kalau dia dengar bahwa Hwa Young sudah berhenti bekerja, tapi belakang ini sebuah stasiun TV berlangganan memakainya kembali.

Kim Joon hanya berkata kalau Young Hee kayaknya punya banyak minat? Young Hee tersenyum dan menjawab kalau dia sebenarnya suka nonton TV. Kim Joon hanya tersenyum.


Saat sudah sampai di lantai yang dituju, Young Hee duluan keluar. Dia berbeda lantai dengan Kim Joon. Young Hee berpesan agar Kim Joon tidur yang nyenyak. Kim Joon hanya mengangguk dan menyuruh Young Hee juga tidur nyenyak malam ini. Young Hee tersenyum manis menanggapinya.
Saat pintu Lift menutup, Kim Joon membukanya kembali dengan menahan menggunakan tangannya. Young Hee pun menoleh kembali, dan Kim Joon berkata terima kasih untuk Jusnya.
Young Hee lagi-lagi tersenyum, namun senyumya pudar setelah pintu lift dimana Kim Joon di dalamnya menutup. Ekspresi kesedihan itu terlihat di mata Young Hee.


Hae Woo yang sudah sampai di halaman rumahnya, memutuskan berhenti sejenak sebelum masuk ke dalam. Dia melihat langit, seolah mencari Polarisnya.
Saat itu terdengar suara Joon Young yang bertanya apa yang Hae Woo perhatikan? Joon Young bercanda dengan berkata kalau dia tahu Hae Woo akan segera datang, sehingga dia menunggu Jaksa Jo nya disini.
Hae Woo tersenyum dan membalas dengan berkata kalau harusnya dia datang terlambat, biar Joon Young menunggunya sedikit lama.

Joon Young bertanya kalau dia dengar bahwa wartawan menunggu Hae Woo di gedung kejaksaan. Hae Woo bilang kalau hotel pasti juga ramai kan?
Joon Young bertanya apa yang dilakukan Hae Woo selarut ini? Hae Woo juga ga menjawab teleponnya tadi?
Hae Woo sedikit gugup, karena tadi dia kan baru ketemu Kim Joon. Hae Woo memilih tidak jujur dan bilang kalau tadi ponselnya ada di mobil dan juga dia tadi makan malam dengan petugas Operasional.
Hae Woo bertanya Joon Young kenapa pulang larut?

Joon Young menjawab kalau tadi dia bertemu ayahnya. Hae Woo kaget. Joon Young yang tahu Hae Woo kaget hanya bilang kalau dia sedikit merasa khawatir pada ayahnya tentang tersebarnya gossip itu.
Hae Woo bertanya apa ayah mertua baik-baik saja? Joon Young balik bertanya pada Hae Woo apa ayahnya terlibat dalam kasus ini?
Dengan cepat Hae Woo menggeleng dan berkata tidak, ayah Joon Young tidak terlibat dalam masalah ini. Hae Woo mencoba menyembunyikan fakta, bahwa Ayah Joon Young lah yang mencoba menutupi kasus tabrak lari itu, untuk diusut kembali.
Joon Young bertanya benarkah itu? Hae Woo membenarkan dan Joon Young berkata kalau dia yakin ayahnya tidak terlibat, tapi sepertinya ayahnya sedikit sensitive.

Joon Young kemudian bertanya apa maksud dari kata-kata Hae Woo dulu, yang bilang semakin banyak orang terlibat, maka semakin terkubur kebenaran yang ingin diungkapkan Yi Soo. Apakah orang banyak yang Hae Woo maksud, ada ayahnya didalamnya? Hae Woo tersentak, tak percaya suaminya akan bertanya seperti ini.
Tapi kemudian Joon Young berkata, kalau semakin dia memikirkan itu, semakin dia tahu kalau mungkin ayahnya jadi tidak nyaman dan mudah sensitive. Ayahnya selalu berfikir kalau kejujuran adalah hidupnya sendiri, tiba-tiba namanya dikaitkan dalam masalah ini, pasti sangat sulit untuk dihadapi ayahnya.(Ngapusi bapakmu Le..^^)

Sedang Hae Woo yang mendengar kalimat suaminya, malah teringat dengan apa yang Kim Joon bilang ditaman tadi bahwa setiap orang ingin selalu mempercayai apa yang mereka dapat lihat dengan mata. Tanpa tahu apakah itu benar atau tidak. Dia merasa Joon Young dan dirinya mungkin sedang seperti itu. Ingin mencoba mempercayai bahwa ayah-ayah mereka bersih dan tidak terlibat apapun, walau mungkin itu tidak benar.

Hae Woo berkata kalau dia yakin ayah mertua adalah orang yang kuat. Jadi Joon Young tidak perlu khawatir. Joon Young tersneyum dan menjawab kalau dia tahu itu. “Orang yang jujur biasanya berjiwa kuat”

Hae Woo membenarkan pernyataan itu dan berkata hanya orang yang benar-benar jujur saja yang dapat berjiwa kuat.


Hae Woo dan suaminya menyapa Sang Deuk yang sedang ada di ruangannya. Sang Deuk bertanya pasti mereka berdua disibukkan karena berita itu kan? Sang Deuk dengan bijak bilang kaau para wartawan hanya mencoba melaksanakan tugas mereka saja. Jadi dia berharap agar Joon Young dan Hae Woo tidak terlalu keras pada wartawan dan memperlakukan dengan ramah.
Sang Deuk bilang kalau semua ini adalah apa yang manusia itu lakukan. Jika mereka berdua membuat 5 orang menajdi musuh, akan sangat menguntungkan bila mereka mempunyai 6 orang teman baru.
Dia juga berpesan kalau mungkin saat ini akan sedikit ramai dengan berita itu, tetapi Joon Young dan Hae Woo harus bisa menanganinya dengan wibawa dan bermartabat. (Huueeekk..)
Hae Woo dan Joon Young hanya bisa menjawab Ya.


Eui Sun yang terlihat resah menunggu Hae Woo keluar dari ruang ayahnya langsung menhadang Hae Woo, dan mengajaknya bicara. Hae Woo menolak dengan berkata kalau dia lelah. Eui Sun mencegah langkah Hae Woo, dan bilang ada sesuatu yang ingin dia katakan. Hae Woo menatap benci pada ayahnya. Nyonya Park yang ada disana juga menatap benci pada Eui Sun.


Mereka berdua akhirnya bicara diluar rumah. Eui Sun bertanya kalau Hae Woo tidak mengatakan apapun kan pada ayahnya? Hae Woo dengan dingin bertanya mengatakan apa memangnya? Eui Sun berkata kalau hari ini dia tahu Hae Woo menemui Hwa Young. Hae Woo langsung menoleh dan menatap tajam ayahnya. Eui Sun lagi-lagi memastikan apakah Hae Woo cerita pada kakek?

Hae Woo kecewa, karena ayahnya egois dan hanya mementingkan dirinya saja. Dia segera beranjak dan merasa tidak perlu bicara apapun lagi pada ayahnya ini. Tapi Eui Sun msih bertanya apa dia menceritakan semuanya pada kakek, membuat langkah Hae Woo berhenti karena sangat kesal. Dia menoleh pada ayahnya dan berkata kalau dia memang belum mengatakan apapun pada kakek.
Tetapi jika dia melakukan penyelidikan lanjutan..Eui Sun langsung memotong kalimat Hae Woo dan bilang tidak peduli ada penyelidikan lanjutan atau tidak, dia yakin tidak aka nada yang terbongkar. Memangnya dia melakukan kesalahan apa? Apa Hae Woo masih berfikir dia yang membunuh Man Chul?

Hae Woo menjawab kalau dia tahu bukan ayah pelakunya. Eui Sun bertanya lalu apa masalahnya? Hae Woo berkata dengan tegas, 12 tahun yang lalu apa yang telah ayahnya lakukan, pikirkan itu dengan seksama.

Dengen berteriak Eui Sun berkata kalau dia sudah melakukan sebaik yang bisa dia lakukan. Baiklah, anggap saja dia yang melakukan tabrak lari seperti yang Hae Woo bilang, lalu anggaplah supir Han yang mengakuinya. Bahkan saat itu Supir Han memang mau tanpa dipaksa.
Hae Woo bertanya apa itu artinya ayahnya mau bilang kalau apa yang ayahnya lakukan 12 tahun yang lalu itu adalah benar? Hae Woo melanjutkan jika saja ayahnya tidak melakukan tabrak lari itu, setidaknya orang itu (Pejalan kaki), bisa diselamatkan, dan Supir Han tidak akan mati, serta Yi Soo tidak akan menghilang begitu saja. Apa hal seperti yang menurut ayahnya adalah tindakan yang benar?

Eui Sun masih ga terima dan membantah, apa Hae Woo pikir dialah yang menyebabkan Supir Han mati? Bahwa kematian Yi Soo juga salahnya? Hae Woo kecewa karena ayahnya belum juga sadar akan kesalahannya, bahkan tidak menyesal sedikitpun.
Menyakitkan sekali.
Hae Woo berkata bahkan diapun tidak mampu untuk memafkan kesalahan ayahnya.
Dengan pongah Eui Sun berkata kalau tidak ada sesuatu yang dia lakukan yang butuh pengampunan dari Hae Woo. (iiihhh bikinin sup sandal deh niih bapak..-__-)


Joon Young masuk ke ruang kerja Hae Woo, dan melihat Hae Woo yang terlihat gundah. Dia langsung mendekati istrinya itu. Dia bertanya kenapa Hae Woo disini? Hae Woo menjawab kalau dia hanya ingin istirahat sebentar.
Joon Young bertanya apa Hae Woo mengalami masa yang sulit? Hae Woo menjawab kalau dia beristirahat sejenak, dia pasti akan merasa baik-baik saja kok.
Joon Young langsung merangkul Hae Woo, dan menyandarkan kepala Hae Woo di bahunya. Ingin menciptakan ketenangan dan kenyamanan untuk istrinya ini.


Eui Sun terliht sedang gelisah menunggu seseorang di suatu tempat. Ternyata Hwa Young yang sedang ditunggu Eui Sun. Saat Hwa Young akan masuk ke mobil Eui Sun, terlihat ada jepretan kamera kearahnya. Namun, Hwa Young tidak mengetahui itu.

Di dalam mobil, Hwa Young terlihat ingin mencium Eui Sun, namun Eui Sun menolak, dan bilang apa Hwa Young pikir dia datang hanya untuk bercumbu?


Di ruang kerjanya, tepat di depan kaca putih tempatnya menulis setiap analisa, Hae Woo sedang melihat kalimat yang dia tulis “Wajah yang berbeda—kenapa?”
Disamping itu, ada sebuah artikel tentang Kim Joon.
Sedang di bawahnya terdapat foto Yi Soo remaja. Hae Woo melihat kesemuanya dan terus bertanya-tanya, apakah ini ada kaitannya?


Han Yi Soo yang sedang tertidur di sofa apartemennya seolah sedang mengalami mimpi buruk. Tidurnya terlihat gelisah. Diapun terbangun dengan rasa kejut yang luar biasa akan apa yang dilihatnya dalam mimpi.

Ketakutan, kecemasan semua terbayang di mata Yi Soo saat dia terbangun.


Sementara itu, Hae Woo yang belum juga tidur, melihat kembali video saat dia bersama Yi Soo remaja di danau. Saat Yi Soo bercerita kalau Hiu adalah sesuatu yang dia sukai.
Terdengar kembali percakapan mereka saat remaja, dan Hae Woo tersenyum karenanya.
Hae Woo kemudian membandingkan foto Yi Soo remaja dan Kim Joon. Apakah ada kemiripan yang dia lewatkan diantara 2 orang pria ini? Hae Woo melihatnya dengan seksama. Tapi dia merasa tidak ada sesuatu yang mirip diantara Yi Soo dan Kim Joon.
Hae Woo menitikkan air mata melihat Video itu. Kenangan itu selalu muncul di dalam ingatannya. Yi Soo.


Yi Soo yang tidak bisa kembali terlelap duduk dengan posisi favoritnya, sambil disela jarinya terdapat hiasan Hiu itu menggantung. Di tempat lain, Hae Woo juga melihat ukiran Hiu itu, ukiran hiu milik Yi Soo.


Keesokan paginya, Hae Woo sudah mengendarakan mobilnya dengan cepat, seolah ingin segera sampai ditempat yang dituju.
Joon Young yang mendapati istrinya tidak ada, masuk ke ruang kerja Hae Woo,dan melihat disana ternyata Hae Woo juga ga ada.

Joon Young mendekati kaca analisa Hae Woo, dan disana dia juga melihat kalimat itu. Tulisan Hae Woo yang berbunyi “Wajah yang berbeda—kenapa?”

Joon Young yang keruang tengah langsung dihampiri Nyonya Park untuk mengatakan kalau tadi Hae Woo berangkat lebih pagi, dan tidak enak membangunkan Joon Young. Tapi Hae Woo berjanji akan menelepon Joon Young nanti.


Joon Young yang sduah sendiri mendapat telepon dari sekretaris Kim. Joon Young menerimanya dan wajahnya langsung berubah. Dia bertanya artikel berita apa?


Hae Woo sudah sampai di depan kamar Kim Joon. Dia hanya berdiri tanpa melakukan apapun. Dia seolah gamang. Tangannya terarah ingin menekan bel, namun hatinya seolah menolak.
Hae Woo mengurungkan niatnya itu.


Di dalam apartemen, Yi Soo sedang memandang lukisan Chagallnya. Diluar kamar, Hae Woo masih ingin memberanikan dirinya menemui Kim Joon, mengeyahkan rasa takut atau apapun yang bersemayam saat ini di dadanya.
Namun tangan yang terulur itu, tertarik kembali, dan Hae Woo malah berlari menjauh.


Yi Soo tahu ada sesuatu. Seolah tahu ada Hae Woo di depan kamarnya. Dia berlari kearah pintu dan langsung membukanya. Tapi Yi Soo tidak mendapati siapapun di depannya. Kosong.
Yi Soo tersenyum tipis menyadari kebodohan khayalannya. Tidak mungkin ada Hae Woo.


Bersambung ke Part 2

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar