Minggu, 18 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 1

Episode ini dibuka dengan Han Yi So remaja yang diperankan oleh Yun Joon Suk berada di suatu tempat. Dia sedang bersama teman perempuannya yang sedang merekam Han Yi Soo. Saat itu Han Yi Soo berkata “Hiu..tak punya kantung renang. Untuk hidup mereka harus terus bergerak, tanpa henti. Karena jika mereka berhenti bergerak, maka mereka akan mati. Bahkan ketika sedang tidur, mereka harus terus bergerak, untuk bertahan hidup. Tapi, di laut, Hiu adalah yang terkuat. ”



Sebuah pesawat terlihat sedang mengudara, dan pramugari melayani para penumpang dengan ramah.
Lalu terlihatlah Han Yi Soo dewasa (Kim Nam Gil) yang sedang ada di pesawat itu. Dia memegang gelas minumannya dengan erat sambil terus mengingat alasan kenapa dia menyukai Hiu.



Flashback

Saat rekaman video itu, temannya berkata kalau Yi Soo menyukai Hiu karena Hiu kuat. Han Yi Soo remaja menggeleng dan menjelaskan. “Bukan karena itu. Aku hanya merasa kasihan. Karena sepertinya tak ada seorangpun yang menyukai Hiu. ”



Flashback End


Han Yi Soo menggoyang-goyang gelasnya, kemudian meminum isinya tanpa ekspresi. Dia terngiang pertanyaan temannya saat remaja dulu. “Apa yang kau lakukan jika aku menghilang?”



Scene beralih ke seorang wanita yang sedang berdandan. Memulas bibirnya dengan warna pink yang terlihat manis.



Flashback

Han Yi Soo remaja yang mendapat pertanyaan itu, langsung menjawab “Aku akan mencarimu.”

Flashback End

Terlihat langkah Han Yi Soo dewasa yang sudah turun dari pesawat, dan masih mengingat percakapan saat dia remaja dengan temannya. Temannya bertanya bagaimana jika Yi Soo tidak bisa menemukannya?



Wanita itu sedang melihat tampilannya di cermin, sepertinya ini hari pernikahannya. Gaun pengantinnya dirapikan oleh peñata rias.
Dan terdengar jawaban Yi Soo remaja “Aku pasti akan menemukanmu.”



Sudah ada mobil yang menunggu Yi Soo di luar airport. Yi Soo langsung masuk ke dalamnya dan kembali lagi terngiang pertanyaan sang teman saat itu. “Bagaimana caramu menemukanku?”

(Liat tatapannya KNG..ampun..^^)



Flashback

Yi Soo remaja tidak menjawab saat mendapat pertanyaan itu, dia hanya menghela nafas, dan berbalik membelakangi temannya.



Sang pengantin sudah siap, dan terlihatlah Jo Hae Woo (Son Ye Jin) tersenyum bahagia memakai gaun itu. Dia sangat cantik dan terlihat begitu segar.



Hae Woo dipuji oleh semua yang ada karena terlihat begitu cantik, dan Hae Woo hanya tersenyum menanggapinya. Dia terlihat sangat bahagia.
Terlihat di luar Oh Joon Young (Ha Seok Jin)tersenyum pada Hae Woo, dan Hae Woo balas tersenyum sambil melambaikan tangan padanya. Dialah sang pengantin pria.



Oh Joon Young sudah berniat pergi, lalu dia kembali dan terlihat Hae Woo menguap, Joon Young pun tersenyum melihat kelakuan pengantin wanitanya.



Banyak karangan bunga berisi ucapan selamat atas pernikahan mereka.
Lalu diluar sana, terlihat langkah kaki seorang pria, yang sepertinya akan masuk menuju gedung pernikahan.



Pria itu masuk dan dia adalah Han Yi Soo.
Yi Soo masuk kedalam, dan melihat ke sekeliling. Di sebelah kirinya terlihat seorang laki-laki tua Jo Eui Sun (Kim Kyu Cheol ) yang sedang menyalami para tamu, karena dia merupakan ayah Hae Woo.

Yi Soo beralih ke sebalah kanannya dan terlihat pasangan suami istri yang juga sedang menyalami para tamu, dan sepertinya mereka adalah orang tua dari pengantin pria.



Yi Soo memandang mereka dengan tatapan tajam, dan dia segera berjalan masuk. Lalu saat itu ada seorang gadis yang menaiki tangga dan akan berpapasan dengan Yi Soo. Yi Soo tahu itu adalah adiknya Han Yi Hyun (Nam Bo Ra).
Maka langsung saja Yi Soo memalingkan wajahnya agar sang adik tidak melihat dan mengeahui kehadirannya. Tapi apa Yi Hyun tahu itu Yi Soo, kalau Yi Soo sudah merubah wajah dan identitasnya? Entahlah..-_-



Yi Hyun melihat Yi Soo, namun karena tidak kenal, dia cuek saja dan menoleh kearah lain, lalu berjalan kesana.
Yi Soo yang sudah melihat Yi Hyun pergi hanya menatapnya dari jauh.



Di ruang pengantin wanita, terlihat Hae Woo sedang tersenyum bahagia. Yi Hyun melihatnya sambil ikut tersenyum.
Hae Woo menyadari kehadiran Yi Hyun, dan langsung menyapanya. Hae Woo juga meminta agar Yi Hyun masuk ke ruangannya. Yi Hyun pun dengan senang mendekati Hae Woo.



Saat itu pandangan mata Hae Woo mengarah ke luar ruangan. Dia sedikit terkejut melihat seseorang yang berdiri jauh di luar ruangannya. Seorang pria, yang juga menatap kearahnya.
Hae Woo berusaha menyakinkan pandangannya, karena laki-laki itu tertutupi oleh para tamu yang berlalu lalang disana.
Entah apa Hae Woo tahu itu Yi Soo, tapi dia membelalakkan matanya saat bisa melihat pria itu dnegan jelas.



Hae Woo seolah terngiang kembali pertanyaan saat dia remaja dulu, bagaimana cara Yi Soo menemukannya. Dan sepertinya Hae Woo seolah tahu laki-laki diseberang ruangannya adalah Yi Soo. Entahlah.

Flashback

Yi Soo remaja yang tadinya berbalik saat ditanya temannya bagaimana cara agar bisa menemukannya?
Saat itu sambil memandang kembali kearah kamera, Yi Soo menjawab “Sampai aku mati, aku akan terus mencarimu”



Flashback End

Hae Woo masih terdiam, dia benar-benar teringat percakapan itu. Yi Soo sendiri masih tetap di tempatnya, memandang dari jauh. Lalu sedetik kemudian saat Hae Woo masih menatapnya, Yi Soo menghilang.
Hae Woo tidak percaya, sehingga berdiri dan akan berjalan keluar. Yi Hyun dengan heran memanggil Hae Woo dengan sebutan eonni



Hae Woo tidak peduli, dan terus berjalan keluar mencari Yi Soo. Dia terus berjalan sambil teringat kembali jawaban Yi Soo saat itu.

Flashback

“Karena aku tak akan bisa mati, sebelum aku menemukanmu”

Hae Woo remaja (Kyung Soo Jin) yang sedang mengarahkan handycamnya ke Yi Soo, sedikit terkejut dengan jawaban Yi Soo saat itu. Dia hanya menatap Yi Soo tanpa berkata apapun.
Yi Soo remaja hanya tersenyum melihat ekspresi Hae Woo di depannya.
Hae Woo akhirnya ikut tersenyum bersama Yi Soo. Dan mereka terlihat berada di tempat yang indah menurutku.



Flashback End

Yi Soo sudah menuruni tangga, menghindari Hae Woo yang sedang mencarinya. Dia menarik nafas dan terlihat tangannya mengepal dengan geram.



Hae Woo masih berkeliling mencari Yi Soo, dia melihat dari atas orang-orang yang ada di bawahnya, adakah pria itu diantara mereka? Bagaimana mungkin bisa sekejap mata hilang?
Dari atas tangga itu, Hae Woo melihat seorang laki-laki yang terdiam di bawah. Hae Woo seolah merasa itu adalah pria yang dicarinya, walaupun dia tidak melihat wajahnya.



Yi Soo sendiri yang sudah sampai dibawah, mencoba mengatur nafasnya. Dia memejamkan mata agar perasaannya kembali normal.
Saat itulah dia teringat saat dia berteriak memanggil ayahnya.



Flashback

Malam itu, Yi Soo remaja melihat ayahnya terkapar tak bernyawa. Yi Soo berteriak memanggil ayahnya.



Lalu saat Yi Soo menelpon di telepon umum, tiba-tiba sebuah truk melaju kencang kearahnya. Menabraknya, dan dia tahu itu sengaja dilakukan. Apakah karena dia saksi kunci kematian ayahnya? Sehingga dia ikut dilenyapkan.



Flashback End

Yi Soo membuaka mata, dan terpancar kebencian dimatanya. Dia seolah diingatkan kembali tujuannya ada disini. Yi Soo terlihat akan menoleh.



Hae Woo diatas tangga, mencengkeram dengan erat pegangan tangga saat mengetahui laki-laki yang dia yakini Yi Soo akan berbalik dan dia bisa mengetahu wajah laki-laki itu dnegan jelas.
Yi Soo hanya memalingkan sedikit wajahnya, tanpa menegadah keatas. Dan Hae Woo masih menunggu dengan cemas.



Yi Soo pun mengarahkan matanya keatas, tanpa sepenuhnya mendongak menatap Hae Woo. Hae Woo masih mengira-ngira benarkah laki-laki itu Yi Soo? Han Yi Soo yang dia kenal sewaktu remaja dulu. Han Yi Soo yang kata-katanya saat itu membuatnya terpana. Kenapa wajah laki-laki itu tidak seperti Yi Soo? Apakah hanya perasaannya saja? Hae Woo benar-benar tidak mengerti.



Sepertinya Hae Woo tidak begitu yakin, sehingga dia diam saja di tempatnya. Yi Soo sendiri langsung berjalan mantap tanpa menoleh kebelakang.
Terdengar kata-kata Yi Soo “Pergilah. Jangan melihat ke belakang, semuanya sudah siap. Dan sekarang saatnya telah tiba”

Yi Soo keluar ruangan itu, setelah membuat sedikit goncangan pada Hae Woo.



Episode 1

12 tahun yang lalu

Yi Soo remaja tidak suka terus-terusan dipotret dan dia menolak itu. Dia memandang ke kamera dengan perasaan tidak suka bercampur malu.
Temannya masih tetap mengarahkan kameranya pada Yi Soo, sehingga Yi Soo menutupi layar kamera dengan tangannya. Temannya menepis tangan Yi Soo, dan menyuruh Yi Soo diam saja.



Temannya berhasil mengambil gambar. Yi Soo marah dan berkata bukankah dia sudah bilang tidak mau dipotret. Teman Yi Soo hanya diam, dan mengarahkan pandangannya pada para gadis di seberang meja mereka.
Hae Woo dan kawan-kawannya sedang bersama.
Yi Soo pun penasaran dan akhirnya menoleh kebelakang.

Terlihat Hae Woo yang cuek, tanpa peduli teman-temannya yang berisik. Bercerita ini dan itu.
Masuklah dua orang laki-laki berjas, dan Hae Woo melihatnya dengan malas.



Teman Yi Soo sepertinya akan mengerjai Yi Soo, karena mereka terlihat tersenyum jahil sambil membereskan barang-barang mereka. Yi Soo bertanya apa lagi ini? Teman-temannya hanya tersenyum licik, dan sedetik kemudian mereka berlari kencang. Yi Soo tanpa pikir panjang ikut berlari. Hae Woo yang melihat itu, tahu bahwa ini adalah kesempatan bagus, sehingga diapun berteriak pada teman-temannya untuk ikut berlari.

Yi Soo yang sudah duluan di depan berhasil menjatuhkan dua orang laki-laki berjas itu, yang sepertinya mencari Hae Woo.
Mereka berlari diikuti si dua laki-laki berjas dan pemilik restoran, karena makanan mereka belum dibayar.
Terjadilah kejar-kejaran konyol malam itu.
Haha.



Awalnya mereka masih bersama dengan teman mereka masing-masing, namun karena panik akhirnya mereka berlari terpisah. Sehingga tanpa disadari, Yi Soo dan Hae Woo bersembunyi di tempat yang sama.
Yi Soo dan Hae Woo sama-sama terengah-engah, karena sudah berlari sekencang dan sejauh itu. Merekapun mengatur nafas mereka agar kembali normal.
Yi Soo melihat keadaan diikuti oleh Hae Woo, dan karena mereka aman, keduanya menarik nafas lega.



Yi Soo menatap Hae Woo, dan Hae Woo ikut menatap Yi Soo dengan sedetik kemudian tersenyum lebar pada Yi Soo.
Yi Soo akan pergi, namun Hae Woo menarik lengannya. Yi Soo heran, dan Hae Woo hanya mengarahkan telunjuknya di bibir agar Yi Soo jangan bertanya dulu.



Hae Woo melongokkan kembali kepalanya untuk memastikan apakah dua orang berjas tadi masih mengejar. Ternyata benar dua laki-laki berjas tadi masih ada di sekitar mereka, namun kedua laki-laki itu langsung pergi menyadari tidak ada Hae Woo disana.
Kembali mereka menarik nafas lega, karena mereka aman saat ini.



Saat akan beranjak pergi, Hae Woo bertanya kenapa Yi Soo lari? Yi Soo tidak menjawab dan balas bertanya pertanyaan yang sama. Hae Woo tersenyum dan menjawab kalau dia kabur dari rumah.
Kali ini Hae Woo duluan yang melangkah, tapi tiba-tiba dia terhenti dan menoleh kebelakang melihat Yi Soo. Hae Woo bertanya apa Yi Soo tidak lapar?
Yi Soo hanya dia tanpa menjawab sambil memandang Hae Woo.



Hae Woo akhirnya mencari jajanan ditemani Yi Soo. Dia mencoba makanan yang ada di depannya dan terlihat meyukai rasa makanan itu. Yi Soo hanya melihatnya tanpa berkata apapun. Dia kemudian berniat pergi, namun tiba –tiba Hae Woo berseru memanggil namanya “Han Yi Soo”

Panggilan itu membuat Yi Soo berhenti dan menoleh. Tanpa mendekat, Hae Woo bertanya apa Yi Soo akan meninggalkannya saat dia belum selesai makan? Itu namanya tidak sopan.



Yi Soo heran bagaimana Hae Woo tahu namanya. Padahal mereka jelas-jelas belum berkenalan. Hae Woo menunjuk keseragam Yi Soo yang tersemat namanya disana. Yi Soo sedikit malu, tapi Hae Woo malah menyebutkan namanya “Aku Jo Hae Woo.”



Tiba-tiba raut wajah Hae Woo berubah, setelah dia menyadari dua pria berjas tadi melihat kearahnya. Hae Woo segera menyeruput minumannya dan berkata sampai jumpa pada Yi Soo, lalu berlari menjauh.
Yi Soo bertanya siapa yang bayar makannan ini? Akhirnya Yi Soo bingung sendiri menyadari dompetnya ada di tas, dan tasnya dibawa oleh teman-temannya tadi. Dia menjelaskan pada ibu pemilik kedai, sambil terus melihat kearah Hae Woo lari tadi.
Haha..
Emang kayaknya apes banget ya hari ini..^^
Dan itulah awal Yi Soo dan Hae Woo bertemu.



Masa Kini(Tahun Ini)

Pesta pernikahan Hae Woo dan Joon Young sepertinya sukses, karena mereka merayakannya bersama dengan teman-teman mereka. Teman-teman menyuruh Hae Woo untuk minum anggur, dan Hae Woo walau tidak suka tetap mencobanya. Joon Young melihat istrinya dengan tatapan khawatir. Yi Hyun juga ada di melihat mereka dari tempatnya berdiri.
Teman-teman Hae Woo meminta Hae Woo meminum anggur lagi, dan Hae Woo pun menurutinya, namun saat gelas berikutnya. Joon Young mengambil dan mewakilkan itu untuk Hae Woo.
Hae Woo tersenyum malu melihat yang Joon Young lakukan untuknya.



Teman-teman protes dengan apa yang Joon Young lakukan, tapi Joon Young meminta agar mereka bisa dibiarkan istirahat karena hari ini benar-benar melelahkan.
Teman Hae Woo mengejek, dan menyerahkan minuman pada Hae Woo yang ternyata berprofesi sebagai jaksa, agar Hae Woo bisa terjaga sepanjang malam, apalagi mereka kan baru jadi suami istri.
Haha



Kim Dong Soo, salah satu teman mereka berkata membuat Hae Woo dan Joon Young ikut serius mendengarkan. Dong Soo berkata kalau hari ini adalah hari yang menyedihkan menurutnya.
Dong Soo berkata kalau Jo Hae Woo adalah cinta pertamanya.
Joon Youn tersenyum mendengar ungkapan Dong Soo itu. Hae Woo sendiri hanya menggeleng-geleng malu mendengarnya.
Dong Soo masih terus berceloteh, tapi Hae Woo bangkit berdiri dan mendekati Yi Hyun.

Dong Soo berkata kalau dia tetap mengucapkan selamat untuk pernikahan mereka, walau dia sedih karena cinta pertamanya dinikahi pria lain. Tapi selama pria itu Joon Young, dia tidak masalah. Semua pun tertawa mendengarnya.
Dong Soo pun meminta semua mengangkat gelas untuk mendoakan hari yang bahagia ini bagi Jo Hae Woo, dan Oh Joon Young.



Hae Woo yang sedang bersama Yi Hyun,mengomentari para pria yang sepertinya kebanyakan minum. Yi Hyun memandang Hae Woo dan berkata kalau Hae Woo jangan mabuk, apalagi ini kan malam pernikahan Hae Woo. Yi Hyun mengingatkan kalau Hae Woo sudah minum lebih dari sepuluh gelas.
Hae Woo hanya mengedipkan matanya dan menjawab kalau dia hanya minum sedikit, dan itu tentu tidak akan membuatnya mabuk.



Dong Soo yang sudah benar-benar mabuk, membungkuk pada Joon Young dan memanggilnya Hyungnim. Lalu berkata agar Joon Young bisa menjaga Hae Woo untuknya.
Joon Young menyebut kalau Dong Soo sudah kebanyakan minum. Dong Soo dengan lucunya berkata kalau dia hanya minum segelas karena merasa ikut bahagia. Segelas lainnya, karena sedih karena Hae Woo menikah, dan segelas lagi untuk Joon Young. Dong Soo merebahkan kepalanya di lengan Joon Young, sambil menutup matanya Dong Soo juga berucap kalau segelas lainnya tadi adalah untuk Yi Soo.



Dong Soo tersentak menyadari kalimat terakhirnya tadi. Dia kemudian berkata pada Joon Young kalau kali ini dia benar-benar mabuk, dan tidak sadar apa yang sudah dia ucapkan. Dong Soo meminta maaf pada Joon Young, dan Joon Youn hanya berkata tidak apa-apa. Tidak ada yang perlu dimaafkan.



Kembali ke Yi Hyun dan Hae Woo yang sedang berdua. Yi Hyun bertanya apa Hae Woo eonni sudah melihat langit? Hae Woo bingung dan bertanya “Langit?”
Yi Hyun menjelaskan kalau ada bulan purnama malam ini.
Itu artinya semua energy dari alam semesta memberkati pernikahan Hae Woo. Yi Hyun pun mengucapkan selamat pada Hae Woo.
Hae Woo mengusap pipi Yi Hyun dengan sayang dan berkata terima kasih.



Hae Woo berjalan keluar, sepertinya ingin membuktikan kata-kata Yi Hyun tentang bulan purnama. Dia berdiri di balkon dan memandang langit.
Lalu datanglah seorang laki-laki yang ikut berdiri di samping Hae Woo..sedikit jauh.
Hae Woo menoleh menyadari ada orang disampingnya.
Laki-laki itu Yi Soo, yang juga sedang melihat langit. Bulan purnama memang menghiasi malam ini. Terlihat indah dan sempurna.



Saat Yi Soo menoleh memandang Hae Woo, Hae Woo terkejut menyadari laki-laki itulah yang berdiri sedikit jauh di ruang pengantinya tadi. Hae Woo tidak tahu itu Yi Soo, Yi Soo sendiri hanya menunduk sebagai tanda hormat pada Hae Woo, begitu juga sebaliknya.
Hae Woo ingin meninggalkan tempat itu, tapi Yi Soo mengucapkan selamat atas pernikahan Hae Woo, membuat langkah Hae Woo terhenti.
Hae Woopun berbalik dan memandang Yi Soo. Hae Woo memberanikan diri bertanya “Hari ini kau datang ke pernikahanku kan?”

Yi Soo hanya berkata kalau ingatan Hae Woo sangat baik. Hae Woo tersenyum tipis dan berkata terima kasih. Hae Woo bertanya lagi apa Yi Soo kenalannya suaminya, Joon Young? Yi Soo menjawab singkat “Bukan. Aku hanya ingin melihatnya”

Hae Woo bingung dan bertanya apa maksudnya? Yi Soo menjelaskan kalau ini adalah hari pertamanya di Korea, dan ternyata hotel tempatnya menginap ada acara pernikahan.
“Entah mengapa, aku merasa seperti ada yang membawaku kesana, semacam keberuntungan.”

Hae Woo tersenyum dan berkata kalau sepertinya Yi Soo berasal dari luar negeri.



Yi Soo berjalan mendekat kearah Hae Woo. Dia mengulurkan tangannya dan memperkenalkan namanya. “Aku Yoshimura Joon. Nama koreaku Kim Joon”



Flashback

Han Yi Soo dikenalkan sebagai murid baru di sekolahnya saat remaja. Guru menyuruh Yi Soo memperkenalkan diri. Dengan canggung Yi Soo berkata kalau namanya adalah Han Yi Soo. Guru berkata apa hanya itu saja yang Yi Soo katakana. Yi Soo mengangguk mengiyakan. Dia tidak punya hal lain untuk diperkenalkan.

Sang guru menunjuk tempat yang kosong disamping seorang murid laki-laki untuk Yi Soo duduk. Yi Soo pun mematuhinya, dan segera duduk di tempat yang ditunjuk bapak guru. Saat itulah, teman duduk Yi Soo memperkenalkan dirinya yang bernama Kim Dong Soo. Dong Soo mengajak Yi Soo untuk berteman dengan baik, karena dia juga belum lama ini sebagai murid baru.



Bapak guru memanggil nama Jo Hae Woo, yang ternyata tidak masuk lagi hari ini. Ini sudah beberapa hari Hae Woo tidak masuk sekolah.
Lalu saat itu masukklah seorang murid perempuan yang sedang bapak guru bicarakan. Guru meminta Hae Woo untuk datang ke ruang guru saat jam pelajaran pertama usai. Hae Woo menjawab iya dengan singkat.

Hae Woo berjaan ke bangkunya, dia bertopang dagu, dan tiba-tiba Yi Soo menoleh memandang kearah Hae Woo.
Hae Woo terlihat sedang malas, dan Yi Soo kaget melihat Hae Woo. Mungkin dia baru ingat kalau Hae Woo adalah gadis yang malam itu sama-sama bersembunyi dengannya.



Dong Soo menegur Yi Soo, dan berkata kalau anak-anak disini sedikit kasar. Jadi jika terjadi sesuatu Yi Soo bisa bersandar padanya. Yi Soo tersenyum mendengar kata-kata Dong Soo itu. Dan kali ini dia benar-benar tersenyum sampai giginya terlihat. Manis ya?^^



Saat menoleh ke meja Hae Woo, ternyata Hae Woo sedang memandang kearahnya. Namun Hae Woo cuek, dan kembali menyandarkan sedikit pipinya di tangan. Dia kembali bertopang sambil melihat keluar jendela.
Yi Soo sendiri hanya terdiam di tempatnya. Mungkin dia merasa Hae Woo tidak mengingatnya. Padahal malam itu bahkan dia menemani Hae Woo makan.
Namun, sedetik kemudian Hae Woo seolah teringat malam itu, dia mengangkat kepalanya dan menoleh ke meja Yi Soo.



Saat jam istirahat, semua anak terlihat beralari ke suatu tempat. Yi Soo heran melihat itu, namun segera mengikutinya. Ternyata Dong Soo sedang mencoba melawan para senior di kelasnya. Dong Soo menantang para senior itu, membuat mereka marah. Dan Dong Soo pun akhirnya dihajar oleh mereka. Yi Soo yang melihat itu, terkejut karena teman barunya disakiti.
Yi Soo mencoba mendekat untuk membantu. Tepat saat Dong Soo akan dipukul oleh senior itu, Hae Woo berdiri dengan berani di depan mereka. Melindungi Dong Soo yang ada dibelakangnya saat itu.



Hae Woo berdiri dengan berani di depan. Seolah menantang mereka. Pimpinan senior itu menyuruh Hae Woo pergi. Hae Woo tanpa takut bertanya apa senior itu mau pamer? Senior itu menyebut Hae Woo gadis tengik. Hae Woo membentak dan berkata kalau laki-laki itu sepertinya tidak punya malu. Berani memukuli siswa pindahan, laki-laki itu terlihat seperti anak kecil. Oh Joon Young tersenyum mendnegar apa yang Hae Woo katakan. Keberanian Hae Woo benar-benar luar biasa menurutnya.
Yi Soo sendiri hanya melihat itu tanpa ekspresi di tempatnya berdiri.



Hae Woo berkata kalau dia akan menjadi wasit, jadi kenapa mereka tidak bertarung satu lawan satu saja. Laki-laki senior itu berkata kalau Ayah Hae Woo sangat terkenal sekarang ini. Berita tersebar kalau seorang pembaca berita berinisial L memiliki hubungan dengan seorang Presdir berinisial J. Mereka tertangkap basah sedang berhubungan di kamar hotel. Wajah Hae Woo langsung berubah mendengar ejekan itu. Apalagi semua murid mendengarnya. Hae Woo langsung menendang kaki laki-laki itu dengan keras sehingga dia mengaduh kesakitan, dan laki-laki itu marah. Dia menyebut Hae Woo brengsek, dan akan melayangkan tamparannya untuk Hae Woo. Tapi ada tangan yang mencegahnya.




Dengan sekali hajar, laki-laki yang akan menampar Hae Woo tadi terjatuh. Laki-laki itu marah sekali, dan menatap tajam Yi Soo serta bertanya apa Yi Soo tidak tahu siapa dia? Yi Soo tersenyum tipis dan menjawab kenapa dia harus tahu? Joon Young masih diam dan mengamati pertunjukan itu. Senior laki-laki itu berkata karena ini hari pertama Yi Soo maka dia akan membiarkan Yi Soo pergi.
Akhirnya semua bubar sendiri-sendiri, termasuk Hae Woo yang bahkan tidak berniat berterima kasih pada Yi Soo.



Saat jam pelajaran dimulai, anak-anak masuk ke kelas mereka dan duduk di bangku mereka masing-masing. Termasuk Yi Soo yang langsung menuju mejanya, senior kelas yang dihajar Yi Soo tadi menatap Yi Soo dengan tatapan penuh dendam.

Yi Soo malah menoleh ke samping kirinya tepat ke bangku Hae Woo, yang mana Hae Woo tidak ada saat itu. Yi Soo heran, dan berfikir kemana perginya Hae Woo?
Lalu tanpa didiuga masuklah Joon Young ke dalam kelas, dia mendekati si pembuat onar usaat istirahat tadi. Laki-laki itu memanggil Joon Young kakak, dan membungkuk hormat padanya. Joon Young sendiri menatap laki-laki itu tajam.
Sedetik kemudian dia memberi tinjunya pada laki-laki itu karena telah berani mengganggu siswa pindahan dan bahkan mengejek Hae Woo di depan semua murid tadi.
Semua murid di kelas jelas kaget melihat hal itu. Joon Young tanpa takut terus maju kedepan mendekati laki-laki itu.
Joon Young mencengkeram kerah seragam laki-laki itu, laki-laki itu bingung dan bertanya ada apa Hyung? Tanpa menjawab Joon Young kembali melayangkan tinjunya yang keras ke wajah laki-laki itu. Tanpa ampun.



Kim Dong Soo sedang menjelaskan tentang Oh Joon Young pada Han Yi Soo. Joon Young adalah murid kelas 12, dan amarahnya bukan lelucon saja, bahkan para guru tidak ada yang berani menyentuhnya. (Kecil aja sudah keren itu anak..^^)
Dong Soo bergumam sendiri kenapa Joon Young memukul anak itu? Dia benar-benar penasaran.

Dong Soo membawa Yi Soo ke perpustakaan sekolah mereka, dan berkata karena hampir semua anak berasal dari keluarga berada perpustakaan sekolah merekapun sangat mewah.
Dong Soo mengajak Yi Soo ke gym, tapi Yi Soo menolaknya, dan Dong Soo berkata dia kecewa karena Yi Soo tidak mau, padahal mereka kan teman. “Sekali teman, hidup atau mati kita tetap berteman”

Yi Soo hanya tersenyum, kemudian Dong Soo berkata lagi kalau gadis yang tadi punya nyali juga. (Maksudnya Hae Woo)
Dong Soo menyebut kalau Hae Woo bahkan lebih baik dari anak laki-laki lainnya.



Secara mengejutkan ada yang bersuara di sana. Menyebut kalau Dong Soo cerewet sekali, berisik, dan mengganggu. Ternyata itu suara Hae Woo yang sedang tidur di perpus. Hae Woo protes pada mereka yang sudah mengganggu tidurnya.
Dong Soo senang melihat Hae Woo, dan ingiun bicara. Tapi Hae Woo menguap lebar-lebar tanda dia malas untuk mendengarkan.
Dong Soo yang tidak paham penolakan Hae Woo, berkata kalau sebenarnya dia bukan laki-laki yang lemah, situasinya membuat dia seperti itu. Coba saja 1 lawan 1 dia pasti akan menang.
Haha..
Ngeles aja nih anak..^^

Hae Woo kesal dan mengancam akan menjahit bibir Dong Soo kalau dia terus berbicara. Dong Soo takut dan langsung menutup bibirnya. Haha
Hae Woo berjalan akan meninggalkan perpus, Dong Soo menoleh sedikit ke Yi Soo dan menyebut kalau Hae Woo itu gadis cantik tapi galak.



Hae Woo yang mendengarnya berhenti dan menoleh ke belakang, memandang Dong Soo. Dong Soo mulai ketakutan. Dia mengira Hae Woo akan menghajar atau benar-benar menjahit bibirnya. Ternyata Hae Woo hanya mengucap terima kasih pada Yi Soo. Yi Soo menjawab tak masalah.
Yi Soo tersenyum tipis memandang kepergian Hae Woo.
Apakah Yi Soo mulai menyukai Hae Woo bahkan saat mereka masih remaja?



Yi Soo yang dalam perjalanan pulang, tiba-tiba menghentikan langkahnya. Dia tertegun melihat sesuatu di hadapannya.
Terlihat indah.



Ternyata keluarga Yi Soo sedang memasukkan barang-barang pindah rumah mereka. Yi Soo langsung menghampiri ayahnya dan membantu. Ayahnya bertanya apa sekolah Yi Soo berjalan lancar? Yi Soo menjawab iya.

Saat akan memasukkan barang-barang, Yi Hyun berlari memanggil kakaknya. Dia berkata kalau rumah mereka sangat bagus dan luas. Bahkan ada tamannya juga. Yi Hyun terlihat sangat senang karena rumah bagusnya.
Hmm..Yi Soo anak keluarga kaya ya?^^
Rumahnya aja begitu keren..



Yi Hyun berkata pada kakanya saat mereka sudah di dalam rumah, kalau kamarnya lebih besar dari kamarnya yang dulu. Menyenangkan sekali.
Yi Hyun bertanya pada kakanya dimana dia harus meletakkan foto ini. Foto mereka bertiga. Yi Hyun, Yi Soo, dan ayah mereka.
Yi Soo menjawab kalau letakkan dulu di meja Yi Hyun, nanti kalau semua sudah rapi baru mereka fikirkan lagi.

Yi Hyun kecilnya lucu banget.
Gemes saya..
Haha



Ayah masuk dan Yi Soo langsung membantu mengangkat yang ayahnya bawa. Ayah berkata kalau tidak nyaman, Yi Soo harus mencoba untuk betah setahun ini. Yi Soo mengelak, dan berkata kalau ini bukannya tidak nyaman. Dia akan terbiasa nantinya.



Hae Woo terdiam di sebuah toko Koran pinggir jalan. Dia melihat headline news Koran-koran itu.
Ada berita tentang buruknya perekonomian saat ini, dan..
Sebuah berita mingguan tentang ulasan mendalam skandal seoorang pemilik hotel, dengan pembaca berita terkenal.
Hae Woo memandang itu dengan sedih dan kesal. Ayahnya ketahuan berselingkuh, dan itu membuatnya merasa tersakiti.



Ibu Hae Woo, Yoo Sun Young (Oh Hyun Kyung) juga sedang melihat berita mingguan di Koran, yang membahas suaminya. Itu membuatnya sedih. Dia kecewa sekali. Nyonya Park, asisten sumah tangga mereka, melihat Sun Young dan ikut merasa sedih.
Dia membawakan minum untuk Sun Young, dan tanpa berkata apapun, menaruhnya di meja.

Hae Woo pulang ke rumah, dia langsung menuju ke lantai atas. Kemudian masuklah Jo Eui Sun, ayah Hae Woo ke dalam rumah. Nyonya Park menyambutnya dan berkata kalau Eui Sun pulang lebih awal. Eui Sun membenarkan karena hari ini ulang tahun Hae Woo.
Eui Sun melihat Hae Woo, dan berkata apa Hae Woo tidak ingin menyapa ayahnya? Hae Woo berkata tanpa ekspresi “Kau sudah datang?”



Eui Sun bertanya Hae Woo mau makan apa? Apa sebaiknya mereka makan sushi? Kalau Hae Woo malas keluar, maka mereka bisa memesan di hotel dan menyuruh mengantar ke rumah. Hae Woo dengan malas menjawab kalau dia tidak suka sushi. Eui Sun berkata kalau Hae Woo selalu saja seperti ini. Hae Woo membenarkan, dia memang membencinya sudah dari dulu.

Eui Sun tertawa mendengar jawaban anaknya. Dia tahu pasti ada sesuatu yang membuat jengkel Hae Woo hari ini, makanya bersikap seperti itu.
Sun Young kesal melihat tingkah suaminya, dan langsung melemparkan Koran mingguan yang ada di meja.
Sun Young bertanya apa Eui Sun tidak malu dilihat Hae Woo?

Nyonya Park dengan gerakan mata meminta Hae Woo segera masuk ke kamar agar tidak melihat pertengkaran ibunya. Hae Woo pun setuju.



Saat Hae Woo melanjutkan langkah kakinya, terdengar ibunya berkata kenapa ayahnya tidak pernah berubah? Bagaimana bisa Eui Sun tidak tahu malu seperti ini?
Eui Sun menjawab kalau itu berita gossip, sampah. Semuanya bohong.

Pertengkaran mereka semakin menjadi, Sun Young melempar vas bunga kearah suaminya. membuat Hae Woo terkejut, karena mendengar pecahan kaca. Siapakah yang terluka? Hae Woo berbalik dan melihat apa yang terjadi.



Diuar rumah mereka, ada keluarga Yi Soo yang sepertinya ingin menyapa sebagai tetangga baru di daerah ini, tapi mereka terhenti karena mendengar keributan yang terjadi di dalamnya.



Sun Young berkata kalau suaminya bukan manusia. Jika Eui Sun manusia, tentu tidak akan mengulangiu kesalahan yang sama. (Oooo..hobi selingkuh apa ya? Hihi)
Hae Woo masih ada diatas anak tangga, dan mendengar serta melihat pertengkaran ayah dan ibunya itu.
Eui Sun membela diri dan berkata itu ulah wartawan. Dia hanya bertemu dnegan wanita itu beberapa kali, dan wartawan langsung menganggap itu berita perselingkuhan.
Kali ini karena Sun Young benar-benar geram, dia menyiram wajah Eui Sun dnegan air yang ada di meja.
Eui Sun bertanya apa-apain ini? Kenapa istrinya jadi kurang ajar seperti ini? Sun Young bertanya apa menurut suaminya dia ini hanya bahan tertawaan saja? Apa dia terlihat begitu mudah sehingga terus menerus ditipu?




Sun Young meminta agar suaminya tidak terus menerus hidup seperti itu. Karena semua akan ada karmanya, Eui Sun akan menuai apa yang Eui Sun tabur nantinya.
Eui Sun mengatakan dengan kesal kalau smeua ini hanya salah paham saja. Sun Young meminta suaminya untuk jujur. “Sekalipun aku tak bisa memaafkanmu, aku akan coba untuk memahamimu. Setidaknya jika kau punya sedikit penyesalan. Aku akan mengasihanimu”

Eui Sun semakin kesal, dan berkata sampai kapan dia harus bertahan seperti ini karena gangguan saraf Sun Young? Dia bisa tersiksa karenanya.
Hae Woo yang sedari tadi mendengar semakin marah, dia lelah mendengar pertengkaran ini.



Hae Woo yang menahan marahnya, melangkah turun tanpa peduli akan ayah dan ibunya yang sedang adu mulut. Ayah ibunya bahkan bicara mengenai perceraian. Dia bisa setres jika terus mendengar mereka.
Dia melangkah tanpa peduli pecahan-pecahan kaca itu mengenai kakinya. Dia bahkan seperti tidak merasa sakit sama sekali.
Hae Woo mungkin merasakan sakit itu, terlihat dari wajahnya. Namun dia tidak peduli. Dia muak dengan keadaan ini. Sehingga dia berniat pergi.



Keluarga Yi Soo terlihat akan pergi, karena situasi sepertinya kurang pas.
(Kenapa ga dari tadi..?uuppss..pak sutradara yang nyuruh ya..^^)

Saat itulah Hae Woo keluar, Nyonya Park mengejar dan memanggil namanya. Menyambar lengan Hae Woo agar dia berhenti dan bertanya Hae Woo mau kemana. Saat berbalik Hae Woo terkejut karena ada Yi Soo di belakangnya. Hae Woo mungkin malu, karena Yi Soo tahu pertengkaran ayah ibunya tadi.



Nyonya Park berkata kalau dia akan memeriksa kaki Hae Woo dulu, karena takut ada pecahan kaca yang masuk. Hae Woo berkata kalau dia ada janji dan harus segera pergi. Ayah Yi Soo mendekat dan juga berkata yang sama. Hae Woo tidak peduli, dan menepiskan tangan nyonya Park.
Nyonya Park mencoba mengejar, namun Yi Soo berkata kalau dia akan menyusul Hae Woo. Ayah Yi Soo berkata agar Yi Soo bisa membawa Hae Woo kembali. Yi Soo mengangguk menjawab iya.








Bersambung ke part 2

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar