Minggu, 18 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 1 part 2

Hae Woo kesal melihat orang tuanya bertengkar sehingga dia berniat pergi. Nyonya Park mengejar Hae Woo, dan mengkhawatirkan kaki Hae Woo yang tadi terkena pecahan kaca, tapi Hae Woo tidak peduli, dia bahkan menepis tangan nyonya Park yang menghalanginya. Dan terus melangkah.
Yi Soo yang memang sedang ada disana bersama ayah dan adiknya, menenangkan Nyonya park dnegan berkata kalau dia akan menyusul Hae Woo dan berusaha membawanya kembali.

Part 2
Hae Woo masuk ke dalam bus, dan Yi Soo mengikutinya dnegan berdiri agak jauh dari Hae Woo. Hae Woo sepertinya tidak tahu kalau ada Yi Soo disampingnya, karena dia terlihat cuek. Mereka hanya diam sepanjang perjalanan. Yi Soo sama sekali tidak mendekati Hae Woo. Hae Woo pun tetap berdiri tegak, tanpa melihat ke kanan atau kirinya.
Yi Soo lagi-lagi melihat kearah Hae Woo, namun yang dilirk sekalipun tak menoleh.
Yi Soo mengalihkan pandangannya pada kaki Hae Woo. Hae Woo memakai sepatu sehingga Yi Soo tidak bisa melihat apakah kaki Hae Woo terluka atau tidak?

Hae Woo masuk ke sebuah stasiun televisi, dia berniat bertemu dengan pembaca berita yang digosipkan dengan ayahnya, tapi dia ditolak walaupun sudah menunjukkan bukti kalau dia merupakan pengunjung disini.
Yi Soo masih melihatnya dari jauh.

Tidak menyerah Hae Woo menunggu diluar kantor stasiun televisi itu. Yi Soo masih berada jauh, namun tetap bisa mengamati Hae Woo. Yi Soo menatap sedih pada Hae Woo.
Wanita yang ditunggupun keluar dan Hae Woo langsung menghadangnya.

Hae Woo dengan berani berkata kalau wanita ini adalah seorang oembaca berita kan? “Pembaca berita harusnya membacakan berita yang benar saja kan? Tugas pembaca berita adalah mengatakan yang benar memang benar dan yang salah memang salah.”
Hae Woo langsung mengatakan kalau ahjumma ini tidak bisa menjadi pembaca berita, tidak pantas tepatnya. Jika orang seperti ahjumma ini terus menjadi pembaca berita dan berpura-pura menjadi warga Negara yang baik, maka dunia akan benar-benar kacau.
Wanita itu bingung dan berkata dia tidak tahu kenapa Hae Woo seperti ini? Hae Woo langsung saja menyebutkan namanya. Jo Hae Woo, dan ayahnya adalah Pemilik hotel yang memiliki skandal dengan ahjumma di depannya ini.
Ahjumma itu menyangkal, dan berkata kalau Hae Woo seperti termakan berita-berita yang tidak jelas kebenarannya.
Yi Soo masih menjadi penonton yang baik dari tempatnya berdiri.

Wanita itu menjelaskan kalau sudah ada berita terbaru di internet yang menjelaskan semua itu. Hae Woo berkata kalau kakeknya pasti sudah memblokir berita itu, karena insiden seperti ini bukan yang pertama kalinya.
Wanita itu masih membatah dengan mengatakan kalau ini adalah urusan pribadi keluarga Hae Woo, dan dia merasa tidak harus terlibat di dalamnya. Lagipula, dia adalah korban dalam kasus ini, dia bahkan belum pernah bertemu dengan ayah Hae Woo.
Hae Woo menyebut wanita itu pengecut. Setidaknya ayahnya lebih berani mengatakan kalau pernah bertemu beberapa kali dengan wanita itu.
Wanita itu langsung mati kutu tak bisa menjawab.
“Cinta itu bukan tindak kejahatan. Tapi pengecut cinta itu adalah bukan cinta sejati. Itu dosa. Seperti menyakiti orang yang benar-benar dia cintai. Itu adalah dosa.Semua itu dosa”
Hae Woo bahkan berteriak mengatakan semua itu dihadapan sang wanita. Wanita itu benar-benar kesal, sehingga berniat menampar Hae Woo. Saat itulah Yi Soo mendekat dan memegang tangan wanita itu, yang sudah siap melayang ke pipi Hae Woo.

Yi Soo tanpa berkata apapun, langsung menarik tangan Hae Woo menjauh. Hae Woo memberontak, meminta dilepaskan. Mungkin karena luka di kaki Hae Woo semakin terasa sakit, Hae Woo menurut saja dibawa oleh Yi Soo, dengan jalan sedikit pincang.
Hae Woo akhirnya berkata “Sakit”
Yi Soo langsung menoleh dan memandang Hae Woo. Wajahnya penuh rasa khawatir. Hae Woo hanya berkata kalau pergelangan tangannya sakit. Yi Soo menggenggamnya terlalu erat. Yi Soo sadar dan langsung melepaskan tangan Hae Woo.

Setelah pegangan itu terlepas, Hae Woo melanjutkan langkahnya yang terpincang-pincang dengan Yi Soo yang masih mengikuti di belakangnya. Yi Soo akhirnya menyadari langkah Hae Woo yang aneh itu, dan langsung teringat pada pecahan kaka yang Nyonya Park katakan tadi. Dia semakin cemas.

Yi Soo mempercepat langkahnya, dan kembali memegang tangan Hae Woo. Menuntunnya ke bangku yang ada di pinggir jalan. Mendudukkan Hae Woo disana, dan Hae Woo sedikitpun tidak menolak. Yi Soo berjongkok di depan Hae Woo, meminta Hae Woo melepskan sepatunya. Hae Woo diam saja dan malah menangis.
Yi Soo akhirnya membuka sepatu Hae Woo dan melihat separah apa luka di kaki Hae Woo.
Hae Woo masih terdiam, tidak menolak, dan hanya menerimanya saja. Air mata masih mengalir di pipinya.
Yi Soo akhirnya melihat luka itu, kaki Hae Woo yang akhirnya berdarah, dan lumayan banyak. Kaos kaki putihnya sudah berubah warna menjadi merah.

Yi Soo melepas kaos kaki Hae Woo, dan Hae Woo mulai mengaduh merasa sakit. Luka itu terlihat semakin jelas.
Yi Soo yang melihat luka Hae Woo hanya berkata kalau betapa bodohnya Hae Woo. Hae Woo bingung dan bertanya apa maksudnya? Yi Soo hanya berkata kalau sepertinya ada pecahan kaca di kaki Hae Woo.
Hae Woo menjawab kalau dia tidak apa-apa. Yi Soo berkata dia tahu itu tapi bagaimanapun luka ini harus diobati. Yi Soo berkata kalau mereka harus membeli obat di apotik agar tidak terjadi infeksi, dan besok pagi baru ke rumah sakit
Yi Soo mengelurkan sapu tangan di saku celananya, dan berniat akan menutupi luka Hae Woo dengan sapu tangannya, agar darah tidak terus menetes. Hae Woo yang melihat itu, berkata kalau biar dia yang melakukannya. Yi Soo sedikit malu, dan menyetuji permintaan Hae Woo.
Hae Woo berdiri disusul Yi Soo, mereka sama-sama terdiam. Tapi Yi Soo menyodorkan lengannya untuk dipegang Hae Woo. Hae Woo bingung, dan menatap Yi Soo. Yi Soo menjelaskan kalau Hae Woo pasti nanti akan sulit berjalan karena luka di kakinya.

Hae Woo akhirnya menyetujuinya, dan memegang lengan Yi Soo. Yi Soo berkata agar Hae Woo berjalan menggunakan tumit, agar rasa sakitnya berkurang.
Mereka pun berjalan bersama, Hae Woo memandang Yi Soo. Diapun bertanya apa Yi Soo adalah putra supir Han? (Oalah, bapaknya supir tow..salah kira nih aku, kirain Yi Soo kaya. Lha rumahnya bagus begitu.. Hehe)
Hae Woo berkata kalau ayah Yi Soo lebih tampan daripada Yi Soo. Yi Soo menjawab kalau dia tahu itu, Hae Woo menambahkan kalau ayah Yi Soo kepribadiannya juga jauh lebih baik daripada Yi Soo. Yi Soo sekali lagi membenarkannya. Hae Woo bertanya apa Yi Soo juga tahu kalau hari ini ulang tahunnya? Yi Soo terdiam.
Hae Woo berkata kalau Yi Soo tidak tahu, maka sekarang Yi Soo jadi tahu, dan harus mengingatnya, karena dia akan memastikan tahun depan meminta hadiah dari Yi Soo.
Yi Soo lagi-lagi tidak menjawab. Hae Woo kembali berkata kalau seharusnya dengan situasi seperti ini Yi Soo menggendongnya. Haha Malah minta^^

Yi Soo tersenyum dan menjawab, jangan bermimpi. Hae Woo akhirnya tersenyum, dan tertawa mendengar awaban Yi Soo. Dia bahkan menghapus air matanya, dan bisa kembali ceria.
Mereka melanjutkan perjalanan, dan Hae Woo semakin menggenggam lengan Yi Soo erat, membuat Yi Soo memandang Hae Woo.

Hae Woo sudah sampai di rumahnya, dan sedang duduk di tangga melihat ayah dan kakeknya sedang berbincang dengan Yi Soo dan ayah Yi Soo.
Kakek Hae Woo, Jo Sang Deuk memuji Yi Soo yang memiliki sinar dimatanya dan dia suka itu.
Sang Deuk juga menyuruh Yi Soo dan ayahnya untuk duduk. Ayah Yi Soo berkata tidak apa-apa, mereka berdiri saja.
Sang Deuk bertanya apakah Yi Soo teman sekelas Hae Woo? Yi Soo membenarkan hal itu. Kakek Hae Woo bertanya apa Yi Soo juga pandai? Ayah Yi Soo menjawab kalau putranya biasa saja. Sang Deuk berkata kalau dia juga menganggap kalau belajar bukanlah segalanya. Yang terpenting adalah kepribadian orang tersebut.
“Jika ada orang yang memiliki otak, tapi hatinya kosong, maka dunia ini juga akan terasa kosong”

Kakek kembali bertanya tentang cita-cita Yi Soo? Yi Soo hanya diam saja membuat ayah Hae Woo marah karena menganggapnya kurang ajar.
Yi Soo menjawab kalau dia hanya ingin menghasilkan uang. Kakek bertanya lagi, apa setelah menghasilkan uang kau akan menghabiskannya? Yi Soo balik bertanya pada kakek apa dia harus menjawab pertanyaan ini? Jo Eui Sun ikut bertanya pada Yi Soo, apa Yi Soo punya alasan untuk tidak menjawabnya? Kakek kemudian berkata kalau Yi Soo tidak mau menjawabnya, ya tidak apa-apa.
Yi Soo dengan mantap menjawab kalau uangnya nanti akan digunakan untuk ayahnya dan juga Yi Hyun adiknya.
Ayah Yi Soo memandang anaknya dengan sedikit heran, tidak menyangka anaknya akan menjawab seperti ini. Han Young Man merasa terharu.
Jo Eui Sun gantian bertanya pada Yi Soo, tentang bagaimana cara Yi Soo untuk mendapatkan uang?
Kakek menegaskan dengan berkata “Bagaimana caramu mendapatkan uang itu juga penting, tapi bagaimana caramu menghabiskannya jauh lebih penting”
Kakek bertanya bagaimana pendapat Yi Soo.
Yi Soo menjawab kalau menurutnya uang itu ada yang halal dan haram, dan dia ingin mencari uang yang halal.

Kakek tertawa mendengar jawaban Yi Soo. Hae Woo yang sedari tadi duduk di anak tangga ikut tersenyum mendengar jawaban Yi Soo. Kakek kemudian berkata walaupun memang hanya untuk sementara tapi Yi Soo bisa menganggap dirinya bagian dari keluarga mereka. Selama Yi Soo dan keluarganya tinggal disini, mereka bisa menganggap ini rumah mereka sendiri.
Kakek bertanya bagaimana dengan tempat tinggal mereka? Ayah Yi Soo menjawab kalau itu rasanya sudah lebih dari cukup. Han Young Man juga mengucapkan terima kasih karena Presdir Jo sudah peduli pada keluarganya.
Kakek menjawab kalau itu bukan masalah, selama ini dia merasa kalau rumahnya terlalu sepi, dan rasanya akan menyenangkan jika rumah ini hidup kembali dengan hadirnya beberapa orang.
Namun sepertinya Jo Eui Sun tidak menyukai kehadiran Yi Soo dan keluarganya, terlihat dari raut mukanya saat memandang keluarga Yi Soo.

Terlihat banyak penghargaan dirumah Hae Woo. Penghargaan milik Jo Sang Deuk sepertinya. Disana kakek sedang bersama Ayah Hae Woo, yang berarti adalah anaknya. Sang Deuk berkata kalau waktu cepat sekali berlalu, dan orang-orang berubah begitu cepat. Suatu hari nanti Eui Sun juga pasti akan dewasa, tapi yang namanya masa lalu tidak mungkin akan pernah bisa dihapus begitu saja.
Dengan takut-takut, Eui Sun menjawab kalau artikel berita yang beredar itu palsu. Sang Deuk tidak peduli dan berkata agar Eui Sun tidak membuatnya malu, dan berperilakulah yang baik. Eui Sun masih membela diri dengan berkata kalau semua itu hanya salah paham.
Sang Deuk kesal dan membentak Eui Sun menyuruhnya untuk diam.
Eui Sun semakin ciut nyalinya.

Kakek berbalik menghadap Eui Sun. Dia berkata kalau Eui Sun adalah pria menyedihkan yang bahkan tidak bisa mengendalikan dirinya. Kakek dengan tegas berkata kalau dia tidak bisa menyerahkan kepemilikan hotelnya pada Eui Sun, bahkan walaupun Eui Sun anaknya sendiri.

Di rumah keluarga Yi Soo. Yi Hyun terlihat tidur dengan pulasnya, Yi Soo membangunkan adiknya itu dengan sayang. Yi Soo berkata kalau Yi Hyun harus segera sarapan. Karena Yi Hyun tidak juga mau bangun, Yi Soo langsung menggendongnya, dan mendudukkan Yi Hyun agar dia bangun.

Yi Soo menyiapkan sarapan pagi untuk mereka. Han Young Man melihat itu dengan perasaan senang. Dia bahagia melihat anaknya begitu rukun dan saling menyayangi.
Yi Soo dan Yi Hyun sama-sama berangkat sekolah, dan aku senang sekali melihat keakraban mereka berdua.

Yi Soo sudah sampai di sekolah, ada Hae Woo yang sedang terdiam diantara teman-temannya yang sedang bercanda. Yi Soo melihat Hae Woo yang hanya diam termenung. Tapi dia tidak berniat mendekatinya. Yi Soo berjalan meninggalkan Hae Woo bersama teman-temannya.
Saat Yi Soo beranjak pergi, Hae Woo memiringkan sedikit kepalanya untuk melihat Yi Soo. Kecewakah karena Yi Soo tidak menghampiri dan menyapanya?

Yi Soo sedang berada di perpustakaan. Dia asik sekali belajar. Kemudian tiba-tiba Hae Woo mendekati, dan duduk diatas meja dekat dengan Yi Soo. Bahkan sangat dekat. Yi Soo menengadahkan kepalanya memandang Hae Woo. Hae Woo berkata kalau Yi Soo belajar terlalu keras.
Hae Woo kemudian duduk di samping Yi Soo, dan merebahkan kepalanya di meja, sambil tetap memandang Yi Soo.

Hae Woo berkata kalau Yi Soo pasti akan menjadi siswa teladan jika terus seperti ini. Yi Soo yang entah merasa terganggu, menutup bukunya dan berdiri, berniat pergi. Hae Woo langsung bangkit, dan bertanya kenapa? Yi Soo dengan santai menjawab kalau terlalu berisik disini.
Hae Woo berdiri dan dengan senyum berkata “Mari kita berteman”
Yi Soo membalikkan badannya menatap Hae Woo dan menjawab kalau dia tidak mau berteman dengan Hae Woo.Yi Soo akan melangkah pergi, namun Hae Woo menghadang jalan Yi Soo. Hae Woo bertanya kenapa Yi Soo tidak mau berteman dengannya? Yi Soo menjawab kalau dia tidak mau berteman dengan anak kecil.
Yi Soo kembali melangkah, dan Hae Woo lagi-lagi menghadang jalan Yi Soo. Dia bertanya kenapa dia bisa dibilang anak kecil? Yi Soo balik bertanya kenapa Hae Woo tidak datang saat jam pelajaran berlangsung? Hae Woo menjawab santai karena menurutnya itu membosankan. Yi Soo berkata karena itulah Hae Woo anak kecil menurutnya.

Yi Soo melangkahkan kakinya lagi, kali ini Hae Woo tidak menghadangnya, namun mencekal lengannya, membuat Yi Soo dan Hae Woo kembali berhadapan. Hae Woo kesal mendengar jawaban Yi Soo tadi. Dia bertanya apa maksud Yi Soo? Yi Soo menghela nafas dan menjawab apa Hae Woo pikir, Hae Woo adalah orang yang paling malang di dunia ini? “Hanya kau menderita, lalu kau pikir itu tak adil, dan merasa tak ada orang yang mengerti penderitaanmu, iya kan?”
Hae Woo bertanya memangnya Yi Soo tahu apa tentangnya?
Yi Soo menjawab “Di dunia ini orang-orang yang disepelekan tak terhitung jumlahnya”
Anggap saja kalau Hae Woo terluka dan dipersulit oleh orang-orang yang seperti itu. Dengan begitu Hae Woo tak perlu merasa seperti orang yang diremehkan. Dan dia tidak suka melihat orang marah dnegan perut penuh.
Hae Woo kesal dan berkata kalau dia tidak pernah meminta Yi Soo untuk seperti itu padanya.
“Sekalipun kau meminta, aku tak berfikir untuk mempertimbangkannya”
Yi Soo benar-benar pergi dan Hae Woo dengan sedikit berteriak berkata kalau Yi Soo tidak usah berlagak menjadi orang yang paling baik. Sekalipun dia tidak ingin melihat Yi Soo, dia tetap akan masuk kelas.

Saat Yi Soo keluar, ada Oh Joon Young yang seolah menunggunya. Yi Soo terkejut, dan berhenti memandang Joon Young. Yi Soo tidak peduli dan tetap pergi, membuat Joon Young menatapnya tajam.

Di kelas, Yi Soo walaupun sedikit keras pada Hae Woo, namun dia menoleh memandang bangku Hae Woo yang masih kosong. Bukankah tadi Hae Woo berjanji akan tetap masuk kelas? Guru sudah masuk, dan sudah akan memulai pelajarannya. Tapi kemudian ada yang membuka pintu dan ternyata itu Jo Hae Woo. Dengan sedikit malas dia masuk ke kelas. Guru menyuruh Hae Woo untuk segera duduk. Yi Soo menoleh memandang Hae Woo. Bahkan sampai Hae Woo duduk di bangkunya, Yi Soo masih terus memperhatikan Hae Woo. Saat Hae Woo mulai membuka buku pelajarannya, Yi Soo tersenyum senang.
Ampun Yi Soo kecilnya aja manis gini lo..^^

Yi Soo sepertinya suka berada di perpustakaan, karena kali ini dia kembali ke perpus. Namun dia terlihat terkejut saat melihat ada Hae Woo di perpus. Yi Soo duduk tepat di seberang meja Hae Woo. Dan mengamati Hae Woo. Ternyata Hae Woo sedang menahan kantuk, matanya terpejam dengan buku yang ada di hadapannya. Hae Woo tentu tidak menyadari adanya Yi Soo, karena matanya terpejam. Yi Soo tersenyum melihat tingkah Hae Woo yang lucu.
Hae Woo menepuk-nepuk pipinya agar tetap terjaga.

Hae Woo mencoba fokus dengan buku yang ada di hadapannya, tapi dia merasa sinar matahari membuatnya silau, sehingga dia mencoba menutupi dengan tangannya. Yi Soo masih melihat semua yang Hae Woo lakukan. Sinar matahari itu malah membuat Hae Woo semakin terpejam. Yi Soo melihat Hae Woo seolah menyadari kalau Hae Woo benar-benar mempesona. Apakah Yi Soo memang mulai menyukai Hae Woo?

Kali ini Yi Soo sedang asik membaca buku dan duduk di tangga. Hae Woo ikut duduk disamping Yi Soo, sambil mendengar MP3. Yi Soo memandang Hae Woo. Karena Hae Woo diam saja, Yi Soo kembali fokus pada bukunya.
Kemudian Hae Woo melepas satu earphonenya dan memasangkan di telinga Yi Soo. Yi Soo terkejut dan menoleh memandang Hae Woo.

Mereka masih sama-sama diam, Yi Soo kemudian menutup bukunya. Dia menjadi tidak bisa konsentrasi dengan adanya Hae Woo disampingnya. Bahkan tangan Yi Soo yang jaraknya dekat dengan Hae Woo,terasa seolah ingin bergeser dan menggenggam tangan Hae Woo.
(Tangannya udah gatel pengen megang tangan Hae Woo. Haha..)
Oh Joon Young melihat itu dari jauh. Mungkin dia tidak suka, Hae Woo ada bersama Yi Soo.

Hae Woo tertidur, dengan buku yang terbuka disampingnya. Yi Soo ternyata juga ada disana. Dia serius belajar tanpa tahu Hae Woo telah pulas dalam mimpinya.
Yi Soo menoleh dan mendapati Hae Woo dalam mata terpejam. Yi Soo menggeser bukunya menjauh, dan terus menatap Hae Woo. Ternyata Yi Soo ikut merebahkan kepalanya seperti Hae Woo, dengan masih menatap Hae Woo.
Yi Soo lama memandang Hae Woo yang terpejam.

Secara mengejutkan Hae Woo bergerak dalam tidurnya, seolah akan bangun dan membuka mata, Yi Soo langsung membalikkan kepalanya kearah yang berlawanan dengan Hae Woo. Takut ketahuan kalau sedari tadi dia diam-diam mengamati Hae Woo.
Tapi ternyata Hae Woo tidak membuka matanya, dia tetap terpejam. Namun kali ini dia tersenyum. Mungkinkah Hae Woo sadar kalau Yi Soo terus memandangnya tadi?

Nyonya Park menyambut Eui sun yang baru pulang. Eui Sun langsung menanyakan keberadaan Hae Woo. Nyonya Park menjelaskan kalau Hae Woo belajar bersama Yi Soo.
Eui Sun yang memang tidak suka pada keluarga Yi Soo, terlihat marah dan langsung memandang istrinya yang sedang duduk santai di sofa. Eui Sun bertanya apa yang istrinya lakukan? Sun Young menoleh sambil memegang cangkirnya. Eui Sun berkata kalau Hae Woo bahkan setiap hari menempel pada Yi Soo. Apa yang Sun Young lakukan sebagai ibu melihat anaknya ke tempat Yi Soo setiap kali ada kesempatan?
Sun Young menjawab santai memangnya mau gimana lagi? Apa kalau Hae Woo ke rumah Yi Soo setiap hari, maka Hae Woo akan bertunangan dengan anak supir Han itu?

Kakek tiba-tiba keluar dan bertanya kenapa mereka bersisik sekali? Eui Sun seperti anak kecil langsung berlari mendekati ayahnya dan berkata kalau Hae Woo terus menerus menghabiskan waktu bersama Yi Soo.
Kakek menjawab kalau matanya belum terlalu buruk dalam menilai orang lain. Karena Yi Soolah Hae Woo bisa ceria sepanjang hari. Jika Hae Woo tidak keberatan dia bahkan akan mengirim mereka berdua untuk belajar keluar negeri.
Eui Sun kaget dan tidak percaya. Kakek kemudian menambahkan kalau rapat umum pemegang saham akan segera dilaksanakan. Kakek menyuruh Eui Sun untuk mempersiapkannya dengan baik.

Yi Soo yang sedang berjalan, tiba-tiba dikagetkan dengan lemparan bola basket kearahnya. Untung dia sigap dalam menangkap bola itu. Ternyata Joon Young yang melemparkannya, dan mendekati Yi Soo lalu bertanya haruskah mereka bermain? Yi Soo sepertinya menolak, dan mengembalikan bola itu ke tangan Joon Young. Yi Soo berkata kalau dia tidak bisa main basket. Joon Young berkata kalau dia lihat Yi Soo bisa main basket. Apa Yi Soo meremehkannya? Yi Soo menjawab tidak. Joon Young bertanya lalu kenapa? Apa dia terlalu mudah untuk Yi Soo sehingga Yi Soo menolak bermain bersamanya? Yi Soo menjawab bukan begitu.
Joon Young kemudian berkata mirip sekali.
Yi Soo bingung, dan Joon Young menjelaskan kalau Yi Soo dan Hae Woo benar-benar mirip. Dia menyebut Yi Soo dan Hae Woo tipe orang yang meletakkan segalanya di garis depan atau menyerah atas segalanya.
Yi Soo bertanya sebenarnya apa maksud Joon Young?
Joon Young hanya mengulurkan tangan dan menyebut lengkap namanya pada Yi Soo.
Yi Soo menyambut uluran tangan itu dan juga menyebut namanya.
Joon Young berkata kalau dia sudah tahu nama Yi Soo.

Namun sedetik kemudian secara mengejutkan, Joon Young menarik keras tangan Yi Soo, dan membuatnya terjatuh di rerumputan. Yi Soo kaget, tapi Joon Young langsung mengulurkan tangannya kembali untuk membantu Yi Soo bangkit. Yi Soo yang tidak mau tertipu, menarik lengan Joon Young dengan keras dan berbalik membuatnya tejatuh. Mereka impas sekarang.
Yi Soo langsung berdiri, dan Joon Young memuji Yi Soo yang bergerak cepat.
Kali ini Joon Young mengulurkan tangannya dengan sungguh-sungguh dan Yi Soo menyambutnya lalu membantu Joon Young bangkit. Mereka sepertinya akan mulai berteman saat ini.

Datanglah Hae Woo merangkul mereka berdua deegan tiba-tiba dan bertanya kenapa mereka bisa bersama? Apa mereka saling mengenal?

Dalam perjalanan pulang, Hae Woo menjelaskan kalau Joon Young punya adik bernama Joon Hoo, yang tahun lalu meninggal karena kecelakaan. Sejak saat itu Joon Young berubah. Dulu dia siswa teladan, dan sekarang jadi pemimpin geng. Joon Young bilang kalau dia tidak akan memafkan orang yang mmebuat adiknya meninggal bahkan sampai dia mati.
Yi Soo bertanya bagaimana bisa Hae Woo tahu sebanyak itu tentang Joong Young? Hae Woo menjawab kalau keluarga mereka sangat dekat. Jadi mereka sudah mengenal sejak kecil. Mereka juga sering pergi bersama.
Tiba-tiba Hae Woo berhenti dan menatap Yi Soo, Yi Soo ikut berhenti dan memandang Hae Woo. Hae Woo berkata kalau dia sudah memutuskan, bahwa dia akan ikut kursus seni. Yi Soo bertanya apa itu menggambar?
Hae Woo mengangguk membenarkan. Dia berkata kalau mulai bulan depan dia akan mulai mengambil pelajaran lagi. Jadi mungkin dia akan sangat sibuk.
Yi Soo bertanya lalu kenapa?
Hae Woo dengan mantap berkata kalau dia hanya ingin bilang bahwa mungkin akan sangat sulit melihatnya.
Haha..Pede ya kamu..^^
Yi Soo tersenyum mendengar alasan Hae Woo. Hae Woo kemudian berkata kalau akhir pekan ini, dia akan membawa Yi Soo ke tempat rahasianya. Yi Soo heran dan ga tahu maksud tempat rahasianya Hae Woo.

Eui Sun diam-diam masih menemui pembaca berita yang ternyata bernama Hwa Young. Hwa Young meminta agar Eui Sun bercerai dari istrinya atau Eui Sun mencari wanita lain saja. Eui Sun bertanya kenapa Hwa Young jadi merepotkan seperti ini? Eui Sun mengeluarkan sesuatu dari sakunya,sebuah kartu kredit dan berkata sampai masalah ini mereda, Eui Sun meminta Hwa Young jalan-jalan atau melakukan hal yang disukanya, seperti berbelanja.
Hwa Young menepis kartu kredit itu, membuat Eui Sun bertanya memang berapa banyak yang Hwa Young butuhkan? Dia akan memberikan sebanyak yang Hwa Young mau.

Seorang pria sedang berada di mobilnya. Dia membuka Koran dan melihat berita panas yang ada didalamnya. Berita tentang seorang pembaca berita Lee Hwa Young yang mengaku dilecehkan secara seksual oleh Presdir Jo Eui Sun, seorang pemilik hotel.
Masih dihalaman yang sama, ada berita tentang orang Korea yang dikagumi para mahasiswa. Dia adalah Jo Sang Deuk.
Berita yang kontras antara ayah dan anak.
Pria yang bernama Yoshimura Junichiro tersenyum tipis membaca berita itu. Dia bergumam kalau ini menyenangkan.

Sang Deuk memberitahu anaknya agar bersembunyi sampai semua tenang, dan tidak usah datang ke kantor. Bahkan Sang Deuk meminta agar Eui Sun mundur dari management, dan diam saja untuk semua yang terjadi.
Eui Sun mencoba mengelak, dan menolak apa yang ayahnya minta. Dia berkata kalau semua tuduhan itu palsu, dan dia akan segera mengurusnya.
Sang Deuk berbalik memandang putranya dan dengan geram berkata kalau dia sudah jelas-jelas memberitahu Eui Sun, kalau kepemilikan hotel tidak akan jatuh ketangan Eui Sun yang bahkan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Eui Sun mencoba berani melawan ayahnya. Dia bertanya apa ayahnya pikir ayahnya yang paling sempurna di dunia ini? Setidaknya dia lebih baik dari ayahnya dengan tidak bercerai, dan memisahkan Hae Woon dari ibunya. (Tapi,kamu selingkuh lo bapak.)
Sang Deuk yang sudah berapi-api menahan marah, langsung menempeleng Eui Sun, sehingga Eui Sun terjatuh. Eui Sun mencoba berdiri sambil memegang pipinya yang terasa sakit. Sang Deuk mengatakan Eui Sun anak bodoh. Eui Sun sakit hati dan langsung meninggalkan ruangan ayahnya.

Yi Soo dan Joon Young sama-sama menghabiskan waktu dengan bermain basket. Mereka terlihat akrab sekali, tanpa ada rasa iri karena sama-sama menyukai Hae Woo. Kim Dong Soo tiba-tiba masuk dan membawa Koran, lalu menyuruh Yi Soo dan Joon Young melihatnya. Berita tentang ayah Hae Woo benar-benar mengguncang media.

Di kediaman keluarga Jo. Yoo Sun Young yang sudah tidak tahan dengan kelakuan suaminya, dia berniat meninggalkan rumah. Nyonya Park masih mencoba menghalangi niat Sun Young, tapi Sun Young sudah bertekad, dan tidak ada yang bisa mencegahnya. Nyonya Park masih mengingatkan tentang Hae Woo. Namun, lagi-lagi Sun Young tidak peduli, dan berkata kalau setelah sampai di Kanada nanti dia akan menelpon Hae Woo. Jika dia di rumah ini terus, dia benar-benar bisa gila.

Yi Soo yang panik, langsung mencari keberadaan Hae Woo. Hae Woo pasti terguncang dengan adanya berita ini. Yi Soo mencoba mencari ke perpustakaan, tapi dia tidak menemukan Hae Woo. Joon Young datang menyusul Yi Soo, dan berkata sepertinya dia tahu kemana Hae Woo pergi. Joon Young bahkan berkata demi Hae Woo, maka memang Yi Soo yang pantas mencari dan menenangkannya. Yi Soo pun bertanya dimana tempat itu?

Yi Soo langsung datang ke tempat yang Joon Young katakan, dia mencoba masuk kedalamnya, tapi sepertinya terkunci, mungkin Hae Woo tidak disana. Yi Soo pun mencoba melihat melalui jendela, dan ternyata memang tidak ada siapa-siapa disana. Yi Soo semakin bingung.

Dia melihat banyak pohon di sekitar daerah ini. Apa mungkin Hae Woo ada di dalamnya? Masuk jauh ke tengah.
Daerah itu hanya diisi Pohon-pohon di kanan kirinya. Seperti hutan. Namun karena siang hari, tidak ada kesan seram disana. Yi Soo terus melangkah dan berharap menemukan Hae Woo disana.

Yi Soo akhirnya sampai di tempat itu. Tempat dimana Hae Woo sedang duduk sendiri disana. Menatap danau dihadapannya. Yi Soo lega karena Hae Woo tidak apa-apa dan segera mendekati Hae Woo.
Hae Woo mendengar langkah kaki, dan menoleh ke belakang. Dia terkejut melihat Yi Soo ada disana. Tempat ini bahkan belum pernah dia ceritakan pada Yi Soo. Jadi bagaimana Yi Soo tahu? Sepertinya tempat inilah yang dimaksud tempat rahasia yang ingin Hae Woo tunjukkan pada Yi Soo.
Hae Woo berdiri memandang Yi Soo. Mereka saling menatap,dan Hae Woo terlihat sedih.

Hae Woo dan Yi Soo sama-sama duduk memandang keindahan danau. Hae Woo berkata kalau danau ini menakjubkan. Dia sudah merekam danau ini dulu sekali, tapi saat dia kembali ke tempat ini, danau ini tetap sama seperti saat dia merekamnya. Tidak ada yang berubah. Walau yang lainnya berubah, danau ini tidak.
Hae Woo kemudian berkata kalau ibunya sudah pergi.Yi Soo menoleh dan mencoba menenangkan Hae Woo dengan berkata kalau ibu Hae Woo pasti akan kembali. Tunggu saja, dan percaya. Hae Woo menarik nafas dan berkata kalau ibunya tidak akan kembali, dia sudah tahu itu. Bahkan dia sudah tahu kalau suatu saat nanti ibunya akan pergi meninggalkan dia.
Yi Soo berkata “Ada banyak hal di dunia ini yang membuat kita tidak bisa berbuat apa-apa. Terkadang, kita tidak punya pilihan lain untuk melakukan apa yang bisa kita lakukan”
Yi Soo menatap Hae Woo, dan berkata “Aku lebih menyukai kau tak punya waktu yang berat, karena akan membuatmu tak bisa berbuat apa-apa”
Hae Woo terpana mendengar ungkapan hati Yi Soo, dan Yi Soo hanya tersenyum menanggapinya. Dia kemudian melihat langit dan berkata kalau akan sangat bagus melihat bintang di tempat ini.

Hae Woo yang perasaannya semakin membaik karena Yi Soo,kemudian berdiri seakan ingin pergi meninggalkan danau yang indah itu. Yi Soo menoleh heran memandang Hae Woo. Dia kemudian ikut berdiri dan berjalan dibelakang Hae Woo. Tapi kemudian Hae Woo berbalik dan meminta Yi Soo untuk diam saja ditempatnya.
Hae Woo langsung mengarahkan Handycamnya ke Yi Soo, dan sepertinya inilah yang menjadi pembuka di awal episode ini.

Yi Soo bertanya apa yang Hae Woo lakukan? Hae Woo menjawab karena ini hari pertama Yi Soo tahu tempat rahasianya maka ini harus dirayakan. Hae Woo pun kembali merekam, Yi Soo menutupi wajahnya karena malu,dan meminta agar Hae Woo tidak merekamnya.

Hae Woo tidak peduli dan langsung bertanya apa yang paling Yi Soo sukai di dunia ini? Yi Soo tersenyum dan berkata jangan direkam. Hae Woo meminta Yi Soo menjawabnya. Hae Woo bercanda dengan menyebutkan namanya, pasti itu kan yang paling Yi Soo sukai di dunia ini? (Pede gilaaa…^^)
Yi Soo lagi-lagi tersenyum, tidak menyangkal atau mngiyakannya. Hae Woo meminta Yi Soo segera menjawabnya, karena kalau tidak maka walaupun di sekolah dia akan terus mengikuti Yi Soo.
Yi Soo masih terdiam, membuat Hae Woo melangkah mendekat. Saat sudah dekat, Yi Soo menjawab “Hiu”
Hae Woo bingung dan bertanya apa maksudnya? Yi Soo menjelaskan “Hiu tak punya kantung renang”
Hae Woo bertanya bagaimana mereka bertahan hidup?
Yi Soo kembali menjelaskan “Untuk bertahan hidup, mereka harus terus bergerak tanpa henti. Karena jika berhenti, mereka akan mati. Bahkan ketika sedang tidur, mereka harus terus bergerak untuk bertahan hidup”
Hae Woo yang mendengar itu berkata kalau mereka pasti hidup dengan rasa lelah. Yi Soo tersenyum mendnegarnya dan berkata “Tetapi, di laut Hiu adalah yang terkuat”
Hae Woo menyimpulkan kalau karena alasan itulah Yi Soo menyukai Hiu. Yi Soo menggeleng dan berkata bukan karena itu. “Aku hanya merasa kasihan, karena sepertinya tak ada seorangpun yang menyukai hiu.”
Hae Woo mengangguk tanda mengerti, kemudian dia kembali bertanya, kalau dia menghilang apa yang akan Yi Soo lakukan?
Yi Soo dengan mantap menjawab kalau dia akan mencari Hae Woo.
Hae Woo bertanya kembali, kalau tetap tidak ketemu?
Yi Soo menjawab kalau dia pasti akan menemukan Hae Woo.
Hae Woo belum puas dan kembali bertanya bagaimana caranya?
Yi Soo terdiam, dan menghela nafas, lalu menoleh ke belakang, memandang luasnya danau di hadapannya.

Hae Woo mengejar jawaban Yi Soo. Bagaimana cara Yi Soo menemukannya? Yi Soopun berbalik kembali, menatap kamera, dan berkata “Sampai aku mati, aku akan terus mencarimu. Karena aku tak akan bisa matui, sebelum aku menemukanmu”
Jawaban itu membuat Hae Woo terkejut, dia tidak menyangka Yi Soo akan melakukan itu untuknya. Akan mencarinya karena Yi Soo berkata tidak akan bisa mati sebelum menemukan dirinya. Kata-kata yang mampu membuatnya bergetar.

Saat mereka saling tersenyum, hujam mulai membasahi bumi. Merekapun berlari mencari tempat berteduh, dengan tangan saling menggenggam
Akhirnya mereka berteduh dibawah pohon besar sambil menunggu hujan reda. Mereka terlihat sangat bahagia hari itu.
Yi Soo menatap Hae Woo, dan Hae Woo pun melakukan hal yang sama. Mereka terlihat canggung dengan suasana seperti ini. Yi Soo melihat ada daun di rambut Hae Woo, dengan sedikit grogi, Yi Soo mengarahkan tangannya ke kepala Hae Woo dan mengambil daun itu lalu membuangnya.
Hae Woo terkejut, mungkin berdebar dengan sentuhan kecil Yi Soo.

Yi Soo mengeluarkan sapu tangannya dan mengusap rambut Hae Woo yang basah. Mencoba mengeringkan wajah Hae Woo dengan sapu tangan kecilnya.
Hae Woo lagi-lagi dibuat tak berdaya dengan apa yang dilakukan Yi Soo padanya. Hal kecil yang membuatnya hatinya terguncang hebat. Hae Woo pun menatap Yi Soo dalam diam.
Seolah tersihir, Yi Soo mendekatkan dirinya pada Hae Woo. Memegang pipi Hae Woo dengan kedua tangannya, lalu mendaratkan kecupannya di kening Hae Woo. Kecupan yang begitu lembut, sehingga mata Hae Woo terpejam menikmatinya.







Tidak ada komentar :

Poskan Komentar